cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN SOAL HOTS DARI BUKU AJAR MATEMATIKA SINGAPURA, JEPANG, DAN INDONESIA Manopo Manopo; Resty Rahajeng
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i2.9164

Abstract

Buku ajar merupakan salah satu cerminan kurikulum suatu negara. Buku ajar matematika yang digunakan di sekolah mempengaruhi kualitas pembelajaran matematika. Menteri Pendidikan Indonesia telah menerbitan buku ajar siswa dan guru yang didistribusikan secara nasional pada tahun 2013. Beberapa perbaikan dilakukan untuk merevisi buku tersebut. Revisi buku dilakukan untuk memperbaiki konten dan memperkenalkan soal HOTS untuk mempersiapkan siswa Indonesia menghadapi tantangan abad 21. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian  analisis perbandingan soal HOTS pada buku ajar matematika negara Singapura, Jepang, dan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan distribusi soal HOTS pada buku ajar matematika ketiga negara tersebut. Penelitian ini menggunakan model penelitian analisis konten. Analisis konten adalah metode penelitian yang memberikan cara-cara yang sistematis dan objektif untuk membuat kesimpulan yang valid. Hasil penelitian menunjukkan proporsi soal HOTS dari buku ajar matematika Singapura, Jepang, dan Indonesia secara berturut-turut 27,08%, 17,02%, dan 28,57%. Masing-masing buku ajar matematika memberikan konten yang mendukung soal HOTS dan kurikulum yang berlaku di negara masing-masing. Kata kunci: Buku Ajar, Soal HOTS, Singapura, Jepang, Indonesia Abstract: Textbook is a reflection of curriculum in a country. Mathematics textbook used in schools influences the quality of mathematics learning. Education Ministry of Indonesia had published textbook for student and teacher which distributed nationally in 2013. Some revisions conducted to improve the textbook. Revised textbook purposely both to improve content and to promote HOTS problems anticipating Indonesian student for sustaining in 21st century. Therefore, researcher conducted a research to analyze and to compare HOTS Problem on mathematics textbook from Singapore, Japan, and Indonesia. The purposes of this research are to understand and also to compare the distribution of HOTS problem from mathematics textbook of the three countries. This research uses analysis content research model. Content analysis is a method providing systematic and objective ways to deduce a valid result. The result shows the proportion of HOTS problem on mathematics textbook from Singapore, Japan, and Indonesia consecutively 27,08%, 17,02%, dan 28,57%. Each the mathematics textbook promotes content supporting HOTS problem and curriculum that is being used in the countries. Keywords: Textbook, HOTS Problems, Singapore, Japan, Indonesia
EVALUASI USABILITY HEURISTICS PADA MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS WEB Muhammad Hifdzi Adini; Harja Santana Purba; R. Ati Sukmawati; Aziza Nasrina
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i2.9817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi Usability Heuristics pada media pembelajaran Matematika materi Bangun Ruang dan Sisi Lengkung berbasis web dengan menggunakan metode Heuristic Evaluation. Instrumen evaluasi yang digunakan adalah kuesioner yang disusun berdasarkan sepuluh prinsip Usability Heuristics dan ditugaskan kepada empat orang ahli untuk sebagai evaluator. Setiap prinsip akan diberikan rating dengan skala 0 (nol) sampai 4 (empat) dengan kritetia 0 (tidak ada masalah usability), 1 (cosmetic problem), 2 (minor usability problem), 3 (major usability problem), dan 4 (usability catastrophe).  Berdasarkan hasil evaluasi, ditemukan bahwa media pembelajaran tidak memiliki masalah usability yang mempengaruhi proses penggunaan media. Rata-rata rating tertinggi terdapat pada prinsip Help and documentation dengan rating 1.5, hal ini menujukan bahwa media memerlukan perbaikan minor dari segi dokumentasi dan panduan. Kata kunci: evaluasi, usability, media Abstract: This study aims to evaluate the Usability Heuristics on the web-based learning media of Mathematics for Space Building and Curved Sides using the Heuristic Evaluation method. The evaluation instrument used was a questionnaire based on ten Usability Heuristics principles and assigned to four experts as evaluators. Each principle will be given a rating on a scale of 0 (zero) to 4 (four) with criteria 0 (no usability problems), 1 (cosmetic problems), 2 (minor usability problems), 3 (major usability problems), and 4 (usability problems) catastrophe). Based on the evaluation results, it was found that the learning media did not have usability problems that affected the process of using the media. The highest average rating is found in the Help and documentation principle with a rating of 1.5, this indicates that the media requires minor improvements in terms of documentation and guidance. Keywords: evaluation, usability, media
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PMRI UNTUK PEMBELAJARAN ONLINE Ria Rahayu; Julan Hernadi
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i2.9203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menghasilkan perangkat pembelajaran matematika yang praktis untuk diterapkan pada pembelajaran online. (2) Mengetahui kualitas perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI jika diterapkan pada pembelajaran online dilihat dari aspek kevalidan dan kepraktisan. Penelitian yang dilakukan berjenis penelitian pengembangan sesuai dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan dianalisis secara deskriptif. Kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah sebagai berikut: (1) RPP yang dikembangkan dalam penelitian ini mencapai kriteria “valid” dengan presentase mencapai 80,68%. (2) LKS yang dikembangkan dalam penelitian ini mencapai kriteria yang baik dalam beberapa aspek yakni pada aspek materi mencapai kriteria “sangat valid” dengan presentase mencapai 87,50%, aspek aktifitas mencapai kriteria “sangat valid” dengan presentase mencapai 86,25%, aspek bahasa mencapai kriteria “sangat valid” dengan presentase mencapai 84,37%, dan aspek waktu mencapai kriteria “sangat valid” dengan presentase mencapai 81,25 %. (3) Video pembelajaran dinyatakan mencapai kriteria “sangat valid” dengan presentase mencapai 85,71%. (4) Hasil penilaian siswa terhadap perangkat pembelajaran online yang diujicobakan mencapai kriteria “sangat praktis” dengan persentase 87,91%. Kata kunci: perangkat pembelajaran, pembelajaran online, pendekatan PMRI Abstract: this research aimed to (1) Producing practical mathematics learning device to be applied to online learning. (2) Know the quality of mathematics learning device with the PMRI approach while it is applied in online learning it is seen from the aspect of validity and practicality. The type of research conducted is development research according to the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The data collection technique in this study used a questionnaire and was analyzed descriptively. The quality of learning device developed are as follows: (1) The RPP developed in this study reaches the criteria “valid” percentage reached 80.68%. (2) LKS developed in research achieve good criteria in several aspects namely the material aspects “very valid” with the percentage of reaching 87,50 %, the aspect of activity reaches the criteria of “very valid” with a percentage reaching 86.25%, aspects of language reach the criteria of “very valid” with a percentage of 84.37%, and the time aspect reaches the “very valid” criteria with a percentage of 81.25%. (3) The learning video is stated to reach the criteria of “very valid” with a percentage reaching 85.71%. (4) While the results of student assessments of the online learning device tested were achieved “very practical” criteria with a presentation of 87.91%. Keywords: learning device, online learning, PMRI approach
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HOTS PADA MATERI APLIKASI TURUNAN FUNGSI KELAS XI MIPA SMAN 5 BANJARMASIN Rasmita, Rasmita; Ansori, Hidayah; Suryaningsih, Yuni
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i2.9854

