cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
indrya@syekhnurjati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indrya@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : -
Indonesian Language Education and Literature is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and / or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) or The Association of Indonesian Language and Literature Lecturers and Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) or The association of Indonesian Language and Literature Study Program.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Peningkatan Kompetensi Wirausaha Literasi Mahasiswa Melalui Penerapan Edu-technopreneurship (Improving Literacy Entrepreneurial Student Competence through implementing Edu-Technopreneurship) Ulya, Chafit
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13362

Abstract

This study aims to explain the procedures for implementing edu-technopreneurship in improving student literacy entrepreneurial competence. The research used classroom action research. The research participants were 40 students and one collaborator lecturer. Data collection techniques were taken from journals, questionnaires, observations, interviews, and document analysis. Test the validity of the data using data source triangulation, method triangulation, and informant review, as well as self-validation, peer validation, and academic validation. The data analysis technique used an interactive analysis model. The results of this study indicated that the procedure for implementing edu-technopreneurship consists of four stages, namely planning, implementation, evaluation, and competition. The application of edu-technopreneurship is proven to improve students' entrepreneurial literacy competence in three dimensions, namely knowledge, skills, and entrepreneurial attitude.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan prosedur penerapan edu-technopreneurship dalam meningkatkan kompetensi wirausaha literasi mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Partisipan penelitian adalah 40 mahasiswa dan satu dosen kolaborator. Teknik pengumpulan data menggunakan jurnal, kuesioner, observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data, triangulasi metode, dan review informan, serta validasi diri sendiri, validasi rekan sejawat, dan validasi akademik. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur penerapan edu-technopreneurship terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, implementasi, evaluasi, dan kompetisi. Penerapan edu-technopreneurship terbukti mampu meningkatkan kompetensi wirausaha literasi mahasiswa pada tiga dimensi, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap berwirausaha.
Bentuk Wacana Fatis dalam Interaksi Sosial Masyarakat Jawa (Forms of Phatic Discourse in the Javanese Social Interaction) Asmara, Rangga; Wijana, I Dewa Putu; Sulistyowati, Sulistyowati
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.12993

Abstract

This research aims to describe the formal forms or manifestations of phatic discourse within the conversational discourse structure among the Javanese community. The data in this research are phatic discourses as units filling conversational/interactive discourse. Data collection was centered in Magelang. Data collection was carried out through non-participant observation techniques involving 22 respondents. During the data collection process, the researcher also conducted recording, notation, and translation. The analytical methods used in this research are referential equivalence, pragmatic equivalence, and distributional methods. Based on the research, in terms of form, phatic discourse is constructed with sentence-forming elements of news, questions, and commands. This proves that phatic discourse can be used in all modes of communication, whether declarative, interrogative, or imperative. However, pure phatic discourse with sentence-forming elements of commands was not found in its usage. In Javanese social interaction, phatic discourse is present and used as words that do not convey meaning but serve a social function.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk formal atau wujud wacana fatis dalam struktur wacana percakapan di kalangan masyarakat Jawa. Data dalam penelitian ini ialah wacana fatis sebagai satuan pengisi wacana percakapan/interaktif. Latar pengambilan data dipusatkan di Magelang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi nonpartisipan yang melibatkan 22 responden. Selama pengumpulan data berlangsung, peneliti juga juga melakukan perekaman, pencatatan, dan pentranslasian. Metode analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode padan referensial, padan pragmatis, metode agih. Berdasakan penelitian, dari segi bentuk, wacana fatis dikonstruksi dengan unsur pembentuk kalimat berita, tanya, dan suruh. Hal ini membuktikan wacana fatis dapat digunakan pada semua modus komunikasi, baik deklaratif, interogatif, dan imperatif. Namun demikian, wacana fatis dengan unsur pembentuk kalimat suruh murni tidak ditemukan penggunannya. Dalam interaksi sosial masyarakat Jawa, wacana fatis hadir dan digunakan sebagai kata-kata yang tidak membawa arti, melainkan untuk memenuhi suatu fungsi sosial.
Expressing Emotions in Activity Write a Poetry: an Investigation of Literacy Abilities (Ekspresi Emosi pada Aktivitas Menulis Puisi: Sebuah Investigasi Kemampuan Literasi) Turahmat, Turahmat; Afandi, Mohammad; Syamsi, Atikah
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13631

