cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Responses of Flexible Pavement Structure to Variation of Load Type, Material Characteristics, and Service Life using Kenlayer Program Kardina Nawassa Setyo Ayuningtyas; Bambang Sugeng Subagio
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.2.9

Abstract

One of the pavement types often used in Indonesia is flexible pavement. Many methods and programs can be used for flexible pavement structure analysis, such as analytical method using Kenlayer program. Variation of load type (single axle, dual-tandem, and dual-tridem) and material characteristics (linear-elastic, and nonlinear-elastic) used to approach the real condition in the field. In addition, repetition load during service life to failure criteria of flexible pavement structure with several variations of its design attributes need to be considered to gain more understanding for its pattern and relationship. This research aims to analyse the relationship for variation of load type, material characteristics to its response; and failure criteria in service life analysis with some attribute variant which can be used to optimize each attribute in future. Based on the results from Kenlayer program for variation of load type, the biggest response of deflection is resulted from dual-tridem followed by dual-tandem while load type variant has insignificant response to stress and strain. The variation of material characteristics indicates that for 3- layer pavement system: linear-linear-linear material (L-L-L) has higher value of flexible pavement responses compared to linear-nonlinear-nonlinear material (L-NL-NL) hence the nonlinear material is recommended for 2nd and 3rd layer. In case of service life analysis, failure criteria mostly resulted from permanent deformation for variation of loads, and resilient modulus of each layer, nevertheless the different result is observed in thick layer of surface and base course where fatigue cracking is more dominant and the optimal condition is when fatigue cracking graph intersect with permanent deformation. Salah satu jenis struktur perkerasan yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah struktur perkerasan lentur. Terdapat banyak metode dan program dapat digunakan untuk analisa struktur perkerasan lentur, salah satunya adalah Metode Analitis dengan menggunakan program Kenlayer. Variasi tipe pembebanan (single-axle, dualtandem, dan dual-tridem) serta karakteristik material (linear-elastik, dan nonlinear-elastik) digunakan sebagai pendekatan pada kondisi lapangan. Beban repetisi selama umur layan terhadap kriteria keruntuhan dengan beberapa variasi pada atribut desain struktur perkerasan lentur perlu dianalisis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam serta mendapatkan pola perilaku dan hubungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pada berbagai variasi beban, karakteristik material terhadap respon struktur, serta kriteria keruntuhan pada analisis umur layan dengan beberapa variasi atribut yang digunakan. Berdasarkan hasil yang didapatkan dar program Kenlayer, untuk variasi beban didapatkan titik respon maksimum adalah berada pada (0; 17,15) pada single-axle dan dual-tandem, serta (121,9; 17,15) pada dual-tridem. Defleksi terbesar terjadi pada beban dualtridem diikuti dengan dual-tandem, dimana variasi dari beban tersebut tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tegangan dan regangan yang terjadi. Variasi karakteristik material menunjukkan bahwa material linear (L-L-L) menghasilkan nilai respons yang lebih besar dibandingkan dengan material non-linear (L-NL-NL). Dalam hal analisis umur layan, kriteria keruntuhan yang terjadi sebagian besar disebabkan oleh deformasi permanen pada variasi beban dan modulus resilien pada masing-masing layer, namun hasil yang berbeda didapatkan pada layer permukaan dan layer dasar yang tebal dimana kriteria retak lelah lebih dominan.
Users’ Perception of Private Park and Ride Facilities in Cawang Area, Jakarta, Indonesia Harun al-Rasyid Lubis; Bernard Hasibuan; Muhammad Farda
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.3

