cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
Uji Validitas Internal, Validitas Eksternal, Dan Reliabilitas Traumatic Events Questionnaire (TEQ) Sjania Malik; Grace Indrawati; Dih’iyah E. Pratiwi; Feny M. Lestari; Christiany Suwartono; Magdalena S. Halim
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 4 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i4.9301

Abstract

AbstractTraumatic event is an event that makes trauma and resulting a great pressure. Trauma can occur because of the experience of a traumatic event. Traumatic Events Questionnaire (TEQ) is a measurement tool that can be used as an early detection of the experience of the traumatic event. The purpose of this study was to adapt the TEQ in Indonesia. This study used a total of 172 respondents. The method of analysis used is the internal validity items and sub-items, external validity, and reliability by using SPSS 17.0 statistical software. In the external validity, researchers conducted a comparative measure TEQ measuring devices BDI II. From this research it is known that some items are invalid; items number 5, 9, and 12. Based on the calculation of external validity it is known that non-clinical Data have significant value, while the data on clinical results are not significant. The results of calculation of the reliability of the non-clinical data is -0.53, which means very low reliability, whereas the clinical outcome in the data is 0.950, which means very high reliability.AbstrakPeristiwa traumatik adalah peristiwa yang membuat trauma dan menghasilkan tekanan besar. Trauma bisa terjadi karena pengalaman traumatis. Traumatic Events Questionnaire (TEQ) adalah sebuah alat ukur yang bisa digunakan sebagai deteksi dini terhadap pengalaman traumatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi TEQ ke dalam bahasa Indonesia. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 172 orang. Metode analisis yang digunakan yaitu validitas internal item dan sub-item, validitas eksternal, dan reliabilitas dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS 17.0. pada validitas eksternal, peneliti melakukan pengukuran komparatif TEQ dengan mengukur perangkat BDI II. Hasilnya, ada beberapa item yang tidak valid, yaitu item nomor 5, 9, dan 12. Berdasarkan perhitungan validitas eksternal, diketahui bahwa data non klinis memiliki nilai signifikan. Sementara itu, data klinis menunjukkan hasil tidak signifikan. Reliabilitas data non klinis yaitu -0.53, yang artinya rendah. Sedangkan reliabilitas dan klinis yaitu 0.950, yang bermakna tinggi.
Uji Validitas Konstruk Instrumen Health Professional Stress Inventory (HPSI) Sri Lita Susanti
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 2 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i2.9289

Abstract

AbstractJob specific stressor is factors that cause specific stress to health worker in comparison to other factor that made them susceptible with burnout. Job specific stressor consist in four dimensions, those are job conditions, job uncertainty, lack of professional recognition and support, and interpersional conflict. Health Professional Stress Inventory (HPSI) is an measurement instrument that developed by Wolfgang (1988). The purpose of this research is to test the construct validity of the instrument. Data of this research was collected from nurses in one of the hospital in Banten and Jakarta. Respondent that became the respondent in this research is 123 nurses. Result showed that 5 of 8 items can measure job condition, 8 of 9 items can measure job uncertainty, all items in lack of professional recognition and support (11 items), and interpersonal conflict (3 items) can measure each dimensions well.AbstrakJob specific stressor adalah faktor-faktor yang menyebabkan stres pada pekerja kesehatan yang terjadi lebih spesifik dibandingkan beberapa faktor umum lainnya yang membuat mereka rentan terhadap burnout. Terdiri dari empat dimensi yaitu kondisi pekerjaan, ketidakpastian pekerjaan, kurangnya pengakuan dan dukungan secara professional, dan konflik interpersonal. Health Professional Stress Inventory (HPSI) merupakan instrumen pengukuran yang dikembangkan oleh Wolfgang (1988). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari perawat di salah satu rumah sakit umum daerah di Banten dan Jakarta. Sebanyak 123 perawat menjadi responden dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 5 dari 8 item dapat mengukur job condition, 8 dari 9 item dapat mengukur ketidakpastian pekerjaan, seluruh item kurangnya pengakuan dan dukungan secara profesional (11item), dan konflik interpersonal (3 item) dapat mengukur masing-masing dimensi dengan baik.
Uji Validitas Konstruk Leader Member Eexchange – Multi-Dimensional Measure (LMX-MDM) Jonny Pranata
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 5, No 1 (2016): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v5i1.9245

