cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Arjuna Subject : -
Articles 610 Documents
Pengenalan Aksara Jawi Tulisan Tangan Menggunakan Freemen Chain Code (FCC), Support Vector Machine (SVM) dan Aturan Pengambilan Keputusan Safrizal .; Fitri Arnia; Rusdha Muharar
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.515 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.185.2016

Abstract

Jawi is one variant of Arabic script consists of 35 characters. Some of Jawi characters have the same main shape, but different number of dots in different location. Thus, recognition process of Jawi characters can be done by performing a classification based on the main shape. In recognition process, feature extraction plays an important role. In this research, Freeman Chain Code (FCC) was used as feature extraction and Support Vector Machine (SVM) as classifier. Then we apply the decision rules to classifySVMresult into Jawi characters. FCC is used to represent the boundary of Jawi characters into a chain code. Then the chain code is used bySVMto classify the characters into 19 groups. Feature of location and the number of dots are used by decision rules to classify the groups into Jawi characters. The Jawi characters are handwritten and generated by 10 writers from different backgrounds and ages. The recognition rate of this research was 80.00%.Keywords : Jawi script, handwriting, FCC, SVM, decision rules.Abstrak—Aksara Jawi merupakan salah satu varian dari aksara Arab yang terdiri dari 35 aksara. Dari 35 aksara Jawi  tersebut terdapat beberapa aksara dengan bentuk bagian utama yang sama namun memiliki letak dan jumlah titik yang berbeda. Karena perbedaan tersebut maka proses pengenalan aksara Jawi dapat dilakukan dengan melakukan klasifikasi berdasarkan perbedaan bentuk bagian utama. Pada penelitian ini Freeman Chain Code (FCC) digunakan sebagai ekstraksi fitur dan Support Vector Machine (SVM). FCC digunakan untuk merepresentasikan garis batas (boundary) aksara Jawi kedalam kode rantai. Kode rantai tersebut diklasifikasi dengan menggunakan SVM kedalam 19 kelompok. Fitur letak titik dan jumlah titik digunakan sebagai aturan pengambilan keputusan terhadap 19 kelompok hasil klasifikasi SVM kedalam aksara Jawi. Aksara Jawi yang digunakan merupakan tulisan tangan dari 10 orang penulis dari berbagai latar belakang dan umur. Tingkat keberhasilan klasifikasi penelitian ini mencapai 80,00%.Kata Kunci : aksara Jawi, tulisan tangan, FCC, SVM, aturan pengambilan keputusan
Perancangan dan Implementasi Cyclic Redundancy Check – 16 sebagai Metode Error Checking pada Transmisi Pesan Protokol Modbus Remote Terminal Unit Berbasis Microcontroller Unit Arief Wisnu Wardana; Eka Firmansyah; Addin Suwastono
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.458 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.189.2016

Abstract

This paper presents about the Cyclic Redundancy Check – 16, a generator polynomial for error detection, which is normally used in MODBUS Remote Terminal Unit. It starts with explaining the noise phenomena that are often  generated into a useful signal when it is transmitted through a  noisy channel. Some types of error which usually affects bits of a transmitted data bytes are introduced. The complete method for designing a good generator polynomial for detecting the error is then presented. Next, Cyclic Redundancy Check -16 as an example of generator polynimial is discussed. The explanation includes method for software implementation of the CRC. Two methods are introduced which are loop – driven method and table - driven method.  Finally, result of designed generator polynomial is shown, which consists of the algorithm and the routine example. The CRC -16 routine is then tested using some MODBUS messages.Keywords - Noise, generator polynomial, Cyclic Redundancy Check, MODBUS Remote Terminal Unit, lood – driven, table – driven, algorithm.Abstrak-Paper ini membahas tentang Cyclic Redundancy Check – 16, sebuah generator polynomial untuk mendeteksi error, yang biasanya digunakan pada MODBUS Remote Terminal Unit. Diawali dengan penjelasan tentang fenomena derau yang biasanya menyertai sebuah sinyal utama ketika sinyal tersebut ditransmisikan melalui sebuah kanal berderau. Beberapa tipe error yang biasanya mempengaruhi bit bit dari byte data yang ditransmisikan kemudian dijelaskan. Metode lengkap untuk mendesain sebuah generator polynomial untuk mendeteksi error kemudian dipaparkan. Selanjutnya, Cyclic Redundancy Check – 16 sebagai sebuah contoh generator polynomial dibahas. Pembahasan meliputi metode untuk implemenrasi software dari CRC tersebut. Dua metode diperkenalkan yaitu metode loop – driven dan metode table – driven. Pada bagian akhir, ditunjukkan hasil dari generator polynomial yang dirancang, yang terdiri dari algoritma nya dan salah satu contoh rutin programnya. Rutin CRC – 16 tersebut kemudian dites dengan menggunakan beberapa pesan MODBUS. Kata Kunci - Noise, generator polynomial, Cyclic Redundancy Check, MODBUS Remote Terminal Unit, lood – driven, table – driven, algorithm
Sistem Informasi Lalu Lintas Berbasis Raspberry Pi PC Board Fitria Rahmadina; Zaini .
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.148 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.190.2016

