cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Orasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
DAKWAH LITERASI DIGITAL TERHADAP PERILAKU GENERASI MILENIAL DALAM BERMEDIA SOSIAL Rosmalina, Asriyanti
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i1.10443

Abstract

Dunia dengan mudah dipengaruhi oleh pemahaman media dari generasi milenial di era digital. Di dunia Barat, interaksi media sosial generasi milenial cukup beragam, mulai dari sekedar eksis, bersosialisasi, melakukan bisnis, hingga untuk alat politik. Akan tetapi, generasi milenial secara keseluruhan kurang mampu menyaring informasi dan mengabaikan standar moral dan etika saat menyebarkan informasi di media sosial. Penelitian ini berusaha untuk mengetahui dampak dakwah literasi digital terhadap perilaku penggunaan media sosial pada generasi milenial. Penelitian ini menggunakan jenis tertentu dari penelitian kepustakaan (library research). Penelitian kepustakaan adalah jenis penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang mendalam dari berbagai literatur, buku, jurnal, dan sumber-sumber lainnya, sesuai dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dakwah literasi digital memiliki andil yang luar biasa dalam membangun pondasi perilaku bangsa Indonesia. Tingkat literasi yang dilakukan oleh para generasi milenial mengalami sebuah peningkatan yang baik. Hal tersebut dapat terlihat dari perkembangan teknologi yang setiap hari tidak pernah berhenti membahas pembaharuan pesan dakwah yang tersebar di media sosial, dan masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial, mulai menunjukan sebuah perilaku yang tidak mudah untuk menyebarkan pesan dakwah apabila pesan dakwah tersebut tidak sesuai dengan Al-Quran dan hadist, serta generasi milenial  tidak mudah untuk menyebarkan berita hoax karena dengan adanya perkembangan era digital tingkat kesadaran generasi milenial semakin meningkat untuk selalu melakukan upaya literasi sebelum bertindak.
KRITIK DAN DISTORSI KOMUNIKASI PEMERINTAH DI MASA PANDEMI COVID-19, BAGAIMANA SEHARUSNYA? Ridho, Ali
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i1.8367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi publik pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia dan bagaimana seharusnya pemerintah mengambil langkah untuk memperbaiki iklim komunikasi publik sehingga tidak menimbulkan kritik yang berasal dari masyarakat (baca: publik) yang disebabkan masih ditemukannya tumpang-tindih kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui riset dan observasi secara mendalam terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang berhubungan dengan penanganan wabah Covid-19 yang mampu ditemukan di media digital/online dan media massa hingga kanal YouTube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah masih ditemukan peraturan yang sifatnya tidak konsisten, masih kurang maksimalnya integrasi dan interkoneksi hubungan antarlembaga negara dengan dibuktikan oleh buruknya koordinasi, SDM bidang kehumasan pemerintah yang tidak cekatan dan cenderung slow to respond, serta penggunaan media digital yang belum optimal untuk mendukung tata kelola kehumasan pemerintah.
AGAMA DALAM KEKUASAAN MEDIA (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce terhadap Iklan Televisi) Nurfiana, Efen; Halwati, Umi
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i1.9619

Abstract

Kurangnya sikap kritis dan kentalnya tradisi keagamaan dalam masyarakat Indonesia memudahkan media untuk menanamkan kekuasaannya melalui komodifikasi agama. Adanya larangan Etika Pariwara Indonesia (EPI) yang menyebutkan keterlibatan tokoh agama dalam iklan tidak membatasi adanya iklan yang melakukan komodifikasi tokoh agama. Iklan Biskuit Kokola, iklan Larutan Cap Kaki Tiga dan iklan Telkomsel Versi Haji, ketiga iklan tersebut menggandeng tokoh agama sebagai brand ambassador, yakni Mamah Dedeh dan Ustadz Maulana. Adanya unsur agama dalam kekuasaan media dapat mempengaruhi perkembangan Islam kontemporer. Kajian ini menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce untuk menginterpretasi tanda atas adanya relasi kuasa berdasarkan teori Michel Faucoult. Kajian ini menemukan bahwa ketiga iklan tersebut memiliki kemiripan pola kekuasaan media. Kekuasaan dibentuk melalui keterhubungan antara profesi dai dan ideologi, yang secara garis besar dapat dikaitkan dengan budaya keagamaan masyarakat. Kekuatan relasi yang dibentuk oleh kesatuan profesi dan keagamaan tersebut mengelompokan dukungan masyarakat terhadap konsumsi produk, demikianlah sistem kapitalis dimenangkan.
PESAN DAKWAH DALAM LIRIK LAGU TRENDING TAUFIK WAL HIDAYAH WALI BAND Mutaqin, Zaenal; Kushardiyanti, Dessy; Zikrillah, Abdu
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i1.10375

