cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
MENGEMBANGKAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN ULAR NAGA DI PAUD BUNGONG TANJONG KABUPATEN ACEH BESAR Siti . Hardianti; Anizar . Ahmad; Siti Naila Fauzia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan interpersonal dapat berkembang melalui permainan ular naga pada anak usia dini yang ditandai dengan anak sudah mampu bermain dengan teman sebaya, mengikuti aturan, mengetahui perasaan orang lain, menghargai hak dan pendapat orang lain dan mau bekerja sama. Kenyataan pada lembaga PAUD Bungong Tanjong ditemukan 6 orang anak yang tidak mau bermain dan kurang berkomunikasi dengan temannya, suka menganggu temannya dan ingin menang sendiri, tidak mau mengikuti aturan dan tidak mau bekerja sama. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mengembangkan kecerdasan interpersonal anak usia dini melalui permainan ular naga di PAUD Bungong Tanjong Kabupaten Aceh Besar. Penelitian  ini bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal anak melalui permainan ular naga di PAUD Bungong Tanjong Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B1 yang berjumlah 6 orang anak yang berusia 5-6 tahun. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pada siklus I pertemuan I yang belum berkembang berjumlah 2 anak, mulai berkembang berjumlah 4 anak, pertemuan kedua yang mulai berkembang berjumlah 4 anak, berkembang sesuai harapan berjumlah 2 anak. Siklus II pertemuan I yang mulai berkembang berjumlah 1 anak, berkembang sesuai harapan berjumlah 3 anak, berkembang sangat baik berjumlah 2 anak, pertemuan kedua yang berkembang sesuai harapan berjumlah 1 anak, berkembang sangat baik berjumlah 5 anak. Kesimpulannya bahwa melalui permainan ular naga dapat mengembangkan kecerdasan interpersonal anak usia dini di PAUD Bungong Tanjong Kabupaten Aceh Besar. Disarankan bagi guru agar dapat lebih memperhatikan kecerdasan interpersonal dan permainan ular naga dapat diterapkan pada pembelajaran di PAUD.Kata kunci: kecerdasan interpersonal, permainan ular naga, anak usia dini
KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI KOLASE BAHAN ALAM DI TK AL WASHLIYAH ALUE NAGA BANDA ACEH Varmawati .; Fakhriah .; Rosmiati .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2020): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas yang dimaksud dalam penulisan ini adalah sebuah karya yang dihasilkan melalui kegiatan kolase bahan alam yang dilakukan oleh anak TK A usia 4-5 tahun. Bahan alam adalah kulit kerang dan cangkang keong untuk menghasilkan sebuah karya. Rumusan masalah dari penulisan ini adalah bagaimana perkembangan kreativitas anak usia dini melalui kolase bahan alam. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui perkembangan kreativitas anak usia dini melalui kolase bahan alam. Penulisan ini menggunakan penulisan kulitatif dengan pendekatan eksperimen.Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini adalah observasi dan unjuk kerja. Teknik analisis data dalam penulisan ini dianalisis dengan beberapa langkah sesuai dengan model milen dan huberman (sugiono,2010:337) yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek dalam penulisan ini adalah anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 11 orang anak, yang terdiri dari 6 perempuan dan 5 laki-laki. Penulisan ini dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, pertemuan pertama dari keseluruah anak  mencapai nilai rata-rata 2.36 dengan presentase 59% , meningkat pada pertemuan kedua 3.18 dengan  presentase 79,5%, dan meningkat pada pertemuan ketiga yaitu 3.27 dengan presentase 81,75%. Pada faktor yang kedua  kemampuan anak membuat karya sesuai pola nilai rata-rata dari keseluruhan anak mencapai 2.27 denganpresentase 56,75%, pertemuan kedua nilai rata-rata anak mencapai 3.27 dengan presentase 81,75%, dan pada pertemuan ketiga nilai rata-rata dari keseluruhan anak meningkat menjadi 3.36 dengan presentase 84%. Jadi dapat disimpulkan setiap kegiatan kolase bahan alam dari kulit kerang dan cangkang keong sangat jelas mengalami peningkatan perkembangan kreativitas anak usia dini di TK AL Washliyah Alue Naga Banda Aceh.Kata Kunci: Kreativitas, Bahan Alam, Anak Usia Dini
