cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Academic Anxiety Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Firziani Puti Marsella
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 2 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i2.9290

Abstract

AbstractAcademic anxiety is disturbed mind pattern, physical respond, and behavior in the implementation of academic tasks, that includes pattern of anxiety-engendering mental activity, misdirected attention, physiological distress, inappropriate behavior. The objective of the research is to test the construct validity of the instrument. The data in this research was collected from 265 islamic students of secondary school in Tangerang. Confirmatory factor analysis (CFA) method using LISREL 8.70 software was used. The results showed that all the items that consist of 22 items are unidimensional. That means, all the items only measure one factor model that theorized, so the factor can be accepted.  AbstrakKecemasan akademik adalah terganggunya pola pemikiran, respon fisik dan perilaku dalam pelaksanaan tugas akademik, yang meliputi memunculkan pola kecemasan aktivitas mental, perhatian yang salah, tekanan secara fisik, dan perilaku yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari siswa salah satu MTsN di Tangerang dengan responden berjumlah 265 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan bantuan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawa seluruh item yang berjumlah 22 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan tersebut dapat diterima.
Uji Validitas Konstruk Instrumen Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Syifa Fauziah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 5, No 1 (2016): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v5i1.9244

Abstract

Abstract Organizational commitment is a psychological construct which is the characteristic of peer relationship with the organization and have the implication toward individual decisions to continue their membership in the organization (Meyer & Allen, 1991). Organizational commitment consist of 3 dimensions: affective commitment, normative organization, and continuance commitment. Standard instrument that used to measure the 3 dimension of organizational commitment is the aspect of organizational commitment from Allen and Meyer (1990). The objective of this research is to test the construct validity of the instrument. The data of this research collected from 216 high school teachers in Bekasi. Confirmatory factor analysis method was used with LISREL 8.70. The results showed that all 24 items is unidimensional. That means, all the items just measure one factor, so the one factor model that have been theorized by Allen and Meyer (1990) can be accepted.   Abstrak Komitmen organisasi merupakan suatu konstruk psikologis yang merupakan karakteristik hubungan anggota dengan organisasinya dan memiliki implikasi terhadap keputusan individu untuk melanjutkan keanggotaannya dalam berorganisasi (Meyer dan Allen, 1991). Terdapat tiga dimesi dari komitmen organisasi yaitu, komitmen afektif, komitmen normatif dan komitmen kontinuitas. Instrumen baku yang digunakan untuk mengukur tiga dimensi komitmen organisasi yang dibuat menggunakan aspek komitmen organisasi dari Allen dan Meyer (1990). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari guru SMA Negeri di Bekasi yang berjumlah 216 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah analisis faktor konfirmatorik menggunakan software LISREL 8.70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item yang berjumlah 24 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh Allen dan Meyer (1990) dapat diterima.DOI : 10.15408/jp3i.v5i1.9244
The Effect of Religiusity, Tranformational Leadership and Demography on Organizational Citizenship Behavior (OCB) Annisa Ayu Budhiarti; Yunita Faela Nisa
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 6, No 2 (2017): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v6i2.9160

Abstract

Abstract This research was conducted to find out the significance of the influence of religiosity, transformational leadership style and demography on organizational citizenship behavior (OCB) on 138 state-owned employees in PT. Surveyor Indonesia and 88 private employees in the Household Pesticide Industry Company. Sampling conducted using non probability sampling. The measuring tool used in this study took from Huber (2012) figures to measure religiosity, Rafferty and Griffin (2014) to measure transformational leadership styles. Test the validity of measuring instruments using Confirmatory Factor Analysis (CFA) techniques and data analysis techniques using multiple regression analysis techniques. The results of this study indicate that there is a significant influence of religiosity, transformational leadership style and demography on organizational citizenship behavior (OCB) by contributing 26.2%. That is, the proportion of variance of organizational citizenship behavior explained together by religiosity, transformational leadership style and demography is 26.2% while the other 73.8% is influenced by other variables beyond this study. Abstrak Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengetahui  signifikansi  pengaruh  religiusitas,  gaya kepemimpinan transformasional dan demografi terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada 138 karyawan BUMN di PT. Surveyor Indonesia dan 88 karyawan swasta   di Perusahaan   Industri   Pestisida   Rumah   Tangga.   Pengambilan   sampel   yang   dilakukan menggunakan non probability sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini mengambil dari tokoh Huber (2012) untuk mengukur religiusitas, Rafferty dan Griffin (2014) untuk mengukur gaya kepemimpinan transformasional. Uji validitas alat ukur menggunakan teknik  Confirmatory  Factor  Analysis (CFA)  dan  teknik  analisis  data  menggunakan  teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari religiusitas, gaya kepemimpinan transformasional dan demografi terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) dengan memberikan kontribusi sebesar 26,2%. Artinya,  proporsi  varians  dari  organizational  citizenship  behavior yang  dijelaskan  secara bersama-sama oleh religiusitas, gaya kepemimpinan transformasional dan demografi adalah sebesar 26,2% sementara 73,8% lainnya dipengaruhioleh variabel lain diluar penelitian ini. DOI : 10.15408/jp3i.v6i2.9160
Uji Validitas Konstruk The Modified Mini Mental State-Test (3MS) Gevi Khairunnisa; Pricillia Putri; Febbealya Cheerson; Fenny Junita; Christiany Suwartono; Magdalena Halim
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 4 (2014): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v3i4.9320

