cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
Keefektifan Kelompok Belajar Siswa Berdasarkan Sosiometri dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika di SMP Sigit Nur Hadi; Aisjah Juliani Noor
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v1i1.564

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya keinginan mengembangkan kemampuan menyelesaiakan soal cerita dalam pembelajaran matematika. Metode pembelajaran kelompok yang dibentuk berdasarkan sosiometri mampu meningkatkan keaktifan siswa sehingga lebih lanjut dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika. Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektivan kelompok belajar berdasakan sosiometri dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Banjarmasin tahun pelajaran 2012/2013. Dengan teknik purposive random sampling diperoleh kelas VIII D sebagai kelas kontrol menggunakan pembelajaran langsung dan kelas VIII E sebagai kelas eksperimen menggunakan pembelajaran kelompok berdasarkan sosiometri. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan rata-rata, standar deviasi, uji pendahuluan, uji beda, dan aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi perbedaan yang signifikan dari hasil belajar siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Namun, aktivitas siswa kelas eksperimen menunjukkan hasil yang positive yaitu cenderung lebih aktif. Kata kunci: kelompok belajar berdasarkan sosiometri, keefektifan, menyelesaikan soal cerita
REPRESENTASI MATEMATIS VISUAL ANAK DITINJAU DARI BAKAT MUSIK DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIS Mohammad Archi Maulyda; Vivi Rachmatul Hidayati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i2.6855

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis khususnya repesentasi visual ditinjau dari bakat musik anak dalam meyelesaikan masalah matematis. Siswa dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu anak yang berbakat di bidang musik dan anak yang tidak berbakat di bidang musik. Dua subjek dipilih berdasarkan diskusi dengan ahli dan pemberian soal tes matematis. Subjek yang dipilih berada pada jenjang pendidikan yang sama yakni kelas VIII. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa anak yang berbakat di bidang musik memiliki kemampuan representasi visual yang lebih baik dibandingkan anak yang tidak berbakat di bidang musik. Anak yang berbakat di bidang musik melakukan model matematika bergambar untuk menyelesaikan masalah. Sedangan anak yang tidak berbakat di bidang musik menggunakan model matematika dalam bentuk ekspresi matematis untuk menyelesaikan masalah. Kata kunci: Musik, Matematika, Representasi Abstract: This descriptive qualitative research aims to describe the ability of mathematical representation, especially visual representation in terms of children's musical talent in solving mathematical problems. Students are grouped into two categories, namely children who are gifted in music and children who are not gifted in music. Two subjects were chosen based on discussions with experts and the provision of mathematical test questions. The subject chosen was at the same level of education, namely class VIII. The results of this study indicate that children who are gifted in music have better visual representation abilities than children who are not gifted in music. Children who are gifted in music do pictorial mathematical models to solve problems. Whereas children who are not gifted in music use mathematical models in the form of mathematical expressions to solve problems. Keywords: Music, Mathematics, Representation
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Melalui Penggunaan Model Learning Cycle (LC) pada Materi Pecahan di Kelas VII Akmil Rahman; Williza Yanti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v2i1.608

Abstract

Salah satu tujuan pelajaran matematika adalah agar siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah.Berdasarkan hasil diskusi dengan guru mata pelajaran matematika di SMP Negeri 10 Banjarbaru, siswa seringkali mengalami kesulitan dalam pemecahan masalah, khususnya pemahaman terhadap konsep pecahan seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan model pembelajaran learning cycle, dan (2) mengetahui aktivitas siswa dengan penerapan model pembelajaran learning cycle pada pembelajaran matematika di kelas VII SMP Negeri 10 Banjarbaru Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 10 Banjarbaru tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 23 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan berupa tes (pretest dan post tes) dan lembar observasi. Analisis data menggunakan rata-rata dan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII  SMPN 10 Banjarbaru Tahun Pelajaran 2013-2014 setelah menggunakan model pembelajaran learning cycle rata-rata adalah 72,61 dengan kualifikasi baik, dan (2) Aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran learning cycle pada siswa kelas VII  SMPN 10 Banjarbaru Tahun Pelajaran 2013-2014 sebesar 67,6% termasuk kategori cukup. Kata kunci: kemampuan memecahkan masalah, learning cycle.
Penerapan Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa di SMP Ansori Hidayah; Irsanti Aulia
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v3i1.629

