cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 260 Documents
Uji Validitas Konstruk Beck Depression Inventory-II (BDI-II) Sorayah Sorayah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 1 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i1.9259

Abstract

Abstract Depression causes someone to lost interest or pleasure, feeling guilty or inferiority, sleep problems or lost appetite, low energy and low concentration. The worst of depression also caused suicide. Depression often suffered along other diseases –as cancer, HIV, and cardiovascular-. Treat depression can help improved the result of healing disease. For that reason, research on depression often done. Beck Depression Inventory-II (BDI II) was one of popular measurement instrument and most used for detecting depression. Hence this study attempts to examined validity construct of BDI-II. Data used was the data from 124 cancer patients in Dharmais Hospital of Cancer, south Jakarta. Analysis method was used Confirmatory Factor Analysis (CFA) with Lisrel 8.7. Results showed that some item in BDI-II that measures more than one factor (multi-dimentional). Abstrak Depresi menyebabkan seseorang kehilangan minat atau kesenangan, perasaan bersalah atau rendah diri, tidur terganggu atau hilangnya nafsu makan, energi rendah serta menurunnya konsentrasi. Dan yang paling buruk, depresi juga dapat menyebabkan bunuh diri. Depresi sering diderita bersamaan dengan penyakit lainnya—seperti kanker, HIV dan kardiovaskular—. Mengobati depresi dapat membantu meningkatkan hasil penyembuhan penyakit. Untuk itu penelitian terhadap depresi sering dilakukan. Beck Depression Inventory-II (BDI-II) merupakan salah satu alat ukur yang populer dan paling banyak digunakan dalam mendeteksi depresi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk dari BDI-II. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari 124 pasien kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Selatan.Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Faktor Konfirmatorik (CFA) dengan bantuan software Lisrel 8.7. Hasil pengujian membuktikan bahwa terdapat beberapa item dalam BDI-II yang mengukur lebih dari satu faktor (multi-dimensional).
Uji Validitas Konstruk Alat Ukur Diabetes Quality Of Life (DQOL) Emiria Farahdina
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 4 (2014): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v3i4.9321

Abstract

AbstractQuality of life is a concept that related with life satisfaction according to culture, life experience, and value which is used to explaining someone’s life aspects generally or specifically with an illness, for example Diabetes Mellitus Type 2. DM2 affects health condition decreasing and overall QoL. Diabetes Quality of Life (DQoL) is a measurement of QoL DM2 specific recommended by previous researchers to measure QoL of DM2 patient. But, this scale need to be adjusted with research sample characteristics in Indonesia. This research was conducted to testing construct validity of DQoL scale which has been adapted with Indonesian culture. Research sample was 161 elderly from a certain hospital in Bogor. Data was collected with non-probability sampling technique. Result showed that overall DQoL has unidimensional items. So that, DQoL is important for improving QoL of DM2 patients.AbstrakQuality of Life merupakan konsep yang berhubungan dengan kepuasan pribadi akan kehidupannya berdasarkan konteks sistem budaya, pengalaman hidup, dan nilai dan digunakan untuk menjelaskan aspek kehidupan seseorang secara keseluruhan maupun yang berkaitan dengan penyakit tertentu, misalnya Diabetes Mellitus Tipe 2 (DM2). DM2 mempengaruhi penurunan kondisi kesehatan dan QoL secara keseluruhan.  Diabetes Quality of Life (DQoL) merupakan instrumen pengukuran QoL spesifik diabetes yang banyak direkomendasikan oleh peneliti sebelumnya untuk mengukur QoL penderita DM2. Namun, penggunaan skala ini perlu disesuaikan kembali sesuai dengan karakteristik sampel penelitian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk dari skala DQoL yang telah disesuaikan dengan budaya Indonesia. Sampel dalam penelitian ini berjumlah I61 lansia yang diperoleh dari salah satu rumah sakit di Bogor, diambil dengan menggunakan teknik sampling non-probabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum item-item dalam DQoL sudah mengukur konstruk yang didefinisikan (unidimensional). Oleh karena itu, skala DQoL penting dikembangkan dalam rangka peningkatan QoL penderita DM2.
Model Regresi Logistik Untuk Melihat Pengaruh Faktor Demografis, Self Efficacy, Terhadap Perilaku Mencontek Noor Lusty Putri Setiawati; Agung Priyono Utomo
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 6, No 2 (2017): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v6i2.9172

