cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi)
ISSN : 2528021X     EISSN : 2528021X     DOI : -
Core Subject : Science,
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) is a journal of Library and Information Science published by the Library and Information Science Department of Social Sciences Faculty, State Islamic University of Sumatera Utara (UIN Sumatera Utara) Medan. The journal covers all issues in librarianship and information studies. The coverage of the discussion in librarianship may be viewed from various perspectives of disciplines. JIPI is intended to be published twice a year in May and November. In addition to its electronic format, it is also published in a printed form.
Arjuna Subject : -
Articles 248 Documents
Etika Pustakawan Dengan Organisasi Profesi Pada Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman Nuraini Nuraini
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v3i2.3042

Abstract

This research took place at the Regional Library Office of Sleman Regency. The purpose of this study was to determine the ethics of librarian relations with professional organizations in the district Library Office of Sleman Regency. This type of research is qualitative research with a descriptive approach. The results of this study indicate that the ethics of librarian relations in the district library office in sleman with professional organizations are well implemented even though they have not been maximally in accordance with the statement of the code of ethics on the point of librarian relations with professional organizations created by IPI Penelitian ini bertempat di Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui etika hubungan pustakawan dengan organisasi profesi pada Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etika hubungan pustakawan di Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman dengan organisasi profesi dilaksanakan dengan baik meskipun belum maksimal sesuai dengan pernyataan dari kode etik pada poin hubungan pustakawan dengan organisasi profesi yang dibuat oleh IPI.
Pemanfaatan Library 2.0 di Perpustakaan Perguruan Tinggi di Indonesia: Studi Kasus 150 Universitas terbaik di Indonesia versi Webometrics tahun 2016 Muhammad Usman Noor
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v3i2.1923

Abstract

Library 2.0 is a library of services that always make user-oriented changes by inviting users to participate in service creation. Conditions of application of Library 2.0 in Indonesia results from Research-research on the implementation of Library 2.0 in Indonesia has begun in the year 2000an. In general, the application of Library 2.0 in Indonesia from previous research results is still less developed. Utilization of Library 2.0 applications can be divided into four main categories, namely information push / pull, information retrieval, information exchange and social networking. The purpose of this research is to measure the application of Library 2.0 in 172 Academic Library of Indonesia by Webometric version of 2016. This research uses library research in collecting data through survey method. As a result, social networking became the most widely used Library 2.0 application in the academic library of Indonesia with 44.04% percentage, then Information push / pull with 30.66%, Information exchange of 20.15% and the lowest information retrieval with 11.62%. This shows that there is a high utilization in some categories of Library 2.0 application utilization in Indonesian Academic Library.Library 2.0 adalah konsep perpustakaan yang mengedepankan aspek pengguna dalam memberikan pelayanannya. Pengguna turut aktif berpartisipasi dalam penyelenggaraan layanan perpustakaan. Kondisi penggunaan Library 2.0 di Indonesia dari berbagai penelitian sebelumnya mengatakan bahwa Library 2.0 masih belum berkembang. Penggunaan konsep Library 2.0 dapat dibedakan menjadi 4 kategori utama, tarikan/dorongan informasi, penemuan kembali informasi, pertukaran informasi, dan jejaring sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur penggunaan Library 2.0 dari 172 perpustakaan akademik di Indonesia berdasarkan ranking Webometric. Penelitian ini menggunakan data primer melalui metode survey. Hasil dari penelityian ini, jejaring sosial menjadi penerapan konsep Library 2.0 terbanyak dengan nilai 44.04% dari total responden, diikuti tarikan/dorongan informasi dengan 30.66%, pertukaran informasi 20.15% dan terakhir penemuan kembali informasi dengan nilai 11.62%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat penggunaan Library 2.0 yang tinggi dalam beberapa kategori dalam penyelenggaran layanan perpustakaan di perpustakaan akademik di Indonesia.
Analisis Kompetensi Arsiparis Profesional di Indonesia Fitri Handayani; Rahmita Sari
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v3i2.3238

