cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Optimization Model of Land Use Planning to Reduce Land Erosion Level: Case Study in the Upper Ciujung River Basin Edy Anto Soentoro; Imam Muhardiono; Yadi Suryadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.4

Abstract

AbstractUncontrolled changes in land use located in the upstream river can result in land erosion, which will eventually increase river sedimentation as well as floods, reduce the estimated planned life of the downstream reservoir, and reduce soil productivity due to the loss of nutrients. This study is aimed to find the best land use pattern through optimization, in order to reduce the level of land erosion. The optimization model used is the Linear Programming (LP) method which is combined with the USLE method and Geographic Information System software based on raster grids. The potential sedimentation prediction that is collected from the measurement data in the river is used to calibrate the simulation of the real conditions of land erosion. The optimization results of this study in the Upper Ciujung river basin, Banten, can be obtained by expanding as much as possible the area of corn-fields/moors to become plantations (which are denser and bigger tree fields) or even forests. The results can reduce the level of land erosion by 38.0%, or from 99.03 tons/ha/year to 61.32 tons/ha/year. However, the results above cannot be generally applied in all locations. What can be generally accepted is that the optimization model of this study can be used to reduce the level of land erosion by regulating the size of the area and location of each type of land use, and by considering the factors of soil erodibility, slope, and rain erosivity at the site.AbstrakPerubahan tata guna lahan yang tidak terkendali di daerah hulu aliran sungai dapat mengakibatkan erosi lahan, yang pada akhirnya akan meningkatkan sedimentasi di sungai dan banjir, mengurangi umur rencana waduk di hilirnya, serta menurunkan produktivitas tanah karena lapisan hara yang hilang. Penelitian ini ditujukan untuk mencari pola tata guna lahan yang terbaik dengan cara optimasi guna mengurangi tingkat erosi lahan. Model optimasi yang digunakan adalah metode program linier (LP) yang digabung dengan metode USLE dan software SIG (system informasi geografis) berbasis raster grid. Prediksi potensi sedimentasi dari data pengukuran sedimen di sungai digunakan untuk kalibrasi simulasi kondisi nyata erosi lahan. Hasil optimasi pada penelitian di Sub DAS Ciujung Hulu, Provinsi Banten, bisa didapat dengan merubah seluas mungkin areal ladang/tegalan yang sudah ada untuk menjadi kebun campuran atau hutan. Hasilnya dapat memperkecil tingkat erosi lahan sebesar 38,0%, atau turun dari semula sebesar 99.03 ton/ha/thn menjadi 61,32 ton/ha/thn. Namun hasil tersebut diatas tidak bisa berlaku secara umum di semua lokasi. Yang bisa berlaku umum adalah bahwa model optimasi dari studi ini dapat dipakai untuk mengurangi tingkat erosi lahan dengan mengatur luas areal dan penempatan lokasi jenis-jenis penggunaan lahan, dengan mempertimbangkan faktor erodibilitas tanah, kemiringan lereng, dan erosivitas hujan di lokasi.
Model Hidrologi Terdistribusi untuk Simulasi Hidrograf Banjir Menggunakan Data Radar Yusuf Aji Pamungkas; Rachmad Jayadi; Joko Sujono
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.9

