cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 573 Documents
Pengembangan Modul Fisika Berintegrasi Kearifan Lokal Membuat Minyak Lala Untuk Melatih Karakter Sanggam Oktaviana, Dewinta; Hartini, Sri; Misbah, Misbah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i3.3894

Abstract

Tidak tersedianya modul fisika yang memuat kaitan antara materi fisika dengan kearifan lokal melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian pengembangan modul fisika materi suhu dan kalor berintegrasi kearifan lokal membuat minyak lala untuk melatih karakter sanggam. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan kelayakan modul fisika materi suhu dan kalor berintegrasi kearifan lokal yang layak untuk digunakan pada pembelajaran, dengan tujuan khususnya yaitu mendeskripsikan validitas modul fisika, kepraktisan modul fisika, efektivitas modul fisika, dan pencapaian karakter sanggam. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek ujicoba adalah siswa kelas X-2 di SMA Negeri 2 Paringin. Data diperoleh melalui lembar validasi, angket respon siswa, tes hasil belajar, dan lembar observasi karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) validasi berupa isi dan tampilan modul berkategori cukup valid dengan nilai yaitu 79,41% dan 78,20%, (2) kepraktisan modul berkategori praktis dengan skor rerata 3,18, (3) efektivitas modul berkategori tinggi dengan skor N-gain yaitu 0,89, dan (4) pencapaian karakter sanggam berkategori baik dengan skor rerata yaitu 3,61. Simpulan penelitian adalah bahwa modul fisika berintegrasi kearifan lokal pembuatan minyak lala layak digunakan dalam pembelajaran. There is no physics module that contains between physics and local wisdom, becomes the background of this research. It is also the reason why the research is conducted to develop physics module with the local wisdom of making “minyak lala” to exercise “sanggam” character. This research aimed to describe the appropriateness of physics module of temperature and heat material that interacted with local wisdom which was suitable to use in the learning activity, with the special purposes of describing physics module validity, practicality of physics module, effectiveness of physics module, and achievement of “sanggam” character. This research was the development study by using ADDIE development model. The samples of the subject were students in X-2 class in SMA Negeri 2 Paringin. The data was obtained from sheet validation, questioner of student’s response, the learning outcome, the sheet of character observation. The result of the research showed that: (1) the validation of the contain and view of the module was valid enough with the score of 79,42% and 78,20%, (2) the module practicality categorized practice with the average score of 3,18, (3) the effectiveness module had high category with N-gain score 0.89, and (4) the achievement of “sanggam” character was good character with the average score of 3,61. The conclusion of this research is physics module that interact with local wisdom of making “minyak lala” is appropriate to use in learning activity. 
The Development of LKS Skill Oriented Sains Process In Optic Geometris Subject Using Guidance Inqury Hamdanah, Siti; Arifuddin Jamal, Muhammad; Hartini, Sri
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i2.2906

Abstract

Students worksheet in the school during this time only contains description and questions. For this reason, the study is aimed to know about the worthiness of LKS Skill Oriented Sains Process on Subject Optic Geometries. The purpose of this study (1) to describe the validity of LKS based on test validity, (2) to describe the practical LKS which develop based on the learning implementation, (3) to describe the effectivity of LKS which developing based on students’ result of learning, scientific attitude, and Skill Oriented Sains Process. This research by using design of the study development, that is developing stage that adapted model Dick and Carey. The subject of this study is the researcher who has role as teacher and student is the eleventh grade students of Senior High School. The result of data analysis shows that the worthiness of LKS Skill Oriented Sains Process by using Learning Model Guidance Inquiry is the validity of LKS categorized as valid. The implementation of RPP is very good. The effectivity of LKS is effective. The conclusion is the development of LKS Skill Oriented Sains Process in Optic Geometries Subject Using Guidance Inquiry fulfill the criteria suitable to use. 
Rietveld Analysis on X-Ray Diffraction Of South Kalimantan Kaolin Clays Febrianti, Rulliana; Herlina, Firda; Saukani, Muhammad
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4922

