cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Tekuk Torsi Lateral Balok I Kantilever Non Prismatis Wijaya, Paulus Karta; Jacintha, Paulina
Jurnal Teknik Sipil Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.191 KB)

Abstract

Abstrak. Dalam makalah ini disajikan hasil dari suatu studi tentang tekuk torsi lateral elastis balok kantilever dengan penampang I nonprismatis. Bentuk ketidak prismatisan adalah ketinggian badan (web) bervariasi linier sedangkan lebar sayap konstan. Untuk itu dilakukan analisis tekuk elastis sejumlah balok kantilever nonprismatis. Parameter yang ditinjau adalah parameter tak berdimensi balok untuk tekuk torsi lateral dan kemiringan sisi badan. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis tekuk linier metode elemen hingga yang dibantu program SAP versi 14. Formulasi metode elemen hingga berdasarkan teori bifurkasi. Teori ini menghasilkan suatu persamaan nilai Eigen. Momen kritis adalah nilai Eigen terkecil dari penyelesaian masalah nilai Eigen tersebut. Beban yang ditinjau adalah beban terpusat diujung bebas balok dan beban terbagi merata. Ditinjau juga pengaruh lokasi beban, yaitu beban bekerja pada pusat geser, beban bekerja pada sayap atas (sisi atas badan balok) dan beban bekerja pada sayap bawah (sisi bawah badan balok). Dari studi ini dapat disimpulkan bahwa kemiringan sisi badan berpengaruh kecil terhadap momen kritis balok bila beban bekerja pada pusat geser, akan tetapi pengaruh ketinggian letak beban terhadap pusat geser sangat dipengaruhi oleh kemiringan sisi badan. Selain itu telah didapat persamaan-persamaan untuk memperkirakan besarnya momen kritis elastis balok kantilever nonprismatis melalui analisis regresi terhadap data hasil metode elemen hingga. Abstract. This paper presents the results of a study about elastic lateral torsional buckling of web tapered cantilever I beams. Elastic buckling analysis was carried out on a number of web tapered cantilever I beam. Beam parameters are expressed in term of dimensionless parameter for lateral torsional buckling and the slope of the side of the tapered web. The analysis is performed using finite element method and the SAP 2000 v 14 program is used to do the analysis. The finite element formulation is based on bifurcation theory. This theory leads to Eigen Value Problem. Critical moment is the lowest Eigen value. The load to be considered is point load at the free end of the beam and uniformly distributed load. Three location of load are considered. The first is at shear  center, the second is at top flange and the third is at the bottom flange.From this study, it can be concluded that the slope of the side of tapered web has little influence on the critical moment. But the influence of load height on critical moment is strongly influenced by the slope of the side of the tapered web. Equations for estimating the critical moment has been obtained by regression of the data results of the finite element method.
Predicting The Influence of Accident Related Factors on Motorcycle Fatal Accidents Using Logistic Regression (Case Study : Tabanan, Bali) Wedagama, D. M. Priyantha
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2009)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.793 KB)

