cover
Contact Name
Tian Kurniawan
Contact Email
tiankurniawan@upi.edu
Phone
+6282240234627
Journal Mail Official
tiankurniawan@upi.edu
Editorial Address
Setiabudhi No. 229
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
ISSN : -     EISSN : 25496360     DOI : https://doi.org/10.17509/jtikor.v9i2
Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan (JTIKOR), Focus: Scope: issued twice a year, accepts for publication articles in sports sciences including: sports technology; sports engineering; sports medicine; exercise physiology; sports biomechanics; sports sociology; sports psychology; physical activity and health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 161 Documents
Comparing the Effects of Zumba Fitness and Cardio Dance on Cardiovascular Endurance Improvement
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v9i1.81890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh Zumba fitness dan cardio dance terhadap peningkatan daya tahan kardiovaskular. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian terdiri dari 40 mahasiswi aktif Keperawatan FPOK UPI, dengan 30 orang dipilih sebagai sampel melalui purposive sampling berdasarkan kriteria khusus: berjenis kelamin perempuan, berusia 18-20 tahun, dan memiliki kebugaran jasmani rendah. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pertama yang mengikuti Zumba fitness dan kelompok kedua yang mengikuti cardio dance, masing-masing selama 16 sesi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur daya tahan kardiovaskular adalah Bleep Test. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-test dan uji Mann-Whitney U-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Zumba fitness maupun cardio dance secara signifikan meningkatkan daya tahan kardiovaskular, tetapi cardio dance lebih efektif dibandingkan Zumba fitness. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan sampel dengan daya tahan kardiovaskular sedang guna mengetahui apakah peningkatan yang terjadi serupa dengan sampel yang memiliki daya tahan kardiovaskular rendah.
Analisis Perbandingan Kapasitas Aerobik Pemain Futsal Berdasarkan Posisi (Anchor, Flank, dan Pivot)
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v7i2.41981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kapasitas aerobik pemain futsal berdasarkan posisi bermain, yaitu Anchor, Flank, dan Pivot. Metode yang digunakan adalah komparatif kuantitatif, dengan sampel sebanyak 100 pemain futsal yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Multistage Fitness Test (bleep test) untuk mengukur kapasitas aerobik (VO₂max). Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiga posisi (F = 1,075; p = 0,345 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semua posisi dalam permainan futsal memerlukan kapasitas aerobik yang setara untuk mendukung performa optimal.
Analisa Kebutuhan Latihan Fisik Cabang Olahraga Sepak Takraw Nomor Beregu Putra
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v7i1.5349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kebutuhan latihan fisik cabang olahraga sepak takraw nomor beregu putra dengan menggunakan analisis pertandingan. Penelitian ini menggunakan atlet sepak takraw tingkat nasional pada kejuaran tahunan Pekan Olahraga Nasional (PON) Jabar 2016 sebagai populasi dan yang menjadi juara dijadikan sebagai sample penelitian. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah purposive sampling sedangkan instrumen penilitian ini adalah observasi sistematis, pengambilan data nya menggunakan analisis. Sign System digunakan untuk pengamatan kejadian berulang-ulang di dalam pertandingan. Setelah di amati observer mencatat kejadian didalam scoring sheet yang telah dibuat oleh penulis. Berdasarkan hasil diperoleh kebutuhan yang berbeda-beda antara tekong, apit kanan, dan apit kiri. Dari hasil penelitian Tekong lebih dominan di latihan power tungkai, Apit kanan lebih dominan di latihan daya tahan lengan dan power tungkai, sedangkan Apit Kiri lebih dominan di latihan daya tahan otot tungkai. Sebagai saran kepada semua pelatih, pembina olahraga dll. untuk bisa memaksimalkan game analisis untuk mengetahui latihan fisik agar latihan bisa lebih maksimal.
Exploring Trends in Student Motivation in Sport Education in the Digital Age: A Bibliometric Analysis of Ten Years of Research
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v9i2.81819

Abstract

he objective of this literature review is to examine ongoing research trends regarding student motivation for physical education in the digital era. Over the past decade, research has demonstrated a significant paradigm shift toward the integration of digital technologies, such as online learning applications, educational games, and social media platforms, in enhancing student motivation. Additionally, studies have shown an increasing interest in incorporating digital technologies such as big data analytics and adaptive learning into physical education. A bibliometric analysis was conducted on research concerning student motivation in physical education from 2013 to 2023. This study identified citation growth patterns, key authors, journals, institutions, and leading countries. VOSviewer was utilized for visualization and analysis. These findings provide valuable insights for researchers, educators, and readers to understand the growth of student motivation topics in physical education and to identify potential current research areas. Spain emerged as the most productive country, contributing 38 publications related to student motivation in physical education, while also being the most influential country with 503 citations. Future research is expected to continue exploring the potential of emerging technologies and addressing existing challenges to enhance the understanding of student motivation in physical education. By focusing on the development of innovative and efficient solutions, both academia and industry can effectively leverage this knowledge to improve student motivation and participation in physical education, thereby advancing the field as a whole. The integration of these technologies enhances student engagement and participation while expanding possibilities for personalized learning approaches and performance enhancement strategies.
Korelasi Aktivitas Fisik dengan Kesehatan Mental pada Mahasiswa
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v8i2.81956

