cover
Contact Name
Rangga Saptya Mohamad Permana
Contact Email
rangga.saptya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalprotvfunpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
ProTVF
ISSN : 2548687X     EISSN : 25490087     DOI : -
ProTVF is published twice a year (March and September) published by the Faculty of Communication Science, Universitas Padjadjaran. ProTVF provides open access to the public to read abstract and complete papers. ProTVF focuses on Television and Film studies.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2022): September 2022" : 7 Documents clear
Deformalisasi Kurikulum Pendidikan Singapura dalam Film How To Bury A Dead Cat Deddy Setiawan
ProTVF Vol 6, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i2.38210

Abstract

How To Bury A Dead Cat (2019) merupakan film pendek Singapura yang menjadi domain deformalisasi dari kurikulum pendidikan di Singapura. Film memiliki peran penting dalam mewujudkan fenomena, bagaimana deformalisasi kurikulum ini menghasilkan domain fenomena yang berbeda dari domain formal yaitu sekolah. Penelitian ini menjelaskan bagaimana film How To Bury A Dead Cat di bangun sebagai domain deformalisasi kurikulum pendidikan Singapura dan mengapa domain film ini menampilkan bentuk-bentuk deformalisasi dalam penyampaian tindakan berdasarkan kurikulum. Penelitian ini mengunakan analisis kualitatif pada media film Burhan Bungin dengan menggunakan analisis yang dipakai untuk meneliti suatu dokumen yang dapat berupa simbol, gambar atau sebagainya dalam memahami suatu konteks budaya atau konteks sosial tertentu. Analisis simbol dan gambar dan konteks sosial pada film How To Bury A Dead Cat menghasilkan penjelasan bahwa film kurikulum Civic and Moral Education (CME) terindikasi di dalam film sebagai bentuk aktualisasi dari rumah produksi dalam pembuatannya yang tak terlepas dari kebutuhan yang belum terpenuhi dari adanya kurikulum pendidikan di Singapura dalam menyampaikan pesan-pesannya. Lembaga produksi  atau rumah produksi yang membuat film juga memanfaatkan fenomena sosial yang terdapat di Singapura dan di lembaga pendidikan dan mengubahnya menjadi produk komoditi yang memiliki daya tukar. Hal ini juga membangun citra sebuah lembaga produksi yang bisa dipandang sebagai lembaga yang menyediakan domain deformalisasi pembelajaran formal yang dilakukan oleh sekolah.
The quality of television news in Indonesia Vinanda Cinta Cendekia Putri; Alem Febri Sonni
ProTVF Vol 6, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i2.37882

Abstract

This research aims to explore the watching patterns of the people of Indonesia with a specific focus on how they consume news programs on television. Indonesian democracy condition is draining much information energy every year. The war for information among broadcasting institutions has stirred worry among the general public regarding the quality of the content broadcast by national television stations. Virtually no medium is safe from the touch of politics, and news programs, in particular, are often highly political. Due to the urgency of this research to measure the quality of programs, not the number of viewers, the informants of this study are industry experts and academics. Their knowledge, experience, and insight into the television industry make them exceptionally qualified to assess television programs' quality critically. The results of the evaluation and deepening of the experts can be concluded by several aspects of the quality of news programs: The intervention of media owners is still evident and even conspicuous in the balance of news in an industry where broadcasting institutions are explicitly manipulating news content, especially when it concerns political issues. Concerning critical power, several news programs fail to arouse a critical rationale. News is delivered from one perspective only. The supervision aspect is still deficient because the shocking and horrible are intrinsically appealing. Subjectiveness in the news is widespread, especially in the selection of titles and narratives that simply justify the reporters' words.
Persepsi peran efek suara pada serial animasi garapan rumah-rumah produksi di Indonesia Ardy Aprilian Anwar; Nurulita Widianti; Magda Amalia Sumbodo
ProTVF Vol 6, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i2.35371

