cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Holistik: Journal For Islamic Social Sciences
ISSN : 25277588     EISSN : 25279556     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Holistik Journal for Islamic Social Sciences is a publication containing the results of research, development, studies and ideas in the field of Islamic social sciences. Firstly published in 2016 and has been listed on PDII LIPI on May 27, 2016, Holistik Journal published twice a year, in July and December. This Journal is open to the public, researchers, academics, practitioners and observers of mathematics education.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2013)" : 9 Documents clear
DESAIN MODUL DAN PEMBELAJARAN TRILINGUAL (ARABINGGRIS-INDONESIA) PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI MTS CANDANG PINGGAN DAN KHUSNUL KHOTIMAH KUNINGAN Reza Oktiana AKBAR
Holistik Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/holistik.v14i1.186

Abstract

Bukan rahasia lagi kalau saat ini dunia sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai bidang dan aspek kehidupan masyarakat dan negara. Batas-batas teritorial antarnegara yang sebelumnya menjadi salah satu kendala yang dihadapi dalam konteks hubungan antarbangsa dan negara, kini hal itu tidak menjadi kendala yang berarti. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  dalam eskalasi yang tinggi terutama teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi telah menyebabkan batas-batas atau sekat-sekat geografis antarnegara dan bangsa seolah tak nampak lagi. Pantas, kalau banyak pihak mengatakan bahwa kecenderungan kehidupan bangsa dan negara saat ini mengarah kepada terbentuknya suatu masyarakat global (global village).
FEMINISME DALAM PESANTREN: NARASI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI PONDOK PESANTREN BUNTET CIREBON Wardah Nuroniyah
Holistik Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.954 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v14i1.182

Abstract

Superior laki-laki sebagai warisan budaya pra Islam belum sepenuhnya terkikis oleh referensi budaya islami yang dilakukan Nabi Muhammad Saw. Sebab itu, pemahaman terhadap ajaran Islam harus disesuaikan dengan konteks sosiologis, dengan prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan, kemaslahatan dan kerahmatan untuk semua umat manusia, tanpa harus dibatasi oleh jenis kelamin, laki-laki atau perempuan. Secara umum, laki-laki diposisikan dalam urusan publik dan perempuan diposisikan dalam urusan domestik, khususnya dalam masalah reproduksi. Peran tersebut masih membatasi antara kapasitas laki-laki dan perempuan di lingkungan pesantren. Transformasi sosial yang diperlukan untuk mengatasi hal tersebut adalah proses dekonstruksi peran gender dalam seluruh aspek kehidupan, di mana terefleksi perbedaan-perbedaan gender yang telah melahirkan ketidakadilan gender.
FATWA PLURALISME DAN PLURALITAS AGAMA MUI (MAJLIS ULAMA INDONESIA) DALAM PERSPEKTIF TOKOH ISLAM CIREBON Ilman Nafia'
Holistik Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.045 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v14i1.184

Abstract

Pluralisme agama di haramkan oleh MUI, karena dianggap upaya pencamur-adukan berbagai agama dalam satu paham. Dan Pemaknaan terhadap pluralisme dan Pluralitas keagamaan nampaknya menjadi salah satu persoalan pro dan kontra terhadap fatwa MUI tentang “keharaman” pluralisme agama, termasuk di kalangan tokoh Islam di Cirebon, baik dari Kyai-Kyai Pesantren ataupun akademisi. Hasil dari wawancara dengan tokoh-tokoh Islam tersebut, baik yang merasa mengetahui ataupun tidak mengetahui  tentang terminologi “pluralisme dan pluralitas agama”, mereka cenderung tidak bisa membedakan antara kedua term tersebut. Dalam pemahaman tokoh-tokoh Islam “kedua istilah” tersebut bermuara pada pemaknaan yang cenderung sama yaitu penghormatan terhadap keragaman dan keperbedaan. Jadi, meskipun mereka juga pro dan kontra terhadap pluralisme, tetapi mereka sepakat untuk menghormati keragaman agama yang ada di Cirebon khususnya, dan di Indonesia pada umumnya.
PRAKTIK PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI PONDOK PESANTREN DAR AL-TAUHID CIREBON Budi Manfaat
Holistik Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.014 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v14i1.161

Abstract

Keragaman etnik, bahasa serta budaya, merupakaan kenyataan yang tidak terbantahkan. Dalam peradaban modern bahkan bisa dikatakan tidak ada lagi wilayah di globus ini yang hanya di huni oleh satu etnik tertentu atau budaya tertentu. Hampir semua wilayah merupakan percampuran dari pelbagai etnik dan budaya. Dalam konteks kehidupan sosial di tengah keragaman,karakter multikultural mutlak diperlukan. Yaitu sebuah karakter yang mampu mengenal, menerima, menghargai dan merayakan keragaman kultur. Penelitian ini mengkaji tentang Arjawinangun, sebuah wilayah kecil di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang telah sejak lama dihuni oleh beragam etnik, budaya, dan agama. Pesantren Dar al-Tauhid dalam hal ini dijadikan sebagai pusat perhatian kajian, sebuah pesantren tua yang dewasa ini dikenal sebagai pesantren yang berhasil mengusung nilai-nilai multikultural dalam kehidupan bermasyarakat.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KYAI TERHADAP KECERDASAN EMOSI SANTRI DI PONDOK PESANTREN KEBON JAMBU BABAKAN CIWARINGIN CIREBON Muzaki Muzaki
Holistik Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.486 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v14i1.188

