cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Orasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA TAYANGAN KEADILAN UNTUK PARA PENGHAYAT DI METRO TV Riady, Ahmad Sugeng
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i2.8256

Abstract

Artikel ini membahas tentang kepentingan dari sebuah media dalam meliput penghayat kepercayaan. Di satu sisi, Indonesia memiliki ratusan kelompok penghayat kepercayaan lokal yang secara eksistensi dibedakan dengan enam agama resmi yang telah diakui pemerintah. Sementara di sisi lain, media menjadi instrumen untuk mendistribusikan informasi dengan kepentingan tertentu. Berangkat dari hal itu, artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang tanda-tanda yang terdapat pada tayangan Keadilan untuk Para Penghayat yang diproduksi oleh Metro TV. Tayangan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika. Adapun analisis artikel ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes dengan memperhatikan tanda, penanda, dan petanda yang kemudian dilihat makna denotasi dan konotasi. Makna-makna ini dilihat sebagai upaya rekonstruksi yang dilakukan oleh Metro TV terhadap para penghayat kepercayaan lokal. Adapun hasilnya diperoleh bahwa tayangan tersebut diproduksi oleh Metro TV memiliki dua kepentingan yang saling berkaitan, yakni yang pertama mengenai kesadaran multikultural. Kepercayaan lokal dinilai sebagai fakta yang tidak dapat dinegasikan dalam kehidupan umat beragama di Indonesia. Kemudian yang kedua berkaitan dengan toleransi yang belum melibatkan kelompok penghayat kepercayaan lokal, baik dalam konteks wacana, pengambilan kebijakan, sampai pada bentuk aplikatif pembangunan nasional. Artikel ini juga menjadi kontribusi dari saling silang wacana berkaitan dengan studi agama-agama dan culture studies.
ANALISIS SEMIOTIKA POSTER AYO, LINDUNGI DIRI DAN KELUARGA DARI COVID-19(TEORI FERDINAND DE SAUSSURE) Mustafa, Mutakhirani; Syahriani, Irma -
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i2.8815

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna verbal dan visual yang terkandung dalam Poster Ayo, Lindungi Diri dan Keluarga dari Covid-19 yang diterbitkan oleh Kemenkes dan Germas dengan menggunakan analisis semiotika Ferdinand de Saussure serta untuk mengukur sejauh mana memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk meminimalisir isu hoax tentang penyebaran virus Covid-19 terutama untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang tindakan yang tepat dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poster yang berjudul Ayo, Lindungi Diri dan Keluarga dari Covid-19 ada dua aspek yang dirumuskan pada poster ini yaitu aspek verbal dan aspek visual. Aspek verbal merujuk pada tanda-tanda verbal seperti beberapa kata yang terdapat pada poster tersebut diantaranya; memakai masker dengan benar, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak minimal 1 meter, vaksinasi covid-19, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas. Pada setiap aspek verbal yang tercantum pada poster tersebut memiliki makna himbauan dan anjuran kepada masyarakat tentang bagaimana melindungi diri dan keluarga dari ganasnya penyebaran virus covid-19. Sedangkan aspek visual merujuk pada aspek visual yang terdiri dari aspek warna, gambar serta posisi dari gambar yang ada pada poster tersebut. Makna visual pada poster yang menarik masyarakat untuk membaca dan menerapkan setiap anjuran pada poster tersebut. Setiap visual yang ditampilkan pada poster tersebut menunjukkan anjuran serta contoh yang tepat agar dapat dimengerti oleh masyarakat. Kata Kunci: Poster, Covid-19, Semiotika, Ferdinand De Saussure
JURNALISME INDONESIA: PEMBERITAAN MEDIA MAINSTREAM DI ERA MEDIA BARU Alkatiri, Awad Bin Muhammad; Dani, Dani
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i2.8554

