cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
METAMORFOSA Journal of Biological Sciences
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025697     EISSN : 26558122     DOI : -
METAMORFOSA is an electronic scientific journal published periodically by the Master of Biology Udayana University, which includes scientific works in the field of Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2017)" : 20 Documents clear
RAGAM ALEL DNA MITOKONDRIA MASYARAKAT SOROH PANDE DI BALI DENGAN METODE PCR-RFLP Ni Putu Senshi Septiasari; I Ketut Junitha; Ni Nyoman Wirasiti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p12

Abstract

Masyarakat Bali mengelompokkan diri berdasarkan soroh atau garis keturunan tetapi bukti genetik pengelompokkan tersebut belum diketahui. Salah satu soroh/ klan yang memiliki persebaran yang luas di seluruh Bali adalah soroh/ klan Pande. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ragam alel DNA mitokondria masyarakat soroh Pande di Bali dengan metode Polymerase Chain Reaction-Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP) yang berguna untuk kepentingan forensik. Sampel sel epitel mukosa mulut diambil dengan cara purposive sampling yang terdiri dari 35 sampel warga Pande. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi DNA dengan metode fenol-kloroform yang telah dimodifikasi, amplifikasi DNA pada daerah D-loop DNA mitokondria (mtDNA), digesti produk PCR dengan lima macam enzim restriksi dan elektroforesis dengan menggunakan gel agarose 1 % dan PAGE 10%. Penelitian ini mendapatkan sembilan ragam alel. Digesti dengan enzim Hae III, Hinf I, Mbo I dan Dde I mendapatkan masing-masing dua tipe pemotongan sedangkan enzim Hind III tidak memiliki situs pengenalan pada daerah D-loop DNA mitokondria. Enzim Hind III tidak dapat digunakan untuk membedakan profil DNA antar individu karena bersifat monomorfik.
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK KOTA SEBAGAI BAHAN DASAR PUPUK ORGANIK CAIR (POC) UNTUK PERTUMBUHAN Lactuca sativa L.var. crispa DENGAN SISTEM VERTIKULTUR Eka Muliani; Zozy Aneloi Noli; Periadnadi Periadnadi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p03

Abstract

Pemanfaatan kembali sampah organik sebagai bahan dasar pupuk organik cair (POC) merupakan salah satu cara dalam mengatasi permasalahan sampah terutama di perkotaan. POC yang dihasilkan dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, seperti Lactuca sativa var. crispa (selada merah). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi POC berbahan dasar sampah organik kota terhadap pertumbuhan selada merah yang ditanam dengan sistem vertikultur. Penelitian dilakukan dengan mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan adalah konsentrasi POC (0%, 10%, 20%, 30% dan 40%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi POC memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun baru, luas daun, berat basah dan kadar klorofil total selada merah tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman. Konsentrasi POC terbaik untuk pertumbuhan selada merah adalah 10%.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ALAMI PENCERNAAN IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus ) SEBAGAI KANDIDAT PROBIOTIK Awari Susanti; Periadnadi Periadnadi; Nurmiati Nurmiati
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p17

Abstract

Penelitian tentang Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Alami Pencernaan Ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) Sebagai Kandidat Probiotik di laksanakan di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, dari bulan Oktober 2015 sampai Mei 2016. Penelitian ini dilakukan dengan metoda ekperimen terhadap karakter mikroflora alami pencernaan ikan patin yang di analisis secara deskriftif. Bakteri indigenous di isolasi dengan medium GPA + CaCo3, isolat yang didapat di tentukan karakter dan potensi nya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa didalam usus Ikan Patin Siam pada medium GPA + CaCo3 ditemukan 32 x 106 cfu/g bakteri indigenous yang bersifat fermentatif, yang dapat mengubah gula menjadi asam. Keempat isolat yang didapatkan memiliki karakteristik garam positif dan gram negatif. Berbentuk batang, dengan bentuk koloni yang berbeda-beda, katalase yang bereaksi positif dan negatif serta motilitas yang positif. Pada isolat PIRI3 memiliki nilai indeks degradatif tertinggi 1,6 dan tergolong dalam bakteri asam laktat pada genus Lactobacillus.
THE EFFECT OF OFFERED FERMENTED RICE HULL IN RATION SUPPLEMENTED WITH PURPLE SWEET POTATO (Ipomoea batatas L.) LEAF ON LIPID PROFILE OF DUCK MEAT T.G. Oka Susila; T.G. Belawa Yadnya; Ni Gusti Ketut Roni
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p08

