cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL ACEH MEUPET-PET NYET TERHADAP PENGEMBANGAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK DI TK SATU ATAP SD LAMLHEU Nurul Hakiki; Fakhriah .; Hijriati .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2019): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang terjadi di TK Satu Atap SD Lamlheu ada anak yang membeda-bedakan teman dalam bermain, anak hanya bergaul dengan teman yang satu desa dengannya, anak kurang peka terhadap peristiwa yang dialami teman, belum bekerjasama dan belum mematuhi aturan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional Aceh meupet-pet nyet terhadap pengembangan kecerdasan interpersonal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah 8 orang anak kelas TK B di TK Satu Atap SD Lamlheu. Hasil observasi pertemuan I anak yang kategori belum mampu (25%), kategori sudah mulai mampu (50%), kategori sudah mampu (25%) dan kategori sudah sangat mampu (0%). Hasil observasi pertemuan II anak yang kategori belum mampu (0%), kategori sudah mulai mampu (25%), kategori sudah mampu (62,5%) dan kategori sudah sangat mampu (12,5%). Disimpulkan bahwa permainan tradisional Aceh meupet-pet nyet di TK Satu Atap SD Lamlheu dapat berpengaruh terhadap kecerdasan interpersonal anak. Hal ini dapat dilihat dari perubahan sikap anak pada hasil observasi pertemuan I dan hasil observasi pertemuan II dimana anak sudah menunjukkan perkembangan dalam bermain bersama teman dan tidak memilih teman, mampu menunjukkan kepekaan terhadap peristiwa yang dialami teman, dapat bekerjasama dan sudah mematuhi aturan melalui permainan tradisional Aceh meupet-pet nyet. Disaranakan dapat mengimplementasikan kegiatan permainan tradisional ke dalam kegiatan pembelajaran supaya anak dapat mengembangkan kemampuan sambil bermain.Kata kunci: permainan tradisional, meupet-pet nyet, kecerdasan interpersonal
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL AKSARA MELALUI MEDIA HURUF AMPELAS DI TK IT MON KUTA BANDA ACEH Haira . .; Anizar . Ahmad; Rahmi . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan anak usia 5-6 tahun dalam lingkup aspek perkembangan bahasa seharusnya anak sudah berkembang keaksaraan awal yaitu mampu memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf, membaca dan menulis nama sendiri. Kenyataan di lapangan anak usia 5-6 tahun kelompok B3 di TK IT Mon Kuta Kota Banda Aceh anak belum mampu mengucapkan bunyi huruf dan menulis bentuk huruf dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan anak mengenal aksara melalui penerapan media huruf ampelas di TK IT Mon Kuta Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian berjumlah 12 orang anak, terdiri atas tujuh laki-laki dan lima perempuan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan unjuk kerja. Cara yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan anak mengenal aksara melalui penggunaan media huruf ampelas yaitu dengan melakukan permainan tebak huruf nama diri anak dan istilah-istilah pada tema Negaraku, bermain klasifikasi mengelompokkan huruf kapital dan huruf kecil, bermain sensori motor meraba media huruf ampelas, menyusun huruf menjadi kata nama diri anak dan istilah-istilah dalam tema Negaraku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan anak mengenal aksara melalui penerapan media huruf ampelas di TK IT Mon Kuta Banda Aceh telah terjadi peningkatan, hal ini dibuktikan pada siklus I terdapat lima orang anak (41,6%) sedangkan pada siklus II terdapat 10 orang anak (83%) yang telah berkembang dengan baik. Disimpulkan bahwa melalui penerapan media huruf ampelas dapat mengembangkan kemampuan anak mengenal aksara di TK IT Mon Kuta Banda Aceh hal ini dibuktikan dengan peningkatan yang signifikan pada hasil penelitian siklus II sebanyak 50% dibandingkan hasil siklus sebelumnya yaitu anak dapat menyusun huruf, menulis, membaca nama sendiri dan istilah-istilah dalam tema Negaraku. Disarankan agar guru menggunakan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dalam mengenalkan keaksaraan pada anak usia dini.Kata Kunci: Kemampuan Anak, Mengenal Aksara, Media Huruf Ampelas, Anak Usia Dini
PERKEMBANGAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK MELALUI METODE MAIN PERAN DI PAUD NURUL IMAN BANDA ACEH Tasya Utari Putri; Israwati . .; Hijriati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 4 (2019): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan dalam bersosialisasi dengan orang lain yang berada di sekitarnya. Permasalahan yang terjadi pada anak usia 4-5 tahun yang berada di TK A PAUD  Nurul Iman Banda Aceh, anak-anak di PAUD tersebut belum terbiasa bekerjasama dengan teman-temannya dan anak-anak masih bersifat individual. Dalam hal kerjasama dapat dilihat pada sebuah permainan anak belum menaati peraturan yang berlaku dan anak sering sekali tidak mau membagikan mainan kepada teman-temanya. Berdasarkan permasalahn tersebut