cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
KOMPETENSI GURU DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI TK IT AL-AZHAR BANDA ACEH Lily . Purnama; Anizar . Ahmad; Hijriati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi guru adalah kemampuan guru yang diperoleh dari belajar formal, non-formal dan informal, yang meliputi empat kompetensi guru yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian.  Kompetensi guru yang dibahas dalam penelitian ini adalah kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi guru dalam pelaksanaan pembelajaran anak usia dini di TK IT Al-Azhar Banda Aceh. Penelitian ini tergolong jenis penelitian deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara danstudi dokumentasi.  Subjek penelitian ini adalah 2 orang guru dan kepala sekolah TK IT Al-Azhar Banda Aceh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru yang mengikuti pelatihan cenderung banyak mengetahui dan memiliki konsep dalam pengembangan pembelajaran untuk anak usia dini di TK IT AL-Azhar Banda Aceh. Kompetensi guru dalam pelaksanaan pembelajaran anak usia dini di TK IT Al-Azhar Banda Aceh masih berpusat pada guru dalam penerapan pendekatan pembelajaran kemudian pemberian penguatan kepada anak didik yang  masih kurang, akan tetapi guru di TK IT Al-Azhar Banda Aceh terus berupaya untuk mengembangkan kompetensinya dalam pengembangan pembelajaran di TK IT Al-Azhar dengan mengikuti program halaqah dan PSPA yang diadakan oleh sekolah.Kata Kunci : Kompetensi guru, pembelajaran anak usia dini
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN BERNYANYI DI PAUD MADANI GAMPONG ATEUK JAWO KECAMATAN BAITURRAHMAN BANDA ACEH Dika Yulia Sartika; Rosma . Elly; M. Yusuf Harun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2017): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.195 KB)

Abstract

Kegiatan bernyanyi dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan kosakata dan kemampuan berbicara anak usia dini. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimanakah meningkatkan kemampuan berbahasa pada anak usia  3-4 tahun melalui kegiatan bernyanyi di PAUD Madani Gampong Ateuk Jawo Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa anak melalui kegiatan bernyanyi pada anak usia 3-4 tahun di PAUD Madani Gampong Ateuk Jawo Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok bermain (KB) usia 3-4 tahun di PAUD Madani sebanyak 16 orang anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berbahasa anak kelompok bermain (KB) usia 3-4 tahun di PAUD Madani melalui kegiatan bernyanyi. Terjadi peningkatan kemampuan berbahasa pada anak dari siklus 1 sampai dengan siklus 2. Hasil penelitian pada siklus 1 sebanyak 68,75%. Terjadi peningkatan pada siklus 2 yaitu sebanyak 87%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini melalui kegiatan bernyanyi di PAUD Madani dapat meningkat dilihat dari anak telah mampu mengendalikan keberanian diri dan dapat mengenal kosakata baru. Maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa melalui kegiatan bernyanyi dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini di PAUD Madani Gampong Ateuk Jawo Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh.Katakunci: kemampuan berbahasa, bernyanyi.