Abstract

Abstract Adolescence is still a period of study in school. School is a secondary education environment for adolescents after the family environment. In school, teenagers are always faced with the assessment of the success of both teachers and teachers, both the success of the exam and schoolwork to know the progress of the level of achievement study. Measurement of learning outcomes tends to be quantitative, because the symbol of numbers or scores to determine the overall quality of student academic performance. This makes students competing, depressed and have a must in achieving high scores so that not infrequently the students do dishonest or cheat to achieve high score. One factor that is thought to lead to cheating behavior is self-efficacy. This research moved from the phenomenon of cheating behavior in junior high school students. The purpose of this study is to determine whether there is influence between self-efficacy and cheating behavior on students of Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. Logistic regression models are used when all variables are categorical. Appropriate models are obtained after parameter estimation, significance test, and model fit test. In this study logistic regression model is used to determine the influence of Cheating Behavior, Self Efficacy, Class, Gender, Social Status and Religiuity. A sample of 128 people using two stage cluster sampling. Based on the analysis of logistic regression model concluded that the value of chi-square model of 63.1 and significance of 0.000, it shows that there is significant increase with the addition of self efficacy variable model, gender and religiuity to cheat behavior AbstrakMasa remaja merupakan masa belajar. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan sekunder bagi remaja setelah lingkungan keluarga. Di sekolah, remaja selalu dihadapkan pada situasi penilaian keberhasilan dari guru maupun ternan, baik dalam ujian maupun tugas sekolah. Pengukuran hasil belajar cenderung bersifat kuantitatif, lantaran simbol angka atau skor untuk menetukan kualitas prestasi akademik siswa. Hal ini membuat siswa berlomba -lomba, tertekan dan memiliki keharusan dalam meraih nilai yang tinggi sehingga tidak jarang siswa melakukan tindakan tidak jujur atau menyontek untuk meraih nilai tinggi. Salah satu faktor yang diduga dapat menimbulkan perilaku menyontek adalah self-efficacy (keyakinan dalam diri). Penelitian ini beranjak dari adanya fenomena perilaku menyontek pada siswa SMP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh antara self-efficacy dengan perilaku menyontek pada siswa siswi Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. Model regresi logistik digunakan saat semu variabel berbentuk kategorik. Model yang sesuai diperoleh setelah dilakukan panaksiran parameter, uji signifikansi, dan uji kecocokan model. Dalam penelitian ini model regresi logistik digunakan untuk mengetahui pengaruh Perilaku Menyontek, Self Efficacy, Kelas, Jenis Kelamin, Status Sosial dan Religiuitas. Sampel penelitian sejumlah 128 orang menggunakan two stage cluster sampling. Berdasarkan hasil analisis model regresi logistik disimpulkan bahwa nilai chi-square model sebesar 63.1 dan siginifikansi sebesar 0.000, hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikansi dengan penambahan model variabel self efficacy, jenis kelamin dan religiuitas terhadap perilaku menyontek DOI : 10.15408/jp3i.v6i2.9172
Dampak Dari Multidimensionalitas Butir Soal Terhadap Estimasi True Score Dengan Pendekatan Model Bifaktor Nursakinah Oktaviana Sasmita
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 4 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i4.9300

Abstract

AbstractCurrent study is a simulation research, focused on the number of factors, items, and respondents replicated 50 times. After that, replicated data was considered as unidimensional and bifactor and then the effect was computed from theta margin. This research aims to explore the number of factors, items, and respondents, which is measured, affect the unidimensional asumption transgression on bifactor. Also, this research aims to understand bias differences of bifactor data that is considered as unidimensional. The result showed that data with bifactor model and analyzed as unidimensional will obtain the untrue theta score due to high bias differences. In addition, the R square of respondents bias is 0.69%.AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian simulasi dimana yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah banyaknya faktor, item dan responden dengan replikasi 50 kali. Selanjutnya data hasil replikasi ini dianggap sebagai unidimensi dan bifaktor dan dihitung pengaruhnya dari selisih theta tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui banyaknya faktor, item dan responden yang ikut terukur berdampak pelanggaran asumsi unidimensi pada bifaktor. Selain itu, juga untuk mengetahui perbedaan bias pada data bifaktor yang dianggap sebagai unidimensi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data dengan model bifaktor dan dianalisis sebagai unidimensi maka hasilnya akan memperoleh theta yang tidak sebenarnya, karena perbedaan bias atau deviasi yang terjadi cukup tinggi. Disamping berdasarkan hasil perhitungan didapatkan R square sebesar 0.69%, bias responden yang dapat dijelaskan oleh bervariasinya faktor, item dan responden dengan taraf signifikansi 0.000.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Social Skills Inventory Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Wisti Hasrikusuma Pramusita
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 2 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i2.9287