Abstract

Abstract Despite various measures implemented to manage road traffic, Jakarta City is still experiencing severe congestion. The concept, as well as the implementation of integrated urban transportation strategy, is gaining more attention in public discourse and policymaking. As bus and rail lines are being extended in the city, P&R facilities are expected to play an important role, as it can function as an interface between private vehicles and public transport. However, the development and use of P&R facilities have not been efficient until today. This paper reviews the P&R development in the Greater Jakarta area and conduct users’ perception survey in private P&R sites at Cawang area. It was found that for the P&R to be attractive, the waiting time of public transport (BRT) connected to P&R facility should be short and predictable. Most P&R users expect that parking charges can be lowered and wish that public transport service and P&R facilities were available and accessible. The placement of advertisement and information system about the P&R services, providing a place to eat and drink, the presence of tower to monitor the P&R area and the availability of intermodal transfer facilities are also essential to encourage the potential user to use P&R facilities. Abstrak Meskipun telah menerapkan beberapa kebijakan lalu lintas, Kota Jakarta masih saja mengalami kemacetan yang cukup parah. Saat ini, konsep dan implementasi dari transportasi perkotaan yang terintegrasi terus mendapat perhatian pada diskusi publik dan pembuatan kebijakan. Dengan terus berlanjutnya pembangunan jaringan bus rapid transit dan transportasi jalan rel, maka fasilitas Park&Ride (P&R) diprediksi akan memainkan peran penting dalam mendukung sistem transportasi yang ada. Hal ini dikarenakan fasilitas tersebut dapat berfungsi sebagai penghubung antara moda kendaraan pribadi dan transportasi public. Akan tetapi, hingga saat ini perkembangan fasilitas P&R masih belum efisien. Penelitian ini meninjau perkembangan fasilitas P&R di wilayah Metropolitan Jakarta dan melakukan survey persepsi untuk fasilitas P&R di daerah Cawang, Jakarta. Melalui survey tersebut, diketahui bahwa pengurangan waktu tunggu dan peningkatan tingkat prediktabilitas dari transportasi publik (Transjakarta BRT) akan meningkatkan minat untuk menggunakan fasilitas P&R. Berdasarkan hasil survey, diketahui juga bahwa para pengguna fasilitas P&R berharap agar tarif parkir dapat diturunkan dan agar aksesibilitas dari fasilitas P&R dan transportasi publik dapat ditingkatkan. Beberapa faktor seperti keberadaan informasi terkait fasilitas P&R, keberadaan tempat makan dan minum di sekitar fasilitas P&R, keberadaan tower atau kelengkapan untuk mengawasi fasilitas P&R, dan keberadaan dari fasilitas transfer antarmoda juga penting untuk membuat masyarakat lebih tertarik untuk menggunakan fasilitas P&R.
ANALISIS NERACA AIR DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA PROVINSI MALUKU Kamila Fadyana Putri; Haryono Putro
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.2.4

Abstract

AbstractWater Balance is the information of research that explains balancing of potential, supply and demand of water in a certain period of time, and it can be seen wether demand and supply of water have been balanced, so that it can be taken as a decision making for water infrastructure planning. Water potential in Southeast Maluku Regency with Penman Modification and F.J.Mock method has a total monthly dependable flow in 1 year 596,015.m3/second. The availability of water was obtained by the total water resources infrastructure 0,647.m3/second. Water demand were calculated for all sectors in the study location, such as; industrial-urban households (RKI), agriculture and plantations, and livestock with exponential method, with total debit 4,822.m3/second for projections up to 2039. The agriculture and plantation sectors are the most dominant sectors which needs water, with 45,11% projected percentage up to 2039. Water balance analysis concludes that water potential in Southeast Maluku Regency can still fulfill the demand of water until 2039, but there is a gap between the water demand and the availability of existing water resources infrastructure. Water demand in 2017 with total debit 0,836 m3/detik has not fulfilled by total water supply 0,647.m3/second.AbstrakNeraca air adalah informasi hasil penelitian berisi imbangan potensi, ketersediaan dan kebutuhan sumber daya air pada kurun waktu tertentu, nantinya dapat dilihat apakah kebutuhan dan ketersediaan air sudah seimbang, sehingga bisa dijadikan pertimbangan untuk tahap perencanaan infrastruktur keairan selanjutnya. Potensi air di Kabupaten Maluku Tenggara dengan metode Penman Modifikasi dan F.J.Mock didapatkan total debit andalan bulanan dalam 1 tahun sebesar 596,015.m3/detik. Ketersediaan air didapatkan total debit infrastruktur SDA sebesar 0,647.m3/detik. Kebutuhan air diperhitungkan untuk semua sektor yang ada di lokasi studi, seperti; rumah tangga-kota-industri (RKI), pertanian dan perkebunan, serta peternakan menggunakan metode eksponensial dengan total debit 4,822.m3/detik untuk proyeksi hingga tahun 2039. Sektor pertanian dan perkebunan menjadi sektor yang paling dominan membutuhkan air, dengan presentase proyeksi hingga tahun 2039 sebesar 45,11%. Analisis neraca air diperoleh kesimpulan potensi air di Kabupaten Maluku Tenggara masih dapat memenuhi kebutuhan air hingga tahun 2039, tetapi terjadi kesenjangan antara kebutuhan air dengan ketersediaan infrastruktur SDA yang ada. Kebutuhan air di tahun 2017 sebesar 0,836.m3/detik belum terpenuhi oleh ketersediaan air yang ada sebesar 0,647 m3/detik.
Relationship between the Pavement Condition Index (PCI), Present Serviceability Index (PSI), and Surface Distress Index on Soekarno Hatta Road, Bandung Wahyudin Nur; Bambang Sugeng Subagio; Eri Susanto Hariyadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.2.3

