cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA SIMULATIF “TRAVEL GAME” KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH UNTUK PEMBELAJARAN MATEMATIKA Iskandar Zulkarnain; Taufiq Hidayanto; Muhammad Riza
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i1.9784

Abstract

Tujuan mata pelajaran matematika yang disebutkan dalam standar isi BSNP Depdiknas yaitu menerapkan konsep-konsep dan algoritma-algoritma dalam matematika untuk memecahkan masalah. Masalah yang dikemukakan dapat berupa masalah kehidupan sehari-hari. Namun, hasil PISA dan TIMMS menunjukkan bahwa kemampuan matematika siswa di Indonesia tergolong rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan media dalam pembelajaran matematika. Untuk itu, pengembangan media pembelajaran matematika perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media simulatif “travel game” konteks lingkungan lahan basah untuk pembelajaran matematika. Penelitian yang dilaksanakan berjenis penelitian pengembangan. Alur pelaksanaan penelitian ini mengacu pada langkah-langkah yang dikemukakan oleh Plomp yaitu tahap penelitian pendahuluan (preliminary research), tahap prototyping (prototyping stage), dan tahap assessment (assessment phase), namun penelitian ini hanya terbatas pada prototyping. Media yang dikembangkan diuji validitasnya oleh ahli pendidikan matematika, ahli Bahasa, ahli desain-produk, dan guru matematika. Hasil validasi menunjukkan bahwa prototype yang dikembangkan valid.   Kata kunci: Media simulatif, travel game, Lingkungan Lahan Basah Abstract: The objectives of mathematics subjects mentioned in the content standards of the National Education Board's BSNP are to apply concepts and algorithms in mathematics to solve problems. The problems raised can be in the form of problems of everyday life. However. However, the results of PISA and TIMMS show that the mathematics ability of students in Indonesia is classified as low. One of the efforts that can be made is the use of media in mathematics learning. For that, the development of mathematics learning media needs to be done. This study aims to develop a simulative media "travel game" in the context of a wetland environment for learning mathematics. The research carried out was of the type of development research. The steps of this research implementation refer to the steps put forward by Plomp, namely the preliminary research stage, the prototyping stage, and the assessment phase, but this research is limited to prototyping. The validity of the media developed was tested by mathematics education experts, linguists, product-design experts, and mathematics teachers. The validation results show that the developed prototype is valid. Keywords: Simulative media, travel games, Wetlands Environment
PEMBERIAN SCAFFOLDING BERDASAR PELEVELAN TAKSONOMI SOLO SISWA KATEGORI UNISTRUCTURAL DALAM MENYELESAIKAN SOAL JARAK DIMENSI TIGA Fitri Umardiyah; M. Farid Nasrulloh
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i1.9255

