cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi)
ISSN : 2528021X     EISSN : 2528021X     DOI : -
Core Subject : Science,
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) is a journal of Library and Information Science published by the Library and Information Science Department of Social Sciences Faculty, State Islamic University of Sumatera Utara (UIN Sumatera Utara) Medan. The journal covers all issues in librarianship and information studies. The coverage of the discussion in librarianship may be viewed from various perspectives of disciplines. JIPI is intended to be published twice a year in May and November. In addition to its electronic format, it is also published in a printed form.
Arjuna Subject : -
Articles 248 Documents
Pengaruh Sosialisasi Cara Pemanfaatan Perpustakaan Terhadap Peningkatan Keterampilan Pemustaka dalam Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan Universitas Bengkulu Elnadi, Isran
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.4838

Abstract

Tanggapan responden adanya fasilitas locker (57%), responden belum mengerti penggunaan OPAC (21%), responden mengerti cara penelusuran OPAC (57%), responden belum memahami penggunaan internet (47%), responden yang  mengerti penelusuran internet (23%), yang sudah mengerti (30%), subyek dan pengarang responden belum memahami (41%), sedangkan pustaka yang memahami menelusur koleksi di rak, melalui judul, subyek dan pengarang (34%), responden yang mengetahui adanya foto kopi (27%), yang belum memahami adanya foto kopi (46%).  Pemustaka yang mengerti tentang tatip pinjam kembali bahan pustaka (14%), yang belum memahami (51%), responden yang paham dan memanfaatkan ruang baca (64%) karena suasananya menyenangkan, untuk hak dan kewajiban respon memberikan tanggapan (69%) artinya baik, antara pustakawan dan pemustaka berkomunikasi dengan baik dan harmonis, sedangkan yang mengerti layanan rujukkan (60%) responden belum paham, (17%), paham sekali akan adanya layanan rujukkan(23%), sedangkan responden belum memahami sosialisasi lingkungan (57%), artinya pustakawan perlu mengadakan bimbingan pemustaka agar mengenal lokasi perpustakaan. This studyis about the influence of socialization on how to use the library to improve users’skillsin the usage of the collection at UNIB library. The aim of this study is to analyze users’ skillsto find information in the library, and to know barriers faced by users to use the library’s facilities provided by UNIB library. The respondent of this research was 7 faculties, every faculties was took 10 students as the samples. There are two data used in this study; primary and secondary data. The primary data come from questionnaire survey, and the secondary data is supporting data from the interview and observation. The reaction of respondent about locker facility is 57%, the respondent not understand the usage of OPAC is 21%, the respondent that understand the usage of OPAC is 57%, confuse the usage of internet is 47%, understand the usage of internet is 23%, the respondent know how to search the collection in the shelf, including title, subject and author 34%, respondent know there is an photo copy is 27% and not 46%. The respondent that know the role of borrow and return the books 14%, do not know 51%, the respondent that know how to use library 64% because have good situation, for the right and the users’ obligation in the library, the respondent gives 69%. Understand the reference of service is 60% and not 17%, very understand the reference of service 23%, and the respondent still confused of socialization of environment in the library is 57%, its mean the librarians should guiding the user so that the user of library know every room of the library.
Nilai, Norma dan Keyakinan Remaja dalam Menyebarkan Informasi Sehari-hari di Media Sosial Margareta Aulia Rachman
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.4110

