cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2022)" : 15 Documents clear
Kesalahan Menggambar Grafik Fungsi Cosinus Yayan Eryk Setiawan
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.10800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan mahasiswa semester pertama dalam menggambar grafik fungsi cosinus beserta faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap 7 mahasiswa program studi pendidikan matematika di salah satu perguruan tinggi di kota Malang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa hasil pekerjaan mahasiswa dan transkrip hasil wawancara dengan subjek penelitian. Analisis data hasil pekerjaan mahasiswa dilakukan dengan menglasifikasikan kesalahan berdasarkan jenis-jenis kesalahan. Analisis data transkrip wawancara dilakukan dengan mengodekan kata-kata yang menunjukkan faktor penyebab kesalahan dalam menggambar grafik fungsi cosinus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan mahasiswa semester pertama dalam menggambar grafik fungsi cosinus terdiri dari kesalahan konsep, kesalahan prosedur, dan kesalahan fakta. Kesalahan konsep terjadi karena kesalahpahaman terhadap konsep yang berkaitan dengan fungsi cosinus. Kesalahan prosedur terjadi saat menggunakan cara translasi dalam menggambar grafik fungsi cosinus. Kesalahan fakta dikarenakan kurang memperhatikan informasi yang ada dalam soal. Kata kunci: trigonometri, grafik fungsi cosinus, kesalahan konsep, kesalahan prosedur, kesalahan fakta. Abstract: The purpose of this study is to describe the errors of the first semester students in drawing the graph of the cosine function and the factors that cause it. This research method uses qualitative research with a case study approach to 7 students of the mathematics education study program in one of the universities in Malang city. The data collected in this study were in the form of student work and transcripts of interviews with research subjects. Data analysis of student work is done by classifying errors based on the types of errors. Analysis of interview transcript data was carried out by coding words or sentences indicating the factors causing errors in drawing the graph of the cosine function. The results showed that the first semester students' errors in drawing the graph of the cosine function consisted of misconception, procedural errors, and factual errors. Misconception occurs due to a misunderstanding of the concepts related to the cosine function. A procedural error occurred when using the translation method to graph the cosine function. Factual errors are caused by not paying attention to the information contained in the questions. Keywords: trigonometry, a graph of the cosine function, misconception, procedural error, factual error.
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Menggunakan Video Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Aljabar Matriks Widayati Widayati; Aan Hendroanto
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.12403

Abstract

Media pembelajaran merupakan pengantar yang dapat menjelaskan apa yang dimaksudkan dari suatu materi dan sebagai wahana penyalur pesan serta informasi belajar. Dengan adanya pandemi menjadikan model pembelajaran matematika harus dilakukan secara daring. Salah satu media pembelajaran yang sesuai dan menarik peserta didik adalah video pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video interaktif sebagai media pembelajaran pada mata kuliah aljabar matriks. Prosedur penelitian yang digunakan merupakan penelitan pengembangan dengan model 4D yang terdiri dari 4 tahapan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi, kuisioner serta hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan mengolah data yang diperoleh dari penilaian oleh validator dan respon mahasiswa. Deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan data dari hasil pengumpulan data, data yang ada direduksi yang diperoleh dari komentar saran perbaikan dari validator maupun dari mahasiswa, serta dari hasil tes mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kelayakan media pembelajaran menggunakan video interaktif berdasarkan validasi ahli media dan materi masuk kategori baik. Penilaian yang dilakukan mahasiswa pada video pembelajaran Aljabar matriks juga pada kategori baik yang artinya layak untuk digunakan dalam pembelajaran.   Kata kunci: Media, Video Interaktif, Aljabar Matriks Abstract: Learning media is an introduction that can explain what is meant by a material and as a vehicle for distributing messages and learning information. With the pandemic, mathematics learning models must be carried out online. One of the appropriate and interesting learning media for students is learning video. This study aims to develop interactive videos as learning media in matrix algebra courses. The research procedure used is a development research with a 4D model consisting of 4 stages, namely define, design, develop, and disseminate. The data collection instruments used in this study were validation sheets, questionnaires and learning outcomes. The data analysis technique used in this research is descriptive quantitative by processing the data obtained from the assessment by the validator and student responses. Qualitative descriptive to describe data from the results of data collection, the existing data is reduced which is obtained from comments on suggestions for improvement from validators and students, as well as from student test results. The results of this study indicate that the feasibility level of learning media using interactive video based on media expert validation and the material is in good category. The assessments made by students on matrix Algebra learning videos are also in the good category, which means that they are suitable for use in learning. Keywords: Media, Interactive Video, Matrix Algebra
Instrumen Asesmen Kompetensi Minimum Numerasi Konteks Lingkungan Lahan Basah Khas Kalimantan Selatan Siti Mawaddah; Rahmita Noorbaiti; Mahpi Aulia; Ahmad Nur Eko Eryanto; Olma Mahlina
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.12062