Abstract

AbstrakPenerapan model hidrologi hujan-aliran terdistribusi sebagai bagian penting dari sistem peringatan dini banjir di wilayah lereng Gunung Merapi, membutuhkan input data hujan dengan resolusi spasial yang memadai. Oleh karena itu penggunaan data hujan dari ARR yang memiliki resolusi spasial yang rendah akan menyebabkan hasil hitungan hujan rata-ratanya (DAS) menjadi kurang teliti. Alternatif yang dapat dilakukan adalah menggunakan data hujan radar yang memiliki resolusi spasial dan temporal yang jauh lebih baik dibandingkan ARR. Pada penelitian ini dilakukan kajian hasil hitungan hidrograf banjir di wilayah lereng Gunung Merapi. Pemodelan hujan-aliran secara terdistribusi dilakukan dengan menentukan resolusi grid dari DAS dengan titik tinjau hitungan pada pos AWLR. Hujan pada setiap grid DAS dihitung sebagai rata-rata data hujan radar semua piksel di area masing-masing grid DAS. Simulasi limpasan permukaan DAS menggunakan paket perangkat lunak WMS v.10.1 dengan metode Hidrograf Satuan ModClark. Evaluasi ketelitian hidrograf banjir hasil simulasi didasarkan pada indikator kesalahan relatif debit puncak (peak discharge), waktu puncak (time to peak) dan volume limpasan permukaan (direct runoff volume). Hasil hitungan simulasi limpasan permukaan DAS menunjukkan bahwa perlu dilakukan telaah yang rinci terhadap faktor losses dan kesesuaian parameter hidrograf satuan, untuk menghasilkan kalibrasi model yang akurat. AbstractThe application of the distributed rainflow-runoff hydrological model as an important part of the early flood warning system in the slopes of Mount Merapi, requires rainfall data input with adequate spatial resolution. Therefore, the use of rainfall data from ARR which has a low spatial resolution will cause the results of the average rainfall (watershed) to be less precise. An alternative that can be done is to use radar rainfall data that has a far better spatial and temporal resolutions than the data from ARR. In this research, a study of the results of the flood hydrograph calculation in the slopes of Mount Merapi was conducted. The distributed rainflow-runoff modeling was done by determining the grid resolution of the watershed with a reference point of the calculation in the AWLR. Rain on each watershed grid was calculated as the average radar rainfall data of all pixels in the area of each watershed grid. Watershed surface runoff simulation used the WMS v.10.1 software package with the ModClark Unit Hydrograph method. The evaluation of the flood hydrograph simulation results' accuracy was based on indicators of the relative error of peak discharge, time to peak and direct runoff volume. The results of the watershed surface runoff simulation showed that a detailed study of the loss factors and the compatibility of the unit hydrograph parameter is necessary to produce an accurate model calibration.
Asphalt Concrete – Wearing Course (Ac-Wc) With Crumb Rubber Mixture Performance Evaluation Deka Syahputra; Bambang Sugeng Subagio; Eri Susanto Hariyadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.5

Abstract

Abstract This study aims to measure the performance of a mixture of Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC) with addition of crumb rubber using a dry process, where crumb rubber as an aggregate replacement of fraction no. 50 with mixture variations of 0%, 25%, and 50%. The method used in this research is the experimental method in the laboratory. Primary data collection is done through testing of aggregates, asphalt, crumb rubber, and mixtures. Hot mix design used Marshall test to obtain Optimum Bitumen Content (OBC). Laboratory test in OBC conditions obtain consist of Resilient Modulus test used Dynamic Testing System (DTS) at 25°C, 35°C, and 45°C and rut depth test used Hamburg Wheel Tracking (HWT) at temperatures 45°C and 60°C. The results of addition of crumb rubber content to the mixture can increase the value of OBC and reduce the value of Marshall stability, the percentage of 50% crumb rubber obtained highest OBC and the lowest Marshall stability. The crumb rubber content in the mixture lowers the value of Modulus Resilient, AC-WC with 0% crumb rubber has the highest value. At a temperature of 60°C, 25% crumb rubber content in the mixture reduces the rut depth value. Based on the Marshall stability, Resilient Modulus, and rut depth values, then the crumb rubber content to replace aggregate fraction no. 50 in the AC-WC gives the highest value is 25% in laboratory test. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja campuran laston lapis aus (AC-WC) yang dimodifikasi dengan serbuk ban bekas (crumb rubber) menggunakan proses kering, dimana crumb rubber sebagai subtitusi agregat fraksi no. 50 dengan variasi campuran 0%, 25%, dan 50%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen di laboratorium. Pengumpulan data primer dilakukan melalui pengujian terhadap agregat, aspal, crumb rubber, dan campuran. Perencanaan campuran beraspal panas menggunakan metode Marshall untuk mendapatkan Kadar Aspal Optimum (KAO). Pengujian laboratorium pada kondisi KAO yang didapat terdiri atas pengujian Modulus Resilien dengan menggunakan alat Dynamic Testing System (DTS) pada temperatur 25°C, 35°C, dan 45°C serta pengujian rut depth dengan menggunakan alat Hamburg Wheel Tracking (HWT) pada temperatur 45°C dan 60°C. Dari hasil pengujian penambahan crumb rubber pada campuran dapat meningkatkan nilai KAO dan menurunkan nilai stabilitas Marshall, dimana pada persentase 50% crumb rubber didapat KAO tertinggi dan stabilitas Marshall terendah. Penambahan crumb rubber dalam campuran menurunkan nilai Modulus Resilien, dimana campuran AC-WC dengan 0% crumb rubber memiliki nilai yang paling tinggi. Selain itu, pada temperatur 60°C penambahan 25% crumb rubber dalam campuran memperkecil nilai rut depth. Berdasarkan nilai stabilitas Marshall, Modulus Resilien, dan rut depth tersebut maka kadar crumb rubber untuk pengganti agregat fraksi no. 50 yang memberikan nilai terbaik pada campuran AC-WC adalah 25% sesuai dengan pengujian di laboratorium.
Analisis Potensi Pemborosan Material dan Solusi Penanganannya pada Proyek Pembangunan Gedung Bertingkat (Studi Kasus : Proyek Gedung Bertingkat di Tangerang Selatan) Juzailah Tri Handayani; Ida Ayu Ari Angreni
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.3.9

