Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Kolkhisin dan Gliberilin pada Periode Pembungaan Anggrek Dendrobium sp Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Deswiniyanti, Ni Wayan
Jurnal Media Sains Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.109 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v3i1.718

Abstract

ABSTRAKUpaya mendapatkan tanaman dan bunga yang bermutu tinggi diperlukan tehnik pengelolaan tanaman yang memadai. Kunci keberhasilan pembudidayaan dan membuat bunga tanaman anggrek dendrobium tetap indah dan cantik salah satunya ditentukan oleh teknik dan intensitas perawatan pada tahap fase pembungaan. Terdapat empat jalur regulasi pembungaan yaitu fotoperiode, otonom, vernalisasi, dan menggunakan zat pengatur tumbuh (GA/BA). Maka dari penelitian ini diharapkan mendapat konsentrasi hliberilin dan kolkhisin yang tepat untuk mempercepat periode pembungaan. Sampel diambil secara acak dengan membeli 30 bibit anggrek dendrobium dalam fase generative. Penyemprotan GA dan kolkhisin dilakukan pada saat sore hari pada pukul 15.00 Wita pada saat stomata daun terbuka. Hasil yang diperoleh Pemberian giberilin 0,1% efektif untuk mempercepat umur pembungaan, jumlah kuntum bunga, panjang tangkai bunga dan tinggi tanaman, namun tidak efektif untuk mempengaruhi ukuran luas daun anggrek Dendrobium sp. Pemberian kolkishin 0,1% efektif untuk mempengaruhi ukuran luas daun, namun tidak efektif untuk mempercepat umur pembungaan, jumlah kuntum bunga, panjang tangkai bunga dan tinggi tanaman anggrek Dendrobium sp.Kata kunci : Dendrobium sp., Gliberilin, Kolkhisin, PembungaanABSTRACTEfforts to obtain high-quality plants and flowers require adequate crop management techniques. The key of success of cultivation and to make beautiful dendrobium orchid flowers is one of them is determined by the technique and intensity of treatment at the flowering phase. There are four flowering regulatory pathways, photoperiod, autonomic, vernalization, and using growth regulators (GA / BA). Therefore, this study it is expected to get the right concentration of Giberellin (GA) and kolkhisin to accelerate the flowering period. Samples were taken randomly by 30 dendrobium orchids in the generative phase. Spraying GA and kolkhisin in the afternoon at 3:00 p.m. when the leaf stomata opens. The Result obtained by 0.1% giberelin were effective to accelerate flowering age, number of flowers, length of flower stalks and plant height, but were ineffective in influencing the size of Dendrobium Orchid leaves. It is not effective to speed up flowering age number of flowers, length of flower stalks and height of Dendrobium sp. orchid plants.Keywords: Dendrobium, Giberellin, Colchisin, flowering
KOMPATIBILITAS PERSILANGAN SELF DAN INTERSPESIFIK ANGGREK Phalaenopsis pulcherrima (Lindl.) J. J. Smith Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Deswiniyanti, Ni Wayan
Jurnal Media Sains Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.804 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v1i1.193

Abstract

ABSTRAKKompatibilitas berbagai jenis anggrek terutama jenis-jenis anggrek asal Indonesia tidak banyak diketahui. Informasi tentang kompatibilitas suatu jenis anggrek sangat penting dikuasai untuk dapat memaksimalkan perolehan biji sebagai bahan perbanyakan. Phalaenopsis pulcherima merupakan anggrek asli Indonesia, maka dapat diperkirakan bahwa jenis ini tentu memiliki keunikan tersendiri dalam hal perilaku berbunga hingga berbuah juga. Pendekatan eksperimental sangat diperlukan untuk mengetahui kompatibilitas anggrek-anggrek endemik Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kompatibilitas persentase keberhasilan persilangan secara self dan interspesifik Phalaenopsis pulcherrima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan satu faktor yaitu metode persilangan dengan dua taraf yaitu persilangan self dan persilanagn interspesifik antara P.pulcherima dengan P. amabilis sebanyak 6 kali ulangan. Parameter yang diamati yaitu persentase keberhasilan silangan, umur terbentuk buah, dan panjang buah Hasil menunjukkan persilangan self P. pulcherima dengan persentase keberhasilangan silangan sebesar 0%, persilangan interspesifik sebesar 100% dengan rata- rata hari terbentuk buah 5,1 hari dan panjang buah sebesar 6,7 cm.Kata Kunci : Kompatibilitas, P. pulcherima, P. amabilis, self, interpsesifik, persilangan.ABSTRACTCompatibility of different types of orchids, especially the types of orchids from Indonesia are not widely known. Information about the compatibility of a very important species of orchids can be controlled to maximize the seed as propagation material. Phalaenopsis pulcherima is native to Indonesia, it can be estimated that this type of course is unique in terms of the behavior of flowering to fruit well. The experimental approach is needed to determine the compatibility of orchids endemic to Indonesia. The purpose of this study was to determine the compatibility of the percentage of successful interspecific crosses by self and Phalaenopsis pulcherrima. The method used in this study is completely randomized design (CRD) using a factor which is the method of crossing with two levels self and interspecific crosses between P.pulcherima and P. amabilis with as many as six repetitions. Parameters observed that the percentage of success of crosses, age formed fruit, and fruit length. Results showed self crosses P. pulcherima with cruciferous success percentage of 0%, interspecific crosses of 100% with an average of 5,1 days today formed fruit and fruit length by 6,7 cm.Key words : Compatibility, P. pulcherima, P. amabilis, self, interpsesifik, cross polination
Evaluation of antimicrobial activity and phytochemical screening of red Kamboja (Plumeria rubra L.) extracts Ni Kadek Yunita Sari; Ni Wayan Deswiniyanti; Putu Angga Wiradana
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sci and Tech, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v9i2.25409

