cover
Contact Name
Ari Fadli
Contact Email
dinarek@unsoed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamika.rekayasa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa (DINAREK)
ISSN : 18583075     EISSN : 25276131     DOI : -
Core Subject : Engineering,
DINAREK is a scientific journal published by Engineering Departement of Jenderal Soedirman University. DINAREK is a peer reviewed nasional journal in Indonesian, published two issues per year (February and August). DINAREK is to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of engineering. Its scope encompasses the engineering of signal processing, electrical (power), electronics, instrumentation & control, telecommunication, Geological Engineering, Civil Engineering, Computing and informatics, and Industrial Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
Identifikasi Mineral Mangan Menggunakan Metode Polarisasi Terinduksi di Desa Pucung Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri Arum Setiarini; Suharto Linuwih; Khumaedi Khumaedi
Dinamika Rekayasa Vol 14, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2018
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2018.14.2.203

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya akan sumber daya mineral logam. Pegunungan Selatan Jawa Timur sampai Jawa Barat merupakan daerah yang berpotensi sebagai tempat pembentukan bahan galian mineral. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi mineral mangan di Desa Pucung Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri. Metode yang digunakan menggunakan metode polarisasi terinduksi. Pengambilan data dilakukan menggunakan alat Syscal dengan konfigurasi dipole-dipole. Pengukuran dilakukan pada 2 lintasan dengan panjang lintasan 150 meter dan spasi eletroda 10 meter. Struktur bawah permukaan di daerah penelitian berdasarkan nilai resistivitas diindikasikan dari batulanau, batupasir tufan, batugamping napalan-tufan, dan batugamping. Mineral mangan diduga berasosiasi dengan batugamping mempunyai nilai resistivitas >10 Ωm dan nilai chargeabilitas >20 msec.
Penyelidikan Potensi Air Tanah pada Lahan Pertanian di Desa Bono Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung dengan Menggunakan Metode Potensial Diri Siswoyo, Hari; Harganto, Satrio; Kusuma, Fajar S.H.; Hisbulloh, Robiq; Pratama, Adit B
Dinamika Rekayasa Vol 14, No 2 (2018): Dinamika Rekayasa - Agustus 2018
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2018.14.2.219

Abstract

Upaya yang dilakukan oleh para petani untuk menanggulangi kelangkaan air pada saat musim kemarau adalah dengan melakukan pemboran air tanah untuk digunakan sebagai sumber air irigasi. Kendala yang sering dihadapi oleh para petani adalah ketidaktepatan lokasi di dalam melakukan pemboran sehingga tidak didapatkan potensi air tanah yang memadai untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber air irigasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki keberadaan potensi air tanah dengan menggunakan metode Potensial Diri, dengan manfaat agar dapat digunakan sebagai pedoman teknis bagi para petani dalam menentukan lokasi pemboran air tanah. Penyelidikan dilakukan pada lahan pertanian seluas 6.528 m2 di Desa Bono Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung. Konfigurasi yang digunakan adalah basis tetap dengan jumlah lintasan sebanyak 6 lintasan, jumlah titik penyelidikan sebanyak 99, dengan jarak interval elektroda 4 m. Nilai potensial hasil penyelidikan di lapangan berkisar antara –5,42 mV sampai dengan 8,12 mV. Berdasarkan peta isopotensial yang menggambarkan sebaran spasial nilai potensial diri dapat dinyatakan bahwa daerah dengan anomali paling negatif berada di bagian Utara lahan pertanian dan terdapat 4 lokasi pada lahan tersebut diduga sebagai sumber anomali yang digambarkan dalam profil penampang. Berdasarkan keempat profil penampang tersebut masing-masing menunjukkan bahwa sumber anomali yang merepresentasikan potensi air tanah berada pada kedalaman 6,53–20,85 m, 25,04–28,38 m, 20,86–21,17 m, dan 9,31–9,62 m yang terkonfirmasi dengan data log litologi dimana pada kedalaman tersebut merupakan formasi pasir kasar (lapisan akuifer).
Studi Pendahuluan Geologi Telaga Tirta Marta, Purbalingga, Jawa Tengah Sachrul Iswahyudi; Indra Permana Jati; Rachmad Setijadi
Dinamika Rekayasa Vol 14, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2018
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2018.14.2.189

