cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 371 Documents
KEMAMPUAN ANAKDIDIK MEMAHAMI MATERI GAYA PADA SUBTEMA LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DIKELAS 4 SDN 57 BANDA ACEH Irmania Sablia Dianti; Alfiati Syafrina; Adnan Adnan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan itu daya serap yang dipunyai anakdidik terhadap  apa yang sudah dipelajarinya dan bagaimana mengaplikasikannya terhadap materi tersebut, untuk itu penelitian ini berjudul “kemampuan anakdidik memahami materi gaya pada subtema lingkungan tempat tinggal di kelas IV SD Negeri 57 Banda Aceh”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan anakdidik memahami materi gaya pada subtema lingkungan tempat tinggal di kelas IV SD Negeri 57 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan  memahami materi gaya pada subtema lingkungan tempat tinggal di  kelas IV SD Negeri 57 Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh anakdidik kelas IV SD Negeri 57 Banda Aceh yang berjumlah 29 orang yang teridir dari 12 orang perempuan dan 17 orang laki-laki.Pendekatan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan pengolahan data menggunakan statistik dalam bentuk hitungan nilai rata-rata (Mean).Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa dalam memahami materi gaya secara keseluruhan memperoleh nilai 67,9. Menurut tabel konversi nilai dalam buku Kurikulum 2013, nilai 67,9 berada pada rentang 66-80 dengan kategori B (Baik). Sedangkan berdasarkan presentase hasil test terdapat 14 orang anakdidikyang memperoleh nilai diatas KKM yaitu 48% dan 15 orang anakdidik yang memperoleh nilai dibawah KKM 52%, maka dari itu dapat dikategorikan nilai cukup (51-65), dan dapat dikatakan belum mencapai  Kkm.
KENDALA GURU DALAM PENANAMAN NILAI KARAKTER CINTA TANAH AIR PADA SISWA DI SD NEGERI 54 BANDA ACEH Nurrahmah Nurrahmah; Sulaiman Sulaiman; Syarifah Habibah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2019): MEI 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya dalam menanamkanii nilaii cinta tanah air tidak mudah  diomongkan ataui dimusyawarahkan. Tujuani dan materii dari nilaii cintai tanahi airi disekolah perlui direncanakan dengan matan g agar muncul peradabani barui yangi mengedepankani ikepentingan tanahi airi diatas kepentingani diri sendiri lalu dapat dibentuk kepribadiannya cerminkan nilai-nilai pancasilai terutamai saatt beradai dilingkungan sekolahi. Salah satunya merasa bangga dan mencintai produk-produk dalam negeri seperti pakaian, makanan, mainan dan produk domestik lainnya.Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kendala yang sering dihadapi oleh guru-guru saat menanamkan karakter cinta tanah air pada peserta didik di SD Negeri 54 Banda Aceh.Pendekatan dalam penelitian ini kualitatif.Subjek nya adalah guru di SD Negeri 54 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi.Analisis  data menggunakan   Reduksi Data, Model  Data (Data Display) dan  Penarikan/Verifikasi  Kesimpulan.Hasill penelitian menunjukkani guru-guru di SD negeri 54 Banda Aceh menghadapi kendala dalam penanaman karakter cinta tanah air  yaitu keenam indikator dari karakter terebut, tidak dapat dimasukkan dalam seluruh mata pelajaran, seperti menyukai budaya nusantara, lrela iberkorban demii nusa  bangsa, banggai berbangsai dani bertanaha air Indonesia, menempatkani kepentingani bangsai dani Negarai hanya sering ditanamkan dalam pelajaran tertentu saja. Sedangkan indikator penggunaani bahasai Indonesiai yangi baik idan benari tiak mengalami kendala, karena penggunaani bahasai Indonesia ini dapat diterapkan disaat proses pembelajaran semua mata pelajaran. Akan tetapi terdapat kendala dari lingkungan sekitar siswa, seperti lingkungan pergaulan siswa yang tidak mendukung terbentuknya karakter cinta tanah airr pada siswai.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru menghadapi kendala dalam menanamkan nilai karakter cinta tanah air dikarenakan terkendala dalam penyesuaian dengan mata pelajaran dan juga kondisi belajar siswa baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan pergaulan