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang begitu pesat memungkinkan informasi atau berita dengan cepat disebarluaskan ke masyarakat. Salah satunya, informasi ataupun berita melalui media sosial yang pada saat ini banyak digunakan sebagai media alternatif selain media mainstream. Media mainstream diharapkan untuk dapat menjadi kontrol sosial dan sumber informasi yang dapat dipercaya di tengah terpaaan berita palsu, misinformasi, disinformasi, dan ujaran kebencian yang dapat menimbulkan permasalahan ditengah masyarakat. Penggunaan Causal Loop Diagram (CLD) sebagai tool dapat membantu untuk memahami akar persoalan sebagai pemecahan masalah. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengambarkan struktur sistem permasalahan dalam memahami konsep tentang jurnalisme dan pemberitaan media pada saat ini baik media mainstream dan media sosial dengan menggunakan causal loop diagram. Hasil yang di dapat ialah berupa model Causal Loop Diagram yang dapat difungsikan untuk melihat akar permasalahan dari penyebaran berita palsu, misinformasi, dan disinformasi yang bersumber dari media sosial dan media mainstream yang tidak bersumber dari data atau informasi yang valid.
EKSISTENSI LDNU YOGYAKARTA DI MASA PANDEMI: STUDI POLA PERGESERAN DAKWAH Saidah, Zahrotus; Khitam, Achmad Khusnul
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i2.8563

Abstract

Lembaga Dakwah Nahdhotul Ulama Yogyakarta merupakan organisasi yang terdiri dari dai-dai muda yang ada di Yogyakarta. Organisasi ini merupakan bagian dari salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdhotul Ulama. Organisasi ini berfungsi sebagai wadah bagi dai-dai muda untuk hadir secara aktif di tengah masyarakat melalui program dakwah, baik yang terjadwal maupun yang tidak terjadwal, misalnya kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kajian rutinan. Namun, sejak pandemi Covid-19 masuk di Indonesia, masyarakat dituntut untuk melakukan hamper seluruh kegiatan seperti belajar, bekerja, beribadah serta aktivitas lainnya di rumah, termasuk tentu saja aktivitas dakwah. Hal tersebut dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus. Untuk itulah LDNU Yogyakarta kemudian melakukan berbagai adaptasi kegiatan terutama yang berkaitan dengan kontak fisik ke dalam kegiatan online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif analitik dengan harapan penelitian ini dapat mendeskripsikan serta mempetakan problematika perubahan pola dakwah LDNU Yogyakarta demi tetap eksis di tengah masa pandemi covid-19. Dari penelitian ini ditemukan bahwa selama masa pandemi, LDNU telah beradaptasi dengan situasi yang terjadi dengan melakukan beberapa pergeseran metode dan pola dakwah, dari pola dakwah yang sebelumnya bersifat konvensional, yakni dengan off-line preachingĀ ke dakwah yang lebih bersifat virtual, atau online preaching. Di antara program dakwah tersebut adalah ngaji online, siaran on-air by phone, dan masih banyak lagi.
DISTORSI BAHASA KOMUNIKASI POLITIK JOKOWI MENGENAI PEMBANGUNAN PAPUA Islamiyah, Hanifah; Muzaki, Muzaki -
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i2.9084

Abstract

Pemimpin politik kerap menggunakan penuturan bahasa untuk melindungi kekuasaannya. Distorsi bahasa dalam komunikasi politik dirumuskan oleh Mochtar Pabottingi yakni distorsi bahasa sebagai topeng, distorsi bahasa sebagai proyek lupa, distorsi bahasa sebagai representasi, dan distorsi bahasa sebagai ideologi. Bahayanya distorsi bahasa dengan tujuan menguatkan kekuasaan Jokowi dapat menjadikan negara yang totalitarianisme. Penelitian ini hendak mengetahui distorsi dalam penggunaan bahasa sebagai komunikasi politik yang dilakukan oleh Jokowi mengenai pembangunan infrastruktur di Papua. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif, yakni menganalisis bahasa yang memiliki fungsi yang bermacam-macam ketika dikomunikasikan, utamanya dalam menyampaikan ideologi program kepemimpinannya. Hasilnya adalah Jokowi menggunakan distorsi bahasa sebagai topeng untuk menarasikan Papua dikesampingkan, distorsi bahasa sebagai representasi untuk menggambarkan kondisi Papua tidak seperti yang sebenarnya, distorsi bahasa sebagai proyek lupa untuk melupakan aspek antropologis suku Papua, dan distorsi bahasa sebagai ideologi agar dapat dipahami dan menjadi maklum atas segala dampak yang diakibatkan daripada hal itu serta sila ke-lima Pancasila landasan pembangunan Jokowi.
PEMBENTUKAN KATA BARU MELALUI PROSES BLENDING SEBAGAI IDENTITAS PERUSAHAAN DALAM KOMUNIKASI PEMASARAN Budiwinarto, Arif; Naserly, Mursyid Kasmir
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i2.8765

