Buletin Udayana Mengabdi
Jurnal Udayana Mengabdi (JUM) diterbitkan sebagai media komunikasi, informasi, edukasi dan pembahasan masalah-masalah pembangunan, utamanya hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan hasil-hasil penelitian dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan penelitian, tidak saja kepada masyarakat ilmiah, tetapi juga masyarakat umum. serta meningkatkan kecerdasan penulis dan pembaca.
Articles
979 Documents
PELATIHAN PEMBUATAN WEBSITE DESA SEBAGAI PUSAT INFORMASI PROFIL DAN POTENSI DESA DI DESA WISATA PINGE KABUPATEN TABANAN
I.M. Widiartha;
A. Muliantara;
I.G.S. Astawa;
L.P.I. Harini;
I.D.M.B.A. Darmawan;
A.A.K. Ayuningsasi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (452.09 KB)
Pinge Tourism Village is an old village that become one of the tourist destination in Bali. This village has its own uniqueness such as traditional architecture of house form and a neat parallel housing. Besides traditional architecture, Pinge Village has also a very beautiful natural scenery with a carpet of green rice fields stretching. Pinge was declared by the government as a tourism village in Bali Province. Tourism development requires a means of communication and promotion that allows all the people interact to promote the potential of Pinge village without being limited by space and time. The development of information and communication technology (ICT) has spawned website as a media to inform everyone through the internet. As an effort to develop Website of Pinge village, this community service is focused on training activities to village officers in developing and organizing a website. Output of this activity is a Pinge website application where all of the officers have been able to independently organize and manage the website of Pinge village.
PEMBERDAYAAN PAUD SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
Kristiawati Kristiawati;
E. Yunitasari
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 3 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.699 KB)
|
DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i03.p09
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang memiliki peran dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Guru PAUD memiliki peran untuk memberikan stimulasi dan memonitor perkembangan anak. Desa Petok, Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri merupakan salah satu desa tempat praktik KKN mahasiswa Universitas Airlangga dan memiliki PAUD dengan guru yang belum pernah mendapatkan pelatihan deteksi perkembangan anak. Salah satu upaya mencegah terjadinya masalah perkembangan anak, maka dilakukan upaya pemberdayaan guru PAUD untuk mampu melakukan deteksi dini perkembangan anak. Beberapa program yang dilaksanakan adalah pelatihan, praktik dan pendampingan deteksi dini perkembangan. Hasil yang dicapai terjadi peningkatan pengetahuan, tingkat pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan anak meningkat untuk kategori baik menjadi 93,75%, pengetahuan deteksi perkembangan untuk kategori baik sebesar 68,75% dan pengetahuan alat permainan edukatif pada kategori baik sebesar 62,5%. Dukungan Kepala Desa sangat menunjang proses keberlanjutan program sebagai upaya preventif untuk mencegah masalah pertumbuhan dan perkembangan pada anak.
Cover & ToC Januari 2019
N.M.A.E.D. Wirastutia
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5257.161 KB)
PEMANFAATAN BUAH PISANG BATU SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BREM DI DESA PENARUKAN KECAMATAN KERAMBITAN KABUPATEN TABANAN
I WY. G GUNAWAN;
I MD KARDA;
I W. BUDIARSA SUYASA
Buletin Udayana Mengabdi Vol 5 No 1 (2006): Volume 5 No.1 – April 2006
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (9.147 KB)
ABSTRACT One of the beverage types nowadays likely drunk by lots of Bali society is brem representing alcohol beverage to be made through ferment process. Process of brem fermentation basically is to change reduction sugar which is on stone banana become alcohol with catalyst by enzyme yielded by yeast. If it is evaluated from economic facet, the fact that stone banana represents standard material of good brem producer besides it is cheap and also easy to get and if processed become brem beverage will assign enough high nutrition value with alcohol rate 5 ? 10 %. Brem beverage alcohol rate is highly depended on some factors like amount of side-result, amount of sugar used by yeast, yeast amount and type having the character of fermentative, loss of alcohol because of evaporation, and existence of air resulting the happening of oxidation. Degradation of alcohol rate caused by the happening of continuation ferment, that is alcohol turned into acetate acid because happened reaction of estherification. Process of this estherification always happened so that making alcohol rate and organic acids go down To obtain brem beverage with well guaranteed quality, hence process of specially process ferment cover : fermentation, maturation and pasteurizes (aging) require obtaining furthermore observation and attention.