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada Materi aplikasi turunan dengan menggunakan model pembelajaran CORE, (2) hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada Materi aplikasi turunan dengan menggunakan model pembelajaran langsung, dan (3) pengaruh model pembelajaran CORE terhadap hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi aplikasi turunan fungsi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan populasinya adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 5 Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling, sehingga diambil dua kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Adapun teknik yang digunakan untuk pengumpulan data berupa dokumentasi dan tes. Teknik analisisnya menggunakan statistika deskriptif maupun inferensial. Hasil penelitian menujukkan bahwa (1) hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi aplikasi turunan fungsi kelas XI MIPA SMAN 5 Banjarmasin tahun pelajaran 2017/2018 dengan menerapkan model pembelajaran CORE termasuk kriteria baik, (2) hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi aplikasi turunan fungsi  kelas XI MIPA SMAN 5 Banjarmasin tahun pelajaran 2017/2018 dengan menerapkan model pembelajaran langsung termasuk kriteria kurang, dan (3) model pembelajaran CORE berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi aplikasi turunan fungsi kelas XI MIPA SMAN 5 Banjarmasin tahun pelajaran 2017/2018. Kata kunci: model pembelajaran CORE, hasil belajar, HOTS Abstract: This study aimed to determine (1) student learning outcomes in solving HOTS questions on the derivative function application material using the CORE learning model, (2) student learning outcomes in solving HOTS questions on the derivative function application material using direct learning models, and (3) the effect of CORE learning model towards student learning outcomes in solving HOTS questions on the derivative function application material. This study used a quasi-experimental method with the population of all students in eleventh grade of MIPA SMAN 5 Banjarmasin. The sampling technique was purposive sampling, so that two classes were taken as the experimental class and the control class. The techniques used for data collection were documentation and tests. The analysis technique uses descriptive and inferential statistics. The results of the study show that (1) student learning outcomes in solving HOTS questions on the derivative function application material of eleventh grade MIPA SMAN 5 Banjarmasin in the academic year 2017/2018 by applying the CORE learning model including good criteria, (2) student learning outcomes in solving HOTS questions on the derivative function application material from eleventh grade MIPA SMAN 5 Banjarmasin academic year 2017/2018 by applying the direct learning model including deficient criteria, and (3) the CORE learning model has an effect on student learning outcomes in solving HOTS questions on the derivative function application material from eleventh grade MIPA SMAN 5 Banjarmasin academic year 2017/2018. Keywords: CORE learning model, learning outcomes, HOTS
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI JARING-JARING BANGUN RUANG SEDERHANA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NONEXAMPLES SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Mujiyono Mujiyono
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i2.9211

