cover
Contact Name
Sri Langgeng Ratnasari
Contact Email
dsarisucahyo@yahoo.com
Phone
+62778-392752
Journal Mail Official
dimensijurnal2012@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pahlawan No,99 Batuaji Batam - Kepulauan Riau Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Articles 687 Documents
ANALISA STRATEGI PENEMPATAN MEREK SEBAGAI BAGIAN DALAM KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU Wibowo, Edwin Agung
JURNAL DIMENSI Vol 3, No 1 (2014): JURNAL DIMENSI
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.836 KB) | DOI: 10.33373/dms.v3i1.73

Abstract

Komunikasi pemasaran memiliki peran kunci dalam membentuk citra merek dan dalam meningkatkan penjualan sebuah merek. Ketatnya situasi persaingan usaha, perkembangan teknologi, dan perubahan perilaku konsumen membuat pemasar harus menerapkan komunikasi pemasaran terpadu. Strategi penempatan merek adalah salah satu strategi dalam komunikasi pemasaran terpadu. Strategi ini dinilai lebih efektif dibandingkan strategi komunikasi iklan melalui media televisi. Konsep strategi penempatan merek sudah ada sejak lama dan terus berkembang seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Dengan mempelajari, memahami dan mengimplementasikan strategi tersebut, perusahaan dapat memaksimalkan sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan komunikasi pemasaran secara efektif dan efisien.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI DINAS PENDAPATAN KOTA BATAM Rasal, Amrullah
JURNAL DIMENSI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL DIMENSI
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.998 KB) | DOI: 10.33373/dms.v4i2.42

Abstract

Setiap organisasi akan berusaha untuk selalu meningkatkan kinerja pegawainya demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan organisasi. Menurut Prawiro, dalam (Tika, 2006) mengemukakan bahwa kinerja adalah hasil yang dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi dalam rangka mencapai tujuan organisasi dalam periode tertentu. Berbagai cara dapat ditenpuh organisasi dalam meningkatkan kinerja pegawainya diantaranya dengan mewujudkan kepuasan kerja pegawai melalui kepemimpinan dan budaya organisasi.Kepemimpinan dalam organisasi dalam organisasi pemerintahan mempunyai peranan yang cukup penting. Dikarenakan kesuksesan atau kegagalan dalam pelaksanaan tugas dan penyelenggaraan pemerintah, akan dipengaruhi oleh kepemimpinan. Kepemimpinan didukung oleh kapasitas organisasi pemerintah yang memadai, maka penyelengaraan tata pemerintahan yang baik ( Good Governance ) akan terwujud, sebaliknya kelemahan kepemimpinan merupakan salah satu sebab keruntuhan kinerja birokrasi di Indonesia.Menurut Hasibuan ( 2003 ) “ Kepemimpinan adalah cara seseorang pemimpin mempengaruhi perilaku bawahan agar mau bekerja sama dan bekerja secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi “. Dengan demikian kepemimpinan ( leadership ) dapat dikatakan sebagai cara dari seseorang pemimpin ( leader ) dalam mengarahkan, mendorong dan mengatur seluruh pegawai untuk mencapai suatu tujuan organisasi yang diinginkan. Kemampuan pemimpin dalam mengerakkan dan memberdayakan pegawai akan mempengaruhi kinerja. Pemimpin dikatakan tidak berhasil jika tidak bisa memotivasi, menggerakkan, dan memuaskan pegawai pada suatu pekerjaan dan lingkungan tertentu.Olehkarena itu seorang pemimpin perlu mempunyai gaya kepemimpinan, dan apabila gaya kepemimpinan yang diterapkan dapat dengan tepat mengarahkan tujuan organisasi dengan aspek-aspek atau tujuan yang diharapkan pegawai atas atas pekerjannya maka semakin tinggi kepuasan kerjanya. Gaya kepemimpinan yang baik akan mampu memberikan dorongan dalam diri pegawai untuk melaksanakan tugasnya dengan semangat dan gembira, sehingga akan dapat menghasilkan kinerja yang baik. Dengan meningkatkan kinerja pegawai berarti tercapainya hasil kerja pegawai dalam mewujudkan tujuan organisasi.
KEJAHATAN TRANSNASIONAL DI PERBATASAN KEPULAUAN RIAU Rahmanidar Rahmanidar
JURNAL DIMENSI Vol 1, No 2 (2012): JURNAL DIMENSI (JULI 2012)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1959.975 KB) | DOI: 10.33373/dms.v1i2.171

