cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019)" : 10 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA SIKAP PADA MATEMATIKA DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP DI KECAMATAN LANGKE REMBONG Valeria Suryani Kurnila; Yohana Susanti Sunarti Danto; Ricardus Jundu; Silfanus Jelatu
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.5898

Abstract

Abstrak: Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap pada matematika dengan pemahaman konsep matematika Siswa SMP di Kecamatan Langke Rembong. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 4 Langke Rembong yang berjumlah 196 siswa. Kemudian sampel dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 66 siswa.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan tes. Angket digunakan untuk memperoleh data sikap siswa terhadap pembelajaran matematika. Tes digunakan untuk memperoleh data pemahaman konsep matematika siswa. Sebelum data dianalisis secara iferensial, dilakukan uji prasyarat analisis terlebih dahulu, yang meliputi uji normalitas dan uji linearitas. Hasil pengujian menunjukkan data berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan berpola linear. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan korelasi Product Moment. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sikap pada matematika dengan pemahaman konsep matematika siswa SMP di Kecamatan Langke Rembong Besarnya sumbangan sikap siswa pada matematika terhadap pemahaman konsep  matematika siswa adalah  sebesar  20,25% dan sisanya 79,75% ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.                                                                                                     Kata Kunci: sikap pada matematika, pemahaman konsep matematikaAbstract: The research aimed to determine the correlation between attitudes toward mathematics and students’ understanding of mathematical concepts in Langke Rembong District, NTT, Indonesia. This study was correlational research. The population in this study was196 eight grade students of SMPN 4 Langke Rembong. Then, the sample was selected by using the Simple Random Sampling technique and obtained a total sample of 66 students. Data collection techniques were carried out by questionnaire and test. The questionnaire was used to obtain data on student’s attitudes toward mathematics learning. Tests were used to obtain data on students’ understanding of mathematical concepts. Before the data was analyzed by using inferential statistic, the prerequisite analysis test was performed which includes the normality test and linearity test. The test results showed that the data was normally distributed and had linear patterns. After that, Product Moment correlation was used in hypothesis testing.  The results of this study showed that there was a positive and significant correlation between attitudes toward mathematics and the understanding of the mathematical concept of junior high school students in Langke Rembong District. The magnitude of the contribution of students' attitudes toward mathematics to students' understanding of mathematical concepts is 20.25%, and the remaining 79.75% is determined by other factors that did not include in the research.Keywords: attitudes in mathematics, understanding of mathematical concepts
Analisis Soal Ujian Nasional Matematika SMA Tahun Ajaran 2017/2018 Ditinjau dari Aspek Berpikir Tingkat Tinggi Uswatun Hasanah; Agni Danaryanti; Yuni Suryaningsih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.6350