Abstract

Taksonomi SOLO merupakan cara menglasifikasi kemampuan siswa dalam mengerjakan soal geometri. Siswa yang termasuk kategori unistructural dalam pelevelan Taksonomi SOLO, mampu mengunakan satu informasi/konsep dalam pengerjaan soal. Berdasar hasil wawancara dengan guru matematika di MA Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, siswa kesulitan mengintepretasikan materi jarak dimensi tiga ke dalam pikiran mereka. Siswa membutuhkan bantuan (scaffolding) untuk meningkatkan level kemampuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi mengenai pemberian scaffolding yang dapat meningkatkan level taksonomi SOLO siswa kategori unistructural sesuai dengan kebutuhan siswa. Subjek penelitian terdiri atas lima siswa kelas XII yang terpilih melalui tes penglasifikasian Taksonomi SOLO level unistructural. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Peneliti sebagai instrumen utama menganalis hasil pengerjaan tes siswa dan melakukan wawancara mendalam. Scaffolding diberikan kepada siswa dengan mengacu pada hasil tes dan wawancara. Scaffolding diberikan agar siswa kategori unistructural dapat menggunakan lebih dari satu informasi/konsep dan saling mengaitkan antar konsep agar mampu membuat kesimpulan yang relevan. Scaffolding yang dapat meningkatkan level Taksonomi SOLO siswa adalah scaffolding level 2 yaitu explaining (showing and telling), reviewing (students explaining and justifying; looking, touching and verbalising; prompting and probing questions; parralel modeling ), restructuring (negotiating meanings), dan scaffolding level 3 yaitu developing conceptual thinking (making connections). Kata kunci: scaffolding, taksonomi solo, unistructural,  jarak dimensi tiga Abstract: SOLO Taxonomy is one way to classify students's abilities in working on geometry’s problems. Students who are included in the unistructural category in the SOLO Taxonomy level are able to use one information / conept in solving problems. Based on result of interview with mathematics teachers at MA Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, students had difficulty when interpreting distance material in solid geometry into their minds. Students who have difficulty need help (scaffolding) to increase their level of ability. This study aims to obtain a description of the provision of scaffolding that can increase the SOLO taxonomy level of students in the unistructural category according to student needs. Participants are five student of class 12th who is selected by test. This research uses a descriptive qualitative approach. Researchers as the main instrument analyze the results of student tests and conduct in-depth interviews with students. The test and interview results are used as a reference in providing scaffolding to students. Sacffolding is given so that students in the unistrutural category can use more than one information / concept and link each other between concepts in order to be able to make relevant conclusions. Scaffolding that can increase the level of SOLO’ to solve geometry problems is scaffolding level 2, namely explaining (showing and telling), reviewing (students explaining and justifying; looking, touching and verbalising; prompting and probing questions; parralel modeling), restructuring (negotiating meanings), and level 3 scaffolding, namely developing conceptual thinking (making connections). Keywords: scaffolding, SOLO taxonomy, unistructural, distance in solid geometry
ANALISIS PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI EFIKASI DIRI SISWA Eka Siti Nur Farochmah; Leonard Leonard
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i1.8831

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh efikasi diri siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa. Metode yang di gunakan adalah metode survey, yaitu metode pengumpulan data primer dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada responden individu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Bina Karya Mandiri kelas XI TKJ Tahun Pelajaran 2019/2020 yang terdiri dari 10 kelas dengan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara random sebanyak 42 siswa. Penelitian yang dilakukan menghasilkan beberapa data, yaitu berupa data kuantitatif berupa nilai rapor matematika siswa dan hasil angket efikasi diri siswa. Hasil analisis menunjukan terdapat pengaruh positif efikasi diri terhadap prestasi belajar matematika siswa. Kata kunci: Efikasi Diri, Prestasi Belajar Matematika Abstract: The purpose of the research is to describe the improvement in mathematics learning achievement after applying self-efficacy to students. The method used is the survey method, which is the primary data collection method by giving questions to individual respondents. The population of this study was all students of SMK Bina Karya Mandiri class XI TKJ 2019-2020 Academic Year consisting of 10 classes with a randomized sample of 42 students. The research conducted produced some data, namely in the form of quantitative data in the form of student report cards and qualitative data in the form of student self-efficacy questionnaires and observations. The analysis shows that there is a positive effect of self-efficacy on students' mathematics learning achievement. Keywords: Self-Efficacy, Mathematics Learning Achievement
PENGEMBANGAN TES FORMATIF MATEMATIKA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) UNTUK SISWA SMP Aliya Ulfah; Chairil Faif Pasani; Kamaliyah Kamaliyah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i1.10405