Abstract

Tujuan pembelajaran matematika menurut Permendiknas Nomor 22 (Depdiknas, 2006) salah satunya adalah agar siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah. Sejalan dengan itu menurut NCTM (2000) menyatakan bahwa salah satu standar matematika sekolah adalah pemecahan masalah. Model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) adalah salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian mengenai penerapan model pembelajaran MMP dengan tujuan untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran MMP dan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika setelah menggunakan model pembelajaran MMP. Metode penelitian adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 26 Banjarmasin tahun pelajaran 2014/2015 dan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII D. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistika deskriptif yaitu rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model MMP di  kelas VIII SMP Negeri 26 Banjarmasin berada pada kategori baik pada aspek siswa memperhatikan guru membahas PR, memberikan apersepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran; siswa mengamati LKK; siswa antusias dalam kegiatan menanya dan menggali informasi; siswa mendiskusikan jawaban dengan kelompoknya masing-masing; serta siswa membuat rangkuman. Sedangkan untuk aspek siswa menjawab soal yang diberikan guru dan siswa mengerjakan soal latihan secara mandiri berada pada kategori sangat baik. Kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran matematika setelah menggunakan model pembelajaran MMP di  kelas VIII SMP Negeri 26 Banjarmasin berada pada kategori baik untuk langkah memahami masalah, merencanakan penyelesaian, dan melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali. Kata kunci: Model pembelajaran MMP, kemampuan pemecahan masalah.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk Melatih Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMA Karim Karim; Aulia Anshariyah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i1.2290

Abstract

Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) Mata Pelajaran, salah satu tujuan mata pelajaran matematika di sekolah adalah agar siswa mampu memecahkan masalah. Salah satu model pembelajaran yang sesuai untuk melatih kemampuan pemecahan masalah adalah model pembelajaran koopertif tipe Team Assisted Individualization (TAI). Model pembelajaran kooperatif tipe TAI merupakan sebuah program pedagogik yang berusaha mengadaptasikan pembelajaran dengan pembedaan individual siswa secara akademik. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian terkait penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan mengetahui respon siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 1 SMA Negeri 1 Banjarmasin tahun pelajaran 2014-2015 dan objek penelitian adalah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu rata-rata, persentase, dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat melatih kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil post test selama enam kali pertemuan dan hasil evaluasi akhir pada pertemuan ketujuh berada pada kualifikasi baik, (2) siswa memberikan respon setuju terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Eka Firmansyah; Melinda Putri Mubarika; Taryudi Taryudi; Silvia Ratnasari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i1.7687

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa pada SMA Negeri 1 Baleendah masih rendah sehingga perlu ditingkatkan. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar matematika siswa setelah menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Metode yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) tipe Embedded. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Baleendah kelas X IPA Tahun Pelajaran 2018-2019 yang terdiri dari 8 kelas dengan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara random sebanyak 31 siswa. Penelitian yang dilakukan menghasilkan beberapa data, yaitu berupa data kuantitatif berupa hasil tes kemampuan pemecahan masalah dan data kualitatif berupa hasil angket motivasi berprestasi belajar matematika siswa dan hasil observasi. Hasil analisis menunjukan: (1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan Problem Based Learning (PBL) lebih baik dari pada siswa dengan pembelajaran konvensional, (2) Motivasi belajar matematika siswa dengan Problem Based Learning (PBL) lebih baik dari pada siswa dengan pembelajaran konvensional, (3)Terdapat hubungan antara motivasi belajar matematika dengan pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang sangat kuat. Kata kunci: Problem Based Learning, Pemecahan Masalah, Motivasi Belajar. Abstract: Mathematical problem solving and student motivation in SMA Negeri 1 Baleendah are still low so it needs to be improved. Improving the ability of problem solving and student motivation can be done by applying the Problem Based Learning (PBL). The purpose of this research is to describe the improvement of students' mathematical problem solving and motivation to learn after using the Problem Based Learning (PBL). The method used is the Embedded mixed method. The population of this study was all students of SMA Negeri 1 Baleendah class X IPA in the 2018-2019 Academic Year consisting of 8 classes with a sample of 31 randomized students. The research conducted produced some data, namely in the form of quantitative data in the form of test results of problem solving abilities and qualitative data in the form of questionnaires for students' achievement in mathematics learning achievement and observation results. The results of the analysis show: (1) improvement in students' problem solving skills with Problem Based Learning (PBL) is better than students with conventional learning, (2) Motivation in learning mathematics students with Problem Based Learning (PBL) is better than students with conventional learning , (3) There is a very strong relationship between students' motivation to learn mathematics and their ability to solve mathematical problem solving abilities. Keywords: Problem Based Learning, Mathematical Problem Solving, Learning Motivation.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Irvan Pungky Nugroho
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i2.9142