Abstract

Abstrak: Ujian nasional merupakan salah satu evaluasi hasil belajar peserta didik. Salah satu tujuan ujian nasional yaitu pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Pada tahun 2017/2018 terjadi penurunan hasil ujian nasional salah satunya mata pelajaran matematika. Penurunan tersebut disebabkan adanya soal berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Oleh karena itu, tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan komposisi soal berpikir tingkat tinggi pada ujian nasional matematika tahun pelajaran 2017/2018 jurusan IPA dan jurusan IPS serta mendekripsikan soal yang memenuhi aspek telaah HOTS menurut WIdana. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan berdasarkan aspek telaah HOTS menurut Widana. Aspek telaah HOTS terdiri dari stimulus menarik, stimulus kontekstual, level kognitif HOTS dan jawaban tersirat pada stimulus. Sampel pada penelitian diambil masing-masing 3 paket pada jurusan IPA dan IPS. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh banyaknya soal yang termasuk berpikir tingkat tinggi pada ujian nasional matematika tahun pelajaran 2017/2018 jurusan IPA sebanyak 16 soal (13,33%) dari 120 soal, sedangkan jurusan IPS sebanyak 13 soal (10,83%) dari 120 soal. Aspek telaah menurut Widana yang sering terjadi adalah stimulus menarik yaitu soal yang berben­tuk cerita, stimulus kontekstual yaitu soal yang disajikan berbentuk teks sesuai dunia nyata, level kognitif yaitu melalui proses berpikir menelaah dan menerapkan informasi serta jawaban tersirat yang mana memerlukan pemahaman informasi. Kata kunci: Berpikir tingkat tinggi, ujian nasional, aspek telaah HOTS Abstract: National exam is one of the student learning outcomes evaluations. One of the natioal exam goals is mapping the program quality and/or educational units. In 2017/2018, there was a decline in outcomes of the national exam, one of them was mathematics. The decline was caused by the existence of high-level thinking pro-blems or Higher Order Thinking Skills (HOTS). Therefore, the purpose of this study is to describe the composition of high-level thingking questions in 2017/2018 academic year national exam in science and social majors, and to describe the questions that comply the aspects of HOTS analysis according to Widana. The method of this research is descriptive based on the aspects of HOTS analysis according to Widana. The aspects of HOTS analysis are interesting stimulus, contextual stimulus, HOTS cognitive level, and implicit answer on stimulus. The samples in the research were three packages of mathematical questions for each in science and social majors. Data were analyzed by using percentage. Based on the result of this study, it was obtained the number of questions that included high-level thinking on the national exam in 2017/2018 academic year, those were 16 out of 120 questions (13,33%) in science major and 13 out of 120 questions (10,83%) in social major. The aspects of analysis according to Widana that often occur were interesting stimulus that is word problem, contextual stimulus that is a question presented in the form of text accord­ing to real world, cognitive level that is through the thought process in analysing and applying information and implicit answer which require understanding information. Keywords: Higher Order thinking Skill (HOTS), national exam, aspect of HOTS analysis
DESAIN BAHAN AJAR MATERI TURUNAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA Wida Arumsari; Cita Dwi Rosita; Anggita Maharani
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.5558

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada materi turunan. Masih banyak siswa yang kurang dalam berpikir kritis belum sesuai dengan apa yang diharapkan oleh kurikulum. Salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematis yaitu dengan cara penggunaan bahan ajar dalam bentuk modul. Modul ini berisikan indikator-indikator berpikir kritis matematis dan kompetensi dasar yang sesuai dengan kurikulum 2013 revisi 2017. Penelitian ini difokuskan pada kemam­puan berpikir kritis matematis  pada materi turunan yaitu submateri operasi fungsi turunan operasiperkalian, persamaan garis singgung kurva, fungsi naik dan turun, nilai stationer, nilai maksimum dan minimum. Tujuan penelitian ini untuk menge­tahui bagaimana mendesain bahan ajar materi turunan yang dapat meningkatkan kemam­puan berpikir kritis matematis siswa, dan melihat seberapa besar pening­katan yang dialami siswa denganbahan ajar yang dikembangkan. Pada penelitian ini digunakan metode Didactical Design Research (DDR) melalui tiga tahapan yaitu analisis situasi didaktis, analisis metapedadidaktik dan analisis restrosfektif. Data diperoleh melalui analisis learning obstacle. Bahan ajar disusun berdasarkan tabel antisipasi didaktis pedagogis dan validasi ahli kemudian diuji praktikalitas serta dilihat peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswanya. Hasil penelitian ini adalah: (1) Draf modul materi turunan yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dengan kriteria kevalidan cukup valid dan uji kepraktikalitas dengan kriteria praktis. (2) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis berada kriteria rata-rata sedang sebesar 0,47. Kata Kunci : Learning Obstacle, Desain Didaktis, Berpikir Kritis Matematis Abstract: This research was conducted by the background of the students' low mathematical critical thinking abilities in derivative of function. There were many students who not be able to thinking critically that had not been appropriate with what is expected by curriculum. One of the ways to develop mathematical critical thinking skills is by using teaching materials in the form of modules. The module contains indicators of mathematical critical thinking and basic competencies that refer to the curriculum of 2013 revised in 2017. This study focuses on mathematical critical thinking skills in derivative of function those are operations derivative functions of multiplication operations, curve tangent equations, increasing and decreasing functions, stationary values, maximum and minimum values. The purpose of this study are to find out how to design derivative of function teaching materials that can improve students' mathematical critical thinking skills, and to know how the students’ improvement using the teaching material which was develop. This research used the Didactical Design Research (DDR) method through three steps, namely didactic situation analysis, meta-pedadidactic analysis and retrospective analysis. The data was obtained through analysis of learning obstacle. Teaching materials were prepared based on the table of didactic pedagogical anticipation and expert validation along with tested for practicality and seen the improvement of students' mathematical critical thinking skills. The results of this study are: (1) Draft module derivative of function that can improve mathematical critical thinking skills with validity criteria is quite valid and practicality test with practical criteria. (2) The improvement of the mathematical critical thinking ability was in the average medium criterion of 0.47. Keywords: Learning Obstacle, Didactic Design, Mathematical Critical Thinking
EFEKTIVITAS KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DAN TIPE TGT PADA SISWA KELAS XI ILMU ALAM SMAN 2 ENREKANG Putriyani S; Suparman Suparman
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.6106