KENDALA – KENDALA YANG DIHADAPI MAHASISWA PRAKTIKAN PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PGSD FKIP UNSYIAH DALAM PEMBELAJARAN DI SD NEGERI 69 BANDA ACEH Mila Fizarniati; Bukhari Bukhari.; Adnan Adnan.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul ”Kendala–kendala Yang Dihadapi Mahasiswa Praktikan Pengalaman Lapangan (PPL)  PGSD FKIP Unsyiah Dalam Pembelajaran Di SD Negeri 69 Banda Aceh ” ini mengangkat masalahapakah adakendala–kendala yang dihadapi mahasiswa/i praktikan pengalaman  lapangan (PPL) dalam proses pembelajaran di SD Negeri 69 Banda Aceh. Dengan tujuan untuk mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi mahasiswa/i PPL dalam proses mengajar belajar di SD Negeri 69 Banda Aceh. Subjek Penelitian ini sebanyak 4 mahasiswa dilakukan yang sedang melaksanakan tugas praktikan. Data dikumpulkan  dengan teknik observasi dan  wawancara. Pengolahan data menggunakan reduksi data (Data Reducation) penyajian data (Data Display) conclusion drawing (Verification). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SD Negeri 69 Banda Aceh terdapat beberapa kendala guru PPL yaitu: (1) guru PPL kurangmampudalammenguasaikelas(2) guru PPL mempunyai kendala dalam merencanakanpembelajaran(3) Guru PPL masih sulit dalam menentukan strategi belajar mengajar (4)Guru PPL sulit menghadapi program pengajaran disekolah(5) guru PPL sulit membentuk kelompok belajar siswa (6) guru PPL sulit mengembangkan materi ajar (7) guru PPL mempunyaikendaladalampemanfaatan media pembelajaran. 
PENGELOLAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEPRAMUKAAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT SISWA DI SD NEGERI UNGGUL LAMPEUNEURUT KABUPATEN ACEH BESAR Suci Astafarina; Said Darnius; Mislinawati Mislinawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan di SDN Unggul Lampeuneurut diikuti oleh 40 siswa dari kelas tinggi. Dilihat dari jumlah keseluruhan siswa kelas tinggi, hanya sedikit siswa yang berminat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan. Kemudian siswa sering terlambat  dalam mengikuti kegiatan, juga terdapat siswa yang kurang memperhatikan serta tidak berinisiatif untuk bertanya apabila kurang mengerti. Tujuan penelitian untuk menguraikan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan untuk meningkatkan minat siswa di SD Negeri Unggul Lampeuneurut Kabupaten Aceh Besar.Dari hasil analisis data, peneliti mendapat informasi bahwa pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan untuk meningkatkan minat siswa di SDN Unggul Lampeuneurut sebagai berikut: pengelolaan kegiatan dilaksanakan berdasarkan tujuan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa, membentuk sikap disiplin, berfungsi sebagai tempat meluangkan waktu untuk hal bermanfaat. Pembinaan melalui penyediaan materi, bimbingan dan melatih siswa melalui kegiatan yang dilaksanakan. Tersedianya prasarana berupa alat-alat dan tempat pelaksanaan kegiatan. Mengadakan sosialisasi, perlombaan, Persami serta kegiatan menarik lainnya untuk meningkatkan minat siswa mengikuti kegiatan kepramukaan.Simpulan penelitian ini adalah pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan untuk meningkatkan minat siswa di SD Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar sebagian besar telah terlaksana dengan baik yang ditunjukkan dengan melaksanakan beberapa tujuan, fungsi, partisispasi siswa dalam mengikuti kegiatan serta adanya pembinaan melalui pemberian materi, bimbingan, latihan, evaluasi sertatersedianya prasarana untuk kegiatan, sehingga siswa tertarik dan terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan yang dilaksanakan. 