Abstract

Evaluation of the conditions of Jalan Soekarno Hatta using PCI method shows that the condition of "Good" both on rigid and flexible pavement is most common, with the percentage of each of them being 61.9% and 21.6%. Meanwhile, by using PSI method, the most commonly found are "Fair" conditions both in rigid and flexible pavement, with the percentage of each being 81% and 48,9%.  Using the SDI method on the flexible pavement, the most commonly found is the condition of "Medium" with a percentage of 65,9%. The parametric analysis between PCI and PSI on rigid pavement produced R2 = 0.0548 with a regression equation of PCI = 96,66 "“ 3,9352 x PSI, while PCI and PSI correlation on flexible pavement produced R2 = 0.8163 with regression equation of PCI = 27,673 + 16,848 x PSI., and PCI and SDI correlations on flexible pavement yields R2 = 0,8653 with a regression equation of PCI = 94,663 "“ 0,4462 x SDI The non-parametric analysis between PCI and PSI on rigid pavement produced a correlation coefficient of 0.043, while the PCI and PSI values on flexible pavements produced a correlation coefficient of 0.397, and PCI and SDI on flexible pavement produced a correlation coefficient of 0.492. Based on the two methods, both parametric and non parametric analysis, the relationship between PCI and SDI was considered better than the PCI and PSI relationship because it produced an R2 value and a greater correlation coefficient Evaluasi kondisi Jalan Soekarno Hatta dengan menggunakan metode PCI menunjukan bahwa yang paling banyak di temukan adalah kondisi "Good" baik pada perkerasan kaku maupun perkerasan lentur, dengan persentase masing masing adalah 61,9 % dan 21,6 %. Sedangkan dengan menggunakan metode PSI yang paling banyak di temukan adalah kondisi "Fair" baik pada perkerasan kaku maupun perkerasan lentur, dengan persentase masingmasing adalah 81 % dan 48,9 %. Dengan menggunakan metode SDI pada perkerasan lentur yang paling sering di temukan adalah kondisi "Sedang" dengan persentase 65,9 %. Analisis parametrik antara PCI dan PSI pada perkerasan kaku menghasilkan nilai R2= 0,0548 dengan persamaan regresi yaitu PCI= 96,66 "“ 3,9352 x PSI, sedangkan korelasi PCI dan PSI pada perkerasan lentur menghasilkan nilai R2= 0,8163 dengan persamaan regresi yaitu PCI = 27,673 + 16,848 x PSI, dan korelasi PCI dan SDI pada perkerasan lentur menghasilkan nilai R2= 0,8653 dengan persamaan regresi yaitu PCI = 94,663 "“ 0,4462 x SDI. Analisis non parametrik antara PCI dan PSI pada perkerasan kaku menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,043, sedangkan nilai PCI dan PSI pada perkerasan lentur menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,397, dan nilai PCI dan SDI pada perkerasan lentur menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,492. Berdasarkan kedua metode analisis baik analisis parametrik maupun non parametrik hubungan PCI dan SDI dinilai lebih baik dibandingkan hubungan PCI dan PSI karena menghasilkan nilai R2 dan koefisien korelasi yang lebih besar.
Faktor-Faktor Keterlambatan Pelaksanaan Proyek Gedung Hotel Alila Jakarta Lativa Delimar; R. Pamekas
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.2.8