Abstract

Manusia melakukan komunikasi dalam upaya mencapai tujuannya. Dalam proses komunikasi terdapat interaksi antara komunikator dan komunikan menggunakan bahasa sebagai saluran (media) penyampai pesan. Memiliki sifat unik, bahasa dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, termasuk sebagai identitas perusahaan dalam komunikasi pemasaran. Bahasa dapat dimodifikasi serta menghasilkan kata baru melalui proses morfologi, khususnya blending. Pembentukan kata baru melalui proses blending merupakan proses kreatif yang menarik dalam berbagai bidang mencakup juga komunikasi pemasaran. Penelitian ini menganalisa proses morfologis pembentukan kata baru sebagai tagline produk jasa yang diliuncurkan oleh perusahaan retail Ace Hardware serta implementasinya sebagai identitas perusahaan dalam perangkat promosi (promotion tools). Penulis meneliti penciptaan kata baru dalam tagline Acesistant melalui proses morfologis blending menurut Adriene Lehrer dan John Algeo, serta analisis penggunaan tagline sebagai identitas perusahaan dalam perangkat promosi. Hasil penelitian menunjukkan pembentukan kata baru melalui proses morfologis blending mampu menghasilkan sebuah tagline produk jasa yang merepresentasikan identitas sebuah institusi bisnis. Lebih jauhnya, tagline juga berfungsi sebagai komponen promosi dalam komunikasi pemasaran yang menonjolkan ciri khas.
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI GURU DALAM PEMBENTUKAN KONSEP DIRI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) TUNAGRAHITA DI SLB C BERINGIN BHAKTI KABUPATEN CIREBON Fransisca, Maria; ., Sunarto
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i2.8929

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Komunikasi antarpersonal tenaga pengajar dalam membentuk konsep diri siswa-siswi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SLB Beringin Bhakti Cirebon serta apa saja faktor penghambatnya. Metode yang digunakan adalah Metode Kualitatif yaitu meneliti secara mendalam dengan teknik pengumpulan data seperti observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teori Johari window yang merupakan perwujudan hubungan seseorang dalam sebuah gambaran berupa jendela yang dibagi kedalam empat bidang masing-masing menunjukan daerah self (diri) baik yang diketahui orang lain maupun tidak diketahui orang lain. Hasil penelitiannya, proses penyampaian stimulus berupa pesan yang lebih banyak mengggunakan pesan non verbal, seperti dengan menggunakan isyarat gerak tubuh, dan jarak kedekatan. Kemudian konsep diri yang terbentuk pada siswi ABK yaitu konsep diri yang positif seperti aktif berbicara, bertanya, dan terlibat dalam kegiatan di lingkungan. Dalam melakukan komunikasi antarpribadi antara guru dengan siswa memiliki faktor penghambat berupa fasilitas ruang kelas dan jumlah guru yang tidak memadai denganĀ  jumlah siswa ABK dan minimnya fasilitas alat peraga untuk mengkomunikasikan pembelajaran bina diri. Hambatan lainnya bersifat kondisional, yaitu komunikasi terhambat ketika keadaan mental ABK tunagrahita yang cenderung labil, mengalami gangguan mood dan gangguan lainnya.
PENGEMBANGAN WAKAF TUNAI MELALUI DAKWAH BERBASIS MASJID Hafizd, Jefik Zulfikar
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i1.9831