Abstract

Abstract This study tested construct validity of LMX-MDM (leader member exchange-multidimensional measure). LMX (leader member exchange) has four dimensions, and those are affect, loyalty, contribution, and professional respect with 24 items. Test was conducted on 120 workers in one of private company in Jakarta. Analysis method used in this study is Confirmatory Factor Analysis (CFA) using LISREL 8.70 software. Result of this study proves that all of the subscales are fit to measure one factor model.   Abstrak Penelitian ini menguji validitas konstruk dari LMX-MDM (leader member exchange-multi-dimensional measure). LMX (leader member exchange) memiliki empat dimensi yaitu affect, loyalty, contributions, dan professional respect dengan jumlah item sebanyak 24 item. Pelaksanaan tes dilakukan pada karyawan salah satu perusahaan swasta di Jakarta berjumlah 120 orang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah CFA (confimatory factor analysis) dengan bantuan software lisrel 8.70. Hasil pengujian membuktikan bahwa semua subskala fit (sesuai) mengukur model satu faktor.DOI : 10.15408/jp3i.v5i1.9245
Pengaruh Trait Kepribadian Big Five dan Self - Control Terhadap Risk Taking Behavior Pada Pekerja Konstruksi Arya Ersyaf Gucciano; Nia Tresniasari
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 6, No 2 (2017): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v6i2.9161

Abstract

Abstract The Construction sector has a higher risk of accidental employment compared to other labor sectors in Indonesia. Therefore, it is important for construction workers to have knowledge of the dangers and vulnerability that can occur. This study aims to determine the effect of trait big personality five and self-control against risk taking behavior in construction workers. Sample amounted to 213 construction workers taken by accidental sampling technique. Instruments used in this study there are three scales, namely scale DOSPERT (Domain Specific Risk Taking), scale of five inventory and scale of self-control scale. Test the validity of the measuring instrument using confirmatory factor analysis (CFA) technique. While the data analysis using multiple regression techniques. The results of this study indicate that there is a significant influence of the trait of big five personality and self-control on risk taking behavior in construction workers. The amount of influence of all independent variables on risk taking behavior is 40.4%, while the rest is influenced by other variables outside this research. While the results of the analysis of the proportion of variance of each variable separately, found the largest contribution to risk taking behavior is neuroticism, agreeableness, openness to experience, conscientiousness of the big five personality trait, and self-control variables. This research will get better results when using a wider population, in order to obtain more diverse data and can compare with factors that have not been studied. Abstrak Sektor Konstruksi memiliki risiko timbulnya kecelakaan kerja yang tinggi dibanding dengan sektor tenaga kerja lain di Indonesia. Oleh karena itu, penting sekali untuk para pekerja konstruksi memiliki pengetahuan tentang bahaya dan kecelekaan yang dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh trait kepribadian big five dan self-control terhadap risk taking behaviour pada pekerja konstruksi. Sampel berjumlah 213 pekerja konstruksi yang diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdapat tiga skala, yaitu skala DOSPERT (Domain Specific Risk Taking), skala big five inventory dan skala self-control scale. Uji validitas alat ukur menggunakan teknik confirmatory factor analysis (CFA). Sedangkan analisis data menggunakan teknik multiple regression. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari trait kepribadian big five dan self-control terhadap risk taking behaviour pada pekerja konstruksi. Besarnya pengaruh seluruh variabel independen terhadap risk taking behaviour adalah sebesar 40,4%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Sementara hasil analisis proporsi varians masing-masing variabel secara terpisah, ditemukan sumbangan yang paling besar terhadap risk taking behaviour adalah neuroticism, agreeableness, openness to experience, conscientiousness dari trait kepribadian big five, dan variabel self-control. Penelitian ini akan mendapatkan hasil yang lebih baik apabila menggunakan populasi yang lebih luas, agar mendapatkan data yang lebih beragam dan dapat membandingkan dengan faktor yang belum bisa diteliti.DOI : 10.15408/jp3i.v6i2.9161
Adaptasi Dan Validasi Skala Political Trust Dan Political Efficacy Restiani Fauzie
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 4 (2014): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v3i4.9319