Abstract

AbstractDecline in cognitive function is a clinical manifestation occurs as part of the aging process which is inevitable in elderlies. Decline in cognitive function is often referred to as dementia. One of the measuring devices made to measure cognitive function was MMSE by Folstein, Folstein, and McHugh. As the MMSE had shortcomings such as floor and ceiling effects, also the failure to distinguish between mild and severe dementia, in 1987 Teng and Chui made the Modified Mini Mental State (3MS) which also measured cognitive function. Therefore, this study aims to adapt and create norms in accordance with the conditions in Indonesia and to test the construct validity of 3MS. The data was obtained from 152 elders lived in Jakarta and surrounding areas. The method of analysis used is Confirmatory Factor Analysis (CFA) with the help of software LISREL 8.7. The test results proved that Indonesia 3ms version consists of 3 factors. AbstrakSetiap manusia akan mengalami proses penuaan pada usia lanjut yang berakibat pada penurunan fungsi kognitif. Penurunan fungsi kognitif yang terjadi secara terus-menerus disebut dengan demensia. Salah satu alat ukur yang dibuat untuk mengukur penurunan fungsi kognitif adalah Mini Mental State Examination (MMSE) oleh Folstein, Folstein, dan McHugh (1975). MMSE memiliki kekurangan seperti floor and ceiling effect serta gagal membedakan demensia ringan dengan demensia berat. Oleh karena itu, untuk mengatasi kekurangan MMSE, Teng dan Chui (1987) membuat The Modified Mini Mental State (3MS) yang juga mengukur fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan mengadaptasikan, membuat norma, dan menguji validasi 3MS versi Indonesia yang dibuat peneliti. Peneliti menggunakan data 152 lansia yang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Faktor Eksplanatori dengan bantuan SPSS dan Analisis Faktor Konfirmatorik dengan bantuan Lisrel 8.8. Hasil analisis membuktikan bahwa 3MS versi Indonesia ini valid dan terdiri dari 3 faktor.
Uji Validitas Konstruk Organizational Climate Measure Versi Indonesia Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Nia Tresniasari
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 3 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i3.9299

Abstract

AbstractIn the development of Industrial and Organizational psychology organizational climate variable is often used as predictor, thus valid measurement tools is really needed. Many organizational climate scales have been developed. Organizational climate measurement measures 17 aspects which are categorized into 4 quadrant. Previously, Malcolm G. Patterson, et. al. (2005) has tested this instrument validity with worker based in England as participants. This study tested validity of this instrument with 176 respondent. To test the construct, confirmatory factor analysis (CFA) method  is used, using MPLUS 7.1. The result of this study showed that items is multidimensional and some of them measure each scales significantly. AbstrakPada perkembangan ilmu psikologi industri dan organisasi, variabel iklim organisasi seringkali dijadikan sebagai prediktor, sehingga alat ukur yang valid sangat diperlukan. Skala iklim organisasi sudah banyak dikembangkan. Organizatinal climate measure mengukur 17 aspek yang dikelompokan menjadi 4 kuadran. Sebelumnya, Malcolm G. Patterson, dkk (2005) telah menguji validitas alat ini dengan partisipan pegawai yang berada di Inggris.  Pada penelitian ini, peneliti menguji validitas alat ini dengan partisipan sebanyak 176 orang. Untuk menguji konstruk ini digunakan metode analisis confirmatory factor analysis (CFA) dengan bantuan program perangkat lunak MPLUS 7.1. Hasil penelitian ini menunjukkan item bersifat multidimensional dan beberapa mengukur masing-masing skala dengan signifikan.
Uji Validitas Konstruk Instrumen Health Belief Model Dan Dukungan Sosial Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Ani Muflihah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 2 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i2.9286

