cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 573 Documents
Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Purnamasari, Ulul Azmi; Arifuddin, Muhammad; hartini, Sri
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i1.4471

Abstract

Kurangnya antusias siswa dalam menyimak, menyampaikan pendapat, dan rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran IPA melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini. Tujuan umum penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada materi cahaya dan alat optik. Tujuan khusus penelitian adalah mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP, (2) aktivitas belajar, dan (3) hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan model Hopkins, terdiri atas dua siklus dengan masing-masing siklus dua pertemuan. Perangkat dan instrumen penelitian yang digunakan adalah silabus, RPP, hand out, LKPD, lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dan lembar pengamatan aktivitas siswa. Data diperoleh melalui tes dan pengamatan, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian yaitu: (1) keterlaksanaan RPP yaitu 77,98% (baik) pada siklus I 95,45% (sangat baik) pada siklus II; (2) aktivitas belajar siswa pada siklus I berkategori aktif, dan pada siklus II berkategori sangat aktif; (3) hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 75% (tuntas) pada siklus II 91% (tuntas). Diperoleh simpulan bahwa aktivitas belajar siswa VIII G SMP Negeri 1 Banjarmasin pada materi cahaya dan alat optik meningkat saat diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI). Kata kunci: Kooperatif tipe group investigation, PTK, cahaya dan alat optik, aktivitas belajar, dan hasil belajar. Abstract: The lack of students’ enthusiasm in listening, giving opinion, and the low learning outcomes in the science subjects underlid this research which aimed to improve.  The general object of this research is to imptove students’ learning activity through cooperative learning model of group investigation type on the teaching material of light and optical instrument. Specific objectives of the study were to describe: (1) the implementation of RPP, (2) the learning activities, and (3) the learning outcomes. This study was a classroom action research with Hopkins model, consisting of two cycles with two meetings of each. The research equipments and instruments used were a syllabus, RPP, hand out, LKPD, observation sheets of learning activity and student activity. The data obtained through the test and observation was analysed qualitative and quantitative descriptively. The research findings were: (1) the implementation of RPP was 77,98% (good) in the cycle I and 95,45% (very good) in the cycle II; (2) the students’ learning activity in the cycle I was categorized as active and in the cycle II was categorized as very active; (3) students’ learning outcomes in the cycle I was 75% (complete) and in the cycle II was 91% (thorough). The conclusion was that VIII G students’ learning activity of State Junior High School 1 of Banjarmasin on the material of light and optical instruments increased when cooperative learning model of group investigation (GI) was applied.  
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dengan Model Inkuiri Terbimbing Pada Siswa Kelas X PMIA 3 DI SMAN 3 Banjarmasin Elnada, Ika Widya; Mastuang, Mastuang; M., Abdul Salam
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i3.1851

Abstract

Rendahnya keterampilan proses sains dikarenakan pembelajaran yang masih berorientasi pada penguasaan materi dan jarang melakukan percobaan, sehingga proses pembelajaran tersebut hanya berhasil dalam kompetensi mengingat jangka pendek tetapi gagal dalam membekali siswa memecahkan persoalan dalam kompetensi jangka panjang. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan menerapkan model inkuiri terbimbing pada pembelajaran fisika untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas X PMIA 3 SMAN 3 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keterlakasanaan RPP, (2) keterampilan proses sains siswa (3) hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) terdiri atas 3 siklus dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah 38 siswa kelas X PMIA 3 SMAN 3 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, pengamatan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan: (1) rata-rata skor keterlaksanaan RPP pada siklus I, II, dan III masing-masing sebesar  3,13 (baik), 3,55 (sangat baik) dan 3,87 (sangat baik), (2) rata-rata skor keterampilan proses sains siswa pada siklus I, II, dan III masing-masing sebesar 2,31 (cukup terampil), 3,14 (terampil), dan 3,63 (sangat terampil), (3) ketuntasan klasikal hasil belajar siswa pada siklus I, II, dan III masing-masing sebesar 65,79%, 76,32%, dan 92,10%. Diperoleh simpulan bahwa keterampilan proses sains siswa kelas X PMIA 3 SMAN 3 Banjarmasin dapat ditingkatkan dengan model inkuiri terbimbing.
Meningkatkan Kemampuan Analisis Sintesis Siswa Kelas X MIA 6 SMA Negeri 2 Banjarmasin Melalui Model Pengajaran Langsung dengan Metode Problem Solving Fahrina, Fahrina; Jamal, Arifuddin; M, Abdul Salam
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i1.3897