Abstract

Natural antimicrobial sources such as red Kamboja (Plumeria rubra L.) flower extract can be utilized to treat infectious disorders caused by Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Candida albicans. This study aims to determine evaluate the effectiveness of methanol and ethanol extracts of P. rubra floral against E. coli, S. aureus, and C. albicans growth, as well as the amount of secondary metabolites in P. rubra extract. The study's findings indicate that the highest DIZ value of P. rubra methanol extract was 7.40 mm, 7.36 mm, and 7.30 mm for S. aureus ATCC25923 at 5%, 10%, and 20%, respectively, while the highest DIZ value for C. albicans ATCC10231 at 10%, 10%, and 20% was 25.08 mm, and 25.04 mm, respectively. The DIZ value of the P. rubra flower ethanol extract against E. coli strain was 5.26 mm at 5%, and 7.30 mm at 20%. Secondary metabolites of saponins, tannins, alkaloids, flavonoids, steroids, and phenols were present in the methanol and ethanol extracts of P. rubra flowers. In summary, our findings highlight the use of P. rubra flower extract as a biological source with antibacterial properties for the control of human infectious illnesses.
PENCEGAHAN BROWNING PADA EKSPLAN IN VITRO UNTUK PERBANYAKAN TANAMAN Lilium longiflorum Ni Kadek Dwipayani Lestari; Ni Wayan Deswiniyanti; Ida Ayu Astarini; Luh Made Arpiwi
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.917 KB)

Abstract

ABSTRAKTanaman Lilium longiflorum pada umumnya diperbanyak dengan menggunakan pemisahan umbi, namun terdapat kendala yaitu tanaman yang diperbanyak terbatas, memerlukan lahan dan tergantung kondisi cuaca dengan waktu yang relatif cukup lama. Maka, diperlukan metode baru yaitu salah satunya metode kultur in vitro karena metode ini tidak tergantung pada lahan, cuaca dan dapat memperbanyak tanaman dengan jumlah yang banyak dan cepat ,namun metode ini pun memiliki kelemahan yaitu adanya kontaminasi serta terjadi browning pada eksplan, maka diperlukan suatu metode untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui metode eliminasi browning yang efektif diantara perlakuan perendaman eksplan dalam asam askorbat dan asam sitrat. Pengamatan meliputi waktu rata-rata eksplan mengalami browning, intensitas browning seluruhnya atau sebagian dan persentase eksplan browning hingga 35 hari setelah tanam (HST). Berdasarkan hasil yang diperoleh dari perlakuan perendaman asam sitrat 500 mg/l dan asam askorbat 300 mg/l selama 30 menit dapat menurunkan waktu inisiasi browning hingga 88 % pada eksplan daun muda, 100 % pada eksplan pedicel dan 64 % pada eksplan ovarium. Menurunkan intesitas browning pada eksplan daun muda dan ovarium. Menurunkan persentase browning sebesar 80% pada eksplan daun, 0% pada eksplan pedicel dan 36% pada eksplan ovarium.Kata kunci : browning, eksplan, asam sitrat, asam askorbat, liliumABSTRACTLilium longiflorum plants are generally propagated by using bulbs, but there are some so-called limited-multiplied plants, broad conditions and depending on the conditions for a long time. So, a new method is needed, which is one of the culture methods in vitro because this method does not depend on the land, weather and can multiply plants in large and fast numbers, but this method also has weaknesses, such as mathematics and browning occurs in explants, so some things required. methods to overcome them. This study aims to eliminate the effect of effective skin color between soaking treatment in ascorbic acid and citric acid. Observations include the average time of brown, brown, or part and all explants explants to reach 35 days after planting (HST). The results obtained from soaking citric acid 500 mg / l and ascorbic acid 300 mg / l for 30 minutes can reduce browning initiation time by 88% on young leaf explants, 100% on pedicel explants and 64% on ovarian explants. Reduces browning intensity on young leaf and ovarian explants. Reducing the amount of browning by 80% on leaf explants, 0% on pedicel explants and 36% on ovarian explants.Keywords: browning, explants, citric acid, ascorbic acid, lilium
DENDROGRAM KARAKTER MORFOLOGI TANAMAN DAUN JINTEN (Coleus amboinicus L.) DENGAN GENUS LAINNYA PADA KELUARGA LAMINACEAE Ni Wayan Deswiniyanti; Ni Kadek Dwipayani Lestari; Ni Made Virginia; Kadek Eka Jaya Efendi
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 5 (2022): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.024 KB)

