cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
indrya@syekhnurjati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indrya@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : -
Indonesian Language Education and Literature is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and / or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) or The Association of Indonesian Language and Literature Lecturers and Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) or The association of Indonesian Language and Literature Study Program.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Lombok Folktales Dari Datu Pejanggiq Sampai Putri Mandalika as Literacy Support in Elementary Schools Sudaryani, Rina; Diana, Purwati Zisca; Wulandari, Yosi; Suwartini, Iis
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.11458

Abstract

This research aims to develop a collection of Lombok folktales titled "Dari Datu Pejanggiq Sampai Putri Mandalika" as a literacy support resource for elementary schools. The research method used is research and development (research and development) with the ADDIE approach. This research began with need analysis, developing/compiling product designs and product development, to feasibility tests. The validation results by linguists, literature experts, children literature experts, and respondents were 83%, 98%, 89%, and 91%, respectively. These validation results showed that the book of folktale collection was very good as literacy support in elementary schools. Thus, this collection of Lombok folktales can be used as a reference in building a literacy culture in schools.Cerita Rakyat Lombok “Dari Datu Pejanggiq Sampai Putri Mandalika” sebagai Penunjang Literasi di Sekolah DasarPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kumpulan cerita rakyat Lombok berjudul “Dari Datu Pejanggiq Sampai Putri Mandalika” sebagai salah satu penunjang literasi di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan pendekatan ADDIE. Penelitian ini dimulai dengan analisis kebutuhan, pengembangan/penyusunan desain produk dan pengembangan produk, hingga uji kelayakan. Hasil validasi ahli bahasa, ahli sastra, ahli sastra anak, dan responden berturut-turut adalah 83%, 98%, 89%, dan 91%. Hasil validasi ini menunjukkan bahwa buku kumpulan cerita rakyat sangat baik sebagai penunjang literasi di sekolah dasar. Dengan demikian kumpulan cerita rakyat Lombok ini dapat dijadikan acuan dalam membangun budaya literasi di sekolah.
Pengacuan Anafora dalam Cerpen Lukisan Perkawinan dan Skenario Pembelajarannya di Sekolah Menengah Atas Muhyidin, Asep
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.12859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan pemarkah pengacuan anafora pada cerpen Lukisan Perkawinan karya Hamsad Rangkuti. Data yang diambil yaitu satuan lingual berupa kalimat-kalimat dalam cerpen yang memiliki pemarkah pengacuan anafora. Data dianalisis dengan menggunakan metode agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pemarkah pengacuan anafora pronomina, yakni persona, demonstratif, dan komparatif. Pronomina persona berupa: 1) pronomina pertama:  aku, -ku, ku-, saya, kami, kita; 2) pronomina kedua: kau, -mu, tuan; dan 3) pronomina ketiga: ia, dia, -nya, mereka. Pemarkah pronomina demonstratif berupa: 1) penunjuk umum: itu dan ini; 2) penunjuk tempat: di sana dan sana; dan 3) penunjuk ihwal: begitu. Pemarkah pengacuan anafora komparatif berupa perbandingan umum, yakni seperti. Hasil penelitian ini dapat diintegrasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Untuk itu, guru harus mampu membuat skenario pembelajaran untuk dilaksanakan di dalam kelas.Anaphora References in the Short Story Lukisan Perkawinan and Learning Scenarios in High SchoolThis research aims to describe the use of anaphoric reference markers in the short story Lukisan Pekawinan by Hamsad Rangkuti. The data taken are lingual units in the form of sentences in short stories which have anaphora reference markers. Data were analyzed using the agih method. The results of the research show that there are three markers of pronoun anaphora reference, namely personal, demonstrative and comparative. Personal pronouns are in the form of: 1) first pronoun: aku, -ku, ku-, saya, kami, kita; 2) second pronoun: kau, -mu, tuan; and 3) third pronoun: ia, dia, -nya, mereka. Demonstrative pronoun markers are: 1) general markers: itu and ini; 2) place markers: di sana and sana; and 3) pointer: begitu. The reference marker for comparative anaphora is in the form of a general comparison, namely seperti. The results of this research can be integrated into Indonesian language learning in high school. For this reason, teachers must be able to create learning scenarios to be implemented in the classroom.
Makna Metafora pada Pembelajaran Bahasa dan Budaya Indonesia di kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Huszka, Balazs; Stark, Alexander; Aini, Indah; Annisa, Robita Ika
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.16645