Abstract

Material berpengaruh terhadap biaya konstruksi maupun kualitas konstruksi dalam proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi adanya pemborosan dari material yang digunakan dalam proyek, serta mencari faktor penyebab dan penanganannya. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa ada 9 jenis material yang berpotensi memiliki sisa material dalam proyek pembangunan Gedung Bertingkat yaitu kayu (1,63%), triplek (2,67%), paku (1,87%), besi beton (4,01%), kawat bendrat (2,30%), beton siap pakai (2,20%), semen (1,27%), pasir (0,93%), dan split (0,97%). Faktor penyebab pemborosan material biasanya adalah terdapat material terbuang, penggunaan material dengan kualitas rendah, metode pemasangan yang kurang tepat, pemesanan material yang melebihi kebutuhan, terdapat kesalahan dalam estimasi, material tercecer saat perjalanan, tidak merencanakan penggunaan material dengan baik, dan rusaknya material akibat cuaca ekstrem. Penanganan yang bisa dilakukan yaitu dengan melakukan pemantauan pekerjaan, melakukan pengawasan dan pembimbingan kepada pekerja, meningkatkan kesadaran pekerja dalam penanganan material, meningkatkan kualitas tempat penyimpanan material, merencanakan pemesanan material sesuai dengan kebutuhan, pemberian informasi dan detail gambar yang jelas, serta meminimalkan kesalahan dalam pemotongan material.
Effek Tegangan Geser dan Keseragaman Butiran terhadap Tebal Armour Layer pada Kondisi Statis di Dasar Saluran Cahyono Ikhsan; Adam Pamudji Raharjo; Djoko Legono; Bambang Agus Kironoto
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.3.6

Abstract

Pembentukan struktur surface selama degradasi dipengaruhi secara langsung oleh gerakan bedload yang terangkut dan grain size. Studi tentang degradasi dasar saluran ternyata mampu mengidentifikasi fluktuasi aliran, baik dalam kondisi fasa aliran rendah maupun dalam kondisi setelah terjadinya fase aliran banjir. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi stabilitas dasar yang berdampak pada terbentuknya struktur surface untuk sedimen yang tetap tinggal dan bertahan, sedangkan sedimen yang relatif halus akan terangkut. Pada percobaan ini menggunakan flume segi empat dengan ukuran geometrik penampangnya adalah panjang 10 m, lebar 0,6 m dan kedalaman 0.45 m, sedimen dasar disebar dengan ketebalan 150 mm di dasar saluran. Material berupa pasir dan gravel dicampur merata,  pada 5 variasi grain size dengan 2 fase pada tiap running yaitu fase eroded surface dan fase equilibrium. Instrumen yang digunakan berupa digital currentmeter, point gauge, sediment traps, pada kemiringan dasar saluran 1% sampai dengan 2,6% dan kapasitas debit 25 l/s sampai dengan 45 l/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan armour layer terjadi bila sedimen yang terangkut sudah mencapai maksimal, selanjutnya berkurang secara bertahap  sampai mendekati nol, maka sedimen yang tertinggal di permukaan terlihat menonjol dengan ukuran diameter butiran hampir seragam. Struktur armour layer yang menonjol menyebabkan terjadinya flow resistance sehingga mempengaruhi terbentuknya ruang kosong antar butir armour. Tebal armour layer dinyatakan dalam bilangan tak berdimensi dengan batasan nilai diameter bedload 0,8 mm sampai dengan 2,9 mm; koefisien uniformity 2,5 sampai dengan 5; tegangan geser kritik 0,61 N/m2 sampai dengan 2,7 N/m2 dan tegangan geser dasar minimal 6 N/m2.
Model Optimasi untuk Restorasi Jaringan Jalan Terdampak Bencana Febri Zukhruf; Russ Bona Frazila
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.3.8