KENDALA YANG DIHADAPI ORANGTUA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI GAMPONG MUARA BATU-BATU KECAMATAN RUNDENG KOTA SUBULUSSALAM Siti . Asnah; M. Yusuf Aziz; M. Yusuf Harun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak dan tempat menjalin komunikasi yang baik agar terbentuk keharmonisan cinta dan kasih sayang seutuhnya. Untuk menjalin komunikasi yang baik, maka seseorang harus mendapatkan pendidikan yang baik pula karena dengan pendidikan anak bisa mengenal berbagai aspek kecerdasasan seperti kognitif, motorik, sosial emosional, moral spritual, dan seni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi orangtua (Ibu) dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak usia dini dan solusi yang dilakukan oleh para ibu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak di Gampong Muara Batu-Batu Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan  cara observasi dan wawancara. Teknik analisis data mengunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah lima keluarga yang memiliki anak berusia 4-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan beberapa ibu rumah tangga banyak mendapatkan kendala dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak berkenaan dengan faktor ekonomi seperti biyaya pendidikan, seragam sekolah, peralatan sekolah yang mengharuskan ibu bekerja untuk membantu penghasilan suami dan kurangnya waktu bersama anak, tidak memiliki transportasi, jarak antara rumah dengan sekolah berjauhan sehingga ibu tidak dapat mengantar dan menjemput anak ke sekolah serta memperhatikan kebutuhan anak seperti kebutuhan fisiologis, rasa aman, cinta dan keberadaan, dan penghargaan. Solusi yang dilakukan orangtua yaitu bertangung jawab dan melibatkan diri  dalam memenuhi kebutuhan anak baik itu kebutuhan di dalam keluarga maupun kebutuhan pendidikan anak usia dini, serta meluangkan waktu untuk bisa mengantar dan menjemput anak-anak ke sekolah dan menjalin komunikasi yang baik dengan anak, dan melindungi diri anak.Kata Kunci: Kendala, Kebutuhan Pendidikan
POLA PENGASUHAN ANAK BAGI WANITA YANG BEKERJA PADA BANK DI BANDA ACEH Lia Fadhila; Bahrun .; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 4 (2016): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada satu sisi wanita berperan sebagai ibu rumah tangga dan disisi lain juga berperan  sebagai wanita yang bekerja pada lembaga/instansi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola pengasuhan anak dan faktor apa saja yang mempengaruhi pola pengasuhan anak bagi wanita yang bekerja pada bank di Banda Aceh. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Responden adalah karyawati pada Bank di Banda Aceh sebanyak 5 orang yang merupakan ibu dari anak yang berusia 3-5 tahun di dua PAUD yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan anak yang dilakukan oleh wanita yang bekerja yaitu dengan cara memaksimalkan waktu libur kerja untuk menjalin kedekatan bersama anak dengan pergi rekreasi, berusaha pulang ketika jam istirahat kerja, ikut serta bermain dengan anak, mengantar dan menjemput anak sekolah dihari libur kerja. Pola pengasuhan merujuk pada pengasuhan demokrasi yaitu anak diberi peluang untuk mengeluarkan pendapat, menegur langsung bila anak berperilaku buruk, anak tidak merasa tertekan dan tidak memberikan hukuman apabila kesepakatan tidak dipenuhi. Faktor yang mempengaruhi penerapan pola pengasuhan anak yaitu ibu mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara mengurus anak dengan bekerja sebagai karyawati di bank. Lingkungan tempat tinggal tidak terlalu mempengaruhi pola pengasuhan karena teman sebaya anak cenderung tidak bermain diluar rumah.Kata Kunci: Pola asuh, anak usia dini, karyawati bank
MENGEMBANGKAN KECERDASAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN PERAN DI PAUD TAHFIZH ANAK BANGSA KOTA BANDA ACEH Indayani . .; Anizar . Ahmad; Yuhasriati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 3 (2017): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan sosial emosional merupakan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang  lain di lingkungannya. Kecerdasan social emosional yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bekerjasama, tanggung jawab, bertoleransi, menghargai teman sebaya dan mengikuti aturan. Penelitian ini bertujuan untuk  mengembangkan kecerdasan sosial emosional anak usia dini melalui bermain peran di PAUD Tahfizh Anak Bangsa Kota Banda Aceh. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah anak usia dini pada kelas TK-A PAUD Tahfizh Anak Bangsa Kota Banda Aceh berusia 4-5 tahun yang berjumlah 12 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan unjuk kerja. Hasil penelitian bahwa siklus I menunjukkan kiteria  belum berkembang ada 2 orang anak dan mulai berkembang 8 orang anak. Pada kategori berkembang sesuai harapan  ada 2 orang anak, sedangkan anak yang berkembang sangat baik belum ada. Pada tindakan  siklus II tidak  ada lagi anak yang belum berkembang. Kategori mulai berkembang berjumlah 3 orang anak. Berkembang sesuai harapan ada 6 orang anak, dan berkembang sangat baik ada 3 orang anak. Pada tindakan siklus  II menunjukkan bahwa presentase anak yang mendapat bintang 3 dan 4 mencapai angka 75%. Jadi rata-rata peningkatan siklus I ke siklus II sebanyak 29%. Disimpulkan bahwa bermain peran dapat digunakan untuk mengembangkan kecerdasan sosial emosional anak usia dini. Disarankan bagi guru dalam mengembangkan kecerdasan sosial emosional anak usia dini dapat dilakukan melalui bermain peran, baik peran  makro maupun peran mikro. Kata Kunci: kecerdasan,  sosial emosional, bermain peran
MENGENALKAN KONSEP BILANGAN PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI MENDONGENG DENGAN WAYANG DI PAUD MADANI KOTA BANDA ACEH Farah . Almira; Bahrun . .; Dewi . Fitriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2017): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.665 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan konsep bilangan pada anak usia 3-4 tahun di kelompok bermain melalui mendongeng dengan wayang. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart. Subjek penelitian berjumlah 8 orang anak yang terdiri atas 3 orang anak laki-laki dan 5 orang anak perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan kata-kata dari setiap proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan pengetahuan konsep bilangan melalui mendongeng dengan wayang. Hal tersebut ditunjukkan pada indikator 1 berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik sebanyak 87,5% dan pada indikator 2 berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik sebanyak 100%, serta pada indikator 3 berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik sebanyak 87,5%, sehingga pengenalan konsep bilangan melalui mendongeng dengan wayang dapat dikatakan memberikan pengaruh pada peningkatan kompetensi mengenal konsep bilangan pada anak usia 3-4 tahun. Mendongeng dengan wayang disarankan untuk guru PAUD agar dapat menggunakan media wayang dalam pembelajaran bercerita. Namun, dalam penerapan media juga harus disesuaikan dengan kondisi sekolah dan lingkungan anak.Kata kunci : Konsep bilangan, mendongeng, wayang, anak usia 3-4 tahun
PENGEMBANGAN KECERDASAN VISUAL-SPASIAL ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN LABIRIN DI PAUD JANTONG HATEE-MA KABUPATEN BIREUEN Nanda . Safira; M. Yusuf Aziz
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan visual-spasial anak usia 5-6 tahun melalui permainan labirin di PAUD Jantong Hatee Ma. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah dengan menggunakan permainan labirin dapat meningkatkan kecerdasan visual-spasial anak usia 5-6 tahun di PAUD Jantong Hatee Ma?. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di kelas TK kelompok B yang berjumlah 11 orang anak yang terdiri atas 7 orang anak perempuan dan 4 orang anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan  melalui observasi dan unjuk kerja. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan diolah menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengembangan kecerdasan visual-spasial anak kelas TK kelompok B di PAUD Jantong Hatee Ma melalui permainan labirin. Disimpulkan, bahwa melalui permaian labirin dapat mengembangkan kecerdasan visual-spasial anak usia 5-6 tahun di PAUD Jantong Hatee Ma Gampong Karieng Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada guru yang mengajar di PAUD Jantong Hatee Ma agar dapat lebih memperhatikan kecerdasan visual-spasial dan permainan labirin dapat diterapkan di PAUD lebih kurang sebulan sekali.Kata kunci: kecerdasan Visual-Spasial, Permainan Labirin
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KOLASE BIJI-BIJIAN UNTUK MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINIDI PAUD NURUL HIDAYAH DESA LAMPUUK ACEH BESAR Dahrul . Afni; M. Yusuf Harun; Rosma . Elly
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2017): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.393 KB)

Abstract