Abstract

AbstractDelays in the construction of Alila Hotel in Jakarta has become a very valuable and significant lesson for the construction industry.  Amongst many other things, the factors behind the delay of the construction of projects are not always alike. This research aims to identify the different factors that cause delays in the construction of the Alila Hotel project. 68 factors that cause delays identified from the 6 activities have been used as a reference for primary data collection using questionnaires. Besides primary data, this research also uses secondary data obtained from project reports. Factor Analysis is used as a method for identifying the factors causing delays in the construction of the Alila hotel. The results of this research concluded that there are 3 significant factors that cause lateness in the Alila Hotel, which are financial (36.42%), management & administration (34.95%) and changes in design (28.63%).AbstrakKeterlambatan pelaksanaan proyek gedung hotel Alila Jakarta, telah menjadi salah satu pembelajaran yang baik bagi industri konstruksi. Sementara itu, faktor penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek tidak selalu sama. Penelitian ini ditujukan untuk menetapkan faktor faktor penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek bangunan hotel Alila Jakarta. Sebanyak 68 faktor penyebab keterlambatan dari 6 kegiatan utama digunakan sebagai acuan untuk pengumpulan data primer melalui kuesioner. Selain data primer, digunakan pula data sekunder yang berasal dari laporan pelaksanaan proyek. Analisis faktor digunakan sebagai metode untuk menetapkan faktor penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek gedung hotel Alila tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat 3 (tiga) faktor dominan penyebab keterlambatan proyek gedung hotel Alila yaitu faktor finansial (36.42%), manajemen & administrasi (34.95%) dan perubahan desain (28.63%).  
Efektivitas Akar Vetiver Terhadap Peningkatan Kohesi Tanah Lereng Sebagai Tinjauan Untuk Perkuatan Lereng Nurul Badriyah; Sri Wulandari
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.2.3