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEPRAMUKAAN DALAM MENUMBUHKAN SIKAP CINTA TANAH AIR DI SD NEGERI 1 JAGONG KABUPATEN ACEH TENGAH Ika Nurdhani Rilanti; Awaluddin Awaluddin; Said Darnius
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan di SD Negeri 1 Jagong Kabupaten Aceh Tengah masih terdapat masalah dalam hal sikap cinta tanah air, kurangnya kesadaran siswa dalam menjaga lingkungan. Penelitian ini mengangkat masalah “bagaimana kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan dalam menumbuhkan sikap cinta tanah air di SD Negeri 1 Jagong Kabupaten Aceh Tengah”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan dalam menumbuhkan sikap cinta tanah air di SD Negeri 1 Jagong Kabupaten Aceh Tengah.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian desktriptif. Adapun subjek dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yang terdiri dari 28 siswa kelas IV dan siswa kelas V serta 2 orang pembina pramuka di SD Negeri 1 Jagong Kabupaten Aceh Tengah. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara yang kemudian dianalisis dengan tahap reduksi data, data display (Penyajian Data) dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan dalam menumbuhkan sikap cinta tanah air ada tiga kegiatan berupa kegiatan bergotong royong, kegiatan berkemah dan kegiatan menjelajah. Dalam kegiatan bergotong royong siswa diajarkan untuk bersikap saling membantu teman untuk bersama-sama membersihkan lingkungan, sedangkan dalam kegiatan berkemah siswa diwajibkan menjaga kebersihan saat melakukan kegiatan perkemahan serta dalam kegiatan menjelajah, siswa diwajibkan untuk selalu menjaga alam agar tidak rusak.Dapat disimpulkan bahwa dengan membiasakan untuk menjaga lingkungan sekitar maupun lingkungan alam agar selalu bersih dalam kegiatan bergotong royong, kegiatan berkemah dan kegiatan menjelajah sikap yang didapat oleh siswa merupakan sikap cinta tanah air terhadap lingkungan. Agar siswa dapat memaksimalkan sikap cinta tanah air hendaknya siswa dibantu oleh pembina pramuka untuk melatih diri dalam kegiatan –kegitan kepramukaan sehingga kegiatan yang dilakukan memberikan dampak positif bagi siswa terutama dalam menumbuhkan sikap cinta tanah air.
PERBEDAAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA SISWA SD NEGERI 54 BANDA ACEH DENGAN SD NEGERI UNGGUL LAMPEUNEURUT ACEH BESAR Catur Sintia Dewi; Bukhari Bukhari; Awaluddin Awaluddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa di Sekolah Dasar diterapkan pembelajaran literasi seperti membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Semakin banyak membaca semakin meningkat pula pengetahuan kosakatanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan kosakata Bahasa Indonesia siswa SD Negeri 54 Banda Aceh dengan SD Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar.          Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif.Sampel penelitian menggunakan teknik random sampling sehingga diperoleh siswa SD Negeri 54 Banda Aceh berjumlah 30 dan siswa SD Negeri Lampeuneurut berjumlah 30. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes soal (30 butir pilihan berganda).Analisis data dengan menggunakan Uji-t dua pihak, diperoleh hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung ttabel atau thitung  = 0,84 ttabel = 2,04 dengan taraf signifikan  α = 0,05 dan dk = 29, maka Ho diterima dan Ha ditolak, yaitu tidak terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kosakata Bahasa Indonesia siswa SD Negeri 54 Banda Aceh dengan SD Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar.