Abstract

This experiment was carried out to study the effect of offered fermented rice hull in ration supplemented with purple sweet potato (Ipomoea batatas L.) leaf on lipid profile of duck meat. Seven treatment rations were used in a completely randomized design (CRD) consisted of control ration A (ration without containing rice hull and purple sweet potato leaf), ration B (ration containing 5% rice hull), ration C (ration containing 5% fermented rice hull and purple sweet potato leaf ), ration D (ration containing 10% rice hull), ration E (ration containing 10% fermented rice hull and purple sweet potato leaf), ration F (ration containing 15% rice hull),and ration G (ration containing 15% fermented rice hull and purple sweet potato leaf). Each treatment consisted of three replicates and each replicate consisted of five ducks. Variable observed in this study were feed consumption, protein, crude fiber and antioxidant consumption and lipid profile consisted cholesterol total, HDL, LDL and TGA. The results showed that feed, protein, crude fiber and antioxidant consumption on treatment A were 6414.10., 1027.70., 520.82 and 59,51g/head. Giving treatment B, C, D, E, F and G decrease feed consumption (P, < 0.05), but protein consumption was increase significantly (P <0.05) except for treatment B was not significant compared with treatment A. Giving treatments C, E and G were decrease crude fiber consumption (P<0.05). Crude fiber consumption in treatment B increase significantly (P < 0.05), but crude fiber consumption in treatment D and F were not significantly different (P>0.05) with control (A). Antioxidant consumption for treatments B, C, D, E, F and G were increase significantly (P<0,05) compared with A. Lipid profile of duck meat consisted of cholesterol total, HDL, LDL and TGA in treatment A were 75,84., 26,81., 30,04 and 100,87 mg/100g. Offered treatment B, C, E, F and G significantly decrease cholesterol total (P<0.05), but treatment D was not significantly different (P>0.05) with treatment A . While on HDL and TGA for all treatment were not significantly different (P>0.05) except TGA for treatment C was increase significantly (P<0.05), compared treatment A. Offered treatment C, E and G were significantly decease LDL of duck meat, but treatment B, D and F were not significantly different (P<0.05) with treatment A. Its can be concluded that offered fermented rice hull in ration supplemented with purple sweet potato (Ipomoea batatas L.) leaf improve lipid profile of duck meat.
OPTIMALISASI MEDIA ORGANIK UNTUK PERBANYAKAN ANGGREK HITAM (Coelogyne pandurata Lindl.) SECARA IN VITRO Ni Kadek Dwipayani Lestari; Ni Wayan Deswiniyanti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p13

Abstract

Populasi anggrek hitam (Coeloegyne pandurata Lindl.) terancam punah karena akibat eksploitasi yang berlebihan. Masalah tersebut dapat diatasi dengan teknik perbanyakan anggrek melalui kultur in vitro, namun harga media kultur jaringan relatif mahal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang respon pertumbuhan benih anggrek hitam pada media kultur bahan organik dan modifikasinya, sehingga dapat digunakan sebagai media alternatif untuk pertumbuhan anggrek hitam yang optimal. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan yaitu media organik 1 (kentang), 2 (pisang ambon) dan 3(ubi jalar) masing-masing 10 ulangan. Data dianalisis secara statistik menggunakan Analisis Varians dan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media organik kentang dan pisang ambon memiliki waktu tumbuh paling cepat dan jumlah tunas paling banyak dibandingkan media organik ubi jalar. Secara statistik kontaminasi tidak dipengaruhi secara signifikan oleh media, jadi dalam hal ini media paling baik/optimum adalah kentang dan pisang ambon, yang berbeda nyata dengan ubi jalar pada waktu tumbuh dan jumlah tunas.
JENIS KUNANG-KUNANG (COLEOPTERA: LAMPYRIDAE) DI KAWASAN GUNUNG TUJUH, KABUPATEN KERINCI, PROVINSI JAMBI Annisa Izmi Aulia; Mairawita Mairawita; Resti Rahayu
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p02

Abstract

A study about firefly species was conducted at the Gunung Tujuh, Kerinci, Jambi Province. This study was used purposive sampling method and direct collection used insect net at Gunung Tujuh lake climb track. The results show that 59 individuals were collected consist of three subfamilies (Amydetinae, Lampyrinae and Luciolinae), six genera and 10 species. One species from Amydetinae are Vesta menetriesi, Lampyrinae were three species are Diaphanes javanus, Pyrocoelia analis and larvae of Lamprigera sp, and Luciolinae were six species are Curtos cerea, Curtos sp. 1, Curtos sp. 2, Luciola picea, Luciola sp. 1, and larvae of Luciola sp. 2. All species were not reported in previous studies in West Sumatra.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG TAUGE DALAM FORMULASI PAKAN BUATAN TERHADAP RESPON KEMATANGAN TELUR TAHAP AKHIR IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus var. Sangkuriang) Della Faradila; Efrizal Efrizal; Resti Rahayu
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p18

