cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ach.journal@unud.ac.id
Editorial Address
JL PB Sudirman Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Archive of Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2302139X     EISSN : 25273620     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Archive of Community Health menerbitkan hasil penelitian berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DARI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN MELALUI SISTEM BANK SAMPAH DI RSU SURYA HUSADHA DENPASAR BALI Khairul Hamdi; I Gede Herry Purnama
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.09 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i02.p09

Abstract

ABSTRAK Dari hasil observasi implementasi pengelolaan limbah B3 dengan sistem bank sampah pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan RI No 56 Tahun 2015 Pasal 38 di RSU Surya Husadha tidak semua jenis limbah B3 bisa dilakukan pengelolaan karena kendala pada sarana dan prasarana, limbah B3 yang bisa dilakukan desinfeksi adalah infusan bekas dan kemasan cairan Hemodialisa. Hasil implementasi pengelolaan limbah B3 dapat menggunakan mekanisme sistem bank sampah sehingga proses pengelolaan dan administrasi tercatat dengan baik. Pemasukan pengelolaan limbah non B3 infusan bekas dan kemasan cairan Hemodialisa dari bulan Desember 2018 sampai dengan April 2019 mencapai Rp2.304.442,-/Bulan tidak sesuai dengan perhitungan estimasi yang mencapai Rp 4.200.000/Bulan karena dipengaruhi dengan jumlah kunjungan. Faktor penghambatan dalam implementasi program ini adalah sumberdaya manusia yang terbatas, sarana dan prasarana belum memadai seperti tidak ada alat pencabut jarum suntik dengan spuit bekas dan tidak tersedia alat penghancur ampul kaca kemasan bekas B3, Uji limbah cair tidak memenuhi baku mutu.Belum adanya pelarut yang sesuai dengan sifat pencemar dan dapat menghilangkan zat pencemar yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Kata Kunci : Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor 56 Tahun 2015, Bank Sampah
GAMBARAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DI KABUPATEN BADUNG DAN KOTA DENPASAR TAHUN 2019 Gusti Nyoman Tri Maha Putra; Ni Made Utami Dwipayanti
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.191 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p07

Abstract

ABSTRAK Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan dampak yang buruk bagi lingkungan. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) merupakan salah satu cara dalam mengelola sampah. Tercatat terdapat 27 TPST yang ada di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Hasil monitoring dan evaluasi terhadap pengelolaan TPS 3R tahun anggaran 2012 oleh Direktorat PLP Cipta Karya menunjukkan keberfungsian TPS 3R masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum TPST yang ada di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode cross-sectional. Objek penelitian ini adalah 24 TPST di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 TPST yang diteliti, 21 TPST beroperasi dengan aktif dan 3 TPST tidak beroperasi. Lembaga pengelola TPST juga bervariasi dimana mayoritas dikelola oleh kelompok swadyaya masyarakat. Kegiatan pengolahan sampah yang dilakukan di TPST bervariasi yaitu pengangkutan sampah, pengolahan sampah organik, anorganik, serta pengolahan sampah organik dan anorganik. Permasalahan yang dialami oleh TPST adalah kondisi sampah yang masih tercampur dan tingginya residu yang dihasilkan, Penting bagi TPST untuk bekerjasama dengan pihak terkait untuk meningkatkan performa TPST. Kata Kunci : Sampah, tempat pengolahan sampah terpadu ABSTRACT Solid waste that is not managed properly can have negative impact on the environment. Material recovery facility (MRF) is one way to manage waste. There were 27 MRF in Badung Regency and Denpasar City recorded. The results of monitoring and evaluation of MRF in 2012 by Direktorat PLP Cipta Karya show that the functioning of the MRF is still low. The purpose of this study was to determine the general description of MRF in Badung Regency and Denpasar City. The data were analyzed descriptively. This research is a descriptive study using cross-sectional method. The object of this research is 24 MRFs in Badung Regency and Denpasar City. The results showed that of the 24 MRFs studied, 21 MRFs operated actively and 3 MRFs did not operate. The MRF management institution also varies where the majority is managed by community. The waste processing activities carried out in MRF vary, namely waste transportation, processing of organic, inorganic waste, and processing of organic and inorganic waste. The problems that experienced by MRF were the condition of the waste that was still mixed, and the high residue produced. It is important for MRF to work with relevant parties to improve the performance of MRF. Keywords : Solid waste, material recovery facility
TINGKAT DEPRESI MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2019 Ni Made Betti Ratricia Surya Dewi; I Made Subrata; Made Pasek Kardiwinata; Ni Komang Ekawati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.307 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i02.p01