Abstract

Dakwah adalah panggilan keinsyafan atau upaya untuk mengajak kepada perubahan situasi yang lebih baik dan sempurna, baik terhadap pribadi maupun masyarakat. Salah satu cara atau media dakwah adalah melalui musik yang dituangkan dalam sebuah lirik lagu yang berisi pesan dakwah sehingga mudah diterima oleh pendengar. Lagu Trending Taufiq wal Hidayah karya Wali Band adalah salah satu lagu yang diluncurkan sebelum Ramadhan 1443 Hijriah, di tahun ketiga masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menganalisis lirik lagu Trending Taufiq Wal Hidayah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif interpretatif melalui pendekatan semiotik Ferdinand de Sausure. Lirik lagu dianalisis dari aspek signifier (tanda) dan signified (petanda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan dakwah dalam lirik lagu Trending Wal Hidayah adalah pesan dakwah tentang pentingnya taufik dan hidayah, yaitu carilah hidayah dengan sungguh dan jangan dinanti,  jangan takut kehilangan rezeki tapi takutlah jika Allah mencabut atau menjauhkan hamba-Nya dari hidayah atau petunjuk.
ETIKA KOMUNIKASI BISNIS DALAM PERSPEKTIF ISLAM Rakhma, Meyla Tazqiya
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i1.9357

Abstract

Komunikasi adalah kegiatan pertukaran pesan antara dua pihak atau lebih. Sedangkan komunikasi bisnis adalah pertukaran pesan yang memiliki tujuan dan dalam lingkup kegiatan bisnis. Komunikasi bisnis Islami berarti kegiatan pertukaran pesan antara dua pihak atau lebih dalam lingkup bisnis berdasarkan aturan Islam. Jadi, segala bentuk pesan yang keluar dari komunikator harus memperhatikan berbagai etika dan prinsip Islam. Ini mencakup semua bentuk kegiatan bisnis, baik itu terkait produk, layanan perusahaan, atau komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperlancar berbagai kepentingan bisnis. Penelitian ini menjelaskan mengenai etika-etika komunikasi dan bisnis dalam perspektif islam yang lebih komprehensif berdasarkan hasil dari tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan tinjuan literatur yang dilakukan dengan mengkaji beberapa literatur yang terkait dengan fokus penelitian melalui artikel-artikel jurnal dan buku-buku serta data penunjang lainnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam praktek penerapan prinsip-prinsip Islam meliputi kesatuan, keseimbangan, kehendak bebas, tanggung jawab, dan perbuatan baik. Prinsip-prinsip bisnis Islami juga harus dibarengi dengan pelaksanaan komunikasi Islam yang baik seperti yang tertuang dalam Al-Qur'an tentang qaulan ma'ruf, qaulan tsabit, qaulan sadid, qaulan bhaliqh, qaulan karim, qaulan maysur dan qaulan layyin. Jika kedua aspek ini diterapkan dalam komunikasi bisnis maka semuanya akan berjalan dengan baik karena semua yang kita lakukan telah diberkati oleh Allah SWT.
ANALISIS RESPON WARGANET PADA AKUN YOUTUBE THE NEWSROOM NET (Episode Seputar Rumah Kecil yang Berhimpitan dengan Apartemen Mewah di Tengah Ibu Kota) Faradini, Ifwana Fairuzil
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i1.8530