Abstract

AbstractHealth belief is a series of belief, contains people's perceptions that produce a health behavior. Health belief consists of six dimension, perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, and self-efficacy. Social support is a comfort, care, self-esteem, or a support available for a person from other people. Social support classified into four: emotional support, tangible support, informational support, and companionship support. Health belief model and social support are independent variables in research about patient obedience. Because dependent variable in this research is in category (obey and not obey), construct validity test was conducted on independent variable. Confirmatory factor analysis (CFA) using LISREL 8.70 was used. Result showed health belief model scale consist 28 unidimensional items of 30 items and social support consist 8 unidimensional items of 12 items. Of 18 items that the construct validity’s been tested, result showed that there are 17 unidimensional items.AbstrakHealth belief adalah serangkaian keyakinan yang berisi persepsi-persepsi seseorang yang menghasilkan perilaku sehat. Health belief terdiri dari enam dimensi, yaitu persepsi terhadap kerentanan, persepsi terhadap keparahan, persepsi terhadap manfaat, persepsi terhadap hambatan, isyarat untuk bertindak, dan percaya diri. Sedangkan dukungan sosial adalah kenyamanan, peduli, harga diri, atau bantuan yang tersedia untuk seseorang dari orang lain atau kelompok lainnya. Dukungan sosial diklasifikasikan menjadi empat, yaitu emotional support, tangible support, informational support, dan companionship support. Health belief model dan dukungan sosial merupakan variabel independen dalam penelitian tentang perilaku patuh berobat pasien tuberkulosis paru. Oleh karena variabel dependen penelitian ini kategorik, uji validitas konstruk hanya dilakukan pada variabel independen. Metode analisis yang digunakan untuk menguji konstruk ini adalah analisis faktor konfirmatorik dengan menggunakan LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa skala health belief model terdapat 28 item yang unidimensional dari 30 item dan pada skala dukungan sosial terdapat 8 item yang unidimensional dari 12 item.  Dari 18 item yang diuji validitas konstruknya, terdapat 17 item yang bersifat unidimensional
Uji Validitas Konstruk Komitmen Organisasi Terhadap Intensi Turnover Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Mizan Hasanah; Miftahuddin Miftahuddin
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 5, No 1 (2016): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v5i1.9240

Abstract

Abstract The purpose of this research was to test the construct validity from organizational commitment. In this research, researcher used 3 dimensions of organizational commitment from Allen & Meyer (1990), that is affective commitment, continuance commitment, normative commitment and consist of 24 items. This research sample is 175 persons. Method that used to analyzed this research is confirmatory factor analysis (CFA) using software LISREL 8.70 in data processing. According to the measurement with CFA, can be concluded that all the dimensions need measurement model modification to be able to get fit score. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari komitmen organisasi. Dalam penelitian ini, menggunakan tiga dimensi komitmen organisasi dari Allen & Meyer (1990) yaitu, komitmen afektif (affective commitment), komitmen berkelanjutan (continuance commitment) dan komitmen normatif (normative commitment) dengan jumlah total sebanyak 24 item. Sampel yang digunakan sebanyak 175 orang. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan bantuan program lisrel 8.70 dalam pengolahan datanya. Berdasarkan perhitungan dengan metode CFA dapat disimpulkan bahwa semua dimensi memerlukan modifikasi model pengukuran untuk dapat memperoleh nilai fit.DOI : 10.15408/jp3i.v5i1.9240
Struktur Dan Pengukuran Parenting Practices:Uji Validitas Konstruk Alabama Parenting Questionnaire (APQ) Ibadur Rahmi
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 1 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i1.9255