Abstract

Terputusnya jaringan jalan pada umumnya menjadi faktor kendala utama dalam distribusi bantuan setelah terjadinya bencana. Oleh karenanya pengembangan model terkait pemulihan (i.e., restorasi) jaringan jalan telah mendapatkan perhatian lebih dari banyak peneliti. Makalah ini kemudian mengusulkan model restorasi jaringan jalan dengan mengintegrasikan konsep konektivitas dapen algoritma Hungarian. Konsep konektivitas digunakan untuk memprioritaskan jalan terdampak yang ingin diperbaiki oleh tim restorasi. Sementara itu, algoritma Hungarian digunakan untuk melakukan penugasan tim restorasi secara lebih efisien. Hasil eksperimen numerikal mengindikasikan bahwa model restorasi yang diusulkan mampu memulihkan jaringan jalan secara lebih cepat dengan biaya yang lebih murah.
Construction Performance Analysis in the Project Delivery of Toll Road Concession Roi Milyardi; Reini D. Wirahadikusumah; Muhammad Abduh; Budi H. Siregar
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.1.5

Abstract

AbstractPPP scheme has stimulate increasing the volume of infrastructure development in Indonesia from the period of 2014 and planned until 2025, where the toll road business is carried out by business entities with a concession period. In the PPP scheme, various variables need to be considered, including project cost, project complexity, strong public support, and performance indicators in each phase of toll road concession. The construction phase in the PPP scheme in Indonesia is the responsibility of the business entity regulated in PP No. 43 of 2013. Determination of project delivery on toll road construction projects is a strategy of the business entity to control the performance of the toll road construction project it manages. In the complexity of the variables in PPP, a variable pattern with project delivery is needed to find an effective strategy in achieving good construction performance. The purpose of this study is to identify patterns of achievement of construction performance on variations in project delivery in the toll road PPP scheme. The analytical approach QCA (Qualitative Comparative Analysis) is taken, with 14 BUJT case studies in 4 toll road networks in Indonesia. From the results of the study, two project deliveries, design-bid-build and design & build, were identified, which identified that project delivery variations did not have a strong influence on the performance of toll road construction projects, where other toll road PPP concession, such as business scheme, project management maturity, construction cost, length of road, corporation relation between business entities and contractor contractor's financial scheme, and land acquisition scheme variables which is more powerful. AbstrakMeningkatnya volume pembangunan infrastruktur di Indonesia pada periode 2014 dan direncanakan hingga tahun 2025 didorong dengan skema KPBU, dimana pengusahaan jalan tol dilakukan badan usaha dengan timbal balik suatu masa konsesi. Dalam skema KPBU, berbagai variabel perlu diperhatikan, diantaranya biaya proyek, kompleksitas proyek, dukungan publik yang kuat, hingga indikator kinerja pada setiap fase pengusahaan jalan tol. Fase konstruksi pada skema KPBU di Indonesia, menjadi tanggung jawab badan usaha yang diatur dalam PP No.43 Tahun 2013. Penentuan project delivery pada proyek konstruksi jalan tol menjadi strategi badan usaha mengendalikan kinerja proyek kosntruksi jalan tol yang dikelolanya. Dengan kompleksitas variabel dalam KPBU, diperlukan pola variabel dengan project delivery agar ditemukan strategi yang efektif dalam mencapai kinerja konstruksi yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pola capaian kinerja konstruksi pada variasi project delivery di skema KPBU jalan tol. Pendekatan analisis yang dilakukan adalah QCA (Qualitative Comparative Analysis), dengan 14 studi kasus BUJT di 4 jaringan jalan tol di Indonesia. Dari hasil penelitian, diidentifikasi bahwa variasi project delivery tidak berpengaruh secara kuat terhadap capaian kinerja proyek konstruksi jalan tol. Kinerja konstruksi jalan tol lebih kuat dipengaruhi oleh variabel-variabel pengusahaan KPBU jalan tol lainnya, yaitu skema pengusahaan, maturitas manajemen proyek, biaya konstruksi, panjang jalan, skema finansial kontraktor, hubungan korporasi BUJT-korporasi, dan skema pengadaan tanah.
Pengontrolan Retak pada Beton dengan Optimalisasi Interaksi Komposit Beton pada Interface Zone Resmi Bestari Muin; Sagir Alva; Agnes Hanna Patty; Fidi Fidi; Adelfy Dara Arianti
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.1.7