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan kombi­nasi model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam hal: 1) aktivitas siswa; 2) aktivitas guru dalam pembelajaran; 3) respon siswa; 4) hasil belajar matematika siswa setelah penerapan kombinasi tipe NHT dan Tipe TGT. Penelitian yang berjenis ekspe­ri­men semu ini mengambil data tentang aktivitas siswa dan keterlaksanaan aktivitas guru yang diperoleh dengan menggunakan lembar observasi. Data hasil belajar menggunakan instrumen tes dan data respon siswa diambil menggunakan angket respon. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa, aktivitas guru, aktivitas siswa serta respons siswa dan analisis statistik inferensial untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aktivitas siswa berada pada kategori baik; (2) kemampuan guru mengelola pembelajaran berada dalam kategori sangat baik; (3) siswa memberikan respons positif terhadap pembelajaran; (4) hasil belajar siswa setelah diajar dengan kombinasi model kooperatif tipe NHT dan tipe TGT mencapai ketuntasan belajar 96,43 % mencapai KKM dengan nilai rata-rata 83,04 dari nilai ideal 100 dengan standar deviasi 10,04, sehingga hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan dengan nilai t hitung = -38,550, dk = 27, dan taraf signifikansi 0,05 dengan t tabel = 1,7033  dan nilai p<0,05. Selain itu, pengujian rata-rata hasil gain ternormalisasi diperoleh nilai t hitung = 18,882 dan nilai p<0,05 sehingga disimpulkan bahwa rata-rata gain ternormalisasi yang diajar menerapkan kombinasi tipe NHT dan tipe TGT lebih dari 0,3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika melalui kombinasi kooperatif tipe TGT dan tipe NHT efektif diterapkan pada siswa kelas XI Ilmu Alam SMAN 2 Enrekang. Sehingga hasil penelitian ini memberi referensi kepada guru bahwa penerapan kombinasi kooperatif tipe NHT dan tipe TGT efektif dalam pembe­lajaran matematika. Kata kunci: efektifitas, model kooperatif, tipe numbered head together (NHT), team games tournament (TGT) Abstract: This study aimed to determine the effectiveness of the implementation of the combination of cooperative learning type Numbered Head Together (NHT) and the Teams Games Tournament (TGT)  in terms of: 1) student activity; 2) teacher activities in learning; 3) student response; 4) students' mathematics learning outcomes after the implementation of the combination NHT and TGT. The quasi-experimental research took data about the student activity and the implementation of teacher activities obtained using observation sheets. Learning outcomes data were taken by using test instruments and student response data were taken by using a questionnaire response. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis to describe student learning outcomes, teacher activities, student activities and student responses and inferential statistical analysis to test the research hypothesis using the t-test. The results of the study showed that: (1) student activities were in good category; (2) the teachers’ ability learning management was in a very good category; (3) students gave a positive response to learning; (4) student learning outcomes after being taught by a combination of cooperative type NHT and TGT achieved learning completeness 96.43% reaching KKM with an average value of 83.04 from the ideal value of 100 with a standard deviation of 10.04, so that student learning outcomes increase significantly with t value = -38,550, dk = 27, and a significance level of 0.05 with t table = 1.7033 and p <0.05. In addition, the average test results of the normalized gain obtained by the value of t = 18.882 and the value of p <0.05 so it was concluded that the normalized gain average was taught to apply the combination NHT and TGT more than 0.3. Thus, it can be concluded that mathematics learning through a coope­rative combination of the TGT and NHT was effectively applied to the XI grade students of Ilmu Alam SMAN 2 Enrekang. So that the results of this study provided a reference to the teacher that the application of the cooperative combination NHT and TGT was effective in mathematics learning.  Keywords: effectiveness, cooperative model, numbered head together (NHT), teams games tournament (TGT)
PENERAPAN BLENDED LEARNING MENGGUNAKAN MODEL FLIPPED CLASSROOM BERBANTUAN GOOGLE CLASSROOM DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP Meyla Kurniawati; Harja Santanapurba; Elli Kusumawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.6827

