cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
Pengaruh Optimisme, Dukungan Sosial, dan Faktor Demografis Terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Perawat Zakia Sabiq; Miftahuddin Miftahuddin
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 6, No 2 (2017): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v6i2.9174

Abstract

Abstract This study has aim to determine the effect of optimism, social support (emotional support, instrumental support, informational support, and companionship support), and demographic factors (gender, marital status, income, and length of work) to the subjective well-being in nurses. The sample in this study amounted to 227 nurses RSUD Pasar Minggu taken using non-probabililty sampling technique. Test the validity of measuring equipment using confirmatory factor analysis technique (CFA) with the help of software Lisrel 8.70. While the data analysis using multiple regression analysis techniques with the help of software SPSS 22.0. The results show that there is a significant effect of optimism, social support, and demographic factors on the subjective well-being of nurses. The results also show the proportion variance of subjective wellbeing described by all independent variables is 20.2%, while the remaining 79.8% is influenced by other variables outside this study. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh optimisme, dukungan sosial (dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasi, dan dukungan persahabatan), dan faktor demografis (jenis kelamin, status pernikahan, pendapatan, dan lama bekerja) terhadap kesejahteraan subjektif pada perawat. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 227 perawat RSUD Pasar Minggu yang diambil dengan menggunakan teknik non-probability sampling. Uji validitas alat ukur menggunakan teknik confirmatory factor analysis (CFA) dengan bantuan software Lisrel 8.70. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan bantuan software SPSS 22.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan optimisme, dukungan sosial, dan faktor demografis terhadap kesejahteraan subjektif pada perawat. Hasil penelitian juga menunjukkan proporsi varians dari kesejahteraan subjektif yang dijelaskan oleh seluruh independent variable adalah sebesar 20.2%,sedangkan sisanya 79.8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.  DOI : 10.15408/jp3i.v6i2.9174
Kesalahan Pengukuran Dalam Koefisien Regresi Linear: Perbandingan Antara Penggunaan Raw Score, Factor Score, Dan Structural Equation Modeling Hasniar A. Radde
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 3 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i3.9306

Abstract

AbstractThis research's objective is to determine effect of measurement error to linear regression coefficient value by comparing use of raw score, factor score, and Structural Equation Modeling. Measurement error can be determined by reliability coefficient value. This research simulates Monte Carlo study which varies reliability values. Data is generated using parallel measurement with variations of reliability value, consisting 40 items and 500 respondents, replication was conducted 50 times, and regression coefficient value's set in 0.8. this study used Mplus to generate the data in desired characteristic. This study used Confirmatory Factor Analysis and SEM analysis method. Regression coefficients resulted on the scores then was compared, which value is the closest to 0.8. The result indicates that attenuation occurs on all the model of raw score. Whereas on factor score, attenuation only occurs on model with IV's reliability 0.5 to DV's reliability 0.5 ; 0.7 ; 0.9. On SEM analysis, attenuation doesn't occur on all model. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kesalahan pengukuran terhadap nilai koefesien regresi linear dengan membandingkan penggunaan raw score, factor score, dan Structural Equation Modeling. Kesalahan pengukuran dilihat dari nilai koefesien reliabilitas. Penelitian ini merupakan studi simulasi Monte Carlo dengan memvariasikan nilai reliabilitas. Data yang dibangkitkan mengikuti pengukuran paralel dengan variasi nilai reliabilitas, terdiri atas 40 item dan 500 responden, replikasi sebanyak 50 kali, dan nilai koefesien regresi ditetapkan sebesar 0,8. Penelitian ini menggunakan software MPlus untuk membangkitkan data sesuai karakteristik yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan metode analisis faktor konfirmatorik dan SEM. Koefesien regresi yang dihasilkan pada ketigas jenis skor kemudian dibandingkan, nilai mana yang paling mendekati 0,8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atenuasi terjadi pada seluruh model untuk raw score. Sedangkan pada skor faktor, atenuasi hanya terjadi pada model dengan reliabilitas independent variable 0,5 terhadap dependent variable reliabilitas 0,5 ; 0,7 ; 0,9. Sedangkan pada analisis SEM, tidak terjadi atenuasi untuk keseluruhan model.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Counterproductive Work Behavior Checklist Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Nurul Nijar Anggraini
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 2 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i2.9288