Abstract

Abstract. There were about 86.62% motorcycle accidents of all road accidents during period 2003-2008 in Tabanan regency, Bali Province. Of those motorcycle accidents, 50% included motorcycle fatal accidents. This study investigates the influence of accident related factors on motorcycle fatal road accidents during period 2003-2008 in the Regency of Tabanan, Bali, using logistic regression technique. Based on accident data, eight predictor variables were employed in the developed models. The study found that the odds of motorcycle fatal accident due to motorists failed to yield and collision with light vehicles were both about 0.4 times lower than for accident due to other causes and collision with motorcycles respectively. Thus, the probabilities of failed to yield andlight vehicle were about 30% and 28% respectively contributing on motorcycle fatal accidents. Abstrak. Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor berkisar 86,62% dari seluruh kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama periode tahun 2003-2008 di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Dari kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor tersebut, 50% merupakan kecelakaan fatal. Pada studi ini, regresi logistik digunakan untuk analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan fatal yang melibatkan sepeda motor dalam kurun waktu tahun 2003-2008 di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Dari data kecelakaan lalu lintas, delapan variabel penduga digunakan pada penyusunan model. Hasil analisis memperlihatkan bahwa kecelakaan fatal akibat pengendara kendaraan bermotor tidak memberikan prioritas kepada pengguna jalan lainnya dan akibat tabrakandengan kendaraan ringan mempunyai odds yang sama yaitu 0,4 kali lebih rendah dibandingkan kecelakaan karena sebab-sebab lainnya dan kecelakaan akibat tabrakan dengan sepeda motor. Peluang dari pengendara kendaraan bermotor tidak memberikan prioritas kepada pengguna jalan lainnya dan tabrakan dengan kendaraan ringan adalah berturut-turut sebanyak 30% dan 28% dalam mempengaruhi terjadinya kecelakaan fatal yang melibatkan sepeda motor.
Pengembangan Sambungan Hubungan Join Balok-Kolom Kayu dengan Ring-Modifikasi dan Perkuatan-Paku Pranata, Yosafat Aji; Kristianto, Anang; Pattipawaej, Olga Catherina
Jurnal Teknik Sipil Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3171.932 KB) | DOI: 10.5614/jts.2015.22.1.5

Abstract

Abstrak. Sambungan antar komponen struktur, khususnya hubungan join balok-kolom memberikan kontribusi yang dominan terhadap perilaku struktur bangunan gedung. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perilaku kekuatan dan kekakuan sambungan kayu dengan alat sambung baut, yaitu hubungan join balok-kolom. Dalam penelitian ini dikembangkan model perkuatan sambungan dengan adanya ring-modifikasi dan perkuatan-paku (selanjutnya disebut sambungan PRP) untuk meningkatkan tingkat daktilitas sambungan. Ruang lingkup penelitian antara lain jenis kayu yang digunakan yaitu Meranti (Shorea spp.), Rengas (Gluta spp.), dan Keruing (Dipterocarpus spp.) dengan rentang berat jenis berkisar antara 0,47-0,72. Pengujian eksperimental dilakukan di laboratorium dengan tipe pembebanan monotonik. Model benda uji yang digunakan mengacu pada metode uji baut pada sambungan kayu ASTM D5652-95. Penggunaan ring-modifikasi dan perkuatan paku memberikan kontribusi positif terhadaphasil pengujian sambungan khususnya perilaku kinerja kekuatan dan kekakuan sambungan kayu, yaitu beban batas proporsional yang dapat dicapai sambungan PRP meningkat berkisar 3,09-19,89% lebih tinggi dibandingkan dengan sambungan standar (tanpa perkuatan), beban batas ultimit yang dapat dicapai sambungan PRP 3,47-28,94% lebih tinggi dibandingkan dengan sambungan standar. Secara umum tingkat daktilitas yang dapat dicapai sambungan PRP adalah 3,69-11,03% lebih tinggi dibandingkan dengan sambungan standar. Abstract. The connection between the structural members, especially the beam-column joints provide a dominant contribution to the behavior of the building structure. The aim of this research is to study the behavior of strength and stiffness of timber connection with a bolt connection, which are the beam-column joints. In this study is developed a reinforcement connection model with the ring-modification and nail-strengthening (hereinafter referred to as the PRP connection) to improve the connection ductility. The scope of the study is the types of timber used such as Meranti (Shorea spp.), Rengas (Gluta spp.), and Keruing (Dipterocarpus spp.) with Specific Gravity ranged from 0.47 to 0.72. Experimental tests are performed in the laboratory using the monotonic loading type. The use of specimens are based on a standard test method for bolts connections in wood ASTM D5652-95. The use of ringmodification and nail-strengthening give a positive contribution to the test results, especially the connection strength and stiffness performance behavior of timber connections, i.e., the proportional limit load can be achieved the PRP connection ranged from 3.09 to 19.89% that increases higher than the standard connection (without reinforcement), ultimate limit loads that can be achieved the PRP connection from 3.47 to 28.94% which is higher compared to the standard connection. In general, the level of ductility can be achieved the PRP connection between 3.69 and 11.03% which is higher compared to the standard connection.
Karakteristik Dinamik Bola Baja Sebagai Material Isolasi Seismik Bontong, Benyamin; Mallisa, Harun; Sollu, Tan Suryani
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2010)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.235 KB)