Abstract

Istilah kejahatan Transnasional pertama kali muncul pada awal abad 20 sebagai dampak perkembangan dari globalisasi masyarakat dunia, perkembangan ilmu pengetahuan dibidang teknologi khususnya  teknologi informasi menyebabkan sekat atau batas sebuah negara dengan negara lain seperti  tidak jelas lagi. Konektivitas manusia dipermukaan bumi ini walaupun berada dalam sebuah negara yang berbeda dengan adanya internet sudah tiada ada sekat lagi untuk saling berintegrasi satu sama lain.
EFEKTIVITAS BAHAN AJAR KOMIK TERHADAP HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII MATERI LINGKARAN DI SMP NEGERI 11 BATAM TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Windi Kartika Sari; Fitrah Amelia; Yulian Sari
JURNAL DIMENSI Vol 3, No 3 (2014): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2014)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.446 KB) | DOI: 10.33373/dms.v3i3.97

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 11 Batam. Hasil belajar matematika dirasa masih rendah dengan rata-rata kelas di bawah 70, serta kurangnya motivasi yang diberikan oleh pendidik. Masih banyak pendidik yang menggunakan bahan ajar yang sering digunakan. Perlu adanya bahan ajar yang menarik. Komik merupakan salah satu bahan ajar yang inovatif, variatif, dan menarik. Peran komik memiliki peranan yang sangat penting hal ini komik merupakan media yang tepat untuk proses pembelajaran, karena keterlibatan emosi pembacanya akan sanagt mempengaruhi memori dan daya ingat akan materi pelajaran yang didapatkan. Penelitiaan ini menggunakan metode eksperimen dengan jenis penelitian eksperimen semu. Populasi sasaran adalah kelas VIII7 sebagai kelas eksperimen dengan memberikan perlakuaan berupa pembelajaran menggunakan bahan ajar komik dan kelas VIII6 sebagai kelas kontrol dengan memberikan perlakuan berupa pemberian pelajaran menggunakan bahan ajar yang sering digunakan. Pengambilan sampel pada penelitiaan ini menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial menggunakan uji t satu pihakpada taraf signifikan (α ) 0,05. Berdasarkan perhitungan analisis infrensial hasil belajar dari pengujian hipotesis diperoleh thitung sebesar3,581 sedangkan perhitungan analisis infrensial hasil belajar dari pengujian hipotesis diperoleh thitung sebesar 3,028 dengan nilai ttabel sebesar 1,986. Dengan demikian nilai thitung lebih besar dari ttabel yang berarti hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat efektifitas bahan ajar komik terhadap hasil belajar dan motivasi belajar peserta didik kelas VIII materi lingkaran di SMP Negeri 11 Batam Tahun Pelajaran 2013/2014. 
KONSTRUKSI SISTEM HUKUM INDONESIA Emy Hajar Abra
JURNAL DIMENSI Vol 5, No 3 (2016): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2016)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.806 KB) | DOI: 10.33373/dms.v5i3.64

