cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
indrya@syekhnurjati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indrya@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : -
Indonesian Language Education and Literature is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and / or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) or The Association of Indonesian Language and Literature Lecturers and Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) or The association of Indonesian Language and Literature Study Program.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2023)" : 15 Documents clear
Metode Peer Teaching Berbasis Lesson Study dalam Meningkatan Kompetensi Interpersonal Mahasiswa (Lesson Study-Based Peer Teaching Methods in Improving Student Interpersonal Competence) Susilo, Jimat; Muliawati, Hesti; Rosmaya, Elin; Rachmawati, Umi
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i2.11373

Abstract

This study aims to describe the use of lesson study for the learning community in learning in the Indonesian Language Learning Evaluation course. The target of learning is sixth-semester regular students in the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Gunung Jati Swadaya University, Cirebon. Data were collected through observation sheets which had been filled in by the observers. Several indicators are used as guidelines for assessing student interpersonal competence, namely (1) initiation of interactions and relationships (2) assertion, (3) self-disclosure, (4) emotional support, and (5) management of interpersonal conflicts. The results of the study show that interpersonal competence has increased. This can be seen from the recapitulation of successive percentages, cycle 1 of 60%, cycle 2 of 70%, and cycle 3 of 87.87%. The implication of this research is the importance of education related to students' interpersonal competence in preparing themselves as prospective teachers at school.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan lesson study for learning community pada pembelajaran pada mata kuliah Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Sasaran pembelajaran yaitu mahasiswa regular semester enam di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang telah diisi oleh para observer. Beberapa indikator yang dijadikan sebagai pedoman penilaian terhadap kompetensi interpersonal mahasiswa, yaitu (1) initiation of interactions and relationships (2) assertion, (3) selfdisclosure, (4) emotional support, dan (5) management of interpersonal conflicts. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi interpersonal mengalami peningkatan. Hal ini dapat diketahui dari rekapitulasi persentase secara berturut-turut, siklus 1 sebesar 60 %, siklus 2 sebesar 70 %, dan siklus 3 sebesar 87,87 %. Implikasi dari penelitian ini yaitu pentingnya pendidikan terkait dengan kompetensi interpersonal mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai calon guru di sekolah.
Nilai Religius Pada Cerita Rakyat Buaya Mangap (The Values of Religious in The Folklore of Buaya Mangap) Andriwinata, Momon; Rafli, Zainal; Anoegrajekti, Novi
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i2.11245

Abstract

This study aims to describe and explain the value of religious character education in the Buaya Mangap folklore in Serang District, Banten Province. This study uses a qualitative method with an ethnographic study approach. The data were obtained from a collection of folklore obtained from interviews with respondents and other sources from the people of Serang Regency. Data analysis uses descriptive, analysis, and interpretation aspects which are reviewed by triangulation in terms of sources, methods, and theories. The results of the research show that this folklore contains two elements, namely the relationship between God and humans and between humans and fellow humans. The character values that can be internalized in everyday life include: getting used to reading prayers before doing activities, helping each other, and creating harmonization between communities.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan nilai pendidikan karakter religius dalam cerita rakyat Buaya Mangap di Kabupaten Serang Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi etnografi. Data diperoleh dari kumpulan cerita rakyat yang didapatkan dari hasil wawancara kepada responden serta sumber lain dari masyarakat Kabupaten Serang. Analisis data menggunakan aspek deskriptif, analisis, dan penafsiran yang ditinjau secara triangulasi dari sisi sumber, metode, dan teori. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat ini mengandung dua unsur, yakni hubungan antara Tuhan dan manusia dan antara manusia dengan sesama manusia. Adapun nilai karakter yang dapat diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain: membiasakan membaca doa sebelum beraktivitas, saling menolong, dan menciptakan harmonisasi antar-masyarakat.
Water Movement as a Metaphor: Cognitive Semantic Study on Indonesian Proverbs (Pergerakan Air sebagai Metafora: Studi Semantik Kognitif pada Peribahasa Indonesia) Yolanda, Yoga; Wuryaningrum, Rusdhianti; Tahir, Ismail
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i2.11637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan leksem dalam ranah pergerakan air melalui peribahasa Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah hermeneutik. Semantik kognitif digunakan sebagai perspektif teoretis. Data yang digunakan adalah peribahasa Indonesia yang mengandung konsep leksikal dan konseptual dalam ranah gerak air dan maknanya. Data diperoleh dari buku kumpulan peribahasa. Untuk mencapai tujuan penelitian, digunakan analisis interaktif Miles dan Huberman yang digabungkan dengan analisis source-in-target Ibanez. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menggunakan leksem yang berada dalam ranah pergerakan air untuk menjelaskan entitas abstrak. Secara eksplisit orang beranggapan bahwa (1) gerakan air adalah suatu kepastian/ketidakterhindaran, (2) gerakan air adalah masalah, (3) gerakan air seperti perilaku manusia, dan (4) gerakan air adalah ilustrasi nasihat. Penggunaan pergerakan air sebagai metafora sangat struktural dan menjadi dasar dalam metafora-metafora baru.This study aims to describe using lexemes in water movement through Indonesian proverbs. The approach used is hermeneutic. Cognitive semantics is used as a theoretical perspective. The data used are Indonesian proverbs containing lexical and conceptual concepts in water movement and their meanings. Data were obtained from a collection of proverbs. Miles and Huberman's interactive analysis was combined with Ibanez's source-in-target analysis to achieve the research objective. The results show that Indonesian people use lexemes in the realm of water movement to describe abstract entities. People explicitly assume that (1) water movement is a certainty/inevitability, (2) water movement is a problem, (3) water movement is like human behavior, and (4) water movement is an illustration of advice. The use of the movement of water as a metaphor is very structural and forms the basis of new metaphors.
Potret Lingkungan Hidup dan Pesan Ekologis dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari (Environmental Representation and Ecological Messages in Ahmad Tohari's Ronggeng Dukuh Paruk Trilogy Novel) Mukhlis, Abdul
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i2.11655