Abstract

Penelitian ini membahas nilai-nilai, norma dan kepercayaan remaja dalam menyebarkan informasi di media sosial. Proses penyebaran informasi tidak hanya karena teknologi yang memungkinkan informasi untuk disebarluaskan tetapi kehadiran budaya di media sosial untuk mendistribusikan kembali informasi yang diperoleh. Budaya ini kemudian berkembang menjadi kebiasaan digital bagi pengguna media sosial. Tujuan dari penelitian ini menggambarkan nilai-nilai, norma dan kepercayaan remaja dalam menyebarkan informasi di media sosial, yang dipahami dan mendasari remaja dalam menyebarkan informasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologis. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini nilai, norma dan kepercayaan adalah filter untuk informasi yang akan disebarkan oleh remaja. Nilai saling menghargai itu membuat remaja tidak serta merta menyebarkan informasi di media sosial. Norma yang disampaikan oleh orang tua dan guru di sekolah dan pemahaman mereka tentang kepercayaan memiliki pengaruh besar pada keputusan remaja untuk menyebarkan informasi. This study discusses the values, norms and beliefs of teenagers in disseminating information in social media. The process of disseminating information is not only due to technology that allows information to be disseminated but the presence of culture in social media to redistribute the information obtained. This culture then evolved into a digital habit for social media users. So the purpose of this study illustrates the values, norms and beliefs of teenagers in disseminating information in social media, which understood and underlies adolescents in disseminating information. The research approach used is qualitative with phenomenological method. Data collection methods used interview and observation. The results of this study values, norms and beliefs is a filter for information to be disseminated by adolescents. The value of mutual respect that makes teenagers do not necessarily disseminate information in social media. Norms delivered by parents and teachers at school and their understanding of beliefs have a major influence on teenagers' decisions to spread information.
Konsep Data, Information, Knowledge dan Wisdom (DIKW) Hierarchy pada Manajemen Kearsipan Niko Grataridarga
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.4839

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Konsep data, information, knowledge, wisdom (DIKW) hierarchy pada Manajemen Kearsipan tujuannya adalah untuk melihat penerapan konsep tersebut pada proses pengelolaan kearsipan di organisasi. Setiap lembaga atau organisasi memiliki arsip yang harus dikelola. Pengelolaan arsip ini diperlukan untuk membantu kegiatan bisnis dari lembaga tersebut. Dari kegiatan pengeloalaan kearsipan inilah akan dlihat bagaimana konsep hirarki DIKW terdapat di dalamnya. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus pada lembaga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di mana mereka menggunakan arsip dalam pengambilan keputusan untuk memerangi illegal fishing dan kerjasama antara Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk arsip-arsip perkara korupsi yang akan disimpan di ANRI. Pengumpulan data melalui wawancara dan studi literatur. Hasil yang dapat ditinjau adalah data tercatat pada arsip kemudian data tersebut menjadi informasi yang dimaknai oleh organisasi dan kemudian menjadi pengetahuan untuk pengambilan keputusan organisasi (wisdom). Kesimpulan yang didapat adalah pentingnya manajemen kearsipan yang baik dikelola sesuai standar yang berlaku sehingga berguna untuk mencapai tujuan organisasi ke depan. This study discusses the concept of data, information, knowledge, wisdom (DIKW) hierarchy in the records and archives management purpose is to see the application of the concept on the process of archival management in the organization. This research is a qualitative research using case study. Each institution or organization has records and archives that needs to be managed. The management of this records and archive is necessary to assist the business activities of the institution. From this records and archive management activity will be seen how the concept of DIKW hierarchy is contained in it. This research method using qualitative method with case study at the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP) where they use archives in making decisions to combat illegal fishing and collaboration between the National Archives of the Republic of Indonesia (ANRI) and the Corruption Eradication Commission (KPK) for archives of corruption cases to be accommodated at ANRI. Data collection through interviews and literature studies. The results can be reviewed is data recorded in the archive then the data into information interpreted by the organization and then become knowledge for decision making organization (wisdom). The conclusion is that the importance of good record and archive management is managed according to the prevailing standard so that it is useful to achieve the organization's goals in the future.
Stereotip Gender di Perpustakaan Mulyadi .
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.1947

Abstract

Konsep gender di perpustakaan merupakan konsep penting yang perlu dipahami dalam rangka membahas masalah kaum perempuan atau pustakawan perempuan yang ada di perpustakaan. Pemahaman ini sangatlah diperlukan dalam melakukan analisis untuk memahami persoalan-persoalan ketidakadilan sosial yang menimpa kaum perempuan di perpustakaan. Sehingga kita tidak lagi mengartikan gender sebagai seks (jenis kelamin) melainkan sebagai suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki dan perempuan yang dikonstruksikan secara sosial maupun kultural. Penyebab ketidak adilan terhadap pustakawan perempuan adalah pemahaman tentang Stereotip yaitu konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan berasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat atau dalam bahasa sehari hari dikenal dengan pelabelan. Teori feminis exixtentialist Simone De Beauvoir biasa menganalisis keberadaan pustakawan perempuan di perpustakaan. Pustakawan perempuan sebagai internalisasi liyan Stereotip, ternyata pustakawan perempuan tidak bebas memilih yang berikutnya dan jalannya dirinya sendiri. Sementara itu kita juga sepakat bahwa tidak semua pustakawan perempuan menjadi liyan, beberapa wanita memiliki Kesadaran dirinya dan pentingnya pekerjaannya sebagai pustakawan perempuan. Keywords : Gender, stereotip, Library, Librarian.
Aplikasi Layanan Informasi Berbasis Internet untuk Menumbuhkan Inklusi Sosial di Perpustakaan Daerah Muhammad Usman Noor
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.4122