Abstract

AbstractStrengthening slope by bio-engineering/ vegetative method is one of the effort to handle landslides on the slopes by utilizing plants. The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of vetiver roots in increasing slope soil cohesion as a review of slope reinforcement. The study was conducted by modeling slope in a model with dimensions of 150 cm × 50 cm × 70 cm with a slope of 70° and 80° as well as soil property testing before and after retrofitting in the laboratory, both physical and mechanical. The mechanical test carried out is testing the shear strength directly on the sample before and after planting Vetiver at a depth of 0 "“ 30 cm and 30 "“ 60 cm. The soil classification obtained based on the results of physical soil testing is in the MH group (silt with high plasticity). Based on research was obtained that vetiver roots can increase the cohesion values at a depth of 0 "“ 30 cm at 358,037% and 218,182% at a depth of 30 "“ 60 cm against slope of 70°, whereas for slope of 80° increase the cohesion values at 251,928% at a depth of 0 "“ 30 cm and 220,514% at a depth of 30 "“ 60 cm.AbstrakPerkuatan lereng dengan metode bio-engineering/ vegetatif merupakan salah satu upaya penanganan longsor pada lereng dengan memanfaatkan tanaman. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas akar vetiver dalam peningkatan kohesi tanah lereng sebagai tinjauan dalam perkuatan lereng. Penelitian dilakukan dengan membuat pemodelan lereng dalam sebuah model berdimensi 150 cm × 50 cm × 70 cm dengan kemiringan lereng 70° dan 80° serta pengujian propertis tanah sebelum dan setelah perkuatan di laboratorium baik fisik maupun mekanis. Pengujian mekanis yang dilakukan adalah pengujian kuat geser langsung pada sampel sebelum dan setelah penanaman Vetiver di kedalaman 0 "“ 30 cm dan 30 "“ 60 cm. Klasifikasi tanah yang diperoleh berdasarkan hasil dari pengujian fisik tanah berada dalam kelompok MH (lanau dengan plastisitas tinggi). Berdasarkan penelitian diperoleh bahwa akar vetiver mampu meningkatkan nilai kohesi pada kedalaman 0 "“ 30 cm sebesar 358,037% dan 218,182% pada kedalaman 30 "“ 60 cm terhadap lereng 70°, sedangkan untuk lereng 80° meningkatkan nilai kohesi sebesar 251,928% di kedalaman 0 "“ 30 cm dan 220,514% di kedalaman 30 "“ 60 cm.
Development of FTCS Artificial Dissipation for Dam Break 2D Modelling Avis Mellivera; Khilmi Zain; Mohammad Bagus Adityawan; Dhemi Harlan; Mohammad Farid; Bagus Pramono Yakti
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.1.1

Abstract

AbstractDam is a useful infrastructure for human life. It helps supporting social and economic development. Damages to dams may cause negative impacts such as casualties and destruction.  Thus, mitigation for dam related disaster has to be performed. This study uses derivatives of 1D and 2D shallow water wave equations.  This equation is based on the principle of mass and momentum conservation. Furthermore, it is discretized using finite difference Forward Time Center Space (FTCS) scheme. Hansen's filter is used to reduce oscillation and maintain the stability of the calculation. The filter serves as an artificial dissipation to filter each point for each time step. Based on the analysis, simulation of 1D dam break using FTCS numerical scheme shows a similar flow pattern to the analytical solution. But, it is not stable and still shows a quite big oscillation. Hansen Filter can significantly reduce oscillation and increase accuracy. However, its application shows a less accurate wavefront and moveable bed situation. Overall it can be concluded that FTCS numerical scheme with numerical filter can be used to solve 2D shallow flow problems such as circular dam break simulation. AbstrakBendungan adalah infrastruktur yang bermanfaat bagi kehidupan manusia untuk mendukung pembangunan sosial dan ekonomi. Selain bermanfaat, bendungan juga bisa berdampak negatif yaitu menyebabkan korban jiwa dan kerusakan. Oleh karena itu, mitigasi bencana terkait kegagalan bendungan perlu dilakukan. Penelitian ini dilakukan menggunakan turunan dari persamaan gelombang air dangkal 1D dan 2D. Persamaan ini merupakan gabungan dari prinsip konservasi massa dan momentum. Persamaan tersebut kemudian didiskritisasi menggunakan skema beda hingga Forward Time Center Space (FTCS). Filter Hansen digunakan untuk mengurangi osilasi dan menjaga stabilitas perhitungan. Filter berfungsi sebagai disipasi buatan untuk menyaring setiap titik pada setiap langkah waktu. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa simulasi dam break 1D menggunakan skema numerik FTCS menunjukkan pola aliran yang mirip dengan solusi analitik tetapi tidak stabil dan masih menunjukkan osilasi yang cukup besar. Hansen Filter secara signifikan dapat mengurangi osilasi dan meningkatkan akurasi. Akan tetapi, aplikasinya menunjukkan muka gelombang dan situasi lapisan dasar yang kurang akurat. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa skema numerik FTCS dengan filter numerik dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah aliran dangkal 2D seperti simulasi dam break. 
Study of Flexible Pavement Structure Maintenance in Runways with Pavement Condition Index (PCI) Method Meilinda Atika Rachman; Harmein Rahman; Bambang Sugeng Subagio; Sri Hendarto
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.1.4