Abstract

Materi jaring-jaring bangun ruang sederhana diajarkan di kelas V SD. Hasil belajar siswa pada materi ini masih rendah, khususnya di kelas V SDN Asam Randah Kecamatan Hatungun Kabupaten Tapin. Siswa mendapat ketuntasan belajar hanya 50%. KKM yang ditetapkan sekolah minimal 85%. Jika hal ini dibiarkan maka akan berdampak pada prestasi siswa menjelang kenaikan kelas. Salah satu usaha yang mungkin dapat memperbaiki hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran examples non examples. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan aktivitas siswa, aktivitas guru dalam pembelajaran, dan hasil belajar siswa pada konsep jaring-jaring bangun ruang sederhana. Penelitian dilakukan dua  siklus, setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Subjek penelitian 15 orang siswa kelas V SDN Asam Randah Kecamatan Hatungun Kabupaten Tapin semester II tahun pelajaran 2019/2020. Data dikumpulkan melalui tes dan observasi, selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan model pembelajaran examples non examples dapat meningkatkan aktivitas siswa, guru, dan hasil belajar siswa.   Kata kunci: examples non examples, bangun ruang, matematika. Abstract: The material for solid figure nets is taught in 5th grade of elementary school. Student learning outcomes in this material are still low, especially in 5th grade of SDN Asam Randah, Hatungun District, Tapin Regency. Students get only 50% completeness in learning. The minimum KKM determined by the school is 85%. If this is allowed, it will have an impact on student achievement before class promotion. One effort that might improve student learning outcomes is by applying the examples non examples learning model. This classroom action research aims to increase student activity, teacher activity in learning, and student learning outcomes on the concept of solid figure nets. The study was conducted in two cycles, each cycle consisting of two meetings. The research subjects were 15 of 5th grade students of SDN Asam Randah, Hatungun District, Tapin Regency, semester II of the 2019/2020 school year. Data were collected through tests and observations, then analyzed descriptively. The results showed that the use of the examples non-examples learning model can improve student activity, teachers, and student learning outcomes. Keywords: examples non examples, solid figure, mathematics
SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MATEMATIKA DALAM MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI SEKOLAH DASAR Jumadar Jumadar
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i2.9212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru matematika dalam menggunakan model kooperatif tipe jigsaw di sekolah dasar melalui supervisi akademik dengan teknik kunjungan kelas. Penelitian ini berjenis penelitian tindakan sekolah dengan dua siklus yang dilaksanakan selama tiga bulan (Januari-Maret 2020). Subjek penelitian guru mata pelajaran matematika kelas VI SD Negeri Matang Batas Kecamatan Hatungun Kabupaten Tapin. Fokus yang diteliti yaitu proses pembelajaran dan data dikumpulkan melalui pengamatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa supervisi akademik kunjungan kelas dapat meningkatkan aktivitas guru dalam membuat RPP dengan kategori baik pada akhir siklus II dan ketuntasan hasil belajar siswa dicapai juga pada akhir siklus II.   Kata kunci: kunjungan kelas, supervisi akademik, matematika. Abstract: This study aimed to improve the ability of mathematics teachers to use the jigsaw-type cooperative model in elementary schools through academic supervision with class visit techniques. This research was a school action research type with two cycles which were carried out for three months (January-March 2020). The subject of the research was the sixth grade mathematics teacher at SD Negeri Matang Batas, Hatungun District, Tapin Regency. The focus under study is the learning process and data is collected through observation. The results showed that the academic supervision of class visits could increase teacher activity in making lesson plans with good categories at the end of cycle II and completeness of student learning outcomes was also achieved at the end of cycle II.. Keywords: class visits, academic supervision, mathematics.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DALAM CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS Rines Noferina; Erdawati Nurdin; Noviarni Noviarni
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i1.10208