Abstract

Kemampuan siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 2 Banjarmasin masih rendah dalam menganalisis-mensintesis suatu persoalan fisika yang diberikan. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan mendeskripsikan cara meningkatkan kemampuan analisis sintesis siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 2 Banjarmasin melalui model pengajaran langsung dengan metode problem solving. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan model Hopkins yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus meliputi plan, action/observation, dan reflective. Data diperoleh melalui tes dan observasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Temuan penelitian dari siklus I ke siklus II yaitu: (1) keterlaksanaan RPP secara keseluruhan meningkat dari 68% pada siklus I dengan kategori baik menjadi 86% pada siklus II dengan kategori sangat baik, (2) kemampuan analisis sintesis siswa dari siklus I meningkat ke siklus II dengan kategori baik menjadi sangat baik, (3) ketuntasan belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II dengan ketuntasan sebesar 82,61% menjadi 100%. Diperoleh simpulan bahwa model pengajaran langsung dengan metode problem solving dapat meningkatkan kemampuan analisis sintesis siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 2 Banjarmasin.Skill of the students of class X MIA 6 SMA Negeri 2 Banjarmasin is still low in analyze-synthesis a given physical problem. Therefore, the research was conducted to describe how to improve the analysis syntesis skills of X MIA 6 students of SMA Negeri 2 Banjarmasin by direct instruction model with problem solving method. This type of research uses classsroom action research by Hopkins model which consist of 2 cycles, each cycle includes planning, action/observation and reflection. The data was obtained through observation and test. The data were analyzed descriptively quantitative and qualitative. The research findings from cycle I to cycle II are: (1) The overall implementation of RPP has increased from 68% in cycle I with good category to 86% in cycle II with very good category; (2) Students’ synthesis analysis skill increased from cycle I to cycle I with good category to be very good category; (3) The Students’ learning mastery have increased from cycle I to cycle II with a mastery of 82,61% to 100%. The conclusion is that the direct instruction model with problem solving method can improve the synthesis analysis skills of X MIA 6 students of SMA Negeri 2 Banjarmasin. 
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 26 Banjarmasin Topik Cahaya dan Alat-Alat Optik Melalui Pengajaran Langsung Yahyana, Zara; Arifuddin, Muhammad; Miriam, Sarah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i3.3871

Abstract

Application of learning model strategy in school is not in accordance with that expected to cause student learning outcomes is low. This study aims to improve student learning outcomes through direct teaching models. This study has a specific purpose to describe: (1) RPP implementation during teaching and learning activities, (2) students procedural skills, and (3) student learning outcomes. This study is a classroom action research consisting of two cycles. This research was conducted in SMP Negeri 26 Banjarmasin refers to the design of research flow PTK Kemmis and Mc Tagart with the subject of research is the students of class VIII C SMP Negeri 26 Banjarmasin. Data obtained through observation, tests, and documentation. Data analysis through quantitative anda qualitative descriptive. The resulrs showed that: (1) the implementation of RPP during the learning process through direct teaching model increased that is inn cycle I the percentage of implementation of RPP of 91,01% with very good category and on the second cycle of 96,33% with very good category, (2) students’ procedural skill are also classically increased, in cycle I percentage of 85,41% with very skilled category to be 95,48% in cycle II with highly skilled category, (3) student learning outcomes increase classically ie in cycle I percentage of learning outcomes students 62,5% with unfinished category to 87,5% with complete category in cycle II. The conclusion is obtained that through the direct teaching model can improve student learning outcomes. 
Diagnosis Miskonsepsi Siswa pada Materi Kalor dengan Menggunakan Three-Tier Essay dan Open–Ended Test Items Fitriah, Lutfiyanti
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i2.3007

Abstract

The purpose of this research is to identify student’s misconceptions on heat subject matter. For identifying student misconception, heat conceptual test instruments are developed. These test are three-tier essay and open-ended test items. These tests are validated by expert and tested empirically to 94 students. Based on empiric test, the validity, reliability, level of difficulty, and distinguishing matter are determined. The subject of this research is grade X Mathematics and Science Program SMAN 7 Banjarmasin that consists of 34 students in second semester of the academic year 2014/2015. This class is chosen by cluster random sampling. Data are analyzed qualitatively by data reduction, coding, data display, and conclusion drawing. Based on the data analysis, it is found that there are misconception and the test instruments can be used to identify student misconceptions. 
Perubahan Pola Berpikir Mahasiswa Pada Fenomena Perpindahan Panas Secara Konveksi Puspitasari, M. Dewi Manikta; Munawi, Hisbulloh Ahlis
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4909