Abstract

System hukum suatu negara menentukan sumber hukum pertama dalam membuat sebuah kebijakan hukum, system hukum sendiri memiliki ciri khas tertentu walaupun kemudian antara beberapa system hukum kini mengalami perbedaan yang cukup tipis. Dalam hal mengetahui system hukum sebuah negara, maka yang dilakukan untuk menguatkan system hukum adalah dengan melihat system hukum negara lain. Perbandingan system hukum inilah yang kemudian dikaji untuk melihat pengelompokkan negara dalam keluarga system hukum nantinya.System hukum sejatinya menggambarkan bentuk hukum pada suatu negara, oleh karenanya ketika sebuah system hukum lahir dari stuktur, substansi dan kultur, maka system hukum pada suatu negara haruslah mencerminkan jati diri negara tersebut. Lahirnya system hukum dipengaruhi oleh banyak factor, seperti ekonomi, politik dan social.Artinya bahwa system hukum bisa jadi lahir karena factor-faktor eksternal, bukan nilai-nilai internal dari negara itu sendiri. Maka untuk menepis tipisnya persamaan dan perbedaan sebuah system hukum, akan lebih baik mencari system hukum yang sesuai dan sejalan dengan jati diri sebuah negara. Bukankah hukum adalah sebuah aturan yang mandiri. Bebas dari campur tangan dan pemaksaan. Hal inilah kemudian yang akan dikaji, bahwa ketika sebuah system hukum bernilai terbuka, maka system hukum harus memiliki konsistensi dengan nilai yang diakui dan dijunjung oleh masyarakat pada sebuah negara. Oleh karenanya perubahan sebuah system hukum menuju jati diri sebuah negara adalah keniscayaan dan tidak bisa dielakkan.Bahwa semakin tipisnya nilai perbedaan sebuah system hukum menjadi kritikan sebagai bahan kajian kelimuan hukum tersendiri yang patut diangkat
PERUBAHAN KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PASCA BENCANA GEMPA 30 SEPTEMBER 2009 NAGARI GUNUNG PADANG ALAI KECAMATAN V KOTO TIMUR KABUPATEN PADANG PARIAMAN Afrinel Okwita
JURNAL DIMENSI Vol 4, No 1 (2015): JURNAL DIMENSI (MARET 2015)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.56 KB) | DOI: 10.33373/dms.v4i1.32

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk perubahan kehidupan sosial ekonomi pasca bencana gempa 30 September 2009, (2) Menjelaskan dampak perubahan terhadap interaksional masyarakat Nagari Gunung Padang Alai. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data, peneliti melakukan trianggulasi data. Informan penelitian adalah masyarakat korban bencana gempa bumi 30 September 2009, tokoh masyarakat, pemerintah Nagari dan Kecamatan. Teknik pemilihan informan dengan cara Snowball sampling Analisis data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Mathew Milles Huberman. Temuan penelitian ini menunjukan terjadinya perubahan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pasca bencana gempa 30 September 2009 ditandai dengan semakin heterogennya kehidupan sosial seperti terbentuknya kelompok baru dalam masyarakat, beragamnya matapencaharian masyarakat. Dampak perubahan menyebabkan masyarakat semakin individualisme, hubungan masyarakat semakin renggang dan lebih bersifat egois serta ketergantungan masyarakat dalam memperoleh dana bantuan gempa.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLLAR AMERIKA PERIODE TAHUN 2007-2010 Susanti, Ervin Nora
JURNAL DIMENSI Vol 1, No 2 (2012): JURNAL DIMENSI
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.004 KB) | DOI: 10.33373/dms.v1i2.162

Abstract

Nilai Tukar Rupiah sebagai salah satu variable penting dalam perekonomian terus mengalami perubahan, terlebih Indonesia menganut system nilai tukar mengambang bebas. Sehingga volatilitasnya semakin peka dalam merespon setiap gejolak variable makro perekonomian. Termasuk juga terhadap kondisi perekonomian global, sebagaimana yang terjadi selama periode krisis tahun 2008-2009. Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika terdepresiasi sangat signifikan dibandingkan dengan periode sebelumnya dimana perekonomian dalam kondisi yang stabil. Karenanya penulis tertarik untuk melakukan analisis faktor yang mempengaruhi perubahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika terutama pada periode tahun 2007-200  Kata kunci : perubahan nilai tukar, selisih inflasi, selisih PDB, selisih suku bunga dan Lag-1 nilai tukar
PROSPEK PARIWISATA KOTA BATAM DALAM KERANGKA OTONOMI DAERAH Hasibuan, Rahman
JURNAL DIMENSI Vol 2, No 3 (2013): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2013)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.705 KB) | DOI: 10.33373/dms.v2i3.130