Abstract

Penelitian ini berupaya menawarkan dan menyajikan pembelajaran bahasa Indonesia yang menarik melalui pengungkapan emosi dalam kegiatan menulis puisi sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi berdasarkan pengalaman belajar bahasa siswa sekolah dasar di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental). Penelitian ini mengambil sampel sekolah dasar di Jakarta, Bekasi dan Cirebon dengan jumlah sampel sebanyak 107 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes, dan observasi. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 68,52 dan kelas kontrol sebesar 53,70. Hal ini menunjukkan bahwa pembiasaan literasi melalui ekspresi emosi membaca puisi cocok untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa siswa, sehingga pembiasaan literasi dapat menjadi alternatif bagi guru untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa siswa.This research seeks to offer and present interesting Indonesian language learning through conveying emotions in writing poetry activities as an effort to improve literacy skills based on the language learning experiences of elementary school students in Indonesia. This type of research is quasi-experimental (Quasi Experimental). This research took samples from elementary schools in Jakarta, Bekasi and Cirebon with a total sample of 107 respondents. The data collection techniques used in this research were questionnaires, tests and observations. The research results showed that the average learning outcome for experimental class students was 68.52 and that of the control class was 53.70. This shows that literacy habituation through the emotional expression of reading poetry is suitable for improving students' language literacy skills, so that literacy habituation can be an alternative for teachers to improve students' language literacy skills.
Karakteristik Teks Resensi pada Portal Apresiasi Online sebagai Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas (Characteristics of Review Texts on Online Appreciation Portals as Indonesian Language Learning Materials in High Schools) Hikmah, Arifatul; Sumarwati, Sumarwati; Rohmadi, Muhammad
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13211

Abstract

This study aims to describe topics, discourse structures, building blocks of cohesiveness, and their use as learning materials in high schools. The data sources were 10 online appreciation portals including Bacapetra.co, Kurung Buka, Buruan, Labrak, Metafor.id, Digital Madrasah, Lensastra.id, Ngewiyak.com, and Balairungpress. The results of the study show (1) the dominant sensitivity topic is about social issues regarding tensions between those who dominate and ordinary people, gender tensions, and economic problems; (2) the text structure consists of opening paragraphs, connecting paragraphs, and closing paragraphs; (3) cohesiveness building elements in the form of grammatical cohesion, namely reference, substitution, deletion, and conjunctions and lexical cohesion, namely repetition, synonymy, collocation, hyponymy, antonym, and equivalence; (4) the text in the relevant online portal is used as learning material for 11th-grade high school students, especially in phase F of the Independent Curriculum. Learning Outcomes of Reading and Viewing Elements with TPACK-based learning.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan topik, struktur wacana, unsur pembangun kohesivitas, dan pemanfaatannya sebagai materi ajar di sekolah menengah atas. Sumber data penelitian berupa 10 portal apresiasi online antara lain Bacapetra.co, Kurung Buka, Buruan, Labrak, Metafor.id, Madrasah Digital, Lensasastra.id, Ngewiyak.com, dan Balairungpress. Hasil penelitian menunjukkan (1) topik resensi yang dominan adalah tentang permasalahan sosial mengenai kesenjangan antara yang berkuasa dan masyarakat biasa, kesenjangan gender, dan masalah ekonomi; (2)  struktur teks terdiri atas paragraf pembuka, paragraf penghubung, dan paragraf  penutup; (3) unsur pembangun kohesivitas berupa kohesi gramatikal, yaitu pengacuan, penyulihan, pelesapan, dan konjungsi serta kohesi leksikal, yaitu repetisi, sinonimi, kolokasi, hiponimi, antonimi, dan ekuivalensi; (4) teks dalam portal online relevan dimanfaatkan sebagai materi ajar pada siswa kelas 11 SMA terutama pada fase F Kurikulum Merdeka Capaian Pembelajaran Elemen Membaca dan Memirsa dengan pengajaran berbasis TPACK.
Konsep Ideal Lanskap Linguistik di Ibu Kota Negara Baru (Ideal Concept of Linguistic Landscape in New State Capital) Zaman, Saefu; Rahmawati, Anis; Kurniawan, Kurniawan
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13049

