cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
indrya@syekhnurjati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indrya@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : -
Indonesian Language Education and Literature is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and / or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) or The Association of Indonesian Language and Literature Lecturers and Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) or The association of Indonesian Language and Literature Study Program.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2024)" : 16 Documents clear
Kajian Ekologi Sastra pada Puisi-Puisi Kontemporer di Indonesia Hartati, Dian; Karim, Ahmad Abdul
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15454

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap muatan ekologis dalam puisi-puisi kontemporer karya penyair Indonesia. Puisi-puisi yang dipilih berasal dari kurun waktu lima belas tahun (2007-2022). Kajian puisi menggunakan pendekatan kualitatif interaktif dan ditopang dengan desain ekologi sastra Greg Garrard. Subjek penelitian dilakukan pada tujuh puisi kontemporer bertema lingkungan. Teknik pengumpulan data menerapkan teknik membaca, teknik mencatat, dan teknik studi literatur terhadap berbagai sumber untuk menguatkan data primer. Data yang terkumpul diolah melalui beberapa tahapan, meliputi pemilihan data, pemaknaan data, serta simpulan berupa tafsir terhadap data-data terpilih. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi-puisi kontemporer Indonesia mengandung enam konsep muatan ekologis Greg Garrard. Muatan tersebut di antaranya 1) pencemaran, 2) hutan belantara, 3) bencana, 4) tempat tinggal, 5) binatang, dan 6) bumi. Pencemaran direpresentasikan oleh perusakan hutan dan perang. Hutan belantara direpresentasikan oleh terlantarnya ladang dan hilangnya tempat tinggal hewan. Bencana direpresentasikan perubahan iklim. Tempat tinggal direpresentasikan dalam istilah pondok. Bintang direpresentasikan melalui burung, anjing, ikan, kunang-kunang, lembu, gajah, dan buaya. Bumi direpresentasikan dalam perubahan kondisi alam, eksploitasi kekayaan bumi, dan penggambaran bumi sebagai pantai yang cantik. Penyair kontemporer Indonesia berusaha menyadarkan masyarakat untuk lebih perhatian pada lingkungan sekitar.Study of Literary Ecology in Contemporary Indonesia PoemsThis research was conducted to reveal the ecological load in contemporary poetry by Indonesian poets. The selected poems come from fifteen years (2007-2022). The poetry study uses an interactive qualitative approach supported by Greg Garrard's literary ecological design. The research subjects were seven contemporary poems with environmental themes. Data collection techniques apply reading, note-taking, and literature study techniques to various sources to strengthen primary data. The collected data is processed through several stages, including data selection, data interpretation, and conclusions in the form of interpretations of the selected data. The results of the analysis show that contemporary Indonesian poems contain six concepts of Greg Garrard's ecological content. These contents include 1) pollution, 2) wilderness, 3) disasters, 4) habitats, 5) animals, and 6) the earth. Pollution is represented by forest destruction and war. Wilderness is represented by the abandonment of fields and the loss of animal habitation. Disasters represent climate change. Residence is represented in the term cottage. Stars are represented through birds, dogs, fish, fireflies, cows, elephants, and crocodiles. The earth is represented in changes in natural conditions, the exploitation of the earth's wealth, and the depiction of the earth as a beautiful beach. Contemporary Indonesian poets are trying to make people aware of being more attentive to the surrounding environment.
Kritik Sosial dalam Cerpen Tawa Gadis Padang Sampah Karya Ahmad Tohari: Kajian Sosiologi Sastra Hieu, Ho Ngoc
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.17257

Abstract

Kritik sosial memainkan peran penting dalam mencerminkan masalah-masalah sosial dalam kehidupan masyarakat. Karya sastra memungkinkan pengarang untuk menggambarkan pandangannya tentang kehidupan sosial melalui narasi yang tercipta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial dalam cerpen Tawa Gadis Padang Sampah karya Ahmad Tohari dari perspektif sosiologi sastra. Pendekatan sosiologi sastra digunakan dengan fokus pada teori kritik sosial dalam sebuah penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan studi kepustakaan, kemudian data-data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dan analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen Tawa Gadis Padang Sampah karya Ahmad Tohari. Hasil penelitian mengungkap bentuk-bentuk kritik sosial dalam cerpen tersebut: (1) isu perlindungan hak anak; (2) kesenjangan sosial; (3) kemiskinan kalangan bawah; (4) kondisi lingkungan hidup; dan (5) pencemaran lingkungan.Social Criticism in the Short Story Tawa Gadis Padang Sampah by Ahmad Tohari: A Study Of Literary SociologySocial criticism plays a crucial role in reflecting societal issues within a community. Literature allows authors to depict their perspectives on social life through created narratives. In this context, the purpose of this study is to describe the forms of social criticism in the short story Tawa Gadis Padang Sampah (The Laughter of the Garbage Girl) by Ahmad Tohari from the perspective of literary sociology. The research employs a sociological approach, focusing on social criticism theory. Data collection techniques include documentation and literature review, followed by descriptive analysis and content analysis. The primary data source for this study is the short story Tawa Gadis Padang Sampah by Ahmad Tohari. The research findings reveal five forms of social criticism in the story: (1) child rights protection issues, (2) social disparity, (3) poverty among the lower class, (4) environmental conditions, and (5) environmental pollution.
Naming Natural and Cultural Tourism Objects in Medalsari Village, Karawang Regency Suntoko, Suntoko; Abduloh, Abduloh; Purbangkara, Tedi; Karim, Ahmad Abdul; Widiatmoko, Sigit
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.16866