Abstract

AbstractCounterproductive work behavior is a harmful action or action with will to harm company/organization. For instance, violent behavior towards others, such as aggression (physical and verbal), doing work not properly in purpose, sabotage, theft, and withdrawal, such as absence, lateness, and turnover (Spector, 1997). Components of counterproductive work behavior are five dimensions, abuse, production deviance, sabotage, theft, withdrawal. Objective of this study is to test aforementioned instrument construct validity. Data in this study was obtained from 227 Civil Servants. Method used to test it is confirmatory factor analysis. The result showed that all items is unidimensional. It means that all items measures only one factor, thus one factor model which was theorized by Counterproductive Work Behavior Checklist can be accepted.AbstrakPerilaku kerja kontraproduktif adalah tindakan yang merugikan atau tindakan dengan niat untuk merugikan perusahaan/organisasi (misalnya, klien, rekan kerja, pelanggan, dan atasan). Contohnya yaitu, perilaku kasar terhadap orang lain, seperti agresi (baik fisik dan verbal), sengaja melakukan pekerjaan dengan tidak benar, sabotage, theft, dan withdrawal, misalnya, absensi, keterlambatan, dan turnover (Spector, 1997). Komponen perilaku kerja kontraproduktif meliputi lima dimensi yaitu abuse, production deviance, sabotage, theft, withdrawal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berjumlah 227 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah analisis faktor konfirmatorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item yang berjumlah 31 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh Counterproductive Work Behavior Checklist (CWB-C) dapat diterima.
Uji Validitas Konstruk Instrumen Moral Disengagement Dewi Mayangsari
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 5, No 1 (2016): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v5i1.9242

Abstract

Abstract Moral disengagement can be a background for a person in conducting a behavior that is not humanly appropriate dan violating moral. The purpose of this research was to test the construct validity of the instrument of moral disengagement that developed by Hymel et al. (2005). The sample of this research was teenagers that actively used the internet, such as social media. Analysis method used to test this construct is Confirmatory Factor Analysis (CFA) using LISREL 8.80 software. The result of this study showed that all of the items which were tested, only one item is not unidimensional. Meaning of the 18 items which were proposed, 17 items measure only a factor.   Abstrak Pelanggaran moral dapat menjadi landasan seseorang dalam  melakukan perbuatan yang tidak manusiawi dan melanggar moral. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk instrumen pelanggaran moral yang dikembangkan oleh Hymel et al. (2005). Sampel penelitian adalah remaja yang aktif menggunakan internet seperti media sosial. Metode analisis yang digunakan untuk menguji konstruk ini adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan menggunakan software LISREL 8.80. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh item yang diujikan, hanya satu item yang tidak bersifat unidimensional. Artinya keseluruhan 18 item yang diujikan, ada 17 item yang mengukur satu faktor saja.DOI : 10.15408/jp3i.v5i1.9242
Pengaruh trait Kepribadian (Personality) Dan Dukungan Sosial Terhadap Risk Taking Behavior Pada Pendaki Gunung Muchammad Akbar Fajar; Ikhwan Lutfi
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 6, No 2 (2017): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v6i2.9162

Abstract

Abstract This study aims to determine the effect of variable trait of personality and social support for risk- taking behavior on the mountaineers in Jabodetabek. Sample of 204 mountaineers in Jabodetabek taken by accidental sampling technique. The instrument used in this study there are three scales, the scale of personality traits, social support scale and the scale of risk-taking behavior. Test the validity of measurement tools using techniques confirmatory factor analysis (CFA). While the analysis of data using multiple regression techniques. The results of this study indicate that there is a significant influence on the personality trait variable, and the scale of social support on risk-taking behavior on the mountaineers in Jabodetabek. The magnitude of the effect of all independent variables on the risk-taking behavior is by 28.1%, while the rest influenced by other variables outside of this study. While the results of the analysis of the proportion of the variance of each variable separately, was found the greatest contribution to the risk-taking behavior is honesty-humility, extraversion, conscientioussnness, the personality trait of variables, and the reassurance of worth, opportunity for nurturance of social support variables. This study will get better results when using a wider population, in order to get richer data and can compare with the factors that can be observedspeckle.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel trait kepribadian & dukungan sosial terhadap risk taking behavior pada pendaki gunung di Jabodetabek. Sampel berjumlah 204 pendaki gunung di Jabodetabek yang diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdapat tiga skala, yaitu skala trait kepribadian, skala dukungan sosial dan skala risk taking behavior. Uji validitas alat ukur menggunakan teknik confirmatory factor analysis (CFA). Sedangkan analisis data menggunakan teknik multiple regression. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari variabel trait kepribadian, dan skala dukungan sosial terhadap risk taking behavior pada pendaki gunung di Jabodetabek. Besarnya pengaruh seluruh variabel independen terhadap risk taking behavior adalah sebesar 28,1% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Sementara hasil analisis proporsi varians masing-masing variabel secara terpisah, ditemukan sumbangan yang paling besar terhadap risk taking behavior adalah honesty-humility, extraversion, conscientioussnness, dari variabel trait kepribadian, dan reassurance of worth, opportunity for nurturance dari variabel dukungan sosial. Penelitian ini akan mendapatkan hasil yang lebih baik apabila menggunakan populasi yang lebih luas, agar mendapatkan data yang lebih beragam dan dapat membandingkan dengan faktor yang belum bisa diteliti.DOI : 10.15408/jp3i.v6i2.9162
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Health Belief Model (HBM) Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Ferdiansah Daulay
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 4 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i4.9311