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perubahan pola berpikir mahasiswa setelah mengikuti kegiatan diskusi. Pola berpikir dalam penelitian digunakan siswa untuk menerapkan pengetahuan yang dimiliki untuk menyelesaikan fenomena kalor secara konveksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi pola berpikir mahasiswa pada fenomena perpindahan panas secara konveksi. Konteks  atau subjek penelitian merupakan mahasiswa yang mengikuti matakuliah Perpindahan Panas II. Data yang dikumpulkan bersifat deskriptif kualitatif, yaitu penjelasan secara aktual pola berpikir mahasiswa pada fenomena perpindahan panas secara konveksi. Instrumen penelitian berupa tes tertulis fenomena perpindahan panas secara konveksi. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui tes sebelum kegiatan diskusi, observasi, wawancara, dan tes setelah kegiatan diskusi. Analisis data dilakukan mengikuti teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan pola berpikir mahasiswa sebelum dan setelah diskusi dalam menyelesaikan permasalahan. Pola berpikir yang mengalami penurunan perkembangan adalah pola berpikir logis dan pola berpikir kritis. The research aimed to determine the change in student ’s thinking pattern after following discussion activity. The thinking pattern was used by students to apply their ability for finishing the phenomenon of convection heat transfers. This research used qualitative approach be the phenomenological research method of student’s thinking pattern of convection heat transfer phenomenon. The qualitatively descriptive data were collected be the actual explanation of student’s thinking pattern of convection heat transfer phenomenon. The technic of collecting data was obtained by test before discussion activity, observation, interview and test after discussion. The data analysis followed the technic of the qualitative data analysis. The results showed that the change of student’s thinking pattern before and after discussion activity of problem-solving. The thinking pattern experienced the developed reduction of logical thinking and critical thinking patterns.   
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Marabahan Menggunakan Model Pembelajaran Guided Inquiry AS, Berlinda Agustina; Arifuddin, Muhammad; Miriam, Sarah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2899

Abstract

Keterampilan proses sains siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Marabahan masih tergolong rendah, hal ini diduga model pembelajaran yang diterapkan di sekolah belum mampu meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Marabahan melalui pembelajaran guided inquiry. Tujuan khusus penelitian adalah mengetahui keterlaksanaan RPP, keterampilan proses sains, dan hasil belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan guided inquiry. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas. Teknik pengambilan data melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian yaitu: (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I sebesar 3,71; siklus II sebesar 3,75; siklus III sebesar 3,87 dengan kategori sangat baik, (2) keterampilan proses sains siswa berkategori sangat baik, (3) hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 79,17%; siklus II sebesar 91,67%; siklus III sebesar 100%. Berdasarkan temuan diperoleh simpulan bahwa model pembelajaran guided inquiry dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Marabahan.                                                                                        The science process skill of class X-science of Marabahan Senior High School is still relatively low, it is suspected that school applied learning model not able to improve the science process skill. The purpose of this research is improve the science process skill of class X-science of Marabahan Senior High School utilize guided inquiry. The specific purpose is record feasibility the learning plans, science process skill, and student’s learning outcomes. Type of research is classroom action research. Collecting data through observation, learning outcomes test, and documentation. The results were analyzed by descriptive qualitative and quantitative. The findings of the research are: (1) feasibility of learning plans in the first cycle is 3,71; in the second cycle is 3,75; in the third cycle is 3,87 with a very good category, (2) science process skill is categorized very good, (3) student’s learning outcomes in the first cycle is 79,17%; in the second cycle is 91,67%; in the third cycle is 100%. Based on the findings obtained the conclusion  that guided inquiry can improve the science process skill of class X-science of Marabahan Senior High School. 
Pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa Berbasis Inkuiri Untuk Melaksanakan Praktikum Secara Virtual Laboratory Pada Materi Listrik Dinamis Saparini, Saparini; Wiyono, Ketang; Ismet, Ismet
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i1.4401

Abstract

Telah dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan lembar kegiatan mahasiswa berbasis inkuiri terbimbing untuk melaksanakan praktikum secara virtual laboratory pada materi listrik dinamis yang valid dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan melaui tiga tahapan yaitu tapan pendahuluan, tahap pengembangan, dan tahap evaluasi. Tahap evaluasi dilaksanakan dengan mengunakan tahap evaluasi tesmer. Sampel penelitian yaitu mahasiswa pendidikan fisika semester 1 yang menempuh mata kuliah praktikum fisika dasar. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan dokumentasi, walktrough, dan angket. Kriteria kevalidan diperoleh dengan mengolah data hasil validasi ahli, sedangkan kriteria kepraktisan diperoleh dengan mengolah data hasil angket pada tahap one to one dan small group evaluation. Berdasarkan analisis data yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa Telah berhasil dikembangkan lembar kegiatan mahasiswa berbasis inkuiri terbimbing untuk melaksanakan praktikum secara virtual laboratory pada materi listrik dinamis yang valid dengan nilai 84,25% dengan kriteria valid. Telah berhasil dikembangkan lembar kegiatan mahasiswa berbasis inkuiri terbimbing untuk melaksanakan praktikum secara virtual laboratory pada materi listrik dinamis yang praktis dengan nilai 81,47% pada tahap one to one evaluation dengan kriteria sangat praktis dan 84,10% pada tahap small group evaluation dengan kriteria sangat praktis.It has been already done a research that purpose to produce a student activity sheet based on guided inquiry to carry out practicum in a virtual laboratory on valid and practical dynamic electrical materials.  This research is a research development through three stages namely preliminary stage, development stage, and evaluation phase. Evaluation stage is carried out by using testmer evaluation stage. The sample of research is physics students of semester 1 who take subject of  basic physics lab. Data collection techniques were carried out with documentation, walkthrough, and questionnaires. The validity criteria is obtained by processing the data of expert validation result, while the practicality criteria is obtained by processing the questionnaire data in one to one and small group evaluation. Based on the analysis of data that has been implemented, the result has been successfully developed a student activity sheet based on guided inquiry to carry out practicum in a virtual laboratory on valid dynamic electrical material with value of 84,25% with valid criteria. It has been successfully developed a student activity sheet based on guided inquiry to carry out virtual laboratory practicum in practical dynamic electrical materials with a value of 81.47% in the one to one evaluation stage with very practical criteria and 84.10% in small group evaluation stage with very practical criteria. 
Pengembangan Modul Suhu dan Kalor Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Somatic, Auditory, Visual, and Intellegent untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 7 Banjarmasin Rahmayanti, Putri Riski; Wati, Mustika; Mastuang, Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i3.1301