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu keterampilan yang wajib dimiliki setiap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kemampuan pemecahan masalah dalam contextual teaching learning (CTL) dari tinjauan disposisi matematis. Penelitian eksperimen dengan desain faktorial ini dilakukan di SMPN 3 Tambang di provinsi Riau. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, angket dan tes. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji ANOVA dua jalur. Hasil penelitian dan analisis data menyimpulkan bahwa CTL berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah, sedangkan disposisi matematis tidak. Penerapan CTL dalam pembelajaran matematika harus dilakukan secara kontinu untuk memperoleh kemampuan pemecahan masalah matematis yang baik. Kata kunci: contextual teaching and learning, pemecahan masalah, faktorial desain Abstract: Mathematical problem solving is important skill students must have.This study aims to examine students’ problem solving skill in contextual teaching and learning in terms of mathematical dispositions. Factorial design experimental was conducted at SMPN 3 Tambang, Riau province. Sample selected by cluster random sampling technique. Observation sheets, questionnaires and tests were used. The data were analyzed by the two way ANOVA test. The conclusion is CTL has an effect on problem solving, while mathematical dispositions does not. CTL must be applied continously to obtain high mathematical problem solving. Keywords: contextual teaching and learning, problem solving, factorial design
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH BERORIENTASI HOTS Siti Mawaddah; Indah Budiarti; Mahpi Aulia
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i1.9750

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pengembangan dan menghasilkan perangkat pembelajaran matematika konteks lahan basah berorientasi HOTS untuk siswa SMP. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Plomp dengan kriteria valid, praktis dan efektif untuk mengetahui terpenuhi atau tidak kriteria valid, praktis dan efektif  maka dilakukan validasi dan uji coba. Hasil uji validasi oleh dua orang validator menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran matematika (LKPD dan THB) yang dikembangkan memenuhi kriteria valid. Hasil uji coba untuk kepraktisan perangkat pembelajaran, tingkat keterlaksanaan LKPD untuk setiap pertemuan berada pada kategori tinggi sehingga disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan adalah praktis. Untuk keefektifan, semua indikator yakni ketuntasan belajar, aktivitas siswa dan respon siswa memenuhi kriteria yang ditetapkan. Dalam hal ketuntasan belajar sekitar 84,5% siswa yang mendapatkan skor  minimal 70. Semua aktivitas siswa berada dalam kriteria keefektifan yang ditetapkan, dan respon siswa berdasarkan beberapa pertanyaan yang diberikan adalah positif. Konteks lahan basah pada perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu makanan, flora fauna, budaya, alat transportasi dan tempat wisata di Kalimantan Selatan. Kata kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, lahan basah, HOTS Abstract: The purpose of this study was to describe the process of developing and producing HOTS-oriented wetland context mathematics learning tools for junior high school students. This development research using the Plomp development model with valid, practical and effective criteria. To determine whether valid, practical and effective criteria are met or not, validation and trials are conducted. The results of the validation test by two validators showed that the mathematics learning tools (LKPD and THB) developed met the valid criteria. The results of the trial for the practicality of learning tools, the level of implementation of the LKPD for each meeting were in the high category, so it was concluded that the LKPD developed was practical. For effectiveness, all indicators, namely learning completeness, student activities and student responses meet the established criteria. In terms of learning completeness, about 84.5% of students get a minimum score of 70. All student activities are within the effectiveness criteria set, and student responses based on some of the questions given are positive. The wetland context in the learning tools developed are food, flora and fauna, culture, transportation and tourist attractions in South Kalimantan.Keywords: Keywords: development, learning tools, wetland, HOTS.
PENGEMBANGAN MODEL LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) KOORDINAT CARTESIUS UNTUK KELAS VIII SMP BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK Muhammad Hanafi; Dina Huriaty; Mayang Gadih Ranti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i1.10336