Abstract

AbstractThe aim of this research was to test the construct validity of Health Belief Model (HBM), a theory which generally used in health education. Current research used six dimensions to measure HBM: perceived suspectibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, dan self efficacy. HBM is measured by questionnaire that was constructed based on Health Belief Model by Champion and Skinner (in Glanz, 2008). Data were collected from 305 married women age 15-45 years who were checking up in a Health Center in Padangsimpuan City. Confirmatory factor analysis was used as method. By first order confirmatory factor analysis method, the result showed that six dimensions of HBM are fit for one factor model. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari Health Belief Model (HBM), teori yang paling umum digunakan dalam pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan. Dalam penelitian ini digunakan enam dimensi untuk mengukur HBM, yaitu perceived suspectibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, dan self efficacy. Pada penelitian ini HBM diukur menggunakan kuesioner yang disusun oleh peneliti sendiri berdasarkan pada komponen HBM yang dikemukakan oleh Champion dan Skinner (dalam Glanz, 2008). Data didapat dari wanita yang sudah menikah dengan rentang usia dewasa awal hingga dewasa akhir (15-45 tahun) di salah satu puskesmas di kota Padangsidimpuan sehingga banyak subjek yang kebetulan datang untuk berobat atau melakukan prosedur KB di sana. Jumlah sampel yang didapatkan berjumlah 305 orang. Metode analisis yang digunakan untuk menguji konstruk ini adalah analisis faktor konfirmatorik. Hasil pengujian melalui analisis faktor satu tingkat menunjukkan bahwa semua dimensi dari HBM mengukur model satu faktor.
Adaptasi dan Validasi Skala Iklim Organisasi Kreatif Indah Nur Syarifah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 3 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i3.9297

Abstract

AbstractCreative organizational climate is one element that has an important role in the learning organization. The purpose of this study was to examine the construct validity creative organizational climate that is modified from a scale Situational Outlook Questionnaire (SOQ) developed by Isaksen (2007).  SOQ measure nine dimensions, namely the challenge / involvement, freedom, trust / openness, the idea of time, playfulness / humor, conflict, supported ideas, debate, and risk taking. This study used a total of 240 respondents.. The method of analysis used is confirmatory factor analysis (CFA) by using LISREL 8.70 software. The results of calculation can be concluded that all dimensions require modifications to obtain a fit model.AbstrakIklim organisasi kreatif adalah satu elemen yang memiliki peran penting dalam organisasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk iklim kreatif yang dimodifikasi dari skala Situational Outlook Questionnaire (SOQ) yang dikembangkan oleh  Isaksen (2007). SOQ mengukur sembilan dimensi, yaitu tantangan, kebebasan, kepercayaan/keterbukaan, gagasan tentang waktu, humor, konflik, gagasan yang didukung, debat, dan pengambilan resiko. Penelitian ini menggunakan 240 responden. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Faktor Konfirmatori dengan menggunakan perangkat lunak LISREL 8.70. hasil yang telah diukur dari penelitian ini LISREL 8.70. hasil dari penghitungan dapat disimpulkan bahwa semua dimensi membutuhkan modifikasi untuk mendapatkan model yang fit.
Pengukuran Terhadap Intensi Berwirausaha Siswa SMK: Hasil Uji Validitas Konstruk Intensi Berwirausaha Niqo Ahmad
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 1 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i1.9261

Abstract

Abstract Vocational School (SMK) is one of educational institution enterpreneurship based. Current research aims to show that enterpreneurship education indirectly increases enterpreneurial intention by renewing knowledge, regulating abilities, and strenghtening determination to be an enterpreneur (Guifang, et al., 2012). But in fact,  data from Central Statistics Agency (BPS) shows that the level of jobless related to educational level, especially among Vocational School graduates is in the highest level, 9,87%. From this fact, researches related to enterpreneurial intention among vocational student are important to do. In the psychological literature, intention is proven as the best predictor to describe future behavior (Ajzen, 1991).   Abstrak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan berbasis kewirausahaan. Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan dapat meningkatkan intensi berwirausaha secara tidak langsung dengan memperbarui pengetahuan, mengolah kemampuan, dan memperkuat tekad untuk berwirausaha (Guifang, et al., 2012), namun Badan Pusat Statistik (BPS) pada Berita Resmi Statistik (2012) pada bulan Agustus tahun 2012 menyatakan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan menunjukkan SMK berada pada tingkat yang paling tinggi yaitu 9,87%. Hal tersebut membuat penelitian terkait intensi berwirausaha pada siswa SMK penting untuk dilakukan. Dalam literatur psikologi, intensi telah terbukti sebagai prediktor terbaik untuk menggambarkan perilaku yang akan datang (Ajzen, 1991).
Kerancuan Dalam Penggunaan Istilah “Construct Reliability” Jahja Umar
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 4 (2014): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v3i4.9323