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI METODE EKSPERIMEN SAINS DI TK BUNDA KANDUNG DESA MEUNASAH TUTONG ACEH BESAR Aulia Ananda; Yuhasriati .; Saptiani .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2019): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kemampuan kognitif merupakan salah satu aspek perkembangan yang harus dikembangkan oleh anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan perkembangan kemampuan kognitif anak dalam berpikir logis khususnya dalam lingkup mengenal sebab-akibat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan jenis penelitian eksperimen one shot case study yang dilaksanakan dalam 3 pertemuan, dalam setiap pertemuan mencakup kegiatan perencanaan, kegiatan pelaksanaan pembelajaran, dan pengamatan. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B yang berjumlah 15 anak, terdiri dari 9 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes lisan dan unjuk kerja melalui kegiatan eksperimen sains benda tenggelam dan terapung. Setelah diberikannya treatment (perlakuan) didapatkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan kognitif anak usia dini meningkat, pada pertemuan pertama dari hasil observasi didapatkan nilai rata-rata anak 15,5 kemudian dilanjutkan pada pertemuan kedua nilai rata-rata anak meningkat menjadi 23,6 dan pada pada pertemuan ketiga didapatkan nilai rata-rata anak menjadi 30,2 sedangkan dari hasil tes lisan didapatkan nilai rata-rata anak pada pertemuan pertama 40,6 dilanjutkan pada pertemuan kedua meningkat menjadi 46,5 dan pada pertemuan ketiga meningkat 49,6. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan kognitif anak melalui metode eksperimen sains di TK Bunda Kandung Desa Meunasah Tutong Aceh Besar.Kata Kunci: Kognitif, Berpikir Logis, Metode Eksperimen Sains
PERKEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN PLAYDOUGH DI TK PERCONTOHAN SIMEULUE Devi . Afnidar; Fakhriah . .; Rosmiati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Perkembangan Keterampilan Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Playdough di TK Percontohan Simeulue” ini mengangkat masalah bagaimana perkembangan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan playdough di TK Percontohan Simeulue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan playdough di TK Percontohan Simeulue. Subjek dalam penelitian ini adalah anak di TK Percontohan Simeulue yang berumur 4-5 tahun di kelas A dengan jumlah anak 14 orang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jenis penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa teknik observasi, unjuk kerja dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Setelah memberikan perlakuan (treatment) pada kelas A di TK Percontohan Simeulue, semester genap tahun ajaran 2018/2019 membawakan hasil yang memuaskan, disaat sebelum diberi perlakuan anak belum mampu mengoordinasikan mata dan tangan, anak belum mampu meremas, memilin, mencolek dan mengepal, namun saat telah diberi perlakuan dari pertemuan I, pertemuan II dan pertemuan III keterampilan motorik halus anak terus mengalami peningkatan dimana anak sudah mampu mengoordinasikan mata dan tangan, mampu meremas, memilin, mencolek dan mengepal saat melakukan kegiatan playdough. Disarankan penelitian yang berhubungan dengan keterampilan motorik halus anak usia dini dapat dilanjutkan oleh peneliti lain dengan menggunakan subjek yang berbeda serta dengan kegiatan atau media lainnya.Kata Kunci: Keterampilan Motorik Halus, Anak, Kegiatan Playdough
PERKEMBANGAN PERCAYA DIRI ANAK MELALUI TARI BINES DI TK SATU ATAP BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES Fitri . Astuti; Israwati . .; Rosmiati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 4 (2019): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percaya diri adalah suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimiliki seseorang dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk bisa mencapai tujuan dalam hidupnya, mampu mengekspresikan perasaan dengan mampu berinteraksi dengan lingkunganya. Tujuan penelitian untuk mengetahui perkembangan percaya diri anak melalui tari Bines di kelas B TK Satu Atap Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B usia 5-6 tahun yang berjumlah 12 anak perempuan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dalam beberapa teknik yang bermaksud untuk membantu dalam penelitian yaitu teknik observasi dan unjuk kerja. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif analisis terdiri dari tiga kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Setelah melakukan penelitian dengan 3 kali pertemuan pada kelas B di TK Satu Atap Blangkejeren, semester genap tahun ajaran 2018/2019 mendapatkan hasil yang sangat memuaskan, hasil pertemuan pertama anak mulai berkembang mampu bekerjasama, selaras saat melakukan gerak bersama teman, dan anak masih malu-malu saat menari Bines, pada pertemuan kedua dan ketiga perkembangan percaya diri anak terus mengalami perkembangan dimana anak sudah mampu bekerjasama, selaras saat melakukan gerakan tari bersama teman, dan juga anak sudah berani tampil di depan kelas tanpa malu-malu dan takut. Tari Bines tidak hanya mengembangkan percaya diri anak, akan tetapi juga dapat mengembangkan fisik motorik, seni, dan sosial emosional. Diharapkan bagi penelitian selanjutnya dapat memilih lembaga PAUD yang sudah menerapkan kegiatan tari Bines yang optimal.Kata Kunci: Percaya Diri, Anak Usia Dini, Kegiatan Tari Bines
PERKEMBANGAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL WARNA MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN METODE EKSPERIMEN DI TK DARUR RAHMAN GAMPONG CEURIH, KECAMATAN ULEE KARENG, KOTA BANDA ACEH Mirnazelli Qalisha; Israwati .; Yuhasriati .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2019): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan anak mengenal warna perlu dikembangkan. Salah satu metode yang digunakan adalah metode eksperimen pencampuran warna. Pembelajaran dengan metode eksperimen memberikan pembuktian langsung kepada anak dengan melakukan pengenalan warna secara langsung. Pengenalan warna pada anak dengan pencampuran bahan dari kertas crap dengan gleas plastik dengan diisi air bersih. Masalah yang dijumpai berdasarkan observasi awal di TK Darur Rahman Kota Banda Aceh kelompok B, diperoleh bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran eksperimen belum perna dilakukan 10 anak perkembangan kognitif terutama dalam mengenal warna masih belum berkembang, dimana ada beberapa anak tidak dapat membedakan warna dan tidak dapat menyebutkan warna. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perkembangan  kemampuan  anak  mengenal warna melalui pembelajaran dengan metode eksperimen di TK Darur Rahman Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskripsi. Penelitian dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan yaitu pada kelompok B, dengan anak berusia 5-6 tahun berjumlah 10 orang anak. Hasil yang didapatkan bahwa melalui pembelajaran dengan metode eksperimen perkembangan kemampuan anak mengenal warna yaitu mampu membedakan warna dasar yaitu biru, merah dan kuning. Dapat menyebutkan warna baru dari pencampuran  dua warna dasar. Perkembangan anak mengenal warna dengan metode eksperimen dikategorikan berkembang sangat baik sebanyak 7 dari 10 orang anak, dimana anak mampu mengenal dan menyebutkan warna. Kesimpulannya anak mampu menyebutkan, mengenal dan melakukan percobaan warna setelah bereksperimen. Kata Kunci: Mengenal warna, Knowing Colors, Pembelajaran, Metode Eksperimen, Anak Usia Dini.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG HURUF MELALUI PERMAINAN POHON HURUF PADA ANAK USIA DINI DI TK BUNGONG SELEUPOEK Rifkafil . .; Anizar . Ahmad; Taat . Kurnita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2020): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Idealnya, anak usia 5-6 tahun sudah mampu menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal, menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi/huruf awal yang sama dan memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf. Namun yang terjadi di TK Bungong Seleupoek Banda Aceh, khususnya kemampuan mengenal lambang huruf belum berkembang secara optimal dibandingkan dengan kemampuan-kemampuan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang huruf melalui permainan pohon huruf pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada 2 siklus, dalam setiap siklusnya dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di TK Bungong Seleupoek Banda Aceh, berjumlah 7 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I pertemuan pertama terdapat 6 orang anak belum berkembang (BB), dan 1 orang anak mulai berkembang (MB). Pertemuan kedua terdapat 6 orang anak mulai berkembang (MB), dan 1 orang anak berkembang sesuai harapan (BSH). Siklus ll pertemuan pertama terdapat 5 anak yang berkembang sesuai harapan (BSH), dan 2 orang anak berkembang sangat baik (BSB). Disimpulkan bahwa kemampuan mengenal lambamg huruf anak di TK Bungong Seleupoek yang distimulasi melalui permainan pohon huruf  menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini terlihat pada kemampuan anak yang sudah mampu menyebutkan lambang huruf pada pohon huruf. Kata Kunci: Lambang Huruf, Pohon Huruf
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA JARI DI PAUD AL KAMAL KABUPATEN ACEH BESAR Rahmatul . Ulya; Anizar . Ahmad; Bahrun . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 4 (2019): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Idealnya anak yang berusia lima sampai enam tahun memiliki kemampuan mengungkapkan bahasa dalam menceritakan atau mengungkapkan kembali informasi yang didapat. Pada kenyataannya, anak yang berusia lima sampai enam tahun di PAUD Al-Kamal Kabupaten Aceh Besar, mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan bahasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak melalui metode bercerita dengan boneka jari. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian tindakan ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 8 anak. Data dikumpulkan melalui observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa anak mengalami perkembangan setiap siklus. Siklus I pertemuan pertama dan pertemuan kedua terdapat 2 anak belum berkembang dan 4 anak mulai berkembang. Siklus I pertemuan kedua 3 anak yang belum berkembang, 2 anak mulai berkembang dan 2 anak berkembang sesuai harapan. Dilanjutkan pada siklus II pertemuan pertama tidak terdapat anak yang belum berkembang, 2 anak mulai berkembang, 4 anak berkembang sangat baik dan 1 anak berkembang sesuai harapan. Siklus II pertemuan kedua tidak terdapat anak yang belum berkembang, 1 anak mulai berkembang, 3 anak berkembang sesuai harapan, dan 4 anak berkembang sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui metode bercerita dengan media boneka jari dapat mengembangkan kemampuan bahasa anak. Sebaiknya guru dapat menggunakan metode bercerita dengan media dan cerita lainnya.Kata Kunci: Kemampuan Bahasa, Metode Bercerita, Boneka Jari
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI MEDIA KARTU ANGKA BERGAMBAR DI TK FKIP UNSYIAH Meutia . Destrianda; Bahrun . .; Siti Naila Fauzia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kemampuan kognitif anak adalah anak dapat memecahkan masalah dalam menciptakan sebuah karya. Media kartu angka bergambar merupakan media yang dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak. Media ini berisi gambar, teks, dan lambang bilangan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana penggunaan metode permainan dengan media kartu angka bergambar dapat mengembangkan kognitif anak di TK B FKIP UNSYIAH. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus, dalam setiap siklus mencakup pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek yang ada dalam penelitian ini terdiri dari 8 orang anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi dan unjuk kerja melalui kegiatan bermain kartu angka bergambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari siklus I pada pertemuan ke II 3 orang anak sudah mencapai kriteria keberhasilan karena anak sudah mampu mengurutkan angka dengan benar melalui metode permainan melalui media kartu angka bergambar, dan pada siklus II anak yang sudah mencapai kriteria keberhasilan terdapat 4 orang anak. Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu, perkembangan kognitif anak sudah berkembang sesuai dengan indikator pencapaian anak melalui media kartu angka bergambar di TK FKIP UNSYIAH.Kata Kunci: Kognitif, Kartu Angka Bergambar
STRATEGI GURU DALAM MENANGANI PERILAKU AGRESIF ANAK USIA DINI DI TK IT MON KUTA BANDA ACEH Hardiati Mustika; Bahrun .; Rosmiati .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2020): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi guru dalam penelitian ini adalah upaya yang dilakukan oleh guru dalam mencapai tujuan untuk membina dan menangani perilaku agresif anak usia dini yang menjadi permasalahan dalam proses pembelajaran di sekolah. Perilaku agresif dalam penelitian ini adalah sikap dan tindakan serta ucapan anak ketika anak berinteraksi dengan orang lain yang menunjukkan adanya kemarahan dan luapan emosi serta ucapan kasar seperti memarahi dan meneriaki orang lain yang diekspresikan oleh anak yang dapat mengganggu proses pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi guru dalam menangani perilaku agresif anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat studi kasus dan dijabarkan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini yaitu dua orang guru, kepala sekolah, dan satu orang tua anak. Hasil penelitian ini tentang strategi guru dalam menangani perilaku agresif anak yaitu guru merangkul anak saat anak melakukan tindakan agresif, guru membujuk dan memberikan nasehat yang baik pada anak, guru juga harus bersikap lemah lembut dalam menghadapi anak yang berperilaku agresif. Berdasarkan studi kasus penelitian ini diketahui bahwasanya strategi-strategi yang telah dilakukan oleh guru tersebut dapat mereduksi perilaku agresif anak dengan baik.Kata Kunci: Strategi Guru, Perilaku Agresif, Anak Usia Dini