cover
Contact Name
Deasy Arisanty
Contact Email
deasyarisanty@ulm.ac.id
Phone
+6281348260253
Journal Mail Official
jurnalpendidikangeografi@gmail.com
Editorial Address
Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)
ISSN : 23565225     EISSN : 26856395     DOI : 10.20527
Core Subject : Science, Education,
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) publishes articles from research in the field of geography and geography education, which have not been published elsewhere. This journal is periodically published by Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. This journal published twice a year in September and March.
Articles 243 Documents
POTENSI DAN UPAYA PENGEMBANGAN OBYEK WISATA GOA BATU HAPU DI KECAMATAN HATUNGUN KABUPATEN TAPIN KALIMANTAN SELATAN Ade Saputra; Deasy Arisanty; Ellyn Normelani
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.874 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v5i3.6220

Abstract

Tujuan Penelitian adalah mengetahui potensi internal dan eksternal Goa Batu Hapu sebagai objek wisata alam, serta mengetahui upaya pengembangan objek wisata alam Goa Batu Hapu di masa yang akan datang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilaksanakan di obyek wisata alam Goa Batu Hapu Kecamatan Hatungun Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini adalah Accidental sampling dengan teknik sampel jenuh, yaitu seluruh jumlah populasi akan dijadikan sampel penelitian. Metode pengambilan data yaitu observasi, angket (kuesioner) dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis SWOT.Kekuatan faktor internal dari obyek wisata alam Goa Batu Hapu adalah kelebihan dari daya tarik utama obyek wisata, pemandangan alam, kondisi goa, keunikan goa, dan potensi obyek wisata. Kelemahannya adalah keragaman flora dan fauna, kegiatan wisata, dan kebersihan lingkungan goa. Peluang eksternal adalah perencanaan pengembangan wisata, promosi tujuan wisata, waktu tempuh, prasarana jalan menuju goa, tempat ibadah, lahan parkir, penunjuk arah menuju goa, dan toilet. Tantangannya adalah tujuan paket perjalanan wisata, promosi skala regional, sarana angkutan pengunjung, fasilitas penginapan, fasilitas kuliner, dan cendera mata, fasilitas informasi, denah lokasi, dan penerangan goa. Berdasarkan analisis SWOT, potensi pengembangan objek wisata alam Goa Batu Hapu adalah pada kuadran 1, yaitu strategi Growth Oriented Strategy. Upaya pengembangan objek wisata alam Goa Batu Hapu adalah peningkatan promosi tentang obyek wisata alam Goa Batu Hapu, faktor aksebilitas menuju obyek wisata, pengelolaan kawasan Goa Batu Hapu, mengedepankan keunggulan dan daya saing, peningkatan sumber daya manusia dalam pengelolaan kawasan wisata, dan kampanye program nasional tentang wisata.
SISTEM PERTANIAN PERLADANGAN TEBAS BAKAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA WILAYAH BERCURAH HUJAN ERATIK DI TIMOR BARAT Max J. Kapa; Totok Gunawan; Su Rito Hardoyo
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.484 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v4i2.3029

Abstract

Pembangunan pertanian yang selama ini terlalu mengedepankan aspek teknis dan kurang memberikan perhatian terhadap aspek sosial-budaya ternyata memberikan hasil yang belum sampai pada sebagaimana yang diharapkan. Perladangan tebas bakar dengan menggunakan pendekatan teknis dipandang negativf, oleh karena itu diupayakan untuk dihilangkan, ternyata masih terus dilakukan petani sampai saat ini. Menyadari hal ini maka dipandang perlu merancang model pengelolaan system pertanian yang dapat mengadopsi pengetahuan lokal yang melandasi kegiatan perladangan tebas bakar untuk meningkatkan keberterimaan aspek teknis yang diintroduksi. Hal ini antara lain dapat dilakukan melalui kegiatan identifikasi pengetahuan lokal, penentuan pengetahuan lokal sebagai komponen model, serta perancangan dan penggalangan kesepakatan pelaksanaan model. Kata Kunci: Perladangan tebas bakar, curah hujan eratik, pengetahuan lokal, Timor Barat
UPAYA PENGRAJIN SASIRANGAN DI KAMPUNG SASIRANGAN BANJARMASIN DALAM MENJAGA KEBERLANGSUNGAN INDUSTRI Dimas Prasetiyo; Deasy Arisanty; Arif Rahman Nugroho
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.043 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v1i2.1402