Abstract

Due to increasing routine society in the era of globalization, the growth rate of the road and the vehicle becomes unbalanced so that cause traffic jams.  Utilization of mini computers can help in the monitor of traffic density. This system implements Raspberry Pi equipped cameras to take pictures of the density of highways. The system is placed in a certain angle and height so that it can monitor the state of traffic. This research aims to build information systems using computer vision with background subtraction model. Image processed to produce data from calculation of contour feature such as traffic density which will be sent to the server. So in the end with this system information data traffic density directly can be known with accuracy of 87,6%.Keywords : Raspberry Pi, background subtraction, traffic density Abstrak - Seiring dengan meningkatnya rutinitas masyarakat pada era globalisasi, tingkat pertumbuhan jalan dan tingkat pertumbuhan kendaraan menjadi tidak seimbang sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas. Pemanfaatan mini komputer dapat membantu dalam memonitoring kepadatan lalu lintas. Sistem ini mengimplementasikan Raspberry Pi yang dilengkapi kamera untuk mengambil gambar dari keadaan jalan raya. Sistem diletakkan di ketinggian dan sudut tertentu sehingga dapat memantau keadaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan membangun sistem informasi menggunakan computer vision dengan teknik background subtraction. Gambar diolah sehingga menghasilkan data dari perhitungan contour feature berupa kepadatan lalu lintas yang selanjutnya akan dikirim ke server. Sehingga pada akhirnya dengan sistem ini informasi data kepadatan lalu lintas secara langsung dapat diketahui dengan akurasi sebesar 87,6%.Kata Kunci : Raspberry Pi, background subtraction, kepadatan lalu lintas.
Pengenalan Suara Burung Menggunakan Mel Frequency Cepstrum Coefficient dan Jaringan Syaraf Tiruan pada Sistem Pengusir Hama Burung Fajar Budiman; Muhammad Agung Nursyeha; Muhammad Rivai; Suwito .
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.504 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.191.2016