Abstract

Abstrak. Sistem isolasi seismik yang tersedia dewasa ini menggunakan teknologi canggih dan umumnya digunakan pada bangunan berlantai banyak. Penelitian ini mengkaji karakteristik isolasi bola baja yang sederhana tetapi diharapkan handal untuk bangunan rumah. Beban bangunan dimodelkan sebagai massa tunggal dan meja getar memodelkan tumpuan dasar (base). Isolasi bola dipasang di antara massa dengan meja getar. Rumah bola dibuat dua macam yaitu berbentuk tabung belah dan ½ bola. Beban siklis diaplikasikan pada meja getar dengan amplitudo 5, 10 dan 20 mm, frekuensi 151 dan 240 cpm. Friksi dalam sistem isolasi diukur. Respons massa dalam gerakan satu arah direkam pada kertas skala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi percepatan meja getar am, semakin besar persentase redaman percepatan yang dirambatkan ke massa. Dalam rentang parameter input yang diaplikasikan, untuk rumah bola berbentuk tabung belah, redaman percepatan mencapai 92% sampai dengan 99 %, sedangkan untuk rumah bola berbentuk ½ bola mencapai 35% sampai dengan 92 %. Rumah bola berbentuk tabung belah jauh lebih efektif meredam percepatan dibandingkan dengan rumah bola berbentuk ½ bola, dengan angka perbandingan respons percepatan massa 1:7 sampai 1:8. Abstract. Seismic isolation systems being available recently are sophisticated technology and commonly used to reduce multi-storey building response from seismic ground motions. The simple steel ball isolation was conducted to predict the reliability of housing structures in response of seismic ground motion due to earthquake. To develop a model, the building loads are assumed as a single mass system and a vibration table as a supporting base. The steel ball isolation was installed between the mass and the table. Two houses shapes are made, that is, a split cylinder and an half ball. Sinusoidal forces were applied on vibrating table with the amplitudes of 5, 10 and 20 and the frequencies of 151 and 240 cpm. Frictions in the isolation system were measured, while movements of mass responses based on one direction displacement were recorded on scaling papers. This research reveals that the higher the vibrating table acceleration (am), the higher the percentage of  damping spreads through the mass. In the range of the application of input parameters, the accelerations are reduced from 92% to 99 % for split cylinder ball’s house, and from 35% to 92 % for half-ball ball’s house. The split cylinder-ball house is much more effective to reduce acceleration than the half-ball house. Those ratios of mass acceleration responses are from one eighth to one seventh.
Fractals and Nonlinearity of Ocean Waves Ajiwibowo, Harman
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2003)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.711 KB)