Abstract

Era globalisasi di abad ke-21 menyebabkan timbulnya upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan guru ialah mengajarkan Higher Order Thinking Skill (HOTS) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui pemberian tes kepada siswa. Hal tersebut dikarenakan penilaian di abad ke-21 mengharuskan siswa untuk berpikir tingkat tinggi seperti berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan problem solving. Di sisi lain, kebanyakan siswa kurang bisa mengerjakan soal-soal yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, padahal kompetensi dasar pada materi yang dirujuk memiliki kata kerja operasional (KKO) HOTS. Salah satu materi yang memiliki kompetensi dasar dengan KKO HOTS ialah persamaan garis lurus. Oleh karena itu, menyediakan tes formatif HOTS merupakan salah satu solusi dari permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini ialah menghasilkan tes formatif matematika materi persamaan garis lurus berbasis HOTS untuk siswa SMP yang valid. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian pengembangan dengan model formative research yang diadaptasi dari Tessmer. Namun, tahapan pada penelitian ini hanya sampai expert review dikarenakan kondisi Pandemi Covid-19 dan keterbatasan waktu yang dimiliki oleh peneliti. Hasil penelitian berupa 20 butir soal tes formatif matematika materi persamaan garis lurus berbasis HOTS berbentuk pilihan ganda yang memenuhi kriteria validitas dengan kategori sangat valid dari segi materi, konstruksi, dan bahasa menurut para ahli dengan rata-rata sebesar 3,73. Kata kunci: tes formatif, persamaan garis lurus, HOTS, siswa SMP Abstract: The era of globalization in the 21st century has led to efforts to improve the quality of human resources through education. One of the efforts made by the teacher is to teach Higher Order Thinking Skills (HOTS) or higher order thinking skills through giving tests to students. This is because assessment in the 21st century requires students to think at higher levels such as thinking critically, creatively, innovatively, and problem solving. On the other hand, most students are less able to work on questions that measure higher-order thinking skills, even though the basic competencies in the material referred to have HOTS operational verbs (KKO). One of the materials that has basic competence with KKO HOTS is straight-line equations. Therefore, providing a HOTS formative test is one solution to this problem. The purpose of this study was to produce a valid formative mathematics test on HOTS-based straight line equations for junior high school students. The research method used is development research with a formative research model adapted from Tessmer. However, the stages in this study were only up to an expert review due to the conditions of the Covid-19 Pandemic and the limited time the researchers had. The results of the study were 20 items formative mathematics test items HOTS-based straight line equations in the form of multiple choices that met the validity criteria with very valid categories in terms of material, construction, and language according to experts with an average of 3.73 Keywords: formative test, straight line equations, HOTS, junior high school students
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA PADA PENYELESAIAN SOAL BERORIENTASI KONTEN QUANTITY Triwahyu Riyatuljannah; Siti Fatonah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i1.10089

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) kemampuan literasi matematika siswa konten quantity secara umum, (2) kemampuan literasi matematika setiap level pada siswa konten quantity. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/verifikasi. Validasi data menggunakan validasi logis oleh ahli, triangulasi sumber dan metode. Kesimpulan penelitian ini yaitu (1) Kemampuan literasi matematika siswa berorientasi konten quantity secara umum memperoleh rata-rata nilai 69,42 dengan kategori baik. 2) Kemampuan literasi matematika siswa berorientasi konten quantity setiap level pada level 1 memperoleh nilai 73,2 kategori baik, level 2 memperoleh nilai 73,85 kategori baik, level 3 memperoleh nilai 67,65 kategori baik dan level 4 memperoleh nilai 58,82 kategori cukup. Kata kunci: literasi matematika, konten quantityAbstract: This study aims to analyze: (1) the students' mathematical literacy skills quantity in general, (2) the mathematics literacy skills of each level of content students quantity. This type of research is qualitative with a descriptive qualitative design. Data collection was carried out through test methods, observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out through the process of data reduction, data presentation and conclusion/verification. Data validation used logical validation by experts, triangulation of sources and methods. The conclusions of this study are (1) Mathematical literacy skills of students oriented to quantity content generally obtained an average value of 69.42 in the good category. 2) Mathematical literacy skills of students with content-oriented quantity at each level at level 1 get a good score of 73.2, level 2 get a good score of 73.85, level 3 get a score of 67.65 in the good category and level 4 get a score of 58.82 in the category enough. Keywords: mathematical literacy, quantity content
ANALISIS BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTROVERSIAL MATEMATIKA Alfiani Athma Putri Rosyadi
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i1.9988