Abstract

Penelitian ini berjudul ”Upaya Pengrajin Sasirangan di Kampung Sasirangan Dalam Menjaga Keberlangsungan Industri”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penghambat dan upaya untuk mengatasi faktor penghambat industri sasirangan di Kampung SasiranganPopulasi dari penelitian ini adalah seluruh pengrajin sasirangan yang ada di Kampung Sasirangan Banjarmasin. Sampel yang dijadikan responden adalah sampel penuh yaitu seluruh pengrajin sasirangan. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data primer dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan metode angket (kuesioner) sedangkan data sekunder menggunakan metode studi pustaka dan dokumen. Analisis data penelitian ini adalah analisis data statistik deskriptif menggunakan teknik distribusi frekuensi untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keberlangsungan industri sasirangan serta upaya yang dilakukan dalam menjaga keberlangsungan industri.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang menghambat keberlangsungan industri. Faktor-faktor tersebut yaitu bahan baku yang mahal dan sulit didapat, modal yang tidak mencukupi, tenaga kerja, teknologi, pemasaran, kelembagaan serta upayanya untuk mengatasi faktor penghambat tersebut. Upaya pengrajin dalam mengatasi faktor penghambat menunjukkan upaya yang baik. Bukti tersebut terlihat dari beberapa upaya pengrajin dalam menghadapi faktor penghambat industri sasirangan seperti membeli bahan baku di luar daerah, melakukan pinjaman modal di bank atau koperasi, mengikuti pelatihan yang diadakan pemerintah, menggunakan teknik pewarna sintetis, melakukan pemasaran di lokasi industri dan outlet serta bergabung dalam berbagai kelompok usaha. Kata kunci: upaya, pengrajin sasirangan, Kampung Sasirangan, Faktor Penghambat dan Upaya
PERSEPSI SOPIR ANGKUTAN KOTA BANJARMASIN TERHADAP PEMINDAHAN TERMINAL INDUK KILOMETER 6 BANJARMASIN KE TERMINAL INDUK KILOMETER 17 GAMBUT Agung Sismono; Ellyn Normelani; Parida Angriani
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.638 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v2i3.1420

Abstract

Penelitian ini berjudul ”Persepsi Sopir Angkutan Kota Banjarmasin Terhadap Pemindahan Terminal Induk Kilometer 6 Banjarmasin Ke Terminal Induk Kilometer 17 Gambut”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi sopir angkutan kota banjarmasin terhadap pemindahan terminal induk kilometer 6 Banjarmasin ke terminal induk kilometer 17 Gambut.Populasi dari penelitian ini adalah  seluruh  sopir angkot yang melalui trayek: Terminal Km6- Terminal Antasari, Terminal Km 6 - Terminal Bantu Malabar, Terminal Km 6 - Pasar Lama, Terminal Km 6 - Handil Bakti, Terminal Km 6 - Kayu Tangi, Terminal Km 6 – Alalak diambil sampel sejumlah 35 sopir angkot yang melalui trayek tersebut diatas. Metode penelitian ini adalah deskriftif kuantitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data primer diperoleh dari observasi dengan menggunakan kuisioner, dan teknik pengumpulan data sekunder dari kantor Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin.Hasil penelitian menunjukan bahwa Persepsi Sopir Terhadap Pemindahan Terminal Induk Kilometer 6 Banjarmasin ke Terminal Induk Kilometer 17 Gambut diketahui sebanyak 27 responden atau 77% mempunyai persepsi menolak tentang pemindahan terminal dari Kilometer 6 Banjarmasin ke Kilometer17 Gambut dan 8 responden atau 23% mempunyai persepsi ragu-ragu tentang masalah pemindahan terminal tersebut. Persepsi Sopir Terhadap Pemindahan Terminal Induk Kilometer 6 Banjarmasin ke Terminal Induk Kilometer 17 Gambut dari jarak semakin jauh, penumpang berkurang, dan kemacetan bagi Sopir Angkutan Kota Jurusan Terminal Induk Km 6 Banjarmasin secara umum tinggi mengenai persepsi pemindahan terminal tersebut. Kata kunci: Terminal, Persepsi, Sopir Angkutan
HUBUNGAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI DALAM PROSES PEMBELAJARAN DENGAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS X SMA KORPRI BANJARMASIN Syahruddin Syahruddin; Deasy Arisanty; Karunia Puji Hastuti
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.279 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v2i1.1465