Abstract

AbstrakStudi ini melakukan kajian yang signifikan terhadap kemungkinan terjadinya retak awal dan perambatannya yang rentan terjadi pada struktur-struktur di daerah marine. Retak beton yang terjadi merambat terutama di sepanjang interface zone yang secara signifikan dikondisikan oleh karakteristik agregat. Karakteristik agregat sebagai pengisi beton memiliki peran signifikan sebagai media pelepasan energi regangan dan dikenal sebagai energi fraktur. Hubungan energi fraktur dengan sifat material belum diidentifikasi secara jelas, dan sebagian besar studi menunjukkan ketidakpekaan relatif terhadap faktor air-semen, di mana retakan beton merambat terutama di sepanjang antarmuka agregat-semen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental tentang karakteristik fraktur beton dengan variasi gradasi agregat kasar diameter maksimum 25 mm dan 20 mm, serta variasi faktor air-semen (w/c rasio) 0,30, 0,40 dan 0,6 dengan diameter maksimum agregat kasar 19 mm.   Eksperimen meliputi uji kuat tekan dan uji parameter fraktur yang terdiri dari energi fraktur dan faktor intensitas tegangan. Tes lentur tiga titik dipilih berdasarkan rekomendasi RILEM untuk menghitung parameter fraktur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa gradasi agregat yang digunakan dalam campuran beton mempengaruhi energi fraktur beton. Energi puncak tertinggi didapat dengan menggunakan gradasi agregat menerus. Ukuran maksimum agregat mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap energi fraktur. Semakin besar ukuran maksimum agregat dalam campuran beton, semakin tinggi energi puncak yang dicapai. Gradasi seragam dengan ukuran maksimum yang lebih kecil memiliki nilai kuat tekan yang tinggi namun energi fraktur yang rendah. Kuat tekan meningkat dengan menurunnya w/c rasio air-semen, sedangkan energi fraktur tidak memberikan pola yang sama dengan kuat tekan dengan perubahan w/c rasio.  AbstractThis study conducts a significant study of the possibility of initial cracking and its propagation, which is susceptible to concrete structures. Concrete cracks that occur propagate mainly along the interface (interface zone) which is significantly influenced by the cement water factor and aggregate characteristics, as a concrete filler have a significant role as a strain energy release media known as fracture energy (GF). The relationship of fracture energy to material properties has not been clearly identified, besides that most studies show a relative insensitivity to the water-cement factor, where concrete cracks propagate mainly along the aggregate-cement interface. This study is an experimental study of the characteristics of concrete fractures with variations in coarse aggregate gradations, namely uniform coarse gradations with the maximum diameter of 25 mm (25 S) and 20 mm (20 S); continuous coarse aggregate with the maximum diameter of 25 mm (25 M), as well as variations in the water-cement factor (w / c ratio): 0.30 (HSC); 0.40 (MSC) and 0.6 (NSC) with a coarse aggregate maximum diameter of 19 mm. Experiments include compressive strength tests and concrete fracture property tests consisting of fracture energy
Sifat Fisik dan Mekanik Mortar dengan Campuran Serutan Karet Ban Bekas Berbagai Merk Restu Faizah; Henricus Priyosulistyo; Akhmad Aminullah
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.2.2

