cover
Contact Name
Kadek Karang Agustina
Contact Email
k.agustina@unud.ac.id
Phone
+6281353306020
Journal Mail Official
bulvet@unud.ac.id
Editorial Address
Faculty of Veterinary Medicine Udayana University. PB Sudirman St campus, Denpasar, Bali Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Buletin Veteriner Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 20852495     EISSN : 24772712     DOI : https://doi.org/10.24843/bulvet.
The Buletin Veteriner is focused on Veterinary Medicine and Animal Sciences study with its various developments
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No.1 Pebruari 2014" : 12 Documents clear
Adopsi Teknologi Pengendalian Penyakit Surra Oleh Peternak Kuda Di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur Rambu Eryani Diki Dongga
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.858 KB)

Abstract

Peternakan merupakan sektor penting dalam menunjang perekonomian di Kabupaten Sumba Timur. Tetapi, adanya penyakit surra merupakan masalah yang akan mengancam populasi kuda. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan melakukan penyuluhan, pengaturan, dan pelayanan. Namun, keberadaan penyakit surra masih belum dapat teratasi dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui tingkat perilaku (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) peternak tentang pengendalian penyakit surra; 2) mengetahui tingkat adopsi tekonologi  pengendalian penyakit surra; 3) menganalisis hubungan penyuluhan tentang pengendalian penyakit surra terhadap perubahan perilaku (pengetahuan, keterampilan, dan sikap peternak; 4) menganalisis hubungan antara perilaku peternak dengan tingkat adopsi teknologi  pengendalian penyakit surra. Penentuan responden dalam penelitian ini dilakukan secara stratified random sampling dari seluruh peternak di daerah penelitian yang terkena penyakit surra di Kabupaten Sumba Timur. Responden peternak yang dipakai dalam penelitian ini ditentukan secara proporsional yaitu diambil 10% dari setiap kecamatan di mana penyakit surra lebih banyak terjangkit. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus populasi Slovin  (Consuelo, 1993). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pengetahuan dan keterampilan peternak kuda di Kabupaten Sumba Timur mengenai teknologi pengendalian penyakit surra termasuk dalam kategori sedang, sedangkan sikap peternak kuda termasuk dalam kategori positif;  2) tingkat adopsi teknologi pengendalian penyakit surra oleh peternak kuda termasuk dalam kategori sedang; 3) penyuluhan tentang pengendalian penyakit surra berhubungan positif dengan tingkat pengetahuan peternak, tetapi tidak dengan keterampilan dan sikap peternak;  4) sikap peternak memiliki hubungan yang nyata dengan tingkat adopsi teknologi pengendalian penyakit surra di Kabupaten Sumba Timur, tetapi tidak dengan pengetahuan dan keterampilan peternak.
Uji Kepekaan Antibiotika Isolat Escherichia coli O157:H7 asal Feses Ayam I Wayan Suardana; Putu Ayu Sisyawati Putriningsih; Mas Djoko Rudyanto
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.382 KB)

Abstract

Unggas diketahui merupakan salah satu reservoir penting dari agen bakterial zoonosis Escherichia coli O157:H7. Disisi lain, fenomena pemakaian obat obatan pada unggas terutama antibiotika melalui makanan, minuman maupun secara parenteral mengalami peningkatan dari waktu kewaktu. Antibiotika yang digunakan secara intensif ini cenderung tidak sesuai dengan dosis maupun waktu pemakaian sehingga berkontribusi terhadap munculnya peningkatan resistensi termasuk E. coli O157:H7. Penelitian untuk mengetahui  pola kepekaan isolat E. coli O157:H7  ini diawali dengan identifikasi E. coli dengan  penumbuhan  bakteri  asal feses ayam pada media eosin methylene blue agar (EMBA), dilanjutkan dengan uji indol, methyl red, voges-proskauer dan citrat (IMVIC). Identifikasi O157 dilakukan dengan penumbuhan isolat E. coli pada  media selektif  sorbitol MacConkey agar (SMAC),  dilanjutkan dengan uji konfirmasi menggunakan lateks O157. Uji pola kepekaan dilakukan mengacu pada metode Kirby Bauer  seperti yang direkomendasikan oleh national committee for clinical laboratory standard (NCCLS). Hasil penelitian dari 7 isolat  E. coli O157:H7 hasil isolasi 82 sampel feses ayam serta  satu isolat  kontrol ATCC 43894 menunjukan  85,7%  isolat  bersifat resisten terhadap antibiotika metisilin, 71,4% resisten terhadap antibiotika penisilin G, serta 42,9% resisten terhadap antibiotika doksisiklin hidroklorida dan streptomisin. Hasil kajian juga menemukan 42,9% isolat bersifat resisten  terhadap 2 jenis antibiotika,  14,3% resisten  terhadap 3 jenis antibiotika,  14,3%  resisten  terhadap 4 jenis antibiotika  dan 14,3% resisten terhadap 5 jenis antibiotika.  Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan telah terjadinya peningkatan pola resistensi dan bersifat multi-drug resistance dari agen E. coli O157:H7 sehingga perlu dipertimbangkan jenis-jenis antibiotika tertentu yang masih sensitif didalam penanganan infeksi oleh agen ini.