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi interaksi antara bahasa, pemikiran, dan budaya, dengan mengacu pada Hipotesis Sapir-Whorf (SWH) dan Teori Metafora Kognitif (CMT) untuk menyampaikan bahwa bahasa memiliki pengaruh signifikan terhadap kognisi. Bukti empiris turut disertakan untuk mendukung klaim ini dengan menganjurkan interpretasi moderat dari SWH, serta menekankan Relativitas Linguistik dari Determinisme Linguistik. Selain itu, pendekatan CMT, diperkenalkan oleh Lakoff dan Johnson, juga digunakan untuk menyoroti bagaimana metafora membentuk persepsi dan perilaku orang. Analisis meluas ke bagaimana bahasa merangkum pengalaman, sikap, dan nilai budaya melalui metafora, menyarankan bahwa menginkorporasikan metafora budaya ke dalam pendidikan bahasa asing dapat meningkatkan kompetensi antarbudaya dari siswa. Dengan fokus pada pengajaran bahasa Indonesia, ilustrasi tentang bagaimana metafora memberikan wawasan ke dalam perspektif budaya dan linguistik dari penutur jati dapat membantu mempromosikan pemahaman antarbudaya yang lebih dalam.The Meaning of Metaphors in Learning Indonesian Language and Culture in Indonesian Language Classes for Foreign Speakers (BIPA)This paper explores the interaction between language, thought, and culture, drawing on the Sapir-Whorf Hypothesis (SWH) and Cognitive Metaphor Theory (CMT) to argue that language significantly influences cognition. We present empirical evidence supporting this claim and advocate for a moderate interpretation of SWH, emphasizing Linguistic Relativity over Linguistic Determinism. Additionally, we delve into CMT, introduced by Lakoff and Johnson, highlighting how metaphors shape our perceptions and behaviors. Our analysis extends to how language encapsulates cultural experiences, attitudes, and values through metaphors, suggesting that incorporating cultural metaphors into foreign language education can enhance students' intercultural competence. By focusing on Bahasa Indonesia, we illustrate how metaphors provide insights into the cultural and linguistic perspectives of native speakers, promoting a deeper intercultural understanding.
Makna Tanda pada Poster Digital sebagai Media Promosi Wisata: Pendekatan Semiotika Saussure Pujiati, Tri; Alfisuma, Meria Zakiyah
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.15297