Abstract

AbstractRunway is an area in an airport for aircrafts to land and take off. The maintenance of the facilities on both the airside and landside must be taken care of in order to maximize the performance of the airport. Based on the aircraft type service plan of Balikpapan Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Airport and to maximize the performance of airports at present and in the future, an assessment of the condition of the runway with a Pavement Condition Index (PCI) value parameter on the flexible pavement to obtain the optimal repair or maintenance needs was carried out. The PCI obtained in 2019 was 61 (fair). Based on the PCI value in the runway, an evaluation was conducted with COMFAA and FAARFIELD to obtain the most critical aircraft PCN value in 2019. Segment 1, which is assumed to be half of the runway length which is sta 0 + 000 to 1 + 250, has a PCN value of 34.3 and segment 2, assumed to be of sta 1 + 250 - 2 + 500, has a PCN value of 33.2 where the ACN value for critical aircraft B777 - 300 ER is 89.3. In accordance with the recommendation of FAA AC-5380-6C, the most optimal scenario is scenario 2, which is major rehabilitation with the handling type of inlay - scrape and fill every 7 years when the PCI value is 49 (poor) and in the following years, routine maintenance would be done with patching. The total handling fee for 20 years of maintenance with scenario 2 is Rp. 195,377,000,000.  AbstrakRunway merupakan area pada bandar udara untuk tempat mendarat dan lepas landas bagi pesawat. Fasilitas "“ fasilitas sisi udara dan sisi darat harus diperhatikan pemeliharaannya agar dapat memaksimalkan kinerja bandar udara. Berdasarkan rencana pelayanan tipe pesawat Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan dan untuk memaksimalkan kinerja bandar udara pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang, maka dilakukan penilaian kondisi perkerasaan runway dengan parameter nilai Pavement Condition Index (PCI) pada perkerasan lentur untuk mendapatkan kebutuhan perbaikan atau pemeliharaan yang optimal. Nilai PCI yang diperoleh pada tahun 2019 adalah sebesar 61 (fair). Berdasarkan nilai PCI pada runway tersebut dilakukan evaluasi dengan COMFAA dan FAARFIELD untuk mendapatkan nilai PCN pesawat terkritis pada tahun 2019. Pada segmen 1 yang diasumsikan setengah dari panjang runway yaitu sta 0+000 sampai 1+250 memiliki nilai PCN 34,3 dan segmen 2 diasumsikan dari sta 1+250 "“ 2+500 memiliki nilai PCN 33,2 dimana nilai ACN untuk pesawat kritis B777 "“ 300 ER adalah 89,3. Sesuai dengan rekomendasi FAA AC-5380-6C Skenario yang paling optimal adalah skenario 2  yaitu rehabilitasi mayor dengan jenis penanganan pengupasan dan pengisian perkerasan pada surface (inlay "“ scrape and fill) setiap 7 tahun sekali ketika nilai PCI sebesar 49 (poor) dan pada tahun "“ tahun berikutnya dilakukan pemeliharaan rutin dengan patching. Total biaya penanganan selama 20 tahun masa pemeliharaan dengan skenario 2 sebesar Rp. 195.377.000.000.
Pengaruh Penambahan Garam dan Limbah Karbit pada Tanah Lempung terhadap Kepadatan Kering Maksimum dan CBR Laurentia Natasha Prisca; Sri Wulandari
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.3.5

