cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Politeknik Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : 14116863     EISSN : 25407678     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Rekayasa Mesin(d/h MANDEGANI) diterbitkan sejak 1997, dengan frekuensi 3 kali setahun. Misi : media komunikasi bagi dosen, praktisi, dan ilmuwan tentang karya ilmiah (scientific article) hasil-hasil penelitian, survei, studi kasus dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan teknik mesin, meliputi topik/tema seperti perancangan mesin, instalasi, perawatan & perbaikan mesin, bahan konstruksi & komponen mesin, teknik pengerjaan logam, pembuatan komponen mesi n, pengujian bahan dan komponen mesin, teknik pengukuran & kontrol kualitas proses/produk industri manufaktur, manajemen & teknik produksi industri manufaktur, pembentukan dan pengembangan desain produk, aplikasi komputer dalam sistem kendali & operasi mesin, mesin-mesin kalor & fluida, sistem pembangkitan energi, mesin pendingin & pengkondisian udara, pembangkitan energi alternatif & terbarukan.
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
Pengendalian Kualitas Produksi Rear Caliper Brake System Type 2 PV Untuk Sepeda Motor Menggunakan Metode Seven Tools Wahyu Djalmono Putro; Suyadi Suyadi; Choirul Riyatmoko
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 12, No 1 (2017): Volume 12, Nomor 1, April 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.178 KB) | DOI: 10.32497/rm.v12i1.992

Abstract

PT. Chemco Harapan Nusantara Karawang merupakan industri brake system, pada department assembly line produksi rear caliper type 2pv terdapat permasalahan untuk melakukan peningkatan dan pengendalian kualitas. Tujuan penelitian ini adalah menemukan jenis dan faktor penyebab produk reject rear caliper brake system type 2pv dan menentukan solusi untuk rencana perbaikan kualitas produksi pada produk rear caliper brake system type 2pv. Metode pengendalian kualitas yang digunakan adalah metode Seven tools. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa produk reject terbanyak terjadi pada bulan desember tahun 2016 dengan prosentase reject 3,26% dengan reject paling dominan reject painting bintik 0,72%, painting pecah 0,78% dan peta control p menunjukkan bahwa selama tahun 2016 produk reject masih banyak diluar batas kendali kualitas produk reject. Solusi untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas dilakukan beberapa rekomendasi usulan perbaikan untuk dapat diterapkan, agar dapat mengurangi prosentase reject.
Perbaikan Kualitas Proses Produksi Dengan Metode Six Sigma Untuk Mengurangi Cacat Produk Pada Partmaster Cylinder Tipe 2 dp Di Departemen Painting PT. Chemco Harapan Nusantara Cikarang Wahyu Djalmono Putro; Gutomo Gutomo; Suyadi Suyadi; Agus Slamet; Ahmad Maulana
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 12, No 2 (2017): Volume 12, Nomor 2, Agustus 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.653 KB) | DOI: 10.32497/rm.v12i2.1054

Abstract

Produk master cylinder tipe 2dp merupakan salah satu bagian part dari assembly sistem pengereman sepeda motor yang diproduksi oleh PT. Chemco Harapan Nusantara. Pada departemenpainting produk master cylinder tipe 2dp melalui proses pengecatan sebelum kemudian dikirim ke bagian assembly untuk dirakit menjadi sistem pengereman sepeda motor. Dalam produksinya di departemen painting, jumlah cacat produk master cylinder tipe 2dp masih tinggi sebanyak 5,57% melebihi batas minimum yang ditentukan perusahaan 4,5%. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan metode six sigma. Hasil perhitungan DPMO tertinggi terdapat pada bulan Desember sebesar 18.721 dengan nilai sigma 3,581 dan terkecil pada bulan Oktober sebesar 10.402 dengan nilai sigma 3,812. Hasil perhitungan RPN pada analisis FMEA menunjukkan nilai tertinggi pada jenis cacat bintik sebesar 384 dengan penyebab cat baru dengan cat lama tercampur, lecet sebesar 336 dengan penyebab unmasking masih manual dan mengangkat jig terlalu tinggi, meler sebesar 432 dengan penyebab pemasangan jig yang tidak benar, dan lubang kena cat sebesar 384 dengan penyebab kegagalan tekanan spray gun terlalu tinggi.
Pengujian Vibrasi Pada Test Cell Turbofan Engine Type CFM 56-7B Abdul Syukur Alfauzi; Daryadi Daryadi; Sunarto Sunarto; Adhy Purnomo
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 12, No 3 (2017): Volume 12, Nomor 3, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/rm.v12i3.1074