Abstract

Indonesia is one of the agricultural country that produces crops. Nevertheless, Indonesia still imports rice from other countries because of crop decreasement. One of its factors is caused by bird pests. In the ricefields ecosystem, the variety of bird species can be classified as a pest and as a non-pest. Non-pest birds usually help farmer against insects. Farmers are using traditional methods to repel bird pests. In this research, a software to recognize species of birds has been designed. The system is based on birdchirp types. A mono-microphone is used to capture the sound. Voice Activity Detection (VAD) method is used for birdchirp detection. Mel Frequency Cepstrum Coefficient (MFCC) and Fast Fourier Transform (FFT) are used to extract birdchirp feature. Artificial Neural Network is utilized to recognize the pattern of  birdchirp feature. Furthermore, audiosonic bird repeller is used to repel bird pests. In the offline mode testing, success level using MFCC feature extraction is up to 90% for birdchirp variation, while up to 68% using FFT. In the online mode, the average success level using MFCC feature extraction is 70% for finch birds, while 30% using FFT. In addition, a gunshot is a best sound to repel bird pests. The success rate of bird voice recognitions using MFCC feature extraction is higher than that using FFT.  Keywords : Bird pests, Voice Activity Detection, Fast Fourier Transform, Mel Frequency Cepstrum Coefficient.Abstrak—Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang memproduksi hasil pertanian. Namun, Indonesia masih mengimpor beras dari negara lain dikarenakan penurunan hasil panen. Salah satu faktor menurunnya produksi beras Indonesia adalah akibat serangan hama burung. Ekosistem sawah mengandung berbagai macam spesies burung, baik hama maupun non-hama. Burung non-hama menolong petani melawan hama serangga. Petani menggunakan metode tradisional untuk mengusir hama burung. Pada penelitian ini telah dirancang perangkat lunak untuk mengenali jenis burung berdasarkan kicauannya. Voice Activity Detection (VAD) digunakan untuk mendeteksi adanya kicau burung. Metode ekstraksi ciri suara dari kicau burung menggunakan Mel Frequency Cepstrum Coefficient (MFCC) dan Fast Fourier Transform (FFT). Jaringan Syaraf Tiruan digunakan untuk mengenali pola hasil ekstraksi. Selanjutnya, audiosonic bird repeller digunakan sebagai metode pengusiran hama burung. Hasil identifikasi offline dengan menggunakan MFCC didapatkan tingkat keberhasilan mencapai 90% untuk variasi kicauan dan jenis burung, sedangkan dengan FFT mencapai 68%. Hasil identifikasi online untuk spesimen burung bondol didapatkan tingkat keberhasilan 70% dengan menggunakan MFCC, dan 30% dengan FFT. Selain itu, suara tembakan merupakan suara yang paling baik digunakan untuk mengusir hama burung. Tingkat keberhasilan pengenalan suara burung menggunakan ekstraksi ciri MFCC lebih tinggi jika dibandingkan dengan ekstraksi ciri dengan menggunakan FFT.Kata Kunci : Hama Burung, Voice Activity Detection, Fast Fourier Trasnform, dan Mel Frequency Cepstrum Coefficient.
Application of Genetic Algorithm to Minimize Harmonic in Multilevel Inverter Firmansyah Nur Budiman; Novie Ayub Windarko; Son Kuswadi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.25 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.192.2016

Abstract

In inverter design, harmonic voltage is the main issue which affects the performance of the inverter. Generally, the harmonic minimization problem complexity is influenced by the number of harmonic orders to be minimized. This paper presents the utilization of genetic algorithm (GA) to solve harmonic minimization problem in multilevel inverter. The objective is to find relationship between the number of minimized harmonic orders and the results of total harmonic distortion (THD). The inverter to investigate is 11-level, but it is also applicable to multilevel inverters with any number of levels. The results show that harmonic contained in the output voltage has a small dependence on the number of harmonic orders that are minimized. However, the best results are still satisfied even though involving higher number of harmonics. The best-obtained THD, evaluated until 19th harmonic, is 2.76%, which is fairly low and thus acceptable.Keywords : Harmonic, genetic algorithm, multilevel inverter and optimization.Abstrak—Dalam desain inverter, harmonisa tegangan merupakan permasalahan utama yang mempengaruhi performa inverter. Pada umumnya, kompleksitas permasalahan minimisasi harmonisa dipengaruhi oleh jumlah orde harmonisa yang akan diminimisasi. Paper ini membahas utilisasi algoritman genetika untuk menyelesaikan persoalan minimisasi harmonisa di inverter multilevel. Tujuannya adalah untuk menemukan hubungan antara jumlah orde harmonisa yang diminimisasi dan total harmonic distortion (THD) yang dihasilkan. Inverter yang diinvestigasi adalah inverter 11-level, akan tetapi studi ini bisa diaplikasikan ke inverter multilevel dengan jumlah level yang lain. Hasil studi menunjukkan bahwa harmonisa di tegangan keluaran inverter memiliki keterkaitan yang kecil terhadap jumlah orde harmonisa yang diminimisasi. Akan tetapi, hasil yang paling bagus tetap masih didapatkan ketika jumlah harmonisa yang diminimisasi banyak. THD terbaik yang diperoleh, dievaluasi hingga harmonisa ke-19, adalah 2,76%, dimana angka ini cukup kecil dan dapat diterima.Kata Kunci : Harmonisa, algoritma genetika, inverter multilevel dan optimisasi.
Rekonfigurasi Jaringan Distribusi untuk Meminimisasi Rugi-Rugi pada Penyulang Kabut di Gardu Induk Teluk Betung Menggunakan Metode Binary Particle Swarm Optimization (BPSO) Osea Zebua; I Made Ginarsa
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.825 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.198.2016

Abstract

Distribution network reconfiguration is needed to minimize losses, especially in densely populated areas. Various reconfiguration methods and techniques have been proposed for the purpose of minimizing power losses. This paper presents a reconfiguration of the distribution network using the binary particle swarm optimization (BPSO) with a case study in Kabut feeder at the Teluk Betung substation. Reconfiguration is performed only by creating new lines without changing the number of lines. The results showed that with the planned four new lines, BPSO method can find new configuration to further minimizes losses. Active power losses resulting from the new configuration is 47.1043 kW or decreased by 1.81% of active power losses before the reconfiguration, i.e. 47.9477 kW. Voltage profile on each bus is better than those of before reconfiguration, where the minimum voltage obtained is 0.98603 per unit compared with a minimum voltage of 0.98597 per unit prior to reconfiguration. However, the selection of the best initial position of the whole of particle swarms outside loop configuration formed by new lines may cause a failure to find the best configuration.Keywords : Reconfiguration, distribution network, loss minimization, BPSO, feederAbstrak—Rekonfigurasi jaringan distribusi sangat diperlukan untuk mengurangi rugi-rugi khususnya pada daerah yang berpenduduk padat. Berbagai metode dan teknik rekonfigurasi telah diusulkan untuk tujuan meminimalkan rugi-rugi daya. Makalah ini menyajikan rekonfigurasi jaringan distribusi dengan menggunakan metode binary particle swarm optimization (BPSO) dengan studi kasus penyulang Kabut di gardu induk Teluk Betung. Rekonfigurasi dilakukan hanya dengan membuat saluran baru tanpa merubah jumlah saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan merencanakan empat saluran baru, metode BPSO dapat menemukan konfigurasi baru yang lebih meminimalkan rugi-rugi. Rugi-rugi daya aktif yang dihasilkan dari konfigurasi baru sebesar 47,1043 kW atau berkurang sebesar 1,81% dari rugi-rugi daya aktif sebelum rekonfigurasi, yakni 47,9477 kW. Profil tegangan pada setiap bus juga lebih baik dari tegangan sebelum rekonfigurasi, dimana tegangan minimum yang diperoleh adalah sebesar 0,98603 per unit dibandingkan dengan tegangan minimum 0,98597 per unit sebelum rekonfigurasi. Namun pemilihan posisi awal terbaik dari seluruh kumpulan partikel di luar lup konfigurasi yang dibentuk oleh saluran baru dapat menyebabkan kegagalan untuk menemukan konfigurasi terbaik.Kata Kunci : Rekonfigurasi, jaringan distribusi, minimisasi rugi-rugi, BPSO, penyulang
Enkripsi dan Dekripsi File dengan Algoritma Blowfish pada Perangkat Mobile Berbasis Android Siswo Wardoyo; Zaldi Imanullah; Rian Fahrizal
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.923 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.199.2016

Abstract

Cryptography is one of the ways used to secure data in the form of a file with encrypt files so that others are not entitled to know the file is private and confidential. One method is the algorithm Blowfish Cryptography which is a symmetric key using the algorithm to perform encryption and decryption. Applications that are built can perform file encryption-shaped images, videos, and documents. These applications can be running on a mobile phone that has a minimal operating system Android version 2.3. The software used to build these applications is Eclipse. The results of this research indicate that applications built capable of performing encryption and decryption. The results file encryption makes files into another unknown meaning. By using the keys numbered 72 bits or 9 character takes 1,49x108 years to break it with the speed it’s computation is 106 key/sec. Key length and secrecy key affecting the level of security files.Keywords: cryptography, algorithm Blowfish, symmetric key, Android, encryption, decryptionAbstrak - Kriptografi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengamankan data dalam bentuk file dengan mengenkripsi file sehingga orang lain tidak berhak mengetahui file yang sifatnya pribadi dan rahasia. Salah satu metode kriptografi adalah algoritma Blowfish yang merupakan algoritma yang menggunakan kunci simetris untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Aplikasi yang dibangun ini dapat melakukan enkripsi file berbentuk gambar, video, dan dokumen. Aplikasi ini dapat berjalan pada ponsel yang minimal memiliki sistem operasi Android versi 2.3. Perangkat lunak yang digunakan untuk membangun aplikasi ini adalah Eclipse. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi yang dibangun mampu melakukan enkripsi dan dekripsi dengan baik. Hasil enkripsi file membuat file menjadi tidak diketahui lagi maknanya. Dengan menggunakan kunci berjumlah 72 bit atau 9 karakter dibutuhkan waktu  1,49x108  tahun untuk membongkarnya dengan kecepatan komputasinya adalah 106 key/sec. Kata kunci: kriptografi, algoritma Blowfish, kunci simteris, Android, enkripsi, dekripsi.
Analisis Performansi Routing Protocol OLSR Dan AOMDV Pada Vehicular Ad Hoc Network (VANET) Rianda Anisia; Rendy Munadi; Ridha Muldina Negara
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.577 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.204.2016

Abstract

Vehicular Ad-Hoc Network (VANET) is a development of the Mobile Ad-Hoc Network (MANET), which makes the vehicle as its nodes. VANET technology is expected to improve the security of drivers while driving on a highway between the others, with the map location, traffic information, warning if there will be a collision, and internet access in the vehicle. However, VANET has the characteristics of a network rapidly changing due to the rapid movement of nodes that need to have a routing protocol that is considered suitable and efficient so that data transmission can be optimally lasts. This research will be simulated and analyzed the comparative performance of Optimized Link State Routing Protocol (OLSR) and Ad Hoc On-demand Multipath Distance Vector (AOMDV) using urban conditions (urban). The environment will be tested in speed changes and the effect of the number of nodes nodes. This simulation was done using NS-equipped with SUMO 0.12.3 2:34. as mobility MOVE as a script generator and generator Performance was measured using parameters such as Average throughput comparison, Packet Delivery Ratio, Average End-to-end delay, Normalized Routing Load, and Routing Overhead. Results of analysis in environmental VANET, routing protocols AOMDV superior routing protocol than OLSR. Because almost all parameters tested in scenarios of changes in the number of nodes and node speed AOMDV have better performance so AOMDV more efficient use on urban environmental conditions.Keywords : VANET, NS-2, OLSR, AOMDV, SUMO, MOVEAbstrak— Vehicular Ad-Hoc Network (VANET) merupakan pengembangan dari Mobile Ad-Hoc Network (MANET) yang menjadikan kendaraan sebagai node nya. Teknologi VANET diharapkan dapat meningkatkan keamanan pengemudi saat berkendara di jalan raya antara lain dengan adanya map location, informasi lalu lintas, peringatan jika akan terjadi tabrakan, dan akses internet pada kendaraan. Namun, VANET memiliki karakteristik jaringan yang cepat berubah karena pergerakan node yang cepat sehingga perlu dipilih protokol routing yang dinilai cocok dan efisien sehingga pengiriman data dapat berlangsug secara maksimal. Pada penelitian ini akan disimulasikan serta dianalisis perbandingan kinerja Optimized Link State Routing Protocol (OLSR) dan Ad Hoc On demand Multipath Distance Vector (AOMDV) menggunakan kondisi urban (perkotaan). Di lingkungan tersebut akan diuji perubahan kecepatan node dan pengaruh jumlah node. Simulasi ini dilakukan dengan menggunakan NS-2.34 dilengkapi dengan SUMO 0.12.3. sebagai mobility generator dan MOVE sebagai script generator Performansi diukur menggunakan parameter perbandingan berupa Average throughput, Packet Delivery Ratio, Average End-to-end delay, Normalized Routing Load, dan Routing Overhead. Hasil analisis di lingkungan VANET, protokol routing AOMDV lebih unggul dibandingkan protokol routing OLSR. Karena hampir pada semua parameter yang diujikan pada skenario perubahan jumlah node maupun kecepatan node AOMDV memiliki performansi yang lebih baik sehingga AOMDV lebih efisien digunakan pada kondisi lingkungan perkotaan.Kata Kunci : VANET, NS-2, OLSR, AOMDV, SUMO,MOVE
Analisis Performansi Algoritma Penjadwalan Log Rule dan Frame Level Schedule Skenario Multicell Pada Layer Mac LTE Ridwan .; Indrarini Dyah Irawati; Ridha Muldina Negara
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.601 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.205.2016

