cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Orasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
KOMUNIKASI PEMASARAN WISATA BUDAYA: STUDI ATAS TRADISI PERANG OBOR BERBASIS STROYNOMIC DAN CULTURAL IMMERSION DALAM MENINGKATKAN WISATAWAN Syaifudin, Ahmad Anif; Putri, Fitri Ariana
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i2.22311

Abstract

Studi tentang komunikasi pemasaran pariwisata tidak lagi terbatas pada keindahan alam semata, tetapi berkembang menuju kekayaan sosial-budaya yang diwarisi dan dijaga oleh komunitas lokal. Keberagaman tradisi, nilai, dan ekspresi budaya merupakan daya tarik unik sekaligus sarana komunikasi sosial dan spiritual. Penelitian ini berfokus pada Perang Obor di Desa Tegalsambi, Jepara, sebagai bentuk pariwisata budaya yang mewakili ungkapan rasa syukur dan harmoni dalam hubungan antara manusia dan Tuhan, mencerminkan nilai-nilai toleransi, penghormatan, dan keseimbangan hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis desain strategi komunikasi pemasaran Perang Obor berdasarkan imersi budaya dan pariwisata storynomic sebagai upaya untuk memperkuat daya tarik pariwisata dan meningkatkan ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi budaya. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan tokoh desa, pejabat pemerintah, dan wisatawan, yang diperkuat dengan observasi lapangan dan studi literatur sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi komunikasi pemasaran berbasis pariwisata storynomic tampaknya efektif melalui eksplorasi narasi sejarah dan makna filosofis tradisi Perang Obor, yang kemudian diimplementasikan melalui media komunikasi pemasaran, kolaborasi antar pemangku kepentingan, dan inovasi pesan. Namun, strategi berbasis imersi budaya belum sepenuhnya diterapkan pada seluruh rangkaian ritual utama untuk menjaga kesucian tradisi. Meskipun demikian, wisatawan masih dapat berpartisipasi dalam kegiatan pendukung seperti pembuatan obor, kegiatan ziarah, pasar kermes UMKM, dan karnaval budaya. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara strategi pemasaran kreatif dan pelestarian nilai-nilai suci sebagai landasan untuk pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan dan bermakna
IMPLEMENTASI KODE ETIK JURNALISTIK DALAM MELIPUT BERITA GUNA MENINGKATKAN KUALITAS KINERJA WARTAWAN INEWS MEDAN Faiz, Ijlal; Effendy, Erwan
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i2.22427

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam dunia jurnalistik, terutama dalam meningkatkan kecepatan penyebaran informasi. Namun, seiring dengan kemajuan tersebut, muncul tantangan baru seperti maraknya berita tidak akurat dan tidak berimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kode Etik Jurnalistik Pasal 1 oleh wartawan bagaimana penerapannya dapat meningkatkan kualitas dan kinerja wartawan, serta hambatan yang mereka hadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wartawan secara umum telah mengimplementasikan Kode Etik Jurnalistik Pasal 1 dengan baik, ditunjang oleh pelatihan rutin dan pengawasan internal yang ketat. Hambatan yang dihadapi antara lain tekanan dari narasumber dan sulitnya memperoleh informasi yang seimbang. Wartawan menyiasatinya dengan pendekatan profesional, evaluasi ketat, dan penguatan prinsip cover both sides. Penelitian ini menegaskan pentingnya kode etik sebagai pedoman moral dan profesional dalam dunia jurnalistik.iNews Medan.
Dai Multi-Competence: Implementation of Da'wah Bil-Hal For Preaching Activities in Rural Society Environments Khadafi, Muhammad Umar
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i2.20760