Abstract

Makalah ini memberikan deskripsi konseptual dan teoritis tentang sumber daya manusia dalam sistem manajemen arsip. Memiliki pengetahuan dan keterampilan melalui program arsip sumber daya manusia adalah persyaratan untuk mendorong pengelolaan arsip di lembaga arsip. Karena mereka adalah aset yang paling penting, peningkatan profesionalitas sumber daya manusia harus dilakukan melalui pelatihan dan bimbingan arsip. Artikel ini sangatlah penting selain karena masih sedikitnya artikel yang membahas tentang kompetensi arsiparis di Indonesia dan hal lainnya dalam artikel ini akan memberikan wawasan dan gambaran tentang cara atau langkah  pengembangan kompetensi profesionalitas arsiparis yang bisa dilakukan karena sampai saat ini pelaksanaan pengelolaaan kearsipan di Indonesia masih belum memadai dan berdasarkan penelitian Sudiyanto pada tahun 2014 berkesimpulan bahwa penyediaan pendidikan formal kearsipan sebagai instrumen untuk mengangkat arsiparis menjadi tenaga SDM yang kompeten dan profesional masih kurang.  Semangat untuk mengelola kearsipan menjadi lebih baik lagi belum diimbangi dengan pembukaan program studi ilmu kearsipan yang cukup oleh dunia pendidikan sebagai wujud upaya penyiapan dan penyediaan SDM kearsipan yang memiliki ilmu dan pengetahuan kearsipan. Oleh karena itu dibutuhkannya banyak referensi dan artikel yang dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kompetensi arsiparis. This paper provide a conceptual and theoritical description about human resources in archival management system. Having knowledge and skill through human resources archival program are the requirement to encoureged archival management in archival  institution. Since they are the most important assets, the improvement of professionality of human resources has to conducted through archival training and tutoring. This article is very important because there are still few articles that discuss archivist competence in Indonesia and other things in this article will provide insights and descriptions of ways to develop archivist professional competence that can be done because until now the implementation of archival management in Indonesia is still inadequate and based on Sudiyanto's research in 2014, it was concluded that the provision of formal archival education as an instrument to appoint archivists to be competent and professional human resources was still lacking. The enthusiasm for managing archives is even better yet not yet balanced with the opening of sufficient archival science study programs by the world of education as a manifestation of efforts to prepare and provide archival HR that have archival knowledge and knowledge. Therefore, many references and articles are needed that can be a reference in developing archivist competencies.
Strategi Peningkatan Publikasi Ilmiah di Universitas Gadjah Mada Miftakhul Jannah
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v3i2.3239

Abstract

Publikasi ilmiah menjadi perhatian khusus bagi perguruan tinggi. Publikasi ilmiah juga menjadi tolok ukur tercapainya tridarma perguruan tinggi. Kredibitas dan kualitas perguruan tinggi kini mulai diukur dari publikasi ilmiah yang telah dilakukan. Kehadiran database-database internasional pengindeks hasil publikasi ilmiah semakin memacu perguruan tinggi di tanah air untuk menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas sehingga dapat terindeks dan akan berdampak pada naiknya pemeringkatan universitas di kancah internasional. Visi Universitas Gadjah Mada sebagai universitas riset kelas dunia menuntut UGM untuk terus menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi kemaslahatan bangsa. Sepanjang tahun 2017. UGM telah banyak menerima penghargaan dari Kemenristek Dikti untuk bidang publikasi ilmiah. Tidak hanya itu, berbagai data telah menunjukkan peningkatan atas pemeringkatan hasil- hasil publikasi ilmiah UGM di kancah internasional. Penghargaan-pengahargaan tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh sivitas akademik UGM khususnya bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (P2M). Artikel ini akan membahas stategi-startegi yang telah dan akan dilakukan UGM untuk menjaga trend positif peningkatan hasil publikasi  ilmiah. Scientific publications are of particular concern to universities. Scientific publications also become a benchmark for achieving tertiary education. The credibility and quality of higher education is now beginning to be measured from the scientific publications that have been carried out. The presence of international databases of indexers produced by scientific publications increasingly spur universities in the country to produce quality scientific publications so that they can be indexed and will have an impact on increasing the ranking of universities in the international arena. The vision of Gadjah Mada University as a world-class research university requires UGM to continue to produce research that is beneficial for the benefit of the nation. Throughout 2017. UGM has received many awards from Kemenristek Dikti for the field of scientific publications. Not only that, various data have shown an increase in the ranking of UGM scientific publications on the international level. These awards cannot be separated from the hard work of the entire UGM academic community, especially in the field of research and community service (P2M). This article will discuss strategies that have been and will be carried out by UGM to maintain the positive trend of increasing scientific publication results
Mengembangkan Customer Relationship Marketing di Perpustakaan RM Endhar Priyo Utomo
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v3i2.1936