Abstract

The Newsroom NET merupakan program acara televisi yang dimiliki oleh stasiun televisi nasional yaitu NET TV yang saat ini sudah beralih ke media sosial YouTube sejak 2 tahun lalu dengan konsep tayangannya yaitu menayangkan proses dibalik layar jurnalis televisi ketika mencari sumber berita di lapangan. Episode yang dipilih adalah episode yang menimbulkan kontroversi oleh warganet karena di dalam episode tersebut terdapat reporter melakukan kesalahan terkait dengan kesopanan dan tingkah laku. Rumusan masalah yang diambil oleh peneliti adalah bagaimana respon yang dibentuk oleh warganet dengan adanya tayangan video tersebut yang semula bertujuan untuk mengedukasi penonton dan memberikan gambaran mengenai jurnalis televisi namun menjadi kontroversi dengan adanya permasalahan tersebut. Metode yang dipilih yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian netnografi guna melihat interaksi warganet pada kolom komentar di akun YouTube The Newsroom NET. Temuan penelitian yang didapat adalah sebuah kesalahan utama yang banyak menuai kritikan mengenai cara bersalaman terhadap orangtua. Dari kesalahan utama mulai muncul permasalahan baru yang menjadikan reporter tersudut dengan segala komentar warganet. Hasil dan kesimpulan penelitian ini adalah komentar di atas dapat membentuk 2 model warganet, warganet yang pertama yaitu warganet yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dalam bertingkah laku kepada semua orang, sedangkan model yang kedua yaitu warganet yang memiliki sikap tidak sopan dalam bersosial media. Adanya fitur kolom komentar memiliki tujuan sebagai bentuk komunikasi antara komunikator dengan komunikan mengenai isi konten yang diunggah dan sebagai bentuk evaluasi ke depan untuk memproduksi konten selanjutnya. Akan tetapi, hal ini tidak terlihat dan tertutupi dengan komentar ujaran kebencian sehingga konsep utama tayangan ini tidak tersampaikan dengan baik kepada penonton.
BIAS PEMBERITAAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMBONGKAR KEPERAWANAN (TELAAH METODE SARA MILLS) zakiyah romadlany, zakiyah romadlany
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i1.9464

Abstract

Maraknya perbincangan virginitas sangat perlu untuk diapresiasikan bagi siapapun yang bisa menjaga keperawanannya. Hal itu merupakan sebuah bonus bagi perempuan karena realitanya ketika seorang perempuan sudah tidak bisa lagi menjaga keperawanannya cenderung akan dihujat, dipojokkan, dan dicemooh, bahkan tidak diterima oleh lingkungan sekitarnya. Penelitian ini merupakan penelitian analisis wacana kritis tentang bagaimana bias pemberitaan media sosial dalam membongkar keperawanan dengan menggunakan metode Sara Mills. Kendati demikian, penelitian ini lebih fokus pada posisi aktor yang ada dalam teks dengan artian posisi siapa yang menjadi subjek dan objek dalam sebuah teks pemberitaan. Selain melihat posisi subjek-objek, di sini juga dibahas bagaimana teks dalam pandangan penulis dan pembaca, serta dalam pandangan media. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan akun media Instagram milik @indonesiafeminis sebagai objek kajiannya. Akun @indonesiafeminis ini memfokuskan postingan tentang sebuah pandangan terhadap perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana kritis (AWK) Sara Mills yang lebih memfokuskan perhatiannya pada perempuan dalam teks atau gambar. Adapun hasil dari analisis wacana kritis (AWK) Sara Mills dalam akun @indonesiafeminis menunjukkan bahwa pemberitaan media sosial dalam membongkar keperawanan sangatlah berperan penting dalam memerankan perempuan sebagai subjek agar bisa menjaga keperawanannya dan memposisikan penulis atau pembaca sebagai subjek dalam teks tersebut.
PENINGKATAN SKILL DAKWAH MELALUI DESAIN GRAFIS PADA SANTRI MILENIAL YAYASAN BINA CENDEKIA UTAMA CIREBON Burhanudin, Aan Mohamad; Kushardiyanti, Dessy
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i2.11808