Abstract

ABSTRAKTanaman daun jinten (Coleus amboinicus L) merupakan tanaman yang berasal dari keluarga lamiaceae atau labiatae merupakan salah satu family atau keluarga tanaman yang memiliki manfaat sebagai tanaman obat tradisional. Beberapa genus famili tersebut di antaranya Coleus, Lavandula, Ocimum, Orthosiphon, Mentha, dan Rosmanirus. Karakter tanaman dari family ini memiliki kekhasan daun beraroma aromatik dan merupakan tanaman herba. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeterminasi karakter morfologi tanaman daun jinten (genus Coleus), lavender (genus Lavandula), kemangi (genus Ocimum,) Kumis kucing (genus Orthosiphon), daun mint (genus Mentha), dan daun rosemary (genus Rosmanirus), kemudian dibuat dendrogram untuk mengetahui hubungan kekerabatannya. Hasil menunjukkan Genus Coleus berkerabat dekat dengan genus Mentha dibandingkan dengan genus lainnya pada keluarga laminaceae.Kata kunci: morfologi, daun jinten, laminaceae, dendrogram
UJI AKTIFITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN LILI (Lilium longiflorum THUMB.) BERDASARKAN UMUR DAUN Ni Kadek Dwipayani Lestari; Ni Wayan Deswiniyanti; Ni Nyoman Ari Mardiati; Ni Kadek Diah Angguni
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 3 (2020): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.707 KB)

Abstract

ABSTRAKLilium longiflorum ini merupakan tanaman yang bernilai ekonomi tinggi yang bermanfaat sebagaibunga potong, tanaman hias, bahan kosmetika dan obat. Kandungan metabolit sekunder daritanaman lili mengandung saponin, tannin, flavonoid dan senyawa antioksidan. Ekstrak tanaman lilidapat digunakan sebagai antioksidan maupun antimikroba, namun belum diketahui secara pastikandungan dan kemapuan efektifitas antioksidan. Maka dilakukan uji aktifitas antioksidan padadaun muda dan daun tua Lilium longiflorum. Metode yang digunakan yaitu metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryl Hidrazil) diukur serapan pada panjang gelombang 517 nm dan besarnya aktivitasantioksidan ditandai dengan nilai Inhibition Concentracion (IC50). Ekstrak daun lilium longiflorumdibuat dalam berbagai konsentrasi dan diuji aktivitas antioksidannya. Aktivitas antioksidan (IC50)pada ekstrak daun muda lilium longiflorum 85,29 ppm dan pada daun tua sebesar 66,86 ppmsedangkan sebagai pembanding yaitu IC50 vitamin C murni sebesar 33,71 ppm. Aktivitasantioksidan ekstrak etanol daun lili tua lebih kuat dibandingkan daun lili muda, namun lebih lemahdibandingkan vitamin C. Tingkat kekuatan aktifitas antioksidan pada daun lili muda dan tuatermasuk dalam kategori kuat.Kata Kunci : Antioksidan, lili, IC50, daun, DPPH
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU TUNGGU PENYEDIAAN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN PERIODE FEBRUARI DAN MARET DI RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR TAHUN 2020 Friningsih Helen Robinson; Ni Made Diaris; Ni Wayan Deswiniyanti
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 3 (2020): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.217 KB)