Abstract

Abstract. From observations using secondary field data and dimension calculations, ocean waves exhibit fractals. Fractals are also hypothesized to have a direct relation with the degree of the waves nonlinearity. We tooksecondary data of 40 time series of wave record taken from Grays Harbor Wave Refraction Experiment, Washington in 1999. The data are divided into two groups, one group being data taken from the water depth of 25 meters and second group being data taken from water depth of 12 meters. The selection of data is in such a way that the second group is the waves traveling from the first group. We use rescaled range analysis to calculate the fractal dimension of the waves and Goda nonlinearity parameter as a measure of the waves nonlinearity. From the results, we confirm that fractals are a function of waves nonlinearity.Abstrak. Dari data sekunder dan perhitungan dimensi, gelombang laut mempunyai karakteristik fraktal. Bentuk fractal dari gelombang laut diasumsikan mempunyai hubungan langsung dengan ketidaklinearan dari gelombang laut. Untuk pembuktian asumsi ini diambil data pengamatan 40 data seri waktu yang diambil dari eksperimen refraksi di Grays Harbor, Washington tahun 1999. Data ini dibagi menjadi 2 grup, grup pertama adalah data yang diambil di perairan dengan kedalaman 25 meter dan grup kedua diambil dari data yang diambil di perairan dengan kedalaman 12 meter. Pengambilan data di grup kedua adalah sedemikan rupa sehingga data ini adalah berasal dari gelombang yang berjalan dari data grup pertama. Setelah dilakukan perhitungan dimensi kurva dengan menggunakan Analisa Rescaled Range dan mengambil parameter Goda sebagai ukuran ketidaklinearan gelombang laut, didapati bahwa bentuk fraktal gelombang laut berhubungan langsung dengan ketidaklinearan gelombang.
Pengembangan Peta Bahaya Banjir Berdasarkan Model Matematik Quasi 2 Dimensi Ginting, Segel; Farid, M.; Kusuma, Syahril Badri
Jurnal Teknik Sipil Vol 22, No 3 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2357.295 KB) | DOI: 10.5614/jts.2015.22.3.6

Abstract

Abstrak. Jakarta selalu mengalami banjir di setiap tahun pada saat musim penghujan. Permasalahan ini sudah seharusnya menjadi perhatian dan pembelajaran agar dapat membantu masyarakat yang terkena banjir. Untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap banjir perlu dikembangkan peta bahaya banjir sehingga masyarakat mengetahui daerah yang rawan banjir. Pengembangan peta bahaya banjir dilakukan berdasarkan model matematik quasi 2 dimensi dengan menerapkan program Sobek 1D2D. Berdasarkan hasil pengembangan tersebut telah dihasilkan bahwa genganan banjir yang dihasilkan sekitar 9.901 Ha untuk periode ulang 2 tahunan, 10.736 Ha untuk periode ulang 5 tahun, 11.369 Ha untuk periode ulang 10 tahun, 12.151 Ha untuk periode ulang 25 tahun, 12.799 Ha untuk periode ulang 50 tahun dan 13.810 Ha untuk periode ulang 100 tahun. Selain itu peta bahaya banjir ini juga dibandingkan dengan hasil monitoring di lapangan untuk kejadian banjir 2013 dan 2014 dan menujukkan hasilyang cukup memuaskan.Abstract. Jakarta was experienced flooding in every year during the rainy season. This problem should be attention and learning in order to help people affected by the floods. To increase community resilience to flooding and people know the flood-prone areas, so that flood hazard maps should be developed. Development of flood hazard maps was done based on a quasi two-dimensional mathematical model. Results of the study was produced that inundation area approximately 9 901 hectares (2 year return period), 10 736 hectares (5 years return period), 11 369 hectares (10 years return period), 12 151 hectares (25 years return period), 12 799 hectares (50 years return period) and 13 810 ha (100 years return period). In addition, the flood hazard map was also compared with the results in the field monitoring of flood events in 2013 and 2014 and showed satisfactory.
Development of qc – Vs Correlation for Depok Silt-Clay Prakoso, Widjojo A.
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 3 (2010)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.872 KB)

