cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERMAIN KOOPERATIF DI PAUD IT MINA KABUPATEN ACEH BESAR. Ira . Rahayu; Fakhriah . .; Dina . Amalia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 4 (2018): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah keterampilan sosial emosional anak usia 4-5 tahun ketika bermain. Sosial emosional perlu dikembangkan pada anak usia dini agar kelak anak menjadi generasi yang tidak anti sosial, salah satunya melalui metode bermain kooperatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan keterampilan sosial emosional anak usia dini melalui bermain kooperatif di PAUD IT Mina Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah kelompok A anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 11 orang anak. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan unjuk kerja. Peneliti menggunakan metode bermain kooperatif dengan kegiatan bermain bendera estafet. Ketika melakukan permainan bendera estafet ini, peneliti memisah anak menjadi dua kelompok yang terdiri dari 4 orang dan masing-masing anak bertanggung jawab memberikan bendera kepada teman yang lain secara estafet. Hasil yang diperoleh dalam pelitian ini adalah keterampilan sosial emosional anak berkembang dengan menggunakan bermain kooperatif bendera estafet. Hal ini ditunjukkan dengan hasil tindakan pada siklus II, anak telah mampu untuk mematuhi peraturan, tanggung jawab dan kerja sama dengan mendapatkan 3 atau 4 bintang sebanyak 6 orang anak. Agar dapat mengembangkan keterampilan sosial emosional anak, disarankan kepada guru agar dapat menggunakan metode bermain kooperatif ini dalam pembelajaran.Kata Kunci: Sosial Emosional, Bermain Kooperatif, Anak Usia Dini.
Persepsi Ibu terhadap Imunisasi Dasar pada Anak Batita di Desa Paya Tungel Kecamatan Jagong Jeget Kabupaten Aceh Tengah Fithri . Jauhari; Laili . Suhairi; Fakhriah . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 4 (2018): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.184 KB)

Abstract

Pada masa batita anak masih rentan terkena suatu penyakit yang berbahaya. Imunisasi dasar merupakan pemberian vaksin imunisasi yang terdiri dari BCG (bacillus celmette-guerin), DPT (difteri, pertusis dan tetanus), polio, campak, dan hepatitis b sebelum anak berusia satu tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi ibu terhadap imunisasi dasar pada anak batita di desa Paya Tungel Kecamatan Jagong Jeget Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampeling. Subjek penelitian berjumlah 5 orang ibu yang memiliki anak batita. Hasil penelitian menunjukan pada umumnya ibu membawa anak batita ke posyandu dan sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Persepsi ibu terhadap imunisasi dasar ditinjau dari efek samping yang timbul setelah pemberian imunisasi baik melalui oral maupun suntik adalah panas. Tindakan yang dilakukan untuk mengurangi efek samping dengan memberi obat parasetamol baik sebelum maupun sesudah imunisasi dan mengompres anak. Hanya 20% ibu yang mengetahui fungsi, jumlah pemberian imunisasi dan usia pemberian vaksin imunisasi BCG, DPT, hepatitis b, polio, dan campak. Penyakit yang dapat dicegah adalah polio, campak, cacar, dan hepatitis. Persepsi ibu terhadap keamanan vaksin, ibu percaya vaksin imunisasi aman dan terbuat dari bahan yang halal meskipu  ibu tidak mengetahui bahan yang digunakan untuk pembuatan vaksin. Dapat disimpulkan, ibu-ibu di Desa Paya Tungel Kecamatan Jagong Jeget memiliki persepsi bahwa imunisasi dasar penting untuk kesehatan anak.