Abstract

At least 13 million tons of kaolin claystone lie in several regencies of South Kalimantan covering Banjar, Tapin, Hulu Sungai Utara and Kotabaru regencies. This paper reports an attempt to explore their crystalline state characteristics, projecting their potential use for geopolymer. Sungai Tabuk, Cintapuri and Tatakan, due to their largest kaolin claystone deposits, were chosen as the sampling sites. The kaolin samples were prepared by syphoning method prior to X-ray diffraction (XRD) characterizations in determining their crystalline phases. X’Pert HighScore Plus and Rietica software were respectively responsible for the qualitative and quantitative phase analyses. The qualitative analysis used search and match method at peak position and peak height between measured and calculated diffraction patterns. Our study revealed the existence of two main phases in the sample, i.e. quartz (SiO2) and kaolinite (Al2Si2O5(OH)4). In addition, the Quantitative analysis used the Rietveld method with the least squares method approach. Rietveld refinement was based on a goodness of fit score of less than 4% by minimizing the difference in the character of the diffraction pattern (position, height, width and peak shape) between the observed and the calculated XRD patterns. The Rietveld quantitative analysis shows, Tatakan is an area with kaolinite-richest deposit (±84%), followed by Cintapuri (±76%) and Tabuk (±70%); quartz is found in reverse.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII E SMP Negeri 26 Banjarmasin Dengan Menggunakan Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Dalam Setting Pengajaran Langsung Ahliha, Sally; Mastuang, Mastuang; Mahardika, Andi Ichsan
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2894

Abstract

Kegiatan belajar mengajar cenderung menerapkan metode ceramah membuat siswa menjadi pasif, inilah yang menyebabkan hasil belajar siswa rendah serta kemampuan analisis matematis yang kurang juga menjadi salah satu sebab rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) keterlaksanaan RPP, (2) hasil belajar siswa, dan (3) keterampilan pemecahan masalah siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian tindakan kelas Kemmis dan Mc Taggart, dimana setiap siklus penelitian ini terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitiannya siswa kelas VIII E yang berjumlah 32 siswa. Data diperoleh dari tes hasil belajar dan lembar pengamatan. Teknik analisis data menggunakan skor rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving) dalam setting pengajaran langsung (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I dan II berkategori baik, dan pada siklus III berkategori sangat baik,(2) ketuntasan hasil belajar siswa meningkat, secara berturut-turut persentase ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 62,5%, pada siklus II sebesar 75%, dan pada siklus III sebesar 93,75%, (3) keterampilan pemecahan masalah siswa meningkat, secara berturut-turut rata-rata nilainya yaitu siklus I sebesar 62 berkategori terampil, pada siklus II sebesar 72 berkategori terampil, dan pada siklus III sebesar 93 berkategori sangat terampil. Diperoleh simpulan bahwa untuk meningkatkan hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan cara yaitu menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving).The learning process of teaching and learning tend to implemented lecture method makes students become passive learner, the process of passive learner and lack of mathematical analysis cause lower result of learning. The aims of this study are (1) implementation of RPP, (2) result of study by students, and (3) students ability in problem solving. The method of this study is using classroom action research method Kemmis and Mc Taggart class, which every cycle consist of planning, action, observing, and reflection. The subject of this study is 32 students VII E grade. Data obtained from test of result study and observation sheets. The technique of collecting data is result of study test, observation sheet, and documentation. The result of the study show that using problem solving method in direct teaching setting (1) implementation of RPP on cycle I and II as good category, and on cycle III as a very-good category, (2) mastery learning result of students improve, respectively percentage of mastery classical on cycle I 62,5%, on cycle II 75%, and on cycle III 93,75%, (3) students ability in problem solving improve, respectively percentage mastery classical on cycle I 62 as ability category , on cycle II 72 as ability category, and on cycle III 93 as a very-ability category. We can conclude that improving the result of students study can be done using problem solving method. 
Analisis Kesalahan Dalam Menyelesaikan Soal Penerapan Fisika Dengan Menggunakan Lembar Self-Diagnosis dan Self Efficacy Pasaribu, Abidin; Andriani, Nelly; Saparini, Saparini
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i1.4400

