cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015)" : 10 Documents clear
PROFESIONALISME MAHASISWA BIOLOGI MENGINTEGRASIKAN PELAJARAN BIOLOGI DENGAN AGAMA ISLAM Anda Juanda
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.367 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.483

Abstract

Integrasi disiplin ilmu umum (pelajaran biologi) dengan pelajaran  agama Islam merupakan keniscayaan di semua jenjang pendidikan mulai pendidikan dasar (SD/MI) hingga Perguruan Tinggi (PT).  Tanpa adanya integrasi antara kedua pelajaran tersebut bisa menimbulkan dampak dikotomi (terpisah) antara pelajaran biologi dengan pelajaran agama Islam.Para pengembang kurikulum harus peduli terhadap pengintegrasian mata pelajaran. Pengintegrasian berarti memadukan, mengabungkan, dan menyatukan antar disiplin ilmu. Bagaimanapun juga, kurikulum (mata pelajaran) adalah suatu hal yang terintegrasi. Kadar dan tingkat keintegrasian pelajaran biologi dengan pelajaran agama Islam lebih ditentukan oleh filosofis pengembang kurikulum/guru,  dibandingkan berdasarkan data empiris. Kata kunci: integrasi, kurikulum, pengembang kurikulum
PENERAPAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS SAINS BUDAYA LOKAL KESENIAN SINTREN PADA KONSEP SPERMATOPHYTA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMAN 1 CIWARINGIN Juita Ratna Sari; Kartimi Kartimi; Eka Fitriah
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.244 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.267

Abstract

Pembelajaran biologi di SMAN 1 Ciwaringin belum mengkaitkan  lingkungan dengan konsep pembelajaran biologi. Keadaan ini membuat pembelajaran biologi hanya menuntut siswa untuk memehami konsep. Oleh karena itu kemampuan siswa untuk menganalis, mengkritisi, dan menalar menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) perbedaan aktivitas belajar siswa pada penerapan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal, 2) perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa antara siswa yang diterapkan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal dan siswa yang tidak diterapkan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal, dan 3) respon siswa terhadap penerapan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, dan desain penelitian pretest-postest control group design. Teknik pengambilan sempel dilakukan dengan cara purposive sampling, kelas X 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas X 3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dengan observasi, tes, dan angket. Data dianalisis dengan uji prasyarat (uji normalitas dan homogenitas), serta uji beda hipotesis (uji parametrik dan uji non-parametrik). Hasil penelitian ini menunjukkan, 1) aktivitas siswa pada saat ditearapkan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal kesenian sintren lebih besar daripada kelas yang tidak ditearapkan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal kesenian sintren. 2) keterampilan berpikir kritis siswa menunjukkan peningkatan, dilihat dari N-Gain dengan kategori sedang. Hasil uji statistik menunjukkan nilai Sig 0,000 < 0,05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang signifikan antara yang diterapkan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal kesenian sintren dan siswa yang tidak diterapkan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal kesenian sintren. 3) siswa merespon positif terhadap penerapan pembelajaran biologi berbasis sains budaya lokal kesenian sintren dengan rata-rata respon siswa sebesar 65% dengan kriteria sangat kuat.Kata Kunci : pembelajaran berbasis budaya lokal, kesenian sintren, keterampilan berpikir kritis
PENERAPAN PROJECT BASE LEARNING (PBP) BAGI MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI PADA MATA KULIAH SAINS TERAPAN Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.363 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.485

