cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 573 Documents
Menyiapkan Siswa Dalam Menyelesaikan Berbagai Permasalahan Fisika Guna Mencapai Generasi Emas Indonesia Melalui Physics Competition (PHYSTON) Hartini, Sri; Misbah, Misbah; Zainuddin, Zainuddin; Arifuddin, M; Miriam, Sarah; Mahtari, Saiyidah; Dewantara, Dewi
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2889

Abstract

Jika dimulai saat ini, siswa yang sedang menempuh pendidikan pada 2016/2017 yang pada saat nanti tahun 2045 berusia 30 hingga 40 tahun yang disebut mencapai usia produktif, generasi emas. Pada tahun 2045, dari berbagai sumber dikatakan memiliki “bonus” demografi yang terus berlanjut dan akan berkontribusi atau sebaliknya berbencana pada berbagai sektor. Momen mengubah bangsa ini menjadi kaya, produktif dan daya saing besar, kuat, serta indah potensi dan prospeknya dapat dilakukan melalui pendidikan. Salah satu cara untuk membentuk siswa yang kreatif, kompetitif, sprotif dan bertangggung jawab adalah melalui perlombaan. Physics Competition (Physton) merupakan perlombaan di bidang Fisika dengan sasaran pelajar sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Lambung Mangkurat. Tujuan dari kegiatan physton ini meningkatkan semangat belajar fisika siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, serta mengukur sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap permasalahan dan konsep fisika yang tertuang dalam bentuk soal-soal hitungan, konsep, dan praktikum/percobaan. Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuknya  siswa yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan fisika guna mencapai generasi emas Indonesia.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Keterampilan Proses Sains Menggunakan Model Inquiry Discovery Learning Terbimbing Hartini, Lisa; zainuddin, zainuddin; Miriam, Sarah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i1.4448

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran suhu dan kalor berorientasi keterampilan proses sains menggunakan model inqury discovery learning terbimbing berdasarkan dari validitas, kepraktisan, keefektifan dan pencapaian keterampilan proses sains. Pengembangan perangkat pembelajaran dengan model ADDIE (analyze, design, development, implement, evaluate) yang diuji cobakan di SMA Negeri 10 Banjarmasin kelas X6 menggunakan one-grup pretest-posttest design. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Validitas perangkat berkategori sangat baik: rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berkategori sangat baik, lembar kerja peserta didik (LKPD) berkategori sangat baik, tes hasil belajar berkategori sangat baik, materi ajar berkategori sangat baik. (2) Kepraktisan perangkat pembelajaran berkategori sangat praktis berdasarkan hasil keterlaksanaan RPP. (3) Keefektifan perangkat pembelajaran berkategori efektif berdasarkan N-gain tes hasil belajar siswa. (4) Pencapaian keterampilan proses berdasarkan hasil LKPD dan lembar pengamatan berkategori terampil. Berdasarkan hasil penelitian meunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berkategori sangat baik, sangat praktis, efektif dan terampil sehingga perangkat pembelajaran layak untuk diimplementasikan.The purpose of this study is description the feasibility of learning materials temperature and heat that oriented science process skills by using guided inquiry discovery learning model based on the validity, practicality, effectiveness and achieving of science process skills. Development learning materials with the ADDIE model (Analyze, design, development, implementation, evaluate) tested in SMA Negeri 10 Banjarmasin class X6 by using one- group prettest-posttest design. The result of this research show: 1) validity of learning materials very good category : the lesson implementation plan very good category, student works sheet (LKPD) very good category, students learning results very good category, student Book very good category. 2) practicality of learning materials very practical category based on result  the application of the lesson plan in classroom. 3) effectieveness of learning materials Which is the effective category based on the research N-gain students learning result. 4) Achievement of science process skills based on result that the LKPD and observation sheet skilled category. Based on the result of the research, it can be concluded that the developed learning materials are very good, very practical, effective and skilled so that learning materials feasible to be used implemented. 
Pengembangan Bahan Ajar IPA Fisika Berorientasi Kemampuan Berpikir Kreatif Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Di SMPN 13 Banjarmasin Kurnia, Latifah; Zainuddin, Zainuddin; Mahardika, Andi Ichsan
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i3.1004