Abstract

ABSTRAK Depresi merupakan penyakit gangguan mental yang ditandai dengan penurunan mood, perasaan bersalah serta menarik diri dari kehidupan sosial. Depresi dapat terjadi pada semua kelompok umur termasuk mahasiswa. Penelitian yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Muhamdiyah Sumatra Utara mendapatkan hasil bahwa mahasiswa yang mengalami depresi dalam menyusun skripsi sebesar 23.80%. Tingginya prevalensi depresi tersebut, serta belum adanya penelitian terkait hal ini di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, menunjukkan bahwa penelitian ini penting dilakukan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang menyusun skripsi. Desain penelitian ini adalah cross sectional desktiptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 mahasiswa yang diukur menggunakan kuisioner BDI II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sebesar 27.50% mengalami depresi ringan, 11.25% mengalami depresi sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa prevalensi depresi mahasiswa yang menyusun skripsi cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan preventif dan promotif untuk menurunkan kejadian depresi pada mahasiswa. Kata Kunci: Depresi, Skripsi, Mahasiswa Kedokteran
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN TOKSOPLASMOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLAHBATUH I TAHUN 2017 Ni Made Oka Anggreni; Desak Putu Yulita Kurniati; I Made Subrata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.776 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i01.p05

Abstract

ABSTRAK Seroprevalensi toksoplasmosis pada wanita di Bali tahun 2013 sebesar 63,9% dan seroprevalensi tertinggi wanita terinfeksi T. gondii berada di Kabupaten Gianyar sebesar 82,5%. Pada tahun 2016 Puskesmas Blahbatuh I memiliki kasus abortus yang paling tinggi di antara 13 Puskesmas yang ada di Kabupaten Gianyar yaitu sekitar 15,58%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap perilaku pencegahan toksoplasmosis di wilayah kerja Puskesmas Blahbatuh I tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional analitik. Sampel 75 ibu hamil yang dipilih dengan teknik probability sampling. Pengumpulan data meliputi pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan program komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20,0% responden memiliki perilaku pencegahan kurang, 52,0% responden memiliki pengetahuan kurang, dan 37,3% responden memiliki sikap kurang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku pencegahan dengan nilai PR=2,167, dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap perilaku pencegahan dengan nilai PR=8,34. Jadi, di wilayah kerja Puskesmas Blahbatuh I dari 75 ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan kurang, sikap kurang, dan perilaku pencegahan kurang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku pencegahan dan terdapat hubungan yang siginfikan antara sikap terhadap perilaku pencegahan. Oleh karena itu Puskesmas Blahbatuh I harus meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang toksoplasmosis dengan cara memberikan KIE pada saat pemeriksaan antenatal agar ibu hamil dapat melakukan pencegahan dengan baik. Kata kunci: Kehamilan, Toksoplasmosis, Pengetahuan, Sikap, Perilaku Pencegahan ABSTRACT Toxoplasmosis seroprevalence of women in Bali in 2013 was 63.9% and the highest seroprevalence of women infected with T. gondii was in Gianyar Regency by 82.5%. In 2016 Blahbatuh I Public Health Center had the highest abortion cases among 13 Community Health Centers in Gianyar Regency, which was around 15.58%. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of knowledge and attitudes of pregnant women to the prevention of toxoplasmosis in the work area of ??Blahbatuh I Public Health Center in 2017. The type of research used was cross sectional analytic. Sample 75 pregnant women selected with probability sampling technique. Data collection includes knowledge, attitudes, and preventative behavior using a questionnaire and analyzed using a computer program. The results showed that as many as 20.0% of respondents had less preventive behavior, 52.0% of respondents had less knowledge, and 37.3% of respondents had less attitude. There is no significant relationship between the level of knowledge of preventive behavior with a PR value = 2.167, and there is a significant relationship between attitudes towards preventive behavior with a PR value of 8.34. So, in the working area of ??Blahbatuh I Public Health Center out of 75 pregnant women have less knowledge, less attitudes, and less preventive behavior. There is no significant relationship between the level of knowledge of preventive behavior and there is a significant relationship between attitudes towards preventive behavior. Therefore Puskesmas Blahbatuh I must improve the knowledge and attitudes of pregnant women about toxoplasmosis by providing IEC during antenatal examinations so that pregnant women can take preventative measures properly. Keywords: Pregnancy, Toxoplasmosis, Knowledge, Attitude, Preventive Behavior
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEAKTIFAN PESERTA POSYANDU LANSIA MENGIKUTI POSYANDU LANSIA DESA SUDIMARA DAN DESA GUBUG KABUPATEN TABANAN 2019 Nur Saadah; Dinar Saurmauli Lubis
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.163 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i02.p06