Abstract

AbstractIn the classic theory where “true-score” for every person that had been tested cannot be obtained, the reliability coefficient is needed so that test result user can see how far the data can be trusted. For example, like making “confident interval” for true score in test score that already obtained. Next, researcher that will be analyzed the result data statistically, with regression analysis for example, can even use reliability coefficient test score to check bias in regression coefficient because of the low score of varible coefficient that used as predictor. So, when the data that analyzed is total-score, researcher have to report the reliability coefficient. Most popular reliability coefficient is Cronbach, that can estimate if some of the assumption is required, one of them is that all test item is parallel and assumption that error measurement cannot be corelated. With the advancement of psychometry subject over years, reliability coefficient can be estimate more accurate even when one or many of the assumption cannot be required. One of them is the reliability that measure each item’s representation, that many called it “construct reliability”. The word “construct” is happened to misleaded it. This article explain that commonly there are no difference between coefficient and the “new” coefiecient. AbstrakDalam teori tes klasik di mana “true-score” untuk setiap orang yang di tes tidak dapat diperoleh, koefisien reliabilitas diperlukan agar pengguna hasil tes dapat melihat sejauh mana data yang dimiliki dapat dijadikan pegangan / dipercaya. Misalnya dengan membuat “confident interval” untuk true-score bagi skor tes (yang dalam hal ini adalah skor total dari skor item) yang diperoleh. Selanjutnya, peneliti yang akan menganalisis data hasil tes secara statistik, misalnya dengan analisis regresi, bahkan dapat menggunakan koefisien reliabilitas skor tes tersebut untuk mengkoreksi bias yang terjadi pada koefisien regresi akibat rendahnya reliabilitas skor variabel yang dijadikan prediktor. Oleh sebab itu, ketika data yang dianalisis adalah skor tes (skor-total) seorang peneliti atau pengguna tes harus melaporkan koefisien reliabilitas itu. Koefisien reliabilitas yang sangat populer adalah Cronbach , yang dapat di estimate jika beberapa asumsi terpenuhi, diantaranya asumsi bahwa seluruh item tes adalah paralel dan asumsi bahwa kesalahan pengukuran tidak saling berkorelasi. Seiring dengan kemajuan di bidang psikometri, misalnya dengan dikembangkannya metode Analisis Faktor Konfirmatorik (CFA), koefisien reliabilitas dapat diestimasi dengan lebih akurat meskipun satu atau beberapa dari asumsi tersebut tak dapat terpenuhi. Salah satunya adalah koefisien reliabilitas jika asumsi paralelitas tak terpenuhi, yaitu koefisien dengan memperhitungkan bobot setiap item, yang kemudian ada yang menyebutnya dengan istilah “construct reliability”. Penggunaan kata “construct” di sini ternyata telah menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan istilah tersebut. Tulisan ini berisi uraian untuk menjelaskan bahwa pada dasarnya tak ada perbedaan yang mendasar antara koefisien seperti Cronbach  dan sejenisnya dengan koefisien “baru” tersebut.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Religiusitas Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Farah Hanifah Purnomo; Bambang Suryadi
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 6, No 2 (2017): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v6i2.9190

Abstract

Abstract Huber and Huber's religiosity is the mind and belief that a person has to view the world that affects their experiences and behaviors in everyday life. Religiosity consists of five dimensions, namely intellectual, ideology, public practice, private practice, and religious experience. This study aims to examine the validity of the construct of religious instruments. Data in this study were obtained from 209 students at SMAN 87 and SMK Tunas Pembangunan. The method used is confirmatory factor analysis (CFA) with software M Plus 7. The results of this study indicate that of the 33 items that exist, there are 2 items that are not valid. So there are 31 items that are unidimensional. The item measures only one factor. Abstrak Religiusitas menurut Huber dan Huber adalah pikiran dan keyakinan yang dimiliki seseorang untuk memandang dunia sehingga mempengaruhi pengalaman dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari- hari. Religiusitas terdiri dari lima dimensi, yaitu intellectual, ideology, public practice, private practice, dan religious experience. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk instrumen religiusitas. Data dalam penelitian ini diperoleh dari 209 siswa pada SMAN 87 dan SMK Tunas Pembangunan. Metode yang digunakan adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan software M Plus 7. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 33 item yang ada, terdapat 2 item yang tidak valid. Sehingga terdapat 31 item yang bersifat unidimensional. Artinya, item tersebut hanya mengukur satu faktor saja.DOI : 10.15408/jp3i.v6i2.9190

Page 2 of 26 | Total Record : 260