Abstract

Telah dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk me menganalisis kesalahan dalam menyelesaikan soal penerapan fisika dengan menggunakan lembar self-diagnosis dan self efficacy pada mahasiswa pendidikan fisika FKIP Universitas Sriwijaya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi pendidikan fisika FKIP Universitas Sriwijaya dan sampel penelitian adalah mahasiswa semester V tahun akademik 2017/2018. Penelitian dilaksanakan semester gasal tahun akademik 2017/2018 di program studi pendidikan fisika FKIP Universitas Sriwijaya. Pengambilan data dilakukan dengan teknik tes dan angket. Tes yang diberikan berupa tes essay sejumlah dua item soal dan konsep fisika yang digunakan yaitu konsep usaha dan energi. Soal tes nomor 1 tentang konsep hukum kekekalan energi mekanik dan soal nomor 2 tentang konsep hukum kekekalan energi. Sedangkan angket berupa angket self diagnosis dan angket self efficacy. Analisis data angket self diagnosis dilakukan dengan teknik penskoran berdasarkan subkategori pada lembar self-diagnosis. Peneliti melakukan penskoran dengan tiga cara yaitu (1) Reasearcher diagnosis of student’s solution (RDS), dimana peneliti menskor hasil dari lembar jawaban mahasiswa; (2) Student’s self-diagnosis of solution (SDS), dimana mahasiswa mediagnosis kesalahan dalam peyelesaian soal; (3) Researcher’s assessment of student’s self-diagnosis (RSD), dimana peneliti menskor dari lembar self-diagnosis mahasiswa. Penilaian ini dilihat dari dua aspek yaitu aspek konsep fisika dan aspek presentasi penerapan konsep fisika. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1) hasil analisis lembar self diagnosis yang diperoleh baik untuk aspek konsep fisika maupun konsep presentasi masing-masing item soal menunjukkan bahwa mahasiswa sudah mampu menilai kesalahan yang dilakukan setelah mengerjakan soal penerapan konsep usaha dan energi yang diberikan karena hasil analisis self diagnosis yang telah dilakukan oleh mahasiswa sendiri dengan ahli. (2) Hasil analisis lembar self efficacy menunjukkan tingkat keyakinan mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan penerapan konsep fisika mahasiswa masih tergolong sedang dan belum mencapai 75%. 
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Fisika Berorientasi Keterampilan Berkomunikasi Menggunakan Model Pembelajaran Diskusi Kelas Di SMP Negeri 13 Banjarmasin Mayangsari, Pipit Puspita; Zainuddin, Zainuddin; Mahardika, Andi Ichsan
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i3.1018