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan menghasilkan instrumen asesmen kompetensi minimum (AKM) numerasi konteks lingkungan lahan basah khas Kalimantan Selatan untuk siswa SMP/MTs yang valid. Model Plomp dipilih sebagai model pengembangan produk dengan kriteria valid yang didasarkan pada hasil validasi oleh dua orang validator. Hasil uji validasi menunjukkan bahwa instrumen AKM numerasi memiliki kriteria valid. Produk yang dihasilkan terdiri dari sepuluh stimulus dengan konteks lingkungan lahan basah khas Kalimantan Selatan yang meliputi konten bilangan, data dan ketidakpastian, aljabar serta geometri dan pengukuran. Kata kunci: asesmen kompetensi minimum, numerasi, lahan basah, Kalimantan Selatan Abstract: This research was conducted to describe the development process and produce a valid minimum competency assessment instrumen (AKM) for the numeration of the South Kalimantan wetland environmental context for SMP/MTs students. The Plomp model was chosen as a product development model with valid criteria based on the results of validation by two validators. The results of the validation test show that the numeric AKM instrumen has valid criteria. The resulting product consists of ten stimuli with the context of a typical South Kalimantan wetland environment which includes the content of numbers, data and uncertainty, algebra, and geometry and measurements. Keywords: minimum competency assessment instrumen, numeration, wetland environmental, South Kalimantan
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Matematika Mahasiswa Melalui Pemanfaatan Video Pada Pembelajaran Virtual Flipped Classroom Arbain Arbain
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.12439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemanfaatan video pada pembelajaran virtual flipped classroom terhadap keterampilan berpikir kritis matematika mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri dari 16 orang mahasiswa pendidikan matematika USN Kolaka yang mengikuti mata kuliah matematika diskrit semester genap tahun akademik 2020/2021. Statistik deskriptif berupa ratan, standar deviasi, dan N-gain digunakan untuk memperoleh gambaran keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Statistik inferensial berupa uji paired sample t test digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata skor pketerampilan berpikir kritis matematika mahasiswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis matematika mahasiswa meningkat dengan kriteria peningkatan sedang sebanyak 10 orang atau 62,5% dan kriteria peningkatan rendah sebanyak 6 orang atau 37,5%. Hasil uji t diperoleh peningkatan keterampilan berpikir kritis matematika signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan video pada pembelajaran virtual flipped classroom berkontribusi positif terhadap keterampilan berpikir kritis matematika mahasiswa.   Kata kunci: Keterampilan berpikir kritis, Video pembelajaran, Virtual flipped classroom Abstract: This study aims to determine the impact of using video on virtual flipped classroom learning on students' critical thinking skills in mathematics. This study uses a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design. The research sample consists of 16 mathematics education students at USN Kolaka who took discrete mathematics courses in the even semesters of the 2020/2021 academic year. Descriptive statistics in the form of mean, standard deviation, and N-gain are used to obtain an overview of students' critical thinking skills. Inferential statistics in the form of paired sample t-test were used to determine the difference in the average score of students' mathematical critical thinking skills before and after treatment. The results of the descriptive analysis showed that the students' critical thinking skills in mathematics increased with the criteria of moderate improvement as many as 10 people or 62.5% and the criteria of low improvement as many as 6 people or 37.5%. The results of the t-test obtained a significant increase in critical thinking skills in mathematics. The results showed that the use of video in virtual flipped classroom learning contributed positively to students' critical thinking skills in mathematics. Keywords: Critical thingking skills, Learning videos, Virtual flipped classroom
Efektivitas Pembelajaran Grafik Fungsi Trigonometri melalui ELPSA Framework Berbantuan GeoGebra untuk Meningkatkan Komunikasi Matematis Siswa Liza Rahmah; Rahmah Johar; Saminan Saminan
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.10963