terlihat bahwa perkembangan kecerdasan interpersonal anak belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kecerdasan interpersonal anak melalui metode main peran di PAUD Nurul Iman Banda Aceh. Metode penelitian yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun yang berada di kelas TK A PAUD Nurul Iman Banda Aceh yang berjumlah 10 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, unjuk kerja dan wawancara. Data yang ditemukan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan pertama perkembangan kecerdasan interpersonal melalui metode main peran, dari 10 orang anak terdapat 2 orang anak Belum Berkembang (BB) kecerdasan interpersonalnya, 4 orang anak Mulai Berkembang (MB), 2 orang anak Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 2 orang anak Berkembang Sangat Baik (BSB). Pada pertemuan kedua terjadi peningkatan, 1 orang anak yang Belum Berkembang (BB), 6 orang anak Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 3 orang anak Berkembang Sangat Baik (BSB). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa perkembangan kecerdasan interpersonal anak di PAUD Nurul Iman melalui metode main peran menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Perkembangan kecerdasan interpersonal anak terlihat dari perubahan sikapnya yaitu, anak sudah terbiasa bekerjasama, saling berbagi, mentaati aturan yang berlaku dalam suatu permainan, anak mampu menunjukkan peran yang dimainkan, anak dapat berkomunikasi dengan baik, dan anak mampu menunjukkan rasa empati.Kata Kunci: Kecerdasan Interpersonal, Metode Main Peran
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL HURUF MELALUI PERMAINAN QUIET BOOK DI TK IT MON KUTA BANDA ACEH Helen Anggiatuti; Israwati .; Taat Kurnita Yeniningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana mengembangkan kemampuan anak mengenal huruf  melalui permainan quiet book di TK IT Mon kuta Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan anak mengenal huruf melalui permainan quiet book di TK IT Mon Kuta Banda Aceh. Metode penelitian mengunakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus, dalam setiap siklusnya terdapat 4 unsur yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah anak kelas B3 yang berjumlah 7 orang anak yang terdiri dari 2 orang anak perempuan dan 5 orang anak laki-laki penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling. Pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan unjuk kerja yang dilakukan pada kegiatan inti melalui permainan quiet book. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I anak yang mendapat kriteria belum berkembang adalah 1 orang anak dan anak yang mendapat kriteria mulai berkembang adalah 6 orang anak. Dan pada siklus II anak yang mendapat kriteria belum berkembang adalah 1 orang anak, anak yang mendapat kriteria mulai berkembang adalah 1 orang anak dan anak yang mendapat kriteria berkembang sesuai harapan adalah 5 orang anak. Dengan demikian dapat disimpulan bahwa melalui permainan quiet book dapat mengembangkan kemampuan  anak mengenal lambang huruf vokal dan lambang huruf konsonan di TK IT Mon Kuta Banda Aceh.Kata kunci : Kemampuan Anak, Mengenal Huruf, Permainan Quiet Book
ANALISIS METODE PENDIDIKAN ANAK MENURUT ABDULLAH NASHIH ‘ULWAN DALAM KITAB TARBIYATUL AULAD FIL ISLAM Cut Reva Fatmela; Israwati .; Rahmi .; Rosmiati .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTKeywords: Educational Methods, Children, Abdullah Nashih 'Ulwan, Book of Tarbiyatul Aulad fil IslamThis study discussed children's education in an Islamic perspective according to Abdullah Nasih 'Ulwan. The educational method is a tool in the form of an effort to grow, develop, improve, manage, lead, supervise and take care of students. The formulation of the problem in this study is how the method of child education in Islam according to Abdullah Nashih 'Ulwan in the Book of Tarbiyatul Aulad fil Islam. The purpose of this study is to analyze the method of child education in Islam according to Abdullah Nashih 'Ulwan in the Book of Tarbiyatul Aulad Fil Islam. This research data collection method was taken from the data source, the data source referred to in the study was the subject from which the data was obtained. This type of research is library research with a qualitative approach that is descriptive of content analysis. The data analysis technique in this study used a qualitative descriptive technique. Dr. Abdullah Nashih 'Ulwan is a scholar, faqih, preacher, and educator. Nashih 'Ulwan was born in the village of Qadhi 'Askar in the city of Halab, Syria in 1347 H/1928 M. The results of the analysis conclude that there are 5 methods of child education according to Abdullah Nashih 'Ulwan are: 1) educating by example; 2) educate with habits; 3) educate with advice; 4) educate with attention/supervision; 5) educate with punishment. Educators should apply the educational method according to Abdullah Nashih 'Ulwan so that children's education runs smoothly and effectively.ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang pendidikan anak dalam perspektif Islam menurut Abdullah Nasih ‘Ulwan. Metode pendidikan merupakan suatu alat yang berupa usaha untuk menumbuhkan, mengembangkan, memperbaiki, mengurus, memimpin, mengawasi dan menjaga anak didik. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana metode pendidikan anak dalam Islam menurut Abdullah Nashih ‘Ulwan dalam Kitab Tarbiyatul Aulad fil Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis metode pendidikan anak dalam Islam menurut Abdullah Nashih ‘Ulwan dalam Kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam. Metode pengumpulan data penelitian ini diambil dari sumber data, sumber data yang dimaksud dalam penelitian adalah subjek dari mana data yang diperoleh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analisis isi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Dr. Abdullah Nashih ‘Ulwan adalah seorang ulama, faqih, da’i, dan pendidik. Nashih ‘Ulwan dilahirkan di Desa Qadhi ‘Askar di kota Halab, Suriah pada tahun 1347 H/1928 M. Hasil analisis menyimpulkan bahwa terdapat 5 metode pendidikan anak menurut Abdullah Nashih ‘Ulwan yaitu: 1) mendidik dengan Keteladanan; 2) mendidik dengan kebiasaan; 3) mendidik dengan nasihat; 4) mendidik dengan perhatian/ pengawasan; 5) mendidik dengan hukuman. Kepada pendidik hendaknya menerapkan metode pendidikan menurut Abdullah Nashih ‘Ulwan supaya pendidikan anak berjalan dengan lancar dan efektif.Keywords: Metode Pendidikan, Anak, Abdullah Nashih ‘Ulwan, Kitab Tarbiyatul Aulad fil Islam
TINJAUAN KEMAMPUAN BAHASA LISAN ANAK USIA DINI MELALUI METODE SOSIODRAMA Yeni Fitri Ariska; Fakriah .; Siti Naila Fauzia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Spoken Language, Sociodrama Method, and Early Childhood This  study,  entitled  "Review  of  Early  Childhood  Oral  Language  Skills  through  the Sociodrama Method" raises the issue of how children's oral language skills can be developed using the sociodrama method. This study aims to describe the oral language skills of early childhood using the sociodrama method. The method used is Library Research with a descriptive Content Analysis approach. The results of data analysis revealed that, spoken language can be affected by sociodrama activities, namely a game that dramatizes a story played by children to achieve a message from the story that is delivered in dramatization, and the sociodrama method is a method of action where people imitate situations in social life by a  way  of  dialogue  to  accelerate  children's  understanding  of  events  that  occur  in  the community and require children's spoken language to be able to play sociodrama so that they can improve children's oral language skills. It is suggested that teachers (educators) can apply the sociodrama method in early childhood learning. And the provision of media or materials and materials is expected to be available in sufficient quantities so that children can play sociodrama, and it is hoped that teachers will provide sufficient opportunities and time for children to play. Abstrak.  Penelitian  ini  berjudul  “Tinjauan  Kemampuan  Bahasa  Lisan  Anak  Usia  Dini melalui Metode Sosiodrama” ini mengangkat masalah bagaimanakah kemampuan bahasa lisan anak dapat dikembangkan dengan metode sosiodrama. Penelitin ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan bahasa lisan anak usia dini dengan menggunakan metode sosiodrama. Metode yang digunakan Library Research (penelitian kepustakaan) dengan pendekatan Content Analysis (analisis isi) yang bersifat deskriptif. Hasil analisis data mengungkapkan bahwa, bahasa lisan dapat terpengaruh dengan kegiatan sosiodrama yaitu suatu permainan mendramatisasikan sebuah cerita yang diperankan oleh anak     untuk tercapainya  suatu  pesan  dari  cerita  yang  dibawakan  dalam  dramatisasi,  dan  metode sosiodrama adalah metode tindakan dimana orang-orang menirukan situasi dalam kehidupan sosial dengan cara berdialog untuk mempercepat anak memahami kejadian yang terjadi di masyarakat serta memerlukan bahasa lisan anak untuk dapat bermain sosiodrama sehingga dapat meningkatkan kemampuan bahasa lisan anak. Disarankan kepada guru (pendidik) dapat menerapkan metode sosiodrama dalam pembelajaran anak usia dini. Dan penyediaan media atau bahan dan materi diharapkan tersedia dalam jumlah yang cukup agar anak dapat bermain sosiodrama, serta diharapkan kepada guru agar memberikan kesempatan dan waktu yang cukup untuk anak bermain. Kata Kunci: Bahasa Lisan, Metode Sosiodrama, dan Anak Usia Dini
MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK DI TK IT PERMATA SUNNAH KOTA BANDA ACEH Riska Hayati; Fakhriah .; Dina Amalia; Bahrun .; Rosmiati .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Early Childhood, Social Emotional, EngklekChildren's social emotional abilities really need to be developed from an early age, one way to develop children's social emotional is through the traditional game of cackling. The crank game is a game that is drawn on the ground, by drawing boxes, then jumping one foot from one box to another. How to develop children's social emotional with the traditional game of cuckoo is a study in this study. This study aims to determine the social emotional development of children with traditional crank games at IT Permata Sunnah Kindergarten, Banda Aceh. The method used is Classroom Action Research (CAR) by using two cycles, in each cycle there are 2 meetings. Data collection techniques are carried out through observation and performance. Research results obtained from. The subjects in this study were 10 children aged 5-6 years, 7 boys and 3 girls. Data collection techniques through observation and performance. The results showed that in the first cycle of the first meeting there were four underdeveloped children, 3 children began to develop and 3 children developed as expected. In the first cycle of the second meeting there were two underdeveloped children, five children began to develop, two children developed according to expectations and one child developed very well. In the second cycle of the first meeting there were two children who began to develop, six children developed according to expectations and two children developed very well, in the second cycle of the second meeting there was one child developing according to expectations and nine children developing very well. The conclusion from the research results is that the social emotional development of children has developed in accordance with the indicators of children's achievement through crank play. It is hoped that teachers can develop children's social emotional using other games.Abstrak. Kemampuan sosial emosional anak sangat perlu di kembangkan sejak dini, salah satu cara mengembangkan sosial emosional anak adalah dengan permainan tradisional egklek. Permaianan engklek ialah sebuah permainan yang digambar di atas tanah, dengan membuat gambar kotak-kotak, kemudian melompat satu kaki dari kotak satu ke kotak lainnya. Bagaimana mengembangkan sosial emosional anak dengan permainan tradisional egklek menjadi kajian dalam penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perkembangan sosial emosional anak dengan permainan tradisional engklek di TK IT Permata Sunnah, Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan dua siklus, pada setiap siklus dilakukan 2 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian yang di peroleh dari. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 10 orang anak, 7 laki-laki dan 3 perempuan. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I pertemuan pertama terdapat empat anak belum berkembang, 3 anak mulai berkembang dan 3 anak berkembang sesuai harapan. Pada siklus I pertemuan kedua terdapat dua anak belum berkembang, lima anak mulai berkembang, dua anak berkembang sesuai harapan dan satu anak berkembang sangat baik. Pada siklus II pertemuan pertama terdapat dua anak mulai berkembang, enam anak berkembang sesuai harapan dan dua anak berkembang sangat baik, pada siklus ke II pertemuan kedua terdapat satu anak berkembang sesuai harapan dan sembilan anak berkembang sangat baik. Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu, perkembangan sosial emosional anak sudah berkembang sesuai dengan indikator pencapaian anak melalui permainan engklek. Diharapkan kepada guru agar dapat mengembangkan sosial emosional anak dengan menggunakan permainan lainnya.Kata Kunci: Anak Usia Dini, Sosial Emosional, Engklek
PENGEMBANGAN LAP BOOK SEBAGAI MEDIA PENGENALAN DAN PENCEGAHAN COVID-19 PADA ANAK USIA DINI Eliatunnisa .; Taat Kurnita Yeniningsih; Sitti Muliya Rizka; Rahmi .; Dina Amalia; Dara Rosita; Muthmainnah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Media, Lap Book, Introduction and Prevention of Covid-19Media lap book for the introduction and prevention of Covid-19 in early childhood is a book in the form of a folder that can be opened and closed and is light and easy to carry anywhere. Lap book media is a combination of pictures and material. The media Lap Book aims to increase early childhood knowledge regarding the introduction and prevention of Covid-19. Through the media Lap book, children are expected to be able to take care of themselve and their environment to avoid Covid-19. This research is a type of research and development (RD) which aims to develop a valid media to become a new innovation for parents and teachers to provide introduction and prevention of Covid-19 in early childhood. Data collection in this study was carried out through observation, literature study, and learning media validation questionnaire sheets for media experts and material experts. The development of initial concept in