Abstract

Penelitian bertujuan peningkatan aktivitas guru dan peserta didik dan hasil belajar matematika peserta didik,menggunakan model pembelajaran kooperatif  tipe Think Pair Share yang mengaktifkan peserta didik dalam berfikir,berpasangan dan berbagi dengan peserta didik lainnya serta menggunakan alat peraga diagram venn. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan secara kolaboratif. Subjeknya adalah peserta didik kelas VII C SMP ISLAM Mbah Bolong Diwek dengan jumlah sebanyak 26 peserta didik,dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi dan tes. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi lembar tes hasil belajar. Hasil penelitian aktivitas guru dalam seluruh aspek mencapai 70 % dan meningkat pada siklus II menjadi 90 %. Rata-rata persentase aktivitas peserta didik dalam seluruh aspek mencapai 72,05% dan meningkat pada siklus II menjadi 81,79%. Hasil belajar peserta didik menunjukkan rata-rata sebesar 61,92% dan meningkat pada siklus II menjadi 82,11% dengan ketuntasan klasikal 46,15% dan meningkat pada siklus II menjadi 84,61%. Disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share dengan alat peraga diagram venn dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika peserta didik kelas VII C SMP ISLAM Mbah Bolong Diwek. Kata kunci : Think Pair Share, Aktivitas Peserta Didik, Hasil Belajar Abstract : This study aims to increase the activities of teachers and students and students' mathematics learning outcomes, using the Think Pair Share type cooperative learning model which enables students to think, pair and share with other students and use venn diagram props. This research is a Classroom Action Research conducted collaboratively. The subjects were class VII C students of SMP ISLAM Mbah Bolong Diwek with a total of 26 students, carried out in the odd semester of the 2019/2020 school year. The data collection methods used were observation and test methods. The research instrument used was the observation sheet learning outcome test sheet. The results of research on teacher activity in all aspects reached 70% and increased in cycle II to 90%. The average percentage of student activity in all aspects reached 72.05% and increased in the second cycle to 81.79%. The learning outcomes of students showed an average of 61.92% and increased in cycle II to 82.11% with 46.15% classical completeness and increased in cycle II to 84.61%. It is concluded that learning using the Think Pair Share cooperative learning model with Venn diagram props can improve the activity and learning outcomes of class VII C students of SMP ISLAM Mbah Bolong Diwek. Keywords: Think Pair Share, Student Activities, Learning Outcomes
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI SISWA SMP Kusnan Budi Santoso
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i2.9213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika melalui pendekatan kontekstual siswa kelas VIII SMPN 1 Hatungun Kabupaten Tapin. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan kelas dengan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Hatungun Kabupaten Tapin sebanyak 17 orang yang terdiri atas sepuluh orang laki-laki dan tujuh orang perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan dokumentasi serta hasilnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil lain menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dan aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran juga kategori baik.   Kata kunci: pendekatan kontekstual, prestasi belajar, matematika. Abstract: This study aims to improve mathematics learning achievement through the contextual approach of eight grade students of SMPN 1 Hatungun, Tapin Regency. This type of research is a classroom action research with two cycles. The subjects of this study were 17 students, consisting of ten boys and seven girls. The data collection techniques used were tests and documentation and the results were analyzed descriptively. The results showed that there was an increase in student learning outcomes from cycle I to cycle II. Other results indicate that student activities in the learning process and teacher activities in learning management are also in good category. Keywords: contextual approach, learning achievement, mathematics.
DESAIN SOAL PISA KONTEN UNCERTAINTY AND DATA KONTEKS PENYEBARAN COVID-19 Nety Wahyu Saputri; Aisyah Turidho; Zulkardi Zulkardi; Darmawijoyo Darmawijoyo; Somakim Somakim
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i2.8564