Abstract

Telaga Tirta Marta terletak di Desa Karangcegak Purbalingga. Telaga ini dibentuk oleh satu titik keluran air tanah di permukaan dengan debit yang cukup tinggi. Selain itu terdapat titik-titik keluaran air tanah lain yang membentuk kelurusan di sepanjang kaki bukit. Keberadaan telaga ini juga menarik karena berada pada tatanan geologi yang lebih besar, yaitu Gunungapi Slamet. Publikasi dari hasil penelitian pendahuluan ini coba menganalisis faktor-faktor geologi yang mengontrol kemunculan mata air Telaga Tirta Marta. Penelitian pendahuluan ini menggunakan beberapa metode penelitian, yaitu: studi pustaka, survei lapangan dan kompilasi data lapangan, peta SRTM, dan geologi regional. Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan informasi awal terkait geologi lokasi penelitian. Survei lapangan dilakukan untuk mendapatkan data geologi dan karakteristik mata air Telaga Tirta Marta. Kompilasi berbagai data termasuk peta SRTM dan geologi regional dilakukan untuk mendapatkan informasi saling melengkapi dari berbagai data. Kajian pendahuluan ini memperlihatkan beberapa faktor geologi yang mengontrol kemunculan mata air Telaga Tirta Marta. Faktor-faktor tersebut, adalah: morfologi lokasi telaga yang terletak di kaki Gunungapi Slamet, jenis litologi yang berupa perlapisan lava dan lava vesikuler, dan struktur geologi yang berkembang di lokasi tersebut.
Pengembangan Aplikasi Penjadwalan Rapat Menggunakan Metode Phased Development Egia Rosi Subhiyakto; Yani Parti Astuti
Dinamika Rekayasa Vol 15, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2019
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2019.15.1.248

Abstract

Penggunaan teknologi informasi di sebuah institusi menjadi hal yang penting dalam mendukung kegiatan rutin sehari-hari, salah satunya adalah agenda rapat. Terjadinya bentrokan jadwal maupun ruangan menjadi urgensi penelitian ini. Disamping itu, pencatatan rapat masih dilakukan dalam buku atau memo juga meningkatkan risiko kehilangan dokumen baik karena keteledoran atau bencana alam. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan alternatif solusi permasalahan tersebut dengan membangun aplikasi penjadwalan rapat menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL. Analisis dilakukan menggunakan analisis berorientasi objek menggunakan beberapa diagram seperti diagram use case, diagram aktivitas dan diagram kelas. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode phased development. Metode ini terdiri dari beberapa tahapan yakni perencanaan, analisis, perancangan, implementasi lalu menghasilkan versi aplikasi. Berdasarkan hasil pengujian black box dari enam fitur utama menunjukkan bahwa aplikasi yang dibangun sudah  memenuhi standar fungsionalitas yang diharapkan. Hasil user acceptance test kinerja sistem dapat dikatakan 100% sudah memenuhi harapan karena berdasarkan hasil evaluasi pengguna mereka sangat setuju dan setuju terhadap semua parameter yang di evaluasi. Keunggulan dari aplikasi yakni kepuasan pengguna didapatkan 100% pengguna puas menggunakan aplikasi, antarmuka sistem menarik dan akan merekomendasikan aplikasi tersebut. Hanya saja untuk fungsionalitas sistem terdapat 7 responden yang menginginkan penambahan fitur baru.
Studi Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Di Aliran Sungai Desa Kejawar Banyumas Unggah Rizki Harto Jawadz; Hari Prasetijo; Widhiatmoko Herry Purnomo
Dinamika Rekayasa Vol 15, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2019
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2019.15.1.245