Abstract

Abstract. To initiate the development of cone penetration resistance qc and shear wave velocity Vs correlations of soils from Indonesia, the results of mechanical cone penetration soundings and seismic downhole tests from Depok, West Java area are compiled and analyzed. The soils are  predominantly silt-clay soils. The results of the tests are used to develop a qc – Vs correlation. The results and the associated correlation are then compared to qc – Vs correlations from other countries. Abstrak. Dalam rangka pengembangan korelasi antara tahanan konus qc dan kecepatan rambat gelombang geser Vs untuk tanah Indonesia, hasil dari uji sondir mekanik dan uji seismic downhole dari daerah Depok, Jawa Barat dikumpulkan dan dianalisis. Tanah dari lokasi pengujian adalah tanah lanau-lempung. Hasil dari kedua jenis pengujian digunakan untuk mengembangkan korelasi antara qc dan Vs. Korelasi tersebut kemudian dibandingkan dengan korelasi sejenis dari beberapa negara.
Proposed New Strong Ground Motion Attenuation Relations for Subduction Zone Earthquakes Apriadi, Dedi
Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 4 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.348 KB)

Abstract

Abstrak. Tulisan ini menyajikan usulan fungsi atenuasi terbaru untuk percepatan maksimum gempa di permukaan tanah tipe gempa subduksi interface dan intraslab pada moment magnitude lebih besar sama dengan 5 dan jarak 10 km sampai 500 km di batuan. Fungsi atenuasi telah dikembangkan dengan pendekatan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) menggunakan algoritma propagasi balik. Studi memperlihatkan bahwa fungsi atenuasi berdasarkan JST akurat dan andal untuk memprediksi percepatan maksimum gempa. Studi parameter berbagai faktor input dari fungsi atenuasi juga telah dilakukan dan hasilnya akan disajikan di dalam tulisan ini.Abstract. This paper present proposed new attenuation relations at rock sites for peak ground acceleration for subduction zone interface and intraslab earthquakes of moment magnitude M 5 and greater and for distance of 10 to 500 km. The relations were developed by Artificial Neural Networks (ANN) approach using a back propagation algorithm. Studies show that the ANN-based attenuation relation is reliable and accurate to predict peak ground acceleration (PGA) due to earthquakes. Parameters studies of the various input factors of attenuation relations were also performed in this study and its results will be presented in this paper.
Analisis Pengaruh Intersepsi Lahan Kelapa Sawit terhadap Ketersediaan Air di Kabupaten Nagan Raya (Studi Kasus pada Sub DAS Krueng Isep) Safriani, Meylis; Yulianur, Alfiansyah; Azmeri, Azmeri
Jurnal Teknik Sipil Vol 23, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.771 KB) | DOI: 10.5614/jts.2016.23.2.6