Abstract

Perkembangan teknologi kini semakin berkembang ke arah digitalisasi. Salah satu penentu kualitas karya animasi adalah unsur suara, khususnya sound effects. Suara merupakan salah satu unsur pembentuk dunia imajinasi dalam animasi. Namun tayangan animasi yang diproduksi beberapa rumah produksi di Indonesia dianggap belum mampu menyaingi karya-karya luar Negeri jika dilihat dari sumber daya manusia dan fasilitasnya. Ketika sistem kejar tayang berlaku, aspek sound effect tidak lagi menjadi hal penting, melainkan hanya mengutamakan suara dialog yang jelas dan musik yang dianggap pas dengan adegan saja. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi rumah produksi serial animasi di Indonesia terhadap penerapan dan kelengkapan efek suara dalam karya animasinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan kumpulan data yang berasal dari wawancara partisipan secara indepth interview dan observasi dokumen pada karya-karya animasi tersimpan. Data observasi dokumen akan menjadi dasar perolehan asumsi. Kemudian asumsi tersebut menjadi bahan untuk merumuskan pertanyaan penelitian secara deduktif. Selanjutnya data wawancara diolah dengan metode pengkodean, hasil pengolahan data-data tersebut menjadi bahan pembahasan penelitian mendalam melalui kajian persepsi dampak budaya. Kami mendapatkan temuan bahwa kondisi penggarapan efek suara yang kurang berkualitas diakibatkan karena rumah produksi serial animasi di Indonesia masih beranggapan bahwa aspek efek suara dalam serial animasi belum menjadi prioritas, ketimbang aspek gambar. Solusinya adalah membentuk pola garap baru dengan memperbaharui eksternal diri penggarap lama pada pendidikan formal dan non-formal, atau membentuk internal diri penggarap baru yang lebih matang.
Video warga pada program berita di televisi Indonesia Aceng Abdullah; Rinda Aunillah Sirait
ProTVF Vol 6, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i2.39023

Abstract

Video warga dalam program berita merupakan fenomena baru dalam perkembangan jurnalisme TV di Indonesia. Fenomena ini terkait teori Intermedia Agenda Setting, di mana media massa arus utama menganggap pentingnya informasi yang muncul di media sosial. Sebuah konten viral atau trending topik digunakan oleh media arus utama sebagai elemen daya tarik untuk meningkatkan rating dan share. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, artikel ini membahas kecenderungan 14 media penyiaran televisi Indonesia yang memanfaatkan video warga dan video viral media sosial dalam program siaran berita. Penulis mengumpulkan data program berita siaran dengan durasi Juni hingga Agustus 2021. Tujuh sampel program berita diambil secara acak dari masing-masing stasiun TV, masing-masing menyiarkan 20 hingga 30 cerita. Hasil penelitian menunjukkan video warga terdapat pada aktivitas jurnalisme di stasiun TV Indonesia. Stasiun TV di Indonesia menyiarkan video warga sebagai bagian dari konten program siaran berita. Video warga yang disiarkan dalam program siaran berita berasal dari video yang dikirimkan warga kepada redaksi serta video yang viral di media sosial. Penerapan prinsip jurnalistik dalam konten video warga yang disiarkan di stasiun TV di Indonesia masih belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan fungsi media massa, nilai berita, penilaian berita, aktualitas, faktualitas, serta penerapan etika dan aturan terkait.  Studi ini merekomendasikan sinergi antara produsen video warga dan redaksi. Lemahnya video warga dalam menjangkau sumber resmi pemerintah untuk konfirmasi dan verifikasi perlu diantisipasi oleh redaksi yang memiliki kemampuan untuk melakukan itu. Dengan prosedur ini, video warga dapat terhindar dari berita palsu atau hoaks.
Research and publication trends: Sports branding on the movie Hanny Hafiar; Putri Limilia; Ari Agung Prastowo; Kholidil Amin; Davi Sofyan
ProTVF Vol 6, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i2.39909