Abstract

Desa Kejawar memiliki sumberdaya air yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). Ketersediaan mercu bendung saluran pembawa, dan bak pengendap menjadi faktor utama diadakannya penelitian ini. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data primer berupa head yaitu dengan pengukuran langsung di lokasi perencanaan pembangunan PLTMH dan didapatkan hasil pengukuran head efektif setinggi 3,08m. Pengumpulan data sekunder berupa curah hujan, iklim, dan DAS sebagai perhitungan untuk debit andalan diperoleh hasil 0,05 ????3/????. Kapasitas daya dalam perencanaan pembangunan PLTMH ini sebesar 1,36 kW. Berdasarkan simulasi menggunakan aplikasi TURBNPRO 3.0 turbin yang digunakan bertipe kincir dan alternator 3 kW. Total investasi yang dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan PLTMH sebesar Rp. 31.699.531 dengan umur proyek selama 10 tahun. Kelayakan proyek perencanaan pembangunan PLTMH diperoleh nilai NPV pada discount factor 10% sebesar Rp. 37.063.244>0, BCR sebesar 2,1>1, PP selama 3,46 tahun < 10 tahun, IRR pada discount factor 34% sebesar 33,6%. Berdasar pada evaluasi proyek, dapat dikatakan perencanaan pembangunan PLTMH di aliran sungai Desa Kejawar layak dilakukan
Optimasi Setup Proses Engraving CNC Laser Cutting Material Akrilik Menggunakan Simplex Centroid Design dan Optimasi Respon Wijaya, Dewa Kusuma; Izzhati, Dwi Nurul
Dinamika Rekayasa Vol 15, No 1 (2019): Dinamika Rekayasa - Februari 2019
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2019.15.1.243

Abstract

Artikel ini membahas penelitian terkait optimasi komposisi level setup proses engraving mesin CNC laser cutting tipe G-Weike LC6090 terhadap material akrilik. Penelitian ini dibutuhkan karena tidak adanya acuan tabulasi level setup proses engraving pada mesin tersebut, sehingga setup proses hanya berdasarkan perkiraan. Hal ini memunculkan masalah terkait kualitas hasil proses, efisiensi permesinan, dan masa pakai tabung CO2 penghasil laser. Artikel ini memperlihatkan hasil optimasi komposisi level setup optimal proses engraving menggunakan Design of Experiment (DoE) dengan metode Simplex Centroid Design (SCD) dan optimasi multi respon. Faktor komposisi setup dalam penelitian ini adalah kecepatan proses, kekuatan, dan interval pemakanan laser. Sedangkan parameter multi respon yang diukur adalah waktu proses, depth, dan roughness. Model formulasi matematis akan dihasilkan dari setiap parameter responnya, kemudian dilakukan optimasi respon tersebut berdasarkan depth yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat trade off dari parameter multi responnya, serta diperoleh komposisi level setup optimal untuk batas depth (p) 0,3 mm ≥ p ≤ 1,34 mm.
Sejarah Geologi Pembentukan Cekungan Banyumas Serta Implikasinya Terhadap Sistem Minyak dan Gas Bumi Eko Bayu Satria; Sugeng Sapto Surjono; D. Hendra Amijaya
Dinamika Rekayasa Vol 15, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2019
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2019.15.1.242