Abstract

Perangkat pembelajaran IPA fisika yang digunakan di sekolah selama ini dianggap belum memfasilitasi siswa untuk terampil dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran berorientasi keterampilan berkomunikasi dengan model pembelajaran diskusi kelas yang memiliki tujuan khusus: (1) Mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran, (2) Mendeskripsikan kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan RPP, (3) Mendeskripsikan efektivitas perangkat pembelajaran ditinjau dari hasil belajar kognitif siswa, dan (4) mendeskripsikan pencapaian keterampilan berkomunikasi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE. Perangkat yang dikembangkan berupa RPP, LKS, THB dan Materi ajar. Teknik analisis data berupa validasi perangkat pembelajaran, pengamatan keterlaksanaan RPP, tes hasil belajar, dan pengamatan keterampilan berkomunikasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perangkat pembelajaran dinyatakan valid dengan katagori sangat baik (2) Kepraktisan perangkat pembelajaran terlaksana sangat baik (3) Efektivitas perangkat pembelajaran termasuk pada kategori sedang, dan (4) pencapaian keterampilan berkomunikasi dalam kategori baik. Disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA fisika berorientasi keterampilan berkomunikasi dengan model pembelajaran diskusi kelas yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.
Penggunaan Instrumen Ordered Multiple Choice (OMC) Untuk Menilai Pemahaman Konsep Usaha Dan Energi Dengan Model Pembelajaran Discovery Di SMAN 1 Long Kali Nurjamilah, Nurjamilah; Sulaeman, Nurul Fitriyah; Komariyah, Laili
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i3.3936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan instrumen OMC yang dikembangkan oleh peneliti dan pemahaman konsep peserta didik serta perbedaan antara nilai pre-test dan post-test pada materi usaha dan energi yang diukur dengan OMC setelah diterapkannya model pembelajaran Discovery. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X SMAN 1 Long Kali Tahun Ajaran 2016/2017. Sampel yang digunakan adalah kelas X MIA-2 sebanyak 31 peserta didik dan subyek untuk uji empiris sebanyak 142 peserta didik. Dari uji coba instrumen diperoleh 24 butir soal yang layak digunakan dengan reliabilitas instrumen 0,81. Berdasarkan analisis pemahaman konsep dengan OMC diketahui bahwa 6% peserta didik masih berada pada level naive concept, 29% peserta didik berada pada level hybrid concept, 45% peserta didik berada pada level simple concept, dan 35% peserta didik berada pada level different concept, serta berdasarkan standar ketuntasan belajar pemahaman konsep peserta didik memperoleh rata-rata nilai post-test 78 dan sebanyak 94% peserta didik mendapatkan nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hasil uji T berpasangan, menunjukkan nilai thitung= 10,803 lebih besar dari ttabel= 1,697. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata nilai post-test dan pre-test peserta didik, dimana rata-rata nilai post-test (78) lebih besar dari rata-rata nilai pre-test (63). 
Perbedaan Hasil Belajar Dengan Menggunakan Model Pembelajaran 5E dan Generative Learning Di Kelas XI MIPA SMA Negeri 7 Banjarmasin Saputra, Bastomi; Annur, Syubhan; Mastuang, Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i2.3591

Abstract

The background of this research is because 79,33% of students of class XI MIPA SMA Negeri 7 Banjarmasin have not reached the value of completeness in Middle Semester test. This is because students tend to memorize the concept, but do not know how the concept is obtained, and not able to apply the concept in a new situation. This study aims to analyze differences in learning outcomes by using the 5E learning model and Generative Learning in class XI MIPA SMA Negeri 7 Banjarmasin. This research is a quasi-experimental research with nonequivalent group pretest-posttest design. Sampling using cluster random sampling technique. Based on the technique, obtained sample that is class XI MIPA 2 and XI MIPA 4. Instrument of this research is test result of learning, that is pretest and postest. Data analysis technique using t-test. The results showed that there are differences in learning outcomes of learners between the 5E learning model and Generative Learning.
Pengembangan Modul Fisika Berbasis Model Pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assessment, And Satisfaction (ARIAS) Pada Materi Kalor dan Perpindahannyanya Ali, Muhammad
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4918