Abstract

Bahan ajar yang digunakan di sekolah selama ini belum mampu melatihkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Oleh karena itu, dilakukan pengembangan bahan ajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang memiliki tujuan khusus untuk mendeskripsikan: (1) validitas bahan ajar, (2) kepraktisan bahan ajar ditinjau dari keterlaksanaan RPP, (3) efektivitas bahan ajar ditinjau dari hasil belajar, dan (4) pencapaian kemampuan berpikir kreatif ditinjau dari tes hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE. Bahan ajar yang dikembangkan berupa RPP, LKS, THB dan Materi ajar. Teknik analisis data berupa validasi bahan ajar, pengamatan keterlaksanaan RPP dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) bahan ajar dinyatakan valid dengan kategori sangat baik (2) kepraktisan bahan ajar terlaksana sangat baik, (3) efektivitas bahan ajar termasuk pada kategori efektif/sedang, dan (4) pencapaian kemampuan berpikir kreatif siswa termasuk dalam kategori kreatif. Diperoleh simpulan bahwa bahan ajar berorientasi kemampuan berpikir kreatif menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.  
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Fisika Melalui Model Pengajaran Langsung Dengan Metode Problem Solving Noor, Muhammad; Zainuddin, Zainuddin; Miriam, Sarah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i3.3958

Abstract

Perangkat pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah SMPN 9 Banjarmasin dinilai masih perlu dikembangkan agar lebih layak dan lebih baik. Hal ini berpengaruh pada rendahnya hasil ketercapaian belajar kognitif siswa dan cara penyelesaian pemecahan masalah persoalan yang dihadapi siswa. Oleh karena itu dikembangkanlah perangkat pembelajaran dengan menggunakan model pengajaran langsung yang memiliki tujuan khusus untuk: (1) Mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran, (2) mendeskripsikan kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan RPP, dan (3) mendeskrepsikan keefektifan perangkat pembelajaran yang ditinjau dari hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mangacu pada model pengembangan Dick and Carey. Bentuk instrumen yang dikembangkan berupa berupa RPP, LKS, THB dan Materi ajar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid dengan kategori baik (2) Kepraktisan perangkat pembelajaran dinilai terlaksana dalam kategori sangat baik dan (3) Keefektivan perangkat pembelajaran berkategori sedang. Diperoleh kesimpulan bahwa perangkat pembelajaran menggunakan model pengajaran langsung dengan metode problem solving yang dikembangkan layak digunakan dalam sistem belajar mengajar. Kata kunci:     Perangkat Pembelajaran, Model Pengajaran Langsung, Metode Problem Solving.  ABSTRACT: The learning equipment used in teaching and learning process at school SMPN 9 Banjarmasin need improvement in order to make it better than before. This case influential by the low of students’ cognitive achievement and problem-solving.  Therefore, the researcher were going to improve the learning equipment using direct learning model which have some purpose: (1) to describe validity of learning equipment, (2) to describe the practicability learning equipment carry out from RPP observe, and (3) to describe the effectiveness of learning equipment from students’ cognitive achievement. This research was development research which refers to Dick and Carey learning model. The type of instrument was going to develop in this research were RPP, LKS, THB and learning the material. The result of this research showed: (1) the learning equipment which has developed stated as valid with a good category, (2) the practicability of learning equipment has implemented stated as the very good category, and (3) the effectiveness of learning equipment stated as with fair category. The conclusion of this research was the learning equipment using direct learning model with the problem-solving method which had developed was suitable to apply in teaching and learning system.  
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Pada Pembelajaran Fisika Menggunakan Metode Percobaan Pada Siswa Kelas X MS 5 SMA Negeri 2 Banjarmasin Hidayah, Nurul; Arifuddin, Muhammad; Mahardika, Andi Ichsan
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i2.2914

Abstract

During this time of learning in school are still conventional, so it causes the students’ sciences process kills. To that end made efforts to improve sciences process skills using the experiment methods that has a specific purpose describe; (1) the feasibility RPP through the experiment methods  (2) the students sciences process skills through the experiment methods and (3) student learning outcomes after the implementation the experiment methods. This type of research is a classroom action research using the Kemmis & Taggart model design. Data collection techniques such as observation, assessment, tests and documentation. Descriptive data analysis techniques such as qualitative and quantitative. results showed: (1) feasibility RPP reached done very well, (2) increased The students’ sciences process skills with good category, (3) improved student learning outcomes with classical completeness amounted to 86.21%. So it can  concluded that the experiment methods can improving students sciences process skills class X MS 5 SMA Negeri 2 Banjarmasin.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Lingkungan Sekitar Bantaran Sungai Barito Untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Ihsan, Imam Nor; Jamal, Muhammad Arifuddin; M., Abdul Salam
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2224

