cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 371 Documents
UPAYA GURU MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS KARANGAN DESKRIPSI KELAS IV SDN 46 BANDA ACEH Khatami Gunawan; Muhammad Idham; M. Husin M. Husin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2019): MEI 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelit ini mengangkat masalah bagaimanakah upaya guru meningkatkan kemampuan menulis karangan  deskripsi di SDN 46 Banda Aceh?  Peneliti ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang upaya guru meningkatkan kemampuan menulis karangan  deskripsi kelas IV SDN 46 Banda Aceh. Penelitiini  memakai Kata  kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif  Dan Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 46 Kota Banda Aceh. dengan subjek penelitian sebanyak 24 orang siswa. Teknik  ringkasan   yang  diambil ialah  observasi, tugas, dan wawancara. Observasi dilakukan terhadap kegiatan pembelajaran guru kelas IVdi SD Negeri 46 Kota Banda Aceh, yang meliputi penjelasan guru, keaktifan proses pembelajaran, dan suasana kelas. Data hasil observasi guru mengajar menunjukan bahwa guru melakukan upaya-upaya pembelajaran. Seperti guru memberi contoh menulis karangan deskripsi yang bervariasi, saat proses belajar mengajar berlangsung, dapat disimpulkan bahwa upaya guru mengajar bias meningkatkan kualitas siswa dalam belajar menulis karangan deskripsi. Tugas dan LKS yang diberikan yaitu menulis karangan deskripsi, yang dapat digali dari hasil evaluasi yang diberikan, dengan menentukan atau memilih tema atau topik karangan, menetapkan judul, menetapkan tujuan, mengumpulkan ide ide tau isi, dan menggunakan tanda baca pada tempatnya.Dari hasil menunjukan bahwa dari 24 lembar tugas dan LKS yang diberikan,tergolong cukup mampu dalam menyelesaikan tugas dan LKS dalam menulis karangan deskripsi, 23 orang tergolong cukup mampu dan 1 orang tergolong kurang mampu. Data hasil wawancara terhadap guru kelas IV SDN 46 Kota Banda Aceh dari upaya guru meningkatkan kemampuan siswa menuliskarangan deskripsi guru yang mengajartampak jelas dalam pemberian pengembangan, penguatan, serta contoh-contoh yang diberikan kepada siswa cukup bervariasi sehingga siswa tertarik terhadap penjelasan guru. Ini berakibatkan siswa cukup mampu menerima apa yang dijelaskan guru dan siswa cukup mampu mengaplikasikan dengan menulis karangan deskripsi.Simpulan dari upaya guru meningkatkan kemampuan siswa menuliskarangan deskripsisudah tercapainya tujuan pembelajaran. 
PERAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA KELAS V DI SD NEGERI 54 BANDA ACEH Miftahul Jannah; Awaluddin Awaluddin; Nurmasyitah Nurmasyitah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini   berjudul Peran  Ekstrakurikuler Pramukaa dalam Membentuk Karakterr Siswaa Kelass V di SD Negeri 54 Banda Aceh. Penelitiann ini bertujuann Untuk mengetahuii bagaimanaa perann kegiatann ekstrakurikulerr pramukaa dalam membentuk   karakter ssiswa di SD Negeri 54 Banda Aceh. Subjekk penelitiann  adalah 1 orang Pembina     pramuka, siswaa 30 orang,   yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 15 orang siswa  perempuan. Teknik pengumpulann data   adalah dengan   menggunakan observasii dan wawancaraa. Dataa dianalisis dengan  menggunakan Reduksii data,, penyajiann data dan   penarikann kesimpulan. Hasill penelitiann ini   menunjukkan bahwa kegiatan   ekstrakurikuler yang dilakukan di SD Negeri 54 Banda Aceh sudah berjalan baik. Pembina   pramuka menyusun pprogram-program   yang dilakukann dalami  kegiatann pramuka   seperti   kegiatan rutin mingguan, bulanan   maupunn kegiatan tahunan baikk yang dilakuka dii  sekolah  maupun luar   sekolah.  Kegitatan-kegiatan terebut  melibatkan siswa agarr mereka dapatt berperan aktiff dan   Pembina ppramukaa dapatt membentukk karakterr yang bbaik ppada ssiswa. Pembinaan   karakter pada siswa dilakukan melalui kegiatan pramuka pada saat   Pembina mengarahkan siswa   melalui kegiatan-kegiatan pramuka seperti pembinaan disiplin dan tanggung jawab terhadap tugas pramuka yang diberikan.  
