cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
MODEL PENGEMBANGAN KECAKAPAN BERBAHASA ANAK YANG TERLAMBAT BERBICARA (SPEECH DELAY) Khoiriyah, . .; Ahmad, Anizar; Fitriani, Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.356 KB)

Abstract

Abstrak:Bahasa anak secara bertahap berkembang sesuai rangsangan yang diberikan oleh orangtua dan guru, karena pada dasarnya yang mempengaruhi perkembangan anak adalah lingkungan. Perkembangan bahasa anak usia 4-6 tahun ditunjukkan dapat berbicara, penguasaan bahasa dan penyampaian kata sudah lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kasus speech delay, untuk mengetahui usaha-usaha guru dan orangtua dalam mengatasi anak yang terlambat berbicara serta merancang konsep model pengembangan kecakapan berbahasa anak yang terlambat berbicara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data terdiri atas: subjek (anak, guru dan orangtua) dan informan. Informan penelitian adalah terapis wicara anak yang ada di Kota Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data peneliti menggunakan tahap reduksi, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat anak terlambat berbicara usia 4-6 tahun pada Lembaga PAUD Khalifah Aceh 2 dan PAUD Cinta Ananda. Faktor-faktor yang memperngaruhi anak terlambat berbicara terdiri atas: kecerdasan, jenis disiplin orangtua, posisi urutan anak, anak kembar, status sosial ekonomi, ras, penggunaan bahasa kedua, gaya bicara/model yang ditiru, jenis kelamin, kesehatan, dan hubungan keluarga. Usaha-usaha guru dan orangtua dalam mengatasi anak terlambat berbicara ialah, melatih anak berbicara dengan benar, pelan dan berulang-ulang,saat berbicara selalu memperhatikan tata bahasa yang diucapkan, selalu melibatkan anak berbicara pada setiap keadaan dengan memperbaiki pengucapan anak yang masih keliru, dan konsultasi rutin untuk mengetahui perkembangan anak pada Dokter dan Psikolog anak. Simpulan dari penelitian ini, anak Speech Delay menunjukkan ciri-ciri sulit mengungkapkan ekspresi, ketidaktepatan kata yang diucapkan serta penguasaan kosakata yang tidak mendukung hal ini dilatarbelakangi oleh faktor kecerdasan, penggunaan bahasa kedua, gaya bicara/model yang ditiru, hubungan keluarga, dan kesehatan. Peran keluarga dan sekolah sangat penting dalam mengembangkan kecakapan berbicara anak yang terlambat berbicaradan konsep model yang peneliti tawarkan dalam penelitian ini berbentuk strategi/teknik dalam mengatasi anak terlambat berbicara.
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KOGNITIF MELALUI APE KARTU ANGKA BERGAMBAR DI TK BUNGONG SEULANGA LAMTEUBA DRO KABUPATEN ACEH BESAR Zaiyannal Isma; . Fakhriah; . Yuhasriati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 3 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.356 KB)

Abstract

APE merupakan alat permaianan edukatif yang digunakan untuk anak, dan terdapat beberapa anak yang masih belum mampu berhitung angka, maka Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana peningkatan perkembangan kognitif anak melalui APE kartu angka bergambar? dan Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berhitung melalui APE kartu angka bergambar di TK Bungong Seulanga Lamteuba Dro  Kabupaten Aceh Besar. APE kartu angka bergambar yaitu kartu yang memuat angka dan gambar yang sesuai dengan angka. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah anak-anak di lembaga TK Bungong Seulanga Lamteuba Dro Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 10 anak, terdiri atas 6 laki-laki dan 4 perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan unjuk kerja. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan APE kartu angka bergambar berpengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak pada lembaga TK Bungong Seulanga Lamteuba Dro Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Pada saat prasiklus belum dijumpai anak yang kemampuan berhitung berkembang dengan baik, pada siklus I sudah dijumpai yang berkembang sangat baik (BSB). Namun pada siklus II kemampuan berhitung anak mulai berkembang sangat baik (BSB) menjadi 8 anak. Disimpulkan bahwa upaya meningkatkan kemampuan berhitung anak dengan menggunakan APE kartu angka bergambar dengan cara guru memberikan pertanyaan serta menunjukkan gambar yang tertera pada kartu dengan menutupi gambar ataupun sebaliknya, kemudian anak menyebutkan angka atau gambar yang tertera pada APE kartu angka bergambar. Disarankan kepada pendidik untuk dapat menggunakan APE kartu angka bergambar dalam pembelajaran di TK agar minat berhitung anak lebih meningkat berhasil dengan baik.
PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DARI KELUARGA YANG BERCERAI DI KECAMATAN ULIM KABUPATEN PIDIE JAYA . Muliana; Anizar Ahmad; . Yuhasriati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 3 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.356 KB)