Abstract

Abstrak: Terbukanya sumber belajar yang luas bagi siswa memberikan ruang kepada guru untuk beralih dari teacher centered learning menuju student cen­tered learning. Hal ini dapat diimplementasikan dalam pembelajaran berbasis blended learning meng­gunakan model flipped classroom yang memadukan pembelajaran online di rumah dan tatap muka di kelas. Dengan adanya internet yang menyediakan berbagai learning management system seperti Google Classroom, guru dapat membuat kelas virtual untuk melaksanakan pembe­lajaran online di rumah agar siswa terlatih bertindak aktif dan mandiri dalam belajar. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan proses pem­belajaran blended learning, menilai hasil belajar siswa, mengetahui perbedaan hasil belajar siswa laki-laki dengan perempuan, dan menilai tanggapan siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif mengambil subjek siswa kelas VII A SMP Negeri 9 Banjarmasin tahun pelajaran 2018/2019 berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan kuesioner. Teknik analisis data berupa statistik des­krip­tif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran berada pada kategori sangat baik, hasil belajar siswa berada pada kategori cukup, terdapat perbe­daan hasil belajar antara siswa laki-laki dengan perempuan, dan tanggapan siswa berada pada kategori sangat tinggi. Kata kunci: Blended Learning, Flipped Classroom, Google Classroom Abstract: The opening of extensive learning resources for students provides space for teachers to switch from teacher centered learning to student centered learning. This can be implemented in blended learning using a flipped classroom model that combines online learning at home and face to face in class. With the internet that pro­vides various learning management systems such as Google Classroom, teachers can create virtual classes to carry out online learning at home so that trained students act actively and independently in learning. This research is aimed to describe the blended learning process, assess student learning outcomes, know differences in learning outcomes between male and female students, and assess student responses. This study used a descriptive method taking the subject of students grade VII A in SMP Negeri 9 Banjarmasin in the school year 2018/2019 totaling 36 students. Data collec­tion techniques in the form of observations, tests, and questionnaires. The data analy­sis techniques were descriptive and inferential statistics. The results showed that the learning process was in a very good category, student learning outcomes were in a sufficient category, there were differences in learning outcomes between male and female students, and student responses were in the very high category. Keywords: Blended Learning, Flipped Classroom, Google Classroom
PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT BERBANTUAN MEDIA ABACUS UNTUK MATERI ARITMATIKA HITUNG PADA SISWA TUNANETRA andriyani andriyani; karim karim
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.6337