Abstract

Aktivitas fisik dan kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kesejahteraan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan kesehatan mental pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 187 mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Pendidikan Indonesia, yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire) untuk mengukur aktivitas fisik dan GHQ-12 (General Health Questionnaire-12) untuk mengukur kesehatan mental. Analisis data menggunakan One Way ANOVA dan regresi linier sederhana pada SPSS versi 25. Hasil uji homogenitas menunjukkan p = 0,713 0,05 untuk aktivitas fisik dan kesehatan mental, yang berarti data homogen. Uji regresi linier sederhana menghasilkan p = 0,002 0,05, sehingga H0 ditolak. Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan kesehatan mental pada mahasiswa.
Pengembangan Alat Ukur Tes Back Up berbasis Sensor Infrared dengan Liquid Crystal Display (LCD)
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v6i2.5019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat hardware alat ukur tes back up digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Research and Development (RD). Alat yang dibuat ini menggunakan rangkaian elektronika berbasis microcontroller, alat ini menggunakan sensor infrared dan push button yang akan mendeteksi gerakan back up yang ditandai dengan bunyinya buzzer. Alat ini menggunakan kabel sebagai penghubung untuk transfer data. Alat ini bekerja otomatis ketika tes dimulai dengan ditandai klik tombol start sensor akan mendeteksi dan dikirim ke liquid crystal display (LCD) yang akan menghitung gerakan back up yang dilakukan. Ketika atlet melakukan tes back up selama satu menit maka alat ini secara ototmatis akan menghitung gerakan back up yang baik dan dilakukan secara benar, dan ketika waktu telah berhenti maka alat ini tidak akan menghitung lagi gerakan back up yang dilakukan. Setelah diujicobakan dengan tes back up selama satu menit hasilnya tidak terdapat perbedaan pada tes yang dilakukan secara manual maupun yang dilakukan menggunakan alat. Namun, jika dilihat dari rata-rata alat ini memiliki nilai rata-rata yang lebih rendah dibandingkan dengan hasil tes secara manual, hal ini menunjukan bahwa tes menggunakan sensor lebih terkontrol dan gerakan yang dilakukan lebih baik dan benar.
Risk Factors for Cardiovascular Disease in Working-Class University Students in Bandung
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v9i1.81913

Abstract

Fatigue Effect on Attack Accuracy and Kinematic Variables Performance Lunge Action In Fencing
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v7i1.41906

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of muscle fatigue on attack accuracy and lower body kinematics when performing lunges in epee class fencing. Kinematics analysis consists of five phases in the lunge movement, namely Angle at initiation, Angle at termination, Range of motion, Peak range of motion, Peak angle, Peak Hip angular velocity, Peak Knee angular velocity, Peak Ankle angular velocity and Stride Length. This research method is descriptive quantitative. The number of samples was 5 city-level male fencing athletes. The research sample showed an average age of 19.68 ± 2.6 years, height 1.73 ± 4.25 m, body mass 74.5 ± 9.48 kg, BMI 22.1 ± 3.21 kg/m2 , maximum heart rate was 174.0 ± 4.63 bpm and lactic acid level was 7.9 ± 1.09 mmol. The results show that in the comparison test the average accuracy of attacks has a significant average difference (p = 0.002) before and after the occurrence of fatigue and at different levels of fatigue from all variables of the five phases, all the indicators of the kinematic variables analyzed, there are 2 phases. showed a significant average difference, namely the 3rd phase, Phase Range Of Motion  Ankle Angle (p = 0.04) and the 5th phase, Peak Angle Hip Angle (p = 0.02) and Knee Angle (p = 0.01) . Peak Ankle angular velocity (p = 0.02).
Chalestenic Short Weighted Bar Exersice: Increases the strength of the intra costales externial, and intracotales of the internal spine in overcoming shoulder, neck & thoracic spine pain
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v9i1.83257

Abstract

Penggunaan perangkat digital yang berkepanjangan telah menyebabkan peningkatan ketidaknyamanan muskuloskeletal, terutama yang mempengaruhi tubuh bagian atas. Intervensi saat ini sering kali kurang menekankan pada keterlibatan otot pernapasan, meninggalkan kesenjangan penelitian dalam mengembangkan solusi komprehensif yang menargetkan mobilitas toraks dan kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas latihan senam menggunakan short weighted bar dalam meningkatkan kekuatan otot pernapasan dan mengurangi ketidaknyamanan tubuh bagian atas. Desain pra-pasca tes kuasi-eksperimental digunakan, yang melibatkan 118 siswa dari kohort program Ilmu Olahraga 2022 dan 2023. Peserta menjalani protokol senam delapan gerakan, dengan fokus pada aktivasi otot pernapasan, dilakukan tiga kali seminggu selama empat minggu. Pengukuran termasuk ekspansi toraks dan kuesioner penilaian ketidaknyamanan. Analisis statistik, termasuk uji-t berpasangan, digunakan untuk mengevaluasi perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kekuatan otot internal interkostal selama kedaluwarsa (p = 0,046) tetapi tidak ada perubahan signifikan dalam kekuatan inspirasi (p = 0,309) atau pengurangan ketidaknyamanan tubuh bagian atas (p = 0,655). Korelasi yang kuat (r = 0,941, p 0,05) diamati antara variabel inspirasi dan kedaluwarsa, menunjukkan saling ketergantungan dalam fungsi otot pernapasan. Temuan ini menunjukkan potensi senam dengan batang tertimbang untuk peningkatan kekuatan pernapasan tetapi menyoroti perlunya periode intervensi yang diperpanjang dan pemantauan yang lebih ketat untuk hasil yang lebih konsisten. Studi di masa depan harus mengatasi keterbatasan, termasuk durasi intervensi yang singkat, variabilitas kepatuhan, dan distribusi data non-normal. Perbaikan ini dapat meningkatkan generalisasi dan penerapan intervensi untuk populasi yang beragam.
The Effect of Audio-Visual-Based Imagery Training on Improving Smash Precision in Volleyball Ads
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v9i1.81891

Abstract