Abstract

Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak. Baik dan buruk pendidikan yang diberikan oleh keluarga akan berdampak kepada perkembangan anak, salah satunya perkembangan sosial emosional anak. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana perkembangan sosial emosional anak dari keluarga yang bercerai di Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku anak dari keluarga yang bercerai di Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi subjek berjumlah lima orang anak yang berusia lima-enam tahun dan wawancara dengan masing-masing orang tua anak. Hasil analisis data menunjukkan keluarga yang bercerai memberi dampak buruk untuk perkembangan anak, salah satunya perkembangan sosial emosional anak yaitu anak yang berasal dari keluarga yang bercerai di Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya kurang dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, mengalami tekanan, kekerasan, emosi dan perilaku yang tidak terkontrol. Kesimpulannya anak dari keluarga yang bercerai perkembangan perilakunya cenderung kurang baik dikarenakan kurang mendapat kasih sayang dari kedua orangtuanya. Perilaku yang kurang baik terlihat dari ekspresi yang ditunjukkan anak, yaitu emosi dan perilaku yang berlebihan, emosi yang tidak terkontrol dan egois, rasa frustrasi yang menghantui jiwanya, serta pemalu dan tidak bisa menerima keadaannya. Diharapkan orang tua dapat menjalin komunikasi yang lebih baik lagi dengan anak, bertanggung jawab, mendampingi anak, dan sebaiknya tidak melakukan perceraian agar perkembangan anak tidak terhambat dan memberi penjelasan kepada anak tentang apa yang terjadi di dalam keluarga.
Implementasi Permainan Tradisional Aceh Di PAUD IT Al-Fatih Banda Aceh Reshi Yufitsa; Anizar Ahmad; Johari Efendi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 3 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.356 KB)

Abstract

Implementasi permainan tradisional Aceh merupakan salah satu cara mengenalkan unsur nilai sosial budaya dan tradisi dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini. Bagaimana jenis permainan tradisional Aceh dan aspek perkembangan yang dapat dikembangkan melalui permainan tradisional  Aceh dalam penelitian di PAUD IT Al-Fatih Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah 54 orang anak  dan 11 orang guru di PAUD IT Al-Fatih Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima jenis permainan tradisional Aceh yang diimplementasikan di PAUD IT Al-Fatih Banda Aceh, yaitu (1) engklek, (2) tam-tam buku, (3) ureung buta, (4) lumpat taloe, dan (5) meupet-pet nyet. Aspek yang dapat dikembangkan dari permainan tradisional Aceh yang diimplementasikan enam aspek dasar perkembangan anak, (1) agama dan moral, (2) bahasa, (3) fisik motorik, (4) kognitif, (5) sosial emosional, dan (6) seni. Disarankan kepada pengelola lembaga PAUD IT Al-Fatih untuk menyediakan berbagai alat permainan tradisional Aceh dan memasukkan dalam kurikulum PAUD IT Al-Fatih.
MENGEMBANGANKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI BERMAIN RANCANG BANGUN BALOK DI PAUD IT AL FATIH KOTA BANDA ACEH Dewi Wahyuni; . Yuhasriati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 3 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.356 KB)