Abstract

Perpustakaan merupakan satu lembaga yang menyediakan jasa layanan informasi kepada para penggunanya. Selama ini, budaya layanan informasi di perpustakaan sudah berorientasi pada memenuhi kebutuhan informasi yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Hal ini dimulai sejak perpustakaan melaksanakan kegiatan pengembangan koleksi, sampai menyediakan layanan konsultasi untuk koleksi referensi, adanya layanan di meja informasi (front office), sampai ada layanan yang khusus untuk pengguna yang khusus pula misalnya yang disebut selective dissemination of information (SDI). Semua layanan informasi di perpustakaan diwarnai oleh adanya interaksi antara staf perpustakaan dengan para penggunanya. From the descriptions above, it can be seen that the existence of a good relationship between the library and the library is very necessary. The existence of this relationship, can provide a guarantee of the sustainability of a library. The application of the CRM concept in libraries is very necessary to be able to build a good relationship between the library and the library. The development of a good relationship between the library user and library will increase the loyalty of the users to always use the library as the provider of the information they need.
Upaya Meningkatkan Layanan Pemustaka di UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu Isran Elnadi
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v3i2.3236

Abstract

Karya ilmiah ini berjudul “upaya meningkatkan layanan pemustaka di UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu’’. Tujuan tulisan ini untuk mengetahui bagaimana upaya dalam meningkatkan layanan pemustaka di UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu. Rumusan masalah yaitu untuk mengetahui bagaimana upaya meningkatkan layanan pemuataka di upt perpustakaan universitas bengkulu. Metode yang digunakan yaitu, metode observasi, studi pustaka. Berdasarkan hasil pembahasan yaitu, (1) pustakawan sudah melakukan layanan dengan baik, pemustaka dapat menemukan informasi yang dibutuhkan, (2) penambahan jam layanan perpustakaan dari jam 08.00-14.00-16.30 wib, (3) pustakawan dan staf  berpenampilan menarik, ramah dan sopan, (4) adanya variasi layanan, (5)  pemberian hadiah kepada pemustaka, (6) kelengkapan koleksi dan fasilitas yang mendukung, (7) keamanan dan kenyamanan pemustaka perpustakaan. (8) adanya kerjasama dengan pihak lain. The title of this sciencetific writing is “The effort to increase library service in UPT Library Universitas Bengkulu”. The objective of this writing is to know how is the effort in increasing the service of librarian in UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu. The problem in the research is how is the effor in increasing the service of librarian in UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu. The method of the reseach is observational method. Based on result and discussion, there are (1) Librarian has done good services that the library user can find the information they need; (2) Adding hour for service in the library from 08-00 to 16.30, (3) The librarian and staf use polite clothes. (4) There are variations of service; (5) Rewards for library user; (6) Supportive facilities and collections. (7) Security and comfortability of the library (8) There is relation with other libraries.
Pentingnya Arsip sebagai Sumber Informasi Muslih Fathurrahman
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v3i2.3237

