cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
POLA ASUH ORANGTUA DALAM MENGEMBANGKAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK TK DI KABUPATEN BENER MERIAH Listiandari . .; Bahrun . .; Rahmi . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh orangtua adalah cara orangtua mendidik, membimbing, mengasuh, mendisiplinkan anak dan merawat anak. Penting bagi para orangtua untuk menerapkan pola asuh yang tepat bagi anak agar dapat membentuk watak, kepribadian dan memberikan nilai-nilai yang baik pada anak. Pola asuh orangtua terhadap anak akan sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku anak di masa mendatang, salah satunya adalah untuk membentuk perilaku prososial pada anak yaitu perilaku senang berbagi, suka menolong dan bekerjasama dengan teman sebaya anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pola asuh orangtua dalam mengembangkan perilaku prososial anak usia taman kanak-kanak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian yaitu di tiga Taman Kanak-kanak (TK) di Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. Subjek penelitian terdiri dari tiga subjek yakni orangtua yang memiliki anak berperilaku prososial. Objek penelitian adalah tiga anak berusia 5-6 tahun yang memiliki perilaku prososial dan berasal dari lembaga TK yang berbeda. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis yang lebih dominan diterapkan oleh para orangtua yang memiliki anak berperilaku prososial, meskipun ada orangtua yang menerapkan aturan-aturan seperti layaknya pola asuh otoriter namun orangtua masih memberikan keterangan atau sebuah penjelasan tentang aturan yang sengaja dibuat. Anak juga sangat dilibatkan dalam diskusi untuk menyetujui tidak melanggar aturan yang telah disepakati bersama. Diharapkan kepada para ayah dan ibu yang memiliki anak harus memiliki kesiapan mental menjadi orangtua dan harus sepakat memilih pola asuh mana yang cocok dan yang akan diterapkan kepada anak agar tidak salah dalam mengasuh, mendidik dan membimbing anak nantinya.Kata Kunci: Pola Asuh, Orangtua, Perilaku Prososial
MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI TEKNIK FINGER PAINTING DI KB AL JANNATI GAMPONG JAWA KOTA BANDA ACEH Anggi . Wulandari; Bahrun . .; Rosmiati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatkan kemampuan kreativitas anak perlu ditingkatkan. Salah satu teknik yang digunakan adalah teknik Finger Painting. Pembelajaran dengan teknik Finger Painting memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kreativitasnya melalui mewarnai dengan Finger Painting. Kegiatan anak mewarnai gambar dengan tema profesi dengan jari-jari tangan/ finger untuk mengembangkan kreativitas anak. Masalah yang dijumpai berdasarkan observasi awal dikelompok B, KB Al Jannati Gampong Jawa, Kota Banda Aceh, diperoleh bahwa dimana pada saat proses pembelajaran berlangsung guru masih menggunakan metode yang kurang mendukung munculnya kreativitas. Dalam kegiatan menggambar sederhana guru senantiasa memberikancontoh di papan tulis, sehingga hasil gambar anak cenderung sama persis dan tidak ada yang berani jauh berbeda, 8 anak perkembangan kreativitasnya belum berkembang dimana anak masih mewarnai persis seperti gambar guru. Tujuan penelitian ini untuk meningkatan kreativitas anak melalui teknik finger painting di KB Al Jannati Gampong Jawa, Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan jenis deskripsi. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus pada kelompok B, dengan anak berusia 5-6 tahun berjumlah 8 orang anak. Hasil yang didapatkan bahwa melalui teknik finger painting dapat mengembangkan kreativitas anak, dimana adanya peningkatan. Hal ini dapat dilihat dengan berkembangnya hasil pencapaian anak pada siklus I tindakan I, Tindakan II, Tindakan III 7 anak Mulai Berkembang (**), 1 anak Belum Berkembang (*). Pada siklus II tindakan I, Tindakan II, Tindakan III 1 anak Berkembnag Sesuai Harapan (***), 7 anak Berkembang Sangat Baik (****).Kata Kunci : Kreativitas, Anak Usia Dini, Finger Painting
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DENGAN KEGIATAN BERMAIN BALOK DI PAUD NURUL HIDAYAH LAMPUUK ACEH BESAR Khairyati . Mardalena; Yuhasriati . .; Dina . Amalia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan kognitif adalah kemampuan berpikir yang meliputi kemampuan intelektual yang berhubungan dengan kecerdasan dalam mengingatdan menilai melalui pusat susunan syaraf.Bermain balok adalah bermain dengan menggunakan media dari kayu berupa bangun geometri.Permasalahan yang terjadi adalah perkembangan kognitifanak belum berkembang dengan baik disebabkan media pembelajaran yang ada pada sekolah tersebut kurang digunakan pada saat pembelajaran sehingga membuat anak cepat merasa bosan saat pembelajaran, selain itu anak menjadi tidak termotivasi untuk melanjutkan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan kognitif anak usia dini dengan kegiatan bermain balok di PAUD Nurul Hidayah Lampuuk Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas dan analisis data dengan deskriptif kualitatif, dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah seluruh anak kelas TK A usia 4-5 tahun yang berjumlah 9 orang anak. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan 3 dari 9 orang anak mendapatkan bintang 3 yaitu Ar, Aq, Nf mereka dapat mengklasifikasi macam-macam benda dengan bantuan dari guru, dan 5 dari 9 orang anak mendapatkan bintang 4 yaitu Pt, Ym, Sm, Af, Rk mereka dapat mengklasifikasikan macam-macam benda tanpa bantuan dari guru dan teman. Kegiatan bermain balok pada penelitian ini dilakukan dengan cara: 1) menyanyikan lagu yang berhubungan dengan bentuk-bentuk balok, 2) memberi contoh cara memainkan balok, 3) membuat aturan bermain, 4) memainkan balok sesuai dengan langkah-langkah dalam penelitian.Kata Kunci : Kemampuan Kognitif , Bermain Balok, Anak Usia Dini
PENGGUNAAN MEDIA BAHAN BEKAS UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI KELOMPOK B DI TK AL-FITRAH ACEH BESAR Hidayatuna . .; Bahrun . .; Dina . Amalia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan motorik halus merupakan salah satu aspek perkembangan yang harus dikembangkan pada anak usia dini. Aspek ini berkaitan dengan gerak fisik yang melibatkan otot-otot kecil, seperti koordinasi antara mata dan tangan dalam melakukan beberapa kegiatan, seperti menggenggam, menggambar, menempel, membentuk serta menjiplak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perkembangan motorik halus anak usia dini melalui penggunaan media bahan bekas di TK Al-Fitrah Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelas B anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 10 anak, terdiri dari 6 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan unjuk kerja melalui kegiatan membuat suatu karya dari bahan bekas. Hasil penelitian menujukkan bahwa terjadi peningkatan dalam kemampuan motorik halus anak, pada siklus I anak yang mendapat kriteria Berkembang Sesuai Harapan sebanyak 2 anak, dan belum ada anak yang mendapat kriteria Berkembang Sangat Baik. Siklus II diperoleh kriteria Berkembang Sesuai Harapan sebanyak 3 anak dan Berkembang Sangat Baik sebanyak 6 anak. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu, kemampuan motorik halus anak dapat meningkat melalui penggunaan media bahan bekas di TK Al-Fitrah, Kabupaten Aceh Besar.Kata Kunci: Motorik Halus, Bahan Bekas, Anak Usia Dini.
PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN AIRBRUSH PADA KELAS B DI TK ILAGANG KABUPATEN BENER MERIAH Raida . Naidia; Yuhasriati . .; Rosmiati . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motorik halus merupakan salah satu perkembangan yang sangat penting untuk mempersiapkan diri anak pada jenjang selanjutnya. Oleh sebab itu, stimulus atau rangsangan yang didapat dari lingkungan sekitar sangat berpengaruh pada anak. Perkembangan motorik halus dapat dirangsang melalui kegiatan bermain sambil belajar yang berupa kegiatan airbrush. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik halus anak melalui kegiatan airbrush. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain one shot case study. Lokasi penelitian dilaksanakan di TK Ilagang Kampung Simpang Layang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Subjek pada penelitian ini yaitu anak kelas B TK Ilagang yang berjumlah 11 orang anak diantaranya 8 orang anak laki-laki dan 3 orang anak perempuan, dan objek pada penelitian ini yaitu perkembangan motorik halus anak. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Analisis data dilakukan melalui 3 langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data dari setiap pertemuannya menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus anak berkembang dengan baik. Pertemuan pertama nilai yang diperoleh anak mencapai rata-rata 2.42, pada pertemuan kedua nilai yang diperoleh anak mencapai rata-rata 3.09, dan pada pertemuan ketiga nilai yang diperoleh oleh anak mencapai rata-rata 3.66, maka dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan kegiatan airbrush anak mengalami peningkatan dan kemajuan yang sangat baik pada perkembangan motorik halusnya.Kata Kunci: Kegiatan Airbrush, Perkembangan Motorik Halus, Anak Usia Dini
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI KARTU BERGAMBAR DI TK SATU ATAP SD LAMKRAK KABUPATEN ACEH BESAR Nurrahmah . .; Bahrun . .; Saptiani . .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kognitif anak usia dini kelompok A kelas Anggrek di TK Satu Atap SD Lamkrak Kabupaten Aceh Besar melalui kartu bergambar. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 orang anak kelompok usia 4-5 tahun terdiri dari 2 laki-laki dan 3 perempuan. Pendekatan  yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis  Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan rumus model 2 siklus, pada setiap siklus dilakukan 2 pertemuan. Siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu tahapan perencanaam, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan unjuk kerja, dengan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan kognitif anak usia dini dapat berkembang setelah diberikan kegiatan. kegiatan yang diberikan ialah bermain kartu bergambar, melalui hasil pengamatan pada siklus I  pertemuan I anak yang belum berkembang (BB) tidak ada, anak yang mulai berkembang (MB) 2 orang, anak yang berkembang sesuai harapan (BSH) 2 orang, anak yang berkembang sangat baik (BSB) 1 orang.  