UPAYA GURU DALAM MENERAPKAN SIKAP JUJUR SISWA KELAS IV B DI SD NEGERI UNGGUL LAMPEUNEURUT Niati Imanda; Syarifah Habibah; Hajidin Hajidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya guru dalam menerapkan sikap jujur siswa kelas IV B SD Negeri Unggul Lampeuneurut. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya guru dalam menerapkan sikap jujur siswa kelas IV B di SD Negeri Unggul Lampeuneurut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana upaya guru dalam menerapkan sikap jujur siswa kelas IV B di SD Negeri Unggul Lampeuneurut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV B di SD Negeri Unggul Lampeuneurut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.Berdasarkan pembahasan, upaya guru dalam menerapkan sikap jujur siswa kelas IV B yaitu dengan cara guru membiasakan siswa untuk jujur saat berbicara, jujur saat berinteraksi, berkomitmen yang benar, benar dalam menepati janji, dan benar apa adanya. Guru terus menerus mengajar, membimbing, mendidik, melatih, menasehati, mengarahkan, dan membiasakan siswa untuk senantiasa bersikap baik dan jujur kepada guru, teman, orang tua dan orang lain. Sikap jujur dapat diterapkan kepada siswa kelas IV B dengan menyediakan media kelas berupa jam kejujuran, menasehati, menegur, mengontrol siswa saat melakukan suatu kegiatan baik di dalam maupun di luar proses pembelajaran. Siswa yang bersikap jujur dan dapat terpercaya adalah sifat yang sangat baik dan mulia. Guru kelas IV B bersikap tegas dan terus memberi motivasi, dorongan, dan dukungan kepada siswa agar tidak ada rasa takut dalam melakukan perbuatan baik dan jujur bahkan saat mengakui kesalahan yang telah dilakukan kepada orang lain.  
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION PADA OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT DI KELAS IV SDN 1 PAGAR AIR Budi K Asad; Monawati Monawati; Bakhtiar Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengoperasian operasi hitung bilangan bulat di kelas IV sebagian besar peserta didik masih mengalami kesulitan. Penelitian ini berupaya mengungkapkan bagaimana tingkat kemampuan guru mengelola pembelajaran, bagaimana aktivitas peserta didik pada proses pembelajaran, dan apakah ada peningkatan hasil belajar  peserta didik dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi operasi hitung bilangan bulat di kelas IV SDN 1 Pagar Air? Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan guru mengelola pembelajaran, aktivitas peserta didik pada saat pembelajaran, dan peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi operasi hitung bilangan bulat melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu penelitian yang dilakukan di kelas. Data penelitian ini bersumber dari peserta didik kelas IV-A SDN 1 Pagar Air dengan jumlah 25 peserta didik yang terdiri dari 13 peserta didik laki-laki dan 12 peserta didik perempuan.Teknik pengumpulan data penelitian ini dilaksanakan dengan tes serta observasi. Pemberian tes dilakukan dengan memberikan soal evaluasi disetiap akhir pembelajaran. Pada saat observasi, peneliti bertindak sebagai pengajar dan pelaksanaan pengamatan dilakukan oleh seorang pengamat yang merupakan teman sejawat. Pengolahan data dalam penelitian ini adalah: (1) tingkat kemampuan guru mengelola pembelajaran, (2) aktivitas peserta didik, (3) serta ketuntasan hasil belajar.Berdasarkan hasil pengolahan data, temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Tingkat Kemampuan Guru (TKG) Mengelola Pembelajaran pada tindakan 1, 2, dan 3 yaitu 77,5; 80, dan 80. Persentase Aktivitas Peserta Didik pada tindakan 1, 2, dan 3 yaitu 81,2%, 88%, dan 91%. Dan nilai rata-rata hasil belajar tindakan 1, 2, dan 3 yaitu 86,7; 70, dan 75,7; dengan ketuntasan belajar klasikal pada siklus I, II, dan III yaitu 79,2%, 83%, dan 87%.  