Abstract

Perpustakaan umum memiliki kewajiban untuk memberikan layanan informasi yang inklusif, yang tidak membeda-bedakan siapapun dari atribut yang melekat pada dirinya seperti usia, suku, jenis kelamin, agama, kebangsaan, Bahasa, dan status sosial.  Salah satu kriteria orang yang terekskusi adalah mereka yang tidak memiliki akses ke perpustakaan karena berbagai sebab, salah satunya adalah tidak memiliki waktu atau kesempatan ke perpustakaan karena jarak dan kesibukan sehingga mereka menjadi golongan yang tereksklusi. Perpustakaan Umum Daerah Jakarta memberikan layanan informasi melalui aplikasi iJakarta untuk menjangkau pemustaka yang terekslusi karena alasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana layanan informasi perpustakaan melalui aplikasi iJakarta dapat menumbuhkan inklusi sosial dalam layanan perpustakaan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui penelusuran bahan pustaka dan metode observatori. Temuan dari penelitian ini adalah layanan informasi melalui internet seperti iJakarta dapat membantu perpustakaan umum daerah Jakarta mendiseminasi layanannya. iJakarta yang merupakan layanan informasi yang tidak terbatas waktu dan ruang menjadi solusi masalah inklusi sosial tersebut, namun demikian masih perlu peningkatan fitur iJakarta secara menyeluruh seperti peningkatan kapabilitas temu kembali bahan pustaka. Penambahan fitur mengobrol langsung dengan pustakawan via iJakarta. Serta peningkatan stabilitas akses. iJakarta dengan penambahan dan penguatan fitur tersebut dapat menjadi model pengembangan layanan informasi yang inklusif dengan menggunakan bantuan teknologi informasi. Public libraries must provide information services that are inclusive, which do not discriminate anyone from the attributes inherent in them such as age, ethnicity, gender, religion, nationality, language, and social status. One criterion of people who are excluded is those who do not have access to the library for various reasons, one of which is not having the time or opportunity to the library because of distance and busyness so that they become excluded groups. Jakarta Regional Public Library provides information services through the iJakarta application to reach out to users who are excluded for this reason. This study aims to find out how library information services through iJakarta applications can foster social inclusion in library services. This research uses qualitative methods by collecting data through searching library materials and observatory methods. The findings of this study are that information services via the internet such as iJakarta can help Jakarta's regional public libraries disseminate their services. iJakarta, which is an information service that is not limited to time and space, is the solution to the social inclusion problem, however, it still needs to improve iJakarta's features as a whole, such as increasing the capability of retrieving library materials. Additional features chat directly with librarians via iJakarta. And improved access stability. iJakarta with the addition and strengthening of these features can be a model for developing information services that are inclusive by using information technology assistance.
Hubungan Kualitas Web Kandaga Terhadap Kebutuhan Informasi Pengguna Vina Rufaidah; Wina Erwina; Andri Yanto
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.2917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan kualitas web Kandaga sebagai mesin pencari perpustakaan terhadap kebutuhan informasi pengguna, khususnya mahasiswa di Universitas Padjadjaran. Pengukuran kualitas web menggunakan model WebQual 4.0 dari Barnes dan Vidgen yang terdiri dari Usability, Information Quality, dan Service Interaction. Sedangkan untuk pengukuran kualitas kebutuhan informasi menggunakan teori kebutuhan informasi menurut Guha yang terdiri dari kebutuhan informasi mutakhir, rutin, mendalam, dan sekilas. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan uji korelasional Pearson Product Moment yang bertujuan untuk menguji hubungan sebab akibat antara variabel X dan Y. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan studi literatur. Populasi pada penelitian ini sebanyak 32.900 mahasiswa dengan responden berjumlah 100 mahasiswa yang ditentukan menggunakan teknik sampel acak sederhana (simple random sampling). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas web Kandaga terhadap kebutuhan informasi mutakhir, rutin, mendalam, dan sekilas memiliki hubungan yang kuat 
Implementasi Knowledge Management dalam Sistem Informasi Perpustakaan (Studi Kasus di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia) Nurshifa Fauziyah
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.4123