Abstract

 Belum adanya modul suhu dan kalor, serta kurangnya minat belajar mandiri siswa di SMAN 7 Banjarmasin. Sehingga peneliti melakukan penelitian pengembangan modul suhu dan kalor. Pengembangan modul ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Somatic, Auditory, Visual, and Intellegent (SAVI) untuk siswa kelas X. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) validitas modul, (2) kepraktisan modul, dan (3) efektivitas modul suhu dan kalor yang dikembangkan. Penelitian ini mengacu pada model pengembangan desain ADDIE. Instrumen pengambilan data melalui lembar validasi modul, lembar keterlaksanaan RPP, dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) validitas modul dikembangkan berkategori sangat baik, (2) kepraktisan modul dilihat dari keterlaksanaan RPP berkategori praktis, dan (3) efektivitas modul berkategori efektif. Kesimpulannya adalah bahwa modul suhu dan kalor menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe SAVI ini layak digunakan dalam pembelajaran.  
Pengembangan Alat Peraga Pada Materi Usaha dan Energi Untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Melalui Model Iquiry Discovery Learning (IDL terbimbing) Maharani, Meyrika; Wati, Mustika; Hartini, Sri
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i3.4043

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya media pembelajaran di SMP Negeri 3 Batu Ampar terutama pada materi usaha dan energi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian berupa pengembangan alat peraga pada materi usaha dan energi yang mampu melatihkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan alat peraga meliputi: (1) validitas alat peraga (2) kepraktisan alat peraga dilihat dari respon siswa (3) keefektifan alat peraga dilihat dari hasil belajar siswa pada aspek pengetahuan dan proses. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah ADDIE dengan subjek uji coba 23 siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Batu Ampar. Hasil penelitian menunjukkan (1) validitas alat peraga termasuk dalam kategori valid (2)  kepraktisan alat peraga dilihat dari respon siswa menunjukkan kategori sangat praktis (3) keefektifan alat peraga menunjukkan kategori sangat efektif dilihat dari hasil belajar siswa pada aspek pengetahuan dengan kategori gain tinggi dan pada aspek keterampilan proses sains dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa alat peraga telah layak digunakan.This research is motivated by the lack of learning media in SMP Negeri 3 Batu Ampar especially in work and energy topic. Therefore, the research is conducted in the form of the development of props in work and energy topic that able to trained studentss skill in science process. This study aims to describe the feasibility of props include: (1) the validity of props (2) practicality of props seen from the students response (3) the effectiveness of props seen from student’s learning outcomes on knowledge and process. The development model that used in this research is ADDIE with the test subject of 23 students of class VIII A SMP Negeri 3 Batu Ampar. The results showed that (1) the validity of props included in the valid category (2) the practicality of the props seen from the student’s response showed very practical category (3) the effectiveness of the props showed very effective category seen from student’s learning outcomes on the knowledge aspect with high gain category and On aspects of studentss skill in science process with very good category. The results show that props have been feasible to use.  

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2025) Vol 12, No 3 (2024) Vol 12, No 2 (2024) Vol 12, No 1 (2024) Vol 11, No 3 (2023) Vol 11, No 2 (2023) Vol 11, No 1 (2023) Vol 10, No 3 (2022): OCTOBER 2022 Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): October 2020 Vol 8, No 2 (2020): JUNI 2020 Vol 8, No 1 (2020): FEBRUARI 2020 Vol 7, No 3 (2019): OKTOBER 2019 Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019 Vol 7, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 More Issue