ANALISIS KESESUAIAN MODEL PEMBELAJARAN DENGAN TAHAPAN YANG DILAKSANAKAN GURU DI SDN 03 BANDA ACEH Nuraisah Nuraisah.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menggunakan model sebagai pembelajaran adalah pola pikir serta langkah yang harus diterapkan agar tercapai pembelajaran dan kopetensi. Dan hasil belajar dapat membuat anak lebih cepat tanggap efesien dan efektif.. Rumusan masalah di penelitian ini adalah bagaimana kesesuaian model pembelajaran dengan tahapan yang dilaksanakan guru di SDN 03 Kota Banda Aceh. Meneliti untuk mendiskripsikan kesesuaian model pembelajaran dengan tahapan yang dilaksanakan guru di SDN 03 Kota Banda Aceh.yang digunakan adalah pendekatan dari pengajar yaitu guru di kelas di SDN 03 Kota Banda Aceh jumlahnya 6 pengajar. Data dikumpulakan menggunakan dokumentasi, observasi dan wawaancara. Analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan bahwa kesesuaian model pembelajaran Discovery Learning dengan tahapan yang dilaksanakan guru di SDN 03 Banda Aceh belum terlaksana dengan baik, hal tersebut dikarenakan dari beberapa aspek, baik dari aspek pengetahuan mengenai pembelajaran dengan model Discovery Learning serta model-model  pada kurikuluum 2013.Disimpulkan dalam peneliti yaitu pengajar keelas di SDN 03 KotaBanda Acehbanyak yang tidak mampu dalam menyesuaikan model, serta pelaksanaan model pembelajaran Discovery Learning  berdasarkan kurikulum 2013 dalam proses belajar mengajar di SDN 03 Banda Aceh, dan selama pembelajaran tidak sesuai dengan pencapaian. Para pengajar seharusnya lebih banyak belajar agar termotivasi dalam mecari dan mendalami model-model pembelajaran kurikulum 2013 Khususnya model pembelajaran  Discovery Learning. 
PENGGUNAAN MEDIA KARTU ANGKA PADA PERKALIAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS III SD NEGERI JRUEK ACEH BESAR Nurul Adina Putri; Monawati Monawati; Awaluddin Awaluddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul “Penggunaan Media Kartu Angka pada Perkalian  dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa  di Kelas III SD Negeri Jruek Aceh Besar”. Rumusan masalah: (a). Bagaimana keaktifan guru memanfaatkan media kartu angka pada materi perkalian?, (b). Bagaimana keaktifan siswa memakai media kartu angka?, (c). Apakah pemanfaatan media pembelajaran kartu angka dapat menaikkan  hasil belajar di kelas III SD Negerii Jruek?. Tujuan dari penelitian ini (a). supaya memaparkan keaktifan guru mengelola memanfaatkan media kartu angka pada materi  perkalian, (b). untuk memaparkan keaktifan siswa memakai media kartu angka, (c). untuk menganalisis pemanfaatan media belajar kartu angka pada materi perkalian siswa mampu menaikkan hasil pembelajaran di kelas Tiga SD Negeri Jruek Aceh Besar.Pendekatan di Penelitian memakai pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah PTK. Subjek di penelitian ini yaitu semua  murid III SD Negeri Jruek Aceh Besar di mana total 18 siswa, 6 siswa wanita dan 12 siswa lelaki. Tehnik analisis dalam penelitian menggunakan rumus persentase.Berdasarkan analisis data dalam riset ini menunjukkan (a). Keaktifan guru di putaran  satu 3,12 cukup, putaran dua 3,37  cukup, dan putaran tiga 3,62 baik. (b). keaktifan siswa  putaran satu 3,25 cukup, pada putaran dua 3,37 cukup, dan pada putaran tiga 3,75 baik. (c). Hasil belajar siswa pada putaran satu persentasenya 38,89, di putaran dua persentasenya 55,56, dan  putaran tiga persentasenya 83,33.