Abstract

Penggunaan pesawat terbang sebagai sarana transportasi sangat penting bagi masyarakat dunia. Dengan tingginya jam terbang pesawat terbang tersebut, kondisi pesawat harus tetap diperhatikan terutama komponen-komponen yang ada di dalamnya. Perawatan pesawat terbang pun menjadi hal yang penting untuk diperhatikan agar selalu dalam kondisi terbaik saat terbang. Pelaksanan maintenance pesawat melibatkan berbagai bidang ilmu pengetahuan, yaitu bidang elektronik instrumentasi, mekanik, mesin, manajemen, inspeksi dan lain-lain. Salah satu fasilitas maintenance yang dilakukan oleh PT. GMF AeroAsia adalah Test Cell. dimana akan dibahas tentang urutan proses melakukan uji Test Cell mulai dari persiapan, pengetesan dan pengambilan hasil pengujian. Sehingga didapatkan parameter-parameter yang dibutuhkan untuk menganalisis performa Engine terhadap kriteria layak atau tidaknya Engine tersebut untuk digunakan. Dari pengujian Engine CFM56-7B yang di lakukan pada Test Cell tidak di temukan adanya vibrasi berlebihan.
Analisa Matrik Untuk Komposit Berserat Pelepah Aren Sulaiman, Didik Purwadi, Seno Darmanto, (Universitas Diponegoro Semarang)
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 11, No 1 (2016): Volume 11, Nomor 1, April 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.22 KB) | DOI: 10.32497/rm.v11i1.385

Abstract

Penelitian  batang  pelepah  aren  sebagai  serat  komposit  dimaksudkan  untuk  mengolah limbah batang pelepah aren. Pengolahan limbah batang pelepah aren diarahkan pada teknologi pengolahan dan perlakuan untuk meningkatkan kualitas serat tunggal batang pelepah aren menjadi serat yang kualitasnya setara dengan serat sintetis dan serat nonorganik. Proses pembuatan serat tunggal batang pelepah aren mentah (tanpa perlakuan kimia dan fisik) pada prinsipnya meliputi pemilihan jenis pahon aren, pengerolan, pengeringan dan penguraian. Langkah selanjutnya membuat specimen komposit di mana specimen terbentuk dari serat ampas batang dan pelepah aren baik yang diberi perlakuan maupun tidak diberi perlakuan yang telah disusun dengan pola tertentu dengan pengikat (matrix) yakni resin bening dan resin butek.   Hasil pengamatan diameter menunjukkan bahwa serat tunggal pelepah aren mempunyai diameter rata-rata 408 µm. Perlakuan kimia mempunyai pengaruh besar pada reduksi dimensi serat tunggal di mana perlakuan alkali, silane dan benzoylation pada serat tunggal pelepah aren mampu mereduki diameter mencapai masing masing 395 µm, 389 µm dan 371µm. Dan pengujian tarik menunjukkan luaran gaya interfacial yang relatif sama sehubungan serat tunggal mengalami patah di luar permukaan antara serat dengan resin yang melingkupinya.Kata Kunci : “aren”, “serat tunggal”, “matrik”, “gaya tarik”, “komposit”.
Efektifitas Menaikkan Area Kontak Telapak Kaki Pada Pengurangan Tekanan Di Daerah Tumit Bagi Penderita Inferior Calcanea Spur Dwi Basuki Wibowo
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 13, No 1 (2018): Volume 13, Nomor 1, April 2018
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/rm.v13i1.1100