Abstract

Cekungan Banyumas merupakan cekungan sedimen yang terletak di bagian selatan daratan Jawa Tengah, Indonesia. Cekungan Banyumas mempunyai cukup banyak rembesan minyak dan gas bumi, serta telah ada 5(lima) sumur minyak yang dibor namun belum menemukan cadangan yang ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai sejarah geologi Cekungan Banyumas berdasarkan data-data di lapangan, serta mengetahui bagaimana implikasinya terhadap sistem minyak dan gas buminya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pemetaan geologi permukaan yang dikombinasikan dengan data-data bawah permukaan dari data sekunder publikasi sebelumnya. Hasil penelitiannya adalah Cekungan Banyumas pada awalnya merupakan laut dalam, kemudian mulai membentuk cekungan lentur pada umur Oligosen akhir yaitu pada saat terbentuknya Pegunungan Selatan. Saat umur Miosen juga terbentuk busur vulkanik yang lain di sebelah utara Pegunungan Selatan dan terus bergerak ke utara sampai menjadi gunung saat ini yaitu Gunung Slamet. Kesimpulannya Cekungan Banyumas merupakan Island arc flexure basin atau volcanic arc flexure basin dengan sistem minyak dan gas bumi yang potensial
Penentuan Lokasi Rawan Kecelakaan Lalu Lintas dengan Pendekatan Fasilitas Perlengkapan Jalan di Kabupaten Purbalingga Ermawati, Anggun Dwi; Sugiyanto, Gito; Indriyati, Eva Wahyu
Dinamika Rekayasa Vol 15, No 1 (2019): Dinamika Rekayasa - Februari 2019
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2019.15.1.258

Abstract

Kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi oleh Pemerintah Indonesia. Berdasarkan data kecelakaan Satlantas Polres Purbalingga tahun 2016 sampai dengan 2017, terjadi 1130 kasus. Fasilitas perlengkapan jalan merupakan salah satu faktor penyebab tingginya nilai resiko kecelakaan. Salah satu upaya untuk mengurangi angka kecelakaan yaitu dengan melakukan penentuan dan penanganan lokasi rawan kecelakaan. Tujuan kajian ini adalah untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan dengan pendekatan fasilitas perlengkapan jalan. Sehingga, lokasi rawan kecelakaan dapat diprediksi sebelum insiden kecelakaan terjadi melalui pembobotan parameter fasilitas perlengkapan jalan. Penelitian dilakukan pada sepuluh ruas jalan di Kabupaten Purbalingga. Lima fasilitas perlengkapan jalan yang digunakan dalam pembobotan yaitu rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, alat penerangan jalan, dan alat pengendali dan pengaman pengguna jalan. Interval pembobotan untuk marka jalan, rambu lalu lintas dan alat pemberi isyarat lalu lintas adalah 1-9 dengan interval 1. Alat penerangan jalan dan alat pengendali dan pengaman pengguna jalan memiliki interval 1-9 dengan interval 2. Berdasarkan hasil pembobotan fasilitas perlengkapan jalan, urutan sepuluh lokasi rawan kecelakaan di Kabupaten Purbalingga adalah Jln. raya turut Desa Serang, Jln. raya turut Desa Selanegara, Jln. raya turut Desa Gembong, Jln. raya turut Desa Mangunegara, Jln. raya turut Desa Karanganyar, Jln. raya Mayjend Sungkono Desa Kalimanah Wetan, Jln. raya turut Desa Bajong, Jln. raya turut Desa Bojongsari, Jln. raya AW. Sumarmo Desa Kembaran Kulon, dan Jln. raya turut Desa Tlahab Lor
Studi Performansi Jarak Jangkauan Lora OLG01 Sebagai Infrastruktur Konektivitas Nirkabel Iot Eko Murdyantoro; Imron Rosyadi; Hilmi Septian
Dinamika Rekayasa Vol 15, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2019
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2019.15.1.239