Abstract

Arsip, merupakan salah satu sumber informasi penting yang dapat menunjang proses kegiatan administrasi maupun birokrasi. Sebagai rekaman informasi dari seluruh aktivitas organisasi, arsip berfungsi sebagai pusat ingatan, alat bantu pengambilan keputusan, bukti eksistensi organisasi dan untuk kepentingan organisasi yang lain. Berdasarkan fungsi arsip yang sangat penting tersebut maka harus ada manajemen atau pengelolaan arsip yang baik sejak penciptaan sampai dengan penyusutan. Arsip sebagai sumber informasi sudah bukan saatnya lagi bersifat tertutup. Dunia tanpa arsip adalah dunia tanpa memori, tanpa kepastian hukum, tanpa sejarah, tanpa kebudayaan dan tanpa ilmu pengetahuan, serta tanpa identitas kolektif. Makalah ini merupakan kajian pustaka, yang mana penulis mengumpulkan data dari literatur-literatur yang berkaitan dengan arsip sebagai sumber informasi. Tujuan dari makalah ini adalah untuk meriview kembali hakikat-hakikat sebuah arsip sebagai sumber informasi, terutama bagi lembaga yang menaunginya Archives is one of the important resources that can support the process of administration and bureaucracy. For recorded information on all activities of the organization, serves as the central archive memory, decision-making tools, evidence of the existence of the organization and for the benefit of other organizations. Based on the archive function is very important that there should be management or records management is good since the creation of up to shrink age. Archives as the source of the information is not the time to be closed. Without the archive world is a world without memory, without legal certainty, without history, without culture and without knowledge, and without a collective identity. This paper is a literature review, which the authors gathered data from the literature relating to the archive as a source of information. The purpose of this paper is to review the nature of an archive as a source of information, especially for the institutions that shelter it.
Preservasi Digital Arsip Naskah Kuno: Studi Kasus Preservasi Arsip di Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Nurrohmah Hidayah; Arina Faila Saufa
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.3146

Abstract

Penelitian ini berjudul “Preservasi Digital Arsip Naskah Kuno: studi kasus preservasi arsip di Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan kegiatan preservasi arsip digital naskah kuno yang ada di Barpusda Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti adalah preservasi digital dilakukan pada koleksi mikrofilm, CD, dan hard disk eksternal. Barpusda Jateng melakukan kegiatan preservasi digital dengan 3 (tiga) strategi yaitu preservasi teknologi, penyegaran, dan migrasi. Preservasi teknologi yang dilakukan adalah dengan merawat hardware dan software yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan materi digital. Penyegaran yang dilakukan adalah memindahkan materi digital dari satu media ke media lain, yaitu yang mulanya berbentuk mikrofilm diubah ke bentuk CD, selanjutnya dipindah lagi ke hard disk eksternal. Migrasi yaitu pemindahan materi digital ke media elektronik yang lebih mutakhir, yaitu yang mulanya menggunakan software Windows harus dipindah ke software Macintosh karena menyesuaikan hardware yang disediakan. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan prservasi digital ini di antaranya adalah kurangnya anggaran untuk kegiatan preservasi, tidak adanya kebijakan baku untuk pelaksanaan teknis preservasi digital sehingga mengharuskan membuat SOP sendiri, dan kurangnya Sumber Daya Manusia yang membantu sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama dalam penyelesaiannya.
Post Media Literacy: Suatu Upaya Pemberdayaan Hidup Ditengah Dunia yang Sesak Media Khairin Nizomi
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.4837