Abstract

Penelitian ini berjudul Hubungan Pemanfaaatan Media Pembelajaran Geografi Dalam Proses Pembelajaran dengan Minat Belajar Siswa Kelas X SMA Korpri Banjarmasin, di susun oleh Syahrudin. Dosen pembimbing I : Dr. Deasy Arisanty, M.Sc dan dosen pembimbing II : Karunia Puji Hastuti, M.Pd. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adakah hubungan pemanfaatan media pembelajaran geografi dengan minat belajar siswa kelas X SMA Korpri Banjarmasin.Populasi dalam penelitian ini adalah 1 guru geografi dan siswa kelas X SMA Korpri Banjarmasin berjumlah 133 orang. Data primer di peroleh melalui observasi, angket atau koesioner dan wawancara. Data sekunder di peroleh dari Dinas Pendidikan Banjarmasin, dan SMA Korpri Banjarmasin, metode dalam penelitian ini adalah deskritif dan kuantitatif.Berdasarkan uji hipotesis bahwa Nilai r hitung 0,277 terletak di antara 0,200 sampai 0,400 pada Tabel Interpretasi Nilai r yang menunjukkan ada hubungan pemanfaatan media pembelajaran geografi dalam proses pembelajaran dengan minat belajar siswa kelas X SMA Korpri Banjarmasin akan tetapi masih rendah.Kata Kunci : Media, Minat, Siswa
Pengaruh Pemanfaatan Internet Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XII IPS MAN 2 Kandangan Normi Aulia; Ellyn Normelani; Nevy Farista Aristin
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.796 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v3i4.1507

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh pemanfaatan Internet Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XII IPS MAN 2 Kandangan”. Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengaruh pemanfaatan Internet Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XII IPS MAN 2 Kandangan.Populasi dari penelitian ini adalah seluru siswa kelas XII IPS MAN 2 Kandangan . Sampel yang dijadikan responden adalah sampel penuh yaitu selurus siswa kelas XII IPS MAN 2 Kandangan. Peneelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data primer dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan metode angket (Kuesioner), sedangkan pengumpulan data sekunder menggunakan metode studi dokumen dan studi pustaka. Analisis data penelitian ini adalah analisis data dengan menggunakan teknik persentase dan teknik korelasi product Moment dan Analisis Regresi.            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, ada hubungan yang signifikan antara pemanfaatan internet terhadap hasil belajar geografi siswa kelas XII IPS MAN 2 Kandangan, karena nilai rxy bernilai 0,552 lebi besar dari r tabel 1% tabel nilai r menghasilkan angka 0,282 dan 5% tabel nilai r menghasilkan angka 0,217 atau nilai rxy 0,552 lebih besar dari r tabel 5% dan 1% yaitu 0,217 < 0,552 > 0,282. Dan Internet mempunai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar geografi siswa kelas XII IPS MAN 2 Kandangan semester genap Tahun pelajaran 2015/2016. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis regresi memperoleh harga Freg = 98,50. Harga Frag lebih besar daripada harga tabel Fbaik taraf signifikan 5% maupun 1%, yaitu 3,956 < 98,50 > 6,948. Artinya ada pengaruh yang positif dan hubungan yang rendah antara pemanfaatan internet dengan hasil belajar geografi siswa kelas XII IPS MAN 2 Kandangan. Kata kunci : Pemanfaatan Internet, Hasil Belajar Geografi
IMPLEMENTASI PROGRAM CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY ) PT. ADARO INDONESIA BIDANG PENDIDIKAN DI KECAMATAN TANTA KABUPATEN TABALONG Rifenti Herlinda Wandina; Deasy Arisanty; Ellyn Normlenai
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 6 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.832 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v3i6.2827