Abstract

This research was conducted to reveal the application of the Sapir-Whorf hypothesis in naming tourist attractions in Medalsari Village, Karawang Regency. The research applies a qualitative study design, ethnographic methods, and the umbrella of anthropolinguistic studies to uncover the naming story, meaning, and cultural values behind the naming of tourist attractions.  The research results reveal that the naming of natural and cultural tourism objects in Medalsari Village cannot be separated from the role of central figures who contribute to the development of the village. Several tourist attractions have changed names due to commercialization and efforts to revitalize local culture. The names were reconstructed as part of a strategy to attract tourist interest and support the market narrative. This naming process supports the Sapir-Whorf hypothesis, which emphasizes that language, culture, and ways of thinking are closely related to people's lives. This research contributes to promoting tourist attractions in Medalsari Village and helps develop teaching materials in higher education. Integrating teaching materials focused on local wisdom can build a learning atmosphere that is more inclusive, interactive, and in line with student needs.  Utilizing teaching materials that are close to students can improve the quality of learning and have an impact on student learning experiences.  Penamaan Objek Wisata Alam dan Budaya di Desa Medalsari Kabupaten KarawangPenelitian ini dilakukan untuk mengungkap penerapan hipotesis Sapir-Whorf dalam penamaan objek wisata di Desa Medalsari, Kabupaten Karawang. Penelitian menerapkan desain studi kualitatif, metode etnografi, serta payung kajian antropolinguistik untuk menganalisis nama, makna, serta nilai budaya di balik penamaan objek wisata.  Hasil penelitian mengungkap bahwa penamaan objek wisata alam dan budaya di Desa Medalsari tidak lepas dari peran tokoh-tokoh sentral yang berkontribusi dalam perkembangan desa. Beberapa objek wisata mengalami perubahan nama dikarenakan adanya komersialisasi dan upaya revitalisasi budaya lokal. Rekonstruksi nama-nama dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk menarik minat wisatawan dan mendukung narasi pasar. Proses penamaan ini mendukung hipotesis Sapir-Whorf, yang menegaskan bahwa bahasa, budaya, dan cara berpikir saling berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat. Penelitian ini turut andil mempromosikan objek wisata di Desa Medalsari serta berdaya guna dalam pengembangan materi ajar di perguruan tinggi. Pengintegrasian materi ajar berfokus pada kearifan lokal dapat membangun suasana belajar yang lebih inklusif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.  Pemanfaatan materi ajar yang dekat dengan mahasiswa dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta berdampak terhadap pengalaman belajar mahasiswa. 
Sejarah dan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Naskah Jawa Karya Mbah Wastari Fauyan, Muchamad; Efendi, Anwar
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.17122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sejarah dan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam naskah Jawa karya Mbah Wastari. Naskah ini memunculkan pertanyaan tentang keabsahan informasi yang terkandung di dalamnya, khususnya terkait sejarah Desa Ujungnegoro dan Syekh Maulana Maghribi Ujungnegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dan filologis, dengan teknik pengumpulan data melalui inventarisasi, deskripsi, suntingan, terjemah, dan pemaknaan teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beragam informasi dalam naskah Mbah Wastari, termasuk legenda-legenda tentang Ujungnegoro dan Gua Aswatama, serta nilai-nilai pendidikan karakter yang menekankan hubungan manusia dengan Tuhan, sesamanya, diri sendiri, dan lingkungannya. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya memahami dan mengapresiasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam naskah tradisional untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta meningkatkan pemahaman akan sejarah lokal dan warisan budaya.History and Values of Character Education in Javanese Manuscripts by Mbah WastariThis study aims to investigate the history and values of character education contained in the Javanese manuscript by Mbah Wastari. This manuscript raises questions about the validity of the information contained therein, especially regarding the history of Ujungnegoro Village and Syekh Maulana Maghribi Ujungnegoro. The research method used is qualitative descriptive and philological research, with data collection techniques through inventory, description, editing, translation, and interpretation of the text. The results of the study indicate that there is a variety of information in Mbah Wastari's manuscript, including legends about Ujungnegoro and the Aswatama Cave, as well as character education values that emphasize the relationship between humans and God, others, themselves, and their environment. The implications of this study are the importance of understanding and appreciating the values of character education in traditional manuscripts to be applied in everyday life and to increase understanding of local history and cultural heritage.
Lanskap Linguistik di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi Anam, Ahmad Khoiril; Purnama, Yogi; Hilaliyah, Hilda
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.15054