Abstract

Abstrak: Sekolah luar biasa memiliki tujuan dan muatan kurikulum yang tidak jauh berbeda dari sekolah umum, termasuk sekolah untuk tunanetra yang memiliki keter­batasan visual. Keterbatasan yang dimiliki oleh tunanetra mempengaruhi pembela­jaran bagi mereka, terutama untuk mata pelajaran yang memiliki objek kajian abstrak seperti matematika. Operasi hitung penjumlahan merupakan materi aritmatika dasar yang masih berpotensi besar banyak dilakukan kesalahan oleh siswa tunanetra, khususnya operasi penjumlahan bilangan puluhan yang harus dijumlahkan sesuai dengan nilai tempatnya. Berdasarkan karakteristik siswa tunanetra yang memiliki keterbatasan dan kesalahan, guru perlu memiliki gagasan terkait kemungkinan lintasan belajar siswa untuk memperbaiki kesalahan siswa dan mencapai tujuan pembelajaran melalui pemilihan model dan media pembelajaran yang sesuai. Oleh karena itu, perlu diketahui lintasan belajar siswa tunanetra dalam materi aritmatika hitung. Penelitian ini termasuk design research yang mengacu pada tahapan-tahapan Plomp yaitu preliminary design, teaching experiment, dan retrospective analysis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan menghasilkan lintasan belajar siswa tunanetra dalam materi aritmatika hitung melalui model Missouri Mathematics Project (MMP) berbantuan media abacus. Hasil dari penelitian ini adalah lintasan belajar siswa dalam materi aritmatika hitung, yaitu penjmlahan melalui model MMP yang dapat diperoleh dari hypothetical learning trajectory (HLT). Lintasan pembelajaran diperoleh dengan merevisi HLT, hasil uji coba dan diskusi dengan guru mata pelajaran. Hasil tes menunjukkan bahwa 62,50% siswa mencapai lebih dari kriteria ketuntasan belajar minimal  (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah. Kata kunci: Missouri Mathematics Project, abacus, aritmatika hitung, tunanetra Abstract: Special need schools have curriculum goals and contents that do not much different from general schools, including schools for the blind who have visual limitation. The limitation possessed by blinds influences learning for them, especially subject that have abstract objects such as mathematics. Addition is one of the basic arithmetic materials in which the blind students still do many mistakes in doing it, i.e. the number operation of tens that must be sum according to their place values. Based on the characteristic of blind students who have limitations and mistake, the teacher needs to have an idea of the possible students' learning trajectory to help improve students' mistakes and achieve learning goals through the chosen of appropriate learning models and media. Therefore, it is needed to know the blind students' learning trajectory in arithmetics counting material. This research includes design research in which refers to the stages of Plomp namely preliminary design, teaching experiment, and retrospective analysis. The purpose of this study was to describe the process and produce blind students' learning trajectory in arithmetics counting material through the Missouri Mathematics Project (MMP) model assisted by abacus media. The results of this study are students' learning trajectory in arithmetic counting material, especially addition through MMP model that can be obtained from a hypothetical learning trajectory (HLT). Learning trajectory is obtained by revising HLT as the results of trial and discussions with subject teachers. The test results show that 62.50% of students reaching more than the minimal learning completeness criteria established by the school. Keywords: Missouri Mathematics Project, abacus, arithmetic counting, blinds
ANALISIS MASALAH AFEKTIF DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH OPERASI HITUNG ALJABAR SISWA TUNAGRAHITA Siti Suprotun; Andriyani Andriyani
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.6338