PENGARUH KOMPETENSI GURU PAUD TERHADAP KUALITAS PEMBELAJARAN DI KECAMATAN NISAM KABUPATEN ACEH UTARA Putri . Afdhaliah; Amsal . Amri; bahrun . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 4 (2018): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Idealnya seorang guru PAUD memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional, akan tetapi realita yang terjadi di lapangan bahwasanya masih banyak terdapat guru yang belum memenuhi empat kompetensi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi guru PAUD terhadap kualitas pembelajaran di Kecamatan Nisam. Jenis penelitian ini menggunakan study kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru PAUD yang berjumlah 4 orang guru. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi yang belum dimiliki oleh setiap guru PAUD di kecamatan nisam adalah kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik, guru yang belum memenuhi kompetensi profesional tersebut dalam proses pembelajaran  belum bisa memahami bahwa setiap anak mempunyai tingkat kecepatan pencapaian perkembangan yang berbeda, tidak memiliki keterampilan dalam memberikan rangsangan pada setiap aspek perkembangan dan tidak meningkatkan keterlibatan orangtua anak dalam program di lembaga. Guru yang belum memenuhi kompetensi pedagogik dalam proses pembelajaran tidak merencanakan dan menyusun kegiatan harian, mingguan dan bulanan serta tidak menggunakan metode pembelajaran melalui bermain sesuai dengan karakteristik anak, dan tidak menggunakan media yang sesuai dengan kegiatan/tema dan kondisi anak. Faktor lain yang mempengaruhi kualitas pembelajaran adalah modal kesiapan guru, pengalaman mengajar seorang guru serta kedisiplinan waktu dalam melaksanakan proses pembelajaran. Kata Kunci: Kompetensi Guru, Kualitas Pembelajaran.
PENGGUNAAN MEDIA KANTONG AJAIB UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD NUR MISHQI KABUPATEN ACEH BESAR Sri . Fidayani; Fakhriah . .; Yuhasriati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 3 (2018): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.305 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan media kantong ajaib di PAUD Nur Misqi Kabupaten Aceh Besar. Kemampuan Kognitif adalah kemampuan anak menghitung bilangan dengan menggunakan lambang bilangan 1-10. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian sebanyak 9 orang anak usia 5-6 tahun pada jenjang TK B di PAUD Nur Misqi Kabupaten Aceh Besar. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi dan unjuk kerja serta dianalisis secara  deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian mulai dari  siklus I hingga siklus II dapat disimpulkan bahwa, mengembangkan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan media kantong ajaib di PAUD Nur Misqi dilakukan dengan cara peneliti Peneliti mengenalkan jumlah bilangan dengan gambar dan anak menghitung jumlah bilangan dengan lambang bilangan dan peneliti berada diantara posisi duduk anak, Kegiatan dilakukan dengan tanya jawab langsung dengan anak, Anak diberi kesempatan untuk mengambil lambang bilangan dalam kantong ajaib kemudian mencocokannya dengan gambar yang sesuai bilangan serta menyebutkannya. Keterampilan berbicara anak kelompok B PAUD Nur Misqi setelah dilakukan tindakan dalam 2 siklus menunjukkan perkembangan yaitu anak sudah dapat menghitung bilangan dengan menggunakan lambang bilangan 1-10 tanpa bantuan guru.  Kata Kunci : kemampuan kognitif, media kantong ajaib, anak usia dini 
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN DI TK IT HAFIZUL’ILMI ACEH BESAR. Ria . Estikawati; Amsal . Amri; Israwati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 4 (2018): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan metode bermain peran di TK IT Hafizul’Ilmi Aceh Besar. Kemampuan bahasa yang dimaksud dalam penelitian ini ialah kemampuan anak memahami bahasa: mengerti beberapa perintah secara bersamaan, mengulang kalimat yang lebih kompleks, memahami aturan dalam sebuah permainan, serta senang dan menghargai bacaan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian sebanyak  9 orang anak usia 5-6 tahun pada kelompok B di TK IT Hafizul’Ilmi Aceh Besar. Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Mengembangkan kemampuan bahasa anak mengalami perkembangan yang dilakukan melalui metode bermain peran di TK IT Hafizul’Ilmi Aceh Besar. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan metode bermain peran, kemampuan bahasa anak berkembang yaitu anak dapat mengulang kalimat yang lebih kompleks serta senang dan menghargai bacaan. Hal ini ditunjukkan pada setiap siklusnya, pada siklus I pertemuan pertama: 1) BSB; belum terlihat, 2) BSH; 1 anak, 3) MB; 5 anak, 4) BB; 3 anak. Pertemuan kedua: 1) BSB; belum terlihat, 2) BSH; 2 anak, 3) MB; 6 anak, 4) BB; 1 anak. Pada siklus II pertemuan pertama: 1) BSB; 2 anak, 2) BSH; 5 anak, 3) MB; 2 anak, 4) BB; sudah tidak terlihat. Pertemuan kedua: 1) BSB; 5 anak, 2) BSH; 3 anak, 3) MB; 1 anak, 4) BB; sudah tidak terlihat.
PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA DEDAUNAN DI TKIT BAITUSSHALIHIN BANDA ACEH Suryani . .; Anizar . Ahmad; Rahmi . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 3 (2018): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak kelompok A kelas A1 di TKIT Baitusshalihin Ulee Kareng Banda Aceh, tahun pelajaran 2017-2018. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dimana pada setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I dilaksanakan selama 7 kali pertemuan. Dan siklus II dilaksanakan selama 8 kali pertemuan. Subjek penelitian ini yaitu 15 orang anak kelompok A1 yang terdiri dari siswi perempuan 7 orang dan siswa laki-laki 7 orang. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 10 April sampai dengan 26 April 2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi. Adapun kemampuan kreativitas anak pada pra siklus dapat disimpulkan pada indikator “berkembang sangat baik” yaitu 0%, indikator “berkembang sesuai harapan” yaitu 10,64%, indikator “mulai berkembang” yaitu 38,64%, dan indikator “belum berkembang” yaitu 50,62%, pada siklus I mulai terjadi peningkatan pada indikator “berkembang sangat baik” menjadi 9,32%, untuk indikator “berkembang sesuai harapan” yaitu 35,9%, untuk indikator “mulai berkembang” menjadi 53,3%, sedangkan indikator “belum berkembang” menurun menjadi 0%, pada siklus II terjadi peningkatan secara signifikan dimana dapat dilihat dari indikator “berkembang sangat baik” yaitu 50,62%, dan indikator “berkembang sesuai harapan” menjadi 49,28%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah kedua indikator “berkembang sangat baik” dan indikator “berkembang sesuai harapan” terjadinya peningkatan dimana pengembangan kreativitas anak kelompok A1 meningkat secara signifikan dan adanya kemampuan dalam menyelesaikan penugasan tersebut.Kata Kunci: kreativitas, media dedaunan.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN USAP ABUR DI TK POTEUMEUREUHOM BANDA ACEH Ulfa, Nazirah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2019): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan kemampuan menjiplak bentuk dan mengotrol gerakan tangan dalam melakukan kegiatan. Perkembangan motorik halus adalah pengorganisasian penggunaan otot-otot kecil seperti jari-jemari dan tangan yang sering membutuhkan kecermatan koordinasi antara mata dan tangan. Perkembangan motorik halus anak dapat berkembang melalui kegiatan yang berhubungan dengan gerakan tubuh. Dari gerakan tangan dan jari-jemari anak dapat mengembangkan motorik halusnya melalui kegiatan usap abur. Usap abur adalah salah satu cara untuk melatih kemampuan motorik halus anak yang dalam kegiatannya anak melakukan olah tangan yang berulang-ulang. Kemampuan yang dikembangkan melalui kegiatan usap abur adalah kemampuan anak dalam menjiplak bentuk dan kemampuan anak dalam mengontrol gerakan tangan. Rumusan masalah apakah kemampuan motorik halus anak dapat berkembang melalui kegiatan usap abur di TK Poteumeureuhom Banda Aceh. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui perkembangan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan usap abur. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi. Observasi dilakukan setelah diberikan perlakuan (treatment) dengan menggunakan kegiatan usap abur. Hasil penelitian menunjukkan 4 subjek dari 6 subjek penelitian mengalami peningkatan dalam kemampuan motorik halus dalam menjiplak bentuk dan mengontrol gerakan tangan dengan menggunakan motorik halus. Dengan demikian kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Poteumeureuhom dapat berkembang melalui kegiatan usap abur.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN USAP ABUR DI TK POTEUMEUREUHOM BANDA ACEH Nazirah . Ulfa; Fakhriah . .; Yuhasriati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2019): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan kemampuan menjiplak bentuk dan mengotrol gerakan tangan dalam melakukan kegiatan. Perkembangan motorik halus adalah pengorganisasian penggunaan otot-otot kecil seperti jari-jemari dan tangan yang sering membutuhkan kecermatan koordinasi antara mata dan tangan. Perkembangan motorik halus anak dapat berkembang melalui kegiatan yang berhubungan dengan gerakan tubuh. Dari gerakan tangan dan jari-jemari anak dapat mengembangkan motorik halusnya melalui kegiatan usap abur. Usap abur adalah salah satu cara untuk melatih kemampuan motorik halus anak yang dalam kegiatannya anak melakukan olah tangan yang berulang-ulang. Kemampuan yang dikembangkan melalui kegiatan usap abur adalah kemampuan anak dalam menjiplak bentuk dan kemampuan anak dalam mengontrol gerakan tangan. Rumusan masalah apakah kemampuan motorik halus anak dapat berkembang melalui kegiatan usap abur di TK Poteumeureuhom Banda Aceh. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui perkembangan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan usap abur. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi. Observasi dilakukan setelah diberikan perlakuan (treatment) dengan menggunakan kegiatan usap abur. Hasil penelitian menunjukkan 4 subjek dari 6 subjek penelitian mengalami peningkatan dalam kemampuan motorik halus dalam menjiplak bentuk dan mengontrol gerakan tangan dengan menggunakan motorik halus. Dengan demikian kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Poteumeureuhom dapat berkembang melalui kegiatan usap abur.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL DI TK PERISKA TANI SAREE Yuli . Safriyani; Anizar . Ahmad; Yuhasriati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 4 (2018): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun merupakan kemampuan membaca permulaan yang menitik beratkan pada pengenal huruf abjad sehingga anak mampu membaca nama sendiri. Kenyataan di lapangan anak usia 5-6 tahun pada TK B Periska Tani Saree, mengalami kesulitan dalam membaca permulaan seperti mengenal huruf. Bagaimanakah mengembangkan kemampuan bahasa anak di TK Periska Tani Saree dengan menggunakan media audio visual menjadi kajian dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak di TK Periska Tani Saree dengan menggunakan media audio visual. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 9 orang anak, terdiri dari 4 laki-laki dan 5 perempuan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan unjuk kerja. Tindakan pengenalan huruf dilakukan dengan cara 1) menyanyikan lagu, 2) membuat aturan main sebelum menampilkan video, 3) menampilkan video yang dimaksud dalam penelitian 4) mengetes perkembangn bahasa anak dengan cara menyuruh anak-anak membaca nama sendiri yang di tulis di papan tulis. Hasil penelitian tentang  kemampuan bahasa anak dalam 2 siklus  telah berkembang yaitu anak yang mampu membaca nama sendiri dengan bantuan guru sebanyak 3 anak; dan anak mampu membaca nama sendiri secara mandiri menjadi 6 anak. Disimpulkan bahwa melalui media audio visual dapat mengembangkan kemampuan bahasa anak di TK Periska Tani Saree Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. Disarankan bagi guru dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini dapat dilakukan dengan menggunakan media audio visual dan media lainnya.
PERKEMBANGAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA DINI DENGAN METODE BERMAIN PERAN MAKRO DI TK IT MON KUTA BANDA ACEH Riska . Ochtoviana; Fakhriah . .; Rahmi . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku prososial ialah tindakan sukarela yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang untuk menolong orang lain tanpa mengharapkan apapun. Perilaku prososial terdiri dari bermain dengan teman sebaya, bekerja sama, dan menolong. Salah satu cara untuk dapat mengembangkan perilaku prososial adalah dengan metode bermain peran makro. Bermain peran makro adalah bermain dengan memerankan suatu tokoh tertentu yang menggunakan alat berukuran seperti sesungguhnya untuk memerankan peran apa yang dipilihnya. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana perkembangan perilaku prososial anak usia dini dengan metode bermain peran makro di TK IT Mon Kuta Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan perilaku prososial anak usia dini dengan metode bermain peran makro di TK IT Mon Kuta Banda Aceh. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Subjek penelitian ini berjumlah 8 orang anak berusia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan unjuk kerja. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, pada pertemuan ketiga perilaku prososial anak berkembang yaitu anak bermain dengan teman sebaya, bekerja sama dan menolong. Dengan demikian perilaku prososial anak usia dini usia 5-6 tahun di TK IT Mon Kuta Banda Aceh dapat berkembang dengan metode bermain peran makro.Kata Kunci: Perilaku Prososial, Bermain Peran Makro, Anak Usia Dini.

Page 8 of 19 | Total Record : 188