this study consisted of three stages, namely: the stage of defining, designing, and developing. Then the data analysis was carried out descriptively quatitatively. The results of validation lap book media by media experts got a final score of 97% in the “very feasible” category. While by material experts obtained a final score of 98% in the “very feasible” category. Based on the score of the validation results, it can be concluded that the lap book media is valid and can be used as a learning media for early childhood in the introduction and prevention of Covid-19. This research was only carried out until the media validation stage, for the product trial stage and dissemination it will be carried out in further research.Abstrak. Media Lap Book untuk pengenalan dan pencegahan Covid-19 pada anak usia dini merupakan sebuah buku yang berbentuk map yang dapat dibuka dan ditutup serta ringan dan mudah di bawa kemana pun. Media Lap Book ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak usia dini terkait pengenalan dan pencegahan Covid-19. Melalui media Lap Book anak-anak diharapkan mampu menjaga dirinya sendiri dan lingkungannya agar terhindar dari Covid-19. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan Research and Development (RD) yang bertujuan untuk mengembangkan sebuah media yang valid guna menjadi inovasi baru bagi orang tua maupun guru untuk memberikan pengenalan dan pencegahan Covid-19 pada anak usia dini. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, studi literatur dan lembar angket validasi media pembelajaran untuk ahli media dan ahli materi. Perkembangan konsep awal pada penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu: tahap pendefinisian, perancangan dan pengembangan. Kemudian analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil validasi media Lap book oleh ahli media mendapatkan skor akhir sebesar 97% dengan kategori sangat layak. Sedangkan oleh ahli materi memperoleh skor akhir sebesar 98% dengan kategori sangat layak. Berdasarkan skor hasil validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa media Lap Book sudah valid dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi anak usia dini dalam pengenalan dan pencegahan Covid-19. Penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap validasi media, untuk tahap uji coba produk dan penyebaran akan dilakukan pada penelitian lebih lanjut.Kata Kunci: Media, Lap Book, Pengenalan dan Pencegahan Covid-19
PENGEMBANGAN MEDIA BUSY BOOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH ANAK USIA DINI Annisa Rahmadani; Yuhasriati .; Sitti Muliya Rizka
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2021): mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Media, Busy Book, Problem Solving Skills Learning media is very much needed in the early childhood learning process, including in improving problem solving abilities. Currently, the availability of media to improve problem solving abilities in early childhood is still less varied, so researchers are interested in conducting research on busy book media. this research is a type of research and development that aims to get busy book as a valid medium in improving problem solving abilities of early childhood. Data collection in this study was carried out though literature studies and validation sheets from media exprets and material experts. The development of the concept in this study consisted of the stages of defining, designing and developing. Valid busy book media to improve early childhood problem solving skills in the from of play activities, namely playing maze, playing labirin ball, playing puzelles, playing lego, playing snakes and ladders, playing coler circle, looking for similarity pictures, making clotheslines and look for color similarities. Busy book media materials are not harmful to children and can stimulate all six aspects of children’s defelopment. Based on the results of validation by media experts and material experts, it can be concluded that busy book media products are valid to be used as learning media for early childhood in improving problem solving skills. This research was carried out only up to the internal validation stage, for the ext€rnal validation stage further research will be carried out. Abstrak. Media pembelajaran sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran anak usia dini, termasuk dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Saat ini ketersediaan media untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada anak usia dini masih kurang bervariasi, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap media busy book. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk mendapatkan busy book sebagai media yang valid dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah anak usia dini. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi literatur dan lembar validasi dari ahli media dan ahli materi. Perkembangan konsep awal pada penelitian ini tediri dari tahap pendefinisian, perancangan dan pengembangan. Media busy book yang valid untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah anak usia dini berupa kegiatan bermain yaitu bermain maze, bermain labirin ball, bermain puzzle, bermain, lego, bermain ular tangga, bermain lingkartan warna, mencari kesamaan gambar, membuat tali jemuran dan mencari kesamaan warna. Bahan pembuatan media busy book tidak berbahaya bagi anak dan dapat menstimulasi keenam aspek perkembangan anak. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli media dan ahli materi dapat disimpulkan bahwa produk media busy book sudah valid untuk digunakan sebagai media pembelajaran bagi anak usia dini dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini dilakukan hanya sampai pada tahap validasi internal, untuk tahap validasi eksternal akan dilakukan oleh penelitian lebih lanjut. Kata Kunci: Media, Busy Book, Kemampuan Pemecahan Masalah
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI KERAJINAN MOZAIK DI PAUD AL-HILAL KABUPATEN ACEH BESAR Julia .; Israwati .; Yuhasriati .; Anizar Ahmad; Dina Amalia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keywords: Creativity, Mosaic CraftsThe need for creativity really needs to be developed early. One way that can develop creativity through mosaic crafts. Mosaic craft is a craft made by the process of sticking with dry leaves, newspaper, origami paper and rice. How to develop the creativity of young children through the craft of mosaic becomes a study in this study. Research conducted to study the development of children's creativity in PAUD Al-Hilal, Aceh Besar District. The subjects in this study were children aged 5-6 years, winning 10 children, 4 boys and 6 girls. The method used is the Classroom Action Research (CAR) method using two cycles, at each cycle 3 meetings are held. Data collection techniques are done through observation and performance. The results of the study obtained from the first and second cycles, in the first cycle of action I was 5 children began to develop. Cycle I of action II 5 children began to develop, 3 children developed according to expectations. Step III There are 4 children starting to develop, 5 children developing according to expectations, 1 child developing very well. The results of the second cycle of action I, seen 3 children began to develop, 4 people developed according to expectations, 3 children developed very well. Action II, There are 2 children starting to develop, 2 children developing according to expectations, 6 children developing very well. Action III, 1 child starts developing, 2 children develop according to expectations, 7 children develop very well. The development of creativity of children aged 5-6 years was announced development after playing mosaic handicrafts, seen by the development of the results of children from cycle I and cycle II, 7 out of 10 children were able to imagine themselves, so that children could make mosaic handicrafts.Asbtrak: Kemampuan kreativitas sangat perlu dikembangkan sejak dini. Salah satu cara yang dapat mengembangkan kreativitas ialah melalui kerajinan mozaik. Kerajinan mozaik ialah sebuah kerajinan yang dilakukan dengan proses menempel dengan daun kering, kertas Koran, kertas origami dan padi. Bagaimana mengembangkan kreativitas anak usia dini melalui kerajinan mozaik menjadi kajian dalam penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perkembangan kreativitas anak usia dini melalui kerajinan mozaik di PAUD Al- Hilal, Kabupaten Aceh Besar. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun berjumlah 10 anak, 4 laki-laki dan 6 perempuan. Metode yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan dua siklus, pada setiap siklus dilakukan 3 pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian yang di peroleh dari siklus I dan II, pada siklus I tindakan I terdapat 5 orang anak mulai berkembang. Siklus I tindakan II 5 orang anak mulai berkembang, 3 orang anak berkembang sesuai harapan. Tindakan III terdapat 4 orang anak mulai berkembang, 5 orang anak berkembang sesuai harapan, 1 orang anak berkembang sangat baik. Hasil siklus II tindakan I, terdapat 3 orang anak mulai berkembang, 4 orang berkembang sesuai harapan, 3 orang anak berkembang sangat baik. Tindakan II, terdapat 2 orang anak mulai berkembang, 2 orang anak berkembang sesuai harapan, 6 orang anak berkembang sangat baik. Tindakan III, 1 orang anak mulai berkembang, 2 orang anak berkembang sesuai harapan, 7 orang anak berkembang sangat baik. Perkembangan kreativitas anak usia 5-6 tahun dinyatakan berkembang setelah bermain kerajinan mozaik, dilihat dengan berkembangkannya hasil pencapaian anak dari siklus I dan siklus II, 7 dari 10 anak sudah mampu berimajinasi sendiri, sehingga anak sudah mampu menciptakan kerajinan mozaik.Kata kunci: Kreativitas, Kerajinan Mozaik