cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019)" : 7 Documents clear
Penggunaan Notasi Bantu dalam Pembelajaran Solfeggio untuk Meningkatkan Kemampuan Sight Reading-Sight Singging Agus Firmansah; Toni S Sutanto; Henri Nusantara
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i2.6858

Abstract

Abstract : This study aims to develop the use of musical notes on solfeggio learning material in order to improve the ability of sight reading-sight singing. The use of assistive notes on solfeggio material presented in this digital-based music learning media is mainly for material with jumping intervals, so that students easily get shadow note. The research method used is Education Design Research which consists of developing material into digital-based learning media, and testing other sight-sight-seeing using the material developed. This research involved first semester students in the Department of Music Education, Indonesian University of Education as participants in the trial phase of the exercise of using assistive notation on solfeggio material. The results of the study showed that the use of assistive notes made it easy for students to get shadow notes, so students could sound the destination notes with the right intonation. Besides that the instructional media format presented in the form of MP4 makes it easy for students to be able to practice sight reading-sight singing independently. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penggunaan not bantu pada  materi  pembelajaran solfeggio guna meningkatan kemampuan sight reading-sight  singing . Penggunaan not bantu  pada materi solfeggio  yang  disajikan dalam media pembelajaran musik berbasis digital ini  terutama untuk materi-materi dengan interval yang meloncat, agar mahasiswa dengan mudah mendapatkan bayangan nada. Metode penelitian yang digunakan adalah Education Design Reseach  yang terdiri dari pengembangan materi ke dalam media pembelajaran berbasis digital, dan  uji coba laithan  sight reading-sight singing  dengan menggunakan materi yang dikembangkan.  Penelitian ini melibatkan mahasiswa semester pertama di Departemen Pendidikan Musik Universitas Pendidikan Indonesia  sebagia partisipan pada tahapan uji coba model latihan dengan menggunakan materi yang dikembangkan. Hasil penelitian , menunjukan penggunaan not bantu memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk mendapatkan bayangan nada, serta dapat membantu untuk mendapatkan intonasi yang tepat.  Disamping itu format media pembelajaran yang disajikan dalam bentuk MP4 memudahkan mahasiswa untuk dapat berlatih sight reading-sight singing secara mandiri. 
Proses Penciptaan Teater Dalam Monolog Naskah “Berusaha Melawan Lupa” Karya : Acep Zam Zam Noor Pada Festival Lanjong ART Festival (LAF) Kutai Kertanegara Kalimantan Timur Giri Mustika Roekmana
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i2.6859

Abstract

Abstract : Monologue art is a drama performing art that is played by one actor and can play several characters in the story. How to play this monologue art is quite difficult because an actor must work extra practice and look for lots of references. The ability of a monologue player must be multi-talented, he must master good vocal techniques, he must master the techniques of a trained body, he must have trained emotional intelligence so that the character of the characters in the monologue script can be maximally realized. In this study the author wants to convey information related to how to play a monologue and present it. The concept of presenting monologues is not much different from the concept of presenting drama in general, only the difference is being played by one actor. On this occasion the author took the moment of the process of creating a monologue at the Lanjong Art Festival held by the East Kalimantan Kutai Kartanegara Lanjong Foundation. The monologue manuscript was titled "Trying to Fight Forgotten" by Acep zam Zam Noor who is a national writer who has been recognized by the community. The concept of presenting a monologue "Trying to Fight Forgotten" by Acep Zam Zam Noor uses the approach of the concept of Ubrug Banten's performing arts which has the characteristics of a game that is more flexible and populist. Abstrak : Seni monolog adalah sebuah seni pertunjukan drama yang dimainkan oleh satu orang pemeran dan dapat memainkan beberapa karakter tokoh dalam cerita. Cara memainkan seni monolog ini tergolong sulit karena seorang pemeran harus kerja ekstra berlatih dan mencari referensi yang banyak sekali. Kemampuan seorang pemain monolog haruslah multi talenta, dia harus menguasai tekhnik vokal yang baik, dia harus menguasai tekhnik olah tubuh yang terlatih, dia harus memeiliki kecerdasan emosional yang terlatih sehingga karakter tokoh dalam naskah monolog dapat terwujud dengan maksimal. Pada penelitian ini penulis ingin menyampaikan informasi terkait cara bermain monolog dan menyajikannya. Konsep penyajian monolog tidak jauh berbeda dengan konsep penyajian drama pada umumnya, hanya bedanya adalah dimainkan oleh satu orang pemeran.  Pada kesempatan ini penulis mengambil momen proses penciptaan monolog pada acara Lanjong Art Festival yang dilaksanakan oleh Yayasan Lanjong Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Naskah monolog yang diangkat berjudul “Berusaha Melawan Lupa” karya Acep zam Zam Noor yang merupakan sastrawan nasional yang sudah diakui oleh masyarakat. Konsep penyajian monolog “Berusaha Melawan Lupa” karya Acep Zam Zam Noor ini   menggunakan pendekatan konsep seni pertunjukan Ubrug Banten yang memiliki ciri khas permainan yang lebih fleksible dan merakyat.
Pengembangan Penulisan Acuan Karya Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pertanggungjawaban Karya Seni Catur Surya Permana
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i2.6860