Perhatian Pemilik Anjing Dalam Mendukung Bali Bebas Rabies I Nyoman Suartha; Made Suma Anthara; Ni Made Rita Krisna Dewi; I Wayan Wirata; I Gusti Ngurah Kade Mahardika; Anak Agung Gde Oka Dharmayudha; Luh Made Sudimartini
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.219 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhatian pemilik anjing dalam mendukung  Bali bebas Rabies. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2010, di Desa Kukuh Tabanan, Desa Jagapati Badung, dan Desa Seraya Karangasem dengan jumlah responden sebanyak 500 orang. Cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan panduan daftar pertanyaan yang ada pada kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah kepemilikan anjing dari satu ekor sampai 4 ekor. Masyarakat memelihara anjing sebagian besar dengan tujuan untuk menjaga rumah (77,6%). Perhatian masyarakat pemilik anjing terhadap kesehatan dan perawatan kesehatan anjingnya, dilihat dari memandikan anjing, jumlah pemberian pakan, dan memeriksakan anjingnya ke dokter hewan masih rendah. Anggota keluarga yang sering  berinteraksi (memberikan pakan, memandikan) dengan anjing adalah ayah. Responden yang menjawab anjing bisa  dipegang pemilik sebanyak 93,6%. Berdasarkan atas jenis kelamin, masyarakat sebagian besar memelihara anjing jantan (84,8%). Anjing yang dipelihara dengan cara dilepas (64%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perhatian masyarakat dalam memelihara anjing dalam upaya mendukung Bali bebas rabies masih rendah. Disarankan perlu dilakukan kegiatan sosialisasi dan  edukasi tentang pemeliharaan anjing pada masyarakat.
Infeksi Cacing Saluran Pencernaan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) Yang Diperdagangkan Di Pasar Satria Denpasar Kadek Ari Dwipayanti; Ida Bagus Made Oka; Aida LT Rompis
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.635 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan intensitas serta prevalensi infeksi cacing saluran pencernaan pada monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang diperdagangkan di Pasar Satria Denpasar. Empat puluh lima sampel feses M. fascicularis (24 ekor monyet betina dan 21 ekor monyet jantan) diambil secara aseptis, diberi label dan selanjutnya diperiksa di laboratorium Parasitologi FKH Universitas Udayana. Sampel diperiksa menggunakan metode konsentrasi sedimentasi untuk mengidentifikasi jenis cacing dan modifikasi McMaster untuk mengetahui intensitas infeksi. Jenis cacing saluran pencernaan yang berhasil diidentifikasi berturut-turut adalah Ancylostoma sp. (91,1%), Trichostrongylus sp./Oesophagostonum sp. (73,3%), Trichuris sp. (22,2%), Ascaris sp. dan Taenia sp. (4,4%). Rataan intensitas infeksi cacing      Ancylostoma sp. 4913 ± 4849 telur per gram tinja, Thrichostrongylus sp./ Oesophagostonum sp. 871 ± 816 telur per gram tinja, Trichuris sp. berkisar      171 ± 111 telur per gram tinja. Ascaris sp. dan Taenia sp. memiliki intensitas terendah yakni <100 telur per gram tinja. Secara umum prevalensi kecacingan adalah 93,3%. Prevalensi kecacingan pada monyet betina (52,2%) sedangkan pada monyet jantan (48,8%). Berdasarkan umur, prevalensi kecacingan pada anakan, bayi, dan dewasa berturut-turut (72,1%), (25,6%), dan (2,3%). Pola infeksi umumnya tipe infeksi campuran (82,3%) dibandingkan infeksi tunggal (17,7%).