Abstract

ABSTRAK Meningkatkan derajat kesehatan lansia merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh pemerintah. Salah satu upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan lansia adalah posyandu lansia. Perilaku peserta posyandu lansia berkunjung ke tempat pelayanan kesehatan ditentukan oleh tiga faktor. Di antara ketiga faktor tersebut, faktor dukungan keluarga sangat penting karena sebagai faktor penguat dari perilaku seseorang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan keaktifan peserta posyandu lansia mengikuti posyandu lansia di desa Sudimara dan Gubug kabupaten Tabanan 2019. Variabel dependent penelitian ini adalah dukungan keluarga yang terdiri dari sub variable dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dukungan informasional. Variabel independen penelitian ini adalah keaktifan peserta posyandu lansia. Desain penelitian ini menggunakan crossectional. Populasi adalah seluruh lansia yang tercatat di 2 desa yaitu Desa Sudimara dan Desa Gubug berjumlah 113 lansia. Data dianalisis dengan uji chi square dan diolah dengan menggunakan software komputer. Responden mendapat dukungan baik dari keluarganya secara emosional dan penghargaan, instrumental, dan juga dukungan informasional. Responden dalam penelitian ini aktif mengikuti kegiatan posyandu lansia yaitu sebanyak 73 responden (64,6%). Hubungan dukungan keluarga secara umum tidak berpengaruh secara statistik dengan keaktifan peserta posyandu lansia (p=0,319; 95%CI OR= 0,683-3,215; OR=1,48). Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Emosional, Instrumental, Informasional, Lansia.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PENYAKIT HIV/AIDS DI PROVINSI BALI Luh Putu Virra Indah Perdanawati; Ni Made Anggia Paramesthi Fajar; I Dewa Made Suka
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.438 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p03