Abstract

Abstract : The work reference is the basis of musical ideas, which are both a source of inspiration as well as an objective step in accountability of the work. Reference works can give a logical picture to a work of music created. How a work can be given a concept, and how a work can be shaped like that, because the existence of a strong and general work of reference to be a basic conclusion in making the decision of the concept of work. The method used in this research is litelatur study, with qualitative descriptive approach. The theory used is the method of art creation. The stages of this study sorting out and selecting the students' thesis of Unpas Music Arts that took the Final Works of Art Creation or Recital. The writing will be described and then analyzed into content and dissected using the theory of art creation, which then generated a descriptive and authentic views of triaculation concoction.  Abstrak : Acuan karya merupakan dasar dari ide-ide musik, yang menjadi sumber inspirasi sekaligus juga sebagai langkah objektif dalam pertanggungjawaban karya. Acuan karya  dapat memberi gambaran logis kepada  suatu  karya  musik  yang dibuat. Bagaimana suatu karya bisa diberi konsep, dan bagaimana suatu karya bisa berbentuk seperti itu, karena adanya acuan karya yang kuat dan general untuk dijadikan suatu konklusi dasar dalam mengambil keputusan konsep karya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi litelatur, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teori yang dipakai yaitu metode penciptaan seni. Tahapan penelitian ini memilah dan memilih skripsi mahasiswa Seni Musik Unpas yang mengambil   TA   Penciptaan   Seni   atau   Recital.   Tulisan   tersebut   akan   di deskripsikan kemudian ditelaah dalamnya hingga konten dan dibedah menggunakan teori penciptaan seni, yang kemudian dihasilkan suatu pandangan deskriptif dan otentik hasil racikan trianggulasi.
Persepsi Mahasiswa PGSD Universitas Jambi Terhadap MK Tari Melayu Jambi Alirmansyah Alirmansyah; Destrinelli Destrinelli; M Sargandi; Stevie Yolanda; Novita Wisudawati; Windy Lara S. Samosir; Anggi Kurnia; Chindy Nurlayly
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i2.6904

Abstract

Abstract : This study aims to examine and describe the perception of PGSD Jambi University Students Against the Malay Dance Court, the research is expected to be able to find the right perception of the Malay dance MK by PGSD students. This research uses a qualitative approach. Data collected using observation, interviews, and documentation. The results of this study show that in the eyes of PGD students at first the Malay dance dance was very difficult but due to the learning process of the Malay dance dance itself was cool then it made the students remember to follow the process proven by the various achievements of elementary school teacher education students, in addition to the achievements of students also able to develop their potential in elementary school to be able to teach Malay dance to existing students.  Abstrak : Penelitian ini bertujuan mengkaji dan mendeskripsikan Persepsi Mahasiswa PGSD Universitas Jambi Terhadap MK Tari Melayu, penelitian diharapkan mampu menemukan persepsi yang tepat terhadap MK tari melayu oleh Mahasiswa PGSD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa dalam pandangan mahasiswa pgsd  pada awalnya tarii melayu jambi sangatlah sulit namun dikarenakan proses pembelajaran tari melayu jambi itu sendiri asik maka membuat mahasiswa semngat  mengikuti proses yang terbukti dengan berbagaiprestasi yang di  raih mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, selain prestasi yang diraih mahasiswa juga mampu mengemangkan potensi dirinya di sekolah dasar untuk mampu mengajar tari melayu jambi  kepada peserta didik  yang ada .  
Analisis Kesiapan Mahasiswa Pendidikan Seni Mengaplikasikan Pembelajaran Berbasis Online (E-Learning & Mobile Learning) Fuja Siti Fujiawati; Reza Mauldy Raharja
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i2.6924