Abstract

Trigonometri merupakan salah satu materi yang memerlukan kemampuan komunikasi matematis siswa khususnya dalam menentukan kesimpulan tentang karakteristik grafik fungsi kuadrat. Pembelajaran ELPSA memberi kesempatan siswa untuk mengkomunikasikan ide dalam menginterpretasi pengalaman, merepresentasi pengalaman dengan gambar, menyatakan pengalaman dengan simbol dan mengaplikasikan pengetahuannya dalam berbagai situasi. Representasi visual siswa akan lebih maksimal jika dibantu oleh software salah satunya GeoGebra. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana keefektifan perangkat pembelajaran trigonometri melalui ELPSA framework berbantuan GeoGebra untuk meningkatkan komunikasi matematis siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan subjeknya adalah siswa kelas X pada salah satu SMA di kabupaten Pidie Jaya. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas siswa dan soal komunikasi matematis. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas siswa secara keseluruhan 90,3, artinya aktivitas siswa sudah berada pada kategori aktif dan kemampuan komunikasi siswa 80% berada pada kategori baik dan sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran grafik fungsi trigonometri melalui ELPSA framework berbantuan GeoGebra untuk meningkatkan komunikasi matematis siswa efektif. Kata kunci: Grafik Fungsi Trigonometri, ELPSA Framework, GeoGebra, Komunikasi Matematis, Aktivitas Siswa Abstract: Trigonometry is one of the materials that requires students' mathematical communication skills, especially in determining conclusions about the characteristics of the graph of quadratic functions. ELPSA learning gives students the opportunity to communicate ideas in interpreting experiences, representing experiences with pictures, expressing experiences with symbols and applying their knowledge in various situations. Visual representation of students will be maximized if assisted by software, one of which is GeoGebra. This study aims to see how the effectiveness of trigonometry learning tools through the GeoGebra-assisted ELPSA framework to improve students' mathematical communication. This type of research is an experimental study with the subjects being class X students in one of the high schools in Pidie Jaya district. The instruments used are student activity observation sheets and mathematical communication questions. The data analysis technique uses descriptive analysis. The results of the data analysis showed that the average student activity as a whole was 90.3, meaning that student activity was in the active category and 80% of students' communication skills were in the good and very good categories. Thus, it can be concluded that learning graphs of trigonometric functions through the GeoGebra-assisted ELPSA framework to improve students' mathematical communication effectively. Keywords: Graphs of Trigonometric Functions, ELPSA Framework, GeoGebra, Mathematical Communication, Student Activities
Media Pembelajaran Berbasis ICT Menggunakan Software Scratch pada Materi Peluang di SMPN 18 Banjarmasin Harmia Rani; Atik Wintarti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.12936