Abstract

ABSTRAK Penularan penyakit HIV/AIDS pada dasarnya dapat di cegah apabila tidak melakukan tindakan-tindakan berisiko. Pengetahuan ibu mengenai penyakit HIV/AIDS hendaknya dapat diketahui sejak dini sehingga sangat bermanfaat bagi perkembangan ibu dan tumbuh kembang anak (Djoerban, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu mengenai HIV/AIDS di Provinsi bali. Penelitian yang dilaksanakan bersifat studi deskriptif menggunakan data sekunder Riskesdas Provinsi Bali Tahun 2017. Data yang diperoleh kemudian di analisis secara univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa berdasarkan tingkat pengetahuan responden tentang HIV/AIDS dapat diketahui 32,5% memiliki tingkat pengetahuan kurang; 62,5% memiliki tingkat pengetahuan cukup; dan hanya 4,9% memiliki tingkat pengetahuan baik. Informasi tentang HIV/AIDS yang paling banyak didapatkan masyarakat berasal dari tenaga kesehatan sebesar 64,6%. Selain itu, sebagian besar responden akan merasa malu jika ada anggota keluarganya yang menderita HIV yaitu sebesar 44,6% dan lebih dari 80% responden menyatakan setuju bahwa orang lain akan berbicara buruk jika ada yang mengidap HIV. Saran kepada BKKBN Provinsi Bali agar dapat memfasilitasi pelaksanaan penyuluhan HIV/AIDS yang tidak terbatas pada populasi kunci namun juga menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kata Kunci: HIV/AIDS, Pengetahuan, Stigma, Diskriminasi ABSTRACT Basically HIV/AIDS transmitted could be prevented if did not take any risk actions. Mother's knowledge about HIV/AIDS should be known early and that it is very beneficial for the mother and child development (Djoerban, 2014). The purposed of this research was to knowing the level of mother’s knowledge about HIV/AIDS in Bali Province. The research conducted was a descriptive study and the data used in this study are secondary data from Riskesdas 2017. The research method was used in this study was univariate analysist. Based on the level of knowledge of respondents about HIV/AIDS that 32,5% have less knowledge; 62,5% have a sufficient level of knowledge, and only 4,9% have a good level of knowledge. The information about HIV/AIDS that was most obtained by the community came from health workers by 64,6%. Besides, most respondents will feel ashamed if there are family members who suffer from HIV, amounting to 44,6% and more than 80% of respondents said that they agreed that others would speak worse if someone with HIV around them. Suggestion for BKKBN Bali Province to implemented HIV/AIDS promotion is not only to the key population but also to each levels of community. Keywords: HIV/AIDS, Knowledge, Stigma, Discrimination
TINGKAT PENGETAHUAN PETUGAS TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI INSTALASI GAWAT DARURAT DAN PENUNJANG PELAYANAN KEGAWATDARURATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG TAHUN 2018 Made Riastuti Sumandari; Rina Listyowati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.114 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i01.p10

Abstract

ABSTRAK Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung sebagai rumah sakit yang sudah menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum terus meningkatkan dan mengembangkan mutu pelayanan, terutama mutu pelayanan kegawatdaruratan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan petugas di Instalasi Gawat Darurat dan Penunjang Pelayanan Kegawatdaruratan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung tentang Standar Pelayanan Minimal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat dan penunjang pelayanan kegawatdaruratan. Jumlah sampel pada penelitian ini 94 petugas dengan teknik pengumpulan sampel yaitu total sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan menyebarkan kuesioner dan analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil penelitian ini adalah mayoritas petugas memiliki pengetahuan baik mengenai SPM yaitu sebesar 86,17% sedangkan 13,83% memiliki pengetahuan kurang baik. Dilihat dari tingkat pengetahuan berdasarkan karakteristik, pengetahuan baik sebagian besar pada umur umur ?30 (88,14%), jenis kelamin perempuan (96,23%), pendidikan DIII (87,93%) dan masa kerja >10 tahun (88,46%). Saran yang bisa diberikan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung, sebaiknya rumah sakit memberikan sosialisasi kepada seluruh petugas mengenai SPM dengan rutin dan terjadwal sehingga petugas mendapatkan informasi mengenai SPM merata. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Standar Pelayanan Minimal ABSTRACT Klungkung Regency Regional General Hospital as a hospital that has implemented Financial Management Public Service Agency continues to improve and develop the quality of services, especially the quality of emergency services. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of officers in the Emergency Installation and Supporting Emergency Services of the Klungkung Regency General Hospital on Minimum Service Standards. This research is a quantitative descriptive study, with a cross-sectional design. The population in this study were all officers who worked in the Emergency Installation and supporting emergency services. The number of samples in this study were 94 officers with total sample collection techniques. Data collection techniques in this study are by distributing questionnaires and data analysis used is univariate analysis. The results of this study were that the majority of officers had good knowledge of MSS, amounting to 86.17% while 13.83% had poor knowledge. Judging from the level of knowledge based on characteristics, good knowledge is mostly at the age of ?30 (88.14%), female gender (96.23%), DIII education (87.93%) and years of service> 10 years (88, 46%). Suggestions that can be given to the Klungkung Regency Regional General Hospital, the hospital should provide information to all officers on MSS routinely and on a regular basis so that officials get information about SPM evenly. Keywords: Knowledge Level, Minimum Service Standards.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEINGINAN PERPINDAHAN FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA PADA PESERTA JKN MANDIRI DI KOTA DENPASAR TAHUN 2017 Iwan Abdi Suandana; Pande Putu Januraga; Putu Ayu Indrayathi
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.998 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i01.p01