Abstract

Tanah lempung memiliki sifat plastisitas yang tinggi. Salah satu upaya peningkatan daya dukung tanah adalah dengan stabilisasi tanah menggunakan bahan stabilisasi. Penelitian ini melakukan uji pada tanah lempung yang distabilisasi dengan limbah karbit dan garam. Limbah karbit mengandung kapur yang dapat memicu reaksi pozzolan pada tanah lempung dan penambahan garam dapat mempercepat terjadinya reaksi pozzolan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan garam dan limbah karbit pada tanah lempung terhadap kepadatan kering maksimum dan CBR tanah. Sampel tanah diambil dari Desa Hambalang, Sentul. Terdapat dua variasi sampel tanah yang diuji dan dibandingkan terhadap tanah asli. Variasi 1 adalah tanah asli dicampur 2% garam dan 10% limbah karbit. Variasi 2 adalah tanah asli dicampur 2% garam dan 15% limbah karbit. Masing-masing sampel yang sudah dicampur bahan stabilisasi diperam selama 28 hari dalam wadah tertutup dan terhindar dari sinar matahari langsung. Peningkatan kekakuan optimum tanah terjadi pada tanah variasi 1, yaitu dengan nilai berat isi kering maksimum sebesar 1,427 g/cm3, sedangkan nilai berat isi kering maksimum pada sampel tanah asli dan tanah variasi 2 masing-masing sebesar 1,397 g/cm3 dan 1,386 g/cm3. Nilai CBR pada sampel tanah variasi 1 sebesar 8,772% meningkat 5,298% dari nilai CBR tanah asli (3,474%). 
Study Of Flood Control And Reliability Index Of Tanggul River Giyanto - -; Dhemi Harlan; Suardi Natasaputra
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.2

Abstract

AbstractTanggul River which is located in Jember Regency, East Java Province, experiences floods every year. Increasing in flood discharge, decreasing on river capacity and lowing of slope cause flooding. In this study, we will analyze Tanggul River in full bank capacity condition with flood discharges for the return period of 2, 5, 10, 20 and 25 years, and then analyze flood control scenario, reliability index and economic feasibility. Flood control are carried out structurally by river normalization, side overflow construction, embankment elevation and a combination of the three activities. 1-dimensional and 2-dimensional hydraulic analysis use HEC-RAS software version 5.06, reliability index analysis uses the Safety Factor (SF) and First-Order Second Moment (FOSM) methods, and economic feasibility uses the Benefit Cost (B / C) Ratio method. The benefit component is reducting from flood inundation which is analyzed by QGIS software and Open Street Map (OSM), while the cost component is flood control construction costs. Based on the results of the study, the river embankment full bank capacity conditions correspond to floods return period of 5 years, recommended flood control are river normalization and elevation of the embankment with a B / C Ratio value of 1.7, flood reduction 62.88%, reliability index SF method 1.07 and FOSM method 97.05%AbstrakSungai Tanggul terletak di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur mengalami luapan banjir setiap tahun. Adanya peningkatan debit banjir, penurunan kapasitas sungai dan kemiringan yang landai diduga menjadi penyebab luapan banjir. Pada kajian ini akan menganalisis Sungai Tanggul kondisi full bank capacity dengan debit banjir rencana periode ulang 2, 5, 10, 20 dan 25 tahun, selanjutnya menganalisis skenario pengendalian banjir, indeks kehandalan dan kelayakan ekonomi. Upaya pengendalian banjir dilakukan secara struktural dengan normalisasi sungai, pembangunan pelimpah samping, peninggian tanggul dan kombinasi dari ketiga kegiatan tersebut. Analisis hidrolika 1 dimensi dan 2 dimensi menggunakan software HEC-RAS versi 5.06, analisis indeks kehandalan dengan metode Safety Factor (SF) dan First-Order Second Moment (FOSM), dan analisis kelayakan ekonomi dengan metode Benefit Cost (B/C) Ratio. Komponen benefit berupa pengurangan genangan banjir yang dianalisis dengan software QGIS dan Open Street Map (OSM), sedangkan komponen cost berupa biaya konstruksi pengendalian banjir. Berdasarkan hasil kajian, diperoleh kapasitas Sungai Tanggul kondisi full bank capacity yang bersesuaian dengan banjir periode ulang 5 tahun, upaya pengendalian banjir yang direkomendasikan berupa normalisasi sungai dan peninggian tanggul dengan nilai B/C Ratio 1,7, reduksi banjir 62,88 %, Indeks kehandalan metode SF 1,07 dan metode FOSM 97,05%.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue