cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Arjuna Subject : -
Articles 610 Documents
Peningkatan Unjuk Kerja Sistem Transmisi Komunikasi Digital pada Penerima dengan Menggunakan Teknik Diversity Equal Gain Combining Baharuddin Abbas; Ondri Yudha Rusli
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.471 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.266.2016

Abstract

In digital communication systems, their fading and noise in the channel will disrupt or degrade the performance of a digital communication system. Where this disorder, can cause the error detection signal, so as to change bits or symbols at the receiver side. By applying the techniques of the equal gain combining diversity at the receiving end, it can be improved the performance of the digital communication system. Through simulation in this study have been analyzed, the effect of the application of the equal gain combining diversity technique on the affected system noise AWGN and Rayleigh fading. The magnitude of the effect of the equal gain combining diversity technique used can be determined through analysis of the BER. The simulation results of this study indicate that, an increase in system improvements dipenerima average two times better when compared to without using equal gain combining diversity technique.Keywords : Diversity Equal Gain Combining, Noise AWGN, Fading Rayleigh, BERAbstrak - Pada sistem komunikasi digital, adanya fading dan noise di kanal akan mengganggu maupun menurunkan kinerja sistem komunikasi digital. Dimana gangguan ini, dapat menyebabkan terjadinya kesalahan pendeteksian sinyal, sehingga dapat terjadi perubahan bit atau simbol pada sisi penerima. Dengan menerapkan teknik diversity equal gain combining pada sisi penerima, maka dapat ditingkatkan kinerja dari sistem komunikasi digital tersebut. Melalui simulasi dalam penelitian ini telah dianalisa, pengaruh penerapan teknik diversity equal gain combining pada sistem yang terkena noise AWGN dan fading Rayleigh. Besarnya pengaruh dari teknik diversity equal gain combining  yang digunakan dapat diketahui melalui analisa BER.  Hasil simulasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa, adanya peningkatan perbaikan sistem dipenerima rata rata dua kali lebih baik bila dibandingkan dengan tanpa menggunakan teknik diversity equal gain combining.Kata kunci : Diversity Equal Gain Combining, Noise AWGN, Fading Rayleigh, BER
Optimasi Pengendali PID pada Pesawat Autopilot Berbasiskan Algoritma Genetika Muhammad Ilhamdi Rusydi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.102 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.267.2016

Abstract

Nowadays, technology counts automation as one of the considerable features on it. The ability of machine to work independently become very important, like in aircraft industry. Aircrafts which able to decide their own path are called autopilot. In this research, the control system of pesawat was designed to keep it fly on the reference of high based on the pilot demands. Using the transfer function of aircraft, PID controller was designed based on genetic algorithm (PID-GA). The performance of PID-GA was compared to the PID which was tuned by Ziegler-Nichlos. The result showed that the chosen PID-GA which the threshold, generation and population are 10, 30, 50 performed better performance than PID-ZN. The parameter of proportional, integral and derivate controller are 9,66, 9,15 and 9.06. The specification of the  system performance based on PID-GA were 0.55 second of rise time, 5.3 second of rise time. This result were better than the PID-ZN results. The system performance based on PID-ZN 0.732 second of rise time and 19.1 second of settling time..Keywords : Autopilot, Genetic Algorithm, PIDAbstrak—Teknologi pada saat sekarang ini telah menyentuh sisi otomatisasi yang handal. Kemampuan mesin untuk bekerja secara mandiri menjadi suatu hal yang sangat penting dewasa ini, begitu juga pada industri pesawat. Pesawat yang dapat menentukan lintasan terbangnya sendiri disebutkan juga dengan autopilot. Pada penelitian ini telah dikembangkan sistem pengendalian pesawat yang dapat menjaga ketinggian terbangnya sesuai dengan yang diinginkan pilot. Dengan menggunakan fungsi alih dari sistem pesawat, maka pengendali PID dirancang berdasarkan metoda algoritma genetika atau PID-GA. Performa kendali PID-GA ini ternyata jauh lebih baik jika dibandingkan dengan metoda pengendali PID-Ziegler Nichlos (PID-ZN). Metoda pengendali PID-GA yang dipilih bekerja pada nilai batas=10, banyak generasi=30 dan populasi sebesar 50. Konstanta proporsional, integral dan derivatif yang dihasilkan adalah 9,66; 9,15 dan 9,06. Dengan kriteria tersebut, waktu naik sistem diperbaiki dari 0,732 detik pada PID-ZN menjadi 0,55 detik pada PID-GA. Sistem juga lebih cepat stabil, dimana pada PID-ZN sistem stabil setelah 19,1 detik sedangkan pada PID-GA sistem sudah stabil dalam jangka waktu 5,3 detik. Hasil ini memperlihatkan betapa kendali PID-GA bekerja sangat baik pada sistem pesawat autopilot.Kata Kunci : Autopilot, Algoritma Genetika, PID.
Simulasi Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Angin Menggunakan Doubly Fed Induction Generator (DFIG) dengan Back-To-Back Converter Anisa Harumwidiah; Adi Kurniawan
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.287 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.269.2016

Abstract

Wind turbine is one of the solutions to overcome the decreasing amount of fossil fuel. One type of generator which can be used on wind turbine application is Doubly Fed Induction Generator (DFIG). The AC current is supplied from both stator winding which connected directly to the grid and rotor winding which connected to the grid through back-to-back power electronic converter. This paper provides simulation of wind turbine using DFIG connected to the grid through back-to-back converter. The back-to-back converter is operated in order to control the rotor speed of DFIG, so that the DFIG can generate maximum power and maintain constant voltage on DC link capacitor. The system is equipped with Maximum Power Point Tracking (MPPT) method to generate maximum power on various wind speed condition. The simulation results show that the control system has high accuracy, proven with error value under 1% on various wind speed condition.Keywords : Doubly Fed Induction Generator (DFIG), Back-to-back Converter, and renewable energyAbstrak— Turbin angin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi sumber energi fosil yang jumlahnya semakin terbatas. Salah satu generator yang digunakan untuk turbin angin adalah Doubly Fed Induction Generator (DFIG). Arus AC yang disuplai berasal dari belitan stator yang terhubung langsung dengan jaringan dan belitan rotor yang juga terhubung dengan jaringan melalui power electronic converter dengan jenis back-to-back converter. Pada penelitian ini dilakukan simulasi pembangkit listrik tenaga angin menggunakan DFIG yang dihubungkan ke jaringan melalui back-to-back converter. Konverter ini dioperasikan dengan tujuan mengontrol kecepatan rotor DFIG agar menghasilkan daya maksimum dan menjaga nilai tegangan kapasitor DC tetap konstan. Sistem dilengkapi dengan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) untuk menghasilkan daya maksimum pada kecepatan angin yang berbeda-beda. Hasil simulasi untuk pengujian akurasi rangkaian kontrol menunjukkan nilai akurasi yang tinggi dibuktikan dengan nilai error dibawah 1% untuk semua kondisi kecepatan angin.Kata Kunci : Doubly Fed Induction Generator (DFIG), Back-to-back Converter, dan energi terbarukan.
Desain dan Implementasi Remote Terminal Unit (RTU) Berbasis Arm Cortex pada Simulator Distribusi Air Murie Dwiyaniti; Kendi Moro Nitisasmita
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.486 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.272.2016

Abstract

In industry, the control apparatus and instruments at the field level use a PLC in general. Unfortunately, PLC is a proprietary or copyright of a multinational corporation, which make their costs relatively expensive. Alternative controllers can be implemented based on RTU microcontrollers which are of low costs, low power consumption but have high reliability and can be applied in a variety of plants. In this research, RTU based on a microcontroller, 32-bit ARM Cortex XMC 4500, has been developed and applied as a controller of water distribution simulator. This RTU has 8 inputs and 6 outputs digital, 3 inputs and 2 outputs analog. The result shows that the RTU works properly in accordance to the specifications that had been predetermined. This has been proven by the proper functioning of all digital and analog IO modules, serial communication modules and power supply modules.Keywords : RTU, ARM Cortex, XMC4500, water distribution simulatorAbstrak— Di industri, umumnya, pengendali peralatan dan instrumen pada field level menggunakan PLC. Namun PLC ini merupakan hak milik atau hak cipta (proprietary) suatu korporasi multinasional sehingga berpengaruh pada harga jual yang relatif mahal (costly). Alternatif pengendali adalah RTU berbasis mikrokontroler yang berbiaya murah, konsumsi daya rendah namun realibilitas tinggi dan dapat diaplikasikan di berbagai plant. Pada penelitian ini, dibuat RTU berbasis mikrokontroler ARM Cortex 32-bit XMC 4500 yang diaplikasikan sebagai pengendali simulator distribusi air. RTU ini mempunyai 8 input dan 6 output digital, 3 input dan 2 output analog. Hasilnya, RTU bekerja dengan baik sesuai dengan deskripsi kerja yang telah ditentukan sebelumnya.  Hal ini ditandai dengan berfungsinya semua modul IO digital dan analog, modul komunikasi serial dan modul power supply.Kata Kunci : RTU, ARM Cortex, XMC 4500, simulator distribusi air
Perancangan Sistem Kendali Otomatis pada Smart Home menggunakan Modul Arduino Uno Danny Kurnianto; Abdul Mujib Hadi; Eka Wahyudi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.395 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.276.2016

Abstract

Efisiensi, efektifitas dan penghematan energi listrik telah menjadi topik penelitian yang menarik banyak peneliti sekarang ini. Model teknologi telah banyak yang diusulkan untuk meningkatkan efektifitas dan hemat energi listrik bagi hajat hidup masyarakat. Salah satu contohnya adalah model teknologi Smart Home. Model Smart Home yang diusulkan pada penelitian ini dikendalikan secara terpusat oleh sebuah mikrokontroler Arduino Uno. Mikrokontroler mendeteksi output dari dua sensor magnetik yang terpasang di pintu masuk. Tanggapan mikrokontroler terhadap dua output sensor magnetik berupa kendali terhadap lampu ruang, kipas angin, perangkat pengusir nyamuk dan tampilan LCD. Sistem akan bekerja otomatis ketika seseorang masuk ke dalam rumah.  Lampu ruang akan menyala secara otomatis, kipas angin akan bekerja sesuai dengan kondisi suhu ruang dan perangkat pengusir nyamuk akan bekerja secara otomatis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model Smart Home yang diusulkan dapat bekerja dengan baik sesuai perancangan dengan tingkat keberhasilan sebesar 100%.
Evaluasi Keandalan Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang Terhubung ke Grid Adrianti Adrianti
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.909 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.281.2016

Abstract

The reliability of a photovoltaic system is influenced by two kind of challenges i.e. the availability of the sunlight and the readiness of the PV system components to generate power. A PV system consists of electronic components which are placed outdoors and suffered harsh weather, therefore its reliability needs to be evaluated. Bayesian Networks are utilized to calculate the probabilities of having full and reduced power output of the PV system. The study results show that the reduced power output state of the PV system is twice more likely than the no-output state. In general, the reliability of the PV system is relatively good.Keywords : Photovoltaic, Reliability and Bayesian NetworkAbstrak— Keandalan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dipengaruhi oleh dua jenis permasalahan yaitu ketersediaan cahaya matahari dan kesiapan peralatan PLTS untuk membangkitkan  daya listrik. Peralatan PLTS terdiri dari perangkat elektronik yang ditempatkan di luar ruangan dan mengalami berbagai kondisi cuaca, sehingga perlu dievaluasi keandalannya dalam membangkitkan daya listrik. Pada tulisan ini dilakukan evaluasi keandalan PLTS dari segi kesiapaan peralatan untuk membangkitkan daya. Metoda Bayesian Network digunakan dalam menghitung probabilitas PLTS untuk menghasilkan daya penuh dan tidak penuh (reduced output). Hasil yang diperoleh menunjukkan probabilitas kondisi tanpa output daya pada PLTS dua kali lebih sedikit dibandingan reduced output. Secara keseluruhan keandalan PLTS cukup baik.Kata Kunci : PLTS, keandalan dan Bayesian Network
Pengembangan Modul Klasifikasi Apel Envy dan Pasific Rose Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan (JST) Farah Zakiyah Rahmanti; Prajanto Wahyu Adi; Ion Ataka; Septian Enggar Sukmana
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.546 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.283.2016

Abstract

The variety of apple has similarity with each other, therefore it makes human visual perception difficult to differentiate some of them.  The conventional way is often carried out human vision  subjective perception, this way makes classification result becomes less. Apple classification  using information technology is one step to classify apple more accurate and to help human in apple plantations processing. The goal of this research is developing classification stage on envy and pasific rose apple. The major goal is to classify envy and pacific rose apple using Artificial Neural Network (ANN). Doing feature extraction of training and testing apple images aims that  images can be recognized as envy or pasific rose. The way of getting feature extraction is using statistical approach of RGB color histogram from an image. The feature extraction values of RGB color histogram of apple images are intensity, standard deviation, skewness, energy, entropy, and smoothness. Then, those values as an input of classification step using ANN feed-forward backpropagation. The results of this research are consists of three scenario of experiment, first skenario is using 50 training data 10 testing data, it has accuracy value 80%. Second scenario is using 70 training data 10 testing data, it also has accuracy value 80%. Third scenario is using 90 training data 10 testing data, it has accuracy value 90%. This experiment result shows that the highest accuracy value is in third scenario.Keywords : Apple, Feature extraction, Artificial neural network, BackpropagationAbstrak — Jenis apel yang beragam dan beberapa diantaranya memiliki kemiripan membuat persepsi pandang manusia sulit membedakan jenis-jenis apel tertentu. Cara konvensional yang sering dilakukan adalah penilaian subyektif dari persepsi pandang manusia. Penilaian subyektif tersebut bisa menghasilkan pengelompokan jenis apel yang kurang tepat. Teknik pengenalan jenis apel berbasis teknologi informasi menjadi salah satu langkah untuk membantu pengelompokan jenis apel supaya lebih tepat dan akurat serta lebih meringankan tugas manusia pada bidang pengolahan hasil perkebunan apel. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tahapan klasifikasi apel envy dan pasific rose. Tujuan utamanya adalah mengklasifikasi buah apel jenis envy dan pasific rose dengan menggunakan Jaringan Saraf Tiruan (JST) atau sering disebut dengan Artificial Neural Network (ANN). Citra apel terlebih dahulu dilakukan ekstraksi fitur yang unik dari citra latih dan citra uji, agar citra tersebut dapat dikenali.  Salah satu cara ekstraksi fitur adalah dengan menggunakan pendekatan statistik dari histogram warna RGB sebuah citra. Nilai-nilai yang bisa diambil dari histogram warna RGB citra apel adalah nilai rerata intensitas, standar deviasi, skewness, energi, entropi, dan smoothnes.  Kemudian nilai-nilai tersebut sebagai nilai masukan untuk tahapan klasifikasi menggunakan JST feed-forward backpropagation. Hasil pengujian dibagi menjadi tiga skenario, pertama dengan data latih 50 data uji 10 memiliki nilai akurasi sebesar 80%. Skenario pengujian kedua dengan data latih 70 data uji 10 memiliki nilai akurasi sebesar 80%. Skenario pengujian ketiga dengan data latih 90 data uji 10 memiliki akurasi sebesar 90%. Hasil pengujian tersebut menunjukan bahwa nilai akurasi tertinggi terletak pada pengujian ketiga.Kata Kunci : Apel, Ekstraksi fitur, Jaringan saraf tiruan, Backpropagation
Implementasi Fuzzy Logic Controller untuk Mengatur Ph Nutrisi pada Sistem Hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) Dian Pancawati; Andik Yulianto
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.565 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.284.2016

Abstract

One solution to solve limited agricultural land is applying hydroponics Nutrient Film Technique (NFT). The advantage of NFT is using water circulated as a growing medium in order to obtain water, nutrients and oxygen to accelerate the growth of plants with good results. The most important parameter is the pH of nutrients. This article discusses how to design an automatic nutritional pH control system by implementing the method of Fuzzy Logic Controller. The control system use Arduino Mega2560, Analog pH Meter Kit as input, and the solenoid valve as actuators. The best response of the implementation of Fuzzy Logic Controller with the system which has 25 rules. The response shows that the system has in 1200 millisecond rise time and the steady state in 5530 milliseconds to increase the pH. While to decrease  the pH system has response of rise time at 2000 milliseconds and steady state at the time of 3000 milliseconds. The system is able to maintain the pH at 5.5, with the result of the growth of lettuce as high as 20 cm and seven leaves for 54 days.Keywords : Fuzzy Logic Controller, Hydroponic, Nutrient Film Technique.Abstrak — Salah satu solusi terhadap permasalahan keterbasatan lahan dalam bercocok tanam adalah menerapkan metode hidroponik Nutrient Film Technique (NFT). Metode ini memiliki kelebihan yaitu memanfaatkan air yang tersirkulasi sebagai media tanam agar memperoleh air, nutrisi dan oksigen sehingga mampu mempercepat pertumbuhan tanaman dengan hasil yang baik. Salah satu parameter terpenting dari metode ini adalah mempertahankan pH nutrisi yang dipantau secara berkala. Artikel ini membahas tentang bagaimana merancang sistem kontrol pH nutrisi otomatis dengan menerapkan metode Fuzzy Logic Controller. Adapun sistem kontrol yang digunakan adalah Arduino Mega2560 dengan Analog pH Meter Kit sebagai masukan, serta solenoid valve sebagai aktuator pada sistem kontrol tersebut. Performasi respon sistem terbaik dari implementasi Fuzzy Logic Controller terdapat pada sistem yang memiliki 25 aturan. Dihasilkan rise time 1200 milisecond dan time settling pada waktu ke 5530 milisecond untuk menaikkan pH. Sedangkan untuk menurunkan pH, respon sistem menunjukkan rise time pada waktu 2000 milisecond dan time settling pada waktu 3000 milisecond. Sistem mampu mempertahankan pH sebesar 5,5 dengan hasil pertumbuhan selada setinggi 20 cm dan banyak daun 7 helai selama 54 hari.Kata Kunci : Fuzzy Logic Controller, Hidroponik, Nutrient Film Technique.
Studi Stabilitas Pemasangan PSS dengan Memanfaatkan Sinyal Global Berbasis PSO pada Sistem Tenaga Multimesin Fajar Prasetia; Sasongko Pramono Hadi; Sarjiya .
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.172 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.285.2016