Abstract

Dakwah adalah proses untuk mempengaruhi dan mengajak umat mengikuti ajaran Islam dalam seluruh sendi kehidupan. Wakaf tunai merupakan amal jariah yang pahalanya bisa terus mengalir kepada wakif selama harta wakaf masih bisa dimanfaatkan. Penelitian literatur ini mengkaji mengenai bagaimana konsep dakwah, konsep dan fungsi masjid, konsep wakaf tunai, potensi wakaf tunai, dan pengembangan wakaf melalui dakwah berbasis masjid. Penelitian ini memakai metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berasal dari buku, artikel jurnal, undang-undang, website, dan referensi lain yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wakaf tunai dapat dilakukan melalui sosialisasi yang secara rutin dilakukan di masjid seperti pada waktu menjelang khutbah Jumat, saat khutbah, pada ceramah keagamaan, atau pada berbagai kesempatan lainnya. Pengembangan wakaf perlu didukung oleh berbagai pihak mulai dari pemerintah, khususnya Kementerian Agama, Pemerintah Daerah, Badan Wakaf Indonesia, Dewan Masjid Indonesia, Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia, organisasi masyarakat Islam, dan seluruh lapisan masyarakat. Pengetahuan tentang wakaf tunai berbasis masjid bisa memberi pengaruh positif bagi kesejahteraan umat Islam.
MEDIA SOSIAL DAN BUDAYA SELEBRITI MILENIAL DI INSTAGRAM Naning, Salman
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i1.9502

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjabarkan nilai-nilai pesan yang ditampilkan oleh entitas dalam media sosial. Media sosial merupakan representasi simulasi sosial yang terjadi karena adanya relasi dari berbagai tanda maupun kode acak, yang tidak memiliki relasional jelas secara nyata, diciptakan melalui kegiatan produksi melalui tanda-tanda abstrak dan semu. Di media sosial, orang tidak mampu mengenali yang asli atau nyata dan yang bukan asli alias palsu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakatn metode etnografi virtual. Berdasarkan dari hasil penelitian, ditemukan bahwa kehadiran media sosial mampu membuat para penggunanya memproduksi pesan-pesan kepada khalayak. Pesan-pesan diproduksi sesuai dengan selera dan kemauan para pengguna Instagram tersebut. Banyak faktor yang mendorong pengguna Instagram memproduksi pesan di media sosial, misalnya sebagai bentuk representasi keberadaannya agar diakui oleh pengguna lainnya. Untuk itu, pengguna Instagram memrpoduksi nilai tanda melebihi dari realitas sebenarnya (hiperealitas). Nilai-nilai yang terkandung pada pesan yang disajikan pun memiliki maksud dan tujuan tersendiri, seperti: nilai-nilai hedonis, yaitu nilai-nilai yang mencerminkan kemewahan. Kemewahan yang ditampilkan sudah menjadi ideologi pengguna Instagram. Mereka seperti tidak bisa diakui kelompok dan lingkungannya ketika mereka tidak mampu menunjukkan kemewahan pada akun Instagram miliknya.
PEMAKNAAN RASISME DALAM FILM (Analisis Semiotika Film Pendek My Flag Merah Putih Vs Radikalisme) Nugraha, Yoga Awi Fitra; Ardi, Mulia Ardi
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i1.8398

Abstract

Film Pendek My Flag Merah Putih Vs Radikalisme menjadi salah satu film kontroversial di Tahun 2020. Film tersebut dinilai oleh sebagian kalangan menampilkan fragmen rasisme terhadap suatu kelompok, yakni kelompok bercadar, bercelana cingkrang, dan mengibarkan bendera hitam-putih. Melalui analisis semiotika Roland Barthes, penelitian ini berupaya mengetahui bentuk rasisme dalam film My Flag Merah Putih Vs Radikalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat stereotip, prasangka, dan diskriminasi yang dilakukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. Isu radikalisme dan peristiwa terorisme yang diprovokasi media menguatkan mitos di masyarakat bahwa isu dan peristiwa tersebut erat kaitannya dengan cara berpakaian tertentu yang berimplikasi pada tindakan rasisme.