PELAYANAN KESEHATAN HEWAN PADA SAPI PUTIH DI DESA TARO GIANYAR
N. S. Dharmawan;
K. Budaarsa;
N. N. Suryani;
Gede Mahardika
Buletin Udayana Mengabdi Vol 9 No 2 (2010): Volume 9 No.2 – September 2010
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.841 KB)
The activity of this community services was carried out on September 20, 2009 at Taro Village, Gianyar Regency. The purpose of this community services is to share knowledge about the health management of livestocks to the Taro cattle’s breeders. The other purposes are to avoid the economic lost caused by the death of animals, by giving animal health service and epizootic septichemic vaccination to the taro cattle. Among this thirty nine taro cattles, twenty five (64.10%) were vaccinated with epizootic septichemic vaccine and three of them were injected with B complex vitamin. All the cattle were also sprayed with insecticide to control the insect attack. From the enormous responses and enthusiasm of the Taro cattle’s breeders, it can be concluded that the activity came into satisfying result. Since the taro cattles are an asset in Bali, in the future the similar activities should be done regularly. It is suggested that the government should spend budget for taro cattle maintenances and their health services.
PERENCANAAN INSTALASI KELISTRIKAN GEDUNG PASANGAN TETAP DI BALE BANJAR PEKEN DESA PAKRAMAN SANGSIT KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG
A Dharma;
N Gunantara;
M Amir;
N Paramaita
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (798.242 KB)
dipakai untuk kegiatan-kegiatan desa yang bersifat sosial kemasyarakatan. Ciri khas bangunan adalah adanyarelief Burung Garuda Pancasila yang terpahat di dinding (leufel) depan bale Banjar dengan ukuran besarsehingga sangat menjolok dan terlihat dari jalan raya utama Desa Sangsit, inilah satu-satunya bale banjarberukir Burung Garuda yang menunjukan rasa nasionalisme krama banjar yang tidak disangsikan lagi untukrela berkorban “nindihin gumi pertiwi”. Kondisi bangunan sangat mengkhawatirkan karena usia, terbuktipada kolom utama penyangga lantai dua yang ada dibagian belakang terdapat retak-retak besar menandakanterjadinya kegagalan struktur. Sehingga secara langsung tidak dapat dipergunakan oleh warga untukkegiatan-kegiatan banjar/ atau Dusun. Melalui rapat banjar, akhirnya diputuskan untuk melakukanpembangunan gedung baru dengan membentuk panitia pembangunan. Pembangunan tahap awal telah sampaipada struktur gedung dan utilitas penting seperti sistem penerangan dan dayanya. Tim Pengabdi telahmerencanakan instalasi listrik beserta perlengkapannya yang aman berdasarkan PUIL dan telah berfungsidengan baik. Diharapkan apabila gedung telah rampung seluruhnya nanti, bisa lebih memotivasi warga agarberperan aktif memakai gedung bale banjar disaat ada kegiatan-kegiatan yang dilakukan malam hari.