Pengaruh rempah-rempah dan Lama Penyimpanan Daging Babi terhadap Angka Lempeng Total Bakteri I Nengah Kerta Besung; Ni Made Dwi Alita Wulandari; Ida Bagus Ngurah Swacita
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.325 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rempah-rempah dan lama penyimpanan daging babi terhadap Angka Lempeng Total Bakteri (ALTB). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial 4 x 4 yaitu 4 jenis rempah-rempah kontrol (akuades), kunyit, jahe, bawang putih dan 4 lama penyimpanan yaitu hari ke-0, ke-3, ke-5 dan ke-7). Data yang diperoleh diuji dengan Analisis Ragam dan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunyit, jahe, dan bawang putih mampu menurunkan jumlah ALTB dengan sangat nyata dibandingkan dengan kontrol. Sedangkan antara bawang putih, jahe, dan kunyit tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Semakin lama penyimpanan pada suhu 4oC (hari ke-0, ke-3, ke-5 dan ke-7), jumlah ALTB meningkat dengan sangat nyata (P<0,01).  Terdapat interaksi yang sangat nyata (P<0,01) antara pemberian rempah-rempah dengan lama penyimpanan pada suhu 4oC terhadap penurunan jumlah ALTB.
Kajian Retrospektif Gambaran Histopatologi Kasus Streptokokosis Pada Babi Dan Monyet Di Provinsi Bali Laila Gianita Veralyn; I Ketut Berata; I Ketut Eli Supartika
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.604 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan distribusi lesi dan tingkat keparahan gambaran histopatologi antara babi dan monyet yang positif menderita streptokokosis dari tahun 1994-1998 di Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan 15 preparat histologi (metode pewarnaan Harris- Hematoksilin-Eosin) dari 15 babi positif streptokokosis dan 7 preparat histologi dari 7 monyet positif streptokokosis. Preparat histologi tersebut berasal dari organ otak, jantung, paru-paru, ginjal dan limpa. Preparat diamati dengan menggunakan mikroskop perbesaran 200x dan 400x. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan bahwa distribusi lesi jaringan pada beberapa organ babi dan monyet tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan serta tidak terdapat perbedaan tingkat keparahan gambaran histopatologi pada organ otak, jantung, paru-paru dan limpa antara babi dan monyet. Tingkat keparahan gambaran histopatologi yang dominan pada organ otak, paru-paru dan limpa babi maupun monyet yaitu kategori lesi sedang; dicirikan dengan terjadinya kongesti diikuti infiltrasi sel radang neutrofil. Pada organ jantung, baik pada babi maupun monyet sama-sama  masuk kategori lesi ringan; dicirikan dengan terjadinya kongesti dan edema ringan. Perbedaan hanya terjadi pada organ ginjal, pada babi dicirikan dengan terjadinya hemoragi sedangkan pada ginjal monyet dicirikan dengan terjadinya kongesti yang diikuti infiltrasi sel radang neutrofil.
Prevalensi Infeksi Cacing pada Ikan Pisang-pisang (Pterocaesio diagramma) dan Ikan Sulir Kuning (Caesio cuning) yang Dipasarkan di Pasar Ikan Kedonganan, Badung I Putu Hendra Pradipta; Nyoman Adi Suratma; Ida Bagus Made Oka
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.301 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi, intensitas infeksi serta distribusi cacing pada berbagai organ, selain itu dapat juga  melihat hubungan antara jenis ikan dengan prevalensi infeksi cacing pada ikan Pisang - pisang (Pterocaesio diagramma) dan ikan Sulir Kuning (Caesio cuning)  yang dipasarkan di Pasar Ikan Kedonganan, Badung. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis mengikuti metode Fernando et al. & Kabata, kemudian data dianalisa secara deskriptif dan menggunakan uji Chi-Square.  Prevalensi dan intensitas dari masing-masing jenis cacing pada ikan Pisang – pisang (Pterocaesio diagramma) yaitu digenea (45,71%) dengan rata-rata 4,81±5,9, cestoda (34,29%) dengan rata-rata 12,5±18,1, Hysterothylacium sp. (2,86%) dan Raphidascaris sp. (2,86%) ditemukan berjumlah 1 ekor, Terranova sp. (8,57%) dengan intensitas 1 ekor setiap ikan,  acanthocephala (42,85%) dengan rata-rata 2,13±1,35, sedangkan ada 2 ekor cacing (5,71%) tidak bisa teridentifikasi. Pada ikan Sulir Kuning (Caesio cuning) dari 35 ekor ikan yang diteliti , prevalensi digenea (82, 86%) dengan rata-rata 5,62±4,6, Hysterothylacium sp. (5,71%) dengan rata-rata jumlah cacing 1 ekor dan Cucculanus sp (5,71%) dengan rata-rata 1,5. Lokasi distribusi cacing yang menginfeksi ikan Pisang - pisang (Pterocaesio diagramma) dan ikan Sulir Kuning (Caesio cuning) ditemukan pada beberapa organ antara lain operkulum, insang, rongga insang, lambung, usus, hati, sekum, gonad dan rongga tubuh. Setelah dilakukan analisis statistik menggunakan uji Chi-Square ternyata prevalensi infeksi tidak berhubungan nyata (P>0,05) dengan jenis ikan.