Abstract

As the center of activity and the face of the country, the new national capital (IKN) must show national identity, one of which can be demonstrated by its linguistic landscape. This study aims to project a new national capital (IKN) linguistic landscape (LL) that highlights national identity. This research is a literature study with a qualitative descriptive method. The data of this research are studies of the linguistic landscape, regulations on language use, and data on the linguistic landscape in Jakarta as a reflection of the linguistic landscape in the new IKN. The results of the study show that in order to achieve the ideal linguistic landscape of the IKN with an Indonesian identity, the linguistic landscape in the new IKN must be principled in prioritizing the Indonesian language. To support the functions of the linguistic landscape, namely information and symbolic functions, foreign languages and/or regional languages can be used to accompany or clarify Indonesian. To achieve this, synergy is needed between the government, public area managers, and business actors. The implication of applying the ideal concept of a linguistic landscape in IKN is the establishment of the IKN area which is a symbol of the state and has an Indonesian identity.Sebagai pusat kegiatan dan wajah negara, ibu kota negara (IKN) baru harus memperlihatkan identitas kenegaraan, yang salah satunya bisa ditunjukkan dengan lanskap linguistiknya. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan lanskap linguistik (LL) ibu kota negara (IKN) baru yang menonjolkan identitas nasional. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah kajian-kajian lanskap linguistik, regulasi penggunaan bahasa, dan data lanskap linguistik di Jakarta sebagai refleksi lanskap linguistik di IKN baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencapai lanskap linguistik ideal IKN yang beridentitas keindonesiaan, lanskap linguistik di IKN baru harus berprinsip pada pengutamaan bahasa Indonesia. Untuk menunjang fungsi lanskap linguistik yakni fungsi informasi dan simbolik, bahasa asing dan/atau bahasa daerah dapat digunakan untuk mendampingi atau memperjelas bahasa Indonesia. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sinergisitas antara pemerintah, pengelola kawasan publik, dan para pelaku usaha. Implikasi penerapan konsep ideal lanskap linguistik di IKN adalah terbangunnya kawasan IKN yang menjadi simbol negara dan beridentitas keindonesiaan.
Pengungkapan Seksualitas, Pornografi, dan Prostitusi pada Video Podcast: Kajian Semiotik Budaya (The Phenomena of Sexuality, Pornography, and Prostitution on Vodcasts: Cultural Semiotics Study) Zaman, Saefu; Fahmi, Royan Nur; Rahmawati, Anis
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13426

Abstract

This study aims to examine these cultural anomalies from a linguistic and cultural semiotic perspective. The research data is the utterances of female guest stars on Dedy Corbuzier and Nikita Mirzani's vodcast content related to sexuality, pornography and prostitution. The results of this study were (1) female guest stars dared to tell about non-spousal sex activities openly (2) sexual relations can be commercialized even though the perpetrator does not want to be said to be practicing prostitution; (3) female guest stars have sexual relations only with the man she wants; (4) there is a shift in eastern culture to a materialistic culture; (5) the cultural shift that occurred was allegedly caused by two main factors; and (6) net citizens is more open and non-judgmental about perpetrators in responding to free sex and prostitution, although some still refuse. The results of this research can be used by stakeholders in managing content on YouTube so that it does not harm society in general.Penelitian ini bertujuan mengkaji keanomalian budaya dari sudut pandang linguistik dan semiotik budaya. Data penelitian ini adalah ujaran para bintang tamu perempuan pada konten vodcast milik Dedy Corbuzier dan Nikita Mirzani yang berkaitan dengan seksualitas, pornografi, dan prostitusi. Hasil penelitian ini adalah (1) perempuan bintang tamu berani menceritakan kegiatan hubungan seks bukan suami-istri secara terbuka (2) hubungan seksual dapat dikomersialkan meskipun pelaku tidak mau dikatakan melakukan praktik prostitusi; (3) perempuan bintang tamu melakukan hubungan seksual hanya dengan pria yang dimauinya; (4) terjadi pergeseran budaya timur dari budaya materialistis; (5) pergeseran budaya yang terjadi ditengarai disebabkan dua faktor; dan (6) warga net sudah lebih terbuka dan tidak menghakimi pelaku dalam menanggapi perilaku seks bebas dan prostitusi meskipun sebagian masih ada yang menolak. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan dalam mengatur konten-konten di Youtube agar tidak merugikan masyarakat secara umum. 
Preservasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Mantra Dayak Bakati` pada Tradisi Barape Sawa: Kajian Antropolinguistik (The Preservation of Local Values in The Ritual Spell of Barape Sawa Dayak Bakati`: An Antropolinguistic Study) Ericha, Fransiska; Rahardi, R. Kunjana
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13444