Abstract

Salah satu pendekatan yang membuat siswa aktif dan meningkatkan keingintahuan siswa dalam tuntutan Kurikulum 2013 adalah pendekatan saintifik. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik perlu ditunjang dengan ketersediaan bahan ajar yang tepat, salah satunya adalah LKS. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model LKS koordinat Cartesius untuk kelas VIII SMP berbasis pendekatan saintifik. Metode penelitian ini adalah Research & Development. Model pengembangan mengacu pada model ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Uji coba skala kecil dilakukan terhadap 9 siswa kelas VIII. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi, angket respon siswa, dan tes hasil belajar. Teknik analisis data dilakukan untuk medapatkan LKS yang memenuhi aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif untuk mengetahui kelayakan LKS yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan model LKS koordinat Cartesius yang dikembangkan berdasarkan lima tahapan  ADDIE telah memenuhi kriteria valid, sangat praktis, dan efektif dengan persentase ketuntasan klasikal berada pada kategori sangat baik.   Kata kunci: Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Saintifik, Model ADDIE Abstract: One of approach to make students active and develop student’s curiosity according to curicculum 2013 is scientific approach.  Learning using scientific approach is needed to supported by availability of good learning sources. One of them is worksheet. This research aims to develop the model of worksheet on Cartesius coordinate topic based scientific approach for Junior High School Students class VIII. This research is research and development. Development model using ADDIE with the five steps, namely Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Try Out was done on nine students of class VIII Junior High School. The instruments were validation sheets, student’s response quationare, and test. Analysis data tehcnique was quantitative to get the quality of worksheet from its validity, practically, and effectiveness. The results shows that the Cartesius Coordinate worksheet model based scientific approach for junior high school class VIII was develop using ADDIE Model was valid, very practice and effective with classical mastery percentage on very good category. Keywords: Student Worksheet, Scientifc Approach, ADDIE Model
PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS MAHASISWA CALON GURU SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI GENDER DAN GAYA BELAJAR Muhammad Turmuzi; Nani Kurniati; Syahrul Azmi
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i1.10371

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan secara lengkap kompetensi mahasiswa dalam memahami konsep matematis pada mahasiswa calon guru sekolah dasar dilihat dari gender dan gaya belajar. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Mataram. Informasi yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan informasi sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah informan, khususnya mahasiswa, dan sumber tambahan adalah dokumentasi terkait pemahaman mahasiswa tentang konsep matematis. Instrumen yang digunakan adalah tes gaya belajar dan uji coba kemampuan memahami konsep matematis. Untuk mengetahui gaya belajar mahasiswa digunakan angket tes gaya belajar yang terdiri dari angket gaya belajar visual, gaya belajar auditorial dan angket gaya belajar kinestetik. Untuk mengukur pemahaman konsep matematis mahasiswa digunakan soal ujian semester. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai rata-rata pemahaman konsep matematis mahasiswa ditinjau dari gender dan gaya belajar, secara spesifik: a) Visual (laki-laki 67,50 dan perempuan 80,55); b) Auditorial (laki-laki 72,50 dan perempuan 83,57); Kinestetik (Pria 72.50 dan Wanita 80.00); Auditorial-Kinestetik (wanita 80.00) Kata kunci: Konsep Matematis, Gender, Gaya Belajar Abstract:The purpose of this study was to describe completely the competence of students in understanding mathematical concepts of prospective elementary school teacher students in terms of gender and learning styles. The subjects of this study were students of the Elementary School Teacher Education Study Program, Mataram University. The information collected in this study is primary data and secondary information. Primary data in this study were informants, especially students, and additional sources were documentation related to students' understanding of mathematical concepts. The instrument used was a learning style test and a test of the ability to understand mathematical concepts.To determine student learning styles, a learning style test questionnaire was used which consisted of a visual learning style questionnaire, an auditory learning style and a kinesthetic learning style questionnaire. To measure students' understanding of mathematical concepts, semester exam questions are used. The conclusion of this study is the average value of students' understanding of mathematical concepts in terms of gender and learning style, specifically: a) Visual (male 67.50 and female 80.55); b) Auditorial (male 72.50 and female 83.57); Kinesthetic (Male 72.50 and Female 80.00); Auditorial-Kinesthetic (female 80.00). Keywords: Mathematical Concepts, Gender, Learning Styles