Pengamatan siklus I pertemuan II  untuk kriteria Mulai Berkembang (MB) sebanyak 2 orang , kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Sebanyak 2 anak dan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) sebanyak 1 anak. Pengamatan Siklus II pertemuan I untuk kriteria  Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebanyak 2 anak dan untuk kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) sebanyak 3 anak. Pengamatan Siklus II pertemuan II untuk kriteria  Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebanyak 1 anak dan untuk kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) sebanyak 4 anak.Kata Kunci: Kemampuan Kognitif, Kartu Bergambar
PENERAPAN KEGIATAN FINGER PAINTING UNTUK MENGEMBANGKAN SENI LUKIS PADA ANAK USIA DINI DI TK BUNDA KANDUNG KABUPATEN ACEH BESAR Kalyna Naomi Abdul; Israwati . .; Taat Kurnita Y
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan seni penting untuk dikembangkan pada anak usia dini, karena seni merupakan salah satu upaya dalam mengekspresikan kreativitas dan imajinasi anak. Pada usia 5-6 tahun, seharusnya anak sudah mampu menggambar berbagai macam bentuk yang beragam dan melukis dengan berbagai cara dan objek dalam membuat suatu karya lukisan. Masalah yang terjadi pada anak usia 5-6 tahun di kelas B masih terdapat anak yang belum mampu membuat suatu karya lukisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan seni lukis pada diri anak usia dini melalui kegiatan finger painting. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek pada penelitian ini adalah anak kelas B TK Bunda Kandung, Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 10 orang anak, yang terdiri atas 5 laki-laki dan 5 perempuan. Pengumpulan data melalui observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa anak yang mendapatkan kategori BSH sebanyak 4 anak dan pada siklus II menunjukkan bahwa terdapat 1 anak mendapatkan kategori BSH dan 7 anak mendapatkan kategori BSB. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada perkembangan seni lukis anak dilihat pada siklus I dengan memperoleh persentase 40% dan siklus II dengan memperoleh persentase 80%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan kegiatan finger painting dapat mengembangkan seni lukis anak kelas B di TK Bunda Kandung, Kabupaten Aceh Besar. Bagi guru dan sekolah disarankan agar menyediakan dan memfasilitasi anak dengan media pembelajaran yang mendukung untuk mengembangkan perkembangan seni lukis maupun minat dan bakat anak.Kata Kunci: Kegiatan Finger Painting, Seni Lukis, Anak Usia Dini
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN BONEKA TANGAN DI TK ABA MANGGENG KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Nabillah Zulus Aprillina; Anizar Ahmad; Rahmi .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2020): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa sebagai salah satu aspek perkembangan yang harus dikembangkan pada anak usia dini karena bahasa merupakan media komunikasi agar anak dapat menjadi bagian dari kelompok sosialnya. Idealnya anak yang berusia lima sampai enam tahun memiliki kemampuan mengungkapkan bahasa dalam menceritakan atau mengungkapkan kembali informasi yang didapat. Pada kenyataannya, anak yang berusia lima sampai enam tahun di TK ABA Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya, mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan bahasanya. Penulisan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak melalui metode bercerita dengan boneka tangan. Penulisan ini menggunakan rancangan penulisan tindakan kelas. Subjek penulisan tindakan ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 11 orang. Data dikumpulkan melalui observasi. Hasil penulisan menunjukkan bahwa kemampuan bahasa anak mengalami perkembangan setiap siklus. Siklus I pertemuan pertama terdapat 7 anak belum berkembang, 3 anak mulai berkembang dan 1 anak berkembang sesuai harapan. Siklus I pertemuan kedua 5 anak yang belum berkembang, 4 anak mulai berkembang dan 2 anak berkembang sesuai harapan. Selanjutnya pada siklus II pertemuan pertama tidak terdapat anak yang belum berkembang, 2 anak mulai berkembang, 5 anak berkembang sesuai harapan dan 4 anak berkembang sangat baik. Siklus II pertemuan kedua 2 anak mulai berkembang, 3 anak berkembang sesuai harapan dan 6 anak berkembang sangat baik. Kesimpulan dari penulisan ini adalah melalui metode bercerita dengan boneka tangan dapat mengembangkan kemampuan bahasa anak. Sebaiknya guru dapat menggunakan metode bercerita dengan media dan cerita lainnya.Kata Kunci: Kemampuan Bahasa, Metode Bercerita dengan Boneka Tangan.