Abstract

Penelitian ini berjudul Implementasi program CSR PT. Adaro Indonesia bidang pendidikan di Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis penerapan program CSR PT. Adaro Indonesia bidang pendidikan meliputi beasiswa, infrastruktur, peningkatan kompetensi pendidik dan sekolah adiwiyata.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu informan kunci dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumen dan studi kepustakaan. Data dianalisis menggunakan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CSR yang dilaksanakan oleh PT. Adaro Indonesia terlaksana dengan baik dan efektif, namun ada ditemukan beberapa permasalahan dalam pelaksanaannya seperti ada sekolah yang pernah diberi bantuan, perihal laporan berita acara untuk arsip pihak sekolah ada yang tidak memiliki dan membuat pihak sekolah kesusahan menginput data atau barang yang termasuk hibah. Tetapi dari beberapa jenis program CSR dapat membuat sekolah lebih maju dan bisa membawa nama baik sekolahnya di tingkat nasional melalui program adiwiyata yang didapat dari pelatihan dan dikembangkan lebih lanjut sampai sekarang. Kata kunci: implementasi, tanggung jawab, pendidikan.
KOMPETENSI GURU DALAM PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI KOTA BANJARMASIN Sidharta Adyatma; Ellyn Normelani; Selamat Riadi
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 5 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.966 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v4i5.3959

Abstract

Pemanfaatan media merupakan salah satu komponen yang cukup penting dalam pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran yang tepat akan berpengaruh dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Rendahnya motivasi belajar siswa merupakan salah satu masalah yang sampai saat ini mengemuka dalam pembelajaran geografi. Penilaian dari sejumlah siswa menyatakan bahwa pelajaran geografi tidak menarik dan membosankan. Permasalahan tersebut tidak lepas dari minimnya kemampuan seorang guru dalam penggunaan media pembelajaran. Jenis Penelitian ini adalah descriptive research  dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan jenis media pembelajaran geografi yang paling banyak dimiliki oleh SMA di Kota Banjarmasin adalah atlas, globe dan peta dengan jumlah yang cukup banyak dan kondisi yang baik. Pemanfaatan media oleh guru masuk pada kategori sedang atau cukup dan guru tidak mengalami kesulitan dalam pemanfaatan media, serta upaya guru dalam mengadakan dan pemanfaatan media berada pada kategori tinggi.Kata Kunci: Kompetensi Guru, Media Pembelajaran Geografi
ANALISIS POTENSI WILAYAH BERBASIS PENGEMBANGAN SEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN KOTABARU Ginanjar Ilham Fauzan; Rosalina Kumalawati; Sidharta Adyatma
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.973 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v5i2.5286

Abstract

Potensi perikanan merupakan seluruh unsur pada sektor perikanan yang dapat dijadikan sebagai kekuatan dalam menyediakan kebutuhan  manusia. Sektor perikanan basis dapat dijadikan sebagai acuan dalam pembangunan daerah perikanan di Kabupaten Kotabaru. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kecamatan di Kabupaten Kotabaru yang berjumah 21. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen dan data yang telah tersedia pada buku mengenai perikanan di Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini dilakukan bertujuan utuk mengkaji sektor basis dan non basis pada sektor perikanan di Kabupaten Kotabaru dan  memetakan daerah perikanan basis dan non basis di Kabupaten Kotabaru. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini potensi perikanan tangkap laut basis di Kabupaten Kotabaru berjumlah 6 daerah kecamatan, dan 15 daerah kecamatan non basis. Pemetaan daerah basis ditandai dengan arsir warna hijau (Basis), kuning (Seimbang), dan biru (Non Basis). Potensi perikanan darat basis Kabupaten Kotabaru berjumlah 8 daerah kecamatan dan daerah non basis berjumlah 13 daerah kecamatan. Pemetaan daerah basis ditandai dengan arsir warna hijau (Basis), kuning (Seimbang), dan biru (Non Basis).
FAKTOR PENYEBAB PENGEMBANG MEMILIH LOKASI PERUMAHAN DI KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR Vonny Lollyanti; Ellyn Normelani; Sidharta Adyatma
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.429 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v4i1.3025

Abstract

Penelitian berjudul “Faktor Penyebab Pengembang Memilih Lokasi Perumahan di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor penyebab pengembang memilih lokasi perumahan di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.Penelitian menggunakan metode deskriftif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pemilik perumahan atau pengembang perumahan di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner (angket), dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi dokumen dan studi pustaka.Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor pemilihan lokasi pembangunan perumahan sangat menetukan dalam pembangunan perumahan terutama pada faktor tanah/lahan, faktor aksesibilitas dan faktor kenyamanan lingkungan. Apabila ketiga faktor tersebut terpenuhi maka pemasaran perumahan dapat dilakukan dengan mudah karena banyak pembeli yang tertarik untuk membeli perumahan dilokasi tersebut.Kata Kunci : Perumahan, faktor pembangunan perumahan dan pengembang perumahan.

Page 2 of 25 | Total Record : 243