UPAYA GURU DALAM MENANGANI ANAK TUNARUNGU DI SDLB YPAC-I GAMPONG KEURAMAT BANDA ACEH Debi Wulandari; Israwati Israwati; Hajidin Hajidin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) adalah anak-anak yang memiliki keterbelakangan mental, ketidakmampuan belajar, gangguan emosi atau perilaku, hambatan fisik, hambatan berkomunikasi, autisme, traumatic brain injuiry, hambatan pendengaran, dan hambatan pengelihatan. Tunarungu memiliki arti ketidakmampuan sesorang dalam menerima informasi melalui pendengaran, dari yang mengalami ketidakmampuan taraf ringan hingga taraf yang sangat berat (tuli total). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dan hambatan guru dalam menangani anak tunarungu di SDLB YPAC-I Gampong Keuramat Banda Aceh.          Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang guru SDLB YPAC-I Gampong Keuramat Banda Aceh, yang meliputi 1 orang guru kelas I, 1 orang guru kelas II, orang guru kelas III, dan 1 orang guru kelas V. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Upaya Guru Dalam Menangani Anak Tunarungu Di SDLB YPAC-I Gampong Keuramat Banda Aceh secara keseluruhan sudah baik dan optimal hal tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan. Upaya guru dalam menangani anak tunarungu di lingkungan sekolah dilakukan dengan cara memberikan arahan kepada siswa sedangkan dalam proses belajar dilakukan dengan menggunakan media dan metode yang bervariasi. Maka dapat disimpulkan bahwasanya upaya guru dalam menangani anak tunarungu Di SDLB YPAC-I Gampong Keuramat Banda Aceh sudah memenuhi kriteria.
IMPLEMENTASI MODEL INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SUBTEMA III PEKERJAAN ORANG TUAKU DI KELAS IV SD NEGERI 69 BANDA ACEH Rosmidar Rosmidar.; Syarifah Habibah; Tursinawati Tursinawati.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model inkuiri dalam pembelajaran tematik subtema III Pekerjaan orang tuaku di kelas IV SD Negeri 69 Banda Aceh. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitiannya siswa kelas IV berjumlah 33 orang.  Data dikumpulkan dengan observasi. Pengolahan data menggunakan reduksi data, model data (data display), penarikan/verifikasi kesimpulan.Hasil data observasi menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam melaksanakan tahapan model inkuiri dalam pembelajaran tematik subtema III pekerjaan orang tuaku sudah terlaksana namun belum terlaksana dengan efektif. Terlihat ada beberapa tahapan yang belum terlaksana dengan baik, yaitu siswa belum mampu dalam  tahapan merumuskan masalah dan merumuskan hipotesis.Namun guru mampu melaksanakan dengan baik tahapan mengumpulkan data, menganalisis data dan juga membuat kesimpulan. Hal ini ditunjukan dari kemampuan siswa dalam mengumpul data, menganalisis data dan juga mampu membuat kesimpulan dengan baik.Berdasarkan Hasil wawancara diketahui bahwasanya hampir seluruh  siswa menyukai pembelajaran model inkuiri dengan memberikan jawaban “ya” pada setiap pertanyaan dan beberapa siswa memberikan jawaban “tidak”. Tingginya jawaban “ya” yang diberikan siswa menandakan adanya ketertarikan siswa terhadap penerapan model pembelajaran Inkuiri pada materi sub tema III pekerjaan orang tuaku. Berdasarkan hasil analisis data mengimplementasi model inkuiri dalam pembelajaran tematik subtema III Pekerjaan orang tuaku di kelas IV SD Negeri 69 Banda Aceh telah mencapai kategori baik. Dengan demikian, dapat simpulkan bahwa implementasi model inkuiri dalam pembelajaran tematik subtema III Pekerjaan orang tuaku di kelas IV SD Negeri 69 Banda Aceh telah dilaksanakan oleh guru.
PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA MELALUI KARYA MOZAIK DI KELAS III SD NEGERI IBOIH KABUPATEN PIDIE Resa Farina; Rosma Ely; Mislinawati Mislinawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kreativitas siswa dapat dikembangkan dengan berkreasi, sehingga siswa dapat menyalurkan bakat serta pontensinya dengan membuat karya mozaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengembangan Kreativitas Siswa Melalui Karya Mozaik di Kelas III SD Negeri Iboih Kabupaten Pidie.            Pendekatan dalam penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah 1 guru kelas III dan 21 siswa kelas III. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Seluruh data yang diolah dengan tahap analisis data yaitu reduksii data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.            Hasil penelitiannya adalah pengembangan kreativiitas siswa melalui pembuatan karya atau kerajinan mozaik di SD Iboih Kabupaten Pidie masih kurang dalam pengembangannya. Terlihat dari cara guru menerapkan langkah-langkah pembelajaran, mulai dari persiapan mengajar, penjelasan dan pembaharuan akan materi mozaik, serta media yang digunakan guru masih belum maksimal. Hasil observasi terhadap karya 1 dan karya 2 siswa terdapat pengembangan yang baik. Pada karya pertama terdapat 1 siswa yang mendapat nilai yang baik,16 siswa yang mendapat nilai cukup dan 4 siswa yang hasilnya masih kurang.Pada observasi karya kedua terdapat 15 siswa yang mendapat nilai baik dan 6 siswa mendapat nilai  cukup. Dan dari hasil tanya jawab dengan guru di kelas tersebutdapat disimpulkan bahwa ada kekurangan dan cukup mempengaruhi pengembangan kreativitas siswa melalui karya mozaik, kurangnya materi mozaik yang terdapat dibuku tema serta kurangnya pemahaman siswa akan pentingnya karya seni rupa, serta kurangnya perhatian guru akan pentingnya karya mozaik,Dari hasil penelitian inii kita simpulkan bahwa setiap siswa meliliki kreativitas yang baik dan luar biasa, namun karena masih kurang dalam penerapannya menyebabkan kurangnya kreativitas setiap siswa dalam membuat karya mozaik di kelas III SD N Iboih Kabupaten Pidie masih kurang dan harus ditingkatkan lagi. 
PEMBINAAN AKHLAK TERHADAP SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SD NEGERI UNGGUL LAMPENEURUT ACEH BESAR Fatimah Juraini; Syarifah Habibah; Mislinawati Mislinawati.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penanaman akhlak sangat penting bagi siswa, selama ini masih banyak siswa yang kurang dalam berakhlak serta beretika. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana pembinaan akhlak di SDN Unggul lampeneurut dan faktor apa saja yang menghambat dalam pembinaan akhlak di SDN Unggul Lampeneurut. Adapun  penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  pembinaan akhlak terhadap siswa di Sekolah Dasar Negeri Unggul Lampeneurut Aceh Besar dan faktor yang menghambat dalam pembinaan akhlak.Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.  Pengumpulan data dengan teknik observasi dan wawancara. Subjek yang akan di observasi dan diwawancarai yaitu 6 guru. Pengolahan data dilakukan dengan tahapan analisis data yaitu mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah membina akhlak siswa dengan berbagai macam cara pembinaan yaitu melalui  metode pembiasaan,  keteladanan ,  nasehat, hukuman, peristiwa. Aspek pembinaan pembiasaan dan keteladan yang sering di terapkan di Sekolah Dasar Negeri Unggul Lampeneurut dalam bentuk kegiatan membiasakan siswa untuk mengucapkan salam terlebih dahulu ketika masuk kelas, membiasakan siswa untuk berdoa sebelum belajar, selanjutnya metode keteladanan dalam aspek guru mengucap salam sebelum ketika masuk kelas, guru berdoa sebelum mengajar dan guru berpakaian sopan.Adapun faktor yang menghambat dalam proses pembinaan akhlak ini ialah (1) faktor lingkungan masyarakat, (2) faktor lingkungan keluarga yang sering bertengkar, (3) pengaruh media sosialAdapun kesimpulannya pembinaan akhlak melalui metode pembiasaan, keteladan, nasehat, hukum dan peristiwa sudah dilakukan dengan baik. 
KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI TEKNIK MEMBACA CEPAT MAHASISWA PGSD UNSYIAH TAHUN AJARAN 2017/2018 Uci Umra; Bukhari Bukhari; Awaluddin Awaluddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang  dari penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana kemampuan kemampuan membaca dan memahami mahasiswa. Berdasarkan pengamatan peneliti tentang permasalahan membaca cepat dan pemahamannya, terdapat berbagai macam permasalahan menyangkut dengan memahami bahan bacaan dengan baik. Ketika mereka menghadapi bahan bacaan tentang membaca cepat dan harus memahami isi bacaan tersebut dan masih banyak yang sangat kurang dalam hal membaca cepat dan memahaminya.              Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana kemampuan membaca pemahaman melalui teknik membaca cepat mahasiswa PGSD Unsyiah tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagainamakah kemampuan membaca pemahaman melalui teknik membaca cepat mahasiswa PGSD Unsyiah tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian statistik deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah 36 orang mahasiswa PGSD Unsyiah tahun ajaran 2017/2018. Teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu dengan tes, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif atau rumus persentase.Berdasarkan hasil penelitian tentang kemampuan membaca pemahaman melalui teknik membaca cepat, diperoleh 4 orang yang mampu membaca cepat dengan persentase (11.11%) dan 32 orang yang belum mampu membaca cepat (88.89%). Setelah membaca cepat peneliti juga menilai tentang pemahaman, bahwa tidak ada mahasiswa yang mendapatkan nilai yang sangat baik, dan yang termasuk kategori baik 8 orang dengan persentase (22.22%), dan 4 orang mahasiswa yang mendapatkan nilai cukup dengan persentase (11.11%), sedangkan 24 orang mahasiswa yang mendapatkan nilai kurang dengan persentase (66.57%).
IMPLEMENTASI KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 67 PERCONTOHAN KOTA BANDA ACEH Irfan Juliandy; Sudirman Sudirman; Israwati Israwati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Implementasi Karakter Disiplin peserta didik di Sekolah Dasar Negeri 67 Percontohan Kota Banda Aceh”. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimanakah Implementasi Karakter Disiplin peserta didik di SDN 67 Percontohan Banda Aceh. Penelitian ini juga bertujuan Untuk Mengetahui Implementasi Karakter Disiplin peserta didik di SDN 67 Percontohan Banda Aceh.Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. subjek penelitian yang dijadikan informan dalam penelitian ini adalah 2 guru, 1 kepala sekolah, dan 8 peserta didik pada kelas IV-A dan IV-B. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, dan wawancara. Analisis data yaitu menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil observasi pada Kelas IV-A dan IV-B adalah mengenai sikap karakter disiplin selama pengumpulan data yaitu peserta didik dan guru sangat terlihat sikap karakter disiplin waktu maupun menaati peraturan. walaupun ada peserta didik yang tidak melalukan sikap karakter disiplin waktu atau menaati peraturan. Pada disiplin sikap, mereka menunjukkan sikap yang bagus. peserta didik menunjukkan sikap yaitu tidak mudah tersinggung atau marah, dan mendengarkan nasehat dari guru.Simpulan dari penelitian ini yaitu guru selalu  melakukan bimbingan, dan arahan untuk bersikap karakter disiplin mematuhi tata tertib di SD tersebut, karakter disiplin waktu dan disiplin sikap baik didalam proses pembelajaran maupun diluar. guru juga menkondisikan peserta didik dengan cara memberikan contoh teladan bagi peserta didik, seperti guru harus lebih awal datang kesekolah dari pada peserta didik datang, tepat waktu dalam mengajar, teladan dalam berpakaian dan juga cara bersikap serta bertutur kata yang sopan sehingga peserta didik dapat mencontoh perilaku yang dilakukan oleh guru. 