Abstract

Media pembelajaran ialah salah satu per angkat yang digunakan dalam proses pembelajaran yang berfungsi sebagai alat bantu untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada siswa guna memahami konsep-konsep matematika yang bersifat abstrak. Sehingga, media pembelajaran sangat penting digunakan dan dirancang sedemikian rupa agar menghasilkan media yang menarik dan mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis ICT dengan menggunakan software scratch yang valid dan mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran berbasis ICT dengan menggunakan software scratch pada materi peluang. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII B SMP Negeri 18 Banjarmasin. Prosedur pengembangan yang digunakan adalah menggunakan langkah-langkah model pengembangan dari ADDIE yakni 1) tahap analisis; 2) tahap perencanaan; 3) tahap pengembangan; 4) tahap implementasi; 5) tahap penilaian. Pengembangan produk ini telah melalui proses validasi yaitu validasi ahli materi sebanyak dua orang, validasi ahli media sebanyak 2 orang dan uji coba skala kecil yang menunjukkan bahwa produk ini dinyatakan valid/layak digunakan berdasarkan saran yang diberikan. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa 1) media pembelajaran berbasis ICT menggunakan software scratch pada materi peluang yang telah melalui tahap validasi menghasilkan produk yang valid/layak digunakan; 2) respon siswa terhadap media pembelajaran berbasis ICT menggunakan software scratch pada materi peluang mendapat respon baik. Kata kunci: Media Pembelajaran ICT, Scratch, Peluang Abstract: Learning media is one of the devices used in the learning process that serves as a tool to convey messages or information to students to understand abstract mathematical concepts. Thus, learning media is very important and designed in such a way as to produce interesting and easy-to-use media. This study aims to produce ICT-based learning media using valid scratch software and determine student responses to ICT-based learning media using scratch software on opportunity materials. The subject of this research is class VIII B SMP Negeri 18 Banjarmasin. The development procedure used is using the steps of the ADDIE development model, namely 1) the analysis stage; 2) planning stage; 3) development stage; 4) implementation stage; 5) assessment stage. The development of this product has gone through a validation process, namely the validation of material experts as many as two people, validation of media experts as many as 2 people and a small-scale trial which shows that this product is declared valid / feasible to use based on the suggestions given. The results of this study show that 1) ICT-based learning media using scratch software on opportunity materials that have gone through the validation stage produce valid/feasible products; 2) student responses to ICT-based learning media using scratch software on the material have a good chance of getting a response. Keywords: ICT Learning Media, Scratch, Probability
Pengembangan Booklet Materi Perbandingan Melalui Pendekatan Etnomatematika dalam Menunjang Disposisi Matematis Peserta Didik SMP Meti Wanda Paulia; Iskandar Zulkarnain; Juhairiah Juhairiah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.12928

Abstract

Kesulitan mengaplikasikan materi perbandingan terlihat dari rendahnya pemahaman dan disposisi matematis peserta didik. Perlunya booklet materi perbandingan yang memperhatikan indikator disposisi matematis peserta didik karena memberikan kemudahan dalam penyajian materi, sehingga mereka mudah dalam mempelajarinya. Dengan pendekatan etnomatematika diharapkan membantu dan memelihara unsur kearifan budaya setempat khususnya di Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan, agar generasi akan datang mengetahui unsur budaya lokal dan pembelajaran lebih bermakna serta dekat dengan kehidupan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan menghasilkan pengembangan booklet etnomatematika dalam menunjang disposisi matematis peserta didik SMP yang valid, serta mengetahui kepraktisan booklet dalam menunjang disposisi matematis peserta didik. Penelitian menggunakan metode pengembangan dengan model 4-D namun, penelitian ini sampai pada tahap pengembangan (Develop) dengan validasi dan analisis angket disposisi serta respon peserta didik. Validasi dilakukan oleh tiga orang validator dan diperoleh 92,59% dengan kriteria sangat valid. Rata-rata persentase aspek indikator disposisi matematis diperoleh sebesar 74% berada pada kriteria kuat artinya melalui booklet etnomatematika dapat menunjang peserta didik memiliki disposisi matematis yang baik, sedangkan rata-rata persentase respon peserta didik sebesar 82,38% masuk kriteria sangat kuat artinya respon peserta didik sangat baik terhadap booklet yang diberikan. Dengan demikian booklet tersebut memenuhi kriteria kevalidan dan dapat digunakan untuk menunjang disposisi matematis peserta didik.   Kata kunci: Booklet, Disposisi Matematis, Etnomatematika, Perbandingan Abstract: The difficulty of applying proportion material can be seen from the low understanding and mathematical disposition of students. The need for proportion material booklet that pay attention to indicators of mathematical disposition for students because it provides convenience in presenting the materials, so that they are easy to learn. With an ethnomathematical approach, it’s hoped that it can help and maintain elements of local cultural wisdom, especially in Barito Kuala Regency, South Kalimantan, so that future generations will know the elements of local culture and learning is more meaningful and close to life. This study aims to describe the process and produce the development of ethnomathematical booklet in supporting the mathematical disposition of valid junior high school students, as well as knowing the practicality of booklet in supporting the mathematical disposition of students. This research uses a development method with a 4-D model but this research has reached the development stage (develop) with validation and analysis of disposition questionnaires and student responses. Validation was carried out by three validators and obtained 92.59% with very valid criteria. The average percentage of the aspect of the mathematical disposition indicator obtained is 74% which is in the strong criteria, meaning that through the ethnomathematics booklet it can support students to have a good mathematical disposition, while the average percentage of student responses is 82.38% which is included in the very strong criteria, strong means that the student's response is very good to the booklet given. Thus the booklet meets the criteria of validity and can be used to support the mathematical disposition of students. Keywords: Booklet, Mathematical Disposition, Ethnomathematics, Proportion
Pengembangan Modul Pembelajaran Flipbook pada Materi Aritmetika Sosial Berbasis Etnomatematika Pasar Terapung Liko Noor Rafianto Rahadhian; Noor Fajriah; Yuni Suryaningsih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.12939