Abstract

 Pada proses perangkat pembelajaran  di sekolah dinilai masih kurang layak. Hal ini berimplikasi pada keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif siswa yang rendah. Untuk itu dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran  menggunakan model inkuiri terbimbing yang memiliki tujuan khusus: (1) mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran, (2) mendeskripsikan kepraktisan perangkat pembelajaran yang ditinjau dari keterlaksanaan RPP, (3) Mendeskripsikan efektivitas perangkat pembelajaran yang ditinjau dari hasil belajar kognitif siswa, dan (4) mendeskripsikan pencapaian keterampilan  proses sains siswa. Pada penelitian ini  model yang digunakan model Dick and Carey. Instrumen yang dikembangkan berupa RPP, LKS, THB dan Materi ajar. Teknik pengumpulan data berupa validasi perangkat pembelajaran, pengamatan keterlaksanaan RPP, pengamatan KPS siswa, dan tes hasil belajar.  Teknik analisis data berupa deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) validitas perangkat pembelajaran berkategori valid, (2) kepraktisan perangkat pembelajaran dinilai terlaksana sangat baik, (3) efektifitas perangkat pembelajaran dinilai efektif, dan (4) pencapaian keterampilan proses sains siswa dinilai sangat baik. Diperoleh simpulan bahwa perangkat pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran. Learning device used in the learning process in schools is still considered less worthy. This has implications for science process skills and cognitive learning outcomes of students is low. To that made the development of the learning device by using the model of guided inquiry which has specific objectives: (1) describe the validity of the study, (2) describe the practicality of the device learning in terms of enforceability of RPP, (3) Describe the effectiveness of the learning in terms of the cognitive learning students, and (4) describe the achievement of science process skills of students. This research is a development which refers to the development model of Dick and Carey. The instrument was developed in the form of lesson plans, worksheets, THB and teaching materials. Technique data collecting device validation study, observation keterlaksanaan RPP, observations KPS students, and the achievement test. Data analysis techniques in the form of qualitative and quantitative descriptive. The results showed: (1) the validity of the learning device category is valid, (2) the practicality of the learning device rated executed very well, (3) the effectiveness of the learning device is considered effective, and (4) the achievement of science process skills of students rated as excellent. Be concluded that the device is guided inquiry learning model developed eligible for use in learning. 
Pengembangan LKS Dengan Model IDL Untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Pada Pokok Bahasan Listrik Dinamis Di SMAN 5 Banjarmasin Sasanti, Merry; Hartini, Sri; Mahardika, Andi Ichsan
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2815

Abstract

Learning physics is one of the problems frequently encountered in learning activities in school, especially at the high school level. The students are not trained to develop the skills process of science in solving a problem or symptom of physics. In addition, LKS often met at school only a summary of the subject matter, and it is exercise which consists of questions. LKS of this type does not train students to do the investigation process. The study aims to determine the feasibility of LKS with the model IDL to train skills the process of science students, in order to particularly describe (1) validity of LKS are developed, (2) practicalities LKS are developed, and (3) effectiveness of LKS, which was developed. The research method is research and development with model of developmen Dick and Carey. Data obtained through a validation LKS, feasibility RPP, observation skills the process of science and students test score. The results showed that (1) validation LKS which was developed according to validator is very good, (2) practicality of learning which is based on the feasibility RPP is very good, (3) effectiveness of learning based on test (THB) and establishment of skills the process of science students to LKS which was developed quiete good. Conclusion is obtained based on research which is LKS with model IDL to train skills the process of science in the dearth of power dynamic in SMAN 5 Banjarmasin unfit for use
Peningkatan Hasil Belajar IPA Fisika Siswa Kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin Dengan Model Pembelajaran 5E Arifuddin, M; Miriam, Sarah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4933