Abstract

This study aims to describe strategies or efforts to preserve local wisdom values in the Dayak Bakati’ Mantra in the Barape Sawa Tradition. This study uses an anthropolinguistic approach. This research is included in the type of qualitative research using the Spradley ethnographic method which is simplified into five stages. The data from this study are excerpts from the utterances of the Dayak Bakati’ Mantra in the Barape Sawa Tradition which contain local wisdom values. The data source is the owner of the Barape Sawa Mantra, Dayak Bakati’ Rara. The results of the study show that the values of local wisdom found in the Dayak Bakati’ Mantra in the Barape Sawa tradition are the values are respecting others, the value of human relations with nature, the value of love, the value of respecting ancestors, and the value of hope. The strategies for preserving local wisdom values in the mantra of the Barape Sawa tradition offered are integrating local wisdom values in learning, integrating local wisdom values in the family, carrying out the Barape Sawa tradition every year, and documenting local wisdom traditions and values into credible writing.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi atau upaya mempreservasi nilai-nilai kearifan lokal dalam Mantra Dayak Bakati’ pada Tradisi Barape Sawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropolinguistik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode etnografi Spradley yang disederhanakan menjadi lima tahap. Data dari penelitian ini adalah kutipan tuturan Mantra Dayak Bakati’ pada Tradisi Barape Sawa yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal. Sumber data adalah pemilik mantra Barape Sawa, Dayak Bakati’ Rara. Pada penelitian ini ditemukan hasil bahwa nilai-nilai kearifan lokal dalam Mantra Dayak Bakati’ pada tradisi Barape Sawa adalah nilai menghormati sesama, nilai hubungan manusia dengan alam, nilai cinta kasih, nilai menghormati leluhur, dan nilai pengharapan. Strategi preservasi atau pelestarian nilai-nilai kearifan lokal dalam mantra pada tradisi Barape Sawa yang ditawarkan adalah mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran di sekolah atau perguruan tinggi, mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam keluarga, melaksanakan tradisi Barape Sawa setiap tahun, dan mendokumentasikan tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam sebuah tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Keterbacaan Teks Berita di Kompas.com sebagai Alternatif Bahan Ajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (Readability of News Texts on Kompas.com as an Alternative Teaching Material for Indonesian Language Subjects) Maulida, Siti Zumrotul; Ningtyas, Thoifatul
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13189