Abstract

Pada saat pembelajaran secara online, peserta didik diharuskan agar mampu belajar secara mandiri. Namun, materi pembelajaran yang disampaikan secara online kurang dipahami oleh peserta didik ketika belajar secara mandiri di rumah. Oleh sebab itu, dibutuhkan sarana pembelajaran agar dapat mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu perangkat pembelajaran yang bisa menunjang peserta didik agar dapat belajar secara mandiri adalah modul pembelajaran. Modul pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti dikemas secara elektronik dalam format flipbook agar dapat diakses oleh semua orang, termasuk peserta didik. Modul pembelajaran yang dikembangkan dikaitkan dengan lingkungan sekitar peserta didik, yaitu budaya sekitar peserta didik. Pengaitan antara pembelajaran matematika dan budaya sering disebut dengan etnomatematika. Penelitian ini bertujuan untuk membuat modul pembelajaran flipbook pada materi Aritmetika Sosial berbasis etnomatematika Pasar Terapung yang valid. Penelitian ini mengadaptasi metode Research and Development dan mengadaptasi model pengembangan 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel. Tahapan dalam penelitian ini adalah tahap define, design, dan develop. Kriteria kevalidan modul pembelajaran flipbook ini dinilai berdasarkan hasil dari validasi ahli (expert appraisal) oleh tiga orang validator menggunakan lembar validasi. Hasil uji validitas modul pembelajaran flipbook yang dikembangkan memperoleh nilai validasi sebesar 88,98% yang termasuk dalam kriteria sangat valid. Kata kunci: Modul pembelajaran, flipbook, etnomatematika, Pasar Terapung Abstract: During online learning, students are demanded to self-study. However, the material subject that had been delivered online is inadequately comprehended by students when they self-study at home. Therefore, learning tool is needed to decrease that problem. One of learning tool that can help students to self-study is learning modul. Learning module that developed by researcher is stuffed electronically in flipbook format so everyone can easily access especially students. Learning module that developed is attributed to the environment around students, that is culture around students. Relationship between mathematical learning and culture is often known as ethnomathematics. The purpose of this research is to produce a valid flipbook learning module in social arithmetic material on floating market ethnomathematics-based. This research adapted the research and development method and adapted 4-D development models that presented by Thiagarajan, Semmel, and Semmel. The research stages are define, design, and develop. Flipbook learning module valid criteria is rated based the result from expert appraisal by three validators using validation sheet. Validation test result of flipbook learning module that developed obtain validation value of 88.98% which is in very valid criteria. Keywords: Learning module, flipbook, ethnomathematics, floating market
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menggeneralisasi Pola Berdasarkan Taksonomi Generalisasi Eny Suryowati; Lia Budi Tristanti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.11250