Abstract

 Artikel ini membahas tentang penerapan knowledge management dalam sistem informasi perpustakaan di Perpustakaan Nasional RI. Artikel ini menunjukkan bahwa Perpustakaan Nasional RI sudah menerapkan knowledge management dalam sistem informasinya yaitu dengan menciptakan OneSearch atau IOS. Penulis berargumen bahwa penerapan knowledge management yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional RI terhadap sistem informasinya didasari oleh adanya kesadaran manusia (pengelola Perpustakaan Nasional RI) atas pengetahuan dimana apa yang “diketahui” oleh masyarakat sebagai “kenyataan” dalam kehidupan sehari-hari kemudian diarahkan perhatiannya pada pembentukan kenyataan oleh masyarakat (social constructian of reality). Artikel ini berkontribusi pada kajian-kajian penerapan knowledge management dalam sistem informasi perpustakaan yang dalam pembentukannya didasari oleh kesadaran manusia pada sosiologi pengetahuan. This article discusses the application of knowledge management in library information systems in the National Library of the Republic of Indonesia. This article shows that the National Library of the Republic of Indonesia has implemented knowledge management in its information system by creating OneSearch or IOS. The author argues that the application of knowledge management carried out by the National Library of the Republic of Indonesia to its information system is based on the existence of human awareness (the manager of the National Library of the Republic of Indonesia) on knowledge where what is "known" by the community as "reality" is directed on the formation of reality by society (social constructian of reality). This article contributes to studies on the application of knowledge management in library information systems which in its formation are based on human consciousness in the sociology of knowledge.
Gaya Kepemimpinan Perempuan Dalam Budaya Organisasi Khairin Nizomi
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i2.3885

Abstract

An element of leadership and leadership is one of the essentials of the organization after destinations, cooperation and division of labor. Leadership is an aspirational power, the power of the spirit, and the power to change attitudes, thus becoming a leader conforms desires. The leader is needed because the pluralism of the people that must be chosen requires the formation of mutualism, uniformity, unanimity, coordination, mutual compliance organization and confirms the identity of the organization. The purpose of this study identified how the leadership style of the head library on SMP Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta. This study uses a qualitative research design with a type of case study research. Data collection method used in this research is using interview. The technique of presenting data carried out informally is in the form of narration. These results indicate that the leadership style adopted by the head library on SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta Depok is situational style. The implementation of situational leadership styles in the library on SMP Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta can be said to run effectively, this is based on four dimensions, namely telling, selling, participating and delegating. Unsur pimpinan dan kepemimpianan merupakan salah satu hal penting dari organisasi setelah tujuan, kerjasama, dan pembagian kerja. Kepemimpinan merupakan kekuatan aspirasional, kekuatan semangat, dan kekuatan untuk mengubah sikap, sehingga menjadi konfrom dengan keinginan pemimpin. Pemimpin diperlukan karena pluralisme orang banyak yang harus dipilih menuntut terbentuknya mutualisme, keseragaman, keserempakan, kordinasi, mutual compliance pengorganisasian dan menegaskan identitas organisasi. Tujuan dari Penelitian ini meindentifikasikan bagaimana gaya kepemimpinan kepala perpustakaan SMP Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode wawancara. Teknik penyajian data yang dilakukan secara informal adalah berupa narasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala perpustakaan SMP Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta adalah gaya situasional. Pelaksanaan gaya kepemimpianan situasional pada perpustakaan SMP Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta dapat dikatakan berjalan secara efektif, hal ini berdasarkan empat dimensi yaitu telling, selling, participating dan delegating.
KOMUNIKASI PERPUSDA BELITUNG TIMUR DALAM REVITALISASI PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL ., Budiman; Arif, Ernita; Roem, Elva Ronaning
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i2.4354