Abstract

This study aims to describe the environment and ecological messages contained in the novel Ronggeng Dukuh Paruk trilogy. This library research data uses library techniques with an eco-critical approach to the Greg Garrard model through reading neoconservatism. The results show that Ahmad Tohari has indirectly contributed to nature conservation through the mainstreaming of the green literature he has created. The environmental portraits drawn from this novel refer to environmental patterns of traditionality or local wisdom and modernity. The narrative of environmental preservation in the Ronggeng Dukuh Paruk novel trilogy is represented through an apocalyptic style. The description of environmental damage is presented in an anthropogenic style. The two styles show identical motives, namely as a preventive and curative step chosen by Ahmad Tohari to be involved in efforts to conserve the environment.Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan lingkungan hidup dan pesan ekologi yang terdapat dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Data riset kepustakaan ini menggunakan teknik pustaka dengan pendekatan ekokritik model Greg Garrard melalui pembacaan neokonservatisme. Hasilnya menunjukkan bahwa Ahmad Tohari secara tidak langsung memberi kontribusi bagi pelestarian alam melalui mainstreaming sastra hijau yang dikreasikannya tersebut. Potret lingkungan hidup yang tergambar dari novel ini merujuk kepada pola lingkungan tradisionalitas atau kearifan lokal dan modernitas. Narasi pelestarian lingkungan dalam trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk ini direpresentasikan melalui gaya apokaliptik. Adapun deskripsi kerusakan lingkungan disajikan dengan gaya antropogenik. Kedua gaya tersebut menunjukkan motif yang identik, yakni sebagai langkah preventif dan kuratif yang dipilih oleh Ahmad Tohari untuk terlibat dalam upaya mengonservasi lingkungan.
Perilaku Membaca Murid Sekolah Dasar Kelas Tinggi di Era Intenet (The Reading Behavior of High Grade Elementary School Students in the Internet Age) Sultan, Sultan; Rapi, Muhammad; Ismail, Asri; Suardi, Suardi
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i2.13487

Abstract

This study aims to explain the reading behavior of high school and elementary school students in the internet era. The research was designed with a quantitative-comparative descriptive approach. The data source is elementary school students at SD Islam Athirah Bukit Baruga, Makassar City. Data collection is done through a questionnaire. Research data analysis was carried out through the stages: data management, data analysis, and interpretation of the results. The results of the study show that: (1) the presence of the internet has changed reading behavior from print to online. Reading activity is not a priority activity for students to do when using the internet, (2) gender has an influence on reading behavior. Male and female students differ in their use of the internet, their interest in reading topics of fiction and non-fiction, and their efforts to obtain reading materials.Penelitian ini bertujuan mengeksplanasi perilaku membaca murid sekolah dasar kelas tinggi di era internet. Penelitian dirancang dengan pendekatan deskriptif kuantitatif-komparatif. Sumber data adalah murid sekolah dasar SD Islam Athirah Bukit Baruga Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan melalui angket. Analisis data penelitian dilakukan melalui  tahapan;  pengelolaan data, analisis data, dan penafsiran hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kehadiran internet telah mengubah perilaku murid sekolah dasar kelas tinggi. Dalam aspek perilaku membaca, murid sekolah dasar mengalami pergeseran perilaku dari membaca bahan tercetak ke membaca bahan online. Aktivitas membaca bukan merupakan aktivias prioritas yang dilakukan murid dalam pemanfaatan internet. (2) Variabel gender memiliki pengaruh terhadap perilaku membaca murid sekolah dasar kelas tinggi. Murid laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan dalam pemanfaatan internet, kegemaran dalam topik bacaan fiksi dan nonfiksi, dan usaha memperoleh bahan bacaan. 

Page 2 of 2 | Total Record : 15