Abstract

Abstrak: Keberhasilan pembelajaran matematika tidak hanya diukur dari pencapaian koginitif siswa, namun juga pencapaian afektif dan psikomotor. Pembelajaran mate­ma­tika seharusnya dirancang dengan melibatkan berbagai ranah termasuk ranah afektif yang berkaitan dengan pembentukan karakter siswa sesuai platform pendidikan nasional yang membekali siswa sebagai generasi emas tahun 2045. Tujuan dari pene­litian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah operasi penjum­lahan dan pengurangan oleh siswa tunagrahita kelas VII SMPLB Bhakti Kencana 1 Berbah Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif-eksploratif yang bersifat kualitatif, dimana data utamanya berupa kata-kata (ucapan) dan tingkah laku subjek dalam memecahkan masalah. Subjek penelitian ini adalah seorang siswa tunagrahita ringan dan seorang siswa tunagrahita sedang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara berbasis tugas yang mengacu pada pedoman wawancara dan observasi, serta tes pemecahan masalah yang juga memuat tes ranah afektif. Validasi data dilakukan dengan menggunakan triangulasi waktu, sedangkan ana­lisis data mencakup pada Miles dan Huberman (2014) yang terdiri dari reduksi data, penya­jian data, penafsiran data, dan penarikan kesimpulan untuk menghasilkan suatu laporan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa secara umum siswa tunagrahita ringan hanya dapat melalui tahapan memahami masalah, namun pada masalah yang memuat satu variabel siswa dapat melalui tahapan merencanakan dan melaksanakan masalah. Sedangkan siswa tunagrahita sedang secara umum masih belum dapat melalui seluruh tahapan pemecahan masalah. Dari segi afektif kedua siswa sudah memiliki minat yang baik, namun siswa tunagrahita ringan mencapai hampir seluruh aspek afektif kecuali aspek penyesuaian. Kata kunci: Afektif, Kemampuan Pemecahan Masalah, Operasi Hitung, Tunagrahita Abstract: The success of learning mathematics is not only measured by the students' cognitive achievement, but also the achievement of affective and psychomotor. Mathematics learning should be designed by involving various domains including affective domains related to student character formation according to the national education platform that equips students as a golden generation in 2045. The purpose of this study is to determine the ability to solve addition and subtraction operations by grade VII SMPLB mental retardation students Bhakti Kencana 1 Berbah Yogyakarta. This type of research is descriptive-explorative research that is qualitative in nature, where the main data is in the form of words (speech) and subject behavior in solving problems. The subject of this study was a mild mental retardation student and a moderate mental retardation student. Data collection in this study was carried out through task-based interviews which referred to interview and observation guidelines, as well as problem-solving tests which also included affective domain tests. Data validation was done by using time triangulation, while data analysis included Miles and Huberman (2014) which consisted of data reduction, data presentation, data inter­pretation and drawing conclusions to produce a report. Based on the results of the study, it is known that, in general, mild mental retardation students can only go through the stages of understanding the problem, but on the problem that contains one varia­ble, the student can go through the stages of planning and implementing the pro­blem. Whereas moderate mentally retarded students still cannot get through all stages of pro­blem-solving. In terms of affective, both students already have good interests, but mild mentally retarded students achieve almost all affective aspects except adjustment aspects. Keywords: Affective, Problem Solving Ability, Counting Operation, Mental Retardation
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII A MTS RAHMANIYAH DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) PADA MATERI LINGKARAN Heppi Sudarmawan
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.6825

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Number Heads Together (NHT) di kelas VIII A MTs Rahmaniyah pada materi lingkaran dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan meng­gunakan model spiral Kemmis dan McTaggart. Subjek dari penelitian ini sebanyak 20 orang siswa. Soal tes dan lembar observasi adalah instrumen yang digunakan untuk mengambil data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan siswa mencapai 65,00 % pada siklus I. Ketuntasan meningkat menjadi 80,00 % pada siklus II. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan model pem­belajaran NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A MTs Rahmaniyah pada materi lingkaran. Kata Kunci: Number Heads Together, Hasil Belajar, Lingkaran Abstract: The purpose of this study was to describe learning by applying the Number Heads Together (NHT) learning model in VIII A grade of MTs Rahmaniyah on circle material and to determine the improvement of student learning outcomes. The research conducted was classroom action research using the spiral model Kemmis and McTaggart. The subjects of this study were 20 students. Test questions and observation sheets are instruments used to retrieve research data. The results showed that the percentage of student completeness for circle material reached 65.00% in cycle I. The completeness increased to 80.00% in cycle II. These results indicate that the use of the NHT learning model can improve the learning outcomes of class VIII A MTs Rahmaniyah in circle material. Keywords: Number Heads Together, Learning outcomes, Circle.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL Elya Sukaisih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.6824