Abstract

Abstract : Technological developments that enhance progress in the use of technology in learning, special use in supporting learning. This is the background of the survey conducted in this study. This study studies to learn more about where students' readiness in learning is based online, specifically in students of “Pendidikan Sendratasik” in Untirta. In the era of discussion, education globalization is demanded to make it easier for students to more easily access learning. One of the internet supporting facilities for learning activities developed This research is expected to provide more complete information about students 'readiness in utilizing internet facilities for learning that is obtained from the contribution of students' readiness in the required facilities, ICT Literacy (technical and cognitive skills), activities that are conducted online and responses related to student readiness. online based learning. Survey results show a positive response to students' readiness in facing online learning. Students are ready for online-based learning be it e-learning or in the form of mobile learning. Abstrak : Perkembangan teknologi yang semakin pesat berdampak pada pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, khususnya pemanfaatan internet dalam mendukung keberhasilan pembelajaran. Hal ini menjadi latar belakang diselenggarakannya survei dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan mahasiswa dalam memanfaatkan pembelajaran berbasis online, khususnya pada mahasiswa Pendidikan Sendratasik di Untirta. Dalam menghadapi era globalisasi   institusi pendidikan dituntut untuk dapat memfasilitasi mahasiswa agar dapat lebih mudah mengakses pembelajaran. Salah satu fasilitas pemanfaatan internet untuk kegiatan pembelajaran yang dikembangkan Untirta diantaranya adalah pembelajaran e-learning melalui SPADA. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi sejauh mana kesiapan mahasiswa dalam memanfaatkan fasilitas internet untuk pembelajaran dilihat dari aspek kesiapan mahasiswa dalam ketersediaan fasilitas yang dimiliki, ICT Literacy (keterampilan teknis dan kognitif), aktivitas yang dilakukan secara online dan respon lainnya yang berkaitan dengan kesiapan mahasiswa menghadapi pembelajaran berbasis online. Hasil Survei menunjukan respon positif terhadap kesiapan mahasiswa dalam menghadapi pembelajaran online. Mahasiswa sudah siap dalam menghadapi pembelajaran berbasis online baik itu  e-learning ataupun dalam bentuk mobile learning.
Penciptaan Lagu Kroncong Berbasis Kearifan Lokal di Kota Semarang Abdul Rachman; Udi Utomo; Nur Asriyani
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i2.6857

Abstract

Abstract : The new Keroncong song is very rarely found in the community, especially in Semarang. This makes the development of Keroncong music a little hampered because the songs that are sung are old songs. This encourages researchers to create the song Keroncong by bringing the potential of local wisdom in Semarang. This article describes the process of creating Keroncong songs based on the local wisdom of Semarang. Based on the results of the study, the process of creating a Keroncong song entitled “Kr. Pesona Semarang” goes through several steps namely Content Ideas, exploration, improvisation, evaluation, composition. Through these steps the researcher succeeded in making a composition of the original Keroncong song by paying attention to the local wisdom of the city of Semarang, namely by combining the pentatonic slendro, pelog, and also the western scoring system. Abstrak : Lagu Keroncong yang baru sudah sangat jarang dijumpai di masyarakat khususnya di Semarang. Hal ini membuat perkembangan musik Keroncong sedikit terhambat karena lagu-lagu yang dibawakan merupakan lagu yang sudah lama. Hal ini mendorong peneliti untuk menciptakan lagu Keroncong dengan mengusung potensi kearifan lokal yang ada di Semarang. Artikel ini mendeskripsikan tentang proses penciptaan lagu Keroncong berbasis kearifan lokal kota Semarang. Berdasarkan hasil penelitian, proses dalam penciptaan lagu Keroncong yang berjudul Kr. Pesona Semarang melalui beberapa tahapan yaitu Gagasan Isi, ekslporasi, improvisasi, evaluasi, komposisi. Melalui tahapan-tahapan tersebut peneliti berhasil membuat sebuah komposisi lagu Keroncong asli dengan memperhatikan kearifan lokal kota semarang yaitu dengan mengkombinasikan sistem tangga nada pentatonic slendro, pelog, dan juga sistem tangga nada barat.
Kurangnya Media Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Seni Budaya di SMAN 3 Kota Serang Provinsi Banten Suhaya Suhaya; Dian Ahmad; Rian Permana
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v4i2.6905

Abstract

Abstrak : Proses pembelajaran seni budaya selain guru, media pun sangat berperan dalam keberlangsungan aktivitas belajar. Peran guru sangat berpengaruh langsung terhadap proses pembelajara, apalagi ketika guru melibatkan siswa-siswi secara langsung dalam kegiatan pembelajaran. Pada kesempatan ini guru seni budaya SMAN 3 Kota Serang menggunakan media angklung dengun metode demontrasi yang langsung bisa dirasakan oleh siswa, dan media angklung sangat tepat karena selain melatih, kedisiplinan, tanggung jawab, serta membentuk karakter siswa dalam menggunakan olah rasa. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7