Abstract

Pembelajaran Berbasis  (PBL/PBP) memiliki potensi yang amat besar untuk membuat pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna untuk pebelajar usia dewasa(andragogi) termasuk mahasiswa calon guru biologi,guna mempersiapkan untuk memasuki lapangan kerja. Tidak terkecuali bagi mahasiswa calon guru biologi pada mata kuliah sains terapan yang menuntut mahasiswa untuk aktif secara mandiri maupun kolaboratif dalam mengintegrasikan teoritik dengan masalah-masalah yang terkait dengan konsep sains. Penelitian dilakukan pada mahasiswa calon guru biologi di semester 7 dengan instrumen berupa observasi dan penilaian unjuk kerja. Didapatkan hasil pada penerapan PBL/PBP efektif dengan rerata indikator observasi sebesar 80,5. Pada penilaian produk hasil kerja/proyek mandiri didapatkan rerata 89,7 dan penilaian produk hasil kerja/proyek kelompok didapatkan rerata 91,6. Dengan demikian  PBL/PBP efektif bagi mahasiswa calon guru biologi pada mata kuliah sains terapan. Kata Kunci : PBP, Sains Terapan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA PADA KONSEP SISTEM REPRODUKSI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 ARJAWINANGUN Qulud Qulud; Wahidin Wahidin; Yuyun Maryuningsih
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.846 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.268

Abstract

Proses pembelajaran di kelas merupakan interaksi yang paling mendominasi dalam keberhasilan siswa selama mengikuti pembelajaran di suatu sekolah. Proses tersebut harus seimbang antara siswa dan guru. Hasil PISA menunjukkan rata-rata kemampuan literasi sains siswa Indonesia dibawah standar. Oleh karena itu penggunaan model learning cycle 7e merupakan upaya untuk memaksimalkan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Arjawinangun, dengan desain  penelitian menggunakan Control Group Pretes and Posttest design. Teknik pengumpulan data yang  digunakan adalah  lembar  observasi, makalah, poster, tes, dan angket,.  Data  yang diperoleh  dianalisis  dengan  menggunakan  uji  statistik  meliputi  uji  normalitas,  uji homogenitas dan uji t (hipotesis). Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  peningkatan  kemampuan literasi sains yang signifikan antara kelas yang menerapkan model learning cycle 7e dengan yang tidak menerapkan model learning cycle 7e, dilihat dari hasil tes, makalah, dan poster. Kemampuan literasi sans siswa kelas  eksperimen lebih  tinggi  daripada  kelas  kontrol. Peningkatan kemampuan literasi sains siswa dengan menggunakan model learning cycle 7e dibuktikan dengan hasil respon angket siswa yang menunjukkan kriteria sangat kuat. Kata Kunci  :  Model learning cycle 7e, Literasi Sains, dan Sistem Reproduksi.
ANALISIS STANDAR PROSES PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X DI SMA NEGERI 1 MAJALENGKA TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015 Ummi Mukarramah; Anda Juanda; Eka Fitriah
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.399 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.269

Abstract

Standar proses sebagai acuan utama di dalam pengembangan proses pembelajaran yang diterapkan kepada peserta didik untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar proses merupakan bagian dari Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang penerapannya ditentukan menurut peraturan Pemerintah berdasarkan kurikulum yang diberlakukan. Kurikulum 2013 sebagai salah satu kurikulum yang diterapkan di beberapa sekolah rintisan penerapan kurikulum 2013 menjadi acuan evaluasi pengembangan dan penerapan sistem kurikulum di Indonesia. Standar proses berdasarkan kurikulum 2013 ditentukan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud RI) nomor 65 tahun 2013 tentang standar proses yang meliputi tahap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil dan proses pembelajaran, serta pengawasan proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data utama penelitian adalah guru biologi kelas X dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum sebagai informan/ narasumber, serta siswa kelas X MIA 5 dan siswa kelas X MIA 6 untuk pengisian angket. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian berdasarkan perencanaan pembelajaran menunjukkan bahwa kelengkapan isi dan validasi instrumen RPP dominan sudah terisi dengan prosentase 80% (cukup lengkap). Analisis pelaksanaan proses pembelajaran menunjukkan bahwa indikator analisis dan validasi instrumen pelaksanaan pembelajaran dominan terlaksana dengan prosentase 88,88% (sangat baik). Penilaian hasil dan proses pembelajaran yang dianalisis menunjukkan kesesuaian dengan Permendikbud nomor 65 tahun 2013 tentang standar proses terkait penilaian otentik. Hasil analisis pengawasan proses pembelajaran belum sesuai dengan Permendikbud nomor 65 tahun 2013 tentang standar proses dikarenakan beberapa komponen pelaksanaannya seperti pemantauan dan supervisi tidak direalisasikan penerapannya di SMA Negeri 1 Majalengka tahun pelajaran 2014/ 2015. Respon siswa kelas X terhadap proses pembelajaran biologi yang diterapkan oleh guru menunjukkan respon yang positif, ditunjukkan berdasarkan interpretasi skor angket kelas X MIA 5 dengan prosentase 90% (sangat kuat) dan interpretasi skor angket kelas X MIA 6 dengan prosentase 79,29% (kuat).Kata Kunci: Standar Proses, Kurikulum 2013, Pembelajaran Biologi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA POKOK BAHASAN EKOSISTEM KELAS X DI SMA NEGERI 1 KRANGKENG Ainatur Rahmah; Ina Rosdiana Lesmanawati; Wahidin Wahidin
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.142 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.480