Abstract

Poster wisata berisi ajakan dengan menggunakan tanda-tanda berupa teks dan juga gambar visual yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini berupaya untuk melihat pemaknaan verbal dan visual pada poster wisata digital di Bangkalan, Madura. Penelitian dengan desain deskriptif kualitatif ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dari poster digital yang ada di Bangkalan, Madura. Poster wisata digital yang diteliti sebanyak 3 buah dan telah diunggah ke media sosial (FB, IG, dan Tiktok). Poster wisata digital dilengkapi dengan penggunaan 3 bahasa (Madura, Indonesia, dan Inggris) dan juga desain gambar yang menarik yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat Madura. Penelitian dengan menggunakan pendekatan teori Semiotik Saussure ini menunjukkan hasil bahwa tampilan visual dan verbal pada poster memberikan informasi yang jelas terkait ajakan untuk mengunjungi tempat wisata di Bangkalan. The Meaning of Signs on Digital Posters as Tourism Promotion Media: Saussure's Semiotic ApproachTourist posters contain invitations using signs in the form of text and also visual images that are interesting to examine.This research attempts to look at the verbal and visual meaning of digital tourist posters in Bangkalan, Madura. This research with a qualitative descriptive design was carried out using data collection techniques in the form of documentation from digital posters in Bangkalan, Madura. There were 3 digital tourist posters researched and uploaded to social media (FB, IG, and Tiktok). Digital tourist posters are equipped with the use of 3 languages, (Madurese, Indonesian and English) and also attractive image designs that depict the local wisdom of the Madurese people. Research using Saussure's semiotic theory approach shows the results that the visual and verbal displays on the poster provide clear information regarding the invitation to visit tourist attractions in Bangkalan. 
Kesalahan Fonologi pada Keterampilan Membaca Pemelajar BIPA di Universitas Rajabhat Songkhla Thailand Ekawati, Tatik; Nurpadillah, Veni
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.16590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan fonologis yang terjadi saat pemelajar Bahasa Indoneisia bagi Penutur Asing (BIPA) di Universitas Rajabhat Songkhla ketika melakukan kegiatan keterampilan membaca. Penelitian ini adalah sebuah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan di dalam penelitian ini terdiri dari berbagai dokumen audio, peristiwa, dan informan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui teknik dasar simak bebas libat cakap (SBLC) dan wawancara. Teknik cuplikan data yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Pengujian keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode triangulasi teori dan triangulasi sumber data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kesalahan berbahasa yang dipadukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini terdapat tiga jenis jenis kesalahan tataran fonologi, yaitu perubahan fonem, penghilangan fonem, dan penambahan fonem. Implikasi hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar pada mata kuliah BIPA dan fonologi.Phonological Errors on the Reading Skills of BIPA Learners at Rajabhat Songkhla University, ThailandThis research aims to analyze phonological errors that occur when Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) students at Rajabhat Songkhla University when carrying out reading skills activities. This research is a qualitative descriptive study. The data used in this research consists of various audio documents, events and informants. The data collection method used was through basic techniques of free-involved listening (SBLC) and interviews. The data sampling technique used is a purposive sampling technique. Testing the validity of the data in this research was carried out using the method of theoretical triangulation and data source triangulation. The data analysis technique used is a language error analysis technique combined with data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research show three types of phonological level errors, namely phoneme changes, phoneme deletions and phoneme additions. The implications of the results of this research can be used as teaching material in BIPA and phonology courses.
Development of Online Indonesian Language Teaching Materials for Foreign Speakers for level 1 learners Muzaki, Helmi; Susanto, Gatut; Widyartono, Didin; Aksani, Ilham; Panich, Pensri
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.14287

Abstract

The aims of this research is to produce bold Indonesian language teaching materials for Foreign Speakers (BIPA) for BIPA 1 students. This research uses a 4D model development model, namely defining, designing, developing and disseminating. The characteristics of the resulting teaching materials consist of 10 lesson units that can be used for learning BIPA 1 in bold. Learning topics are adapted to the BIPA 1 curriculum and relate to everyday life. These topics include letters and numbers, introductions, greetings, people closest to you, question words, simple sentences, mention of time in Indonesia, adjectives and basic expressions. The variety of Indonesian used in this open material varies between formal and informal according to the situation being discussed. Based on feasibility tests on aspects of graphics and organization, presentation, content, language and cultural values contained in the teaching materials, it can be concluded that the BIPA 1 darts teaching materials are suitable for use by BIPA 1 students.Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Secara Online untuk Pembelajar Tingkat 1Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) daring bagi pemelajar Tingkat 1. Penelitian ini menggunakan model pegembangan model 4D yaitu define, design, development, dan disseminate. Karakteristik bahan ajar yang dihasilkan terdiri atas 10 unit pelajaran yang dapat digunakan untuk pembelajaran BIPA 1 secara daring. Topik pembelajaran disesuaikan kurikulum BIPA 1 dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Topik-topik tersebut diantaranya huruf dan angka, perkenalan, salam sapaan, orang terdekat, kata tanya, kalimat sederhana, penyebutan waktu di Indonesia, kata sifat, dan ungkapan dasar. Ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam bahan ajar ini ragam formal dan informal disesuaikan dengan situasi yang dibahas. Berdasarkan uji kelayakan terhadap aspek kegrafikaan dan organisasi, penyajian, isi, bahasa, dan nilai budaya yang terkandung dalam bahan ajar dapat disimpulkan bahwa bahan ajar daring BIPA 1 ini layak digunakan oleh pebelajar BIPA 1.
Evaluasi Penerapan HOTS dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SMA: Analisis Kurikulum 2013 Azis, Abdul; Rahim, Ilma; Herdiani, Rizki; Madeten, Sisilya Saman
Indonesian Language Education and Literature Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.7335