Abstract

Hasil belajar IPA fisika siswa kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin rendah. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP model pembelajaran 5E, (2) hasil belajar sikap spiritual, (3) sikap sosial, (4) keterampilan, dan (5) pengetahuan. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian adalah 29 siswa kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin. Data diperoleh melalui observasi, angket, dan tes. Temuan penelitian dari siklus I ke siklus II yaitu: (1) Keterlaksanaan RPP secara keseluruhan meningkat dari 69,5% menjadi 84,1%, (2) Sikap spiritual meningkat dari 66,8% menjadi 72,0%, (3) Sikap sosial siswa meningkat dari 53,75% menjadi 86,25%, (4) kompetensi keterampilan meningkat dari 63,25% menjadi 92,75%, dan (5) hasil belajar pengetahuan meningkat dari 44,4% menjadi 78,6%. Kesimpulan yang diperoleh adalah model pembelajaran 5E dapat meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin. The learning outcomes of physics subject in students grade VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin on the competence of attitudes, skills, and knowledge are low. Therefore, the researcher conducted the study to improve the learning outcomes of natural sciences physics subject to students toward those three competencies. This study aimed to describe : (1) the implementation of the lesson plan (RPP) for learning model 5E, (2) students learning outcomes. The type of research used Classroom Action Research (PTK) of Kemmis and Mc. Taggart which consist of two cycles. The data obtained from observation, questionnaires, and test. The result of the study from cycle I to cycle II, namely: (1) the implementation of the lesson plan (RPP) overall increases from 69,5% to 84,1%, (2) spiritual attitudes increase from 66,8% to 72,0%, (3) social attitudes of the students increase from 53,75% to 86,25%, (3) skills competence increases from 63,25% to 92,75%, and the knowledge of learning outcomes increase from 44,4% to 78,6%. The conclusion is the learning model of 5E can improve the learning outcomes of physics subject in students grade VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Melalui Model Pengajaran Langsung Pada Pembelajaran Fisika Di Kelas X MS 4 SMA Negeri 2 Banjarmasin Amrita, Putri Diana; Jamal, Muhammad Arifuddin; Misbah, Misbah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i3.1858

Abstract

Siswa kurang terampil menyelesaikan permasalahan dalam persoalan fisika yang mengakibatkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan mengingkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui model pengajaran langsung. Penelitian ini memiliki tujuan khusus untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP selama proses pembelajaran, (2) keterampilan prosedural siswa, (3) kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MS 4 SMA Negeri 2 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan RPP selama proses belajar mengajar melalui model pengajaran langsung meningkat yaitu pada siklus I diperoleh skor rata-rata 3,72 menjadi 3,96 pada siklus II, (2) keterampilan prosedural siswa dalam menjalankan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Heller yaitu visualisasi masalah, deskripsi fisika, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, evaluasi penyelesaian juga meningkat dari siklus I ke sklus II dengan kategori baik dan sangat baik, (3) kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat dari ketuntasan secara klasikal 50% pada siklus I menjadi 75%  pada siklus II. Diperoleh simpulan bahwa model pengajaran langsung dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. 
Pengaruh Model Pembelajaran Guided Discovery Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Palu Kariani, Kadek; Ali, Muhammad; Saehana, Sahrul
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i1.4383

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran guided discovery terhadap hasil belajar fisika pada siswa kelas VII SMP Negeri 9 palu. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen quasi dengan desain randomized pretest-posttest control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 9 Palu. Teknik Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan sampel penelitian adalah kelas VII D sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII C sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar dalam bentuk soal pilihan ganda. Tes hasil belajar fisika yang diperoleh menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen 15,83 dengan standar deviasi 3,39 dan skor rata-rata kelompok kontrol yaitu 12,16 dengan standar deviasi 2,66. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh 16thitung=4,77">  dan 16t0,0975(68)=2,00">  pada taraf nyata 16a=0,05"> . Ini berarti bahwa nilai 16thitung">  berada diluar daerah penerimaan 16H0"> . Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran guided discovery terhadap hasil belajar fisika pada siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Palu.This research was conducted with the aim to know the influence of the use of guided discovery learning model on physics learning outcomes in students of Class VII SMP Negeri 9 Palu. This type of research is a quasi experiment with randomized pretest-posttest control group design. The population of this research is all students of class VII of SMP Negeri 9 Palu. Sampling technique used in this research is Purposive Sampling with research sample is class VII D as experiment group and class VII C as control group. The instrument used is a test of learning outcomes in the form of multiple choice questions. The physics test result obtained showed that the average score of the experimental group was 15.83 with the standard deviation of 3.39 and the average score of the control group was 12.16 with the standard deviation of 2.66. Based on hypothesis test results, obtained thitung = 4.77 and t(0.0975 (68)) = 2.00 at the real level α = 0.05. This means that the value of t_hitung is outside the reception area H0. It is concluded that there is influence of guided discovery learning model on the result of physics learning in Grade VII students of SMP Negeri 9 Palu.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2025) Vol 12, No 3 (2024) Vol 12, No 2 (2024) Vol 12, No 1 (2024) Vol 11, No 3 (2023) Vol 11, No 2 (2023) Vol 11, No 1 (2023) Vol 10, No 3 (2022): OCTOBER 2022 Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): October 2020 Vol 8, No 2 (2020): JUNI 2020 Vol 8, No 1 (2020): FEBRUARI 2020 Vol 7, No 3 (2019): OKTOBER 2019 Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019 Vol 7, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 More Issue