Abstract

AbstractSocial skill is an ability to give, accept, and to control verbal and nonverbal information so that a positive social interactions created (Riggio, 1986). Social skill consist  six dimensions, those are emotional expressivity, emotional sensitivity, emotional control, social expressivity, social sensitivuty, and social support. Social skill inventory is an instrument of standard measurement that developed by Ronald E. Riggio (1989) to measure six dimension of social skill. This research goal is to test the construct validity of instrument. Data in this research is collected from 200 high school students in South Jakarta. Confirmatory factor analysis with LISREL 8.70 was used to test the construct validity. The result of this research showed that all items that consist 36 items is unidimensional. That means, all items just measure one factor so that one factor model can be accepted.AbstrakKeterampilan sosial adalah kemampuan dalam mengirimkan, menerima, dan mengontrol informasi verbal maupun nonverbal sehingga tercipta interaksi sosial yang positif (Riggio, 1986). Keterampilan sosial tersusun ke dalam enam dimensi yaitu ekspresivitas emosional, sensitifitas emosional, kontrol emosional, ekspresivitas sosial, sensitivitas sosial, dan kontrol sosial. Social Skills Inventory merupakan instrumen pengukuran baku yang dikembangkan oleh Ronald E. Riggio (1989) untuk mengukur enam dimensi keterampilan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari siswa sekolah menengah atas di Jakarta Selatan yang berjumlah 200 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan menggunakan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh item yang berjumlah 36 item bersifat unidimensional, artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor dapat diterima.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Self-Esteem Inventory Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Nadidah Zahrani
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 5, No 1 (2016): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v5i1.9241

Abstract

Abstract Self-esteem is a reflection of human nature in psychology to see how a person decides the behavior that sorted into 3 dimensions, that is feeling towards self, feeling toward others and relationship with others. Self-esteem inventory is a standard measurement instrument used to measure the 3 dimensions of self-esteem that developed by Michinton (1993). The purpose of this research is to test the construct validity of the instrument. The data of this research collected from 208 smartphone users that have been using smartphone for more than a year. Method that used to test this research is confirmatory factor analysis (CFA) with LISREL 8.70. The results showed that all the items that consist of 25 items is undimensional. That means, all the items just measure one factor model that has been theorized by Self-esteem Inventory can be accepted.   Abstrak Self-esteem adalah suatu cerminan sifat manusia dalam ilmu psikologi untuk melihat bagaimana seseorang menentukan perilakunya yang tersusun dalam tiga buah dimensi yaitu perasaan mengenai diri sendiri, perasaan mengenai orang lain dan hubungan dengan orang lain. Self-esteem Inventory merupakan instrumen pengukuran baku yang digunakan untuk mengukur tiga dimensi self-esteem yang dikembangkan oleh Michinton (1993). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas kostruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari pengguna smartphone yang sudah menggunakan smartphone-nya lebih dari 1 tahun yang berjumlah 208 orang. Metode yang digunakan untuk mengujinya adalah confirmatory factor analysis (CFA) menggunakan software LISREL 8.70. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawa seluruh item yang berjumlah 25 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan dalam Self-esteem Inventory dapat diterima.DOI : 10.15408/jp3i.v5i1.9241
Pengaruh Hubungan Big Five Personality, Perilaku Hidup Sehat, dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Intuitive Eating pada Siswa SMA di Wilayah Malang Khoirotul Awwaliyah; Risatianti Kolopaking
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 6, No 2 (2017): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v6i2.9170