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak tersedianya modul fisika yang menjadi pendukung materi yang diajarkan oleh guru yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Dalam hal ini, modul fisika dihubungkan dengan model pembelajaran ARIAS yang dapat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran khususnya pada materi kalor dan perpindahannya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan modul Fisika berbasis model pembelajaran ARIAS yang layak digunakan dalam pembelajaran, dengan tujuan khusus yaitu mendeskripsikan validitas, kepraktisan, dan efektivitas modul fisika. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek ujicoba adalah 30 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pulau Sembilan. Data diperoleh melalui lembar validitas, angket kebutuhan guru dan siswa, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) validitas berupa isi, tampilan, dan aspek bahasa modul berkategori valid dengan nilai yaitu 91%, 86%, dan 80%, (2) kepraktisan modul berkategori praktis dengan skor rerata 3,35, dan (3) efektivitas modul berkategori tinggi dengan skor N-gain yaitu 0,72, menunjukkan bahwa modul berkategori tinggi. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa modul fisika berbasis model pembelajaran ARIAS pada materi kalor dan perpindahannyanya layak digunakan dalam. This research is motivated by the unavailability of physics module which become supporter of material taught by teacher that match with characteristic and requirement of student. In this case, the physics module is related to the ARIAS learning model which can help the students in understanding the learning materials especially on the matter of heat and its movement. The purpose of this study is to describe the feasibility of Physics module based on ARIAS learning model which is feasible to be used in learning, with the special purpose of describing the validity, practicality, and effectiveness of physics module. This research is a development research using ADDIE development model. The test subjects are 30 students of grade XI SMA Negeri 1 Pulau Sembilan. Data obtained through validity sheet, questionnaire of teacher and student needs, and test of learning result. The results showed that: (1) the validity of the content, appearance, and module aspects of categorical languages valid with the value of 91%, 86%, and 80%, (2) practical practical module practicability with a mean score of 3.35, and (3) ) the effectiveness of the high-categorized module with the N-gain score of 0.72, indicating that the module is categorized high. The conclusions of this study indicate that physics module based on ARIAS learning model on heat material and its transfer is feasible to be used.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Fisika Berorientasi Kemampuan Pemecahan Masalah Menggunakan Model Pengajaran Langsung Pada Pokok Bahasan Tekanan Di SMP Negeri 11 Banjarmasin Habibi, Muhamad; Zainuddin, Zainuddin; Misbah, Misbah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2234

Abstract

Perangkat pembelajaran pada pada awal semester II menggunakan model kooperatif, hasilnya terlihat siswa cenderung kurang menguasai kemampuan pemecahan masalah dalam mengerjakan soal. Berdasarkan hal tersebut dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fisika berorientasi kemampuan pemecahan masalah  menggunakan model pengajaran langsung  memiliki tujuan khusus: (1) mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran, (2) mendeskripsikan kepraktisan perangkat pembelajaran yang ditinjau dari keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran, (3) mendeskripsikan efektivitas perangkat pembelajaran yang ditinjau dari hasil belajar kognitif siswa, (4) mendeskripsikan pencapaian kemampuan pemecahan masalah yang ditinjau dari tes hasil belajar siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan desain model pengembangan Dick and Carey. Teknik pengumpulan data berupa validasi perangkat pembelajaran, pengamatan keterlaksanaan RPP, tes hasil belajar, dan penilaian kemampuan pemecahan masalah. Teknik analisis data bersifat deskriptif kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan: (1) validitas perangkat pembelajaran berkategori sangat baik, (2) kepraktisan perangkat pembelajaran berkategori sangat baik, (3) efektifitas perangkat pembelajaran berkategori g-tinggi, (4) pencapaian kemampuan pemecahan masalah berkategori sangat baik. Diperoleh simpulan bahwa perangkat pembelajaran IPA Fisika berorientasi kemampuan pemecahan masalah  menggunakan model pengajaran langsung yang dikembangkan layak digunakan dalam proses pembelajaran.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2025) Vol 12, No 3 (2024) Vol 12, No 2 (2024) Vol 12, No 1 (2024) Vol 11, No 3 (2023) Vol 11, No 2 (2023) Vol 11, No 1 (2023) Vol 10, No 3 (2022): OCTOBER 2022 Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): October 2020 Vol 8, No 2 (2020): JUNI 2020 Vol 8, No 1 (2020): FEBRUARI 2020 Vol 7, No 3 (2019): OKTOBER 2019 Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019 Vol 7, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 More Issue