Abstrak: Media Pembelajaran Kolase merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan motorik halus pada anak bahkan melatih kognitif anak. Kegiatan menempel adalah salah satu kegiatan yang menarik minat belajar anak karena berkaitan dengan meletakkan dan melekatkan sesuatu sesuka anak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan anak dalam mengembangkan motorik halus melalui media kolase biji-bijian dan keaktifan anak dalam mengembangkan motorik halus dengan kolase biji-bijian di PAUD Nurul Hidayah Desa Lampuuk Tungkop Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perkembangan Motorik halus anak melalui penggunaan media pembelajaran kolase biji-bijian untuk kreatifitas anak dalam menempel Kolase biji-bijian di PAUD Nurul Hidayah Desa Lampuuk Tungkop Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dalam bentuk PTK. Subjek dalam penelitian ini adalah kelompok B PAUD Nurul Hidayah Desa Lampuuk Tungkop Aceh Besar, yang terdiri dari 10 orang anak 5 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Pengumpulan data dilakukan denganobservasi, unjuk kerja dan dokumentasi. Pengolahan dan analisa data dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran kolase biji-bijian mampu mengembangkan Motorik Halus anak yaitu pada siklus I jumlah anak yang berkembang sesuai harapan sebanyak 70% dan anak yang mulai berkembang sebanyak 30%, sedangkan pada siklus II 30% berkembang sangat baik , 60% berkembang sesuai harapan dan 10% Mulai berkembang. Kesimpulan penelitian ini bahwa penggunaan media pembelajaran Kolase biji-bijian dapat mengembangkan motorik halus anak PAUD Nurul Hidayah Desa Lampuuk Tungkop Aceh Besar.Kata Kunci: Media Pembelajaran,  Kolase Biji-bijian, Motorik halus
PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI YANG MENONTON SINETRON DI GAMPONG LANDUH KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG Nanda . Chairani; Bahrun . .; Siti Naila Fauzia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sosial emosional anak dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya televisi. Televisi merupakan media massa yang memberikan informasi sekaligus hiburan bagi penontonnya. Bentuk hiburan tersebut seperti cerita drama berseri yang sering disebut dengan “sinetron”. Sinetron merupakan salah satu bentuk tayangan televisi yang banyak digemari oleh masyarakat termasuk anak-anak. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan sosial emosional anak yang sering menonton sinetron di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu, ayah, dan tetangga dari objek yang diteliti yaitu 3 orang anak usia dini dengan rentang usia 5-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sosial emosional anak yang menonton sinetron cenderung berkembang kurang baik. Anak lebih banyak melakukan aktivitas menonton televisi dibandingkan melakukan aktivitas di luar rumah, berbicara tidak jujur atau berbohong, mengejek, berkata kurang sopan, mengetahui tentang hubungan lawan jenis, suka memukul dan melempar barang. Menonton sinetron juga membuat anak malas berusaha dan cepat menyerah, namun walaupun banyak menimbulkan hal negatif, menonton sinetron masih memiliki nilai positif bagi anak seperti dapat menambah perbendaharaan kata, menambah pengetahuan tentang dunia luar, dan meniru hal-hal positif lainnya.
PENGENALAN KONSEP BILANGAN DAN LAMBANG BILANGAN MELALUI PERMAINAN BALOK ANGKA DALAM MENGEMBANGKAN KOGNITIF ANAK DI PAUD NURUL HIDAYAH Alvimaisuri .; Bahrun .; Yuhasriati .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 4 (2016): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep bilangan dan lambang bilangan melalui permainan balok angka dalam mengembangkan kognitif anak di PAUD Nurul Hidayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian tindakan kelas. Pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia dini berusia 4-5 tahun kelompok A berjumlah 12 orang anak yang terdiri atas 4 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi dan unjuk kerja. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa memperkenalkan konsep bilangan dan lambang bilangan melalui balok angka dalam mengembangkan kognitif anak dilakukan selama 2 siklus. Hasil siklus I adalah 1) Memperkenalkan angka menggunakan balok adalah hanya 8 dari 12 anak yang sudah mengenal angka 1-10, 2) Mengelompokkan balok sesuai dengan angka adalah hanya 5 dari 12 anak yang sudah mengenal bilangan 1-10, 3) Membentuk angka dengan menggunakan balok hanya 5 dari 12 orang anak yang sudah membentuk angka 1-10. Hasil siklus II adalah 1) Memperkenalkan bilangan menggunakan balok terjadi peningkatan menjadi 12 orang anak sudah mengenal angka 1-10. 2) Mengelompokkan balok sesuai dengan angka terjadi peningkatan menjadi 10 orang anak sudah mengenal bilangan 1-10. 3) Membentuk angka dengan menggunakan balok terjadi peningkatan menjadi 11 orang anak sudah membentuk angka 1-10.Kata kunci: bilangan, balok, kognitif

Page 6 of 19 | Total Record : 188