Pengaruh Pemberian Probiotik dan Prebiotik Terhadap Performan Juvenile ikan Kerapu Bebek (Comileptes altivelis) Fariq Azhar
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.846 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat efek pemberian pakan berupa probiotik (Bacillus sp.) dan prebiotik (Ipomoea batatas) pada performan pertumbuhan, sintasan, respon imun dan resistensi penyakit pada juvenil ikan kerapu bebek (Comileptes altivelis) (berat rata-rata 3 g ± 0.48). Lima perlakuan pakan digunakan yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif, probiotik, prebiotik dan sinbiotik. Masing-masing perlakuan disusun secara acak dan terdiri dari tiga ulangan masing-masing berisi 8 juvenil ikan kerapu bebek. Penelitian in dilakukan pada akuarium (50 x 40 x 35 cm) selama 12 minggu. Diakhir perlakuan pakan, total eritrosit (TE), total leukosit (TL), hemoglobin (Hb), hematokrit (He), diferensial  leukosit (DL), aktifitas respiratory burst (RB), aktifitas fagositik (AF) and total bakteri (TB) diukur dan dilakukan uji tantang pada bagian intramuskular dengan Vibrio alginolyticus. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan pakan probiotik, prebiotik dan sinbiotik secara signifikan meningkatkan laju pertumbuhan harian (SGR) (a > 0.05) dan rasio konversi pakan (FCR) (a > 0.05) dibandingkan dengan kontrol. Total eritrosit, total leukosit, dan limfosit secara signifikan terjadi peningkatan pada ikan dengan pakan perlakuan probiotik, prebiotik dan sinbiotik. Hemoglobin secara signifikan meningkat pada perlakuan prebiotik. Perlakuan prebiotik dan sinbiotik secara signifikan meningkatkan hematokrit. Ikan dengan pakan perlakuan probiotik, prebiotik dan sinbiotik secara signifikan meningkatkan aktifitas fagositik. Aktifitas respiratory burst secara signifikan meningkat pada pakan perlakuan dengan penambahan probiotik, prebiotik dan sinbiotik. Total bakteri secara signifikan meningkat pada perlakuan probiotik, prebiotik dan sinbiotik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perlakuan dengan penambahan pakan sinbiotik meningkatkan pertumbuhan, rasio konversi pakan, respon imun non-spesi?k and resistensi penyakit pada juvenile ikan kerapu bebek (Comileptes altivelis).
Efektifitas Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan (Rattus novergicus) Yang Di Induksi Aloksan Yesy Febnica Dewi; Made Suma Anthara; Anak Agung Gde Oka Dharmayudha
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.35 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih jantan (Rattus novergicus) yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus putih jantan  (Rattus novergicus) yang diadaptasi selama tiga minggu dan dibagi secara acak menjadi lima kelompok dan masing-masing kelompok berjumlah empat ekor. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada lima perlakuan yang diberikan sebagai berikut: perlakuan I sebagai kontrol diabetes tanpa diberikan perlakuan, perlakuan II sebagai kontrol negatif (aloksan 120 mg/kg bb), perlakuan III aloksan + suspensi ekstrak daun sirih merah 2% (dosis 50 mg/kg bb), perlakuan IV aloksan + suspensi ekstrak daun sirih merah 2% (dosis 100 mg/kg bb), perlakuan V sebagai kontrol positif (Aloksan + Glibenklamid 1 ml/kg bb). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) 2% pada dosis 50 mg/kg bb, maupun dosis 100 mg/kg bb dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan (Rattus novergicus) dan ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) 2% memiliki efek yang sebanding dengan glibenklamid sebagai penurun glukosa darah.
Profil Makro Mineral Natrium (Na) dan Mikro Mineral Seng (Zn) Serum Sapi Bali yang Dipelihara di Lahan Hutan I Putu Juli Sukariada; Ni Ketut Suwiti; I Nyoman Suarsana
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.481 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil mineral makro (Na) dan Mikro (Zn) serum sapi bali di lahan hutan.  Sampel berupa serum diambil dari 15 ekor sapi bali yang dipelihara di lahan hutan di Kawasan Hutan Taman Nasional Bali Barat, Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Analisi  kadar mineral dilakukan di Lab.Analitik Universitas Udayana, menggunakan alat Atom Absopsi Spetrophotometer (AAS).  Hasil penelitian menunjukkan, profil mineral makro (Na) dan mikro (Zn) serum sapi bali yang dipelihara di lahan hutan mempunyai konsentrasi yang sangat bervariasi.  Rerata konsentarsi Natrium sebesar : 19,63 ±0,277 mg/lt dan besi : 0,33± 0,009 mg/lt.

Page 1 of 2 | Total Record : 12