Abstract

Ketrampilan dalam belajar matematika salah satunya adalah generalisasi. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa dalam generalisasi pola bilangan. Proses generalisasi pada penelitian ini berdasarkan taksonomi generalisasi yaitu aksi relating, searching dan extending serta generalisasi refleksi berupa pernyataan tertulis dan lisan dari subjek. Proses penentuan subjek penelitian dimulai dari pemberian soal tentang pola bilangan kepada semua siswa kelas VIIIC MTsN 4 Denanyar Jombang sebanyak 35 siswa. Ada 31 siswa yang melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal tentang pola. Terdapat 27 siswa melakukan kesalahan dalam menentukan banyaknya persegi pada model ke n, ini yang menjadi calon subjek dan dipilih 2 siswa untuk menjadi subjek penelitian berdasarkan strategi yang digunakan pada aksi relating dan searching. Empat siswa mengalami kesalahan dari awal menentukan banyaknya persegi pada model yang ditentukan, ini tidak menjadi subjek penelitian karena subjek tidak melakukan salah satu aksi generalisasi dengan benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pertama melakukan kesalahan dalam aksi extending yaitu subjek tidak dapat memperluas jangkauan penerapan. Subjek kedua juga mengalami kesalahan dalam aksi extending yaitu subjek tidak memahami tentang pola ke n sehingga tidak dapat memperluas jangkauan penerapan. Kedua subjek melakukan kesalahan overspesialisasi, ini terjadi karena terbatasnya persepsi dari siswa tentang situasi pada masalah sehingga dapat menyebabkan siswa menggunakan strategi yang tidak efisien atau kesalahan generalisasi. Kata kunci: kesalahan, aksi generalisasi, pola bilangan Abstract: One of the skills in learning mathematics is generalization. The purpose of this study is to describe the errors made by students in generalizing number patterns. The generalization process in this study is based on the generalization taxonomy, namely relating, searching and extending actions and generalizing reflections in the form of written and oral statements from the subject. The process of determining the research subjects started from giving questions about number patterns to all students of class VIIIC MTsN 4 Denanyar Jombang as many as 35 students. There were 31 students who made mistakes in working on questions about patterns. There were 27 students who made an error in determining the number of squares in the nth model, these were the prospective subjects and 2 students were selected to be research subjects based on the strategies used in relating and searching. Four students experienced an error from the beginning in determining the number of squares in the specified model, this was not the subject of the study because the subject did not perform any of the generalization actions correctly. The results showed that the first subject made an error in the extending action, namely the subject could not expand the range of application. The second subject also experienced an error in the extending action, namely the subject did not understand the nth pattern so he could not expand the range of application. Both subjects made an overspecialization error, this happened because of the limited perception of students about the situation in the problem so that it could cause students to use inefficient strategies or generalization error Keywords: error, generalization action, number pattern
Analisis Kesalahan Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Matematis Neneng Tri Wahyuni; Zulfitri Aima; Dewi Yuliana Fitri
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.10361

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematis siswa kelas XI MIPA 4 SMAN 2 Solok. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes dan wawancara. Hasil tes dianalisis berdasarkan indikator pemecahan masalah dengan memperhatikan jenis kesalahan menurut Kastolan. Kesalahan menurut Kastolan itu ialah kesalahan konseptual, kesalahan prosedural dan kesalahan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa banyak melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematis. Yang kemudian diperkuat dengan adanya hasil wawancara yang dilakukan dengan siswa. Kata kunci: Pemecahan masalah, analisis kesalahan, jenis kesalahan menurut Kastolan Abstract:. This research is motivated by the many mistakes that students make in solving problem solving problems. The purpose of this study is to find out the students' mistakes in solving mathematical problem solving problems of grade XI students of MIPA 4 SMAN 2 Solok. The research method used is descriptive with qualitative approach. The instruments used are tests and interviews. The test results are analyzed based on troubleshooting indicators by paying attention to the type of error according to Kastolan. Kastolan's mistakes were conceptual errors, procedural errors and engineering errors. The results showed that most students make a lot of mistakes in solving mathematical problem solving problems. Which is then reinforced by the results of interviews conducted with students. Keywords: Troubleshooting, error analysis, error types according to Kastolan

Page 1 of 2 | Total Record : 15