Abstract

This research aims to evaluate the implementation of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in Indonesian language textbooks for high school students, based on the 2013 Curriculum. The importance of developing higher-order thinking skills to face the challenges of 21st-century education, which emphasizes students' abilities in analysis, evaluation, and creation. A descriptive qualitative method was used to analyze the content of two Indonesian language textbooks from the 2014 revised edition. The results of this study show that most questions in the textbooks require students to think at the analysis level (C4), with 50% of the total 78 HOTS questions, or 39 questions, testing students' analytical skills. Evaluation-level questions (C5) account for 41.03% or 32 questions, while creation-level questions (C6) only reach 8.97% or 7 questions from the total. Although the textbooks have integrated HOTS elements, the distribution of questions is still unbalanced, thus revisions are needed in question design to better foster students' skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam buku teks Bahasa Indonesia untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berbasis Kurikulum 2013. Pentingnya pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang menekankan pada kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis isi dari dua buku teks Bahasa Indonesia edisi revisi 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar soal dalam buku teks menuntut siswa untuk berpikir pada buku teks bahasa Indonesia Kurikulum 2013 lebih menekankan aspek analisis (C4) dengan persentase 50% dari total 78 soal HOTS, dengan 39 soal yang menguji kemampuan analisis siswa. Soal evaluasi (C5) terdapat 41,03% atau sebanyak 32 soal, sementara soal pada level kreasi (C6) hanya mencapai 8,97% atau 7 soal dari keseluruhan soal yang ada. Meskipun buku teks telah mengintegrasikan elemen HOTS, distribusi soal masih belum seimbang, sehingga diperlukan perbaikan dalam penyusunan soal agar mendorong keterampilan siswa.
Construction of Moral Value and Depiction of Indonesian-Chinese Folktale in Keong Mas Story Ningsih, Tri Wahyu Retno; Qian, Lu Li Qian; Hukmawati, Hukmawati
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.14740