MENGEMBANGKAN RASA PERCAYA DIRI ANAK USIA DINI DENGAN METODE BERMAIN PERAN MAKRO DI PAUD BUNGONG TANJUNG KABUPATEN ACEH BESAR Madrisah . .; Anizar . Ahmad; Siti Naila Fauzia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2020): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa percaya diri adalah kemampuan yang dimiliki anak untuk mengekspresikan perasaan, mampu berinteraksi dengan orang lain dan berani menghadapi kehidupan di lingkungan. Masalah yang dijumpai di PAUD Bungong Tanjong, Kabupaten Aceh Besar ada 5 orang anak yang tidak percaya diri yaitu kurang berkomunikasi, takut dan malu maju ke depan kelas. Seharusnya pada usia 4-5 tahun anak sudah bisa menunjukkan rasa percaya diri, mandiri, dan yakin atas kemampuan diri sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan rasa percaya diri anak usia dini melalui metode bermain peran makro di PAUD Bungong Tanjong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pada siklus I pertemuan  pertama anak yang mulai berkembang 5 orang, pertemuan kedua anak mulai berkembang 2 orang anak dan anak berkembang sesuai harapan 3 orang anak. Siklus II pertemuan pertama anak yang berkembang sesuai harapan berjumlah 3 orang anak dan anak yang berkembang sangat baik berjumlah 2 orang anak. Pertemuan kedua anak berkembang sangat baik berjumlah 5 orang anak. Disimpulannya bahwa melalui bermain peran makro dapat mengembangkan rasa percaya diri anak. Sebaiknya guru dapat menerapkan permainan yang bisa mengembangkan rasa percaya diri anak salah satunya dengan bermain peran makro. Kata Kunci: rasa percaya diri, anak usia dini, metode bermain peran makro.
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI KEGIATAN BERMAIN KONSTRUKTIF DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL KABUPATEN SIMEULUE Syarianti . Nazara; Anizar Ahmad; Israwati .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 4 (2019): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak yang berusia empat sampai dengan lima tahun memiliki kemampuan menghasilkan ide-ide baru dalam menciptakan suatu hasil karya yang merupakan bentuk dari kreativitasnya. Pada kenyataannya, anak yang berusia empat sampai dengan lima tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal, mengalami kesulitan dalam mengembangkan kreativitasnya. Anak hanya ditekankan membaca dan menulis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kreativitas anak melalui kegiatan bermain konstruktif di TK Aisyiyah Bustanul Athfal, Kabupaten Simeulue. Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas yang menggunakan 2 siklus. Pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok A1 yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pada siklus I anak yang belum berkembang berjumlah 3 orang, anak mulai berkembang berjumlah 8 orang, anak berkembang sesuai harapan berjumlah 4 orang, dan anak berkembang sangat baik berjumlah 5 orang. Hasil penelitian siklus II anak yang berkembang sesuai harapan berjumlah 7 orang dan anak berkembang sangat baik berjumlah 13 orang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui kegiatan bermain konstruktif dapat mengembangkan kreativitas anak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal, Kabupaten Simeulue. Untuk itu, guru dapat menambah wawasan dalam memilih media yang sesuai dengan pembelajaran. Salah satunya adalah melalui bermain konstruktif.Kata Kunci    : Kreativitas, Kegiatan Bermain Konstruktif, Anak Usia Dini.

Page 9 of 19 | Total Record : 188