Abstract

Abstrak:  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII B MTsN 1 Hulu Sungai Utara melalui model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada materi aritmetika sosial. Pembelajaran kooperatif tipe make a match adalah model pembelajaran di mana siswa bekerja sama mencari pasangan masing-masing sambil belajar mengenal suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Terdapat dua kali pertemuan dalam setiap siklus. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan guru serta tes tertulis. Tes hasil belajar dan teknik observasi digunakan untuk mengumpulkan data, sedangkan teknik persentase digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan belajar guru lebih aktif dan kreatif, serta keaktifan belajar siswa meningkat. Selain itu terjadi peningkatan ketuntasan belajar siswa dari 57,14% pada siklus I menjadi 78.57% pada siklus II. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif, Make a Match, hasil belajar Abstract: The research aimed to improve the learning outcomes of VII B grade of MTsN 1 Hulu Sungai Utara through cooperative learning model type make a match in social arithmetic material. Cooperative learning type make a match is a learning model where students work together to find their partner while learning to recognize a concept or topic in a pleasant atmosphere. This research is a classroom action research conducted in two cycles. There are two meetings in each cycle. The instru­ments used in this study were observation sheets of student activities, observation sheets of teacher activities and written tests. Tests of learning outcomes and observation techniques are used to collect data, while percentage techniques are used to analyze data. The results of the study show that teacher learning activities are more active and creative, and student learning activeness is increasing. In addition, there was an increase in student learning outcomes from 57.14% in the first cycle to 78.57% in the second cycle. Keywords: Cooperative Learning Model, Make a Match, learning outcomes.
PENGARUH PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP PRESTASI DAN KARAKTER MANDIRI SISWA KELAS 3 DI SD IT AL-MADINAH Efa Aufa Azqia; Muhyani Muhyani; Yono Yono
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.6095

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai pengaruh pendekatan matematika realistik terhadap prestasi belajar dan karakter mandiri siswa. Membandingkan pembelajaran matematika materi sudut dengan menggunakan pendekatan mate­matika realistik dan pendekatan konvensional dilihat dari prestasi belajar dan karakter mandiri siswa merupakan tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini meng­gunakan metode kuantitatif jenis penelitian quasi experimental design dalam penelitian ini menggunakan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol.Tes prestasi belajar dan lembar penilaian karakter mandiri adalah instrumen yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa yang diberi perlakuan dengan menggunakan pendekatan matematika realistik memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata siswa yang tidak diberi perlakuan. Nilai rata-rata prestasi belajar kelas eksperimen adalah 88,16 sedangkan pada kelas kontrol adalah 74,16. Sedangkan nilai rata-rata pada karakter mandiri siswa pada kelas eksperimen 24,44 sedangkan kelas kontrol  18,32. Berdasarkan uji hipotesis prestasi belajar nilai thitung  4,428> t tabel  2,06 dan hipotesis karakter mandiri nilai t hitung  4,428 > t tabel  2,06 7,905 dalam taraf 5%. Maka Ha diterima dan Ho ditolak, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan matematika realistik terhadap prestasi belajar dan karakter mandiri siswa di SD IT Al-Madinah.Kata kunci :Matematika Realistik, Prestasi Belajar, Karakter MandiriAbstract: This study discusses the effect of Realistic Mathematics Education approach on students’ learning achievement and independent character. Comparing mathematical learning onangle concept using Realistic Mathematics Education approaches and conventional approaches viewed from students’ learning achievement and independent character of students is the goal of the study. The research uses a quantitative method with quasi experimental design typeby using two classes namely the experimental class and the control class. The instruments used to collect the data are learning achievement test and independent character assessment sheets. The results of the study show that students who were given treatment using a realistic mathematical approach had a higher average score than the average score of students who were not treated. The average score of the learning achievement in experimental class is 88.16 while in the control class is 74.16. While the average score of the students’ independent character in the experimental class is 24.44 while in the control class is 18.32. Based on the hypothesis testing of learning achievement score, the value oft calc4.428 is greater than t crit2,06 and the hypothesis testing of the independent character score, the values tcalc7.905 is greater than t crit2.06 in level 5%. Then Ha is accepted and Ho is rejected. It can be concluded that there is an effect of the Realistic Mathematics Education approach on students’ learning achievement and the independent character in SD IT Al-Madinah.  Keywords: Realistic Mathematics Education, learning achievement, independent character

Page 1 of 1 | Total Record : 10