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh luas kontak sol sepatu untuk setiap penderita calcanea/heel spur yang beban terbesar di area tumitnya lebih kecil dari gaya tekan nyeri (GTN) minimum. Beban di area tumit diperoleh dari analisis Metode Elemen Hingga (MEH) dan hasilnya dibandingkan dengan pengukuran menggunakan sensor FSR 402 yang dipasang di medial heel (MH), lateral heel (LH) dan center of heel (CH). GTN diukur menggunakan Algometer FDIX 25 di sekitar tumbuhnya spur. Hasil penelitian pada 16 penderita (3 laki-laki dan 13 perempuan) menunjukkan beban terbesar di CH untuk semua prosentase luas area kontak sol sepatu 0% - 100% lebih kecil dari GTN minimum, tetapi beban di LH masih lebih besar dari GTN minimum pada prosentase luas area 0% - 50%. Solusinya dipilih prosentase luas kontak sol sepatu 50% untuk pasien perempuan dan 75% untuk pasien laki-laki. Beban di LH pada prosentase luas kontak 50% memang masih berpotensi menimbulkan nyeri tetapi tidak signifikan karena hanya berbeda 34% lebih tinggi dibandingkan dengan GTN minimum. Penentuan prosentase luas kontak sol sepatu yang lebih besar pada pasien laki-laki dikarenakan area kontak telapak kaki laki-laki lebih besar dibandingkan perempuan.
Peningkatan Kemampuan Laju Pemakanan Dan Penurunan Tingkat Keausan Relatif Elektroda Pada Electric Discharge Machine Di Laboratorium Pemesinan Politeknik Negeri Semarang Dengan Menggunakan Elektroda Komposit Matriks Logam Cu-Fe Grafit Satito, Aryo; Hariyanto, Hariyanto
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8, No 1 (2013): Volume 8, Nomor 1, April 2013
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.223 KB) | DOI: 10.32497/rm.v8i1.392

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh penambahan partikel grafit sebagai penguat terhadap kemampuan material removal rate( MRR) dan electrode relative wear (ERW) dari komposit Cu-Fe sebagai elektroda EDM yang dibuat dengan metode metalurgi serbuk. Grafit sebesar 0 wt%, 2,5 wt%, 5,0 wt%, dan7,5 wt% ditambahkan pada Cu-1wt% Fe. Tiap komposisi serbuk dicampur dengan menggunakan mixing rotator kemudian dikompaksi menjadi green body menggunakan uniaxial pressing single action, kemudian disinter dengan horizontal tube furnace dalam lingkungan gas argon. Pengujian MRR dan ERW dilakukan pada mesin EDM Genspark 50P dengan polaritas normal dan besar arus 10 A. Untuk menentukan komposisi komposit paling optimum dan ekonomis, digunakan metode kuota dan hasil kemampuan MRR terbaik sebesar 0.037g/menit dan ERW terkecil 29,12 % dicapai oleh komposit dengan komposisi 5 wt% grafit yang dikompaksi pada tekanan 650 MPa dan disinter pada temperatur 870 ºC.
Analisis Penyebab Engine Low Power Pada Volvo Articulated Dump Truck A40E Dengan Kode Unit AA14 (Politeknik Negeri Semarang), Wahyudi, Suyadi, Heru Saptono
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8, No 1 (2013): Volume 8, Nomor 1, April 2013
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.349 KB) | DOI: 10.32497/rm.v8i1.397

Abstract

Articulated Dump Truck A40E merupakan kendaraan  pengangkut  tiga poros dengan bak penuang serta kemudi rangka gandeng (articulated frame steering) dan memiliki kapasitas angkut 39 ton atau 24 m3 . Unit articulated dump truck A40E mengalami low power yang disebabkan oleh kerusakan pada copper sleeve. Copper sleeve berfungsi sebagai sebagai pembatas cooling jacket dengan fuel channel agar antara bahan bakar dan coolant tidak tercampur. Copper sleeve juga berfungsi sebagai bantalan dari unit injektor. Bila terjadi kerusakan pada copper sleeve maka akan terjadi penurunan tekanan kompresi karena bocor,  yang mengakibatkan engine menjadi low power. Udara yang bocor akan masuk ke fuel channel dan ke cooling jacket. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan proses perbaikan. Yaitu dengan melakukan penggantian copper sleeve. Setelah dilakukan penggantian copper sleeve unit normal kembali dan tidak mengalami low power.Kata kunci: “articulated” ,” dump truck”, “low power”, “copper sleeve”
Pengendalian Overspeed Pada Mesin Diesel Agus Pramono, Eko Boedisoesetyo, (Politeknik Negeri Semarang)
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8, No 2 (2013): Volume 8, Nomor 2, Agustus 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.417 KB) | DOI: 10.32497/rm.v8i2.403