Abstract

Bermain dapat membantu mengembangkan keterampilan anak cara menyelesaikan masalah sederhana secara kreatif, maka penelitian ini mengangkat masalah bagaimana perkembangan kemampuan kognitif anak melalui bermain rancang bangun balok di PAUD IT Al-Fatih Kota Banda Aceh? Penelitian ini bertujuan  mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui bermain rancang bangun balok di PAUD IT Al-Fatih Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama 2 siklus.Pada setiap siklus terdiri tiga jenis kegiatan bermain balok dan dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian  adalah anak PAUD IT Al Fatih Kota Banda Aceh usia 5-6 tahun berjumlah 12 orang anak  terdiri atas 4 perempuan dan 8 laki-laki. Data dikumpulkan melalui observasi wawancara dan unjuk kerja kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriftif kualitatif,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang berkembang sangat baik (BSB) pada siklus I kegiatan pertama sebanyak 2 orang anak, kegiatan kedua sebanyak 2 orang anak, dan kegiatan ketiga sebanyak 3 orang anak. Meningkat pada siklus II yaitu kegiatan pertama sebanyak 7 orang anak, kegiatan kedua sebanyak 8 orang anak, dan kegiatan ketiga sebanyak 10 orang anak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan kemampuan kognitif anak melalui bermain rancang bangun balok di PAUD IT Al Fatih Kota Banda Aceh dapat berkembang yaitu anak sudah dapat merancang bangunan dari balok dengan percaya diri dan mandiri sesuai bangunan yang ada pada sub tema dan dapat menceritakan hasil karyanya.Peneliti memotivasi dan mengapresiasi anak dalam bermain rancang bangun balok.
PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK MELALUI BERMAIN PLASTISIN DI TK SATU ATAP SDN LAMLHEU KABUPATEN ACEH BESAR Mirna Sari; Yusuf Aziz; . Yuhasriati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 3 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.356 KB)

Abstract

Plastisin merupakan salah satu media pembelajaran yang digunakan untuk anak, dan terdapat beberapa orang anak yang belum mampu membentuk menggunakan plastisin. Maka penelitian ini mengangkat masalah bagaimana peningkatan kreativitas anak melalui bermain plastisin di TK Satu Atap SDN Lamlheu Kabupaten Aceh Besar?. Bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas anak saat bermain plastisin di TK Satu Atap SDN Lamlheu Kabupaten Aceh Besar. Hipotesis dari penelitian ini adalah melalui bermain plastisin dapat meningkatkan kreativitas anak di TK Satu Atap SDN Lamlheu Kabupaten Aceh Besar”. Subjek penelitian ini adalah anak usia TK B di TK Satu Atap SDN Lamlheu berjumlah 14 orang anak yang terdiri dari 12 laki-laki dan 2 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada setiap siklus mencangkup 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi dan unjuk kerja. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bermain plastisin dapat meningkatkan kreativitas anak di TK Satu Atap SDN Lamlheu Kabupaten Aceh Besar. Pada prasiklus terdapat 10 orang anak  yang kreativitasnya belum berkembang (BB), dan 4 orang anak yang kreativitasnya mulai berkembang (MB). Pada siklus I terdapat 6 orang anak yang kreativitasnya mulai berkembang (MB), sudah mampu membentuk dua macam bentuk buah yang berbeda, dan 8 orang anak yang kreativitasnya berkembang Sesuai harapan (BSH), sudah mampu membentuk tiga macam bentuk buah yang berbeda. Pada siklus II terdapat 1 orang anak yang kreativitasnya mulai berkembang (MB), sudah dapat membentuk dua macam bentuk buah yang berbeda, 4 orang anak kreativitasnya berkembang sesuai harapan (BSH), sudah mampu membentuk tiga macam bentuk buah yang berbeda dan 9 orang anak kreativitasnya berkembang sangat baik (BSB), mampu membentuk empat atau lebih macam bentuk buah yang berbeda. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa “bermain plastisin dapat meningkatkan kreativitas anak di TK Satu Atap SDN Lamlheu Kabupaten Aceh Besar”. Disarankan kepada pendidik agar bermain plastisin dapat diterapkan dalam pembelajaran di TK untuk mengembangkan kreativitas anak.
PERAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI MORAL ANAK USIA DINI DI KABUPATEN BENER MERIAH Siti . Muliana; Fakhriah . .; Rosmiati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 3 (2017): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.725 KB)

Abstract

Perkembangan moral anak usia dini yang masih sangat rentan dipengaruhi oleh berbagai macam faktor negatif telah menjadi keresahan tersendiri bagi para orang tua. Apabila permasalahan moral anak sejak usia dini terus dibiarkan tanpa adanya pemberian bekal pengetahuan standar moral yang dianggap baik dan benar dari orang tua, maka hal ini akan berdampak negatif terhadap perilaku anak kelak. Tujuan  penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui upaya yang dilakukan orang tua dalam mengembangkan nilai moral religius anak usia dini dan (2) untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi orang tua dalam mengembangkan nilai moral religius anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian bertempat di Gampong Simpang Balik Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah. Subjek penelitian adalah kedua orang tua (ayah dan ibu)  yang mempunyai anak berusia 4-6 tahun berjumlah 6 (enam) orang terdiri dari tiga orang ibu dan tiga orang ayah. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya orang tua dalam mengembangkan nilai moral religius anak usia dini yaitu dengan pendidikan melalui teladan, memberikan pendidikan kepada anak ke lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), proses pembelajaran di rumah, mengajak anak terlibat aktivitas keagamaan, memberikan nasehat, pembiasaan, memberikan pujian dan hadiah, memfasilitasi sarana belajar anak, pemberian hukuman, mengantarkan anak ke Taman Pengajian Al-Qur’an (TPA), memberikan pengawasan dan pendidikan melalui metode bercerita. Beberapa orang tua telah berupaya dalam mengembangkan nilai moral religius anak sejak dini, tetapi upaya yang dilakukan masih kurang maksimal. Sehingga tidak berpengaruh terhadap perkembangan moral anak usia dini. Kendala yang dihadapi orang tua dalam mengembangkan nilai moral religius anak usia dini yaitu adanya perbedaan pendapat antara ayah dengan ibu dalam mendidik anak, kurangnya pengetahuan orang tua dalam mengatasi perilaku buruk anak, adanya pengaruh negatif  dari teman sebaya, televisi dan game.Kata Kunci: peran orang tua, nilai moral religius, anak usia dini 
KEGIATAN BERMAIN MATEMATIKA DI TK FKIP UNSYIAH DARUSSALAM, BANDA ACEH Rahmiati . .; Yuhasriati . .; Johari . Efendi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2017): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.96 KB)

Abstract

Kegiatan bermain matematika merupakan salah satu cara mengenalkan konsep-konsep matematika untuk anak usia dini. Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) apa saja kegiatan bermain matematika yang diterapkan di TK FKIP Unsyiah Darussalam, Banda Aceh; 2) aspek-aspek perkembangan yang dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain matematika yang ada di lembaga TK FKIP Unsyiah Darussalam, Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan bermain matematika yang diterapkan di TK FKIP Unsyiah Darussalam, Banda Aceh dan untuk mengetahui aspek-aspek perkembangan yang dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain matematika yang ada di lembanga TK FKIP Unsyiah Darussalam, Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah 2 orang guru kelas di TK A1 FKIP Unsyiah Darussalam, Banda Aceh. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Kegiatan bermain matematika pada  TK FKIP Unsyiah Darussalam, Banda Aceh didapati sebagai berikut: 1) membuat urutan bilangan satu sampai dengan sepuluh; 2) mengenal penambahan dan pengurangan; 3) membilang dengan gambar dasi; 4) mengisi bilangan sesuai dengan urutannya; 5) mengurutkan gambar baju; 6) mengukur kotak odol dengan lidi; 7) mengurutkan geometri lingkaran; 8) menunjukan angka satu sampai dengan angka sepuluh di papan tulis; 9) menyusun pola suatu gambar; 10) menyelesaikan kegiatan matematika yang ada dalam majalah anak; 11) menjiplak bentuk lingkaran besar dan lingkaran kecil dalam buku gambar anak; 12) menebalkan garis putus-putus angka; 13) menara angka dan balok angka; 14) menghubungkan gambar dengan angka; 15) menebalkan angka satu sampai dengan sepuluh. Sedangkan aspek perkembangan yang dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain matematika adalah aspek kognitif, nilai agama dan moral, bahasa, seni, sosial emosional, dan fisik motorik. Guru diharapkan lebih kreatif dalam menyediakan kegiatan belajar sambil bermain untuk anak agar anak, agar proses bermain sambil belajar terlaksana dengan baik, serta dapat mengembangkan aspek perkembangan dan kecaerdasan pada anak usia dini.Kata Kunci: Kegiatan Bermain Matematika
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN ANAK USIA DINI MELALUI KARTU ANGKA BERGAMBAR DI TK MISBAHUL ATHFAL DESA PASIE LEMBANG Ely . Masnijah; Fakhriah . .; Yuhasriati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengembangkan Kemampuan mengenal lambang bilangan perlu dikembangkan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini anak usia dini yaitu anak sudah mampu mengenal simbol-simbol bilangan dari bilangan 1-10.Lambang bilangan diperkenalkan melalui Kartu angka bergambar yaitu kertas persegi panjang yang berisikan lambang bilangan disertai dengan gambar yang jumlahnya sesuai dengan lambang bilangan yang tertulis pada kartu tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mengembangkan kemampuan anak usia 4-5 tahun dalam mengenal lambang bilangan melalui kartu angka bergambar di TK Misbahul Athfal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan anak usia 4-5 tahun dalam mengenal lambang bilangan melalui kartu angka bergambar di TK Misbahul Athfal. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun kelompok A TK Misbahul Athfal Desa Pasie Lembang. Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian yang dilakukan 2 siklus menunjukkan bahwaKartu angka bergambar merupakan salah satu alat permainan anak usia dini guna mengembangkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak usia dini dengan cara: 1) memperkenalkan lambang bilangan dengan permainan kartu angka bergambar 2) memperkenalkan lambang bilangan dengan mencocokkan balok warna-warni 3) memperkenalkan  lambang bilangan dengan memasangkan kartu gambar dan menunjukkan bahwa kemampuan mengenal lambang bilangan  melalui kartu angka bergambar anak usia 4-5 tahun berkembang sangat baik. Penggunaan kartu angka bergambar dapat menjadi bahan untuk mengembangkan kemampuan mengenal lambang bilangan.Kata Kunci : Mengembangkan, Lambang Bilangan, Kartu Angka Bergambar
PENERAPAN MEDIA KARTU KOSAKATA DALAM MENGEMBANGKAN BAHASA ANAK USIA DINI DI TK FKIP UNSYIAH BANDA ACEH Ultari . Ningsih; Yuhasriati . .; Dewi . Fitriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2017): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.537 KB)

Abstract

 Media kartu kosakata dapat digunakan untuk mengembangkan bahasa anak.Masalah penelitian ini adalah bagaimana perkembangan bahasa anak usia dini dengan menggunakan media kartu kosakata di TK FKIP Unsyiah Banda Aceh?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan bahasa anak usia dini dengan menggunakan media kartu kosakata dan untuk mengetahui aktivitas anak selama proses pembelajaran dengan menggunakan media kartu kosakata di TK FKIP Unsyiah Banda Aceh. Penelitian tersebut dengan menggunakan pendekatankualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah anak-anak dilembaga TK FKIP Unsyiah Banda Aceh sebanyak 10 anak, terdiri dari 5  laki-laki dan 5 perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan teknik observasi dan unjuk kerja. Data yang terkumpulkan dianalisis dengan menggunakan tehnik kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu kosakata berpengaruh positif dalam meningkatkan perkembangan bahasa anak pada TK FKIP Unsyiah Banda Aceh. Pratindakan belum dijumpai anak yang kemampuan bahasanya berkembang sangat baik, pada siklus I belum dijumpai anak yang berada kemampuan bahasanya dengan baik, tetapi sudah ditemukan 5 anak berkembang sesuai harapan (BSH). Namun pada siklus II terdapat 6 orang anak yang berkembang sangat baik (BSB). Disimpulkan perkembangan bahasa anak usia dini dengan menggunakan media kartu kosakata di TK FKIP Unsyiah terjadi peningkatan pada siklus II jika di bandingkan dengan pra tindakan dan siklus I yaitu pada siklus II tingkat kemampuan bahasa anak yang berkembang sangat baik sebanyak 6 anak, berkembang sesuai harapan 3 anak, mulai berkembang 1 anak dan tidak ada lagi kemampuan anak yang belum berkembang.Aktivitas anak selama proses pembelajaran dengan menggunakan media kartu kosakata pada TK FKIP Unsyiah terjadi peningkatan ditinjau berdasarkan dari indikator yang diamati. Kata kunci: Media Kartu Kosakata, Bahasa, Anak Usia Dini.

Page 2 of 19 | Total Record : 188