Abstract

The aim of this research is to describe the readability of news texts on Kompas.com as teaching material for class 8 Indonesian SMP/MTs. This research is a literature study. The data in this research are 30 Kompas.com news texts collected using documentation techniques. Readability level was measured using Fry charts. Steps to analyze data include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Checking the validity of the data was carried out by theoretical triangulation. The results showed that two texts were at the 7th grade reader level, five texts were at the 8th grade reader level, six texts were at the 9th grade level, eleven texts were at the 10th grade reader level, five texts were at the 11th grade reader level, and one text was at the 11th grade level. reader class level 12. The results of this research can be used as an alternative teaching material in schools for Indonesian language subjects, especially news text material for grade 8 SMP/MTs.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keterbacaan teks berita di Kompas.com sebagai bahan ajar mata pelajaran bahasa Indonesia kelas 8 SMP/MTs. Penelitian ini merupakan studi pustaka. Data dalam penelitian ini adalah 30 teks berita Kompas.com yang dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Tingkat keterbacaan diukur menggunakan grafik Fry. Langkah menganalisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua teks berada pada tingkat pembaca kelas 7, lima teks pada tingkat pembaca kelas 8, enam teks berada pada tingkat kelas 9, sebelas teks pada tingkat kelas pembaca 10, lima teks pada tingkat kelas pembaca 11, dan satu teks berada pada tingkat kelas pembaca 12. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar di sekolah untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, khususnya materi teks berita kelas 8 SMP/MTs.
Model Sinektik Multiliterasi dalam Pembelajaran Menulis Puisi Cahyono, Bambang Eko Hari; Saputro, Agung Nasrulloh; Hadi, Panji Kuncoro
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.15455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi pembelajaran menulis puisi dan implementasi model pembelajaran sinektik multiliterasi dalam pembelajaran menulis puisi pada mahasiswa. Penelitian dilaksanakan pada empat perguruan tinggi di wilayah eks Keresidenan Madiun. Sumber data yang digunakan yaitu informan sebanyak empat dosen dan mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Puisi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran menulis puisi pada program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di wilayah eks Keresidenan Madiun belum berjalan secara baik. Pembelajaran puisi yang dilakukan dosen lebih banyak menekankan pada aspek teori dan kurang mendorong tumbuh kembangnya kreativitas mahasiswa. Penerapan model pembelajaran sinektik multiliterasi mampu meningkatkan daya cipta mahasiswa dalam menulis puisi. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya kualitas puisi yang diciptakan oleh mahasiswa dan meningkatnya daya kreatif, baik mahasiswa maupun dosen.Synectic Multiliteracy Model in Learning to Write PoetryThis research aims to describe the conditions of learning to write poetry and the implementation of the synectic multiliteracy learning model in learning to write poetry for students. The research was carried out at four universities in the former Madiun Residency area. The data sources used were informants as many as four lecturers and students who were taking poetry courses. Data analysis was carried out using an interactive analysis model. The results of the research show that the quality of learning to write poetry in the Indonesian language and literature education study program in the former Madiun Residency area has not gone well. Poetry learning carried out by lecturers places more emphasis on theoretical aspects and does not encourage the growth and development of student creativity. The application of the multiliteracy synectic learning model can increase students' creativity in writing poetry. This is marked by the increasing quality of poetry created by students and increasing creative power, both students and lecturers.
Representasi Pengetahuan dan Keterampilan Berpikir Aras Tinggi dalam Modul Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama Suwandi, Sarwiji; Ulya, Chafit; Wardani, Nugraheni Eko; Zulianto, Sugit; Setiyoningsih, Titi
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.15410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dimensi pengetahuan dan keterampilan berpikir aras tingi dalam modul ajar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi dan wawancara. Sumber data mencakupi dokumen modul dan informan guru dan pakar. Teknik cuplikan dengan purposive sampling. Data divalidasi dengan triangulasi sumber dan metode. Analisis data menggunakan teknik analisis isi dan analisis model interaktif. Temuan penelitian adalah semua dimensi pengetahuan dan aspek keterampilan berpikir aras tinggi terdapat dalam modul dengan sebaran yang berbeda. Jumlah pengetahuan faktual paling banyak dibandingkan dengan pengetahuan lainnya. Sementara itu, keterampilan mencipta merupakan keterampilan aras tinggi yang paling banyak ditemukan. Implikasi dari penelitian ini adalah pengetahuan konseptual dan metakognitif perlu lebih ditingkatkan dalam penyusunan modul pembelajaran bahasa Indonesia.Representation of Knowledge and Higher Order Thinking Skills in Junior High School Indonesian Language ModulesThis research aims to describe the dimensions of knowledge and high-order thinking skills in teaching modules. This type of research is descriptive qualitative with a content analysis and interview approach. Data sources include module documents and teacher and expert informants. Sampling technique using purposive sampling. Data were validated by triangulation of sources and methods. Data analysis uses content analysis techniques and interactive model analysis. The research findings are that all dimensions of knowledge and aspects of high-order thinking skills are contained in modules with different distributions. The amount of factual knowledge is the largest compared to other knowledge. Meanwhile, creative skills are the most frequently found high-level skills. The implication of this research is that conceptual and metacognitive knowledge needs to be further improved in preparing Indonesian language learning modules.