Abstract

Kebijakan pengembangan pariwisata dalam era globalisasi dan otonomi daerah tidakdapat lagi menggantungkan pada kebijakan dan peran pemerintah pusat saja, tetapi diperlukan peran aktif pemerintah daerah. Pemerintah daerah harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan menentukan prioritas pengembangan atraksi atau kombinasi atraksi budaya di daerah berdasarkan potensi masing-masing daerah. Hal ini memerlukan kerjasama yang optimal dengan sektor swasta, lembaga/institusi pemerintah dan masyarakat.
Effect Size Of Pakem Model Implementation In Mathematic Learning On Improving Student’s Problem-Solving Mastery On Function Material At Junior High School Jafri, Fauzan
JURNAL DIMENSI Vol 5, No 3 (2016): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2016)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.29 KB) | DOI: 10.33373/dms.v5i3.55

Abstract

This research is motivated by the level of junior high school students' mathematical problem solving was still low. Based on the preliminary study which conducted by one of the schools in Batam shows the average score for mathematics was 62 for 100 scale. The purpose of this study is to obtain and investigate the improvement of students' problem-solving mastery on relations and functions material as the effect of  PAKEM model. The research method which used is pre-experiment and with one group pretest-posttest design. The subjects of this study were VIII grade students of one of the first junior school in Batam at odd semester 2015-2016 academic year, totally 32 students.  Sample of this research were taken by random sampling technique. Students’ problem solving mastery was measured by using problem-solving test, whereas the students’ problem-solving mastery improvement between before and after the concept of effect size implementation was calculated to find the effect size of applying the PAKEM model. The result showed that the effect size of applying the PAKEM model on improving problem solving mastery is 3.3, it means, the PAKEM model implementation on improving problem-solving mastery on function has a strong influence. It can be concluded that the PAKEM model implementation can improve problem solving mastery.
ANALISIS AWAL PENERAPAN KLASTER INDUSTRI PERKAPALAN DI BATAM Vera Methalina Afma
JURNAL DIMENSI Vol 5, No 1 (2016): JURNAL DIMENSI (MARET 2016)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.541 KB) | DOI: 10.33373/dms.v5i1.23

Abstract

Batam merupakan salah satu daerah yang ikut memicu perkembangan perekonomian di Indonesia. Hal ini disebabkan karena letak geografis Batam yang strategis, yang berlokasi di daerah segitiga (SI-JO-RI) dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara. Di tahun 1970an ketika Batam masih berada pada tahap perkembangan, Singapura memainkan peranan penting yang membantu Batam mengembangkan basis industrinya. Dengan adanya perubahan hubungan ekonomi antara Batam dengan Singapura, maka sangat penting bagi Batam untuk melalui pergeseran paradigma agar dapat tetap kompetitif di kawasan dan global. Salah satu caranya adalah dengan melakukan klaster industri pada industri perkapalan.       Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan gambaran rantai nilai industri perkapalan di Batam dan mengidentifikasi penerapan klaster industri perkapalan yang  ada di Batam.              Hasil penelitian menyimpulkan gambaran rantai nilai industri perkapalan di Batam adalah Rantai nilai yang berlaku di industri perkapalan di Batam bermula dari proses RD yang saat ini masih dilakukan oleh industri pemesan, dilanjutkan dengan kegiatan produksi pembuatan kapal dengan melibatkan industri pemasok yang ada di daerah Batam dan di sekitarnya serta dari luar negeri, seperti Singapura. Industri perkapalan di Batam, material yang digunakan sebesar 70% masih dipasok dari negera luar. Industri pemasok meliputi industri yang memproduksi Shipboard systems, Electrical systems, Automation systems, Paints Insulation, Furniture Deco, Navigation equipment, Mechanical equipment, Steel other materials dan yard maintenance. Selanjutnya dilakukan proses assembly dan penjualan kepada pemesan atau konsumen lainnya, yang diikuti juga dengan kegiatan service after sales, artinya memberikan layanan purna jual terhadap kapal yang sudah dibuat. Misalnya memberikan jaminan repair, maintenance dan konversi.