Abstract

Mobile telecommunications technology gradually evolved to support better services such as voice, data, and video to users of telecommunications services. LTE (Long Term Evolution) is a network based on Internet Protocol (IP) standardized by 3rd Generation Partnership Project (3GPP). To support it, LTE requires a mechanism that can support. One of them by applying methods of scheduling packets in each service. Scheduling is a different treatment to packets that come in accordance with the priorities of the scheduling algorithm. In this research, to analyze the performance of LTE with paramater delay,  packet loss ratio,  throughput  and fairness index uses a scheduling algorithms Frame Level Schedule (FLS) and Log Rule on LTE-Simulator with scenarios using Voip traffic, Video and Best Effort (BE). The results is scheduling algorithms FLS is better than log rule in term of throughput values, while of scheduling algorithms log rule is better than FLS in terms of delay based on the number and speed of the users. This indicates that both scheduling algorithms suitable for use in LTE networks within conditions of traffic real time services, but not for non real time services such as BE.Keywords LTE, Scheduling, QoS, Triple Play Services, Log Rule dan FLS. Abstrak — Teknologi telekomunikasi selular berkembang guna mendukung layanan triple play yaitu voice, data, dan video yang lebih baik kepada pengguna jasa telekomunikasi. LTE (Long Term Evolution) adalah suatu jaringan berbasis IP (Internet Protokol) yang distandarisasi oleh 3GPP (3rd Generation Partnership Project). Untuk mendukung hal itu, LTE memerlukan suatu mekanisme yang dapat mendukungnya. Salah satunya dengan menerapkan metode penjadwalan paket di tiap layanan. Penjadwalan adalah perlakuan terhadap paket yang datang sesuai dengan prioritas dari masing-masing algoritma penjadwalan. Pada penelitian ini, menganalisis performansi LTE dengan parameter Delay, Packet loss, Throughput dan Fairness Index menggunakan algoritma penjadwalan FLS (Frame Level Schedule)  dan Log Rule pada LTE-Simulator dengan skenario menggunakan trafik VoIP, Video dan BE (Best Effort). Hasil yang didapatkan adalah penjadwalan algoritma FLS lebih baik dibandingkan Log Rule dalam hal throughput sedangkan penjadwalan algoritma Log Rule lebih baik dibandingkan FLS dalam hal delay berdasarkan perubahan jumlah dan kecepatan user di setiap layanan real time. Hal ini menandakan kedua algoritma ini sangat cocok digunakan untuk jaringan LTE dengan kondisi trafik layanan real time, tetapi tidak untuk layanan seperti non real time yakni BE.Kata Kunci : LTE, Scheduling, QoS, layanan triple play, Log Rule dan FLS.
Implementasi Cloud Computing Menggunakan Openvz dalam Perkuliahan Praktikum Sistem Operasi Muhammad Arif Fadhly Ridha
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 1: Maret 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.737 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n1.207.2016

Abstract

Cloud computing is the latest technology that are built using virtualization service that makes server becomes abstract and can be accessed from anywhere. One of the virtualization technology that can be used to build a cloud network is OpenVZ on Linux operating system. Currently the lab lectures operating systems generally use desktop virtualization software such as VMWare or Vritualbox that often cause problems such as the threat of viruses, loss of data and configuration. Therefore, a centralized system using cloud computing and virtualization designed and implemented so that such problems can be avoided. Cloud Computing systems are made using OpenVZ so that each student will have a virtual server account on the cloud system. Results from the research showed that the use of Cloud Computing in the lab can be applied to operating system course and can solve error plobems than using Virtual Machine Application.Keywords : Cloud Computing, OpenVZ, Operating System, VirtualizationAbstrak—Cloud computing merupakan teknologi masa kini yang dibangun menggunakan layanan virtualisasi sehingga membuat server menjadi abstrak dan dapat diakses darimana saja. Salah satu teknologi virtualisasi yang dapat digunakan untuk membangun jaringan cloud adalah OpenVZ pada sistem operasi linux. Saat ini perkuliahan praktikum sistem operasi umumnya menggunakan aplikasi virtualisasi desktop seperti VMWare atau Vritualbox yang sering menimbulkan masalah seperti ancaman virus, kehilangan data dan konfigurasi. Oleh karena itu sebuah sistem terpusat menggunakan cloud computing dan virtualisasi dirancang dan diterapkan agar masalah tersebut dapat dihindari. Sistem Cloud Computing yang dibuat menggunakan OpenVZ sehingga setiap mahasiswa akan memiliki sebuah account virtual server pada sistem cloud. Hasil dari penelitan menunjukkan bahwa penggunaan Cloud Computing dalam praktikum sistem operasi dapat diterapkan dan mampu mengatasi masalah error yang terjadi pada aplikasi Virtual Machine.Kata Kunci : Cloud Computing, OpenVZ, Sistem Operasi, Virtualisasi