Abstract

ABSTRAKSalah satu bentuk pelayanan administrasi di rumah sakit adalah pelayanan rekam medis. Rekam medis yang tiba dengan cepat di poliklinik tujuan pasien maka akan dilayani dengan cepat. Data survei pendahuluan menunjukkan adanya keterlambatan waktu tunggu penyediaan rekam medis pasien rawat jalan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik kuantitatif dengan jenis penelitian potong lintang (cross sectional) yang bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi waktu tunggu penyediaan rekam medis rawat jalan di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik yaitu: analisis univariat, analisis bivariat dengan uji spearman rho, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik dengan pendekatan metode prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap waktu tunggu penyediaan rekam medis pasien rawat jalan yaitu faktor machine (sarana dan prasarana), dan faktor method (SPO), sedangkan varibel yang tidak berpengaruh yaitu faktor man (jumlah petugas, pendidikan, dan masa kerja). Faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap waktu tunggu penyediaan rekam medis adalah faktor machine (sarana dan prasarana) dengan nilai ρ value = 0,012 < 0,05. Oleh karena itu, disarankan pada RSUD Wangaya Kota Denpasar perlu memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pada bagian pengambilan dan pendistribusian rekam medis seperti penambahan rak penyimpanan rekam medis, dan menyarankan dan mengarahkan pasien ke pendaftaran online sehingga dapat meminimalisir waktu penyediaan rekam medis pasien rawat jalan, serta RSUD Wangaya Kota Denpasar perlu mengadakan evaluasi secara berkala baik sarana prasarana maupun prosedur SPO sebagai dasar usulan dalam pengambilan keputusan/kebijakan baru.Kata kunci: waktu tunggu, rekam medis, man, machine, dan method.
KARAKTER MORFOLOGI BUNGA ANGGREK DENDROBIUM HIBRIBIDA HASIL PERSILANGAN TETUA ANGGREK SPESIES Dendrobium stratiotes Rchb.f. Ni Kadek Dwipayani Lestari; Ni Wayan Deswiniyanti; Ni Made Virginia
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 5 (2022): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.429 KB)

Abstract

ABSTRAKAnggrek Dendrobium stratiotes Rchb.f. merupakan anggrek spesies Indonesia yang berasal dari Maluku dan Papua . Jenis anggrek ini merupakan jenis yang banyak digunakan sebagai tetua persilangan. Terdapat 169 persilangan yang telah terdaftar pada Royal Horticultura Society, 104 persilangan sebagai tetua jantan dan 65 sebagai tetua betina dan merupakan hasil persilangan interspesifik dan interseksional. Hasil persilangan menunjukan karakter morfologi yang berbeda berdasarkan dari tetua persilangan yang digunakan, namun terdapat beberapa sifat karakter yang selalu muncul pada anggrek hasil persilangan dengan tetua yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mencari sifat karakter morfologi dari anggrek Dendrobium hIbrida hasil persilangan D. stratiotes. Sampel yang digunakan dipilih secara purposive sampling berdasarkan jenis persilangan yaitu sebagai tetua jantan persilangan interspesifik (D. gadjah mada ),persilangan interseksional (D.caesar), persilangan sebagai tetua betina interspesifik (D. salak) dan persilangan interseksional (D.pantai bambang). Pengamatan yang dilakukan yaitu berdasarkan sifat karakter bunga pada sampel anggrek hibridisasi. Hasil menunjukkan pada tetua baik pada persilangan jantan dan betina secara interspesifik karakter yang selalu muncul pada bunga yaitu pada bentuk dan tinggi petal, bentuk sepal dan labellum. Sedangkan pada persilangan tetua jantan dan betina persilangan interseksional sifat karakter morfologi yang muncul yaitu tinggi petal dan bentuk labellum, karakter morfologi warna bunga, lebar sepal dan petal didominasi oleh tetua lainnya ataupun gabungan dari karakter morfologi tetua jantan dan betina.Kata kunci: morfologi, anggrek, dendrobium, dendrogram, D.stratiotes
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN JINTEN (Coleus amboinicus L.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT Staphylococcus epidermidis DAN Propionibacterium acnes Ni Kadek Dwipayani Lestari; I Kadek Eka Jaya Efendi; Ni Wayan Deswiniyanti; A.A Ayu Permatasari
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.763 KB)