Abstract

AbstractThe aim of the study is to test the construct validity of political trust scale modified from Loeber (2011) and political efficacy scale modified from Craig, Niemi, and Silver (1990). Political trust consists of three dimensions, 1) trust with politician, 2) political trust with institution, and 3) trust with democracy. Political efficacy consists of two components, internal political efficacy and external political efficacy. Data were collected from 337 participants. Confirmatory factor analysis was used as factor analysis method using Lisrel 8.70. Validity testing of political trust scale was conducted with four analysis model and three analysis model to test the validity of political efficacy scale. The result showed that three dimensions of political trust were significantly fit while tested using three factor model and second order method, and not fit when using one factor model. Similar result was applied to the validity of political efficacy scale. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari skala kepercayaan politik yang dimodifikasi dari skala yang disusun oleh Loeber (2011) dan efikasi politik yang dimodifikasi dari Craig, Niemi, dan Silver (1990). kepercayaan politik terdiri dari tiga dimensi: kepercayaan terhadap politisi, kepercayaan terhadap instituai, dan kepercayaan terhadap demokrasi, sedangkan efikasi politik terdiri dari dua komponen: efikasi politik internal dan efikasi politik eksternal. Data berasal dari subyek sebanyak 337 orang. Metode yang digunakan adalah analisis faktor konfirmatorik. Pengujian validitas skala kepercayaan politik pada penelitian ini dilakukan dengan empat model analisis. Sedangkan untuk pengujian skala efikasi politik dilakukan dengan tiga model analisis. Berdasarkan pengujian melalui model per-dimensi, tiga faktor dan orde dua didapatkan semua subskala signifikan mengukur political trust namun ada tiga item yang bersifat multidimensional. Sedangkan pengujian melalui model satu faktor tidak cocok karena terlalu banyak korelasi antar kesalahan item. Pengujian validitas konstruk skala efikasi politik melalui model per-dimensi dan dua faktor didapatkan semua subskala signifikan mengukur efikasi politik namun ada satu item yang bersifat multidimensional. Saat dilakukan pengujian melalui model satu faktor didapatkan empat item yang tidak fit dan modifikasi panjang harus dilakukan untuk memperoleh model yang fit.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Student-Life Stress Inventory Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis Sukma Dwi Putra
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 3 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i3.9298

Abstract

AbstractAcademic stress is negative emotional experience along with biochemical, physiological, cognitive, and behavior changes felt as burden or exceed the source available in individuals. Student-Life Stress Inventory is a standard measurement inventory used to measure stress source (frustration, conflict, pressure, changes, and self-force) and reaction to stress (physiological, emotion, behavior, and cognitive) which was developed by Bernadette M. Gadzella (1991). Objective of this study is to examine aforementioned instrument construct validity. Data of this study was obtained from 152 undergraduate students of Syarif Hidayatullah Islamic State University, Jakarta. Method used to test validity is confirmatory factor analysis. The result of this study showed that 44 of 51 items unidimensional, meaning 44 items only measure one factor, thus one model factor theorized by Student-Life Stress Inventory can be accepted. AbstrakStres akademik adalah pengalaman emosional yang negatif disertai oleh perubahan biokimia, fisiologis, kognitif, dan perilaku yang dirasakan sebagai sesuatu yang membebani atau melampaui sumber daya yang tersedia pada diri setiap individu. Student-Life Stress Inventory merupakan instrumen pengukuran baku yang digunakan untuk mengukur sumber stres (frustasi, konflik, tekanan, perubahan, dan pemaksaan diri) dan reaksi terhadap stres (fisiologis, emosi, tingkah laku, dan kognitif) yang dikembangkan oleh Bernadette M. Gadzella (1991). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari mahasiswa yang menempuh pendidikan S1 di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang berjumlah 152 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah analisis faktor konfirmatorik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 44 item dari 51 item yang dianalisis bersifat unidimensional, artinya 44 item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh  Student-Life Stress Inventory dapat diterima.
Struktur Dan Pengukuran Terhadap Pembelian Impulsif: Uji Validitas Konstruk Neo Personality Inventory – Revised (NEO PI–R) Versi Bahasa Indonesia Ajeng Winarti
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 1 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i1.9283