Abstract

Berpikir kritis penting dalam kehidupan sehari-hari, karena dapat mengembangkan kemampuan untuk membuat keputusan dan menyelesaikan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan kontroversial. Proses berpikir kritis dalam penelitian ini mengacu pada  (a) Identify, (b) Define, (c) Enumerate, (d) Analyze, (e) List dan (f) Self-Correct. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian terdiri dari peneliti, lembar kerja, hasil kerja mahasiswa dan hasil wawancara. Penelitian ini melibatkan 40 mahasiswa calon guru semester 6 ( 43% ) dan semester 8 (57%) di jurusan matematika di kota malang. Analisis data dilakukan melalui : (1) Reduksi dari data tes dan hasil wawancara ,(2) Analisis dari data hasil tes dan wawancara dan (3) menyajikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah kontroversial melalui lima tahapan yaitu: Identify, Define, Enumerate, Analyze dan List serta Self-Correct. Hal ini menunjukkan terdapat penggabungan proses analyze dan list pada subjek penelitian saat menyelesaikan permasalahan kontroversial. Penguatan argumentasi muncul pada bagian enumerate, analisis dan list. Saran untuk peneliti berikutnya adalah diperlukan studi tentang kemungkinan penggabungan proses berpikir kritis. Selain itu kelemahan pada tahap analisis bisa menjadi referensi untuk dapat menggunakan metode lain untuk meningkatkan berpikir kritisnya. Kata kunci: Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, Masalah Matematika Kontroversial Abstract:  Critical thinking is essential in everyday life because it can develop the ability to make decisions and solve problems. The purpose of this study was to describe the critical thinking process of students in solving controversial problems. The critical thinking process in this study refers to (a) Identify, (b) Define, (c) Enumerate, (d) Analyze, (e) List, and (f) Self-Correct. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The research instrument consisted of researchers, worksheets, student work results, and interviews. This study involved 40 student-teacher candidates in the 6th semester (43%) and 8th semester (57%) in the mathematics department in Malang. Data analysis was carried out through (1) reduction of test data and interview results, (2) analysis of test and interview data, and (3) presenting them. The results showed that the critical thinking process in solving controversial problems through five stages, namely: Identify, Define, Enumerate, Analyze, and List and Self-Correct. This shows that there is a combination of the analysis and list processes in research subjects when solving controversial problems. Argument reinforcement appears in the enumerate, analysis, and list sections. The suggestion for the next researchers is that studies on the possibility of incorporating critical thinking processes are needed. Besides that, the weaknesses in the analysis stage can be a reference to be able to use other methods to improve critical thinking. Keywords: Critical Thinking, Problem Solving, Controversial Problem
ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING Romiyansah Romiyansah; Karim Karim; Siti Mawaddah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i1.8342

Abstract

Koneksi matematis memiliki dasar bahwa matematika merupakan ilmu yang tersusun atas bagian-bagian yang saling berhubungan dan ilmu yang utuh dan terstruktur yang biasanya disebut sebagai body of knowledge. Hal inilah yang membuat kemampuan koneksi matematis sangat penting untuk dimiliki siswa. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa diantaranya dengan diterapkannya model pembelajaran inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kemampuan koneksi matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 1 SMAN 5 Banjarmasin dengan jumlah 33 siswa, sedangkan objek penelitiannya adalah kemampuan koneksi matematis siswa. Observasi, tes, dan dokumentasi adalah teknik pengumpulan data pada penelitian ini. Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa pada aspek internal siswa mampu mengenali konsep matematika berada dalam kategori cukup. Pada aspek internal siswa mampu mengenali prinsip matematika, siswa dapat menggunakan keterkaitan antar topik matematika, dan siswa dapat mengenali prosedur matematika suatu representasi ke prosedur representasi yang ekuivalen berada pada kategori tinggi. Sedangkan pada aspek eksternal, siswa dapat menggunakan konsep dan prinsip matematika dalam kehidupan sehari-hari berada dalam kategori sangat tinggi.  Kata Kunci: model pembelajaran, inkuiri terbimbing, koneksi matematis Abstract: Mathematical connections have the basis that mathematics is a science that is composed of interrelated parts, and intact and structured science that is usually referred to as the body of knowledge. This thing makes mathematical connection ability so important owned by students. The effort that can be made to improve students' mathematical connection ability is by applying the guided inquiry learning model. The purpose of this study is to analyze the mathematical connection ability of students using the guided inquiry learning model. This research is a descriptive study with 33 students of grade XI MIPA 1 of SMAN 5 Banjarmasin as the subjects while the students' mathematical connection ability as the object. Observation, testing, and documentation are the data collection techniques in this study. Descriptive statistics are used to analyze the data obtained. The results showed that after using the guided inquiry learning model, the students' mathematical connection ability in the internal aspects that students was able to recognize mathematical concepts is in the sufficient category. In the internal aspects that students being able to recognize mathematical principles, students can use the linkages between mathematical topics and students can recognize mathematical procedures of a representation to representational procedures which are equivalent are in the high category. While for the external aspects that students can use mathematical concepts and principles in everyday life is in the very high category. Keywords: learning models, guided inquiry, mathematical connections
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA BUDAYA DI LINGKUNGAN LAHAN BASAH SEBAGAI SARANA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PESERTA DIDIK Noor Fajriah; Yuni Suryaningsih; Zainuddin Zainuddin; Rika Masriani; Liko Noor Rafianto Rahadhian
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i2.11858