Abstract

ABSTRAK Keinginan pindah fasilitas kesehatan tingkat pertama merupakan salah satu bentuk ketidakpuasan pasien serta akan berdampak pada loyalitas pasien dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan. Pada tahun 2016, terjadi peningkatan yang signifikan pada peserta JKN Mandiri di Kota Denpasar yang melakukan perpindahan FKTP yaitu di bulan Juni sebanyak 453 orang dan menjadi 504 orang pada bulan November 2016. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak BPJS Kesehatan Cabang Denpasar didapatkan data mengenai keluhan peserta JKN di FKTP di Kota Denpasar meliputi pelayanan yang kurang ramah, kurang informatif, antrian panjang, penolakan pasien luar wilayah dan pasien tidak terlayani karena berobat di luar jam kerja FKTP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keinginan pindah FKTP pada peserta JKN Mandiri di Kota Denpasar. Desain penelitian ini menggunakan analitik crossectional dengan jumlah sampel 108 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara consecutive sampling di beberapa FKTP yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di Kota Denpasar. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dianalisis dengan analisis univariat, bivariat (chi-square) dan multivariat (regresi logistik) Berdasarkan hasil mutivariat didapatkan hasil terdapat hubungan antara ketersediaan fasilitas (p=0,005, 95% CI=2,05-56,57), waktu tunggu (p=0,000, 95% CI=5,98-233,68), jarak (p=0,000, 95% CI=3,66-51,92), pindah domisili (p=0,022, 95% CI=1,34-43,01) dan pelayanan dokter (p=0,005, 95% CI=2,02-55,32) dengan keinginan pindah FKTP, sedangkan waktu pelayanan tidak mempunyai hubungan dengan keinginan pindah FKTP (p=0,138, 95% CI=0,50-147,25). Adapun faktor yang paling dominan terhadap keinginan pindah FKTP yaitu waktu tunggu (p=0,000 dan Adjust OR= 37,38) Bagi pihak FKTP sebaiknya dapat meningkatkan kualitas mutu pelayanan yang diberikan pada peserta JKN serta bagi BPJS Kesehatan dapat meningkatkan penilaian terhadap FKTP yang bekerjasama dengannya dalam hal kredensialing dan rekredensialing FKTP. Kata Kunci: Perpindahan, FKTP, JKN ABSTRACT The desire to move first-level health facilities is one form of patient dissatisfaction and will have an impact on patient loyalty in utilizing health services. In 2016, there was a significant increase in JKN Mandiri participants in Denpasar City who moved FKTP in June as many as 453 people and became 504 people in November 2016. Based on interviews with BPJS Health Denpasar Branch data obtained about JKN participants' complaints in FKTP in Denpasar City includes services that are not friendly, less informative, long queues, rejection of patients outside the region and patients not served because of treatment outside FKTP working hours. This study aims to determine the factors associated with the desire to move FKTP on JKN Mandiri participants in Denpasar City. The design of this study used cross-sectional analytics with a sample of 108 people. The sampling technique was done by consecutive sampling in several FKTP in collaboration with BPJS Health in Denpasar City. Data collection was carried out by questionnaire and analyzed by univariate, bivariate (chi-square) and multivariate (logistic regression) analysis. Based on the results of the mutivariat, there was a correlation between the availability of facilities (p = 0.005, 95% CI = 2.05-56.57) , waiting time (p = 0,000, 95% CI = 5.98-233.68), distance (p = 0,000, 95% CI = 3.66-51.92), moving domicile (p = 0.022, 95% CI = 1.34-43.01) and doctor's service (p = 0.005, 95% CI = 2.02-55.32) with the desire to move FKTP, while the service time has no relationship with the desire to move FKTP (p = 0.138, 95 % CI = 0.50-147.25). The most dominant factor for the desire to move FKTP is the waiting time (p = 0,000 and Adjust OR = 37.38) For the FKTP it should be able to improve the quality of service provided to JKN participants and for BPJS Health can improve the assessment of FKTP in collaboration with in terms of FKTP credentialing and recruitment. Keywords: Displacement, FKTP, JKN
PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI PROGRAM DHARMA DALAM MENCEGAH PENYAKIT RABIES DI WILAYAH SANUR KECAMATAN DENPASAR SELATAN 2019 Desak Nilam Yugiutami; I Made Subrata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.045 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p08

