cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
MENGEMBANGKAN BAHASA RESEPTIF ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA DI RAUDHATUL ATHFAL CUT NYAK DHIEN GAMPONG ACEH KABUPATEN ACEH TIMUR Cut . Fitrah; Yuhasriati . .; Dewi . Fitriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan bahasa reseptif perlu dikembangkan sejak dini yaitu kemampuan menangkap, memahami, dan menyampaikan informasi yang didapatkan melalui bahasa lisan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana mengembangkan kemampuan bahasa reseptif kepada anak usia 3-4 tahun melalui metode bercerita. Metode bercerita merupakan salah satu metode pembelajaran bagi anak usia dini yang dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak usia 3-4 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahasa reseptif anak usia 3-4 tahun melalui metode bercerita di Raudhatul Athfal Cut Nyak Dhien Gampong Aceh Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian 8 siswa berusia 3-4 tahun pada jenjang kelompok bermain. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi. Penelitian ini dilakukan selama 2 siklus dan simpulannya adalah bahasa reseptif anak usia dini dikembangkan melalui metode bercerita dilakukan dengan cara menarasikan setiap cerita, memberikan pertanyaan kepada anak, melibatkan anak secara langsung, dan mengaitkan cerita dengan kehidupan nyata anak menunjukkan bahwa kemampuan bahasa reseptif anak usia 3-4 tahun berkembang dengan baik yaitu anak mampu menyebutkan tokoh, karakter tokoh dari cerita, dan anak sudah mampu menceritakan kembali isi cerita yang disampaikan.Kata kunci : Bahasa Reseptif, Metode Bercerita, Anak Usia Dini.
PENGEMBANGAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG TEMPURUNG KELAPA DI PAUD MADANI GAMPONG ATEUK JAWO KECAMATAN BAITURRAHMAN BANDA ACEH Desi Lestari; M.Yusuf Aziz; Rosma Elly
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 4 (2016): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kecerdasan kinestetik merupakan kemampuan menggunakan dengan baik pikiran dan tubuh secara serentak untuk mencapai segala tujuan yang diinginkan. Ini serupa dengan ketrampilan psikomotor yang menggabungkan interprestasi mental dengan tanggapan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan kecerdasan kinestetik anak kelas TK melalui permainan tradisional egrang tempurug kelapa di PAUD Madani. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK).  Subjek dalam penelitian ini adalah anak  kelas TK usia 5-6 tahun di PAUD Madani dengan jumlah 8 orang anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan diolah menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengembangan kecerdasan kinestetik anak kelas TK di PAUD Madani melalui permainan tradisional egrang tempurung kelapa. Hal ini dapat dilihat pada siklus I anak telah mampu berdiri diatas tempurung dan mampu menjaga keseimbangannya dengan berjalan menggunakan egrang tempurung kelapa tanpa bantuan dari peneliti adalah sebanyak 5 orang anak. Pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 7 orang anak yang telah mampu berdiri diatas tempurung kelapa dan mampu menjaga keseimbangannya dengan berjalan menggunakan egrang tempurung kelapa tanpa bantuan dari peneliti. Maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa melalui permainan tradisional egrang tempurung kelapa, dapat mengembangkan kecerdasan kinestetik anak di PAUD Madani Gampong Ateuk Jawo Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh.Kata Kunci :Kecerdasan Kinestetik, Permainan Tradisional, Egrang Tempurung Kelapa
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR SIMBOLIK ANAK MELALUI PENGGUNAAN KARTU BILANGAN DI PAUD MADANI GAMPONG ATEUK JAWO KECAMATAN BAITURRAHMAN BANDA ACEH Riska . Maulina; M. Yusuf Aziz; Yuhasriati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 3 (2017): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan kemampuan berpikir simbolik anak melalui penggunaan kartu bilangan di PAUD Madani Gampong Ateuk Jawo Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mengembangkan kemampuan berpikir simbolik anak dengan penggunaan kartu bilangan pada PAUD Madani Gampong Ateuk Jawo Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK).Pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia dini berusia 5-6 tahun kelompok TK berjumlah 8 orang anak yang terdiri atas 3 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi.Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan diolah menggunakan rumus persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengembangan kemampuan berpikir simbolik anak kelas TK di PAUD Madani melalui penggunaan kartu bilangan. Hal ini dapat dilihat pada siklus 1 anak dapat menyebutkan lambang bilangan 1-10, menggunakan lambang bilangan untuk menghitung, dan dapat mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan tanpa bantuan dari peneliti adalah sebanyak 5 orang anak atau 62,5% yang mendapat bintang 3 dan bintang 4. Pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 7 orang anak atau 87,5% yang mendapat bintang 3 dan bintang 4 dapat menyebutkan lambang bilangan 1-10, menggunakan lambang bilangan untuk menghitung, dan dapat mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan tanpa bantuan dari peneliti. Maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa melalui penggunaan kartu bilangan, dapat mengembangkan kemampuan berpikir simbolik anak di PAUD Madani Gampong Ateuk Jawo Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh.Kata kunci: berpikir simbolik, kartu bilangan
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI DENGAN MENGGUNAKAN KEONG DI TK HANG TUAH KOTA SABANG Febry Elfitri Ramadhani; Khairuddin . .; Fakhriah . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas menggunakan keong adalah keterampilan anak dalam mengembangkan kreativitas. Masalah yang terjadi dilapangan yaitu dulu menggunakan keong , teapi sudahlama tidak dipergunakan lagi danterdapat banyak keong dilingkungan sekitar anak tetapi anak tidak tertarik untuk menggunakannya. Tujuannya untuk mengetahui aktivitas anak dalam membuat suatu karya danmengembangkan kreativitas dengan menggunakan keong. Mengembangkan kreativitas anak usia dini dengan menggunakan keong di TK B Hang Tuah Kecamatan Suka Jaya Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus.Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B yang berusia 5-6 tahun di TK Hang Tuah Kota Sabang tahun ajaran 2017/2018 terdiri dari 7 laki-laki dan 5 perempuan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, dan unjuk kerja.Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penelitian siklus I anak mendapatkan 50% dan hasil pada siklus II anak mendapatkan 91,6%.Kata kunci : Mengembangkan, Kreativitas, Menggunakan Keong
MENGEMBANGKAN NILAI KARAKTER RELIGIUS ANAK MELALUI METODE BERCERITA DI TK FKIP UNSYIAH Liana . Sari; Anizar . Ahmad; Rosmiati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2017): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai karakter religius anak adalah suatu kebiasaan melakukan hal-hal yang baik sesuai ajaran agama seperti bersikap sopan santun, saling toleran dengan teman, patuh dan taat melaksanakan aturan. Bagaimana mengembangkan nilai karakter religius anak usia dini melalui metode bercerita di TK FKIP Unsyiah menjadi kajian dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan nilai karakter religius pada anak usia dini di TK FKIP Unsyiah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Pada setiap siklus terdapat 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak usia dini pada Kelompok B2 TK FKIP Unsyiah pada tahun ajaran 2016 berusia 5-6 tahun yang berjumlah 15 orang. Data dikumpulkan melalui observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan prasiklus anak yang belum berkembang terdapat 10 orang anak (66,6%). Mulai berkembang terdapat 4 orang anak (26,7%). Berkembang sesuai harapan terdapat 1 orang anak (6,7%). Sedangkan anak yang berkembang sangat baik belum terlihat pada tindakan prasiklus. Pada tindakan siklus I yang belum berkembang ada 4 orang anak (26,7%). Mulai berkembang ada 6 orang anak (40%). Pada kategori berkembang sesuai harapan ada 5 orang anak (33,3%). Sedangkan anak yang berkembang sangat baik belum ada. Pada tindakan siklus II tidak terlihat lagi anak yang belum berkembang. Mulai berkembang 2 orang anak (13,3%). Berkembang sesuai harapan ada 4 orang anak (26,7%), dan berkembang sangat baik terdapat 9 orang anak (60%). Pada tindakan siklus II menunjukkan bahwa persentase anak mendapatkan bintang 3 dan 4 mencapai angka lebih dari 80%. Di simpulkan bahwa nilai karakter religius anak melalui metode bercerita di TK FKIP Unsyiah Banda Aceh mengalami perkembangan.Kata Kunci: Metode bercerita, pengembangan nilai karakter, religius.
UPAYA MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR BEBAS DI TK BUNGA LESTARI Ridha Ihsana Fadhila; Yuhasriati . .; Siti Naila Fauzia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas perlu dikembangkan agar anak dapat menciptakan pemikiran dan ide-ide baru yang berguna untuk meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana mengembangkan kreativitas anak melalui kegiatan menggambar bebas di TK Bunga Lestari. Beberapa aspek kreativitas yang dilihat dalam pnelitian ini yaitu 1) ketangkasan, 2) fleksibelitas, 3) orisinalisasi dan 4) elaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak di TK Bunga Lestari Kabupaten Aceh Singkil. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun pada kelompok B2 TK Bunga Lestari yang berjumlah 8 orang anak. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dari hasil unjuk kerja anak. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Hasil penelitian siklus I menunjukkan kriteria penilaian Belum Muncul (BM) sebanyak 3 anak atau 37,5%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebanyak 2 anak (25%) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebanyak 3 anak (37,5%). Hasil siklus II menunjukkan kriteria Mulai Berkembang (MB) sebanyak 2 anak (25%) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebanyak 6 anak (75%) yaitu mencapai indikator yang ditetapkan. Sebagaimana data di atas disimpulkan bahwa mengembangkan kreativitas anak melalui kegiatan menggambar bebas di TK Bunga Lestari dapat dilakukan melalui metode bercerita singkat yang berisi benda-benda di sekitar anak dan metode tanya jawab dengan anak yang didukung dengan pemberian motivasi berupa pujian dan penghargaan kepada anak. Aspek kreativitas anak yang dikembangkan melalui kegiatan menggambar bebas berupa ketangkasan, fleksibelitas, orisinalisasi dan elaborasi berkembang dengan sangat baik. Guru disarankan dapat meningkatkan kemampuan diri dalam mengembangkan kreativitas anak.Kata Kunci: Kreativitas, Menggambar Bebas
POLA ASUH ANAK USIA DINI DALAM KELUARGA ORANG TUA TUNGGAL DI KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA Shoumi Ramadhana; M.Yusuf Aziz; Rosmiati .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 4 (2016): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu, anak-anak dan kerabat lainnya. Setiap orang pasti menginginkan keluarga yang utuh yang di dalamnya terdapat ayah, ibu dan anak. Namun terkadang apa yang seseorang inginkan tidak selalu dapat terwujud karena berbagai macam faktor seperti perceraian antara ayah dan ibu serta kematian, yang nantinya akan menuntut salah satu orang tua ayah atau ibu yang menjadi orang tua tunggal. Orang tua tunggal adalah keluarga yang memiliki satu orang tua, baik itu ayah maupun ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, pola asuh anak usia dini dalam keluarga orang tua tunggal di Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya dan hambatan apa saja yang dihadapi orang tua tunggal dalam mendidik anak usia dini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah 4 orang ibu sebagai orang tua tunggal di Desa Kabong, Datar Luas dan Ranto Panyang. Pemilihan subjek dengan teknik purposive sampling yang dilatar belakangi oleh faktor perceraian baik cerai hidup maupun cerai mati dan memiliki anak yang berusia 0-6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola asuh orang tua tunggal di Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya, cenderung memakai pola asuh demokratis dalam mendidik anak, dikarenakan orang tua dengan anak saling bermusyawarah dan orang tua selalu lebih mengutamakan kepentingan anaknya. Selain pola asuh demokratis, ibu sebagai orang tua tunggal yang lainnya juga menggunakan pola asuh otoriter dan pola asuh appeasears. Hambatan yang dihadapi oleh ibu sebagai orang tua tunggal dalam mendidik anak usia dini seperti: masalah ekonomi, anak sering menanyakan tentang ayah dan hak asuh anak. Peneliti menyarankan agar orang tua tunggal memahami pola asuh yang baik dalam mendidik anak sehingga anak tidak merasa kehilangan figur orang tua karena status keluarga yang tidak lengkap sebagaimana keluarga yang utuh. Peneliti juga merekomendasikan untuk dilakukan penelitian lanjutan berkaitan dengan pola asuh yang diterapkan oleh orang tua tunggal dengan melibatkan jumlah responden penelitian yang lebih besar dan tempat penelitian yang bervariasi. Kata Kunci: Pola asuh, anak usia dini dan orang tua tunggal
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA DI TK SIMEHATE KABUPATEN ACEH TENGAH Ratna . Yusliza; Fakhriah . .; Rosmiati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 3 (2017): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.904 KB)

Abstract

Kemampuan berbahasa adalah kemampuan anak menceritakan kembali cerita yang diceritakan guru dengan menggunakan kosakata yang tepat serta ketepatan isi cerita yang menekankan pada bahasa lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa anak usia dini melalui metode bercerita di TK Simehate Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek pada penelitian ini adalah anak kelas B yang berusia 5-6 tahun berjumlah 12 orang anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan prasiklus jumlah anak pada kriteria Belum Muncul (BM) sebanyak 8 anak (66,7%) berubah menjadi 5 anak (41,7%) pada tindakan siklus I dan tidak terlihat lagi pada siklus II. Selanjutnya pada tindakan prasiklus jumlah anak pada kriteria Mulai Muncul (MM) sebanyak 3 anak (25%) berubah menjadi 4 anak (33,3%) pada tindakan siklus I dan menjadi 2 anak (16,7%) pada siklus II. Kemudian pada tindakan prasiklus jumlah anak pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 1 anak (8,3%) bertambah menjadi 3 anak (25%) pada siklus I dan bertambah lagi menjadi 4 anak (33,3%) pada siklus II. Pada Siklus II anak pada kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) berjumlah 6 anak (50%), dimana pada tindakan prasiklus dan siklus I belum terlihat. Disimpulkan bahwa melalui metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini. Disarankan bagi guru dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak dapat dilakukan dengan menggunakan metode bercerita melalui berbagai media edukatif.Kata Kunci : Metode Bercerita, Kemampuan Berbahasa, Anak Usia Dini.
UPAYA ORANG TUA DALAM MENERAPKAN KEDISIPLINAN PADA ANAK USIA DINI DI DESA ALUE NAGA BANDA ACEH Merrita . Indriani; Amsal . Amri; Bahrun . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 3 (2017): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.488 KB)

Abstract

Upaya orang tua merupakan cara atau strategi orang tua dalam mendidik, membina, membimbing dan merawat anak dengan memenuhi segala kebutuhannya baik fisik maupun psikologis dalam pembentukan prilaku kedisiplinan. hubungan kedisiplinan anak dengan orang lain tergantung dari upaya orang tua dalam menerapkan cara atau strategi kepada anak di dalam keluarga. Bagaimana upaya orang tua dalam menerapkan kedisiplinan pada anak dan akibat dari ketidakdisiplinan akan dideskripsikan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya orang tua dalam menerapkan kedisiplinan pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah lima keluarga yang memiliki anak usia 5-6 tahun di Desa Alue Naga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan  observasi dan wawancara yang mendalam ditunjukan kepada anggota keluarga (ayah, ibu dan anak), kemudian data yang telah terkumpul dianalisis dengan cara 1) Reduksi data 2) Display data 3) Verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Upaya orang tua dalam menerapkan kedisiplinan pada anak usia 5-6 tahun ada yakni permisif, otoriter, atau keras, seperti menghukum secara fisik, memerintah, mengancam, membentak dan memanjakan anak. sementara itu lingkungan disekitarnya pun berperilaku sedemikian rupa. Sehingga menyebabkan anak tidak disiplin dan menimbulkan akibat dari ketidak disiplinan. (2) Akibat dari ketidak disiplinan pada anak, seperti; anak telat sekolah hal ini membuat anak tidak tepat waktu dan melanggar aturan sekolah; jarang menyikat gigi, terjadilah gigi sakit dan berlubang; tidak ingat kapan waktu berhenti bermain terjadilah tidak disiplin waktu; bermain tidak memakai sandal, sehingga kaki terkena duri dan terluka; tidak meletakkan perlengkapan sekolah pada tempatnya, hal ini membuat anak akan bergantung pada orang tua, tidak rapi dan mandiri. Temuan penelitian ini dapat memberikan kesadaran kepada keluarga dan lingkungan dalam tata cara menerapkan kedisiplinan pada anak, supaya tidak timbulnya akibat dari ketidak disiplinan pada anak, sehingga anak tumbuh menjadi individu yang memiliki budi pekerti baik dan taat terhadap aturan-aturan yang diterapkan lingkungan maupun negaranya. Kata Kunci: Upaya Orang Tua, Kedisiplinan
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MELUKIS DI PAUD MY DREAM SCHOOL BANDA ACEH Fauziah . Nur; Anizar . Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melukis yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu kegiatan yang membutuhkan kreativitas untuk menggambar, mewarnai, mencetak dan melukis dengan kuas, tanpa menggunakan seluruh jari tangan, melainkan dengan ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan melukis?. Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan melukis. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian adalah anak usia 3-4 tahun pada kelompok bermain yang berjumlah 9 orang terdiri atas 4 laki-laki dan 5 perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian diperoleh bahwa pada tindakan siklus I anak yang mulai berkembang (MB) sebanyak 2 anak, 3 orang berkembang sesuai harapan (BSH),  dan 4 anak yang berkembang sangat baik (BSB). Pada tindakan siklus II mengalami perkembangan yang sangat baik dari tindakan sebelumnya, yaitu seorang anak yang berkembang sesuai harapan (BSH), 8 anak berkembang sangat baik (BSB). Hasil akhir menunjukkan perkembangan kemampuan motorik halus anak usia dini mencapai 75%. Disimpulkan bahwa  melalui kegiatan melukis dapat mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini di PAUD My Dream School Banda Aceh. Sebaiknya guru dapat membuat berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan motorik halus anak usia dini, salah satunya dapat dilakukan melalui kegiatan melukis.Kata Kunci: Kegiatan Melukis, Mengembangkan, Motorik Halus

Page 3 of 19 | Total Record : 188