TEKNIK GRAFTING DAN BUDIDAYA HORTIKULTURA PADA KELOMPOK TANI MODEL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI DESA GETASAN- KABUPATEN BADUNG
I N. Suarsana;
I. W. Suardana;
I K.M. Budiasa;
I P. Sudiarta;
I G. Wijana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.185 KB)
Guna mengurangi penyakit-penyakit pada tanaman tomat maka perlu dilakukan penyambungan dengan tanaman terong sehingga hortikultura tersebut tahan terhadap penyakit. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengatahuan grafting (penyambungan) dan budidaya hortikultura dengan sistim polibag. Metode yang digunakan adalah pendekatan dengan advokasi (penyuluhan) dan metode edukasi (pelatihan) grafting (teknik penyambungan). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok tani Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) mampu melakukan teknik budidaya hortikultura mulai pemilihan bibit dan persyaratanya, syarat pertumbuhan, teknik penyediaan media tanam (tanah dan pupuk), penyemaian bibit, dan cara bertanam dengan sistim polibag. Kelompok MKRPL mampu menguasai teknik grafting (penyambungan) dan melakukan penyambungan tanaman terong pada bagian bawah dan tanaman tomat pada bagian atas dengan hasil baik. Dapat disimpulkan bahwa kelompok tani Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) mampu melakukan grafting (penyambungan) dan budidaya hortikultura dengan sistim polibag dan dapat memanfaatkan lahan kosong untuk diisi dengan tanaman hortikultura sehingga lebih produktif.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Sejarah bagi Siswa-Siswi SMP Negeri 2 Kelapa Dua Tangerang Melalui Wisata Edukasi
Yustisia Kristiana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.004 KB)
|
DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i03.p04
Edutourim is a program that combines elements of tourist activities with education. Edutourim is expected to be a means to preserve the culture values and??introduce the history and culture of Indonesia. This is because the phenomena in the younger generation who are no longer interested in studying history. Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan, Universitas Pelita Harapan develop educational travel programs that cater for students of junior high schools to develop interest in learning history. Students of SMP Negeri 2 Kelapa Dua, Tangerang selected to attend this edutourism program by visiting Monumen Nasional and Museum Sejarah Jakarta. This program was conducted on Tuesday, April 17th, 2012 with total participants were 20 students and two teachers. Edutourism program led by lecturer and guided by students of Travel Industry Management. The students and the team from Travel Industry Management were very enthusiastic during the edutourism. Benefits derived by the students through these program are (1) to increase the understanding about historical sites in Jakarta; (2) to increase the knowledeg about historical sites in Jakarta; and (3) to develop the partnership between the SMP Negeri 2 Kelapa Dua, Tangerang and Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan, Universitas Pelita Harapan. The edutourism program is well accepted and effective to increase student’s interest in learning history. Key words: edutourism, student’s interest in learning history, historical site
PENGEMBANGAN WISATA HERITAGE DI DESA PAKRAMAN NEGARI
N.S. Arida;
M. Adikampana;
N.M. Tisnawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (165.474 KB)
In an effort to realize Negari village into a tourist village community groups still face many obstacles, particularly in terms of the development of tourist facilities, preparation of travel products and promotional efforts or sales through conventional media and website. Such problems arise due to the low level of understanding and skills of partners in encouraging the development of rural tourism in Negari. Departing from this situation will require an effort to increase the capacity (ability) group of partners in developing tourism products and promotion of rural tourism through a series of training programs, workshops on a local basis. The methods used to realize the program IbM in Pakraman Negari, among others: (1) education and training of potential introduction, the preparation of facilities and packaging of travel packages, (2) training of management of the tourist village (3) training local guide, and (4) education and training create a website based audio-visual and IT.
PENGEMBANGAN AGROWISATA SUBAK GULINGAN DI KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG
I.A.L. Dewi;
I D.A.S. Yudhari;
I.M. Mega
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 2 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.592 KB)
|
DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i02.p02
Pengabdian yang bertujuan untuk mengembangkan agrowisata subak di Desa Gulingan Kecamatan Mengwi Kabupaten badung. Kegiatan yang dilakukan meliputi persiapan, operasional dan evaluasi. Kegiatan persiapan terdiri dari rekrutmen peserta KKN, kordinasi dengan mitra, pembekalan mahasiswa hingga mobilisasi mahasiswa ke lokasi. Kegiatan operasional meliputi: (1) Penataan jalan subak menjadi jalur tracking bagi wisatawan menikmati alam persawahan dan atraksi wisata aktivitas subak; (2) Penguatan kelembagaan subak menjadi pengola daya tarik agrowisata dan pelatihan tenaga pemandu; (3) Pengembangan aktivitas subak menjadi atraksi wisata; (5) Pelatihan pengolahan hasil pertanian dan ikan sebagai hidangan untuk wisatawan bagi wanita tani. Kegiatan evaluasi dilakukan secara berkelanjutan terhadap kemajuan yang diperoleh.