Abstract

Dalam sistem Internet of things (IoT), berbagai macam obyek fisik disekitar manusia akan disensor dan direpresentasikan menjadi data digital untuk mendukung produktifitas manusia. Sensor dan aktuator sebagai node akan terhubung satu sama lain untuk diproses oleh sistem cerdas. Ada beberapa pilihan teknologi bagi pengembang sistem IoT untuk mengimplementasikan konektivitas antar node tersebut. Teknologi konektivitas nirkabel tersebut antara lain dengan modul GSM, wifi, bluetooth LE, Zigbee, NB-IoT, Sigfox dan LoRa yang menjadi topik studi ini. Teknologi LoRa dikembangkan terutama diproyeksikan sebagai infrastruktur konektifitas nirkabel pada sistem IoT. Beberapa potensi kelebihan fitur LoRa yang diklaim LoRa Alliance antara lain berdaya rendah; dapat mendukung konektifitas IoT skala luas sampai ribuan node dalam satu sel; dan termasuk dalam kategori jangkauan radio jarak jauh. Studi ini bertujuan untuk menguji performansi jarak jangkauan radio dari modul LoRa OLG01 pada sistem IoT yang dikembangkan pada frekuensi ISM 915MHz di atmosfer Indonesia. Dalam studi ini konfigurasikan node yang terhubung ke gateway agar dapat terhubung ke internet menjadi sistem IoT dengan set SF=7 dan BW= 125 kHz. Pembahasan dibatasi pada pengujian performansi jarak jangkauan dengan parameter RSSI (Received Signal Strength Indicator) dan jarak saat LOS (line of sight) dan non LOS (ada halangan). Jangkauan LoRa saat ini yang berhasil diukur sekitar radius 400m. Jarak jangkauan ini masih belum sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan yaitu sampai radius 5 km, sehingga masih perlu dicari solusi dan konfigurasi yang lebih optimal
Pemetaan Zona Kerentanan Bahaya Kebakaran Sebagai Upaya Mitigasi Awal Kebakaran Kota Yogyakarta Mustaqiman, Aulia Nur; Kurniawan, Kurniawan; Farkhah, Yuliana
Dinamika Rekayasa Vol 15, No 1 (2019): Dinamika Rekayasa - Februari 2019
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2019.15.1.247

Abstract

Kota Yogyakarta merupakan kota padat penduduk dengan sejumlah aktivitas manusia yang sangat  padat, serta konstruksi bangunan dengan potensi bahaya kebakaran yang tinggi, oleh karena itu perlu adanya upaya pemetaan sebagai langkah awal dari upaya mitigasi bahaya kebakaran (pencegahan dan pengurangan resiko bahaya kebakaran). Beberapa faktor yang dapat memicu bahaya kebakaran yaitu jenis aktivitas penduduk, material konstruksi bangunan, kerapatan antar bangunan, aksesibilitas jalan, jumlah mobil pemadam kebakaran, dan sumber air sebagai pemadaman. Faktor-faktor utama di atas menjadi latar belakang utama dalam penelitian ini, yaitu memetakan bahaya kebakaran di Kota Yogyakarta secara spasial tahun 2017 sebagai upaya mitigasi bahaya kebakaran. Metode yang digunakan dalam penentuan zonasi dan penanggulangan dini berupa metode kuatitatif dengan teknik scoring serta analisis spasial berbasis ArcGIS yang dilakukan dengan teknik overlay dengan beberapa variabel. Hasil penelitian membagi Kota Yogyakarta menjadi 3 (tiga) zona bahaya, yaitu kawasan rawan kebakaran kelas tinggi, sedang, dan rendah. Kawasan kerentanan tingkat tinggi diperoleh sebesar 53,08%, kawasan kerentanan tingkat sedang sebesar 15,65%, dan kawasan kerentanan tingkat  rendah (aman) sebesar 31,26%. Kerentanan kebakaran tingkat tinggi membutuhkan upaya mitigasi yang ketat dan kompleks, sedangkan kerentanan kebakaran tingkat sedang membutuhkan upaya mitigasi yang sedang, namun untuk kerentanan tingkat rendah berarti zona tersebut sudah aman dan tetap upaya mitigasi tidak boleh diabaikan, sehingga bahaya kebakaran di Kota Yogyakarta dapat ditekan sebaik mungkin