Abstract

Perpustakaan pada saat ini semakin memprihatinkan dan sepi pengunjungnya. UNESCO menyebutkan indeks minat baca masyarakat Indonesia 0,001%, artinya bahwa dari seribu orang hanya satu orang yang memiliki minat baca (Liputan6.com, 2017). Untuk mempertahankan eksistensinya, perpustakaan perlu melakukan berbagai inovasi sehingga minat baca masyarakat meningkat. Revitalisasi perpustakaan di era teknologi dan informasi menjadi keharusan sehingga perpustakaan tidak saja sebagai tempat membaca, tetapi juga memberikan kontribusi bagi perubahan tatanan sistem sosial masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menggambarkan komunikasi perpusda dalam revitalisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Belitung Timur. Sedangkan metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan desktiptif, peneliti berupaya menggambarkan objek penelitian berdasarkan fakta di lapangan, memakai informan sebagai sumber data. Perolehan data dengan wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa komunikasi perpusda dalam revitalisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial mencakup lima hal yaitu: penelitian, perencanaan, pelaksanaan, pengukuran/evaluasi dan pelaporan, faktor pendorong revitalisasi yaitu dukungan pemerintah pusat. Sedangkan faktor penghambat yaitu masih rendahnya kepedulian masyarakat memanfaatkan layanan perpustakaan, sumberdaya manusia, dan anggaran. Sedangkan hasil komunikasi perpusda dalam revitalisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial berdampak pada peningkatan kunjungan masyarakat. The library at this time is increasingly alarming and quiet visitors. UNESCO said that the index of reading interest in Indonesian society was 0.001%, meaning that from one thousand people only one person had an interest in reading (Liputan6.com, 2017). In order to maintain its existence, libraries need to carry out various innovations so that their reading interest in the community increases. Library revitalization in the era of technology and information is a necessity so that libraries are not only a place to read, but also contribute to changes in the social system of society. This research was conducted with the aim of knowing an d describing regional communication in the revitalization of social inclusion-based libraries in the East Belitung District Public Library. While the method used is a qualitative research method with a descriptive approach, the researcher attempts to describe the object of research based on the facts in the field, and uses the informant as a data source. Obtaining data by interview, observation, literature study and documentation. Based on the results of the study, it shows that regional communication in the revitalization of social inclusion-based libraries includes five things, namely research, planning, implementation, measurement/evaluation and reporting, the drivers of revitalization, namely the support of the central government. Whereas the inhibiting factor is the low awareness of the community to utilize library services, human resources, and budget. Whereas the results of regional communication in revitalizing social inclusion-based libraries have resulted in increased community visits
Perilaku Pencarian Informasi Mahasiswa di Youtube Channel Beauty Vlogger Dinar Anjani; Prijana .; Andri Yanto
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i2.4160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku pencarian informasi mahasiswa di Youtube channel beauty vlogger dan mengetahui hubungan motif dari perilaku pencarian informasi mahasiswa melalui penggunaan Youtube channel beauty vlogger. Berdasarkan teori perilaku pencarian informasi oleh Wilson, tindakan perilaku informasi dipengaruhi oleh kebutuhan pribadi  yang berkaitan dengan kebutuhan fisiologis, afektif, maupun kognitif. Kebutuhan ini terkait juga dengan peran seseorang di lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan uji statistik Pearson Product Moment. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa sarjana (S1) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran dengan penarikan sampel  menggunakan tabel sampling error, ukuran sampel, dan proporsi binominal dengan 60/40 dan N sebanyak 150. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa dalam melakukan pencarian informasi melalui situs Youtube.com menggunakan handphone kemudian menuliskan query nama dari beauty vlogger dan query tutorial make up di kolom search untuk mengakses tutorial make up. Lebih lanjut perilaku pencarian informasi mahasiswa memiliki hubungan yang tinggi dengan penggunaan Youtube channel beauty vlogger sedangkan motif individu memiliki hubungan yang moderat dengan penggunaan Youtube channel beauty vlogger, dan faktor lingkungan memiliki hubungan yang rendah dengan penggunaan Youtube channel beauty vlogger. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hubungan yang paling kuat dalam melakukan pencarian informasi dipengaruhi oleh motif individu mahasiswa.

Page 7 of 25 | Total Record : 248