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL DI SD NEGERI 51 BANDA ACEH M Rizki Harisandi; Mislinawati Mislinawati; Nurmasyitah Nurmasyitah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2019): MEI 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media Audio visual merupakan alat bantu yang dipergunakan dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan berkaitan dengan pengetahuan, sikap, dan ide. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini Bagaimana strategi dan apasaja kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan media pembelajaran audio visual di SDN 51 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengembangkan media pembelajaran audio visual di SDN 51 Banda Aceh, untuk mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan media pembelajaran audio visual di SDN 51 Banda Aceh .Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 6 orang guru kelas di SD Negeri 51 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan wawancara. Analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi dalam mengembangkan media pembelajran audio visual di SDN 51 Banda Aceh, yaitu memilih media yang paling sesuai dengan materi, media yang digunakan mudah dimengerti oleh siswa, durasi video atau film singkat agar tidak menghabiskan waktu yang lebih lama dan mengkombinasikan penggunaan media audio visual dengan metode pembelajaran lainnya, seperti metode diskusi, metode tanya jawab dan juga metode ceramah maupun pendekatan saintifik yang sering digunakan dalam pembelajaran kurikulum 2013. Guru menghadapi kendala dalam mengembangkan media pembelajaran audio visual seperti kesulitan dalam mendapatkan video atau film. Guru terkendala dalam mengakses video yang paling sesuai dengan materi. Siswa lebih suka menonton video atau film dari pada memperhatikan materi pelajaran. Sehingga siswa meminta guru untuk memutar kembali video atau film yang telah ditonton dan guru juga kesulitan dalam mendapatkan video yang sesuai dengan durasi yang diinginkan. Simpulan dari penelitian adalah bahwa guru menggunakan strategi dalam mengembangkan media audio visual dengan mengkombinasikannya dengan metode pembelajaran lainnya seperti diskusi, tanya jawab maupun saintifik.
PENGELOLAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SD NEGERI COT MEURAJA ACEH BESAR Khairunnisa Khairunnisa.; M. Nasir yusuf; Tursinawati Tursinawati.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap siswa memiliki bakat dalam dirinya. Adapun, bakat tersebut dapat dikembangkan melalui suatu kegiatan ekstrakurikuler. Oleh karena itu dalam menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler, tentunya harus ada pengelolaan yang dilaksanakan secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler di SD Negeri Cot Meuraja Aceh Besar. Subjek penelitian terdiri dari 4 orang narasumber yang merupakan para stakeholder di sekolah. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Untuk memperoleh data peneliti menggunakan wawancara dan observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis data, peneliti memperoleh informasi bahwa dalam pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler di SDN Cot Meuraja sebagai berikut; kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan antara lain: pramuka, les bidang studi dan drumband. Pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan berdasarkan tujuan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa, membentuk sikap disiplin dan patuh terhadap aturan melalui jenis kegiatan yang beragam, memiliki fungsi sebagai tempat meluangkan waktu siswa pada hal yang bermanfaat dan dengan prinsip menuntut keikutsertaan dan partisipasi aktif siswa. Pembinaan kegiatan ekstrakurikuler melalui penyediaan materi, memberikan bimbingan dan melatih siswa melalui pemberian nasihat dan motivasi serta materi yang sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan. Tersedianya sarana dan prasarana berupa alat-alat dan tempat pelaksanaan kegiatan serta tersedianya dana untuk kegiatan yang diperoleh dari dana BOS (Biaya operasional sekolah).Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler pada SD Negeri Cot Meuraja Aceh Besar sebagian besar sudah terlaksana dengan baik yang ditunjukkan dengan melaksanakan  beberapa tujuan, fungsi, prinsip kegiatan ekstrakurikuler, partisipasi siswa dalam mengikuti kegiatan serta adanya pembinaan melalui penyediaan materi, memberikan bimbingan dan melatih kegiatan serta melakukan penilaian terhadap kegiatan yang diikuti siswa, serta tersedianya sarana dan prasarana dan dana untuk kegiatan yang diperoleh dari BOS (Biaya operasional sekolah).