Abstract

AbstractPersonality of people who buy K-Pop concert ticket impulsively becomes something should be aware of. This is related to what type of personality predict impulse buying among who buy tK-Pop concert ticket.  Therefore, it is necessary to have an instrument to measure personality type toward impulsive buying of K-Pop concert ticket. Current research aimed to test construct validity of 44-items Indonesian version of Neo Personality Inventory-Revised (Neo PI–R) Scale, consists of five dimensions, Extraversion, Neurocitism, Agreeableness, Conscientiousness, and Openness. Data were collected from 215 participans. Confirmatory factor analysis method was used in this research. The result showed that 40-items are unidimentional.  It means that all items measures one factor only. Therefore, one factor model of Neo PI – R is accepted. AbstrakKepribadian seseorang mengenai pembelian impulsif tiket konser K-pop saat ini menjadi hal yang perlu diperhatikan. Hal ini terkait dengan tipe-tipe kepribadian apa saja yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pembelian impulsif tiket konser K-pop. Oleh sebab itu, diperlukan suatu alat yang dapat digunakan untuk mengukur tipe kepribadian seseorang terhadap pembelian impulsif tiket konser Kpop. Penelitian ini menguji validitas konstruk dari skala baku yang telah banyak digunakan di negara lain yaitu Neo Personality Inventory–Revised (Neo PI–R). Dalam penelitian ini menggunakan lima dimensi dalam kepribadian yaitu Extraversion, Neuroticism, Agreeableness, Conscientiousness dan Openness dengan jumlah total 44 item. Pelaksanaan tes mengambil sampel sebesar 215 orang. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis faktor konfirmatorik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawa seluruh item yang berjumlah 40 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh Neo Personality Inventory–Revised  dapat diterima.
Aplikasi Model Rasch Untuk Validasi Instrumen Pengukuran Fundamentalisme Agama Bagi Responden Muslim Susilo Wibisono
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 5, No 1 (2016): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v5i1.9239

Abstract

Abstract This research aims to validate religious fundamentalism instrument developed for Muslim respondents by using Rasch Model. Altemeyer and Hunsberger (1992) said that fundamentalism refers to the attitude toward religious beliefs. The sub dimentions of fundamentalism based on: (a) The attitude toward belief that religion including all matters and never be wrong; (b) The attitude toward belief in opposing forces and must be resisted; and (c) The attitude toward belief that religious truth is absolute and does not need to be contextualized. The data was collected from 113 Muslim students in Yogyakarta. Result of analyzis shows a good instrument’s reliability index (α = 0,85), respondent’s reliability (α=0,82), and item’s reliability (α=0,97). Generally, this instrument can explain 41,8% variances in the respondents. Based on these findings, the religious fundamentalism among Muslim can be assessed by this instrument. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memvalidasi instrumen fundamentalisme agama yang dikembangkan untuk respoden Muslim dengan memakai model Rasch. Fundamentalisme mengarah pada sikap terhadap keyakinan agama. Sub dimensi dari fundamentalisme didasari oleh: (a) sikap terhadap keyakinan bahwa agama mencakup semua hal dan tidak pernah keliru; (b) sikap terhadap keyakinan bahwa terdapat hal yang berlawanan dan harus ditolak; and (c) sikap terhadap keyakinan bahwa kebenaran agama bersifat absolut dan tidak perlu untuk dijadikan kontekstual. Data diperoleh dari 113 siswa Muslim di Yogyakarta. Hasil dari analisis menunjukkan indeks reliabilitas instrumen (α = 0,85), reliabilitas responden (α=0,82), dan realibitas item (α=0,97). Secara umum, instrumen ini bisa menjelaskan 41,8% varians dalam responden. Berdasarkan temuan ini, fundamentalisme agama di antara Muslim dapat dinilai dengan menggunakan instrumen ini.DOI : 10.15408/jp3i.v5i1.9239
Peran Pengukuran Dananalisis Statistika Dalam Penelitian Psikologi Jahja Umar
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 1 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i1.9256