Filter by Year

2005 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2023 Vol 19, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2023 Vol 18, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2022 Vol 18, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2022 Vol 17, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2021 Vol 17, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2021 Vol 16, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2020 Vol 16, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2020 Vol 15, No 2 (2019): Dinamika Rekayasa - Agustus 2019 Vol 15, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2019 Vol 15, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2019 Vol 15, No 1 (2019): Dinamika Rekayasa - Februari 2019 Vol 14, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2018 Vol 14, No 2 (2018): Dinamika Rekayasa - Agustus 2018 Vol 14, No 1 (2018): Dinamika Rekayasa - Februari 2018 Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2018 Vol 13, No 2 (2017): Dinamika Rekayasa - Agustus 2017 Vol 13, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2017 Vol 13, No 1 (2017): Dinamika Rekayasa - Februari 2017 Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2017 Vol 12, No 2 (2016): Dinamika Rekayasa - Agustus 2016 Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2016 Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa Februari 2016 Vol 12, No 1 (2016): Dinamika Rekayasa Februari 2016 Vol 11, No 2 (2015): Dinamika Rekayasa - Agustus 2015 Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2015 Vol 11, No 1 (2015): Dinamika Rekayasa - Februari 2015 Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2015 Vol 10, No 2 (2014): Dinamika Rekayasa - Agustus 2014 Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2014 Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2014 Vol 10, No 1 (2014): Dinamika Rekayasa - Februari 2014 Vol 9, No 2 (2013): Dinamika Rekayasa - Agustus 2013 Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2013 Vol 9, No 1 (2013): Dinamika Rekayasa - Februari 2013 Vol 9, No 1 (2013): Dinamika Rekayasa - Februari 2013 Vol 8, No 2 (2012): Dinamika Rekayasa - Agustus 2012 Vol 8, No 2 (2012): Dinamika Rekayasa - Agustus 2012 Vol 8, No 1 (2012): Dinamika Rekayasa - Februari 2012 Vol 8, No 1 (2012): Dinamika Rekayasa - Februari 2012 Vol 7, No 2 (2011): Dinamika Rekayasa - Agustus 2011 Vol 7, No 2 (2011): Dinamika Rekayasa - Agustus 2011 Vol 7, No 1 (2011): Dinamika Rekayasa - Februari 2011 Vol 7, No 1 (2011): Dinamika Rekayasa - Februari 2011 Vol 6, No 2 (2010): Dinamika Rekayasa - Agustus 2010 Vol 6, No 2 (2010): Dinamika Rekayasa - Agustus 2010 Vol 6, No 1 (2010): Dinamika Rekayasa - Februari 2010 Vol 6, No 1 (2010): Dinamika Rekayasa - Februari 2010 Vol 5, No 2 (2009): Dinamika Rekayasa - Agustus 2009 Vol 5, No 2 (2009): Dinamika Rekayasa - Agustus 2009 Vol 5, No 1 (2009): Dinamika Rekayasa - Februari 2009 Vol 5, No 1 (2009): Dinamika Rekayasa - Februari 2009 Vol 4, No 2 (2008): Dinamika Rekayasa - Agustus 2008 Vol 4, No 2 (2008): Dinamika Rekayasa - Agustus 2008 Vol 4, No 1 (2008): Dinamika Rekayasa - Februari 2008 Vol 4, No 1 (2008): Dinamika Rekayasa - Februari 2008 Vol 3, No 2 (2007): Dinamika Rekayasa - Agustus 2007 Vol 3, No 2 (2007): Dinamika Rekayasa - Agustus 2007 Vol 3, No 1 (2007): Dinamika Rekayasa - Februari 2007 Vol 3, No 1 (2007): Dinamika Rekayasa - Februari 2007 Vol 2, No 1 (2006): Dinamika Rekayasa - Februari 2006 Vol 2, No 1 (2006): Dinamika Rekayasa - Februari 2006 Vol 1, No 1 (2005): Dinamika Rekayasa - Agustus 2005 Vol 1, No 1 (2005): Dinamika Rekayasa - Agustus 2005 More Issue