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (development research) yang terdiri dari tahap preliminary, self evaluation, expert review, one to one dan small group yang bertujuan untuk menghasilkan soal-soal tipe PISA konten uncertainty and data dengan konteks penyebaran Covid-19 yang valid dan praktis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil PISA Indonesia yang menunjukkan rendahnya kemampuan literasi siswa Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan soal PISA dapat menjadi salah satu alternatif atau solusi dari permasalahan tersebut agar soal tipe PISA diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika pada siswa ketika digunakan dalam pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Izzuddin Palembang tahun ajaran 2019/2020. Hasil dari penelitian ini adalah soal-soal tipe PISA konten uncertainty and data  dengan konteks penyebaran Covid-19 yang valid dan praktis. Berdasarkan analisis jawaban siswa diperoleh bahwa soal tersebut sudah praktis karena mudah digunakan dan dapat diinterpretasikan dengan baik oleh siswa sehingga menghasilkan respon jawaban siswa yang beragam dan tingkat kesulitan yang sesuai dengan kemampuan siswa kelas X. Kata kunci: Soal Tipe PISA, Uncertainty and Data, Covid-19 Abstract: This is development research consisting stages of preliminary, self evaluation, expert review, one to one and small group which aims to produce problems like PISA task using uncertainty and data content and the spread of Covid-19 context that is valid and practical. This study is motivated by the low results of Indonesian students’ PISA which shows the low literacy ability of Indonesian students. Therefore, the development of problems like PISA task can be one of the alternatives or solutions to these problems so that problems like PISA task can be used in learning which is expected to increase students’ mathematical literacy skills. The subjects of this study in class X students of Izzuddin High School Palembang in the school year 2019/2020. The results of this study are problems like PISA task using Uncertainty and Data content and the spread of Covid-19 context that is valid and practical. Based on the analysis of the students' answers, it was found that the questions were practical because they were easy to use and could be interpreted well by students, so that it produced the variety of students' responses and problems' level of difficulty are according to the abilities of student grade X. Keywords: PISA-Like Problem, Uncertainty and Data, Covid-19
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TURUNAN FUNGSI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) Syamsir Kamal; Dina Huriaty
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i2.9276

Abstract

Berdasarkan pengamatan peneliti selama kegiatan pembelajaran matematika yang berlangsung di SMA Negeri 2 Barabai Khususnya di kelas XII MIPA 1 terlihat bahwa motivasi siswa dalam belajar masih rendah. Beberapa siswa terlihat tidak antusias dalam mengikuti pelajaran dan tidak tekun mengerjakan tugas, bahkan ada yang mengerjakan tugas mata pelajaran lain saat pembelajaran matematika sedang berlangsung. Keadaan ini menyebabkan hasil belajar mereka secara klasikal rendah. Sebagai solusi alternatif dari permasalahan tersebut guru mencoba menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar turunan fungsi melalui model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada siswa kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 2 Barabai Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada bulan September – November 2019 dengan subjek penelitian siswa kelas XII MIPA 1 yang berjumlah 28 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan angket. Data dianalisis menggunakan persentase, rata-rata dan analisis diskriptif. Hasil penelitian setelah menggunakan model TAI menunjukkan rata-rata persentase tingkat motivasi dan hasil belajar siswa secara keseluruhan meningkat. Kata kunci: motivasi, hasil belajar, kooperatif, TAI Abstract: Based on the observation result of mathematics learning activities at SMAN 2 Barabai, especially in class XII MIPA 1, can be seen that student motivation in learning is still low. Some students seem not enthusiastic in participating in the lesson and are not diligent in doing assignments, and some are even working on assignments for other subjects while mathematics learning is ongoing. This situation causes their learning outcomes to be classically low. As an alternative solution to these problems, the teacher tries to apply the Team Assisted Individualization (TAI) type of cooperative learning model. This study aims to improve motivation and learning outcomes through the Team Assisted Individualization (TAI) cooperative learning model in XII MIPA 1 SMA Negeri 2 Barabai 2019/2020. This research is a classroom action research. The research was conducted in September - November 2019 with the  subject are 28 XII MIPA 1 student's. Data were collected through observation, tests, and questionnaires. Data were analyzed using percentage, average and descriptive analysis. The results of the study after using the TAI model showed that the average percentage level of motivation and student learning outcomes overall increased.  Keywords: motivation, learning outcomes, cooperative, TAI