Abstract

Abstract At least, there are four source of error which cause research result invalidity, especially in data analysis using statistics, those are sampling error, measurement error, specification error, other sources of error that haven't been know and assumed as random error. In psychology research, impact of measurement error to research result validity more dominantly is caused by almost all variables in psychology that are latent. Impact of measurement error generally is in form of under-estimation to statistical coefficient such as correlation, regression, etc. But now, there are methods that can be used to correct all those negative impacts, such as confirmatory factor analysis which result true-score estimation to be used as data that will be analysed. There is also structural equation model analysis where error impact can corrected directly, thus pure correlation and regression coefficient obtained. This article illustrates how serious error that can happen without correction, using SEM approach   Abstrak Setidaknya ada empat sumber kesalahan yang dapat mengakibatkan tidak validnya hasil penelitian,terutamadalamanalisisdatastatistika,yaitu:(a)kesalahansampling,(b)kesalahanpengukuran,(c)kesalahanspesifikasi/teori ,dan(d)sumberkesalahanlainyangbelumdiketahuidandianggapbersifat random.Dalampenelitianpsikologidampak kesalahan pengukuran terhadap validitas hasil penelitian lebih dominankarenahampirsemuavariabelnya merupakan variabel laten. Dampak dari kesalahan pengukuran umumnyaberupaunder-estimasi terhadap koefisien statistik seperti korelasi, regresi, dan lain-lainnya.Namunpadasaatini,telah tersedia berbagai metode statistika yang dapat digunakan untuk mengoreksi dampak negatif tersebut, misalnya analisis faktor konfirmatorik yang dapatmenghasilkanestimate true-scoreuntukdigunakansebagaidatayang akandianalisis.Selanjutnyajugaterdapatanalisismodelpersamaanstrukturaldimana dampak kesalahan pengukuran dapat dikoreksi secara langsung sehingga diperoleh koefisien korelasidanregresiyangmurni.Dalamtulisaninidisajikan ilustrasi (dengan pendekatan SEM) betapa seriusnya kesalahan yang dapat terjadi jika tidak dilakukankoreksi.  
Uji Validitas Konstruk Work-Family Conflict Aulia Anisyah Fassa
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 4 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i4.9307

Abstract

AbstractThe aim of the study was to test the construct validity of work-family conflict scale. This research tested the construct validity of 18-items work-family conflict scale consists of three dimensions, Time-Based Conflict, Strain-Based Conflict, and Behavior-Based Conflict (Greenhaus & Beautell, 2015). 293 participants that was involved in this research consists of teachers of Al-Alzhar School in South Jakarta. Confirmatory factor analysis  was used in this research, using Lisrel 8.70 software. The result from confirmatory factor analysis showed that all dimensions of work-family conflict (Time-Based Conflict, Strain-Based Conflict, and Behavior-Based Conflict) need to be modified to get fit models of work-family conflict construct.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari work-family conflict. Penelitian ini, menggunakan tiga dimensi konflik pekerjaan-keluarga dari Greenhaus & Beautell (1985) yaitu time-based conflict, strain-based conflict, dan behavior-based conflict yang berjumlah 18 item untuk di uji validitasnya. Sampel yang digunakan adalah guru sekolah Al-Azhar wilayah Jakarta Selatan sebanyak 293 orang. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan menggunakan program lisrel 8.70. Berdasarkan perhitungan dengan metode CFA dapat disimpulkan bahwa semua dimensi memerlukan modifikasi model pengukuran untuk dapat memperoleh nilai fit.

Page 3 of 26 | Total Record : 260