Abstract

Abstract Intuitive eating is a form of eating behavior characterized by a strong connection to the physiological cues of hunger and satiety, taking into account the amount of body needs and the type of food to eat to maintain the nutritional and body health. The sampling technique is non probability sampling. A total of 263 adolescents aged 15 years to 19 years with the criteria of high school students who live in Malang, East Java and have got balanced nutrition education program be sample of this study. The results of this study show significant influence of personality extraversion, personality agreeableness, personality conscientiousness, personality neuroticism, personality openness to experiences of big five personality, healthy life behavior, and body mass index (IMT) on intuitive eating in high school students in Malang regency. (R-square = 0.066, sig = 0.032). Hypothesis test results show that neuroticism of big five personality and body mass index (IMT) have significant influence to intuitive eating. Abstrak Intuitive eating adalah suatu bentuk perilaku makan yang ditandai dengan hubungan yang kuat pada isyarat-isyarat fisiologis dari rasa lapar dan kenyang, dengan memperhatikan jumlah kebutuhan tubuh dan jenis makanan yang harus dimakan untuk menjaga kesehatan gizi dan bentuk tubuh. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling. Sebanyak 263 remaja berusia 15 tahun sampai dengan 19 tahun dengan kriteria siswa SMA yang berdomisili di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dan sudah mendapat program pendidikan gizi seimbang. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan personality extraversion, personality agreeableness, personality conscientiousness, personality neuroticism, personality openness to experiences dari big five personality, perilaku hidup sehat, dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap intuitive eating pada siswa SMA di Kabupaten Malang. (R-square = 0.066, sig = 0.032). Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa neuroticism dari big five personality dan indeks massa tubuh (IMT) mempunyai pengaruh signifikan terhadap intuitive eating. DOI : 10.15408/jp3i.v6i2.9170
Uji Validitas Konstruk The Social Provisions Scale Muhammad Dwirifqi Kharisma Putra
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 4 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i4.9310

Abstract

AbstractThe aim of this study was to test the construct validity of Social Provision Scale. The social provision scale was developed by Cutrona and Russell (1987). 30-items of The Social Provision Scale, consists of six dimensions (attachment, social integration, reassurance of worth, reliable alliance, guidance, opportunity for nurturance) are tested. 326 high school students in Jakarta are participated in this research. By using confirmatory factor analysis and helped by Lisrel 8.70 software, the result showed that the subscales are fit to measure one factor model. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari The Social Provisions Scale.  Alat ukur dukungan sosial ini dikembangkan oleh Cutrona dan Russell (1987). Dalam penelitian ini, variabel dukungan sosial terdiri atas enam dimensi yaitu kelekatan, integrasi sosial, adanya pengakuan, ketergantungan untuk dapat diandalkan, bimbingan, dan kesempatan untuk merasadibutuhkan dengan jumlah item sebanyak 30 item. Pelaksanaan tes dilakukan pada siswa  salah satu SMA Negeri di Jakarta  berjumlah 326 orang. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah CFA (confimatory factor analysis) dengan bantuan perangkat lunak LISREL 8.70. Hasil pengujian membuktikan bahwa semua subskala sesuai mengukur model satu faktor.
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Big Five Inventory (BFI) Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Tuti Alawiyah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 3 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i3.9296

Abstract

AbstractBig five personality is an approach that is used in psychology to see human personality through trait that consist five personality domain shaped by factor analysis. This five domain of personality is, extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, and openness to experience. This five domains of personality are the standard measurement that is used to measure five dimension of big five personality that was developed by Pervin and John (1991). The objective of this research is to test validity of the intrument construct . Data of this reasearch collected from 250 woman entrepreneur in Pulomerak-Banten subdistrict. Confirmatory factor analysis using was used. The result showed that all items that consist 44 unidimensional items. That means, the item just measure one factor so that one of the factors in big five inventory can be accepted.AbstrakBig five personality adalah pendekatan yang digunakan dalam psikologi untuk melihat kepribadian manusia melalui trait yang tersusun dalam lima buah doamain kepribadian yang dibentuk dengan menggunakan analisis faktor. Lima buah domain kepribadian tersebut adalah, extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, dan openness to experience merupakan instrumen pengukuran baku yang digunakan untuk mengukur lima dimensi big five personality yang dikembangkan oleh Pervin dan John (1991). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk instrumen tersebut. Data diperoleh dari wanita wirausaha kecamatan Pulomerak-Banten berjumlah 250 orang. Metode yang digunakan adalah analisis faktor konfirmatorik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh item yang berjumlah 44 item bersifat unidimensional. Artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh big five inventory dapat diterima.
Uji Validitas Konstruk Empati terhadap Agresivitas Remaja dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Lailatul Badriyah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 2, No 6 (2013): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v2i6.10754

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari empati yang digunakan sebagai salah satu alat ukur yang berhubungan dengan agresivitas remaja. Dalam penelitian ini menggunakan empat dimensi empati dari Mark H Davis (1980) yaitu, perspective taking, fantasy, empathic concern, dan personal distress dengan jumlah total sebanyak 28 item. Data yang digunakan adalah siswa dan siswi SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan sebanyak 150 orang. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan program lisrel 8.70. Berdasarkan perhitungan dengan metode CFA dapat disimpulkan bahwa semua dimensi memerlukan modifikasi model pengukuran untuk dapat memperoleh nilai fit.

Page 5 of 26 | Total Record : 260