Abstract

Abstract Objective of this study is to determine validity of parenting practice instrument, Alabama Parenting Questionnaire (APQ). This instrument consists five subscales, those are involvement with children, positive parenting, monitoring parenting, consistency in the use of such discipline and corporal punishment, with 44 items in total. This instrument was tested to students of Cikarang Barat Public Vocational School. Number of sample was 339 students, chosen using probability sampling technique. Factor analysis method used in this study was Confirmatory Factor Analysis (CFA) using LISREL. Result of this study indicates that all subscales are fit to measure one factor model, but involvement with children subscale needed measurement model modification to get fit value.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dari alat ukur parenting practices, yaitu Alabama Parenting Quesrionnaire (APQ). Alat ukur ini terdiri dari lima subskala, yaitu keterlibatan dengan anak, pola asuh positif, pola asuh mengawasi, konsistensi dalam penggunaan disiplin dan,hukuman korporal, dengan jumlah total 44 item. Alat ukur ini diujikan kepada pelajar SMKN 1 Cikarang Barat dengan populasi berjumlah 1.773 siswa. Dari jumlah tersebut peneliti memilih 339 siswa sebagai sampel dengan menggunakan teknik sampling probabilitas. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis faktor konfirmatorik dengan program Lisrel. Hasil pengujian membuktikan bahwa semua subskala fit (sesuai) mengukur model satu faktor, namun untuk subskala keterlibatan dengan anak diperlukan modifikasi model pengukuran yang cukup mendalam untuk memperoleh nilai fit.
Uji Validitas Konstruk Pada Alat Ukur Eating Attitudes Test (EAT-26) Asmasarih Dewi Mandiri
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 4 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i4.9308

Abstract

AbstractEating disorder is explained as psychological disorder characterized by disruption of eating disorder. Some people suffered from unusual eating pattern. Some people restricted their hunger and choose not to eat, and some ate like usual but vomitting it, and some ate uncontrollable. Eating Attitudes test (EAT-26) is one of measurement tool and is used in many researches related to abnormal eating behavior.  The aim of th isstudy was to test the construct validity of EAT-26. Data were collected from 143 high school students in Jakarta. Analysis method of this research used Confirmatory Factor Analysis (CFA) using Lisrel 8.70 software. The result showed that there are some items which measures more than one factor (multi-dimensional). AbstrakGangguan makan diartikan sebagai gangguan psikologis yang memiliki karakteristik terganggunya perilaku makan. Pada beberapa orang terjadi pola makan yang tidak biasa, dimana mereka menahan lapar dan memilih untuk tidak makan, ada juga yang makan seperti biasa namun kemudian dimuntahkan dan beberapa lainnya makan terus menerus tanpa kendali. Eating Attitudes Test (EAT-26) merupakan salah satu alat ukur yang popular dan banyak digunakan untuk mendeteksi perilaku makan abnormal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk dari EAT-26. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari 143 siswa tingkat Sekolah Menengah Atas yang berlokasi di Jakarta. Metode analisis yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan perangkat lunak Lisrel 8.7. Hasil pengujian membuktikan bahwa terdapat item dalam EAT-26 yang mengukur lebih dari satu faktor (multi-dimensional).
Uji Validitas Konstruk Psychological Well-Being Scale Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Fikri Mubarok
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 2 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i2.9292

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to test the construct validity in psychological well-being scale. In this research, researchers tested six dimensions of psychological well-being from Ryff (1989), those are self-acceptance, positive relation with others, autonomy, environmental mastery, purpose of life, and personal growth consist of 42 items. The subjects of this research were 171 nurses in one of the hospital in Jakarta Cempaka Putih. Method that is used to analyse the data was confirmatory factor analysis using LISREL 8.70. According to CFA method, it can be concluded that all the dimensions needed a modification in measurement model to obtained fit score.  AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari psychological well-being scale.  Dalam  penelitian  ini peneliti  menguji enam dimensi psychological well-being dari Ryff (1989)  yaitu, self-acceptance, positive relation with others, autonomy, environmental mastery, purpose in life, dan personal growth dengan jumlah 42 item. Subjek penelitian adalah perawat pada salah satu Rumah Sakit di Jakarta Cempaka Putih  yang terdiri  dari 171 orang.  Metode  analisis  data yang digunakan dalam penelitian ini adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan bantuan software  Lisrel  8.70. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode CFA dapat disimpulkan bahwa semua dimensi memerlukan modifikasi pada model pengukuran untuk memperoleh nilai fit.

Page 4 of 26 | Total Record : 260