Abstract

Salah satu cara untuk mempercepat pematangan gonad dan ovulasi yaitu aplikasi nutrisi pada pakan induk. Tauge memilki kandungan nutrisi yang sangat baik untuk reproduksi dan dapat diolah menjadi pakan yang berkualitas dalam meningkatkan reproduksi ikan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung tauge dalam formulasi pakan buatan terhadap persentase kematangan telur tahap akhir ikan lele sangkuriang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya berupa pemberian tepung tauge dengan dalam formulasi pakan buatan (pelet) untuk ikan lele yang terdiri atas 0 %, 5 %, 10 % dan 15 % tepung tauge. Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung tauge dalam formulasi pakan buatan memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0.05) terhadap persentase kematangan telur tahap akhir dengan rata-rata pertambahan persentase kematangan telur tahap akhir berkisar antara 53,33-68,88 %. Nilai tertinggi pertambahan persentase kematangan telur tahap akhir didapatkan pada perlakuan tepung tauge 15 %.
JENIS-JENIS PARASIT PADA SAPI PERAH DI KOTA PADANG PANJANG SUMATERA BARAT Resti Puttama Irsya; Mairawita Mairawita; Henny Herwina
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p09

Abstract

Sapi perah adalah hewan ternak yang menghasilkan susu sebagai produk utamanya. Pemeliharaan sapi perah merupakan faktor penunjang suksesnya usaha ternak. Penyakit pada ternak akibat infestasi dan infeksi parasit dapat merugikan secara ekonomis, karena dapat menurunkan produktifitas dari ternak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ektoparasit dan endoparasit pada sapi perah di Kota Padang Panjang serta mengetahui prevalensi masing-masing jenis. Penelitian dilakukan sejak Februari hingga Mei 2016 di tiga peternakan sapi perah di Kota Padang Panjang dan Laboratorium Taksonomi Hewan Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas. Sampel ektoparasit dan sampel feses dikoleksi dari 10 ekor sapi perah pada masing-masing peternakan, pemeriksaan sampel feses dilakukan dengan metode sentrifugasi-flotasi. Sampel ektoparasit yang didapatkan diperiksa dengan mikroskop binokuler dan diawetkan sebagai preparat permanen. Hasil penelitian didapatkan tiga jenis ektoparasit yaitu Rhipicephalus sp. (nilai prevalensi 20%), Boophilus microplus (nilai prevalensi 57%) dan Haematopinus tuberculatus (nilai prevalensi 67%). Endoparasit yang ditemukan hanya satu jenis yaitu telur Ascaris lumbricoides fertil dengan nilai prevalensi 10%.
ANALISIS BAKTERIOLOGI SAMPLE MINUMAN YANG DIAMBIL DARI AREA SEKITAR KAMPUS II SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BALI Nadya Treesna Wulansari; Juli Marjati; Luh Ami Yuliantika; Ida Ayu Suptika Strisanti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas bakteriologi pada minuman di beberapa tempat makan sekitar kampus II STIKES Bali. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel minuman diambil dari beberapa tempat makan di sekitar lingkungan Kampus II STIKES Bali. Analisis bakteriologi minuman dilakukan dengan menggunakan metode MPN (Most Probable Number) Coliform di UPT. Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 27 sampel minuman (90%) terkontaminasi bakteri coliform dengan rentangan jumlah 2 - 240 Coliform/100 mL dan 3 sampel minuman (10%) tidak mengandung bakteri coliform. Sedangkan dari 27 sampel minuman yang mengandung Coliform, menunjukkan bahwa 23 sampel minuman (85,19%) terkontaminasi bakteri Fecal coli dan 4 sampel minuman (14,81%) tidak mengandung bakteri Fecal coli.
PENGARUH PERTUMBUHAN MISELIUM BEBERAPA JENIS JAMUR TIRAM (Pleourotus spp.) MELALUI PENAMBAHAN KALSIT : DOLOMIT DALAM MEDIA SERBUK GERGAJI Hafizatur Rahma; Nurmiati Nurmiati; Deddi Prima Putra; Periadnadi Periadnadi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i02.p01

Abstract

Penelitian tentang “Pengaruh pertumbuhan miselium beberapa jenis jamur tiram (Pleourotus spp.) melalui penambahan kalsit : dolomit” dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan kalsit : dolomit terhadap lama pertumbuhan miselium (vegetatif) beberapa jenis jamur tiram (Pleourotus spp.). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikologi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas. Penelitian dilakukan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola nested dengan 2 kali ulangan. Faktor A berupa jenis jamur tiram (P. ostreatus, P. sajor-caju, P. flabellatus, P.cystidiosus) dan faktor B berupa variasi penambahan kalsit : dolomit (kontrol, 1:0, 1:2, 1:1, 1:2, 0:1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan miselium tercepat diperoleh dengan penambahan kalsit : dolomit 1:1 (19,62 hari) oleh P. flabellatus. Secara keseluruhan pemberian kalsit : dolomit dalam media serbuk gergaji berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan miselium jamur tiram (Pleurotus spp.).

Page 1 of 2 | Total Record : 20