Abstract

Dunia teknik otomotif kita sudah sering mengenal istilah Diesel engine.dalam operasionalnya untuk mobilitas lapangan sering terjadi dengan mendadak suatu kecepatan yang sangat tinggi diatas (3000-rpm) yang melebihi kecepatan yang distandarkan oleh aturan sistem mekanisme engine hal ini sering terjadi dikarenakan beberapa faktor salah satunya adalah berlebihanya volume bahan bakar yang di injeksikan  dari pompa injeksi bahan bakar menuju nozel dan getaran engine yang menambah faktor terjadinya kecepatan putaran yang melebihi ketentuan standar putaran untuk diesel engine. Untuk menghindari hal inilah yang terjadi yang dinamakan overspeed hal ini kalau dibiarkan akan mengakibatkan merambatnya kerusakan yang tidak diinginkan Dengan metoda penurunan putaran yang telah melewati penelitian dan pengalaman lapangan oleh para insinyur mesin.untuk  mengatasi suatu problim pengendalian overspeed khusus untuk Diesel engine diciptakan agar mampu secara otomatis mengendalikan dengan sediri putaran yang berlebihan tersebut sehingga dapat dikondisikan menjadi stabil kembali dalam putaran normal.yang membuat putaran mesin menjadi Idle kembali.dengan perlengkapan pengendali putaran.Kata Kunci : “overspeed”, “governor”, pengendali putaran ekstrim”
Analisis Kerusakan Middle Axle Truk Renault Kerax DXI 440 Tipe 17 x 35 Wahju Djalmono Putro, Anwar S. Ardjo, Munaputra, (Politeknik Negeri Semarang)
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9, No 1 (2014): Volume 9, Nomor 1, April 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/rm.v9i1.442

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melaksanakan analisis penyebab kerusakan pada Middle Axle  pada truk Renault Kerax 440 tipe 17 x 35. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: mengenali gangguan-gangguan yang terjadi, pengumpulan data, praktek di lapangan, studi literatur, diskusi, proses analisis, dan pembahasan. Hasil dari analisis yang dilakukan ditemukan sejumlah tiga jenis kerusakan. Kerusakan yang ditemukan adalah inter axle mengalami pecah pada bagian spider disebabkan oleh kesalahan prosedur pengoperasian oleh operator, kondisi jalan atau medan yang dilalui oleh unit, dan perawatan yang tidak tepat (misalnya dalam penggunaan oli). Cara mengatasinya adalah pada saat proses overhaul, inter axle harus diganti dengan komponen yang baru dan juga dianjurkan juga untuk memakai oli yang direkomendasikan oleh truk Renault yaitu oli SAE 140. Thrust washers inter wheel yang mengalami keausan disebabkan oleh seringnya perbedaan putaran antara roda kiri dan kanan dikarenakan amblas, sehingga pergantian putaran inter wheel terjadi, kemudian terjadi gesekan antara thrust washer dengan Main Differential Case. Cara mengatasinya adalah mengganti komponen thrust washer dengan komponen thrust washer yang baru. Main differential case yang mengalami keausan disebabkan oleh seringnya perbedaan putaran antara roda kiri dan kanan dikarenakan amblas, sehingga pergantian putaran inter wheel terjadi, kemudian terjadi gesekan antara Main Differential Case dengan thrust washers. Cara mengatasinya adalah melakukan perbaikan setelah dilakukan overhaul atau mengganti dengan yang baru.Kata Kunci : “Middle axle”, “Truck Renault Kerax Dxi 440”, “inter axle”, “spider”, “thrust washer”, “inter wheel”, “main differential case”.
Rekondisi Pompa Air Spiral Mekanik Dengan Penggerak Aliran Arus Sungai Poedji Haryanto Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9, No 2 (2014): Volume 9, Nomor 2, Agustus 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/rm.v9i2.521