Abstract

Penelitian diadakan untuk mendeskripsikan muatan-muatan matematika dalam budaya di lingkungan lahan basah yang akan dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika. Penelitian eksplorasi dengan pendekatan kualitatif digunakan sebagai metode. Tempat penelitian di lingkungan pasar terapung Lok Baintan. Penjual di pasar terapung dan bangunan di tepian sungai Martapura adalah subjek penelitian. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive dan data diperoleh berdasarkan observasi, wawancara, dan studi literatur. Data dianalisis berdasarkan empat tahap Miles Huberman. Berdasarkan temuan yang diperoleh bahwa materi Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel, Aritmatika Sosial, Garis dan Sudut, Segiempat dan segitiga, Penyajian Data, Persamaan Linier Dua Variabel, Teorema Phytagoras, Bangun Ruang Sisi Datar, Statistika, Kesebangunan dan Kekongruenan, Bangun Ruang Sisi Lengkung dan Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel dapat dihubungkan dengan budaya di lingkungan lahan basah. Konteks budaya di lingkungan lahan basah tersebut dikonstruksi menjadi masalah yang menarik sedemikian hingga diharapkan akan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.    Kata kunci: etnomatematika, lingkungan lahan basah, pasar terapung, berpikir tingkat tinggi  Abstract: The research was conducted to describe the content of mathematics in culture in a wetland environment used in learning mathematics. Exploratory research with a qualitative approach was used as a research site in the Lok Baintan floating market environment. Sellers in floating markets and buildings on the coast of the Martapura river were the subject of research. Subject selection was carried out purposively, and data were obtained based on observations, interviews, and literature studies. Data were analyzed based on four stages of Miles Huberman. Based on the findings received that the material was Linear Equations and Inequality with One Variable, Social Arithmetic, Lines and Angles, Quadrilaterals and Triangles, Data Presentation, Linear Equations of Two Variables, Pythagorean Theorem, Construct Flat Side Spaces, Statistics, Similarities, and Congruences, Construct Curved Side Spaces. The Three Variable Linear Equation System can be related to culture in a wetland environment. The cultural context in the wetland environment was constructed into an interesting problem so that it was hoped that it would develop students' higher-order thinking skills. Keywords: ethnomathematics, wetland environment, floating market, higher-order thinking
EFIKASI DIRI MAHASISWA PADA PERKULIAHAN PERSAMAAN DIFFERENSIAL Jahring Jahring; Nasruddin Nasruddin; Marniati Marniati; Tahir Tahir
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i2.10104

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil efikasi diri mahasiswa program studi pendidikan matematika FKIP USN Kolaka. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang melibatkan 48 mahasiswa angkatan 2017 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP USN Kolaka. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik angket efikasi diri. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan hasil: (1) Efikasi diri mahasiswa kategori sangat tinggi sebesar 6,35%, kategori tinggi sebesar 29,17%, kategori sedang sebesar 56,25%, dan katgeori rendah sebesar 8,33%; (2) persentasi rata-rata efikasi diri mahasiswa pada dimensi level sebesar 67,19%, dimensi generality sebesar 68,20%, dan dimensi strength sebesar 69,01%. Efikasi diri sangat penting bagi mahasiswa karena sebagai salah satu prediktor yang akan menunjang prestasi akademiknya. Kata kunci: Analisis, Efikasi Diri, Persamaan Differensial, Mahasiswa. Abstract: This study aims to describe the self-efficacy profile of students of the USN Kolaka FKIP mathematics education study program. This type of research is a descriptive study involving 48 students of class 2017 Mathematics Education Study Program, FKIP USN Kolaka. The data in this study were obtained by using a self-efficacy questionnaire. The data obtained were analyzed descriptively with the results: (1) the student self-efficacy category was very high at 6.35%, high category was 29.17%, medium category was 56.25%, and low category was 8.33%; (2) the mean percentage of student self-efficacy at the level dimension is 67.19%, the generality dimension is 68.20%, and the strength dimension is 69.01%. Self-efficacy is very important for students because it is a predictor that will support their academic achievement. Keywords: Analysis, Self Efficacy, Differential Equation, Student
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Web pada Materi Fungsi Kuadrat dengan Metode Drill and Practice Harja Santana Purba; Muhammad Drajad; Andi Ichsan Mahardika
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i2.11785