Abstract

One way to construct moral values in children is through stories. The purpose of this study is to find the construction of moral values with different cultural backgrounds in the Indonesian and Chinese versions of the Keong Mas story. The method that used in this research is a qualitative descriptive approach using literature and documentation studies. The data source is the Indonesian-Chinese version of the Keong Mas story. The results showed that the structural analysis in the two Keong Mas stories have a high degree of similarity. This similarity can be seen in the themes, characters and characterizations, plot, and mandate. The theme of the story of Keong Mas is courage, patience and courage. The main characters are a girl and a young man. The difference can be found in the settings. In the Indonesian version of the story it is set in a village, a forest edge, at home, a river, and a palace, while the Chinese version of the story is set in a village, on the side of a road around rice fields, at home, without bringing up a royal setting at all. The Indonesian and Chinese versions of the Keong Mas story construct moral values through themes which are fortitude and the mandate that a person must always do good things and strive so that his desires can be achieved.Konstruksi Nilai Moral dan Penggambaran Cerita Rakyat Indonesia-Tionghoa dalam Cerita Keong MasSalah satu cara untuk mengonstruksi nilai moral pada anak adalah melalui cerita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan konstruksi nilai moral yang berbeda latar belakang budaya dalam cerita Keong Mas versi Indonesia dan Tionghoa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi literatur dan dokumentasi. Sumber datanya adalah cerita Keong Mas versi Indonesia-Tiongkok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis struktural pada kedua cerita Keong Mas mempunyai tingkat kemiripan yang tinggi. Kemiripan tersebut terlihat pada tema, tokoh dan penokohan, alur, serta amanat. Cerita Keong Mas versi Indonesia dan Tionghoa mengonstruksi nilai-nilai moral melalui tema-tema yang bersifat ketabahan dan amanah bahwa seseorang harus selalu berbuat baik dan berusaha agar keinginannya dapat tercapai.
Modal Ekonomi, Sosial, Kultural, dan Simbolik Penulis Perempuan dari Aceh Pasca-Tsunami Muslimin, Muhammad Fadli; Lismalinda, Lismalinda
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.15492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah lebih dalam tentang modal ekonomi, sosial, kultural, dan simbolik penulis perempuan dari Aceh pascatsunami. Metode kualitatif digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan teori arena produksi kultural dari Pierre Bourdieu. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat empat agen atau penulis perempuan dari Aceh yang berkontestasi di arena sastra Indonesia. Dalam mencapai posisinya, sastrawan memiliki empat modal, yaitu (1) modal ekonomi keempat penulis perempuan di antaranya adalah sebagai editor, jurnalis, guru, dosen, dan mahasiswa doktor; (2) modal sosialnya, yaitu jejaring dengan pihak luar, seperti komunitas sastra dan budaya, portal berita, riset proyek; (3) modal kultural, yaitu pendidikan hingga jenjang doktor, pengalaman jurnalistik, pelatihan sastra; (4) modal simbolik, yaitu kolaborasi riset, terbitnya karya di media nasional, kerja sama penerbitan dan pemerintah daerah.Economic, Social, Cultural, and Symbolic Capital Women Writers in the Indonesian Literature Arena Post-TsunamiThis research aims to examine more deeply the economic, social, cultural, and symbolic capital of Acehnese women writers after the Tsunami. Qualitative methods were used in this research using Pierre Bourdieu's arena of cultural production theory. The results of this research are that there are four Acehnese female agents or writers who are contesting in the Indonesian literary arena. In achieving their position, they have four capitals, namely (1) economic capital. The four female writers include editors, journalists, teachers, lecturers, and doctoral students; (2) social capital, namely networking with outside parties, such as literary and cultural communities, news portals, and research projects; (3) cultural capital, namely education up to doctoral level, journalistic experience, literary training; (4) symbolic capital, namely research collaboration, publication of works in national media, publishing partnerships, and local governments. 
Evaluasi Blended Learning Pada Mata Kuliah Menulis Karya Ilmiah Menggunakan Model Context, Input, Process, Product Febriani, Meina; Neina, Qurrota Ayu; Wagiran, Wagiran
Indonesian Language Education and Literature Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.13592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan penerapan dan mengevaluasi blended learning pada mata kuliah Menulis Karya Ilmiah pascapandemi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada evaluasi konteks, input, proses, dan produk blended learning. Evaluasi dilakukan menggunakan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Lokasi penelitian berada di Universitas Negeri Semarang melalui platform elena.unnes.ac.id sebagai media pembelajaran daring dan tatap muka klasikal dalam pembelajaran luring. Hasil penelitian menunjukkan: 1) pelaksanaan blended learning meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang memadukan pembelajaran tatap muka secara luring dan moda daring; 2) evaluasi CIPP memberikan kontribusi berupa temuan inovasi model pembelajaran, pemanfaatan teknologi secara maksimal, pola interaksi dosen dan mahasiswa, serta konstruksi baru peran dosen dan mahasiswa. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program, serta memberikan masukan berharga bagi pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan.Evaluation of Blended Learning Courses on Writing Scientific Papers Using the Context, Input, Process, Product ModelThe research aims to describe the application and evaluation of blended learning in the Writing Scientific Papers course in the post-pandemic period. The research approach used is a qualitative approach with a focus on evaluating the context, input, process, and blended learning products. Evaluation is carried out using the Context, Input, Process, Product (CIPP) model. The research location is at Semarang State University via the elena.unnes.ac.id platform as a classic online and face-to-face learning medium for offline learning. The research results show that the implementation of blended learning includes the planning, implementation, and evaluation stages of learning which combine offline face-to-face learning and online modes. Second, the CIPP evaluation provides contributions in the form of findings on learning model innovations, maximum use of technology, interaction patterns between lecturers and students, as well as new constructions of the roles of lecturers and students. This research has important implications in identifying program strengths and weaknesses, as well as providing valuable input for policymakers and educational practitioners.