Abstract

ABSTRAK Program Dharma yaitu sebuah program yang menggunakan konsep One Health untuk mengatasi masalah rabies. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi rabies, layanan hotline/kader dan vaksinasi rabies. Program Dharma telah dilaksanakan di wilayah Sanur sejak 2016, di Desa Sanur Kaja, Sanur Kauh dan Kelurahan Sanur. Namun, belum pernah dilakukan penelitian mengenai persepsi masyarakat terhadap Program Dharma, dimana dalam pelaksanaan Program Dharma tentu akan menimbulkan berbagai macam persepsi dari masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai Program Dharma di wilayah Sanur. Desain penelitian adalah crosssectional deskriptif dengan populasi yaitu seluruh masyarakat di Desa Sanur Kaja, Sanur Kauh dan Kelurahan Sanur, dengan sampel sebesar 107 KK dan responden kepala keluarga menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian diketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap kegiatan vaksinasi, edukasi rabies dan layanan hotline/kader dari Program Dharma memiliki persepsi baik (100%). Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan Program Dharma diterima dan dipersepsikan dengan baik oleh masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan program dharma perlu dioptimalkan agar dapat berjalan lebih baik lagi untuk memenuhi keperluan masyarakat dalam upaya pencegahan rabies. Kata Kunci : Persepsi, Program Dharma, Penyakit Rabies ABSTRACT Program Dharma is a the program that uses the concept of one health to address the problem of rabies. The activities of Program Dharma is rabies education, hotline service and the rabies vaccine. Program Dharma has been done in the region sanur since 2016, in the Sanur Kaja village, Sanur Kauh village and Sanur. But, the implementation of dharma program for 3 years, has never done research on the public perception of the program dharma, where in the implementation of the program dharma would have potential to cause various perception of the community. The purpose of research is to know the public perception of the Program Dharma in sanur areas.A design research is crosssectional descriptive with a population is the whole community in the Sanur Kaja village, Sanur Kauh village and Sanur, with a sample of 107 KK and the respondents is family head using purposive sampling. Data analysis using analysis univariat. The results of the study discovered that people perceptions of the vaccination, education and hotline service of Program Dharma have good perception (100%). This result indicate that Program Dharma acceptable and perceived by public. Therefore, Program Dharma need to optimized to be better to fulfill the need of the public to prevent rabies. Keywords: Perception, Program Dharma, Rabies
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RUMAH SAKIT UMUM, KOTA DENPASAR Kadek Eni Dwiari; Partha Muliawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.168 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i02.p02

Abstract

ABSTRAK Rumah sakit merupakan suatu industri jasa dengan berbagai potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja, sehingga diperlukan upaya meminimalisir risiko bahaya di rumah sakit dengan pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross-sectional, bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan K3RS. Penelitian dilakukan di satu rumah sakit umum yang terletak di Kota Denpasar pada bulan Maret 2019. Sampel penelitian ini berjumlah 187 responden yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 53,48% responden mengaku melaksanakan K3RS yang baik. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin, sikap, kebijakan, kepemimpinan dan ketersediaan sarana prasarana K3RS terhadap pelaksanaan K3RS (p<0,05). Berdasarkan hasil analisis multivariabel, sikap merupakan faktor individu yang paling signifikan berpengaruh terhadap pelaksanaan K3RS responden (adjusted PR=1,59; 95% CI 1,11-2,30). Kata Kunci: K3RS, Tenaga kesehatan, Rumah sakit

Page 10 of 28 | Total Record : 278