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kontestasi bahasa, pelaku dan fungsi Lanskap Linguistik (LL) di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi. Metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta dengan teori LL. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan fotografi, teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik koleksi data, reduksi data, penyajian data, interpretasi data, dan penyimpulan. Hasil penelitian ini terdapat dua kontestasi bahasa dengan empat variasi yaitu 1) bahasa Indonesia; 2) bahasa Inggris; 3) bilingual bahasa Indonesia-Inggris; dan 4) campur kode. Kontestasi bilingual bahasa Indonesia-Inggris mencapai 61,56% atau 660 temuan, kontestasi bahasa Indonesia 36,11% atau 387 temuan, kontestasi bahasa Inggris ditemukan 2,15% atau 23 temuan, kontestasi campur kode ditemukan dua kasus atau 0,18%. Pelaku otoritas publik sebagai pelaku utama LL dengan tanda publik. Bootom up tidak ditemukan karena situasi tanpa pertandingan.Linguistic Landscape at Patriot Candrabhaga Stadium in Bekasi CityThis research aims to describe language contestation, actors, and functions of the linguistic landscape at Patriot Candrabhaga Stadium, Bekasi City. The method used in this research is a descriptive research method using a qualitative approach and landscape linguistics theory. As for the data collection technique, this research uses observation and photography techniques, technic analysis data in this research using collecting data interpretation and conclusion. The result of this research shows that linguistic landscape Patriot Candrabhaga stadium, Bekasi City, there are two language contestations with 4 variations that is 1) Indonesian language 2) English language 3) bilingual language Indonesian-English; (4) code mixing. Contestation bilingual Indonesian-English language reaches 61,56% or 660 findings. Contestation Indonesian language 36,11% or 387 findings, contestation English language findings 2,15% or 23 findings, contestation code mixing findings two cases or 0,18%. The actors of public authority as the main actors in the linguistic landscape with public signs. Bottom-up not found due to no-match situation.
Peran Keluarga dalam Menumbuhkembangkan Budaya Membaca Bagi Anak di Lingkungan Rumah pada Era Digital Suardi, Suardi; Sultan, Sultan; Herman, Herman
Indonesian Language Education and Literature Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.19141

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji peran keluarga dalam menumbuhkembangkan budaya membaca di lingkungan rumah pada era digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei. Responden penelitian yakni orang tua siswa sekolah dasar. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam mendukung literasi membaca anak masih kurang optimal. Sebanyak 35% orang tua jarang terlibat dalam aktivitas literasi di rumah, ketersediaan bahan bacaan juga terbatas, dengan 52% keluarga memiliki kurang dari 10 buku di rumah. Dukungan teknologi untuk literasi masih rendah; hanya 13% keluarga yang memiliki komputer, dan 53% anak menggunakan internet untuk aktivitas non-literasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya menumbuhkan budaya membaca memerlukan peningkatan keterlibatan keluarga sebagai fasilitator literasi, peningkatan akses bahan bacaan, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai media pendukung. Implikasi dari temuan ini mencakup kebutuhan pelatihan literasi digital bagi orang tua dan penyediaan bahan bacaan berbasis teknologi untuk mengatasi kesenjangan digital.The Role of the Family in Developing a Reading Culture for Children in the Home Environment in the Digital EraThis study aims to explore the role of families in fostering a reading culture at home in the digital era. A quantitative approach was utilized, with data collected through a survey. The respondents were parents of elementary school students, and data were analyzed descriptively. The findings reveal that parental involvement in literacy activities remains limited, with only 35% of parents engaging in such activities once or twice a month. Visits to bookstores or libraries are rare, with just 3% of parents engaging in these activities frequently. Additionally, 52% of families reported owning fewer than 10 books at home, highlighting a lack of reading materials. In terms of digital technology, 87% of families do not own a desktop computer, and only 66% of children have access to internet-enabled smartphones The study concludes that fostering a reading culture requires greater parental involvement, improved access to diverse reading materials, and the effective utilization of digital technology as a learning medium. These findings emphasize the importance of implementing digital literacy training for parents and providing technology-based reading resources to address the digital divide.

Page 2 of 2 | Total Record : 16