Abstract

Keterlibatan milenial dalam menyampaikan pesan dakwah semakin bervariasi salah satunya melalui konten dakwah yang menarik, kreatif, dan keselarasannya dengan pesan yang berakidah dan akhlaqul karimah. Kehadiran konten dakwah yang semakin beragam menjadi tantangan tersendiri bagi santri milenial untuk terus mengasah kemampuannya mengelola visualisasi dakwah agar sesuai dengan maksud dan tujuan yang diinginkan. Artikel ini berupaya untuk memberikan hasil pengabdian yang telah dilakukan dalam bentuk pelatihan dakwah milenial melalui desain grafis yang diselenggarakan oleh Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Adapun peserta terlibat dalam pelatihan ini adalah para santri Madrasah Aliyah Bina Cendekia Cirebon, yang merupakan bagian dari generasi milenial. Project Based Learning digunakan sebagai basis metodologis dalam pelatihan ini dengan mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dari paparan pelatih ke dalam mini project berupa pembuatan konten dakwah dengan menggunakan tools website Canva sebagai media desain grafis para peserta. Hasil pelatihan menunjukkan santri Madrasah Aliyah Bina Cendekia Cirebon dapat mendesain konten dakwah dengan memperhatikan keselarasan visualisasi dengan pesan dakwah yang disampaikan.
KIAT MEMILIH JODOH DALAM ISLAM (Analisis Pemikiran Dakwah KH ZAINUDIN MZ) Mastori, Mastori; Masykur, Asep; Arifin, Zenal
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i2.10131

Abstract

Artikel ini membahas kiat memilih jodoh dalam Islam. Sekalipun pernikahan identik dengan kebahagian, namun pada kenyataannya pernikahan kerap menemui problem sampai berakhir pada perceraian. Bahkan, di Indonesia yang merupakan negeri dengan mayoritas penduduk muslim, setiap harinya terjadi sebanyak 959 kasus perceraian. Kondisi ini tentu memprihatinkan karena konsep Islam tentang pernikahan tidak diimplementasikan dengan baik oleh umatnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menitikberatkan pada dakwah KH Zaenudin MZ tentang mencari jodoh sebagai sumber primer penelitian ini. Alasan peneliti menjadikan dakwah KH Zaenudin MZ sebagai subjek penelitian adalah tema tersebut masih dan akan terus relevan sepanjang zaman untuk dikaji. Ceramah tersebut telah dipublikasikan di www.youtube.com/watch?v=zbUkGod6QX0. Sementara, sumber sekundernya adalah berbagai karya ilmiah, baik buku maupun jurnal ilmiah yang membahas tentang pernikahan dan konsep Islam dalam memilih jodoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, banyak kasus perceraian dan rumah tangga yang tidak ideal yang bermula dari kurangnya perhatian masyarakat terhadap konsep memilih jodoh; kedua, sebagai dai yang memiliki reputasi baik di tengah masyarakat, KH Zainudin MZ menjelaskan konsep Islam dalam memilih jodoh di mana materi utamanya berasal dari hadits Nabi; ketiga, pada umumnya orang memilih jodoh karena pertimbangan harta, kecantikan, keturunan, dan agama. Dalam hal ini, KH Zaenudin MZ tidak menegasikan salah satunya namun mengintegrasikan. Artinya, boleh memilih jodoh karena harta, kecantikan, dan keturunan, namun yang menjadi penentu adalah agama sebagai pertimbangan utama.
DEWAN DAKWAH ISLAMIYAH INDONESIA (DDII) DAN EKSPANSI GARAKAN SALAFISME DI INDONESIA Fadli, Musonif; Senjahaji, Dewandaru Ibrahim
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i2.11033

Abstract

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) memiliki peran besar dalam penyebaran Salafisme di Indonesia. Sejak tahun 1980-an Salafisme melakukan ekspansi dakwahnya ke berbagai negara Muslim di dunia, salah satunya di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literasi dan mengkomparasikannya dengan pengalaman penelitian yang pernah penulis lakukan, yang berkaitan dengan tema pada artikel yang ditulis. Para akademisi menyepakati jika DDII-lah yang telah berkontribusi memuluskan ekspansi dakwah Salafi tersebut. DDII bekerja sama dengan lembaga-lembaga Salafisme yang disponsori oleh Arab Saudi dalam melakukan penyebaran dakwahnya di Indonesia. Meskipun bila dilihat lebih jauh, DDII pada dasarnya bukan termasuk organisasi yang berpaham Salafisme (Salafi kontemporer). Namun, DDII pada akhirnya terlibat dan berperan penting dalam penyebaran Salafisme di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan adanya sebuah titik temu kepentingan strategis yang sama antara keduanya. Adanya relasi tersebut menjadikan DDII bisa mendapat kekuatan secara politik maupun finansial untuk bergerak mengembangkan program dakwahnya di tengah rezim Orde Baru yang represif. Sementara Salafi kontemporer juga mendapat keuntungan tersedianya akses dakwahnya ke berbagai penjuru Indonesia.