Abstract

At this time, there are more and more challenges in da'wah activities. Da'wah is not enough through the pulpit and media sharing. People in rural and remote areas still have problems, including education and economic issues. Direct and intensive guidance from a da'i is very much needed by the community. This study aims to produce an applicable approach for da'wah activities in rural and remote communities in Indonesia. The research data was obtained through interviews and direct observation in the field. A descriptive qualitative research approach was used, with Miles and Huberman's analysis method. This research produced the concept of a multi-competent da'i, whose competencies include the following. First, religious competence, including the Quran, hadith and Islamic studies as the scientific basis that must be possessed. Second, social competencies include cupping therapy, ruqyah, and self-defence. Third, economic empowerment competencies include agriculture and animal husbandry. These findings imply that the activities of da'i must directly touch the community with various activities that must be mastered, not merely delivering religious messages to the community. More than that, a da'i must have complex competencies, especially since the target of these da'wah activities is the community in rural and remote areas or segments of society that are isolated from technology. This paper has limited scope, so further research is needed to provide more interesting and relevant studies related to da'wah bil-hal for rural communities in Indonesia.
DINAMIKA KOMUNIKASI PUBLIK: CANCEL CULTURE DAN FIGUR AGAMA DI MEDIA SOSIAL Alanudin, Rifki; Trenggono, Nanang; Besar, Ibrahim; Ashaf, Abdul Firman; Putra, Purwanto
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i2.22342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika komunikasi dalam praktik cancel culture terhadap tokoh agama, dengan fokus pada bagaimana wacana publik terbentuk, disebarkan, dan dimaknai dalam konteks media sosial. Kasus viral Gus Miftah digunakan sebagai contoh untuk melihat bagaimana komentar, tagar, dan narasi publik menciptakan tekanan moral yang memengaruhi persepsi terhadap otoritas religius di ruang digital. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menerapkan Analisis Wacana Kritis (AWK) Fairclough serta teori mediatisasi agama dan konvergensi simbolik. Data dikumpulkan melalui observasi daring pada twitter/X, tikTok, instagram, dan portal berita, dengan 100 item digital sebagai sumber analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cancel culture bekerja melalui lima kategori wacana utama: kritik moral, seruan boikot, satire, delegitimasi simbolik, dan komentar netral. Bahasa yang digunakan publik mencerminkan afeksi kolektif yang membentuk solidaritas moral baru, sementara algoritma platform memperkuat wacana dominan melalui visibilitas dan viralitas. Temuan menegaskan adanya pergeseran legitimasi dari institusi religius menuju komunitas digital yang lebih partisipatif. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa tokoh agama semakin bergantung pada logika media dan persepsi publik dalam menjaga kredibilitas. Studi ini berkontribusi pada bidang komunikasi dan kajian media digital, terutama pada pemahaman mengenai transformasi otoritas moral di era digital. Penelitian menyimpulkan bahwa cancel culture merupakan mekanisme kontrol sosial baru yang berpotensi memperkuat atau melemahkan posisi simbolik tokoh agama.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA FAI UMY DALAM LITERASI DIGITAL UNTUK PENYELESAIAN TUGAS Quthb, Sayyid; Bahiroh, Siti
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i2.21695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FAI UMY) dalam memanfaatkan literasi digital sebagai sarana penyelesaian tugas akademik. Di tengah era digital yang ditandai dengan derasnya arus informasi dan kemudahan akses melalui berbagai platform digital, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menyaring, menganalisis, dan menggunakan informasi tersebut secara efektif dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada beberapa informan mahasiswa FAI UMY. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa secara aktif menggunakan media sosial dan platform digital seperti YouTube, Instagram, dan X (Twitter) sebagai sumber referensi. Namun demikian, tantangan seperti keberadaan informasi yang tidak valid, hoaks, dan bias digital menjadi hambatan yang memerlukan keterampilan berpikir kritis dan selektivitas dalam penggunaan media. Literasi digital terbukti tidak hanya berperan dalam menunjang tugas akademik, tetapi juga dalam membentuk kemampuan analitis, evaluatif, serta pemecahan masalah mahasiswa. Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap etika digital, serta strategi pembelajaran yang mendukung penguatan berpikir kritis berbasis literasi digital di lingkungan pendidikan tinggi.
MANAJEMEN DAKWAH PONDOK PESANTREN QURROTA AYUN CONDET DALAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DI ERA DISRUPSI Kurniawan, Rhohis; Castrawijaya, Cecep
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i2.22420

Abstract

Era disrupsi digital telah mengubah lanskap pendidikan Islam, termasuk pondok pesantren, yang dituntut untuk beradaptasi agar tetap relevan dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen dakwah Pondok Pesantren Qurrota Ayun Condet dalam mengembangkan kewirausahaan santri sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat peran dakwah Islam di era disrupsi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik dengan teknik triangulasi sumber dan member checking untuk menjaga validitas hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen dakwah Pondok Pesantren Qurrota Ayun Condet menerapkan strategi terencana dalam pengembangan kewirausahaan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi berbasis digital. Pesantren mengintegrasikan nilai-nilai Islami dalam kegiatan usaha dan program dakwah, seperti kejujuran, amanah, dan tanggung jawab, sehingga kewirausahaan menjadi media dakwah bil hal dan pembentukan karakter santri. Program dakwah unggulan yang dikembangkan meliputi dakwah ekonomi melalui unit usaha kreatif, koperasi pesantren, jasa laundry, dan produksi konten digital dakwah. Implementasi teknologi informasi, kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta, serta pembelajaran berbasis praktik menjadi faktor utama keberhasilan program dakwah dan kewirausahaan. Namun demikian, tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan SDM, modal, dan adaptasi teknologi. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan model manajemen dakwah dan kewirausahaan pesantren yang integratif dan berkelanjutan di era digital.
KETIKA JIHAD MENJADI NARASI SINEMATIK: DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PERSEPSI ISLAM DALAM FILM MOSUL (2019) Abdillah, Muhammad Hilmy; Muttaqin, Mohammad Izdiyan; Bakti, Andi Faisal
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i2.22230

Abstract

Globalisasi telah membawa perubahan besar dalam pemaknaan konsep-konsep keagamaan seperti jihad, dengan media global seperti film Mosul (2019) sering kali menyederhanakan dan mereduksi maknanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana film Mosul mempengaruhi persepsi publik tentang jihad dan memberikan wawasan tentang cara mengatasi distorsi makna jihad di era globalisasi. Penelitian ini berpendapat bahwa media global berkontribusi pada distorsi makna jihad melalui pemaknaan yang simplistik dan dramatis. Menggunakan teori “cultural imperialism”, “rigging the free market”, dan “current debates”, penelitian ini menganalisis dampak media terhadap persepsi publik. Metodologi yang digunakan adalah analisis wacana dengan pendekatan media, mencakup analisis isi dan wawancara. Analisis menunjukkan bahwa film ini memperkuat stereotip negatif tentang jihad, dan penting untuk meningkatkan literasi media agar publik dapat memahami representasi ini secara lebih kritis dan seimbang. Sebagai kesimpulan, globalisasi memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap diskursus makna jihad, terutama melalui representasi media seperti film Mosul (2019). Refleksi dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi publik tentang jihad cenderung dipengaruhi oleh narasi global yang sering kali tidak akurat. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya peningkatan literasi media dan kesadaran kritis dalam mengkonsumsi informasi dari media global. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan analitis dalam menilai media secara kritis. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi makna jihad dalam berbagai bentuk media lain dan mengembangkan strategi edukasi yang efektif untuk mengatasi distorsi makna jihad. Dengan demikian, diharapkan pemahaman publik tentang jihad dapat lebih akurat dan seimbang.