Abstract

Belajar ialah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian. Pembelajaran sains di SMA Negeri 1 Krangkeng masih memfokuskan pada penguasaan konsep, kemampuan siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis (KBK) masih rendah.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengkaji bagaimana aktivitas siswa pada penerapan Model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa (2) untuk mengkaji seberapa besar perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol (3) untuk mengetahui respon siswa pada penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Desain penelitian ini menggunakan model pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, observasi, dan angket.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) KBK siswa pada saat diterapkan Model pembelajaran inkuiri terbimbing sebagian besar 80% dengan kategori baik (2) Hasil N-gain kelas eksperimen sebesar 0.42 sedangkan kelas kontrol 0.21. Hasil statistik menunjukkan bahwa nilai sig 0.001<0.05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian terdapat perbedaan signifikan peningkatan KBK antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol (3) Prosentase rata-rata angket sebesar 80% dengan kategori sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa dalam aktivitas belajar kelas eksperimen mengalami peningkatan KBK, KBK kelas eksperimen meningkat lebih signifikan dibandingkan kelas kontrol, siswa merespon dengan baik penerapan Model pembelajaran inkuiri terbimbing. Kata kunci: Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Berpikir Kritis
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU IPA DALAM MENGGUNAKAN PENILAIAN PROYEK PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS VII MTs N CIREBON II Helmi Apriliyatmi Hapwiyah; Dewi Cahyani; Nurul Azmi
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.684 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.271

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi dilapangan, kebanyakan guru masih kurang efektif dalam menilai siswa. Hal ini dikarenakan guru hanya menilai siswa pada aspek kognitifnya saja, sedangkan aspek afektif dan psikomotor tidak begitu diperhatikan. Sehingga penulis menganalisis upaya guru IPA dalam mengevaluasi siswa dengan menggunakan penilaian proyek untuk memenuhi kompetensi pedagogik guru. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan profil guru IPA yang baik dalam menggunakan penilaian proyek menurut tanggapan guru di MTs Negeri Cirebon II, (2) Mendeskripsikan analisis kompetensi pedagogik guru IPA dalam menerapkan penilaian proyek untuk mengevaluasi siswa pada konsep pencemaran lingkungan di MTsN Cirebon II, dan (3) Mendeskripsikan respon siswa dalam pelaksanaan penilaian dengan menggunakan penilaian proyek di MTsN Cirebon II. Penelitian ini mengambil lokasi di MTs Negeri Cirebon II dan dilaksanakan  pada bulan April sampai Mei tahun ajaran 2014/2015. Subjek penelitian adalah seorang guru IPA di MTs N Cirebon II yang dianggap memiliki kompetensi pedagogik dalam menggunakan penilaian proyek. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi.  Hasil penelitian analisis kompetensi pedagogik guru IPA dalam menggunakan penilaian proyek pada konsep pencemaran lingkungan di kelas VII MTs Negeri Cirebon II menunjukkan bahwa (1) Guru “X” layak dijadikan subjek penelitian karena beliau sering menggunakan penilaian proyek saat mengajar di kelas (2) Presentase rata-rata observasi kompetensi pedagogik guru IPA dalam menggunakan penilaian proyek pertemuan pertama rata-rata yang diperoleh dari beberapa aspek adalah 86,67%, pertemuan kedua mengalami peningkatan yaitu 88,89% dan pertemuan ketiga mengalami peningkatan kembali yaitu 90,00% (3) Presentase rata-rata angket respon siswa secara keseluruhan 81% dengan kriteria sangat kuat. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik yang dimiliki oleh guru ‘X’ dalam menggunakan penilaian proyek sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara guru “X” sebagai narasumber, dan hasil observasi selama tiga pertemuan ini selalu terjadi peningkatan setiap pertemuannya. Kata Kunci : Kompetensi Pedagogik Guru, Penilaian Proyek
TRACER STUDY: STUDI REKAM JEJAK ALUMNI DAN RESPONS STAKEHOLDER JURUSAN TADRIS IPA-BIOLOGI IAIN SYEKH NURJATI CIREBON Evi Roviati; Deden Jalaludin; Ela Fitria; Elan Jaelani; Lina Lia Sari
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.416 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.272

Abstract

Jurusan tadris IPA-biologi sebagai salah satu program studi yang ada di Fakultas Tarbiyah IAIN Syek Nurjati Cirebon menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam bidang pendidikan biologi.  Untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan program studi dalam mewujudkan tujuannya, dilakukan studi penelusuran alumni (tracer study) dan respons pengguna untuk memperoleh data yang dapat dijadikan pedoman pengembangan jurusan untuk ke depannya.  Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji profil lulusan Jurusan Tadris IPA-Biologi; (2) mengkaji respons alumni terhadap proses pembelajaran selama mereka menempuh pendidikan di Jurusan Tadris IPA-Biologi; (3) mengkaji relevansi keahlian yang mereka peroleh selama perkuliahan dengan pekerjaan mereka sekarang; (4) mengkaji proses dan cara alumni untuk memperoleh pekerjaan setelah mereka lulus dari Jurusan Tadris IPA-Biologi; dan (5) mengkaji respons pengguna terhadap kinerja dan keterampilan yang dimiliki alumni yang bekerja di tempat mereka.  Profil lulusan Tadris IPA-Biologi IAIN Syekh Nurjati adalah memiliki daya serap tinggi di dunia kerja, menekuni pekerjaannya, berpenghasilan di bawah Rp. 1 juta, jarang mengikuti kegiatan forum alumni dan jarang memberikan informasi lowongan pekerjaan, kesempatan PPL dan penelitian.  Sebagian besar alumni bekerja di bidang yang sesuai dengan pekerjaannya dan perlu memiliki keterampilan berbahasa asing dan teknologi informasi.  Alumni jurusan Tadris IPA-Biologi cepat bekerja, mulai mencari pekerjaan sesegera mungkin, memperoleh informasi pekerjaan sebagian besar dari teman dan keluarga dan memperoleh pekerjaan pertama melalui kompetisi dan rekomendasi.  Penilaian alumni terhadap mata kuliah, kualitas pembelajaran dan sistem penilaian sebagian besar baik, pelayanan dosen dan suasana akademik baik, kesempatan terlibat dalam proyek dosen dan menentukan kebijakan kampus cukup baik, pelayanan sarana kampus cukup baikdan pelayanan tugas akhir baik.  Kepuasan pengguna terhadap lulusan pada berbagai aspek baik, kecuali kemampuan bahasa asing.  Aspek penting dalam penerimaan pegawai menurut pengguna dalam berbagai aspek dianggap penting dan sangat penting, kecuali rekomendasi pihak ketiga. Kata kunci: tracer study, profil lulusan, alumni
PENERAPAN PENDEKATAN SETS (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, SOCIETY) DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS IMTAQ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SMA NEGERI 8 KOTA CIREBON Siti Komariah; Nurul Azmi; Ria Yulia Gloria
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.41 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.481

Abstract

Kegiatan pembelajaran bermuatan nilai, perlu dilakukan, demi tercapainya tujuan pendidikan nasional. Kurangnya kepedulian siswa terhadap lingkungan merupakan salah satu contoh belum berhasilnya suatu pendidikan. Hasil observasi yang penulis lakukan menunjukkan lebih dari 50% nilai ulangan siswa belum mencapai KKM. Hal yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut salah satunya dengan menerapkan pendekatan SETS dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ, yang memudahkan siswa memahami materi yang diajarkan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji (1) aktivitas siswa saat penerapan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ; (2) perbedaan peningkatan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) dalam pembelajaran Biologi berbasis IMTAQ dengan siswa yang tidak diajar dengan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) dan tidak berbasis IMTAQ; (3) respon siswa terhadap penerapan pendekatan SETS dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan angket. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X, berjumlah 329 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Data hasil tes dianalisis dengan uji Independent Samples Test (uji t). Hasil penelitian menunjukkan (1) aktivitas siswa saat penerapan pendekatan SETS dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ mengalami peningkatan dan tergolong baik, dengan rata-rata persentase keseluruhan sebesar 71,47%; (2) hasil uji statistik menunjukkan sig. 0,001 < 0,05, Ha diterima yaitu terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajar dengan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ dengan siswa yang tidak diajar dengan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) dan tidak berbasis IMTAQ pada konsep pencemaran lingkungan di kelas X SMA Negeri 8 Kota Cirebon; (3) rata-rata persentase angket secara keseluruhan 79,68% dengan kriteria kuat, artinya siswa memberikan respon yang baik terhadap penerapan pendekatan SETS dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa  terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan pendekatan SETS dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ dengan siswa yang tidak diajar dengan pendekatan SETS dan tidak berbasis IMTAQ.Kata Kunci : Pendekatan SETS, Berbasis IMTAQ, Hasil Belajar
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS SAINS KEUNGGULAN LOKAL PENYEMAIAN BIJI MANGGA (MANGIFERA INDICA) DI SALAGEDANG TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI EKOSISTEM KELAS X SMA NEGERI 1 SUKAHAJI KABUPATEN MAJALENGKA Dede Sri Mulyati; Kartimi Kartimi; Asep Mulyani
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.545 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.266

Abstract

Pembelajaran yang baik harus mampu menjelaskan bagaimana seharusnya peserta didik belajar dan berpikir, tetapi kenyataan di sekolah pembelajaran tidak lebih dari menghafal konsep dan memahami konsep-konsep umum materi pelajaran. Hal tersebut menyebabkan keterampilan berpikir kritis siswa rendah. Oleh karena itu, diperlukan suatu inovasi dalam pembelajaran yaitu dengan menerapkan pembelajaran berbasis sains keunggulan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) Perbedaan aktivitas belajar siswa yang menerapkan pembelajaran berbasis sains keunggulan lokal dengan siswa yang tidak menerapkan pembelajaran berbasis sains keunggulan lokal. (2) Perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang menerapkan pembelajaran berbasis sains keunggulan lokal dengan siswa yang tidak menerapkan dengan pembelajaran berbasis sains keunggulan lokal. (3) Respon siswa terhadap pembelajaran berbasis sains keunggulan lokal. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2014-2015 di SMAN 1 Sukahaji. Kelas eksperimen dalam penelitian adalah kelas X-1 dan X-5 (44 siswa) serta kelas X-4 dan X-6 (44 siswa) sebagai kelas kontrol. Desain penelitian menggunakan pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan aktivitas belajar siswa dan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis sains keunggulan lokal dengan kelas yang tidak menerapkan pembelajaran berbasis sains keunggulan lokal, serta siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran berbasis sains keunggulan lokal penyemaian biji mangga (Mangifera indica) di Salagedang. Kata kunci: Sains Keunggulan Lokal, Penyemaian Biji Mangga (Mangifera indica), Keterampilan Berpikir Kritis

Page 1 of 1 | Total Record : 10