Abstract

ABSTRAKJerawat merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada remaja hingga dewasayang disebabkan oleh bakteri. Salah satu bakteri yang menyebabkan jerawat adalahStaphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Adanya sifat resinten bakteripenyebab jerawat pada antibiotic, maka diperlukan bahan alami untuk mengurangi infeksijerawat yang ditimbulkan oleh bakteri penyebab jerawat, salah satunya yaitu daun jinten(Coleus amboinicus L.). Daun jinten mengandung berbagai jenis antioksidan seperti saponin,flavonoida, polivenol dan minyak atsiri yang mampu sebagai metabolit sekunder antibakteri.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun jinten dapatmenghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnesserta pada konsentrasi berapakah yang lebih efisien menghambat bakteri Staphylococcusepidermidis dan Propionibacterium acnes. Rancangan penelitian yang digunakan yaituRancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan dua kontrol. Perlakuan diulangsebanyak 3 kali dengan berbagai konsentrasi 50%, 70%, 90%, kontrol (-) menggunakanetanol 70% dan kontrol (+) menggunakan salep antibiotik enbatic dengan kandunganneomycin sulfate dan bacitracin zinc. Hasilnya diketahui bahwa pada bakteri Staphylococcusepidermidis diperoleh diameter zona hambat pada 50% 4,0 mm, 70% 4,0 mm dan 90% 4,1mm. Pada bakteri Propionibacterium acnes diperoleh diameter zona hambat padakonsentrasi 50% 2,8 mm, 70% 4,3 mm dan 90% 4,8 mm.Kata kunci: antijerawat, daun Jinten, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis,zona hambat.
EKSTRAKSI DNA DAUN DAN BIJI JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DENGAN METODE DOYLE DAN DOYLE (1990) Ni Wayan Deswiniyanti; Ida Ayu Astarini
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.477 KB)

Abstract

ABSTRAKJarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan salah satu tanaman sebagai sumber biodiesel yang memiliki beragam aksesi. Cara untuk membedakan masing – masing aksesi dapat dilihat berdasarkan dari ciri morfologinya atau berdasarkan marka DNA. DNA dapat diekstraksi dari seluruh bagian tanaman. Pada penelitian ini DNA diekstrak dari sampel daun dan biji jarak pagar dengan menggunakan metode Doyle dan Doyle (1990). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode dan hasil ekstraksi DNA dari berbagai jenis sampel dari bagian tanaman jarak pagar antara lain biji (J1), daun segar (J2), daun yang telah disimpan dalam lemari es suhu 40 C (J3), daun muda (J4) dan daun tua (J5) yang telah dibekukan pada suhu -800 C selama 1 minggu. Ekstraksi DNA menggunakan buffer ekstraksi dengan komposisi 2% CTAB (Cetyltrimethyl Ammonium Bromide), 100 mM Tris/HCl, pH 8, 1.4 M NaCl, 20 mM EDTA, pH 8.0, 1% polyvinylpyrrolidone (PVP)-40, 2% mercaptoethanol dan elektroforesis menggunakan gel agarosa 0,8% dalam larutan TAE 0,5X. Hasil ekstraksi pada semua sampel J1, J2, J3, J4 dan J5 dapat menunjukkan pita DNA sehingga sampel untuk ekstraksi DNA dapat menggunakan salah satu jenis bahan ekstrak dari berbagai sampel biji dan daun dengan atau tanpa perlakuan penyimpanan untuk penelitian marka DNA aksesi tanaman jarak pagar.Kata kunci: Ekstraksi, DNA, Doyle dan Doyle (1990), Jarak pagar, Biodiesel.ABSTRACTJarak Pagar (Jatropha curcas L.) is one of the plants as a source of biodiesel that has various accessions. The ways to distinguish each accession can be seen based on morphological characteristics or based on DNA markers. DNA can be extracted from all parts of the plant. In this study DNA was extracted from Jatropha curcas L. leaves and seeds samples using the Doyle and Doyle (1990) method. The aims of this study is to determine the methods and results of DNA extraction from various types of samples from J. curcas L. plant parts including seeds (J1), fresh leaves (J2), leaves that have been stored in a refrigerator at a temperature of 40 C (J3), young leaves (J4 ) and old leaves (J5) which have been frozen at -800 C for 1 week. DNA extraction using an extraction buffer with a composition of 2% CTAB (Cetyltrimethyl Ammonium Bromide), 100 mM Tris / HCl, pH 8, 1.4 M NaCl, 20 mM EDTA, pH 8.0, 1% polyvinylpyrrolidone (PVP) -40, 2% mercaptoethanol and electrophoresis using 0.8% agarose gel in 0.5X TAE solution. Extraction results on all samples J1, J2, J3, J4 and J5 can show DNA bands so that samples for DNA extraction can use one type of extract material from various seed and leaf samples with or without storage treatment for research on Jatropha plant accession DNA markers.Keywords: Extraction, DNA, Doyle and Doyle (1990), Jatropha curcas L., Biodiesel.