Abstract

Abstrak. Perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Nagan Raya mengalami perkembangan pesat dalam hal perluasan lahan dalam lima tahun terakhir sejak tahun 2009 hingga tahun 2013. Pada tahun 2009, luas total perkebunan sawit 27.434 hektar menjadi 40.216 hektar di tahun 2013. Perubahan tata guna lahan ini perlu diperhatikan karena dapat berpengaruh terutama pada ketersediaan air pada suatu DAS. Salah satu proses yang mempengaruhi hasil air pada suatu DAS adalah proses intersepsi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh intersepsi lahan kelapa sawit terhadap ketersediaan air pada sub DAS Krueng Isep dimana sub DAS ini merupakan catchment area untuk perencanaan PDAM serta sumber air untuk DI Jeuram. Metode penelitian ini dengan pengukuran secara langsung di lapangan untuk mendapatkan nilai curah hujan, air lolos, dan aliran batang. Lokasi penelitian berada di perusahaan perkebunan Kelapa Sawit di PT. Sucfindo yang terletak di Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa ketersediaan air pada sub DAS Krueng Isep dengan kondisi lahan kelapa sawit ditanami seluruhnya tidak mampu memenuhi kebutuhan air minum dan air irigasi (kebutuhan air total). Namun, pada saat sub DAS dengan kondisi lahan kelapa sawit dibatasi masih mampu memenuhi kebutuhan air total. Batasan maksimum yang diperbolehkan atau diizinkan penanaman kelapa sawit pada sub DAS Krueng Isep adalah seluas 95,94 km2.Abstract. Palm plantations in Nagan Raya experienced rapid development in terms of expansion in the last five years from 2009 to 2013. In 2009, the total area of palm plantations from 40. 216 hectares to 27. 434 hectares in 2013. Changes in land use should be noted because it can influence mainly on the availability of water in a watershed. One of the processes that affect the outcome of water in a watershed is the interception process. This study was conducted to determine the effect of palm oil interception against the water availibity in the Krueng Isep sub watershed which is a sub-watershed catchment area for planning taps and water sources for DI Jeuram. This research method with direct measurements in the field to get the rainfall, throughfall, and stemflow.The research location is in the palm plantation company PT. Sucfindo located in Kuala Pesisir Subdistrict, Nagan Raya District. The results obtained show that the water availability of the Krueng Isep sub watershed with the condition of land planted with palm wholly unable to supply the water drinking and irrigation demand (total water requirements). However, when sub-watershed with oil palm land conditions is limited still able to supply the total water requirements. The maximum limits allowed or permitted the planting of oil palm in Krueng Isep sub watershed is an area of 95,94 km2.
Perkuatan Pelat Jembatan Dek Baja dengan Overlay Beton Bertulang Sukrawa, Made; Sudarsana, I K.; Dana, I Wayan
Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 3 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.119 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang metode perkuatan pelat jembatan komposit dek baja bergelombang (CSD) telah dilakukan dengan mempertebal pelat menggunakan overlay beton bertulang. Pengujian Laboratorium dalam skala 1:2 dilakukan dengan membuat dan menguji 12 komponen pelat komposit tebal 95 mm, lebar 500 mm dan panjang 2 kali 700 mm berupa pelat menerus satu arah. Tiga pelat kontrol dan 9 pelat dengan perkuatan diuji sampai runtuh, delapan pelat diberikan pembebanan awal sampai terjadi retak awal pada daerah tumpuan tengah untuk menirukan pelat yang sudah retak. Analisis dengan model elemen hingga (MEH) menggunakan program LUSAS v 13.57 juga dilakukan sebagai perbandingan. Perilaku lentur pelat akibat dua beban garis diamati dalam bentuk grafik beban-lendutan pada umur beton overlay 3, 7 dan 28 hari, dengan bahan accelerator pada beton overlay. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan dan kekakuan lentur pelat dengan overlay beton meningkat secara meyakinkan dengan nilai masing-masing 45% dan 100% pada umur overlay 3 hari. Pada umur overlay 3 dan 7 hari kekuatan pelat komposit hampir mencapai kekuatan pelat pada umur 28 hari. Model Elemen Hingga memberikan kekuatan dan kekakuan pelat yang lebih besar dari hasil pengujian laboratorium, namun perilaku kedua pelat mirip, dimana, pada pembebanan yang lebih tinggi kekakuan pelat menurun. Abstract. Research on strengthening method of bridge deck with corrugated steel deck by increasing its thickness using reinforced concrete overlay was conducted by casting and testing 12 slab specimens with total thickness of 95 mm, width 500 mm and length 2 times 700 mm, which is a 1:2 scale of continuous one way slab. Three control slabs and 9 strengthened slabs were tested until failure, 8 slabs were preloaded until initial crack occurs on the middle support region to simulate cracked deck. Finite element model (FEM) using LUSAS v 13.57 was also done as comparison. Slab behavior under two strip loadings was recorded as load-deformation graph at concrete overlay age of 3, 7, and 28 days, with accelerator in concrete overlay. Test result showed that the strength and stiffness of deck with concrete overlay improved by 45% and 100%, respectively, at concrete overlay age of 3 days. Interestingly enough, at the overlay age of 3 and 7 days, the strength of composite slab almost reach its 28 days strength. Finite Element Model showed that the deck strength and stiffness are larger than those of the test results, however, their behavior is similar in which, at higher load level, the stiffness of the slab reduce noticeably.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue