cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
MENGEMBANGKAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA DINI MELALUI TARIAN EMUN BERIRING DI TK PANTE RAYA KABUPATEN BENER MERIAH Ike . Oktanira; Anizar . Ahmad; Yuhasriati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 3 (2017): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan kinestetik ialah kecerdasan gerak tubuh anak usia dini yang diawali dengan terbentuknya refleks dan keterampilan motorik sederhana yang kemudian berkembang menjadi kemampuan mengontrol gerakan. Bagaimana menggunakan gerak tubuh sesuai dengan fungsi anggota tubuhnya melalui Tarian Emun Beriring yaitu keseimbangan, kekuatan, keterampilan, kelenturan, dan koordinasi menjadi kajian dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kecerdasan kinestetik anak usia dini melalui Tarian Emun Beriring di TK Pante Raya Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini tergolong jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian adalah anak usia dini berusia 5-6 tahun kelompok B, kelas B Anggrek berjumlah 9 orang anak yang seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian bahwa siklus I menunjukkan kriteria penilaian mulai muncul (MM) sebanyak 2 anak; berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 5 anak; dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 2 anak. Hasil siklus II terjadi peningkatan yaitu berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 2 anak; dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 7 anak. Disimpulkan bahwa kecerdasan kinestetik melalui Tarian Emun Beriring dapat dikembangkan dengan cara memperkenalkan Tarian Emun Beriring melalui media gambar, memperagakan Tarian Emun Beriring di dalam kelas, melakukan latihan di luar waktu sekolah baik secara kelompok maupun individu, dan anak melakukan latihan tambahan di rumah. Disarankan bagi guru dalam mengembangkan kecerdasan kinestetik anak usia dini dapat dilakukan melalui berbagai tarian, baik tarian daerah Gayo maupun tarian daerah lainnya.Kata Kunci : Kecerdasan Kinestetik, Tarian Emun Beriring
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI PERCOBAAN SAINS SEDERHANA DI PAUD KARAWARA-WA LAM ATEUK KABUPATEN ACEH BESAR Muliani . .; Israwati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan kognitif adalah kemampuan anak dalam berpikir serta dapat memecahkan masalah dalam berinteraksi dengan lingkungan sehari-hari, melalui percobaan sains sederhana dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui percobaan sains sederhana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini anak usia dini yang berusia 5-6 tahun kelompok B, berjumlah 10 anak yaitu 4 laki-laki dan 6 perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi dan unjuk kerja. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Setelah tindakan dilakukan maka diperoleh kesimpulan dari penelitian ini adalah kemampuan anak dikembangkan dengan cara memperkenalkan macam-macam percobaan sains sederhana seperti tenggelam dan terapung, erosi dan gunung merapi, serta memperkenalkan alat dan bahan yang di gunakan,  memperagakan cara melakukan percobaan serta melakukan tanya jawab kepada anak, merolling tempat duduk anak agar anak menjadi lebih fokus, melakukan kerja sama dan konsultasi dengan orang tua agar anak mereka selalu hadir ke sekolah. Setelah dilakukan tindakan dalam 2 siklus maka diperoleh hasil sebagian besar kemampuan kognitif anak sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu anak sudah mampu melakukan serta menyebutkan percobaan tanpa di bantu oleh guru.Kata Kunci    : Kemampuan Kognitif, Percobaan Sains Sederhana
PERAN AYAH PADA PENGASUHAN ANAK USIA DINI DALAM KELUARGA DI KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Maisyarah . .; Anizar . Ahmad; Bahrun . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2017): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.901 KB)

Abstract

Keluarga merupakan pembawa pengaruh utama dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Pengasuhan anak idealnya melibatkan peran kedua orangtua yakni ayah dan ibu. Meskipun pengasuhan anak lebih diutamakan pada sang ibu, namun keterlibatan ayah juga membawa pengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan ayah terhadap pengasuhan anak usia dini dan apa saja keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini berjumlah lima orang ayah yang memiliki anak usia 4-6 tahun, penentuan subjek dilakukan dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan beberapa subjek menyatakan tidak setuju mengenai keterlibatan ayah sebagai pengasuh anak secara utuh, sedangkan subjek lainnya menyatakan setuju. Namun kelima subjek memiliki jawaban yang sama yaitu ayah merupakan pencari nafkah, sehingga keterlibatan ayah dalam mengasuh anak akan terbatas oleh waktu. Sedangkan untuk keterlibatan ayah dalam mengasuh anak dilihat dari peran ayah dalam keluarga yaitu sebagai berikut: Pencari nafkah, kebersamaan antara ayah dan anak,pengasuhan, guru atau pembimbing, orang yang mendukung segala kegiatan anak. Disimpulkan bahwa para ayah memiliki kesadaran akan pengasuhan terhadap anak, namun tuntutan mereka sebagai pencari nafkah membuat para ayah tidak dapat terlibat secara penuh dalam pengasuhan anak. Diharapkan para ayah memiliki kesadaran bahwa mereka bukan hanya sebagai pencari nafkah di dalam keluarga, namun keterlibatannya dalam mengasuh anak juga sangat diharapkan.Kata Kunci: peran ayah; pengasuhan anak
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA BAHAN ALAM DI PAUD BAITUL HAAFIZH LABUHAN HAJI ACEH SELATAN Fachriati . Maulida; Fakhriah . .; M. Yusuf Harun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media bahan alam adalah sarana yang digunakan sebagai media pembelajaran menggunakan daun pandan, biji padi, dan pelepah pisang. Penelitian bertujuan untuk  mengetahui perkembangan kreativitas dan aktifitas anak usia dini melalui media bahan alam di PAUD Baitul Haafizh Labuhan Haji Aceh Selatan. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dalam beberapa siklus. Subjek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun kelompok B yang berjumlah 15 orang anak. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan unjuk kerja. Tindakan siklus I yaitu meremas daun pandan terdapat 8 anak Belum Berkembang (BB), 3 anak Mulai Berkembang (MB), 2 anak Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 2 anak Berkembang Sangat Baik (BSB). Menempel biji padi terdapat 1 anak Belum Berkembang (BB), 8 anak Mulai Berkembang (MB), 4 anak Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 2 anak Berkembang Sangat Baik (BSB). Mencap dengan pelepah pisang terdapat 8 anak Mulai Berkembang (MB), 5 anak Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 2 anak Berkembang Sangat Baik (BSB). Tindakan siklus II meremas daun pandan terdapat 8 anak Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 7 anak Berkembang Sangat Baik (BSB). Menempel biji padi terdapat 7 anak Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 8 anak Berkembang Sangat Baik (BSB). Mencap dengan pelepah pisang terdapat 8 anak Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 7 anak Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil akhir perkembangan kreativitas melalui media bahan alam berhasil mencapai indikator keberhasilan yaitu anak mendapat bintang 3 (BSH) dan bintang 4 (BSB). Bermain menggunakan media bahan alam dapat mengembangkan kreativitas anak usia dini di PAUD Baitul Haafizh Labuhan Haji Aceh Selatan.Kata Kunci : Mengembangkan, Kreativitas, Media Bahan Alam
PENGEMBANGAN KREATIVITAS SENI ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MENGANYAM DENGAN MEDIA KERTAS PADA KELOMPOK B1 TK FKIP UNSYIAH BANDA ACEH Nadya Rizky; Israwati .; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 4 (2016): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas menganyam adalah kemampuan terampil anak dalam melakukan aktivitas praktek membuat motif anyaman dasar sederhana yang bertujuan untuk menghasilkan aneka benda atau barang pakai dan seni yang dilakukan dengan cara saling menyusunkan atau menumpang tindihkan bagian-bagian bahan anyaman secara bergantian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan menganyam dengan media kertas dapat mengembangkan kreativitas seni anak usia dini pada kelompok B1 TK FKIP Unsyiah Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Pada setiap siklus terdapat 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak pada Kelompok B1 TK FKIP Unsyiah Banda Aceh pada tahun pelajaran 2016 berusia 5-6 tahun yang berjumlah 18 orang yang terdiri dari 7 anak perempuan dan 11 anak laki-laki. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi dan unjuk kerja. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Pada tindakan prasiklus 8 orang anak (44.4%) yang belum berkembang, 6 orang anak (33.3%) yang mulai berkembang, 4 orang anak (22.2%) yang berkembang sesuai harapan, sedangkan anak yang berkemampuan berkembang sangat baik belum terlihat pada prasiklus. Pada tindakan siklus I, 3 orang anak (16.7%) yang belum berkembang, 8 orang anak (44.4%) yang mulai berkembang, 7 orang anak (38.9%) berkembang sesuai harapan, sedangkan anak yang berkemampuan berkembang sangat baik belum terlihat. Pada tindakan siklus II tidak terlihat lagi anak yang belum mampu mengembangkan kreativitas seninya, 3 orang anak (16.7%) yang mulai berkembang, 7 orang anak (38.9%) yang berkembang sesuai harapan, dan 8 orang anak (44.4%) berkembang sangat baik. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah bila presentase anak mendapatkan bintang 3 dan 4 sebanyak 80%. Pada tindakan siklus II menunjukkan bahwa presentase anak mendapatkan bintang 3 dan 4 mencapai angka lebih dari 80%.  Disimpulkan bahwa melalui kegiatan menganyam dengan media kertas dapat mengembangkan kreativitas seni anak usia dini di TK FKIP Unsyiah Banda Aceh. 
UPAYA GURU PAUD DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK Badratun . Nafis; M Yusuf Harun; Rosmiati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 4 (2018): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada usia 4-6 tahun seharusnya anak sudah terbiasa memahami bentuk-bentuk disiplin seperti bersabar menunggu giliran, memahami peraturan dan disiplin, mengatur diri sendiri, serta mengikuti arahan dan aturan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan karakter disiplin kepada peserta didik serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan karakter disiplin kepada peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data penelitian dari subjek penelitian. Data yang telah peneliti dapatkan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data sampai penarikan kesimpulan. Pengumpulan data diperoleh dari subjek dan objek penelitian yaitu guru dan peserta didik di kelas B3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam mengembangkan karakter disiplin kepada peserta didik belum optimal, hal ini dikarenakan jumlah peserta didik dalam satu kelas mencapai 48 orang sehingga membuat guru tidak mudah memberikan arahan kepada peserta didik. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini  seharusnya rasio guru dan peserta didik adalah 1:15 dalam satu kelas, yaitu dengan ukuran ruang kelas minimal 3 m2 untuk 1 peserta didik.Kata Kunci : guru PAUD, karakter, peserta didik
PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI PANTI ASUHAN SOS CHILDREN’S VILLAGE KABUPATEN ACEH BESAR Lisa . Fatmatya; Bahrun . .; Rosmiati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 4 (2018): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosial emosional anak merupakan kemampuan anak dalam mengelola emosi dan bertingkah laku, baik verbal maupun non verbal dalam berinteraksi dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan sosial emosional anak usia dini yang berusia 4-6 tahun di panti asuhan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Responden dalam penelitian ini adalah 5 orang ibu di panti asuhan SOS Children’s Village Kabupaten Aceh Besar. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan sosial emosional anak usia dini di panti asuhan bervariasi yang dipengaruhi oleh latar belakang anak, seperti anak yang menjadi korban perceraian orangtua, anak yatim, piatu dan lainnya sehingga kurangnya perhatian mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak. Perkembangan sosial emosional anak pada aspek kesadaran diri anak sudah menunjukkan sikap mandiri (anak sudah mampu menggunakan peralatan makan, memakai dan melepas baju sendiri, pergi ke sekolah tidak perlu diantar oleh ibu). Pada aspek rasa tanggung jawab pada diri sendiri dan orang lain menunjukkan anak sudah mengetahui cara membersihkan diri dan menjaga kebersihan lingkungan (mengosok gigi, mandi, membuang sampah pada tempatnya dan bergotong royong) dan anak bertanggung jawab ketika berbuat kesalahan. Pada aspek sikap prososial menunjukkan anak saling menghargai satu sama lain (menghargai orang yang lebih tua dari anak dan menyayangi adik dan teman sebaya), mau berbagi makanan dan suka menolong teman yang membutuhkan pertolongan.
PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN DI TK IT PERMATA SUNNAH DESA RUKOH KOTA BANDA ACEH Nurul . Rizki; Bahrun . .; Yuhasriati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 4 (2018): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berbahasa anak yang harus dimiliki anak usia 5-6 tahun dapat berkomunikasi secara lisan dan dapat mengungkapkan ide serta perasaan pada orang lain, memiliki perbendaharaan kata, serta mengenal simbol-simbol untuk persiapan membaca, menulis, dan berhitung, menjawab pertanyaan yang lebih komplek, menyusun kalimat sederhana,  dan dapat menceritakan kembali isi cerita yang di dengarkan. Kenyataan di lapangan anak usia 5-6 tahun pada TK B IT Permata Sunnah, mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, tidak bisa menceritakan kembali isi cerita yang sudah didengarnya, kurangnya minat untuk menunjukan perilaku senang membaca buku, tidak bisa menyusun kalimat sederhana. Penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan berbahasa anak dengan metode bermain peran pada anak usia 5-6 tahun di TK IT Permata Sunnah. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan tindakan kelas dan penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 15 orang anak, terdiri dari 10 laki-laki dan 5 perempuan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi. Kegiatan bermain peran dilakukan dengan cara 1) mengajak anak-anak untuk menonton video bermain peran, 2) memberitahukan topik dan peran yang akan dimainkan, 3) mempraktekkan peran di depan, 4) melaksanakan kegiatan bermain peran. Hasil penelitian tentang  kemampuan bahasa anak dalam 3 kali pertemuan telah berkembang dengan baik yaitu anak dapat berkomunikasi secara lisan, anak dapat menyampaikan ide-ide serta pendapat melalui bahasa verbal maupun nonverbal, kemampuan anak dalam menjawab pertanyaan yang lebih komplek sudah baik serta mampu menceritakan isi cerita yang didengarnya. Disimpulkan bahwa melalui metode bermain peran dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak di TK IT Permata Sunnah Desa Rukoh Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh.
MENGEMBANGKAN KECERDASAN LOGIS MATEMATIS ANAK MELALUI PERMAINAN CONGKLAK ANGKA DI TK IT PERMATA SUNNAH BANDA ACEH Ditha . Ramadhani; Fakhriah . .; Yuhasriati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 4 (2018): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.419 KB)

Abstract

Kecerdasan Logis Matematis adalah kemampuan anak dalam mengklasifikasikan benda berdasarkan bentuk, ukuran, mengelompokkan 2 variasi, dan mengenal pola. Permainan congklak angka terbuat dari sangkak telur yang berbahan plastik disetiap lubang congklak ditancapkan pamplet angka dan gambar. Anak pada penelitian ini anak kelas TK A berumur 4-5 tahun pada TK IT Permata Sunnah Banda Aceh. Permasalah yang terjadi di TK IT Permata Sunnah Banda Aceh pada saat pembelajaran berlangsung tentang logis matematis terlalu berpusat kepada menulis angka secara berulang, sehingga membuat anak merasa bosan dan tidak memahami apa yang ditulisnya dan anak juga tidak paham bahwa sebenarnya bukan hanya angka yang ada di dalam logis matematis tetapi juga berupa mengklasifikasikan benda berdasarkan bentuk, ukuran, mengelompokkan 2 variasi, juga mengenal pola. Selain itu pembelajaran untuk mengembangkan logis matematis tidak menggunakan media, karena kurangnya media-media di dalam sentra tentang logis matematis, sehingga semakin membuat anak tidak memahami pembelajaran tentang logis matematis. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana mengembangkan kecerdasan logis matematis anak melalui Permainan Congklak Angka di TK IT Permata Sunnah Banda Aceh? Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan logis matematis anak melalui Permainan Congklak Angka di TK IT Permata Sunnah Banda Aceh. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah seluruh anak kelas TK A  usia 4-5 tahun yang berjumlah 15 orang anak di antaranya 7 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan unjuk kerja. Kegiatan permainan congklak angka pada penelitian ini dilakukan dengan cara yaitu: 1) menyanyikan lagu, 2) memberi contoh memainkan congklak angka, 3) membuat aturan permainan congklak angka, 4) memainkan congklak angka yang di maksud dalam penelitian. Hasil yang diperoleh tentang kecerdasan logis matematis anak telah berkembang, dan mematuhi peraturan permainan, dengan mendapatkan 3 atau 4 bintang sebanyak 13 orang anak.
MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN BERMAIN MENGGUNAKAN MEDIA BARANG BEKAS DI PAUD BUNGONG TANJUNG KABUPATEN ACEH BESAR Fitri . Yosiana; Bahrun . .; Amsal . Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 4 (2018): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motorik halus adalah keterampilan menggunakan jari jemari tangan dan gerakan pergerakan tangan yang tepat. Kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot-otot kecil dan koordinasi mata-tangan yang dipengaruhi oleh kesempatan belajar dan berlatih yang ditandai dengan kemampuan mengkoordinasikan gerakan mata dan tangan untuk melakukan gerakan yang rumit, melakukan gerakan manipulatif untuk menghasilkan suatu bentuk dengan menggunakan berbagai media, mengekspresikan diri dengan berkarya seni menggunakan berbagai media, mengontrol gerakan tangan yang menggunakan otot halus, menempel gambar dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik halus anak usia dini melalui media pengolahan barang bekas dari kardus di PAUD Bungong Tanjung Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini memfokuskan pada perkembangan motorik halus anak melalui media barang bekas yaitu anak mampu menciptakan sebuah bingkai foto dari kardus bekas, anak mampumen ciptakan bingkai foto dari stikeskrim, anak mampu menciptakan sebuah kotak pensil menggunakan botol bekas. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak TK A di PAUDBungongTanjungKabupaten Aceh Besarberjumlah 10 orang anakpada tahun ajaran 2018. Data dikumpulkan melalui observasi, unjuk kerja dan data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui media barang bekas dapat mengembangkan motorik halus anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Siklus I yang Belum Berkembang (BB) berjumlah 5 anak, Mulai Berkembang (MB) berjumlah 4 anak, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) berjumlah 1 anak dan Berkembang Sangat Baik (BSB) tidakada. Siklus II Berkembang Sesuai Harapan (BSH) berjumlah 2 anak dan Berkembang Sangat Baik (BSB) berjumlah 8 anak.Kata Kunci    : Motorik Halus, Media BarangBekas.

Page 7 of 19 | Total Record : 188