Abstract

Pompa air spiral memanfaatkan aliran arus sungai  dengan  sudu – sudu akan terdorong   oleh   aliran arus sungai  sehingga pompa akan menyedot air  dari sungai dan diteruskan melalui selang spiral kemudian dikeluarkan melalui saluran pengeluaran. Alat ini tidak menggunakan listrik tetapi dorongan dari arus sungai. proses pembuatan alat ini meliputi analisis permasalahan yang muncul, kemudian dilakukan observasi, studi kepustakaan, perancangan alat yang akan dibuat, pembuatan  alat, selanjutnya dilakukan pengujian. Hasil dari pengujian yaitu,efisiensi tertinggi   pada head statis 4 meter adalah  5,205 %  dengan debit keluaran 1,25 x 10 m/s pada putaran 1 rpm. Efisiensi tertinggi pada head statis 5 meter adalah 7,601% dengan dengan debit keluaran   2,16x10 m/s pada putaran 2 rpm.Kata Kunci : “pompa air spiral”, “aliran”, “efisiensi”, “putaran”, “debit”.

Page 5 of 46 | Total Record : 460


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 2 (2025): Volume 20, Nomor 2, Agustus 2025 Vol. 20 No. 1 (2025): Volume 20, Nomor 1, April 2025 Vol. 19 No. 3 (2024): Volume 19, Nomor 3, Desember 2024 Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024 Vol. 19 No. 1 (2024): Volume 19, Nomor 1, April 2024 Vol. 18 No. 3 (2023): Volume 18, Nomor 3, Desember 2023 Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023 Vol 18, No 1 (2023): Volume 18, Nomor 1, April 2023 Vol 17, No 3 (2022): Volume 17, Nomor 3, Desember 2022 Vol 17, No 2 (2022): Volume 17, Nomor 2, Agustus 2022 Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022 Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021 Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021 Vol 16, No 1 (2021): Volume 16, Nomor 1, April 2021 Vol 15, No 3 (2020): Volume 15, Nomor 3, Desember 2020 Vol 15, No 2 (2020): Volume 15, Nomor 2, Agustus 2020 Vol 15, No 1 (2020): Volume 15, Nomor 1, April 2020 Vol 14, No 3 (2019): Volume 14, Nomor 3, Desember 2019 Vol 14, No 2 (2019): Volume 14, Nomor 2, Agustus 2019 Vol 14, No 1 (2019): Volume 14, Nomor 1, April 2019 Vol 13, No 3 (2018): Volume 13, Nomor 3, Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Volume 13, Nomor 2, Agustus 2018 Vol 13, No 1 (2018): Volume 13, Nomor 1, April 2018 Vol 12, No 3 (2017): Volume 12, Nomor 3, Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Volume 12, Nomor 2, Agustus 2017 Vol 12, No 1 (2017): Volume 12, Nomor 1, April 2017 Vol 12, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 11, No 3 (2016): Volume 11, Nomor 3, Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Volume 11, Nomor 2, Agustus 2016 Vol 11, No 1 (2016): Volume 11, Nomor 1, April 2016 Vol 10, No 3 (2015): Volume 10, Nomor 3, Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Volume 10, Nomor 2, Agustus 2015 Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, April 2015 Vol 10, No 1 (2015) Vol 9, No 3 (2014): Volume 9, Nomor 3, Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Volume 9, Nomor 2, Agustus 2014 Vol 9, No 1 (2014): Volume 9, Nomor 1, April 2014 Vol 8, No 2 (2013): Volume 8, Nomor 2, Agustus 2013 Vol 8, No 1 (2013): Volume 8, Nomor 1, April 2013 Vol 7, No 3 (2012): Volume 7, Nomor 3, Desember 2012 More Issue