Abstract

Many films have raised the story of sports as the major story or as the background of a film. However, so far, no research has been obtained that analyzes the mapping of research results related to film and sports. Therefore, this study intends to examine various studies related to film and sports that global researchers have produced. This research uses the bibliometric method. The data source used is the Web of Science, while the tools used to process and display the data are ScientoPy and VosViewer. The results showed that the development of scientific publications starts 2000 to 2021 related to films and sports experienced fluctuating developments. Authors from America and England occupy the top positions for the number of publications. However, in the period 2020 and 2021, researchers from France and Canada are researchers who are more productive in publishing their scientific works. They included most published scientific works related to films and sports in the WoS version of the Social science category. However, Between 2020-2022, more are categorized into the subject of Communication and Film, Radio, & Television. Reference sources widely cited in scientific publications related to film and sports are books by Beeton with the title film-induced tourism (2005) and Crosson's work with the title sport and film (2013). The results of the keyword mapping show that six clusters represent some keywords used by the author in scientific works related to films and sports. In conclusion, sports and cinema research are fully developed in this research.
Komodifikasi agama dalam program religi Siraman Qalbu di MNC TV Adrie Arief Wibisono; Nawiroh Vera
ProTVF Vol 6, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i2.36553

Abstract

Televisi yang telah menjadi sebuah industri media terus memacu pekerjanya untuk membuat sebuah program acara yang menarik minat audience untuk menonton demi mendapatkan jumlah rating and share yang tinggi sehingga berpengaruh pada jumlah pendapatan yang masuk. Program acara Siraman Qalbu Bersama Ustadz Dhanu Di MNC TV adalah sebuah program acara religi yang dikemas dengan menambahkan unsur-unsur pengobatan spiritual. Program acara ini yang ditayangkan secara langsung maupun tapping setiap hari pada pukul 06.00 sampai 07.00 WIB di MNC TV. Tujuan penelitian adalah untuk membongkar komodifikasi yang terjadi dalam tayangan program acara Siraman Qalbu Bersama Ustadz Dhanu di MNC TV dengan menggunakan paradigma kritis. Metode penelitian ini adalah analisis Marxis dan dipadukan dengan teori ekonomi politik media dari Vincent Mosco untuk mengolah data-data yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi bentuk-bentuk komodifikasi konten, komodifikasi pekerja, komodifikasi audience, strukturasi dan spasialisasi dalam program acara ini, meliputi kandungan konten yang lebih menonjolkan nilai-nilai spiritual daripada nilai-nilai religi, upah lembur dan perbedaan jenis kontrak yang dialami oleh pekerja yang berdampak pada fasilitas yang mereka peroleh, serta pemilihan jam tayang untuk kepentingan rating and share. Strukturasi terjadi pada adanya jargon tertentu dan spasialisasi terjadi dengan memanfaatkan media sosial seperti youtube dan media streaming me tube. 
Risk management of broadcasting media in Indonesia Harmonis Harmonis; Amin Shabana
ProTVF Vol 6, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i2.38214

Abstract

Risk management for an institution is a necessity. It is because risk has become an integral part of the institution. For this reason, every institution, whether political, business, or social, must be appropriately managed. In that context, the study aims to find out about the form of risk management carried out by one of the independent state institutions that are trusted to broadcast, namely the Central Indonesian Broadcasting Commission (KPI). The main theories used are Broadcasting and Risk Management. This study uses qualitative methods and is supported by field data through data collection through in-depth interviews and involved observations. The study results show that the Central KPI must manage many risks in managing media broadcasts. Among these risks are unethical advertisements and broadcast protests due to the low socialization of the Broadcasting Code of Conduct and Broadcast Program Standards and complaints from the television reading community. Therefore, the Indonesian Broadcasting Commission seeks to manage this risk through the School of Broadcasting Behavior Guidelines and Broadcast Program Standards (P3SPS) program and research on the quality of broadcast programs. With this program, stakeholders, journalists, and television broadcast media, as well as experts, are involved in schools and research. The socialization results made quality television broadcasts more enthusiastic, and finally, the Indonesian Broadcasting Commission issued the KPI award, which was given to the most ethical broadcasting institution.

Page 1 of 1 | Total Record : 7