Abstract

Sekarang manusia hidup dalam abad komunikasi massa kehidupan manusia sekarang tak bisa dilepaskan dari media mssa. Keluhan tentang dampak media massa kerap terdengar. Untuk itu perlu kiranya memahami apa itu literasi media. Pemahaman ini penting bagi para pegiat pendidikan melek media agar mampu melakukan kritik terhdap berbagai media yang melanggar aturan dan etika media yang ada di Indonesia sehingga terhindar dari berita yang bohong (hoax). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus pada media social. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Teori Narartive Analysis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi dokumen dan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Hasil dari dari penelitian ini menunjukkan Literasi media sama sekali bukanlah gerakan anti-media. Justru merupakan tindakan yang kita lakukan untuk menjaga media agar tetap bisa menjalankan fungsinya di tengah masyarakat. Dengan melek media, media massa akan memiliki khalayak bukan konsumen yang pada gilirannya akan memengaruhi bagaimana seharusnya media menjalankan peranya. Bila media tetap memperlakukan khalayak sebagai konsumen maka media akan mendapat tekanan dari khalayak. Now humans live in the mass communication age of human life now can’t be separated from the mass media. Complaints about the impact of the mass media are often heard. For that it is necessary to understand what is media literacy. This understanding is important for media literacy education activists to be able to criticize the media who violate the rules and ethics of the media in Indonesia, so avoid that false news (hoaxes). The method used in this study is descriptive qualitative, with the type of case study research on social media. Analysis of the data in this study using Narrative Analysis Theory. Data collection techniques in this study using document studies and sampling techniques using Purposive Sampling. The results of this study indicate that media literacy is by no means an anti-media movement. It is precisely the action we take to keep the media in order to stay functional in society. With media literacy, mass media will have the audience not the consumer who in turn would affect how the media should carry out its role. If the media still treats the audience as a consumer then the media will get pressure from the audience. Then in order to literacy truth of a media (news) could see how the narrative (status) is growing.
Efektivitas Penerapan Sanksi Administratif Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Pemustaka di Perpustakaan Universitas Negeri Padang Armiati .; Komala Zuha
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.3838

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan kegiatan penerapan sanksi administratif keterlambatan pengembalian bahan pustaka, faktor-faktor penyebab keterlambatan pengembalian bahan pustaka, dampak penerapan sanksi administratif dan juga cara mengatasi keterlambatan pengembalian bahan pustaka di Perpustakaan Universitas Negeri Padang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan sumber data beberapa informan sesuai kriteria tertentu melalui observasi, hasil wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sanksi administratif telah berjalan dengan baik karena pegawai perpustakaan dan mahasiswa UNP telah bekerja sama dengan baik menjalankan penerapan sanksi administratif sesuai dengan prosedur yang berlaku. Perpustakaan UNP belum melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan optimal karena masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui keseluruhan tata tertib dan ketentuan sanksi administratif yang berlaku. Perpustakaan UNP hanya menerapkan kegiatan sosialisasi dengan meletakkan banner dan membuat website. Mahasiswa UNP belum merubah perilaku mereka untuk tidak terlambat mengembalikan buku. Masih banyak mahasiswa UNP yang terlambat dalam mengembalikan buku. Faktor penyebab keterlambat pengembalian buku yang dilakukan oleh mahasiswa UNP yaitu 1) lupa tanggal jatuh tempo pengembalian buku, 2) buku masih diperlukan, 3) pulang kampung 4) jadwal kuliah yang padat, 5) meminjamkan KTM ke teman dan teman lupa mengembalikan buku tersebut, 6) buku dipinjam teman dan 7) banyak tugas. Adanya sanksi administratif belum menimbulkan efek jera kepada mahasiswa UNP. Cara mengatasi keterlambatan pengembalian buku perlu kerjasama antar perpustakaan UNP dengan mahasiswa UNP. This study aims to describe the activities of administrative sanctions implementation of the delay in returning library materials, factors that cause delays in returning library materials, the impact of implementing administrative sanctions and also how to overcome delays in returning library materials at Library of Padang State University. This research method is descriptive qualitative, with data sources some informants fit certain criteria through observation, interviews and documentation. Based on the information from the informants of this study, it can be explained that the application of administrative sanctions has gone well because Library employees and UNP students have cooperated well in implementing administrative sanctions in accordance with the applicable procedures. The Library of UNP has not carried out the socialization activities optimally because there are still many students who do not know the entire rules and the provisions of the administrative sanctions that apply. The library of UNP only applies socialization activities by placing banners and creating websites. Students of UNP have not changed their behavior to not late returning books. There are still many UNP students who are late in returning books. Factors that cause delays in returning books made by UNP students are 1) forgetting the return date of the book, 2) books still needed, 3) returning home 4) busy lecture schedule, 5) lending KTM to friends and friends forgetting to return the book, 6) books borrowed by friends and 7) many tasks. The existence ofadministrative sanctions has not caused a deterrent effect on UNP students. How to overcome delays in returning books needs collaboration between UNP’s Library and UNP’s students.

Page 6 of 25 | Total Record : 248