Abstract

Inovasi media pembelajaran adaIah saIah satu cara untuk mengikuti kemajuan teknoIogi daIam bidang pendidikan, sehingga hadirnya media pembelajaran diharapkan akan mampu membantu pendidik daIam penyampaian materi kepada peserta didik. Media pembelajaran yang dikembangkan adaIah media pebeIajaran interaktif yang dapat merespon aktivitas peserta didik. Tujuan dari peneIitian ini adaIah untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis web pada materi fungsi kuadrat keIas IX dengan metode drill and practice dan menganaIisis keIayakan media pembelajaran interaktif berbasis web pada materi fungsi kuadrat keIas IX SMP dengan metode drill and practice yang meIiputi vaIiditas, kepraktisan, dan keefektifan. PeneIitian pengembangan ini menggunakan metode Research and DeveIopment (R&D) dan modeI ADDIE yang memiIiki Iima tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Subjek uji coba adaIah peserta didik keIas IX C SMPN 2 Banjarmasin. PeneIitian ini menggunakan teknik pengumpuIan data angket dan tes formatif, dan Teknik anaIisis data yang digunakan adaIah statistik deskriptif. Media pembelajaran interaktif berbasis web pada materi fungsi kuadrat dikembangkan meIaIui 5 tahapan yang terdapat pada modeI ADDIE dan menggunakan teknoIogi HTML, CSS, Javascript, JSON, Scratch, Firebase, MathJax dan Geogebra. Dari hasil peneIitian didapatkan vaIiditas materi dan media yang vaIid, respon yang diberikan oIeh peserta didik dan guru menunjukkan respon yang positif, hasil beIajar peserta didik seteIah menggunakan media pembelajaran interaktif memperoIeh persentase ketuntasan 81%. OIeh karena itu, media pembelajaran interaktif berbasis web pada materi fungsi kuadrat keIas IX SMP dengan metode drill and practice Iayak digunakan karena teIah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, serta keefektifan. Kata kunci: media pembelajaran interaktif berbasis web, fungsi kuadrat, metode pembelajaran drill and practice. Abstract: Learning media innovation is one way to keep up with technological advances in education, this learning media is hope will be able to help education in delivering material to students. The learning media developed with interactivity which is can respond students activities. The purpose of this research is to developed a web-based interactive learning media on quadratic function material with drill and practice method and feasibility analysis of developed a web-based interactive learning media on quadratic function material with drill and practice including validity, effectiveness, and practicality. in this research development using method Research and DeveIopment (R&D) and ADDIE model that have five stage including Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. The test subject is student of class IX C SMPN 2 Banjarmasin. in this research using technique questionnaire data collection and formative tests. The data analysis technique using descriptive statistics. web-based interactive learning media on quadratic function material with drill and practice method developed by 5 steps in ADDIE model and using technology like HTML, CSS, Javascript, JSON, Scratch, Firebase, MathJax dan Geogebra.From the results of this study, obtained validity of material and media is valid, learning outcomes of students after using interactive learning media get a mastery percentage of 81%, the responses given by students and teachers show a positive response. Conclusion of this research is web-based interactive learning media on quadratic function material with drill and practice method Appropriate to use because it has met the criteria of validity, effectiveness, and practicality. Keywords: web-based interactive learning media, quadratic functions, drill and practice learning methods