Page 7 of 69 | Total Record : 687


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Dimensi (March 2026) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2025) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL DIMENSI (JULI 2025) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL DIMENSI (MARET 2025) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2024) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL DIMENSI (JULI 2024) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL DIMENSI (MARET 2024) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2023) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL DIMENSI (JULI 2023) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL DIMENSI (MARET 2023) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2022) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL DIMENSI (JULI 2022) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL DIMENSI (MARET 2022) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2021) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL DIMENSI (JULI 2021) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL DIMENSI (MARET 2021) Vol 9, No 3 (2020): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2020) Vol 9, No 2 (2020): JURNAL DIMENSI (JULI 2020) Vol 9, No 1 (2020): JURNAL DIMENSI (MARET 2020) Vol 8, No 3 (2019): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2019) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL DIMENSI (JULI 2019) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL DIMENSI (JULI 2019) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL DIMENSI (MARET 2019) Vol 7, No 3 (2018): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2018) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL DIMENSI (JULI 2018) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL DIMENSI (JULI 2018) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL DIMENSI (MARET 2018) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL DIMENSI (MARET 2018) Vol 6, No 3 (2017): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2017) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL DIMENSI (JULI 2017) Vol 6, No 1 (2017): JURNAL DIMENSI (MARET 2017) Vol 6, No 1 (2017): JURNAL DIMENSI (MARET 2017) Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 No.3 2016 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 No.2 2016 Vol 5, No 3 (2016): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2016) Vol 5, No 2 (2016): JURNAL DIMENSI (JULI 2016) Vol 5, No 1 (2016): JURNAL DIMENSI (MARET 2016) Vol 5, No 3 (2016): JURNAL DIMENSI Vol 5, No 2 (2016): JURNAL DIMENSI Vol 5, No 1 (2016): JURNAL DIMENSI Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No.2 2015 Vol 4, No 3 (2015): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2015) Vol 4, No 2 (2015): JURNAL DIMENSI (JULI 2015) Vol 4, No 1 (2015): JURNAL DIMENSI (MARET 2015) Vol 4, No 3 (2015): JURNAL DIMENSI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL DIMENSI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL DIMENSI Vol 4, No 1 (2015): JURNAL DIMENSI Vol 4, No 1 (2015): JURNAL DIMENSI Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 No.1 2014 Vol 3, No 3 (2014): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2014) Vol 3, No 2 (2014): JURNAL DIMENSI (JULI 2014) Vol 3, No 1 (2014): JURNAL DIMENSI (MARET 2014) Vol 3, No 3 (2014): JURNAL DIMENSI Vol 3, No 2 (2014): JURNAL DIMENSI Vol 3, No 2 (2014): JURNAL DIMENSI Vol 3, No 1 (2014): JURNAL DIMENSI Vol 3, No 1 (2014): JURNAL DIMENSI Vol 2, No 3 (2013): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2013) Vol 2, No 2 (2013): JURNAL DIMENSI (JULI 2013) Vol 2, No 1 (2013): JURNAL DIMENSI (MARET 2013) Vol 2, No 3 (2013): JURNAL DIMENSI Vol 2, No 3 (2013): JURNAL DIMENSI Vol 2, No 2 (2013): JURNAL DIMENSI Vol 2, No 2 (2013): JURNAL DIMENSI Vol 2, No 1 (2013): JURNAL DIMENSI Vol 2, No 1 (2013): JURNAL DIMENSI Vol 1, No 3 (2012): JURNAL DIMENSI (NOVEMBER 2012) Vol 1, No 2 (2012): JURNAL DIMENSI (JULI 2012) Vol 1, No 1 (2012): JURNAL DIMENSI (MARET 2012) Vol 1, No 3 (2012): JURNAL DIMENSI Vol 1, No 3 (2012): JURNAL DIMENSI Vol 1, No 2 (2012): JURNAL DIMENSI Vol 1, No 2 (2012): JURNAL DIMENSI Vol 1, No 1 (2012): JURNAL DIMENSI Vol 1, No 1 (2012): JURNAL DIMENSI More Issue