Abstract

This paper presents stability a study on multi-machine power system is equipped with PSS based on global signal as a control signal. Filters in PSS structure is designed based on frequency response, whereas the lead-lag parameters optimized by PSO. The performance of design proposed tested on 3-Machine 4-Bus power system that disturb with load increasing. The eigenvalue and participation factor analysis results show that system with PSS based on coordination between local and global signal have a performance such us damping ratio, settling time and overshoot are better than system with PSS based on local signal only.Keywords : Multi-machine, PSS, global signal, PSO, eigenvalue analysis, participation factor, stability.Abstrak—Paper ini menyajikan studi stabilitas pada sistem tenaga multimesin yang dilengkapi dengan PSS berbasis sinyal global sebagai sinyal kendali. Filter dalam struktur PSS dirancang berdasarkan tanggapan frekuensinya, sedangkan parameter lead-lag dioptimisasi dengan PSO. Unjuk kerja dari rancangan ini diuji pada test system 3-Mesin 4-Bus yang diganggu dengan kenaikan beban. Hasil analisis eigenvalue, participation factor dan simulasi domain waktu menunjukkan bahwa sistem dengan PSS berbasis koordinasi antara sinyal lokal dan sinyal global memiliki unjuk kerja berupa rasio redaman, settling time dan overshoot yang lebih baik dari PSS berbasis sinyal lokal saja.Kata Kunci : Multimesin, PSS, sinyal global, PSO, analisis eigenvalue, participation factor, stabilitas.
Memperbaiki Tegangan dan Rugi–rugi Daya pada Sistem Transmisi dengan Optimasi Penempatan Kapasitor menggunakan Algoritma Genetika Syukri Yunus; Heru Dibyo Laksono; Putri Nidya
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.843 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.291.2016

Abstract

Electric power system is said to have a high degree of reliability if the system is able to provide a supply of electrical energy required by consumers continuously. Power loss that occurs in line resulting voltage drop on the line and cause a loss due to the decreasing reliability of the system to supply power to the load. To reduce the power loss in the line do installation of capacitors. Installation of capacitors conducted by calculating the position of the placement and size, so that placement of capacitors that do can be optimized to reduce losses that occur. Optimal methods are quite effective is algorithm genetics. In this method, capacitor placement is done with the chromosome leads to the selection obtained. The best results will be obtained from a chromosome that contains a condition that there is optimum placement of capacitors that can minimize power loss that occurs in the channel as well as minimize the amount of use of the capacitor. The comparison can be done by using Newton Raphson power flow between before and after forging capacitor.Keywords : Power losses, voltage, algorithm genetics, capacitors, chromosomeAbstrak— Suatu sistem tenaga listrik dikatakan memiliki tingkat keandalan yang tinggi apabila sistem tersebut mampu menyediakan pasokan energi listrik yang dibutuhkan oleh konsumen secara kontinyu. Rugi–rugi daya yang terjadi pada saluran mengakibatkan turunnya tegangan pada saluran dan menyebabkan kerugian karena semakin berkurangnya keandalan sistem dalam menyalurkan listrik ke beban. Untuk mengurangi terjadinya rugi–rugi daya pada saluran dilakukan pemasangan kapasitor. Pemasangan kapasitor dilakukan dengan memperhitungkan posisi penempatan serta ukurannya, agar penempatan kapasitor yang dilakukan dapat optimal dalam mengurangi rugi–rugi yang terjadi. Metode optimasi yang yang cukup efektif adalah algoritma genetika. Pada metode ini, penempatan kapasitor dilakukan dengan mengarah pada pemilihan kromosom yang diperoleh. Hasilnya akan diperoleh kromosom terbaik dari sebuah populasi yang ada yang berisi kondisi optimum penempatan kapasitor yang dapat memperkecil rugi–rugi daya yang terjadi pada saluran sekaligus meminimalisir banyaknya penggunaan kapasitor. Perbandingan yang bisa dilakukan dengan menggunakan aliran daya Newton-Raphson antara sebelum dan sesudah penempatan kapasitor.Kata Kunci : Rugi-rugi daya, Tegangan, Algoritma genetika, Kapasitor, Kromosom.