Abstract

AbstractThe used rubber tire is one of the waste that becomes an environmental problem because the amount is abundant, while the utilization is still minimal. There are several tire brands in Indonesia, such as Goodyear, Dunlop, Pirelli, Yokohama, Gajah Tunggal, MRF, Bridgestone, and Michelin. This research investigates the physical and mechanical properties of mortars mixed with various brands (A, B, C, and D) of rubber tire crumbs (SKBB). The specimens are 15 pcs of mortar cylinder with 10 cm in diameter and 20 cm in height consisted of SKBB-mortars (12 pcs) and standard mortars (3 pcs). Initially, the SKBB is filtered using a #4-sieve (4.75 cm) and then mixed in mortar mixtures as a partial substitute of sand by 40% of the sand volume. Physical and mechanical properties test consist of density, compressive strength, modulus of elasticity, and ductility. The results showed that all of SKBB-mortars were lightweight mortars with densities of 1584.4 - 1701.1 kg/m3. The addition of all brands of SKBB into mortar mixtures can reduce density, compressive strength, and modulus of elasticity, but increase the ductility of the mortars. The B brand of SKBB is considered as the best choice as a replacement material of the part of sands to get the SKBB-mortar having good strength and ductility. To obtain a mortar-SKBB having properties of more strength and more ductile, it can be chosen a used rubber tire having low density and low shear modulus.AbstrakKaret ban bekas merupakan salah satu limbah yang jumlahnya sangat melimpah, namun pemanfaatannya masih sangat terbatas. Ban bekas yang beredar di Indonesia memiliki beragam merek, antara lain Goodyear, Dunlop, Pirelli, Yokohama, Gajah Tunggal, MRF, Bridgestone, Swallow dan Michelin. Penelitian ini memeriksa sifat fisik dan mekanik mortar dengan campuran serutan karet ban bekas (SKBB) dari berbagai merek (A, B, C, dan D). Benda uji berupa 15 buah silinder mortar dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm, yang terdiri dari 12 buah mortar SKBB dan 3 buah mortar normal. Bahan SKBB disaring terlebih dahulu menggunakan saringan no.4 (4,75 cm) dan dicampurkan pada adukan mortar sebagai bahan pengganti sebagian pasir sebesar 40% volume pasir. Sifat-sifat fisik dan mekanik yang diuji meliputi densitas, kuat tekan, modulus elastisitas dan daktilitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mortar SKBB semua merek merupakan mortar ringan dengan densitas antara 1584,4 "“ 1701,1 kg/m3. Penambahan SKBB semua merek pada adukan mortar dapat menurunkan densitas, kuat tekan dan modulus elastisitas mortar, namun meningkatkan daktilitasnya. SKBB merek B dinilai sebagai pilihan terbaik untuk digunakan sebagai bahan pengganti sebagian pasir pada mortar, untuk memperoleh mortar SKBB yang memiliki kekuatan dan daktilitas yang baik. Untuk mendapatkan mortar SKBB yang memiliki kuat tekan lebih tinggi dan memiliki sifat lebih daktail, dapat dipilih karet ban bekas sebagai bahan campuran mortar, yang rendah densitas dan modulus gesernya.
Investigasi Teknik Wawancara dalam Penelitian Kualitatif Manajemen Konstruksi Seng Hansen
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.3.10

Abstract

Sejumlah isu telah menjadi tantangan dalam pelaksanaan penelitian kualitatif. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, pendekatan dalam penelitian kualitatif menekankan aspek investigasi mendalam terhadap suatu permasalahan atau fenomena penelitian melalui observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti. Salah satu teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif adalah wawancara. Berbagai isu turut mempengaruhi kualitas data yang dikumpulkan maupun kualitas analisis yang dilakukan melalui teknik wawancara seperti justifikasi jumlah wawancara, kriteria penentu narasumber wawancara, dan saturasi data. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi isu-isu terkait dengan penerapan teknik wawancara dalam penelitian kualitatif, khususnya di bidang manajemen konstruksi. Analisis sistematis terhadap publikasi-publikasi yang diterbitkan oleh dua jurnal ilmiah dalam rentang waktu 20 tahun dilakukan untuk memeriksa berbagai isu dalam penerapan teknik wawancara di bidang manajemen konstruksi. Hasilnya berupa karakteristik dan rekomendasi terkait teknik wawancara yang didiskusikan secara mendalam. Studi ini berkontribusi dengan memberikan panduan bagi pelaksanaan penelitian kualitatif mendatang yang menerapkan teknik wawancara sebagai metode pengumpulan data.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 1 (2003) Vol 10 No 1 (2003) More Issue