Abstract

Banyak orang telah mengenal bahwa kyai merupakan seorang panutan masyarakat dengan berbagai kelebihan baik pengetahuan tentang Islam, dalam hal kerohanian dan juga kharismatik bahkan dikeramatkan. Lebih-lebih Kyai yang memegang sebuah pondok pesantren, hal ini sangat menarik untuk dikaji lebih dalam. Pimpinan pondok pesantren merupakan motor penggerak penentu arah kebijakan sebuah pesantren yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan pondok pesantren dan pendidikan pada umumnya direalisasikan. Sehingga begitu perlu kepemimpinan sang Kyai terdhadap kecerdasan emosi santri di Pondok Pesantren.
ARAH PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI DI LINGKUNGAN PESANTREN (Studi Terhadap Pengelolaan Ma’had Aly di PP. Babakan Ciwaringin dan PP. Asembagus Situbondo) Saifuddin Saifuddin
Holistik Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.67 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v14i1.162

Abstract

Institusi pendidikan sebagai institusi yang selalu berkembang seiring dengan denyut nadi perkembangan zaman tampaknya tidak terlepas dari dampak globalisasi ini. Arus globalisasi juga melanda pondok pesantren yang merupakan institusi pendidikan tertua di Indonesia. Namun demikian, pondok pesantren terus berupaya mengikuti dan mengimbangi irama dan alur perkembangan globalisasi. Pendidikan pesantren dapat dikatakan sebagai modal sosial dan bahkan soko guru bagi perkembangan pendidikan nasional di Indonesia. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional Islam untuk mempelajari, memahami, mendalami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam dengan menekankan penting moral keagamaan sebagai perilaku sehari-hari. Melihat perkembangan dunia yang begitu cepat, bagi banyak kalangan telah memunculkan respon dan spekulasi yang beragam. Tidak terkecuali bagi umat islam, perubahan-perubahan yang terus muncul belakangan ini di dalamnya menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan manusia, aspek ekonomi hingga aspek nilai-nilai moral.
RELASI STATUS ASET YAYASAN DAN LEMBAGA PONDOK PESANTREN AS –SALAFIYAH BODE LOR KECAMATAN PLUMBON Juju Jumena
Holistik Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/holistik.v14i1.185

Abstract

Kepemilikan adalah penguasaan terhadap suatu benda oleh seseorang atas apa yang telah dilakukannya kecuali terhadap suatu hal yang mencegahnya. Sedangkan aset adalah suatu item atau milik yang dipunyai oleh perorangan atau perusahaan yang mempunyai nilai uang. Kepemilikan manusia terikat dengan aturan Allah, dia hanya bertugas untuk melaksanakan perintah Allah atas pengelolaan alam semesta, karena pada dasarnya Allahlah pemilik mutlak alam semesta ini, sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an surat Ali Imran ayat 89 menyebutkan bahwa kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengkaji data-data dari lapangan, sementara literatur yang berkaitan dengan masalah ini digunakan sebagai data pendukung. Sedangkan pengumpulan data penulis melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi.
MODEL PESANTREN KADER; Relasi Ideologis PP Husnul Khotimah dengan PKS, serta Artikulasinya dalam Kegiatan Kepesantrenan Muslihudin Muslihudin
Holistik Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.329 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v14i1.163

Abstract

Beberapa lembaga pendidikan dapat dengan mudah dibaca sebagai lembaga pendidikan beraroma PKS. Ada sejumlah asumsi yang mendasari kesan tersebut; 1) pendirinya dan pengelolanya orangorang PKS, 2) mengusung simbol-simbol PKS, 3) mengajarkan Islam ala PKS, 4) menjadi basis perjuangan politik PKS. Dari jenis lembaga pondok pesantren yang memberi kesan pesantren PKS adalah pesantren Khusnul Khatimah di Jalaksana Kuningan. Meskipun kelahiran pesantren ini mendahului kelahiran PKS, namun kesan yangtersimpan di benak masyarakat terhadap pesantren ini adalah pesantren PKS. Boleh jadi kesan tersebut dibangun oleh masyarakat ketika membaca fenomena hubungan Pesantren Khusnul Khotimah dengan Partai Keadilan Sejahtera. Dalam hal ini harus dibuktikan model hubungan antara partai politik PKS dengan pesantren Khusnul Khotimah sehingga menjadi karakteristik baru atau model baru pesantren di Indonesia, bahkan terori baru tentang pesantren diIndonesia. Dalam penelitian ini, peneliti ingin menjelaskan relasi yangsangat kuat antara perjuangan islamisasi ala timur tengah di Pesantren Khusnul Khotimah Kuningan Jawa Barat, dan proses tarbiyah yang dibangun sebagai gerakan politik PKS untuk ikut partisipasi dalamdemokrasi di Indonesia.
KONSISTENSI PENDIDIKAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN AL-MA’UN DESA KEPUH PALIMANAN CIREBON Nuryana Nuryana
Holistik Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.112 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v14i1.183

Abstract

Kekhawatiran banyak pihak mengenai situasi bangsa dan negara Indonesia sekarang ini, menjadi perhatian serius bagi beberapa lembaga pendidikan termasuk didalamnya pondok pesantren. Berbagai penyakit moral yang sangat akut, korupsi, penyalahgunaan narkotika dan semacamnya, seks bebas, terorisme, kekerasan yang bernuansa suku, agama, ras dan antar golongan, separatisme dan krisis moral lainnya. Sebabnya adalah masyarakat Indonesia telah tercerabut dari nilai-nilai luhur bangsanya sendiri. Oleh karena itu pendidikan karakter merupakan keniscayaan yang harus diimplemntasikan oleh lembaga pendidikan. Pendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi, yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila.

Page 1 of 1 | Total Record : 9